• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROPOSAL PENELITIAN GLASS CEILING: HAMBATAN PEREMPUAN INDONESIA DALAM PENGEMBANGAN KARIR KERJA

N/A
N/A
Fatimah Azzahrok

Academic year: 2023

Membagikan "PROPOSAL PENELITIAN GLASS CEILING: HAMBATAN PEREMPUAN INDONESIA DALAM PENGEMBANGAN KARIR KERJA"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

PROPOSAL PENELITIAN

GLASS CEILING: HAMBATAN PEREMPUAN INDONESIA DALAM PENGEMBANGAN KARIR KERJA

Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Sosiologi Gender Diampu Oleh Dr. Moh. Fauzi, M.Ag

Disusun Oleh

Fatimah Azzahrok (1806026081)

PROGRAM STUDI SOSIOLOGI

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO

SEMARANG 2021

(2)

A. Latar Belakang

Dewasa ini perempuan menggunakan emansipasinya untuk menempuh jalan pilihannya, menggunakan kesempatan yang sama atas adanya laki-laki dan perempuan untuk memepergunakan hak serupa. Salah satu yang dapat dilihat banyaknya perempuan yang meniti karir di dunia kerja, namun lagi masalah gender masih mengakar di lingkup masyarakat kita. Membuat penilaian bahwa perempuan belum mempunyai kesanggupan, kecakapan atau kemampuan yang sama dengan laki-laki. Dimana laki-laki tetap menjadi pemain utama disektor pekerjaan, stereotip lemah yang disematkan pada perempuan ketimbang laki-laki yang cenderung positif dalam berbagai sisi dianggapa cocok menerima dan menjalani peran untuk memimpin dan menduduki jabatan yang lebih tinggi. Fenomena ini dikenal dengan glass ceiling mengutip dari kumparan.com bahwa kondisi ini mengacu pada perempuan yang sulit mendapatkan pencapaian dalam pekerjaan ditempat kerja.

Istilah glass ceiling dalam psikomedia.net diperkenalkan dalam sebuah edisi The Wall Street Journal tahun 1986 oleh Hymowitz dan Schellhardt. Awalnya, glass ceiling merupakan sebuah metafora yang mengacu pada hambatan transparan dan artifisial yang dihadapi wanita atau kaum minoritas untuk meraih jabatan tinggi dalam suatu perusahaan.

Kemudian glass ceiling dideskripsikan sebagai hambatan yang dihadapi perempuan yang mencoba merai posisi yang tinggi dalam suau perusahaan, pemerintahan, pendidikan, organisasi dan sektor lainnya.

Apabila ditinjau dari potensi perempuan tidak jauh berbeda dengan laki-laki, namun peluang yang diterima perempuan untuk menepati posisi tersebut juga kecil adanya.

Ketimpangan gender yang dialami oleh perempuan dalam diskriminasi pekerjaan tidak mudah untuk dikenali. Kondisi ini merujuk pada potensi glass ceiling yang terjadi di Indonesia, meskipun keterlibatan perempuan di Indonesia dapat menduduki posisi-posisi dalam dunia pekerjaan hanya terdapat segelintir jejaknya. Dalam peringkatnya Indonesia menduduki peringkat keempat dalam posisi manajemen senior dengan persentase 37% dari laporan Women Bussiness 2020 yang dirilis Grant Thornton International, berita yang dikutip dari magdalene.com oleh sebagian pihak menjadi kabar baik. Namun disisi lain kondisi di lapangan memperlihatkan kerikil tajam dan jalan buntu bagi perempuan yang sedang meniti karir. Oleh karena itu dalam penelitian ini saya akan membahas mengenai glass ceiling, hambatan apa saja di terima oleh perempuan dalam merintis karir di Indonesia, lalu memastikan apakah glass ceiling dipengaruhi oleh sitem sosial masyarakat kita.

(3)

B. Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan glass ceiling?

2. Apa saja hambatan-hambatan yang diterima perempuan dalam dunia kerja?

3. Bagaimana dampak glass ceiling bagi perempuan?

(4)

C. Metode Penelitian

Dalam penelitian ini saya menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk mengumpulkan informasi tentang keadaan-keadaan yang berlangsung. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang datanya diolah menggunakan secara deskkripsi. Moelong (1988:6) mengatakan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan prosedur analisis dan tidak menggunakan prosedur analisis statistik atau cara kuantifikasi lainnya.

