Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 1 dari 88 Hal. Putusan Nomor 16/Pdt.Sus-Gugatan Lain-lain/2023/PN Niaga Jkt Pst.
P U T U S A N
Nomor 16/Pdt.Sus-Gugatan Lain-Lain/2023/PN.Niaga Jkt.Pst.
Jo. Nomor 52/Pdt.Sus-PKPU/2018/PN.Niaga Jkt.Pst.
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Niaga pada Pengadilan Niaga pada Negeri Jakarta Pusat yang mengadili perkara permohonan gugatan lain-lain pada peradilan tingkat pertama, menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam permohonan yang diajukan oleh :
1. IRFAN AGHASAR, S.H., M.H., Kurator dan Pengurus yang terdaftar di Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia dibawah No. AHU.AH.04.03-25 yang beralamat di Park Tower Lantai 7 MNC Center, Nomor 17-19, Jalan Kebon Sirih, Menteng Jakarta Pusat, DKI Jakarta;
2. RIO HARIKA, S.H., M.H., Kurator dan Pengurus yang terdaftar di Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia dibawah No.
AHU.144.AH.04.03-2018 yang beralamat di Pondok Baru Raya No. 40 RT.003/ RW.011 Cijantung Jakarta Timur;
Oleh dan karenanya bertindak untuk dan atas nama TIM KURATOR PT. SUNPRIMA NUSANTARA PEMBIAYAAN (DALAM PAILIT), beralamat di
Park Tower 7th Floor, MNC Center Nomor 17-19, Jalan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, 10340, berdasarkan penetapan Hakim Pengawas Pengadilan Niaga Pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor : 52/Pdt.Sus-PKPU/2018/PN.Niaga.Jkt.Pst Jo. Nomor : 10/Pdt.Sus- Pailit/2018/PN.Niaga.Jkt.Pst., tertanggal 26 Oktober 2018, dalam hal ini memberikan kuasa kepada Fajrio Sandy, S.H., dan Angraeni Rusli, S.H., M.H.
Para Advokat dan Konsultan Hukum yang bergabung dalam Laksamana Law Firm, beralamat di Gedung STC Senayan Lantai 2 Ruang 89, Jalan Asia Afrika Pintu IX Gelora Senayan, Kelurahan Gelora, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat berdasarkan Surat Kuasa Khusus tertanggal 24 Maret 2023, selanjutnya disebut sebagai PENGGUGAT ;
Terhadap
1. KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA C.Q KEPALA BADAN RESERSE KRIMINAL C.Q. DIREKTORAT TINDAK PIDANA EKONOMI KHUSUS C.Q KEPALA SUB DIREKTORAT PERBANKAN TINDAK PIDANA EKONOMI KHUSUS, C.Q KEPALA UNIT V SUB DIREKTORAT II DIREKTUR TINDAK PIDANA EKONOMI KHUSUS berkedudukan di Jalan Nomor 3, RT.002/RW.001, Kelurahan Selong,
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 1
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 2 dari 88 Hal. Putusan Nomor 16/Pdt.Sus-Gugatan Lain-lain/2023/PN Niaga Jkt Pst.
Kecamatan Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12110, dalam hal ini diwakili oleh Karta, S.H., M.H., dalam jabatannya selaku Kanit V Subdit II DITTIPIDEKSUS Bareskrim POLRI, dalam hal ini memberikan kuasanya kepada KBP Veris Septiansyah, S.H., S.I.K., M.Si, M.H., KBP Thein Tabero, S.H., S.I.K., KBP Fidian S, S.H., KBP Anthon Chriestianto Nugroho, S.H., M.Hum., AKBP Retno Dewi Rachmajanti, S.H., AKBP Janes H. Simamora, S.H., M.H., AKBP Ach.
Imam Rifai, S.I.K., S.H., M.Pict., PEMBINA I Siti Hafizah, S.H., KOMPOL Teguh Agustian, S.I.P., M.H., AKP Ihwan Budiarto, S.H., AKP Geo Varanza, S.E., M.H., IPTU Satria Anggara, S.H., M.H., IPDA Budi Setiawan, S.H., dan Brigadir Khoirozzadittaqwa, S.E., kesemuanya anggota Divisi Hukum Polri, memilih domisili hukum pada Kantor Divisi Hukum Polri di Jalan Trunojoyo 3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tertanggal 11 Mei 2023, untuk selanjutnya disebut sebagai TERGUGAT I;
2. KEJAKSAAN AGUNG REPUBLIK INDONESIA C.Q KEJAKSAAN TINGGI DKI JAKARTA C.Q KEJAKSAAN NEGERI JAKARTA PUSAT berkedudukan di Jalan Sultan Hasanudin Nomor 1 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dalam hal ini memberikan kuasanya kepada Hari Wibowo, S.H., M.H., Agung Irawan, S.H., M.H., Ismi Khairunisa, S.H., Nevertiti E. Emran, S.H., Priyo Wicaksono, S.H., Andri Saputra, S.H., Shofia Marissa, S.H., Rima Diyanti, S.H., dan Hadziqotul Aulawiyyah, S.H., selaku Jaksa Pengacara Negara pada Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, beralamat Kantor (eks) PT. Indosat Mega Mediav(IM2) Jalan Kebagusan Raya Nomor 36 Pasar Minggu Jakarta Selatan, berdasarkan Surat Kuasa Khusus Jaksa Agung Nomor SK-51/A/JA/05/2023 tanggal 22 Mei 2023 dan Surat Kuasa Substitusi Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Nomor SK- 14/M.1.10/Gp.1/05/2023 tanggal 23 Mei 2023, untuk selanjutnya disebut sebagai TERGUGAT II;
3. PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA C.Q KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA C.Q RUMAH PENYIMPANAN BARANG SITAAN NEGARA berkedudukan di Jalan HR. Rasuna Said Kav. 6-7, Kuningan, RT.16, RW.4, Karet Kuningan, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12940, untuk selanjutnya disebut sebagai TURUT TERGUGAT I;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 2
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 3 dari 88 Hal. Putusan Nomor 16/Pdt.Sus-Gugatan Lain-lain/2023/PN Niaga Jkt Pst.
4. PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA C.Q KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA C.Q DIREKTORAT JENDERAL KEKAYAAN NEGARA, berkedudukan di Gedung Djuanda I, Jalan Dr. Wahidin Raya Nomor 1, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10710, untuk selanjutnya disebut sebagai TURUT TERGUGAT II;
5. PT BANK PAN INDONESIA TBK., (PT. BANK PANIN TBK.,) berkedudukan di Jalan Jenderal Sudirman Kav1. Nomor 1, Kelurahan Gelora, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, 10270, dalam hal ini memberikan kuasanya kepada Faruk B., S.H., LL.M., Leonardo Alim, S.H., Jufry Billy B. Aguw, dan Muh. Sammy Pradhana O., dalam kedudukannya selaku karyawan PT. Bank Panin Tbk., berdasarkan Surat Kuasa Khusus Nomor 356/DSA/EXT/23 tertanggal 9 Mei 2023, untuk selanjutnya disebut sebagai TURUT TERGUGAT III;
6. PT. BANK CENTRAL ASIA TBK berkedudukan di Menara BCA, Grand Indonesia Jalan M.H Thamrin Nomor 1, Jakarta Pusat 10310, untuk selanjutnya disebut sebagai TURUT TERGUGAT IV;
Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tersebut;
Membaca berkas perkara yang bersangkutan;
Mendengar kedua belah pihak yang berperkara;
Memperhatikan bukti-bukti yang diajukan kedua belah pihak;
TENTANG DUDUK PERKARA
Menimbang, bahwa Penggugat gugatan lain-lain dengan surat gugatannya tanggal 27 Maret 2023, yang diterima dan didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tanggal 28 Maret 2023 di bawah Register Nomor 16/Pdt.Sus-Gugatan lain-lain/2023/
PN.Niaga.Jkt.Pst. jo. Nomor 52/Pdt.Sus-PKPU/2018/PN.Niaga.Jkt.Pst, telah mengajukan Gugatan Lain-lain sebagai berikut :
A. DASAR HUKUM GUGATAN LAIN – LAIN, KEWENANGAN PENGADILAN DAN LEGAL STANDING
Sebelum PENGGUGAT menguraikan dasar – dasar dan/atau alasan – alasan diajukannya Gugatan a quo, perkenankanlah Kami terlebih dahulu menguraikan dasar – dasar hukum, kepentingan dan legal standing hukum PENGGUGAT sebagai berikut :
1. Bahwa PT. SUNPRIMA NUSANTARA PEMBIAYAAN (selanjutnya disebut
“PT. SNP”) telah mengajukan Permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (“PKPU”) atas perlawanan permohonan pailit perkara
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 3
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 4 dari 88 Hal. Putusan Nomor 16/Pdt.Sus-Gugatan Lain-lain/2023/PN Niaga Jkt Pst.
