• Tidak ada hasil yang ditemukan

RATIO (DER) TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN DAGANG ECER YANG TERDAFTAR DI

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "RATIO (DER) TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN DAGANG ECER YANG TERDAFTAR DI "

Copied!
99
0
0

Teks penuh

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Current Ratio dan Debt to Equity Ratio terhadap return saham perusahaan perdagangan ritel yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Selanjutnya, hasil uji F menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara bersama-sama Current Ratio dan Debt to Equity Ratio terhadap return saham perusahaan perdagangan ritel yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Temuan lebih lanjut, hasil uji t menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara Current Ratio dan Debt to Equity Ratio terhadap return saham pada perusahaan perdagangan ritel yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Latar Belakang Masalah

Namun, pemegang saham akan menikmati return saham berupa dividen yang dibagikan dan kenaikan harga pasar saham yang dimilikinya (capital gain). Penelitian sebelumnya tentang pengaruh current ratio (CR) terhadap return saham menunjukkan hasil yang beragam. 12 Ulupui, Analisis Pengaruh Rasio Likuiditas, Leverage, Aktivitas dan Profitabilitas Terhadap Return Saham (Studi Pada Perusahaan Food and Beverage Kategori Industri Barang Konsumsi di BEJ), (Denpasar: Universitas Udayana, 2005), p .

Perumusan Masalah

Tujuan Penelitian

RETURN SAHAM

Pengertian Return Saham

Menurut Indah Yuliana, dalam berinvestasi perlu dibedakan antara return yang diharapkan dan return yang direalisasikan. Sedangkan return yang terjadi atau return aktual merupakan return yang dilakukan oleh investor di masa lalu. Realized return merupakan return yang direalisasikan dan perhitungannya menggunakan data historis perusahaan yang berguna untuk mengukur kinerja perusahaan.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Return Saham

Dalam hal ini, current ratio (CR) dan debt to equity ratio (DER) dimasukkan ke dalam faktor internal. Artinya, current ratio (CR) dan debt-to-equity ratio (DER) masuk dalam poin kedua faktor internal yang dikemukakan oleh Alwi Z. Menurut Mohamad Samsul, ada banyak faktor yang mempengaruhi return saham, baik ekonomi makro maupun mikro.

Penghitungan Return Saham

Current Ratio (CR)

24 Anita Erari, Menganalisis Pengaruh Current Ratio, Debt to Equity Ratio dan Return On Assets Terhadap Return Equity Perusahaan Pertambangan di Bursa Efek Indonesia, (Jayapura: Universitas Cendrawasih, 2014), hal. Semakin tinggi Debt to Equity Ratio (DER) menunjukkan komposisi total utang (baik jangka pendek maupun jangka panjang) lebih besar dari total modal itu sendiri, sehingga berdampak pada beban perusahaan terhadap pihak luar (kreditur) adalah lebih besar. Rasio Lancar yang terlalu tinggi juga belum tentu baik karena menunjukkan dalam situasi tertentu sumber daya perusahaan menganggur dan akibatnya dapat mengurangi laba perusahaan.

Perusahaan Dagang Ecer (Ritel)

Ada berbagai bentuk ritel seperti department store, toko khusus, supermarket, hypermarket, dll. Produk yang dijual bervariasi tergantung jenis toko yang Anda miliki, misalnya department store menjual pakaian, peralatan rumah tangga, dan furnitur. Kemudian, untuk hypermarket, Anda bisa menjual gabungan department store dan supermarket, serta produk elektronik dan lainnya.

Pasal 1 Keputusan Presiden Nomor 112 Tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Mal, dan Toko Modern menyebutkan: 36. Pasar tradisional adalah pasar yang dibangun dan dikelola oleh Pemerintah, pemerintah daerah, badan usaha swasta, badan usaha milik negara, dan badan usaha milik daerah. -BUMN, termasuk kerjasama dengan pihak swasta. 36 Tri Joko Utomo, Fungsi dan Peran Bisnis Ritel dalam Saluran Pemasaran, (Semarang: Fokus Ekonomi, 2009), hlm. dengan usaha kecil, modal kecil dan dengan proses jual beli barang melalui negosiasi.

Batasan Toko Modern ini ditegaskan dalam Pasal 3, dalam hal luas penjualan, sebagai berikut: a) Minimarket, lebih kecil dari 400 m2 (empat ratus meter persegi); b) Toko Swalayan, seluas 400 m2 (empat ratus meter persegi) sampai dengan 5.000 m2 (lima ribu meter persegi);

HIPOTESIS

H0 = Debt-to-equity ratio (DER) berpengaruh tidak signifikan secara parsial terhadap return saham pada perusahaan retail yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. H3 = Current Ratio (CR) dan Debt Equity Ratio (DER) secara bersama-sama berpengaruh terhadap return saham pada perusahaan perdagangan retail yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. H0 = Current Ratio (CR) dan Debt Equity Ratio (DER) tidak berpengaruh terhadap return saham secara bersama-sama pada perusahaan retail yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Jenis dan Sifat Penelitian

Sumber Data

Populasi dan Sampel

Sehingga obyek-obyek tersebut dapat menjadi sumber data penelitian.40 Menurut Syofian Siregar, sampling adalah prosedur pengumpulan data dimana hanya diambil sebagian dari populasi dan digunakan untuk menentukan sifat dan karakteristik yang diinginkan dari suatu populasi.41. Perusahaan perdagangan ritel dengan total utang jangka pendek dan utang jangka panjang mengalami peningkatan pada periode 2015-2016. Jumlah sampel yang memenuhi kriteria adalah 7 perusahaan, dengan pengamatan kinerja selama 4 tahun, sehingga total jumlah sampel adalah 28.

