• Tidak ada hasil yang ditemukan

Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia dalam Kasus Perdata

N/A
N/A
Makroni Kamu

Academic year: 2024

Membagikan "Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia dalam Kasus Perdata"

Copied!
41
0
0

Teks penuh

Bahwa Pemohon Banding Asal, Penggugat, telah mengajukan Memori Banding Banding pada tanggal 10 November 2021 sesuai dengan Penerimaan Banding Banding Nomor 11/PDT.G/2021 PN Tte dan telah dilayani/dilayani pada Pemohon Banding yang adalah Turut Tergugat Asli, dan kepada terbanding yang merupakan tergugat asal sesuai dengan penyampaian Relaas memori tandingan banding tanggal 10 November 2021 nomor 23/PDT.G/2021/PN Tte, serta asli Turut Terbanding, tergugat telah menyampaikan memori banding banding sesuai dengan akta penerimaan nota balasan No. 10/PDT.G/2021/PN Tte tanggal 10 November 2021 dan telah disampaikan kepada pemohon banding yang juga turut tergugat dan kepada pemohon banding yang merupakan penggugat asli sesuai dengan penyampaian kontra memori banding nomor 23/PDT.G/2021/PN Tte tanggal 10 November 2021 dan 11 November 2021; Menimbang bahwa para pihak telah diberikan kesempatan untuk memeriksa berkas perkara (inzage) sesuai dengan pemberitahuan pemberitahuan pemeriksaan berkas perkara Nomor 23/PDT.G/2021/PN Tte yaitu kepada pemohon asli, bersama-sama tergugat dan kepada pemohon banding semula, penggugat masing-masing pada tanggal 9 November 2021 dan kepada pemohon banding semula pada tanggal 10 November 2021;. Menimbang bahwa permohonan banding dari pemohon semula dan turut tergugat telah diajukan dalam tenggang waktu dan sesuai dengan tata cara serta memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam ketentuan hukum, maka permohonan banding tersebut dapat diterima secara formal;

23/PDT.G/2021/PN.TTE tanggal 11 Oktober 2021, sedangkan Permohonan/Pernyataan Banding oleh Penggugat dan Tergugat diumumkan pada tanggal 26 Oktober 2021, sedangkan pemberitahuan putusan perkara a quo adalah tidak diumumkan. kepada prinsipal atau pengacara klien kami. Sedangkan sejak proses tanggapan terhadap pengadu awal, tergugat telah mengajukan eksepsi terhadap pengaduan awal penggugat, maka perkara a quo penggugat menurut undang-undang merupakan tuntutan kabur atau pencemaran nama baik yang samar-samar, yang dalam hal ini asli pelapor, penggugat. menyatakan bahwa penggugat kekeliruan dalam mengajukan gugatan perkara a quo terhadap tergugat karena nama dan identitas lainnya juga salah dan tidak benar. Bahwa jika dicermati pertimbangan hukum Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ternate sangat keliru karena jelas pengecualian tergugat berkaitan dengan identitas penggugat dan pihak yang menggugat adalah pihak yang salah karena tergugat juga tidak mempunyai hubungan hukum dengan penggugat dan tergugat juga tidak mempunyai perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh tergugat, sebagaimana ditegaskan dalam Yurisprudensi Mahkamah Agung Republik Indonesia No.

Bahwa pertimbangan hukum Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ternatif Perkara Nomor: 23/PDT.G/2021/PN.TTE dengan sengaja dan keliru memutus perkara a quo sehingga sangat merugikan para pemohon yang semula juga merupakan hakim Pengadilan Negeri Ternatif. Tergugat sebagaimana terlihat pada halaman 40 (empat puluh) Dari segi pertimbangan hukum, jika memperhatikan pokok-pokok permasalahan di atas, terlihat bahwa gugatan Penggugat menggabungkan jenis-jenis gugatan perbuatan melawan hukum dan perbuatan melawan hukum menjadi satu gugatan, sehingga dapat masih beralasan karena sering terjadi dalam perkara perdata dimana penggugat terkadang hanya menjelaskan inti permasalahannya saja sehingga Majelis Hakim tentunya tidak perlu terlalu formalistik. Bahwa pertimbangan hukum Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ternatif pada halaman 42 (empat puluh dua) alinea ke-2 (kedua) adalah salah dan tidak mencerminkan nilai-nilai keadilan, oleh karena itu Pemohon Banding/Turut Tergugat harus benar sehingga Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Maluku Utara mengetahui fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan. Oleh karena itu, Pemohon/Turut Tergugat menyatakan bahwa tuntutan Pemohon sebelumnya tidak benar terkait dengan Bukti P-1. terhadap tanda terima uang muka satu unit hunian Bidadari Residence sebesar Rp seratus delapan puluh tujuh juta rupiah) tanggal 30 Desember 2018 tidak benar sehingga Pemohon/Turut Tergugat dan Turut Banding/Tergugat di waktu persidangan sudah pasti menolak karena tanda terima tersebut merupakan permintaan dari Pemohon Banding/Penggugat sendiri agar seluruh pembayaran dicicil kepada Turut Pemohon/Tergugat atas perjanjian satu unit rumah Perumahan Bidadari di Kelurahan Kalumata, Kabupaten Ternate Selatan, Kota Ternate Pemohon/Penggugat menyerahkannya kepada Pemohon Banding/Tergugat pada tanggal 30 Desember 2018 untuk menandatangani tanda terima sehingga tanda terima tersebut bernilai seratus delapan puluh tujuh juta rupiah) pada tanggal 30 Desember 2018, namun ditandatangani tanpa Pembanding/Tergugat menandatangani surat tersebut. kwitansi awal yang diberikan kepada Pemohon Banding/Penggugat agar dalam persidangan tidak ada saksi bagi Pemohon Banding/Penggugat yang dapat membuktikan kwitansi tersebut karena kwitansi tersebut merupakan akumulasi atau jumlah yang diminta oleh Pemohon Banding/Penggugat sendiri sehingga apabila Pemohon Banding/ Penggugat masih menyimpan kuitansinya. Oleh karena itu, Pemohon/Turut Tergugat meminta Majelis Hakim untuk melaksanakan sumpah pisah.