No. 10/Pdt. Sus-Pailit/2018/PN. Niaga . Jkt. Pst di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sebagaimana teregister dengan Perkara No. 52/Pdt.SUS-PKPU/2018/PN.Niaga.Jkt.Pst (Bukti : P-1);
2. Bahwa terhadap permohonan PKPU yang diajukan tersebut, Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengabulkan Permohonan PKPU PT. SUNPRIMA NUSANTARA PEMBIAYAAN sebagaimana Putusan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat No.
52/Pdt.SUS-PKPU/2018/PN. Niaga. Jkt. Pst Jo. No. 10/Pdt.Sus- Pailit/2018/PN. Niaga. Jkt. Pst, tertanggal 4 Mei 2018 (Bukti : P-2);
3. Bahwa PT. SNP berdasarkan Putusan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat No. 52/Pdt.SUS-PKPU/2018/PN. Niaga. Jkt. Pst Jo.
No. 10/Pdt.Sus-Pailit/2018/PN. Niaga. Jkt. Pst tertanggal 26 Oktober 2018 telah dinyatakan “Dalam Pailit” dengan segala akibat hukumnya (Bukti : P- 3). Adapun amar Putusannya sebagai berikut :
1) Menyatakan PT. SUNPRIMA NUSANTARA PEMBIAYAAN suatu perseroan yang berkedudukan di Jakarta beralamat di Jl. KH.
Moh.Mansyur, No. 15 Blok E-2 RT.2/RW.2, Duri Pulo, Gambir, Jakarta Pusat sebagai Pemohon PKPU, Pailit dengan segala akibat hukumnya;
2) Menunjuk Sdr. Marulak Purba, S.H., M.H., Hakim Niaga Pengadilan Niaga pada Pengdilan Negeri Jakarta Pusat sebagai hakim Pengawas;
3) Mengangkat Irfan Aghasar, S.H., Kurator dan Pengurus yang terdaftar di Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia dibawah No.
AHU.AH.04.03-25 yang berkedudukan di Dwipa Law Firm Gedung World Trade Center 2, lantai 18 Jl. Jenderal Sudirman Kav. 30 Jakarta, Rio Harika, S.H., M.H., Kurator dan Pengurus yang terdaftar di Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia dibawah No.
AHU.144.AH.04.03-2018 yang berkedudukan di Pondok Baru Raya No.
40 RT.003/ RW.011 Cijantung Jakarta Timur, Rahmanita Limanto, S.H., M.H., Kurator dan Pengurus yang terdaftar di Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia dibawah No. AHU.143.AH.04.03.-2018 yang beralamat di Taman Kebon Jeruk Blok J XI No. 4 Intercon, Jakarta Barat, selaku Kurator dalam proses Kepailitan PT. SUNPRIMA NUSANTARA PEMBIAYAAN (dalam Pailit)
4) Menyatakan biaya Kepailitan dan Imbalan jasa bagi Kurator akan ditetapkan kemudian setelah proses Kepailitan berakhir;
5) Ditetapkan biaya Kepalitan yang timbul dibebankan kepada harta Debitur Pailit;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 4
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 5 dari 88 Hal. Putusan Nomor 16/Pdt.Sus-Gugatan Lain-lain/2023/PN Niaga Jkt Pst.
Selanjutnya disebut “PT. SNP (Dalam Pailit)”
4. Bahwa PENGGUGAT merupakan pihak yang berwenang untuk melaksanakan tugas pengurusan dan/atau pemberesan atas harta pailit PT.
SNP sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 1 ayat (1) jo. Pasal 21 jo 24 ayat (1) Undang – Undang No. 37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (“UU No. 37 Tahun 2004”) yang menyatakan sebagai berikut :
- Pasal 1 ayat (1) UU No. 37 Tahun 2004 : Kepailitan adalah sita umum atas semua kekayaan Debitor Pailit yang pengurusan dan pemberesannya dilakukan oleh Kurator di bawah pengawasan Hakim Pengawas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini.”
- Pasal 21 UU No. 37 Tahun 2004 : Debitor demi hukum kehilangan haknya untuk menguasai dan mengurus kekayaannya yang termasuk dalam harta pailit, sejak tanggal putusan pernyataan pailit diucapkan.”
- Pasal 24 ayat (1) UU No. 37 Tahun 2004 : Debitor demi hukum kehilangan haknya untuk menguasai dan mengurus kekayaannya yang termasuk dalam harta pailit, sejak tanggal putusan pernyataan pailit diucapkan.”
5. Bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 1 ayat (1) jo. Pasal 21 jo 24 ayat (1) Undang – Undang No. 37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (“UU No. 37 Tahun 2004”), secara hukum PENGGUGAT selaku Kurator merupakan satu-satunya pihak yang berwenang melaksanakan tugas pengurusan dan/atau pemberesan harta pailit PT.SNP (Dalam Pailit) selaku Debitor Pailit sejak tanggal putusan pailit diucapkan, yaitu sejak tanggal 26 Oktober 2018;
6. Bahwa Hakim Pengawas Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah memberikan izin tertanggal 8 Maret 2023 kepada PENGGUGAT selaku Kurator PT. SNP (Dalam Pailit) untuk melakukan upaya hukum dalam hal mengajukan gugatan lain- lain terhadap harta debitur pailit yang telah dirampas oleh negara (vide. Pasal 92 UU No. 37 Tahun 2004) dan Adapun maksud gugatan lain- lain tersebut guna pemberesan/pengurusan harta debitor pailit sebagai upaya memaksimalkan aset aktiva untuk membayar atau melunasi utang/kewajiban PT. SNP (Dalam Pailit) kepada Para Kreditor – Kreditor juga termasuk kreditor Perbankan BUMN;
7. Bahwa dalam rangka pengurusan dan/atau pemberesan harta pailit, PENGGUGAT harus mengambil keputusan yang terbaik untuk memaksimalisasikan nilai harta pailit termasuk simpanan PT. SNP (Dalam
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 5
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 6 dari 88 Hal. Putusan Nomor 16/Pdt.Sus-Gugatan Lain-lain/2023/PN Niaga Jkt Pst.
Pailit) selaku debitur dari beberapa bank beralih kepada PENGGUGAT selaku Kurator;
8. Bahwa PT. SNP (Dalam Pailit) mempunyai harta pailit yang tersimpan pada rekening bank – rekening bank, sebagaimana diuraikan di bawah ini:
a. Harta pailit yang tersimpan pada rekening PT. BANK RAKYAT INDONESIA (Persero) Tbk, dengan No. rekening : 033201000666308 atas nama PT. SUNPRIMA NUSANTARA PEMBIAYAAN, per-tanggal 26 Desember 2018 mempunyai saldo senilai Rp. 455.570.452,- (empat ratus lima puluh lima juta lima ratus tujuh puluh ribu empat ratus lima puluh dua Rupiah) (Bukti : P-3);
b. Harta pailit yang tersimpan pada rekening PT. BANK RAKYAT INDONESIA (Persero) Tbk, dengan No. rekening : 020601008540301 atas nama PT. SUNPRIMA NUSANTARA PEMBIAYAAN, per-tanggal 09 Januari 2019 mempunyai saldo senilai Rp.41.208.279.773,- (empat puluh satu milyar dua ratus delapan juta dua ratus tujuh puluh sembilan ribu tujuh ratus tujuh puluh tiga Rupiah) (Bukti : P-4);
c. Harta pailit yang tersimpan pada rekening PT. BANK RAKYAT INDONESIA (Persero) Tbk, dengan No. rekening : 020601008539300 atas nama PT. SUNPRIMA NUSANTARA PEMBIAYAAN, per-tanggal 09 Januari 2019 mempunyai saldo senilai Rp.279.955.317,- (Dua ratus tujuh puluh sembilan juta sembilan ratus lima puluh lima ribu tiga ratus tujuh belas Rupiah) (Bukti : P-5);
d. Harta pailit yang tersimpan pada rekening PT BANK PEMBANGUNAN DAERAH JAWA BARAT DAN BANTEN, Tbk, dengan No. rekening : 0075569513001 atas nama PT. SUNPRIMA NUSANTARA PEMBIAYAAN, per-tanggal 20 Desember 2018 mempunyai saldo senilai Rp.55.648.799,- (Lima puluh lima juta enam ratus empat puluh delapan ribu tujuh ratus sembilan – puluh sembilan Rupiah) (Bukti : P- 6);
e. Harta pailit yang tersimpan pada rekening PT. BANK NEGARA INDONESIA (Persero) Tbk dengan No. rekening : 0034551765 atas nama PT. SUNPRIMA NUSANTARA PEMBIAYAAN, per-tanggal 02 Januari 2019 mempunyai saldo senilai Rp. 246.480.996,- (dua ratus empat puluh enam juta delapan ratus empat puluh ribu sembilan ratus sembilan puluh enam Rupiah) (Bukti : P-7);
f. Harta pailit yang tersimpan pada rekening PT. BANK SINARMAS Tbk, dengan No. rekening : 0039080567 atas nama PT. SUNPRIMA
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 6
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 7 dari 88 Hal. Putusan Nomor 16/Pdt.Sus-Gugatan Lain-lain/2023/PN Niaga Jkt Pst.
NUSANTARA PEMBIAYAAN, per-tanggal 27 Desember 2018 mempunyai saldo senilai Rp. 24.366.503,- (Dua puluh empat juta tiga ratus enam puluh enam ribu lima ratus tiga Rupiah) (Bukti : P-8);
g. Harta pailit yang tersimpan pada rekening PT. BANK MANDIRI (Persero) Tbk, dengan No. rekening : 1030004383291 atas nama PT.
SUNPRIMA NUSANTARA PEMBIAYAAN, per-tanggal 10 Januari 2019 mempunyai saldo senilai Rp.507.765.976,32 (lima ratus tujuh juta tujuh ratus enam puluh lima ribu sembilan ratus tujuh puluh enam Rupiah tiga puluh dua Sen) (Bukti : P-9);
h. Harta pailit yang tersimpan pada rekening PT. BANK MANDIRI (Persero) Tbk, dengan No. rekening : 1030004593626 atas nama PT.
SUNPRIMA NUSANTARA PEMBIAYAAN, per-tanggal 10 Januari 2019 mempunyai saldo senilai Rp.1.072.930,- (satu juta tujuh puluh dua ribu sembilan ratus tiga puluh Rupiah) (Bukti : P-10);
i. Harta pailit yang tersimpan pada rekening PT. BANK MANDIRI (Persero) Tbk, dengan No. rekening : 1030006772715 atas nama PT.
SUNPRIMA NUSANTARA PEMBIAYAAN, per-tanggal 10 Januari 2019 mempunyai saldo senilai Rp.8.073.426.858,- (delapan milyar tujuh puluh tiga juta empat ratus dua puluh enam ribu delapan ratus lima puluh delapan Rupiah) (Bukti : P-11);
9. Bahwa total keseluruhan nilai harta pailit yang tersimpan pada rekening bank sebagaimana diuraikan pada poin 8 huruf a sampai dengan huruf i adalah sebesar Rp.50.852.567.604,- (lima puluh milyar delapan ratus lima puluh dua juta lima ratus enam puluh tujuh ribu enam ratus empat Rupiah) yang merupakan boedel pailit PT. SNP (Dalam Pailit) yang diperoleh PENGGUGAT hasil dari penagihan piutang konsumen PT. SNP (Dalam Pailit) pada masa PKPU;
10. Bahwa penyitaan harta pailit sebesar Rp.50.852.567.604,- (lima puluh milyar delapan ratus lima puluh dua juta lima ratus enam puluh tujuh ribu enam ratus empat Rupiah) secara melawan hukum oleh TERGUGAT I dan TERGUGAT II yang merupakan harta pailit yang secara hukum wajib dikuasai oleh PENGGUGAT, maka guna melindungi dan mempertahankan kepentingan hukum PT. SNP (Dalam Pailit) oleh karena itu PENGGUGAT selaku Tim Kurator memandang perlu mengajukan Gugatan Lain – Lain berdasarkan ketentuan Pasal 3 ayat (1) Undang-undang Nomor 37 Tahun 2004, yang berbunyi :
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 7
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 8 dari 88 Hal. Putusan Nomor 16/Pdt.Sus-Gugatan Lain-lain/2023/PN Niaga Jkt Pst.
“Putusan atas permohonan pernyataan pailit dan hal-hal lain yang berkaitan dan/atau diatur dalam Undang-Undang ini, diputuskan oleh Pengadilan yang daerah hukumnya meliputi daerah tempat kedudukan hukum Debitor.”
Adapun yang dimaksud dengan “hal-hal lain” menurut penjelasan Pasal 3 ayat (1) Nomor 37 Tahun 2004, antara lain : actio pauliana, perlawanan pihak ketiga terhadap penyitaan, atau perkara dimana Debitor, Kreditor, Kurator, atau pengurus menjadi salah satu pihak dalam perkara yang berkaitan dengan harta pailit;
11. Bahwa berdasarkan hal – hal tersebut di atas, Pengadilan yang daerah hukumnya meliputi tempat kedudukan Debitor adalah Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang berwenang memeriksa dan mengadili perkara a quo melalui Gugatan Lain-Lain yang diajukan oleh PENGGUGAT selaku Tim Kurator PT. SNP (Dalam Pailit) terhadap perbuatan melawan hukum yang dilakukan TERGUGAT I dan TERGUGAT II yang menguasai harta pailit secara melawan hukum yang sangat merugikan harta pailit karena berkorelasi dengan kepastian hukum bagi kepentingan seluruh kreditor PT. SNP (Dalam Pailit);
12. Bahwa sehubungan dengan penguasaan harta pailit sebesar Rp.50.852.567.604,- (lima puluh milyar delapan ratus lima puluh dua juta lima ratus enam puluh tujuh ribu enam ratus empat Rupiah) secara melawan hukum oleh TERGUGAT I dan TERGUGAT II serta mengacu kepada ketentuan Pasal 1 ayat (1) jo. Pasal 21 jo 24 ayat (1) Undang – Undang No. 37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (“UU No. 37 Tahun 2004”), maka Tim Kurator PT. SNP (Dalam Pailit) merupakan satu-satunya pihak yang berwenang melaksanakan tugas kepengurusan dan/atau pemberesan dalam kepailitan PT. SNP (Dalam Pailit).
13. Bahwa oleh karena gugatan a quo merupakan suatu perkara yang berkaitan dengan Harta Pailit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) (“UU Kepailitan dan PKPU”), maka gugatan a quo telah diajukan oleh PENGGUGAT sesuai dengan hukum formil dan patut untuk diperiksa dan diadili oleh Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
B. FAKTA – FAKTA HUKUM
PT. SUNPRIMA NUSANTARA PEMBIAYAAN TELAH DINYATAKAN PAILIT DENGAN SEGALA AKIBAT HUKUMNYA
1. Bahwa PT. Sunprima Nusantara Pembiayaan telah dinyatakan pailit berdasarkan Putusan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 8
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 9 dari 88 Hal. Putusan Nomor 16/Pdt.Sus-Gugatan Lain-lain/2023/PN Niaga Jkt Pst.
Pusat dengan Nomor: 52/Pdt.Sus-PKPU/2018/PN.Niaga.Jkt.PST Jo.
Nomor: 10/Pdt.Sus-Pailit/2018/PN.Niaga.Jkt.Pst tertanggal 26 Oktober 2018;
2. Bahwa Putusan Pailit tersebut di atas mengakibatkan PT Sunprima Nusantara Pembiayaan (Dalam Pailit) kehilangan haknya untuk menguasai dan mengurus harta kekayaannya yang termasuk ke dalam harta pailit, Hal mana sesuai dengan ketentuan Pasal 24 ayat (1) Tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (“UU No. 37 Tahun 2004”) yang menyatakan :
“Debitor demi hukum kehilangan haknya untuk menguasai dan mengurus kekayaannya yang termasuk dalam harta pailit, sejak tanggal putusan pernyataan pailit diucapkan”
3. Bahwa PT Sunprima Nusantara Pembiayaan (Dalam Pailit) telah berada dalam keadaan Insolvensi berdasarkan Berita Acara Insolvensi tanggal 06 Mei 2020 yang ditandatangani oleh Ibu TUTI HARYATI, S.H., M.H. selaku Hakim Pengawas dalam perkara Kepailitan a quo;
4. Bahwa PENGGUGAT adalah selaku Tim Kurator PT. Sunprima Nusantara Pembiayaan (Dalam Pailit) yang ditunjuk berdasarkan Putusan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan Nomor: 52/Pdt.Sus- PKPU/2018/PN.Niaga.Jkt.PST Jo. Nomor: 10/Pdt.Sus-Pailit/2018/PN.Niaga.
Jkt.Pst tertanggal 26 Oktober 2018;
5. Bahwa sebagaimana ketentuan Pasal 1 ayat (5) Tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (“UU No. 37 Tahun 2004”) yang menyatakan :
“(5) Kurator adalah Balai Harta Peninggalan atau orang perseorangan yang diangkat oleh Pengadilan untuk mengurus dan memberes-kan harta Debitor Pailit di bawah pengawasan Hakim Pengawas sesuai dengan Undang- Undang ini.”
6. Bahwa TERGUGAT I adalah selaku instansi dan/atau lembaga Kepolisian Negara Republik Indonesia C.Q Kepala Badan Reserse Kriminal C.Q.
Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus C.Q Kepala Sub Direktorat Perbankan Tindak Pidana Ekonomi Khusus, C.Q Kepala Unit V Sub Direktorat II Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus yang mempunyai wewenang dalam membina dan menyelenggarakan fungsi penyelidikan dan penyidikan tindak pidana, termasuk fungsi identifikasi dan fungsi laboratorium forensik, dalam rangka penegakan hukum;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 9
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 10 dari 88 Hal. Putusan Nomor 16/Pdt.Sus-Gugatan Lain-lain/2023/PN Niaga Jkt Pst.
7. Bahwa TERGUGAT II adalah selaku pegawai negeri sipil. Tugas dan wewenang utamanya dalam sistem peradilan pidana. Namun, jaksa juga berperan dalam bidang peradilan perdata, peradilan tata usaha negara, bidang ketertiban, hingga ketentraman umum. Jaksa adalah salah satu profesi yang berperan dalam sistem peradilan pidana;
8. Bahwa TURUT TERGUGAT I adalah selaku pihak yang menyimpan dan mengelola Tugas dan Fungsi Melakukan pengadministrasian Barang Sitaan Negara, Melakukan pemeliharaan dan Mutasi Barang sitaan Negara, Melakukan pengamanan dan pengelolaan Barang sitaan Negara dan Melakukan urusan surat menyurat dan kearsipan barang sitaan negara;
9. Bahwa TURUT TERGUGAT II adalah selaku instansi yang menerima dan mengelola hasil rampasan negara;
10. Bahwa TURUT TERGUGAT III merupakan suatu badan hukum berbentuk Perseroan Terbatas Terbuka yang bergerak dalam bidang perbankan nasional dan selaku Kreditur dari PENGGUGAT dan telah terdaftar dalam Daftar Piutang Tetap PT. SNP (Dalam Pailit);
11. Bahwa TURUT TERGUGAT IV merupakan suatu badan hukum berbentuk Perseroan Terbatas Terbuka yang bergerak dalam bidang perbankan nasional dan selaku Kreditur dari PENGGUGAT dan telah terdaftar dalam Daftar Piutang Tetap PT. SNP (Dalam Pailit);
12. Bahwa sebagaimana telah diuraikan di atas, PENGGUGAT merupakan pihak paling berwenang untuk melakukan pengurusan/pemberesan harta pailit PT. SNP (Dalam Pailit), termasuk harta pailit senilai Rp.50.852.567.604,- (lima puluh milyar delapan ratus lima puluh dua juta lima ratus enam puluh tujuh ribu enam ratus empat Rupiah) yang tersimpan pada rekening bank – rekening bank sebagaimana terurai pada poin 8 huruf a sampai dengan huruf i di atas yang sebelumnya dilakukan penyitaan oleh TERGUGAT I dan TERGUGAT II;
13. Bahwa pada tanggal 26 Juni 2018, TURUT TERGUGAT III membuat laporan polisi Nomor LP/B/782/VI/2018/Bareskrim tertanggal 26 Juni 2018 (selanjutnya disebut “Laporan Polisi tertanggal 26 Juni 2018”) terhadap Sdr.
Donni Satria (selaku Direktur Utama PT. SNP) dan Leo Chandra (selaku Komisaris Utama PT. SNP) atas dugaan tindak pidana pemalsuan dan/atau tindak pidana penggelapan dan/atau tindak pidana penipuan dan/atau tindak pidana Pencucian uang sebaimana diatur dalam Pasal 263 ayat (1) KUH Pidana dan/atau Pasal 372 KUH Pidana dan/atau Pasal 378 KUH Pidana dan/atau Pasal 3 dan/atau Pasal 4 dan/atau Pasal 5 Undang –
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 10
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 11 dari 88 Hal. Putusan Nomor 16/Pdt.Sus-Gugatan Lain-lain/2023/PN Niaga Jkt Pst.
Undang No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang;
14. Bahwa atas dasar Laporan Polisi tertanggal 26 Juni 2018 tersebut, TERGUGAT I melakukan serangkaian tindakan penyitaan terhadap harta pailit PT. SNP (dalam Pailit) yang tersimpan pada rekening bank sebagaimana diuraikan pada poin 8 huruf a sampai dengan huruf i yang secara keseluruhan sebesar Rp. 50.852.567.604,- (lima puluh milyar delapan ratus lima puluh dua juta lima ratus enam puluh tujuh ribu enam ratus empat Rupiah);
15. Bahwa tindakan TERGUGAT I yang melakukan penyitaan terhadap harta pailit yang tersimpan pada rekening bank – rekening bank tersebut di atas, dapat diuraikan sebagai berikut :
a. Pada tanggal 9 November 2018, TERGUGAT I mengirimkan surat Nomor R/415/XI/RES.2.2./2018/Dittipideksus, tertanggal 9 November 2018, Perihal : Permintaan Ijin Khusus Penyitaan, yang ditujukan kepada Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (Bukti : P-12a).
Terhadap Surat TERGUGAT I tersebut, Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengeluarkan Penetapan Nomor 2533/Pen.
Pid/2018/PN. JKT.PST tertanggal 22 November 2018 yang pada pokoknya menetapkan memberikan ijin kepada TERGUGAT I untuk melakukan penyitaan terhadap uang Tunai sebesar Rp.455.570.452,- (empat ratus lima puluh lima juta lima ratus tujuh puluh ribu empat ratus lima puluh dua Rupiah) pada rekening PT. BANK RAKYAT INDONESIA (Persero) Tbk, dengan No. rekening : 033201000666308 atas nama PT.
SUNPRIMA NUSANTARA PEMBIAYAAN (Bukti : P-12b);
Selanjutnya, berdasarkan Surat Perintah Penyitaan Nomor : SP.Sita/220/XII/RES.2.2./2018/Dittipideksus tertanggal 3 Desember 2018 (Bukti : P-12c) TERGUGAT I melakukan Penyitaan terhadap uang tunai sebesar Rp.455.570.452,- (empat ratus lima puluh lima juta lima ratus tujuh puluh ribu empat ratus lima puluh dua Rupiah) pada rekening PT. BANK RAKYAT INDONESIA (Persero) Tbk, dengan No. rekening : 033201000666308 atas nama PT. SUNPRIMA NUSANTARA PEMBIAYAAN dengan cara ditransfer ke PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk dengan Nomor Rekening 00162-01-30-0003960 atas nama RPL 088 BARESKRIM POLRI UTK PDT BARANG BUKTI sebagaimana Berita Acara Penyitaan tertanggal 26 Desember 2016 (Bukti : P-12d) dan Copy Slip Pengiriman Uang Dalam/Luar Negeri PT.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 11
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 12 dari 88 Hal. Putusan Nomor 16/Pdt.Sus-Gugatan Lain-lain/2023/PN Niaga Jkt Pst.
Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tertanggal 26 Desember 2016 (Bukti : P-12e).
b. Pada tanggal 26 Desember 2018, TERGUGAT I mengirimkan surat Nomor R/46/XII/RES.2.2./2018/Dittipideksus, tertanggal 26 Desember 2018, Perihal : Permintaan Ijin Khusus Penyitaan yang ditujukan kepada Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (Bukti : P-13a).
Terhadap Surat TERGUGAT I tersebut, Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengeluarkan Penetapan Nomor 03/Pen.
Pid/2019/PN.JKT.PST tertanggal 7 Januari 2019 yang pada pokoknya menetapkan memberikan ijin kepada TERGUGAT I untuk melakukan penyitaan terhadap barang bukti berupa uang Tunai dengan jumlah keseluruhan Rp.41.488.235.090,- (empat puluh satu milyar empat ratus delapan puluh delapan juta dua ratus tiga puluh lima ribu sembilan puluh Rupiah) yang berada dalam rekening PT. Sunprima Nusantara Pembiayaan dengan rincian pada rekening PT. BANK RAKYAT INDONESIA (Persero) Tbk, dengan No. rekening : 020601008540301 sebesar Rp.41.208.279.773,- (empat puluh satu milyar dua ratus delapan juta dua ratus tujuh puluh sembilan ribu tujuh ratus tujuh puluh tiga Rupiah) dan rekening : 020601008539300 sebesar Rp.
279.955.317,- (Dua ratus tujuh puluh sembilan juta sembilan ratus lima puluh lima ribu tiga ratus tujuh belas Rupiah) (Bukti : P-13b).
Selanjutnya, berdasarkan Surat Perintah Penyitaan Nomor : SP.Sita/35/I/RES.2.2./2019/Dittipideksus tertanggal 8 Januari 2019 (Bukti : P-13c) TERGUGAT I melakukan Penyitaan terhadap uang tunai jumlah keseluruhan Rp. 41.488.235.090,- (empat puluh satu milyar empat ratus delapan puluh delapan juta dua ratus tiga puluh lima ribu sembilan puluh Rupiah) pada rekening PT. BANK RAKYAT INDONESIA (Persero) Tbk, dengan rincian pada No. rekening : 020601008540301 sebesar Rp.41.208.279.773,- (empat puluh satu milyar dua ratus delapan juta dua ratus tujuh puluh sembilan ribu tujuh ratus tujuh puluh tiga Rupiah) dan rekening : 020601008539300 sebesar Rp.279.955.317,- (Dua ratus tujuh puluh sembilan juta sembilan ratus lima puluh lima ribu tiga ratus tujuh belas Rupiah) sebagaimana Berita Acara Penyitaan tertanggal 9 Januari 2019 (Bukti : P-13d) dan Copy Slip Pengiriman Uang PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tertanggal 9 Januari 2019 (Bukti : P-13e).
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 12
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 13 dari 88 Hal. Putusan Nomor 16/Pdt.Sus-Gugatan Lain-lain/2023/PN Niaga Jkt Pst.
c. Pada tanggal 9 November 2018, TERGUGAT I mengirimkan surat Nomor R/416/XI/RES.2.2./2018/Dittipideksus, tertanggal 9 November 2018, Perihal : Permintaan Ijin Khusus Penyitaan yang ditujukan kepada Ketua Pengadilan Negeri Bandung (Bukti : P-14a).
Terhadap Surat TERGUGAT I tersebut, Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengeluarkan Penetapan Nomor 1607/Pen.
Pid/2018/PN.Bdg tertanggal 22 November 2018 yang pada pokoknya menetapkan memberikan ijin kepada TERGUGAT I untuk melakukan penyitaan terhadap barang bukti berupa uang Tunai sebesar Rp.55.648.799,- (Lima puluh lima juta enam ratus empat puluh delapan ribu tujuh ratus sembilan – puluh sembilan Rupiah) pada rekening PT BANK PEMBANGUNAN DAERAH JAWA BARAT DAN BANTEN, Tbk, dengan No. rekening : 0075569513001 atas nama PT. SUNPRIMA NUSANTARA PEMBIAYAAN (Bukti : P-14b).
Selanjutnya, berdasarkan Surat Perintah Penyitaan Nomor : SP.Sita/224/XII/RES.2.2./2018/Dittipideksus tertanggal 7 Desember 2018 (Bukti : P-14c) TERGUGAT I melakukan Penyitaan terhadap uang tunai Rp.55.648.799,- (Lima puluh lima juta enam ratus empat puluh delapan ribu tujuh ratus sembilan – puluh sembilan Rupiah) pada rekening PT BANK PEMBANGUNAN DAERAH JAWA BARAT DAN BANTEN, Tbk, dengan No. rekening : 0075569513001 atas nama PT.
SUNPRIMA NUSANTARA PEMBIAYAAN sebagaimana Berita Acara Penyitaan tertanggal 20 Desember 2018 (Bukti : P-14d) dan Copy Bukti Transaksi dengan No. Referensi : 0405118122000006 tertanggal 20 Desember 2018 (Bukti : P-14e).
d. Pada tanggal 5 Desember 2018, TERGUGAT I mengirimkan surat Nomor R/442/XII/RES.2.2./2018/Dittipideksus, tertanggal 5 Desember 2018, Perihal : Permintaan Ijin Khusus Penyitaan yang ditujukan kepada Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (Bukti : P-15a).
Terhadap Surat TERGUGAT I tersebut, Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengeluarkan Penetapan Nomor 2658/Pen.
Pid/2018/PN.PST tertanggal 11 Desember 2018 yang pada pokoknya menetapkan memberikan ijin kepada TERGUGAT I untuk melakukan penyitaan terhadap barang bukti berupa uang Tunai sebesar Rp.246.480.996,- (dua ratus empat puluh enam juta delapan ratus empat puluh ribu sembilan ratus sembilan puluh enam Rupiah) pada rekening PT. BANK NEGARA INDONESIA (Persero) Tbk dengan No.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 13
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 14 dari 88 Hal. Putusan Nomor 16/Pdt.Sus-Gugatan Lain-lain/2023/PN Niaga Jkt Pst.
rekening : 0034551765 atas nama PT. SUNPRIMA NUSANTARA PEMBIAYAAN (Bukti : P-15b).
Selanjutnya, berdasarkan Surat Perintah Penyitaan Nomor : SP.Sita/233/XII/RES.2.2./2018/Dittipideksus tertanggal 26 Desember 2018 (Bukti : P-15c) TERGUGAT I melakukan Penyitaan terhadap uang tunai Rp.246.480.996,- (dua ratus empat puluh enam juta delapan ratus empat puluh ribu sembilan ratus sembilan puluh enam Rupiah) pada rekening PT. BANK NEGARA INDONESIA (Persero) Tbk dengan No.
rekening : 0034551765 atas nama PT. SUNPRIMA NUSANTARA PEMBIAYAAN sebagaimana Berita Acara Penyitaan tertanggal 2 Januari 2019 (Bukti : P-15d) dan Copy Bukti Transaksi dengan tertanggal 26 Desember 2018 (Bukti : P-15e).
e. Pada tanggal 9 November 2018, TERGUGAT I mengirimkan surat Nomor R/414/XI/RES.2.2./2018/Dittipideksus, tertanggal 9 November 2018, Perihal : Permintaan Ijin Khusus Penyitaan yang ditujukan kepada Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (Bukti : P-16a).
Terhadap Surat TERGUGAT I tersebut, Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengeluarkan Penetapan Nomor 2532/Pen.
Pid/2018/PN.PST tertanggal 22 November 2018 yang pada pokoknya menetapkan memberikan ijin kepada TERGUGAT I untuk melakukan penyitaan terhadap barang bukti berupa uang Tunai sebesar Rp.
24.366.503,- (Dua puluh empat juta tiga ratus enam puluh enam ribu lima ratus tiga Rupiah) pada rekening PT. BANK SINARMAS Tbk, dengan No. rekening : 0039080567 atas nama PT. SUNPRIMA NUSANTARA PEMBIAYAAN (Bukti : P-16b).
Selanjutnya, berdasarkan Surat Perintah Penyitaan Nomor : SP.Sita/219/XII/RES.2.2./2018/Dittipideksus tertanggal 3 Desember 2018 (Bukti : P-16c) TERGUGAT I melakukan Penyitaan terhadap uang tunai Rp. 24.366.503,- (Dua puluh empat juta tiga ratus enam puluh enam ribu lima ratus tiga Rupiah) pada rekening PT. BANK SINARMAS Tbk, dengan No. rekening : 0039080567 atas nama PT. SUNPRIMA NUSANTARA PEMBIAYAAN sebagaimana Berita Acara Penyitaan tertanggal 27 Desember 2018 (Bukti : P-16d) dan Copy Bukti Transaksi 3 Desember 2018 (Bukti : P-16e).
f. Pada tanggal 9 November 2018, TERGUGAT I mengirimkan surat Nomor R/412/XI/RES.2.2./2018/Dittipideksus, tertanggal 9 November
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 14
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 15 dari 88 Hal. Putusan Nomor 16/Pdt.Sus-Gugatan Lain-lain/2023/PN Niaga Jkt Pst.
2018, Perihal : Permintaan Ijin Khusus Penyitaan yang ditujukan kepada Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (Bukti : P-17a).
Terhadap Surat TERGUGAT I tersebut, Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengeluarkan Penetapan Nomor 111/Pen.
Sit/2018/PN. Jkt. Sel tertanggal 28 Desember 2018 yang pada pokoknya menetapkan memberikan ijin kepada TERGUGAT I untuk melakukan penyitaan terhadap barang bukti berupa uang Tunai, sebagai berikut :
- Senilai Rp.507.765.976,32 (lima ratus tujuh juta tujuh ratus enam puluh lima ribu sembilan ratus tujuh puluh enam Rupiah tiga puluh dua Sen) pada rekening PT. BANK MANDIRI (Persero) Tbk, dengan No. rekening : 1030004383291 atas nama PT. SUNPRIMA NUSANTARA PEMBIAYAAN.
- Senilai Rp.1.072.930,- (satu juta tujuh puluh dua ribu sembilan ratus tiga puluh Rupiah) pada rekening PT. BANK MANDIRI (Persero) Tbk, dengan No. rekening : 1030004593626 atas nama PT.
SUNPRIMA NUSANTARA PEMBIAYAAN.
- senilai Rp.8.073.426.858,- (delapan milyar tujuh puluh tiga juta empat ratus dua puluh enam ribu delapan ratus lima puluh delapan Rupiah) pada rekening PT. BANK MANDIRI (Persero) Tbk, dengan No. rekening : 1030006772715 atas nama PT. SUNPRIMA NUSANTARA PEMBIAYAAN. (Bukti : P-17b).
Selanjutnya, berdasarkan Surat Perintah Penyitaan Nomor : SP.Sita/399/I/RES.2.2./2019/Dittipideksus tertanggal 10 Januari 2019 (Bukti : P-17c) TERGUGAT I melakukan Penyitaan terhadap uang tunai secara keseluruhan berjumlah Rp. 507.765.976,32,- (lima ratus tujuh juta tujuh ratus enam puluh lima ribu sembilan ratus tujuh puluh enam Rupiah tiga puluh dua Sen) pada rekening PT. BANK MANDIRI (Persero) Tbk, dengan No. rekening : 1030004383291, rekening No. : 1030004593626, rekening No: 1030006772715 atas nama PT.
SUNPRIMA NUSANTARA PEMBIAYAAN sebagaimana Berita Acara Penyitaan tertanggal 10 Januari 2019 (Bukti : P-17d) dan Copy Bukti Transaksi tertanggal 10 Januari 2019 (Bukti : P-17e).
16. Bahwa terhadap Penyidikan sehubungan dengan Laporan Polisi Nomor : LP/B/782/VI/2018/Bareskrim tertanggal 26 Juni 2018 tersebut di atas, telah dilakukan penuntutan oleh TERGUGAT II dan telah melalui pemeriksaan perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang berwenang memeriksa,
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 15
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 16 dari 88 Hal. Putusan Nomor 16/Pdt.Sus-Gugatan Lain-lain/2023/PN Niaga Jkt Pst.
mengadili dan memutus perkara a quo dan putusannya telah berkekuatan hukum tetap berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI No. 92 PK/PID/2022, tertanggal 18 Oktober 2022 (Bukti : P-18a) Jo. Putusan Mahkamah Agung RI No. 725 K/PID/2020, tertanggal 05 Agustus 2020 (Bukti : P-18b) Jo. Putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta No.
62/PID/2020/PT DKI, tertanggal 11 Maret 2020 (Bukti : P-18c) Jo. Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 887/Pid.B/2019/PN.Jkt.Pst, tertanggal 8 Januari 2020 (Bukti : P-18d);
17. Bahwa terhadap Putusan perkara tersebut di atas yang telah berkekuatan hukum tetap (Inkracht van gewijsde), tidak ada satupun amar putusan yang menyatakan bahwa barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp.50.852.567.604,- (lima puluh milyar delapan ratus lima puluh dua juta lima ratus enam puluh tujuh ribu enam ratus empat Rupiah) yang telah dilakukan penyitaan dirampas untuk negara, sehingga secara hukum dan pada prinsipnya benda sitaan harus dikembalikan kepada orang/pihak dari siapa benda itu disita atau kepada mereka yang paling berhak, dalam hal ini adalah PENGGUGAT selaku pihak yang berwenang melakukan pengurusan/pemberesan harta pailit PT. SNP (dalam Pailit);
18. Bahwa setelah perkara atas laporan TURUT TERGUGAT III sebagaimana Laporan Polisi Nomor LP/B/782/VI/2018/BARESKRIM telah mempunyai kekuatan hukum tetap (Inkracht van gewijsde), TERGUGAT I kembali melakukan pelimpahan berkas perkara (P21) pada tanggal 21 April 2021 ke TERGUGAT II atas Laporan Polisi TURUT TERGUGAT IV sebagaimana Laporan Polisi Nomor LP/1202/IX/2018/BARESKRIM tanggal 27 September 2018 terhadap Terdakwa Leo Chandra yang mana dalam laporan dan pelimpahan berkas (P21) tersebut tidak menyertakan adanya penetapan sita barang bukti yang baru sehubungan dengan total sebesar Rp.
50.852.567.604 (Lima puluh milyar delapan ratus lima puluh dua juta lima ratus enam puluh tujuh enam ratus empat rupiah) yang disita oleh TERGUGAT II guna perkara Laporan Polisi TURUT TERGUGAT IV merupakan tindakan yang salah dan keliru.
19. Bahwa barang sitaan berupa uang tunai sebesar Rp. 50.852.567.604,- (Lima puluh milyar delapan ratus lima puluh dua juta lima ratus enam puluh tujuh enam ratus empat Rupiah) dikelola oleh TURUT TERGUGAT I selama proses pemeriksaan pada semua tingkatan proses pengadilan yang mempunyai Tugas dan Fungsi Melakukan pengadministrasian Barang Sitaan Negara, Melakukan pemeliharaan dan Mutasi Barang sitaan Negara,
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 16
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 17 dari 88 Hal. Putusan Nomor 16/Pdt.Sus-Gugatan Lain-lain/2023/PN Niaga Jkt Pst.
Melakukan pengamanan dan pengelolaan Barang sitaan Negara dan Melakukan urusan surat menyurat dan kearsipan barang sitaan negara;
20. Bahwa barang sitaan berupa uang tunai sebesar Rp. 50.852.567.604,- (Lima puluh milyar delapan ratus lima puluh dua juta lima ratus enam puluh tujuh enam ratus empat Rupiah) setelah dirampas oleh negara melalui putusan pengadilan diserahkan kepada TURUT TERGUGAT II untuk dikuasai.
C. DALIL PENGGUGAT DALAM MENGAJUKAN GUGATAN LAIN-LAIN DALAM POKOK PERKARA:
I. TERGUGAT I DAN TERGUGAT II TELAH MELAKUKAN PENYITAAN HARTA PAILIT SEBESAR RP.50.852.567.604,- (LIMA PULUH MILYAR DELAPAN RATUS LIMA PULUH DUA JUTA LIMA RATUS ENAM PULUH TUJUH RIBU ENAM RATUS EMPAT RUPIAH) SECARA MELAWAN HUKUM KARENA BERTENTANGAN DENGAN KITAB UNDANG–
UNDANG HUKUM ACARA PIDANA
1. Bahwa tindakan TERGUGAT II bertentanggan dengan Kitab Undang – Undang Hukum Acara Pidana dan telah keliru dengan mempergunakan kembali barang bukti uang tunai sebesar Rp.50.852.567.604,- (lima puluh milyar delapan ratus lima puluh dua juta lima ratus enam puluh tujuh ribu enam ratus empat Rupiah) pada perkara lain yaitu Perkara Laporan Polisi TURUT TERGUGAT IV sebagaimana Laporan Polisi Nomor LP/1202/IX/
2018/BARESKRIM tertanggal 27 September 2018 tanpa terlebih dahulu memohonkan penyitaan kepada Ketua Pengadilan, tanpa adanya Penetapan Pengadilan tentang Ijin Penyitaan, tanpa adanya Surat Perintah Penyitaan dan tanpa adanya Berita Acara Penyitaan;
2. Bahwa setelah perkara atas laporan TURUT TERGUGAT III sebagiamana Laporan Polisi Nomor LP/B/782/VI/2018/BARESKRIM telah mempunyai kekuatan hukum tetap (Inkracht van gewijsde), TERGUGAT I kembali melakukan pelimpahan berkas perkara (P21) pada tanggal 21 April 2021 ke TERGUGAT II atas Laporan Polisi TURUT TERGUGAT IV sebagaimana Laporan Polisi Nomor LP/1202/IX/2018/BARESKRIM tanggal 27 September 2018 terhadap terdakwa Leo Chandra yang mana dalam laporan dan pelimpahan berkas (P21) dari TERGUGAT I kepada TERGUGAT II tersebut tidak menyertakan adanya penetapan sita barang bukti yang baru sehubungan dengan total sebesar Rp. 50.852.567.604 (Lima puluh milyar delapan ratus lima puluh dua juta lima ratus enam puluh tujuh enam ratus
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 17
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 18 dari 88 Hal. Putusan Nomor 16/Pdt.Sus-Gugatan Lain-lain/2023/PN Niaga Jkt Pst.
empat rupiah) yang disita oleh TERGUGAT II guna perkara Laporan Polisi TURUT TERGUGAT IV merupakan tindakan yang salah dan keliru;
3. Bahwa pada poin 1 huruf C surat TERGUGAT I Nomor R/415/XI/RES.2.2./
2018/Dittipideksus, tertanggal 9 November 2018, Perihal : Permintaan Ijin Khusus Penyitaan, yang ditujukan kepada Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (Bukti : P-12a) telah terang dan jelas rujukan surat tersebut adalah Laporan Polisi Nomor : LP/B/782/VI/2018/Bareskrim tertanggal 26 Juni 2018 bukan merujuk pada Laporan Nomor LP/1202/IX/2018/BARESKRIM tertanggal 27 September 2018.
Karenanya, penetapan Nomor 2533/Pen. Pid/2018/PN.JKT.PST tertanggal 22 November 2018 yang pada pokoknya menetapkan memberikan ijin kepada TERGUGAT I untuk melakukan penyitaan terhadap uang Tunai sebesar Rp.455.570.452,- (empat ratus lima puluh lima juta lima ratus tujuh puluh ribu empat ratus lima puluh dua Rupiah) pada rekening PT. BANK RAKYAT INDONESIA (Persero) Tbk, dengan No. rekening : 033201000666308 atas nama PT. SUNPRIMA NUSANTARA PEMBIAYAAN (Bukti : P-12b) jo. Surat Perintah Penyitaan Nomor : SP.Sita/220/XII/ RES.2.2./2018/Dittipideksus tertanggal 3 Desember 2018 (Bukti : P-12c) jo Berita Acara Penyitaan tertanggal 26 Desember 2016 (Bukti : P-12d) hanya berlaku dan mengikat untuk perkara Laporan Polisi Nomor : LP/B/782/VI/ 2018/Bareskrim tertanggal 26 Juni 2018;
4. Bahwa pada poin 1 huruf C surat TERGUGAT I Nomor R/46/XII/RES.2.2./2018/Dittipideksus, tertanggal 26 Desember 2018, Perihal : Permintaan Ijin Khusus Penyitaan yang ditujukan kepada Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (Bukti : P-13a). telah terang dan jelas rujukan surat tersebut adalah Laporan Polisi Nomor : LP/B/782/VI/2018/Bareskrim tertanggal 26 Juni 2018 bukan merujuk pada Laporan Nomor LP/1202/IX/2018/BARESKRIM tertanggal 27 September 2018.
Karenanya, Penetapan Nomor 03/Pen. Pid/2019/PN.JKT.PST tertanggal 7 Januari 2019 yang pada pokoknya menetapkan memberikan ijin kepada TERGUGAT I untuk melakukan penyitaan terhadap barang bukti berupa uang Tunai dengan jumlah keseluruhan Rp.41.488.235.090,- (empat puluh satu milyar empat ratus delapan puluh delapan juta dua ratus tiga puluh lima ribu sembilan puluh Rupiah) yang berada dalam rekening PT. Sunprima Nusantara Pembiayaan dengan rincian pada rekening PT. BANK RAKYAT INDONESIA (Persero) Tbk, dengan No. rekening : 020601008540301
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 18
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 19 dari 88 Hal. Putusan Nomor 16/Pdt.Sus-Gugatan Lain-lain/2023/PN Niaga Jkt Pst.
sebesar Rp.41.208.279.773,- (empat puluh satu milyar dua ratus delapan juta dua ratus tujuh puluh sembilan ribu tujuh ratus tujuh puluh tiga Rupiah) dan rekening : 020601008539300 sebesar Rp. 279.955.317,- (Dua ratus tujuh puluh sembilan juta sembilan ratus lima puluh lima ribu tiga ratus tujuh belas Rupiah) (Bukti : P-13b). Jo. Surat Perintah Penyitaan Nomor : SP.Sita/35/I/RES.2.2./2019/Dittipideksus tertanggal 8 Januari 2019 (Bukti : P-13c) Jo. Berita Acara Penyitaan tertanggal 9 Januari 2019 (Bukti : P-13d) hanya berlaku dan mengikat untuk perkara Laporan Polisi Nomor : LP/B/782/VI/2018/Bareskrim tertanggal 26 Juni 2018;
5. Bahwa pada poin 1 huruf C surat TERGUGAT I Nomor R/416/XI/RES.2.2./2018/Dittipideksus, tertanggal 9 November 2018, Perihal : Permintaan Ijin Khusus Penyitaan yang ditujukan kepada Ketua Pengadilan Negeri Bandung (Bukti : P-14a). telah terang dan jelas rujukan surat tersebut adalah Laporan Polisi Nomor : LP/B/782/VI/2018/Bareskrim tertanggal 26 Juni 2018 bukan merujuk pada Laporan Nomor LP/1202/IX/2018/ BARESKRIM tertanggal 27 September 2018.
6. Karenanya, Penetapan Nomor 1607/Pen. Pid/2018/PN.Bdg tertanggal 22 November 2018 yang pada pokoknya menetapkan memberikan ijin kepada TERGUGAT I untuk melakukan penyitaan terhadap barang bukti berupa uang Tunai sebesar Rp.55.648.799,- (Lima puluh lima juta enam ratus empat puluh delapan ribu tujuh ratus sembilan – puluh sembilan Rupiah) pada rekening PT BANK PEMBANGUNAN DAERAH JAWA BARAT DAN BANTEN, Tbk, dengan No. rekening : 0075569513001 atas nama PT.
SUNPRIMA NUSANTARA PEMBIAYAAN (Bukti : P-14b). Jo. Surat Perintah Penyitaan Nomor : SP.Sita/224/XII/RES.2.2./2018/Dittipideksus tertanggal 7 Desember 2018 (Bukti : P-14c) Jo. Berita Acara Penyitaan tertanggal 20 Desember 2018 (Bukti : P-14d) hanya berlaku dan mengikat untuk perkara Laporan Polisi Nomor : LP/B/782/VI/2018/Bareskrim tertanggal 26 Juni 2018;
7. Bahwa pada poin 1 huruf C surat TERGUGAT I Nomor R/442/XII/RES.2.2./2018/Dittipideksus, tertanggal 5 Desember 2018, Perihal : Permintaan Ijin Khusus Penyitaan yang ditujukan kepada Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (Bukti : P-15a). telah terang dan jelas rujukan surat tersebut adalah Laporan Polisi Nomor : LP/B/782/VI/2018/Bareskrim tertanggal 26 Juni 2018 bukan merujuk pada Laporan Nomor LP/1202/IX/2018/BARESKRIM tertanggal 27 September 2018.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 19
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 20 dari 88 Hal. Putusan Nomor 16/Pdt.Sus-Gugatan Lain-lain/2023/PN Niaga Jkt Pst.
Karenanya, Penetapan Nomor 2658/Pen. Pid/2018/PN.PST tertanggal 11 Desember 2018 yang pada pokoknya menetapkan memberikan ijin kepada TERGUGAT I untuk melakukan penyitaan terhadap barang bukti berupa uang Tunai sebesar Rp.246.480.996,- (dua ratus empat puluh enam juta delapan ratus empat puluh ribu sembilan ratus sembilan puluh enam Rupiah) pada rekening PT. BANK NEGARA INDONESIA (Persero) Tbk dengan No. rekening : 0034551765 atas nama PT. SUNPRIMA NUSANTARA PEMBIAYAAN (Bukti : P-15b) Jo. Surat Perintah Penyitaan Nomor : SP.Sita/233/XII/RES.2.2./2018/Dittipideksus tertanggal 26 Desember 2018 (Bukti : P-15c) Jo. Berita Acara Penyitaan tertanggal 2 Januari 2019 (Bukti : P-15d) hanya berlaku dan mengikat untuk perkara Laporan Polisi Nomor : LP/B/782/VI/2018/Bareskrim tertanggal 26 Juni 2018;
8. Bahwa pada poin 1 huruf C surat TERGUGAT I Nomor R/414/XI/RES.2.2./2018/Dittipideksus, tertanggal 9 November 2018, Perihal : Permintaan Ijin Khusus Penyitaan yang ditujukan kepada Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (Bukti : P-16a). telah terang dan jelas rujukan surat tersebut adalah Laporan Polisi Nomor : LP/B/782/VI/2018/Bareskrim tertanggal 26 Juni 2018 bukan merujuk pada Laporan Nomor LP/1202/IX/2018/BARESKRIM tertanggal 27 September 2018.
Karenanya, Penetapan Nomor 2532/Pen. Pid/2018/PN.PST tertanggal 22 November 2018 yang pada pokoknya menetapkan memberikan ijin kepada TERGUGAT I untuk melakukan penyitaan terhadap barang bukti berupa uang Tunai sebesar Rp. 24.366.503,- (Dua puluh empat juta tiga ratus enam puluh enam ribu lima ratus tiga Rupiah) pada rekening PT. BANK SINARMAS Tbk, dengan No. rekening : 0039080567 atas nama PT.
SUNPRIMA NUSANTARA PEMBIAYAAN (Bukti : P-16b) Jo. Surat Perintah Penyitaan Nomor : SP.Sita/219/XII/RES.2.2./2018/Dittipideksus tertanggal 3 Desember 2018 (Bukti : P-16c) Jo. Berita Acara Penyitaan tertanggal 27 Desember 2018 (Bukti : P-16d) hanya berlaku dan mengikat untuk perkara Laporan Polisi Nomor : LP/B/782/VI/2018/Bareskrim tertanggal 26 Juni 2018;
9. Bahwa pada poin 1 huruf C surat TERGUGAT I Nomor R/412/XI/RES.2.2./2018/Dittipideksus, tertanggal 9 November 2018, Perihal : Permintaan Ijin Khusus Penyitaan yang ditujukan kepada Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (Bukti : P-17a). telah terang dan jelas
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 20