Bedrijfsnaam 1 Catur Sentosa Adiprana Tbk 5 Mitra Adiperkasa Tbk 2 Electronic City Indonesia Tbk 6 Matahari Putra Prima Tbk 3 Kokoh Inti Arebama Tbk 7 Ramayana Lestari Sentosa Tbk 4 Matahari Warenhuis.

Tabel 3.1 Sampel Penelitian
Tabel 3.1 Sampel Penelitian

Teknik Pengumpulan Data

Teknik Analisis Data

Menurut Dyah Nirmala, uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data populasi berdistribusi normal atau tidak. Menurut Dyah Nirmala, uji multikolinearitas dimaksudkan untuk menguji apakah model regresi menemukan korelasi yang tinggi atau sempurna antar variabel independen. Suatu model persamaan regresi harus bebas dari gejala multikolinearitas, artinya tidak terdapat hubungan yang kuat antara satu variabel bebas dengan variabel bebas lainnya dalam suatu model persamaan regresi.

Menurut Dyah Nirmala, uji autokorelasi digunakan untuk mengetahui ada tidaknya korelasi antara residual satu dengan lainnya. Menurut Dyah Nirmala, uji heteroskedastisitas digunakan untuk mengetahui ada tidaknya ketidaksamaan varians dari residual untuk semua observasi dalam model regresi. Pada uji rho Spearman, jika signifikansi korelasi kurang dari 0,05, maka terdapat masalah heteroskedastisitas pada model regresi.

Metode analisis yang digunakan adalah model regresi linier berganda yang persamaannya dapat ditulis sebagai berikut:48. Uji F digunakan untuk mengetahui apakah Current Ratio (CR) dan Debt Equity Ratio (DER) secara bersama-sama (simultan) berpengaruh signifikan terhadap return saham. H1 diterima artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel independen terhadap variabel dependen (return saham) secara bersamaan.

Uji t digunakan untuk mengetahui apakah model regresi Current Ratio (CR) dan Debt to Equity Ratio (DER) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap return saham pada industri manufaktur.

Gambaran Umum dan Deskriptif Data Obyek Penelitian 1. Gambaran Umum Perusahaan Dagang Ecer

Deskriptif Statistik Variabel Penelitian

Standar deviasi sebesar 3,377170% lebih besar dari nilai mean (rata-rata) sebesar 2,77332% yang berarti CR deviasi kurang baik. Rasio DER tertinggi sebesar 7,300% terdapat pada Kokoh Inti Arebama Tbk pada tahun 2018 dan nilai DER terendah sebesar 0,080% terdapat pada Electronic City Indonesia Tbk pada tahun 2015. Nilai standar deviasi sebesar 1,821076% lebih kecil dari rata-rata (mean) ), yaitu adalah sebesar 2,11671%, sehingga penyimpangan data variabel DER dapat dikatakan baik.

Rasio pengembalian saham tertinggi sebesar 85% terdapat pada Perusahaan Ramayana Lestari Sentosa Tbk pada tahun 2016 dan nilai terendah sebesar -87% terdapat pada Perusahaan Mitra Adiperkasa Tbk pada tahun 2018.

Proses Dan Hasil Analisis 1. Uji Asumsi Klasik

  • Hasil Analisis Regresi Linier Berganda
  • Koefisien Determinasi (R2)
  • Pengujian Hipotesis a. Uji F
  • Analisis

Artinya, dapat dikatakan bahwa CR dan DER tidak dapat secara bersama-sama mempengaruhi return saham. Nilai t hitung CR adalah 0,458 dibandingkan dengan t tabel 1,708. Dari data tersebut terlihat bahwa t-hitung lebih kecil dari t-hitung (t-hitung < t-tabel), yang berarti bahwa CR tidak berpengaruh terhadap return saham perusahaan dagang. Nilai t hitung untuk DER adalah -0,658 dibandingkan dengan t hitung sebesar 1,708, terlihat bahwa t hitung lebih kecil dari t hitung (t hitung < t tabel), artinya DER berpengaruh terhadap penjualan retur saham perusahaan dagang ritel yang terdaftar di BEI.

Hasil penelitian menunjukkan CR berpengaruh positif terhadap return saham dengan koefisien regresi variabel CR sebesar 1,265. Uji hipotesis pertama yang menyatakan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara current ratio (CR) terhadap return saham. Hipotesis yang menyatakan bahwa CR berpengaruh terhadap return saham pada perusahaan perdagangan ritel yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia ditolak.