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Bahwa pertimbangan Pengadilan Negeri Ternate dalam perkara nomor: 23/PDT.G/2021/PN.TTE tanggal 11 Oktober 2021 tidak tepat dalam mengambil putusan terhadap perkara a quo sehingga sangat merugikan pihak pemohon/pemohon. -terdakwa dan ikut banding/tergugat halaman 44. Faktanya, pemohon banding/turut tergugat telah menderita kerugian sebagaimana dalil-dalil pemohon banding/ ikut tergugat dan dalil-dalil pemohon/ ikut tergugat di atas. adalah. Bahwa pertimbangan majelis hakim pengadilan Ternate salah dan kurang teliti dalam mengambil keputusan dalam perkara a quo karena sangat merugikan pihak pemohon semula, yaitu terdakwa, sebagaimana tercantum dalam permohonan 6, halaman 45 ( empat puluh lima) dimana jumlah uang yang dinyatakan oleh Terbanding/penggugat hanya sebesar Rp dua ratus tiga puluh juta rupiah) pada bukti P-IX pada buku pembayaran.

Demikian putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ternate Nomor. Bahwa Pemohon dan Turut Tergugat semula juga merupakan turut tergugat dalam perkara a quo sebenarnya tidak dapat dibuktikan. Pemohon dan Tergugat/Turut Membanding sejak pemeriksaan perkara ini di Pengadilan Negeri Ternatif belum dapat membuktikan dalil-dalil penolakannya terhadap gugatan Penggugat/Pembanding dalam perkara ini, sehingga menurut undang-undang dalil-dalil tersebut dicantumkan. dan dituangkan dalam naskah Memori Banding yang diajukan oleh Turut Tergugat/Pemohon Banding harus dianggap sebagai dalil yang tidak mempunyai dasar hukum sehingga mempunyai alasan untuk dikesampingkan.

Bahwa pertimbangan hukum majelis hakim Pengadilan Negeri Ternate dalam perkara nomor: 23/PDT.G/2021/PN.TTE adalah sengaja dan salah dalam mengambil putusan dalam perkara a quo sehingga sangat merugikan hakim. responden asli seperti terlihat pada halaman 40 (empat puluh) pertimbangan hukum, jika diperhatikan pokok-pokok permasalahan di atas, terlihat bahwa gugatan penggugat telah menggabungkan jenis-jenis gugatan perbuatan melawan hukum dan perbuatan melawan hukum dalam satu gugatan, mengapa hal ini masih bisa terjadi? Dapat dibenarkan, karena sering terjadi dalam perkara perdata, dimana penggugat terkadang hanya menjelaskan inti permasalahannya saja, sehingga majelis hakim tentunya tidak perlu terlalu formalistik. Bahwa pertimbangan seperti ini adalah salah dan sangat merugikan baik pemohon asli, tergugat maupun pemohon asli dan tergugat, karena penilaian majelis hakim Pengadilan Negeri Jerman dalam perkara nomor: 23/PDT.G/2021 / PN.TTE bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, sebagaimana ditegaskan dalam Yurisprudensi Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor. 23/PDT.G/2021/PN.TTE sangat bertentangan dengan aturan hukum di atas dan tidak memberikan rasa keadilan terhadap terdakwa maupun ikut terdakwa sehingga disarankan bagi majelis hakim untuk Pengadilan Tinggi Maluku Utara untuk menyelidiki dan mengadili perkara ini, menolak atau setidak-tidaknya tidak menerima gugatan ini (niet onvanklijk verklaard).

Bahwa penilaian majelis hakim Pengadilan Negeri Ternate dalam perkara nomor: 23/PDT.G/2021/PN.TTE tanggal 11 Oktober 2021 salah dalam memutus perkara a quo sehingga sangat merugikan. kepada terdakwa semula, sebagaimana terlihat dalam pertimbangan hukumnya pada halaman 42, ayat 3 sampai dengan halaman 43, ayat 1,2 dan 3, mengingat berdasarkan keterangan saksi ABDURAHMAN Hi DIN serta fakta dan keadaan Dalam persidangan, jelas bahwa ketika rumah yang dipesan oleh tergugat telah selesai dibangun sebesar 40%, maka penggugat menyampaikan pembatalan pembangunan rumah sebagai pokok perkara a quo kepada saksi, kemudian saksi menyampaikannya kepada tergugat dan tergugat. terdakwa. Hal ini terjadi ketika tergugat awalnya memberikan uang sebesar Rp dua ratus tiga puluh juta rupiah) namun pihak pemohon awalnya menolak dan tidak menerima pembayaran kembali dan kemudian menggugat dengan dalil tambahan. Bahwa penilaian majelis hakim Pengadilan Negeri Ternate dalam perkara nomor: 23/PDT.G/2021/PN.TTE tanggal 11 Oktober 2021 salah dalam memutus perkara a quo, sehingga sangat merugikan. . bagi tergugat asal, pertimbangan hukum pada halaman 44 ayat adalah berdasarkan Pasal 1365 KUHPerdata, sebaliknya penggugat asli, penggugat, telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan tidak membayar listrik dan air selama 4 bulan di tempat tinggal sementara yang dihuni oleh pemohon banding/penggugat Selain itu, pemohon banding asli, penggugat, belum membayar sewa rumah yang semula ditempati oleh pemohon banding, belum membayar listrik dan air yang digunakan oleh penggugat asli.

Bahwa penilaian majelis hakim Pengadilan Negeri Ternate dalam perkara nomor: 23/PDT.G/2021/PN.TTE tanggal 11 Oktober 2021 salah dalam mengambil putusan dalam perkara a quo yang sangat merugikan hakim. Pemohon asli, tergugat dapat dilihat pada uraian permohonan 3 halaman 45, juga pada pemohon asli. Bahwa penilaian majelis hakim Pengadilan Negeri Ternate salah dan tidak hati-hati dalam memutus perkara a quo karena sangat merugikan pihak pemohon asli, tergugat sebagaimana dalam bacaan petitum 6 halaman 45 (empat puluh) . 5) dimana jumlah uang yang diberikan oleh penggugat asli pemohon hanya dua ratus tiga puluh juta rupiah) sebagai bukti P-IX berkaitan dengan catatan pembayaran sehingga tidak bernilai Rp dan telah ditolak oleh terbanding, tergugat asli. Berdasarkan landasan hukum dan alasan dalam Kontra Memori Banding, pihak pemohon semula dengan ini juga meminta kepada Ketua Pengadilan Tinggi Maluku Utara untuk mengambil keputusan hukum dalam perkara ini dengan diktum sebagai berikut.

Nomor 23/PDT.G/2021/PN Tte tanggal 11 Oktober 2021 dan memori banding yang diajukan oleh pemohon banding yang merupakan tergugat asal, kontra memori banding yang diajukan oleh pemohon banding yang merupakan penggugat asli, dan memori tandingan. Pengaduan diajukan oleh penggugat yang merupakan tergugat awal, kemudian ke pengadilan. Hakim Pengadilan Tinggi/Majelis Banding berpendapat sebagai berikut. Mengingat pemohon semula adalah turut tergugat dan bahwa penggugat semula adalah tergugat yang mengajukan alasan keberatan yang menyatakan bahwa putusan Sidang Pengadilan Negeri Ternate adalah keliru dan sangat merugikan pemohon yang juga tergugat. turut tergugat dan pemohon banding merupakan tergugat semula karena sidang majelis di Pengadilan Negeri Ternate dalam Perkara Nomor: 23/PDT bertentangan dengan aturan hukum yang ditegaskan dalam Yurisprudensi Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor.

Referensi

Dokumen terkait

Mahkamah Agung Republik Indonesia Mahkamah Agung Republik Indonesia Mahkamah Agung Republik Indonesia Mahkamah Agung Republik Indonesia Mahkamah Agung Republik Indonesia Dan oleh

Mahkamah Agung Republik Indonesia Mahkamah Agung Republik Indonesia Mahkamah Agung Republik Indonesia Mahkamah Agung Republik Indonesia Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia Mahkamah Agung Republik Indonesia Mahkamah Agung Republik Indonesia Mahkamah Agung Republik Indonesia Mahkamah Agung Republik Indonesia 396 Data

Mahkamah Agung Republik Indonesia Mahkamah Agung Republik Indonesia Mahkamah Agung Republik Indonesia Mahkamah Agung Republik Indonesia Mahkamah Agung Republik Indonesia transaksi

Mahkamah Agung Republik Indonesia Mahkamah Agung Republik Indonesia Mahkamah Agung Republik Indonesia Mahkamah Agung Republik Indonesia Mahkamah Agung Republik Indonesia dan telah

Mahkamah Agung Republik Indonesia Mahkamah Agung Republik Indonesia Mahkamah Agung Republik Indonesia Mahkamah Agung Republik Indonesia Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia Mahkamah Agung Republik Indonesia Mahkamah Agung Republik Indonesia Mahkamah Agung Republik Indonesia Mahkamah Agung Republik Indonesia Menimbang,