Penelitian kualitatif pada dasarnya upaya membangun pandangan mereka yang teliti dan rinci, dibentuk dengan kata-kata, gambar holistik dan rumit. Bogdan dan Taylor menjelaskan bahwa penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data dan deskriptif berupa ucapan atau tulisan dan perilaku orang-orang yang diamati. Adapun teknik penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) atau kajian literatur (literature review) yang berhubungan dengan metode pengumpulan data pustaka atau penelitian yang obyeknya penelitian melalui informasi kepustakaan berupa buku, ensiklopedi, jurnal atau artikel ilmiah, koran, majalah, dan dokumen.

Menurut Sumantri (2020) dalam Arikunto (2006) mengenai literature review yakni mengumpulkan data terkait hal hal atau variabel variabel berupa buku-buku, transkrip, catatan, majalah, surat kabar, prasasti, agenda, notulen rapat dan sebagainya. Saya memilih untuk melakukan studi melalui dokumentasi karena dapat memperkuat data serta bukti yang ada serta dapat melengkapi hasil penelitian dari literature review yang lebih akurat dan terpercaya. Selain itu penggalian data melalui penelitian terdahulu juga saya pilih.

Penelitian ini tidak sesederhana membaca literature tetapi juga mengevaluasi mendalam dan juga kritis dalam mengali suatu topik. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder merupakan data yang didapatkan secara langsung dan dapat ditemukan secara cepat. Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara atau diperoleh dan dicatat oleh pihak lain (Abdullah, 2017). Data sekunder pun didapat daripihak kedua seperti dokumen, surat, internet, jurnal, artikel dan sebagainya. Data sekunder didapat dari pihak kedua seperti dokumen, surat, internet, jurnal, artikel dan sebagainya.

(5)

D. Kajian Pustaka

Dalam penelitian ini, tinjauan pustaka yang digunakan melalui penelitian terdahulu yang mana dijadikan sebagai hasil dari rujukan untuk menulis dan menujang dalam penelitian glass ceiling, hambatan perempuan indonesia dalam pengembangan karir kerja.

Penelitian pertama, dilakukan oleh Muhammad Ihwanul Muslim dan Mirwan S. Perdhana mengenai Glass Ceiling: Sebuah Studi Literatur. Saat ini keterlibatan perempuan dalam dunia kerja terus meningkat. Namun, jumlah perempuan yang berpartisipasi di manajemen atas masih terbatas. Kondisi tersebut kemungkinan besar disebabkan oleh fenomena glass ceiling – hambatan yang menghambat kemajuan karir perempuan. Studi ini merupakan anteseden glass ceiling baik di organisasi profit maupun non profit. Penelitian ini menggunakan studi literature terkait glass ceiling untuk mengidentifikasi serta dilakukan untuk mendapatkan kesimpulan tentang faktor-faktor yang menghambat kemajuan karier wanita. Implikasi manajerial dan kesempatan untuk penelitian lebih lanjut dibahas.

Penelitian kedua, dilakukan oleh Viona Budi Cahyani yang berjudul Perempuan Menembus Glass Ceiling dalam Politik Birokrasi Kementrian Republik Indonesia, berbicara mengenai minimnya jumlah perempuan yang menduduki jabatan strategis struktural di birokrasi Kementrian Republik Indonesia menjadi pertanda adanya glass ceiling yang dihadapi perempuan di birokrasi. Penelitian ini fokus membahas bagaimana perempuan menembus glass ceiling dalam jabatan strategis struktural di birokrasi Kementrian Republik Indonesia. Penelitian dilakukan di tiga kementrian di Indonesia yakni Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Kementrian Luar Negeri, dan Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia. Informan penelitian ini adalah pejabat perempuan eselon satu setara Direktur Jendral dan pejabat eselon dua di tiga kementrian tersebut. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara mendalam dengan narasumber terkait dan literatur ilmiah seperti jurnal, buku, artikel, dan dokumen Badan Kepegawaian Negara. Temuan data dianalisis dengan Teori Feminisme Post Strukturalis oleh Sandra Harding (1992).

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif agar secara rinci dapat merangkai temuan empiris hingga mendapatkan gambaran yang utuh mengenai permasalahan yang ada. Hasil dari penelitian ini menunjukkan posisi perempuan yang timpang pada posisi strategis dengan laki-laki dikarenakan kuatnya nilai patriarki di birokrasi, dan adanya pembagian kerja politik jabatan di Kementrian Republik Indonesia. Selain itu, untuk

(6)

menembus glass ceiling, perempuan melakukan beberapa upaya yakni melalui hard politics dan personalisasi patronase politik. Adapun saran untuk mengurangi glass ceiling ini adalah pembuatan kebijakan yang didasari pegalaman perempuan, pelatihan peningkatan pengetahuan dan perspektif kesetaraan gender di birokrasi, monitoring pelaksanaan pengarusutamaan gender di tiap kementrian, affirmative action untuk jabatan struktural, dan penempatan pihak ketiga dari eksternal dalam seleksi lelang jabatan di tiap kementrian.

Penelitian ketiga, dalam skripsi oleh Nefara Wiranti Rindani mengenai Pengaruh Kesetaraan Gender di Birokrasi terhadap Peluang Pegawai Perempuan dalam Promosi Jabatan di Pemerintah Kota Solok. Dalam kesetaraan gender menjadi isu penting dalam penelitian ini, yaitu terdapat kecenderungan dominasi laki-laki yang menduduki jabatan strategis di birokrasi sehingga menempatkan perempuan sebagai sub-ordinat. Penelitiaan ini menemukan fakta yang bertolak belakang dengan isu kesetaraan gender yang ternyata secara kuantitas pegawai perempuan yang menduduki jabatan strategis di Pemerintah Kota Solok justru memenuhi persentase affirmative action. Selain itu, Pemerintah Kota Solok juga berhasil melakukan pengarusutamaan gender sebagai upaya untuk mencapai kesetaraan gender. Penelitian ini berangkat dari asumsi bahwa adanya pengaruh pengarusutamaan gender terhadap keberadaan kesetaraan gender di birokrasi, dan pengaruh kesetaraan gender di birokrasi terhadap peluang pegawai perempuan dalam promosi jabatan sehingga kuantitas pegawai perempuan yang menduduki jabatan cukup tinggi.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian survei. Data didapatkan dengan cara penyebaran kuesioner, responden dipilih menggunakan metode bertahap (multy stage sampling). Analisis data menggunakan SPSS 17. Pengujian hipotesis menggunakan uji korelasi Kendall Tau dan uji analisis data tiap item dengan uji tabulasi silang. Hasil penelitian ini menunjukakan adanya pengaruh keberhasilan instrumen pengarusutamaan gender terhadap keberadaan kesetaraan gender di birokrasi, kemudian penelitian ini menemukan keberadaan kesetaraan gender di birokrasi Pemerintah Kota Solok juga karena menyerap budaya masyarakat Kota Solok yakni Budaya Minangkabau yang memperhitungkan keberadaan perempuan. Selanjutnya, hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi antara keberadaan kesetaraan gender di birokrasi terhadap peluang pegawai perempuan dalam promosi jabatan sehingga kuantitas perempuan yang menduduki jabatan strategis cukup tinggi. Pada penelitian ini, selain keberadaan kesetaraan gender di birokrasi,

(7)

gaya kepemimpinan merupakan faktor yang mengintegrasikan kesamaan peluang antara perempuan dan laki-laki dalam promosi jabatan.

Penelitian keempat, dilakukan oleh Donny Haris, Jendrius Jendrius dan Afrizal Afriza mengenai Kesetaraan Gender dalam Industri Media: Studi Mobilitas Vertikal Karir Pekerja Perempuan di Riau Televisi. Penelitian ini dilatar belakangi oleh platform aksi Beijing pada tahun 1995 meningkatkan kesadaran, bahwa media massa berkontribusi besar pada pemberdayaan dan promosi perempuan. Namun di dalam industri media itu sendiri, kesetaraan gender adalah sebuah masalah. Artikel ini membahas tentang posisi perempuan di Televisi Riau. Dari 12 posisi kepemimpinan divisi di Riau Televisi, hanya ada empat wanita yang menduduki posisi manajer. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan menggunakan keempat perempuan sebagai studi kasus, dalam artikel ini penulis mengungkap penjelasan di balik hanya empat perempuan yang menduduki posisi manajerial di tengah dominasi laki-laki. Dibingkai Teori glass cailing, pertanyaan yang dijawab adalah: Bagaimanakah jalur keempat jurnalis perempuan itu berhasil menduduki posisi manajer di Riau TV di tengah dominasi laki-laki? Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran sosial yang memungkinkan perempuan berhasil menerobos hambatan terlihat pada kebijakan direktur utama sebagai pemimpin perusahaan dalam mendorong mereka untuk menduduki posisi manajer. Realitas perempuan yang menduduki posisi manajer di Televisi Riau, bukanlah potret yang menggambarkan bentuk berbagi posisi karena kasihan. Memiliki pengalaman, kemampuan, masa kerja dan prestasi keempat perempuan ini, menjadi sejumlah syarat yang menjadi pertimbangan presiden direktur dalam memutuskan menempatkan perempuan pada posisi manajerial.

Penelitian kelima, merupakan skripsi dari Verra Asis Andi dengan mengangkat permasalahan mengenai Pengaruh Glass Ceiling terhadap Pengembangan Karier Perempuan (Studi Aparatur Sipil Negara Institut Agama Islam Negeri Palopo) membahas tentang Glass Ceiling adalah kasus dimana para perempuan di dunia sering mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan terkait tidak bisa naik pangkat dan memperoleh upah yang tidak memadai, tetapi laki-laki mampu mendapatkan posisi tinggi dan mampu memperoleh jabatan dengan cepat. Berbagai hambatan yang di alami perempuan dalam kariernya yaitu dengan adanya konflik antara pekejaan dengan keluarga, mereka cenderung bimbang memilih antara memprioritaskan pekerjaan atau keluarganya, terlebih tidak semua perempuan mampu membagi waktunya dengan baik. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui adakah pengaruh glass ceiling terhadap pengembangan karier

(8)

perempuan di IAIN Palopo. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif.

Sumber data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder, yang diperoleh dari penyebaran kuesioner kepada responden. Teknik yang digunakan dalam penentuan sampel yaitu teknik sampel jenuh. Data diolah dan dianalisis menggunakan regresi linear sederhana dengan menggunakan SPSS 22 for windows. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa glass ceiling memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengembangan karier perempuan yang dilihat dari nilai r Squar sebesar 11,1% dan dilihat dari hasil T-hitung > T-tabel dengan nilai 3,102 > 1,991 (Ho ditolak dan Ha diterima) Implikasi dari penelitian ini yaitu kampus yang ada di Palopo khususnya di IAIN Palopo untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang baik dan didukung oleh profesional kerja yang tinggi agar dapat membawa instansi ke pintu gerbang kesuksesan dan mencapai visi dari kampus itu sendiri, karena kemampuan yang dimiliki oleh sumber daya manusia sangat menentukan citra yang baik bagi instansi.

Berdasarkan penelitian yang dihimpun diatas menjadikan referensi terhadap penulisan dalam penelitian saya, dimana saya mengangkat Glass Ceiling: Hambatan Perempuan Indonesia dalam Pengembangan Karir Kerja. Namun, ada beberapa hal yang dapat memebedakan penelitian saya, yakni bersifat global dan mencakup berbagai sektor pekerjaan yang di ambil oleh perempuan penggunaan studi literature yang saya gunakan dalam penelitian ini juga menjadi salh satu pembeda dari penelitian sebelumnya. Selain itu, masih sedikitnya yang membicarakan glass ceiling secara akademis mengenai menjadikan penelitian ini menjadi angin segar sekaligus pembeda dari penelitian sebelumnya.

(9)

Daftar Pustaka

Kumparan.com. 2021. Glass Ceiling, Fenomena Ketimpangan Gender yang Sering Terjadi di Tempat Kerja. Tersedia di https://kumparan.com/kumparanwoman/organisation-info.

Diakses pada 4 Mei 2021.

Psikomedia.net. 2018. Glass Ceiling: Kaca Penghalang bagi Wanita Karier. Tersedia di https://psikomedia.net/glass-ceiling-kaca-penghalang-bagi-wanita-karier/. Diakses pada 4 Mei 2021.

Magdalene.com. 2020. Glass Ceiling dan Faktor Lain yang Halangi Perempuan Naiki Jenjang Karier. Tersedia di https://womenlead.magdalene.co/2020/10/07/glass-ceiling-dan- faktor-lain-yang-halangi-perempuan-naiki-jenjang-karier/. Diakses pada 4 Mei 2021.

Sumantri, Nur Adnan T A. 2020. Sumber Dan Penggunaan Utang Luar Negeri Indonesia Ditinjau dari Perpektif Ekonomi Islam Menurut Teori Muhammad Nejatullah Siddiqi [thesis].

Universitas Islam Indonesia.

Abdullah, hani hassan. 2017. Penerapan Economic Order Quantity (EOQ) untuk Persediaan Teh Goalpara Seduh dalam Upaya Efisiensi Biaya Persediaan di Unit Industri Hilir Teh pada Pt Perkebunan Nusantara VII [skripsi]. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Pasundan Bandung.

Andi, Verra Asis. 2020. Pengaruh Glass Ceiling terhadap Pengembangan Karier Perempuan (Studi Aparatur Sipil Negara Institut Agama Islam Negeri Palopo). [skripsi].

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Program Studi Ekonomi Syariah. Institut Agama Islam Negeri Palopo. Tersedia di http://repository.iainpalopo.ac.id/id/eprint/1407/1/Skripsi.pdf.

Diakses pada 5 Mei 2021.

Muslim, Muhamad Ihwanul dan Mirwan S. Perdhana. 2017. Glass Ceiling: Sebuah Studi Literatur. Jurnal Bisnis Strategi. Vol 26. No 1. Hal 28-38. Tersedia di https://ejournal.undip.ac.id/index.php/jbs/article/view/17224/12418. Diakses pada 5 Mei 2021.

Rindani, Nefara Wiranti. 2021. Pengaruh Kesetaraan Gender di Birokrasi terhadap Peluang Pegawai Perempuan dalam Promosi Jabatan di Pemerintah Kota Solok. [skripsi].

Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik. Program Studi Ilmu Politik. Universitas Andalas Padang. Tersedia di http://scholar.unand.ac.id/74480/. Diakses pada 5 Mei 2021.

(10)

Viona Budi Cahyani. 2019. Perempuan Menembus Glass Ceiling dalam Politik Birokrasi Kementrian Republik Indonesia. Repository Universitas Airlangga. Tersedia di http://repository.unair.ac.id/84211/. Diakses pada 5 Mei 2021.

Haris, Donny, Jendrius dan Afrizal. 2019. Kesetaraan Gender dalam Industri Media: Studi Mobilitas Vertikal Karir Pekerja Perempuan di Riau Televisi. Journal oof Gender Studies.

Tersedia di http://kafaah.org/index.php/kafaah/article/view/265. Diakses pada 5 Mei 2021.

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh yang positif dan signifikan antara pengembangan karir dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan pada Kantor Pusat

Hubungan Antara Persepsi Terhadap Peluang Pengembangan Karier dan Kesesuaian Aspirasi Kerja Pada Pekerjaan Yang Ditekuni dengan Semangat Kerja.. Skripsi

pengunduran diri karyawan dapat dilihat pada grafik berikut.. parsial berpengaruh signifikan terhadap pengunduran diri karyawan di PT. Hyundai Mobil Indonesia Cabang Bandung.

Pelatihan kerja, pengembangan karir dan lingkungan kerja secara simultan berpengaruh terhadap kinerja pegawai di Dinas Cipta Karya Kabupaten Banyumas, dengan nilai

Berdasarkan data di atas, dapat dilihat bahwa menurut persepsi responden perempuan faktor yang menjadi pendukung yang berasal dari aspek individu berupa poin-poin yang akan

Dari hasil penelitian yang dilakukan kepada 60 responden dapat dilihat bahwa penilaian kinerja dan disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengembangan

Dari data pada Tabel 27 dapat dilihat bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel bebas yaitu pengembangan karir, semangat kerja dan motivasi terhadap

Variabel gaya kepemimpinan, rekrutmen, pelatihan dan variabel pengembangan karir secara simultan berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan, hal ini dipengaruhi oleh