Hipotesis bahwa DER berpengaruh terhadap return saham pada perusahaan perdagangan retail yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia ditolak. Hal ini tidak sejalan dengan penelitian Ratnasari yang menyatakan bahwa DER berpengaruh signifikan terhadap return saham. Berdasarkan uji F terlihat bahwa debt to equity ratio (CR) dan debt to equity ratio secara bersamaan tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham.

Jadi dapat disimpulkan bahwa variabel independen (CR dan DER) tidak berpengaruh secara simultan (bersama-sama) terhadap return saham variabel dependen.

Gambar 4.3  Grafik Scatterplot
Gambar 4.3 Grafik Scatterplot

Kesimpulan

Saran

Hal ini memungkinkan untuk mengabaikan faktor-faktor lain yang sebenarnya memiliki dampak lebih besar pada pengembalian saham perusahaan. Misalnya membagi kategori perusahaan menurut jenisnya, karena kemungkinan dampak dari masing-masing rasio keuangan terhadap return saham berbeda dalam kegiatan kategori jenis tersebut. Anita Erari, Analisis Pengaruh Current Ratio, Debt-Equity Ratio dan Return On Assets Terhadap Return Saham Perusahaan Pertambangan di Bursa Efek Indonesia, (Jayapura: Universitas Cendrawasih, 2014).

Eliza Wahyu Ratnasari, Analisis Pengaruh Faktor Fundamental, Volume Perdagangan dan Kapitalisasi Pasar Terhadap Return Saham BEJ (Studi Kasus Perusahaan Manufaktur dan Perbankan), (Semarang: Universitas Diponegoro, 2003). Ratna Prihantini, Analisis Pengaruh Inflasi, Nilai Tukar, ROA, DER dan CR Terhadap Return Saham (Studi Kasus Saham Industri Real Estate dan Property yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode Semarang: UNDIP, 2009). Rika Verawati, Determinan yang Mempengaruhi Return Saham Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (Bei) Yogyakarta Periode: UNY 2014).

Robiatul Auliyah dan Ardi Hamzah, Analisis Karakteristik Perusahaan, Industri dan Ekonomi Makro Terhadap Return Saham dan Beta Saham Syariah, (Padang: Universitas Trunojoyo, 2006). Subekti Puji Astuti, Analisis Pengaruh Faktor Fundamental, EVA dan MVA Terhadap Return Saham (Studi pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Jakarta Periode Semarang: Universitas Diponegoro, 2006). Suhartono dan Fadillah Qudsi, Portofolio Investasi dan Bursa Efek: Pendekatan Teori dan Praktek, (Yogyakarta: UPP STIM YKPN, 2009).

Ulupui, Menganalisis Pengaruh Rasio Likuiditas, Leverage, Aktivitas Dan Profitabilitas Terhadap Return Saham (Studi Pada Perusahaan Makanan Dan Minuman Kategori Industri Barang Konsumsi Di BEJ), (Denpasar: Universitas Udayana, 2005). Edison Sutan Kayo, Subsektor Ritel BEI (93), https://www.sahamok.com/emiten/sector-perdagang-jasa-investasi/sub-sector-perdagang-retail/. Sukirno, Emiten Retailer Stuck, berikut data lengkapnya, https://market.business.com/read issuer-pedagang-retail-retail-terseok-ini-data-full.

Gambar

Tabel 2.1 Daftar Perusahaan Ritel yang Terdaftar di BEI
Tabel 3.1 Sampel Penelitian
Gambar 4.3  Grafik Scatterplot
Tabel 4.6  Koefisien Determinasi
+3

Referensi

Dokumen terkait

“Apakah Current Ratio (CR), Debt To Equity Ratio (DER) dan Return On Equity (ROE) berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham baik secara serempak maupun secara

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai pengaruh debt to equity ratio dan economic value added terhadap return saham pada perusahaan pertambangan yang

H1 : Ada pengaruh yang signifikan antara Debt to Equity Ratio (DER) terhadap return saham pada perusahaan yang terdaftar di Bursa

dengan judul “ PENGARUH RETURN ON ASSET (ROA), DEBT TO EQUITY RATIO (DER),EARNING PER SHARE (EPS), PRICE EARNING RATIO (PER) TERHADAP RETURN SAHAM (STUDI PADA PERUSAHAAN

PENGARUH CURRENT RATIO (CR), DEBT TO EQUITY RATIO (DER) DAN RETURN ON EQUITY (ROE) TERHADAP HARGA SAHAM PADAi. PERUSAHAAN MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BURSA

penelitian dalam proposal skripsi yang berjudul: “ Pengaruh Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE), Debt to Assets Ratio(DAR) dan Debt to Equity Ratio

Hasil dari penelitian ini adalah Return On Equity (ROE) , Debt Equity Ratio (DER) , dan Dividend Payout Ratio (DPR) berpengaruh tidak signifikan terhadap Price Earning Ratio

Predictors: (Constant), Price to Book Value, Debt to Equity Ratio, Price Earning Ratio. Dependent Variable: