AKTIVITAS
KESEHATAN REPRODUKSI
1 WAKTU BAHAN PERAN GURU
PELAJAR PANCASILA Menggali
informasi tentang kesehatan reproduksi
4 JP 1. Kertas/ lembar informasi 2. Video 3. PPT
Fasilitator, narasumber
1. Berkebinekaan global
2. Bergotong-royong 3. Kreatif
TUJUAN
1. Peserta didik dapat memahami tentang kesehatan reproduksi 2. Peserta didik dapat memahami cara menjaga kesehatan reproduksi KEGIATAN
PERSIAPAN
1. Guru mempersiapkan kertas / lembar informasi dan PPT.
2. Guru membagi peserta didik dalam 6 kelompok kerja
PELAKSANAAN JP ke-
1. Guru melakukan pembukaan dengan salam dan dilanjutkan dengan berdoa 2. Guru mengecek kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
3. Guru mengkondisikan peserta didik agar siap untuk mengikuti pembelajaran 4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai yaitu
mengidentifikasi cara menjaga kesehatan reproduksi
5. Guru memberi motivasi dengan menyampaikan manfaat pembelajaran terkait kesehatan reproduksi
6. Guru menyampaikan langkah pembelajaran
7. Guru menggali lebih dalam pengetahuan peserta didik mengenai kesehatan reproduksi dengan mengajukan beberapa pertanyaan pemantik seperti
“Berapa kali ganti pakaian dalam sehari?”, “Berapa kali ganti pembalut dalam sehari?”, “Apakah semuanya sudah disunat?”. Kemudian guru menjelaskan secara garis besar mengenai pengertian dan beapa pentingnya menjaga kesehatan reproduksi.
8. Setelah menggali pengetahuan peserta didik mengenai kesehatan reproduksi, guru membagi kelompok menjadi 6 kelompok atau tiap kelompok minimal terdiri dari 6 anggota.
1-4
PELAKSANAAN JP ke- 9. Guru menjelaskan tugas tiap-tiap anggota kelompok, yaitu setiap orang
memiliki nomor masing-masing 1 sampai 6. Setelah itu, peserta didik diberi waktu 5 menit untuk mendatangi tempat/ dinding yang sudah ditempel kertas informasi (materi) sesuai nomor urut masing-masing dan harus sampai memahami materi tersebut, dengan catatan tidak boleh membawa apapun ketika berada di tempat kertas informasi tersebut.
10. Guru memberi waktu 30 menit untuk saling bertukar informasi yang didapat melalui pertanyaan dan pola yang sudah ditentukan oleh guru.
11.Guru melakukan test/ kuis untuk mengukur pemahaman peserta didik setelah saling bertukar info rmasi dengan memberikan beberapa pertanyaan rebutan untuk semua kelompok, ketika jawabannya benar maka kelompok tersebut mendapat nilai 100, tetapi jika jawabannya kurang tepat maka dikurangi 50 poin. Setelah selesai kuis, maka diumukan kelompok yang terbanyak meraih poin dan guru mengajak peserta didik lainnya untuk memberikan apresiasi, kemudian guru memberikan motivasi kembalu kepada kelompok yang poinnya kurang.
12. Guru membuka ruang diskusi atau memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya apabila terdapat materi yang belum dipahami
13.Guru membimbing peserta didik untuk menarik kesimpulan tentang hal yang telah dipelajari terkait kesehatan reproduksi
14. Guru menyampaikan materi pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya 15. Mengakhiri pembelajaran dengan mengarahkan siswa untuk berdoa sebelum
selesai pembelajaran.
Pertanyaan Pemantik
Lembar informasi 1
Lembar informasi 2
Lembar informasi 3
Lembar informasi 4
Lembar informasi 5
Lembar informasi 6
Pola Diskusi Peserta Didik Perkelompok
Kuis Rebutan Perkelompok
No. Pertanyaan Pilihan Jawaban
1. Salah satu cara menjaga kesehatan organ reproduksi yaitu...
a. Memakai parfum b. Menggunakan celana
dalam yang ketat c. Mengganti celana
dalam minimal dua kali sehari
d. Memakai pembersih organ reproduksi dengan PH tinggi
c. Mengganti celana dalam minimal dua kali sehari
2
Apa peran nutrisi dalam menjaga kesehatan organ reproduksi?
a. Meningkatkan risiko gangguan hormonal b. Meningkatkan risiko
infertilitas
c. Membantu menjaga produksi hormon yang seimbang d. Menurunkan
kebugaran fisik
c. Membantu menjaga produksi hormon yang seimbang
3 Apa manfaat dari rutin melakukan
pemeriksaan
kesehatan reproduksi?
a. Menyebabkan gangguan pada organ reproduksi
b. Mencegah terjadinya gangguan kesehatan pada organ reproduksi c. Meningkatkan risiko
terjadinya infeksi d. Menurunkan
kemampuan reproduksi
b. Mencegah terjadinya gangguan kesehatan pada organ reproduksi
4 Apa yang harus dilakukan untuk mencegah penularan penyakit menular seksual (PMS)?
a. Menghindari berbicara tentang PMS
b. Mengonsumsi alkohol secara berlebihan c. Menghindari seks bebas d. Menggunakan obat
penenang
c. Menghindari seks bebas
5 Apa yang harus dilakukan pria untuk menjaga kesehatan organ reproduksinya?
a. Melakukan perawatan payudara
b. Melakukan pemeriksaan testis secara berkala c. Mengonsumsi pil KB d. Mengonsumsi alkohol
b. Melakukan pemeriksaan testis secara berkala
6 Apa yang dimaksud dengan pemeliharaan kesehatan organ reproduksi?
a. Merawat organ reproduksi agar tidak berkembang biak secara berlebihan b. Merawat organ
reproduksi agar tetap sehat dan berfungsi dengan baik
c. Melakukan operasi pada organ reproduksi untuk mencegah penyakit
d. Menghindari kontak fisik dengan organ reproduksi
a. Merawat organ reproduksi agar tetap sehat dan berfungsi dengan baik
7 Sebutkan 5 upaya menjaga kesehatan reproduksi dengan menerapkan pola makanan sehat !
-
1. Hindari konsumsi lemak trans.
2. Penuhi kebutuhan protein dari sayur, seperti kacang, tahu, serta biji-bijian.
3. Pilih karbohidrat yang kaya akan serat, 4. Minum multivitamin, seperti asam folat.
5. Penuhi kebutuhan zat besi, seperti dari bayam
8 Sebutkan 5 upaya menjaga kesehatan reproduksi dengan menerapkan pola
hidup sehat! -
1. Berhenti merokok.
2. Tidak mengonsumsi alkohol secara berlebihan.
3. Berolahraga secara teratur setidaknya 30 menit sehari.
4. Menjaga berat badan tetap ideal.
5. Istirahat yang cukup.
6. Mengelola stres.
9 Mengapa alat reproduksi harus dibersihkan secara
rutin? -
− Agar tidak gatal-gatal di seluruh tubuh.
− Merasa nyaman beraktivitas karena kotoran yang menempel sudah dibersihkan.
− Alat reproduksi tetap bersih dan higienis.
− Meningkatkan percaya diri.
10 Sebutkan minimal lima dampak alat
reproduksi yang tidak
dibersihkan! -
− Kotoran akan mengendap di sekitar alat reproduksi.
− Tumbuhnya jamur kulit yang menyebabkan gatal.
− Butuh pengobatan dan membutuhkan biaya.
− Hilangnya rasa percaya diri.
11 Jenis pemeriksaan kesehatan reproduksi
yang umum
dilakukan -
1. Pemeriksaan darah lengkap (complete blood count).
2. Pemeriksaan urin.
3. USG. d. HSG.
4. Tes penyakit kelamin, seperti tes sifilis dengan uji VDRL.
5. Pap smear.
12 Mengapa tangan memengaruhi kesehatan alat reproduksi?
-
Karena, tangan sering digunakan untuk menyentuh benda-benda yang mengandung kuman bakteri.
Oleh karena itu, sebelum membasuh alat reproduksi menggunakan tangan, kita harus mencuci tangan terlebih dahulu.
13 Mengapa harus mengganti celana dalam dua kali dalam sehari?
-
- Agar tidak gatal-gatal - Agar merasa nyaman.
- Agar tidak menyebabkan tumbuhnya jamur.
- Agar tetap sehat dan higienis.
14 Jelaskan cara membasuh alat reproduksi yang baik dan benar!
-
Dengan membasuh dari depan ke belakang.
Bukan sebaliknya, karena tujuannya agar membuang bakteri dan kuman dari bagian depan ke belakang.
15 Apa yang dimaksud dengan alat
reproduksi?
-
Alat reproduksi adalah organ yang dimiliki makhluk hidup agar bisa memproduksi keturunannya.
Sehingga, jenis makhluk hidup tersebut tetap lestari dan mempertahankan keberadaannya.
16 Ketika sudah menikah nanti, berhubungan seks dengan aman merupakan salah satu cara menjaga alat reproduksi tetap sehat. Sebutkan 5 bentuk perilaku seks aman yang juga bisa membantu menjaga kesehatan organ reproduksi!
-
1. Menggunakan alat kontrasepsi, seperti kondom, pil KB, atau KB IUD.
2. Tidak bergonta-ganti pasangan seks.
3. Menjaga kebersihan organ intim sebelum dan setelah seks.
4. Cek dan ricek riwayat seksual diri sendiri dan pasangan.
5. Melakukan tes penyakit kelamin secara berkala.
17 Pap smear adalah prosedur pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi?
-
Mendeteksi kanker serviks pada wanita
Rangkuman Materi Bagi Fasilitator
Aktivitas 1
MENJAGA KESEHATAN REPRODUKSI
Alat reproduksi adalah organ yang dimiliki makhluk hidup agar bisa memproduksi keturunannya.
Sehingga, jenis makhluk hidup tersebut tetap lestari dan mempertahankan keberadaannya.
Menurut Depkes RI (2000) kesehatan reproduksi adalah suatu keadaan sehat secara menyeluruh mencakup fisik, mental dan kehidupan sosial yang berkaitan dengan alat, fungsi serta proses reproduksi yang pemikiran kesehatan reproduksi bukannya kondisi yang bebas dari penyakit melainkan bagaimana seseorang dapat memiliki kehidupan seksual yang aman dan memuaskan sebelum dan sesudah menikah..
Merawat Kesehatan Sistem Reproduksi adalah hal yang sangat penting terutama bagi para remaja.
Remaja putri atau dewasa muda berada pada usia pra nikah, yang merupakan masa persiapan bagi kesehatan reproduksi yang baik. Cara merawat kesehatan reproduksi agar lebih sehat yaitu dengan menerapkan pola makan sehat, olahraga serta dengan mengkonsumsi vitamin dan suplemen. Secara lengkap cara merawat kesehatan reproduksi adalah sebagai berikut :
1. Menjaga kebersihan Sistem Reproduksi.
a. Selalu membersihkan alat kelamin setelah buang air kecil, dari arah depan ke belakang.
b. Pastikan area organ intim selalu dalam keadaan kering dan tidak lembap.
c. Hindari menggunakan sabun wangi, sabun sirih, deodoran, bedak, dan vaginal douche karena dapat menyebabkan kulit kelamin rentan iritasi.
d. Mengganti celana dalam setiap hari (minimal 2 kali sehari) dan pastikan bahan celana yang digunakan mampu menyerap keringat dengan baik.
e. Bagi pria, pertimbangkan untuk sunat karena tidak disunat dapat mengakibatkan penumpukan kotoran pada kulup dan meningkatkan risiko infeksi bakteri di penis.
2. Menerapkan pola makan sehat.
Cara menjaga alat reproduksi tetap sehat ini dilakukan dengan memperhatikan makanan yang masuk ke tubuh. Dilansir dari Harvard Health Publishing, berikut upaya menjaga kesehatan reproduksi dengan menerapkan pola makanan sehat.
a. Hindari konsumsi lemak trans.
b. Penuhi kebutuhan protein dari sayur, seperti kacang, tahu, serta biji-bijian.
c. Pilih karbohidrat yang kaya akan serat, d. Minum multivitamin, seperti asam folat.
e. Penuhi kebutuhan zat besi, seperti dari bayam, kacang, labu, tomat.
3. Hindari perilaku seks berisiko
Berhubungan seks dengan aman merupakan salah satu cara menjaga alat reproduksi tetap sehat.
Berikut bentuk perilaku seks aman yang juga bisa membantu menjaga kesehatan organ reproduksi.
a. Menggunakan alat kontrasepsi, seperti kondom, pil KB, atau KB IUD.
b. Tidak bergonta-ganti pasangan seks.
c. Menjaga kebersihan organ intim sebelum dan setelah seks.
d. Cek dan ricek riwayat seksual diri sendiri dan pasangan.
e. Melakukan tes penyakit kelamin secara berkala.
4. Memeriksakan kesehatan reproduksi ke dokter secara rutin.
Beberapa orang baru memeriksakan kesehatan reproduksi ketika merencanakan kehamilan.
Padahal, meski tidak sedang berencana hamil, organ reproduksi harus diperiksa secara rutin.
Tindakan ini bertujuan untuk mencegah berbagai penyakit, yang bisa muncul tanpa gejala di kemudian hari. Berikut jenis pemeriksaan kesehatan reproduksi yang umum dilakukan yakni
a. Pemeriksaan darah lengkap (complete blood count).
b. Pemeriksaan urin.
c. USG. d. HSG.
d. Tes penyakit kelamin, seperti tes sifilis dengan uji VDRL.
e. Pap smear (mendeteksi kanker serviks pada wanita)
5. Menjalankan pola hidup sehat. Gaya hidup sehat adalah kunci menjaga sistem reproduksi tetap sehat. Tidak hanya organ reproduksi, pola hidup ini juga menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Beberapa pola hidup sehat yang bisa Anda terapkan, meliputi
a. Berhenti merokok.
b. Tidak mengonsumsi alkohol secara berlebihan.
c. Berolahraga secara teratur setidaknya 30 menit sehari.
d. Menjaga berat badan tetap ideal.
e. Istirahat yang cukup.
f. Mengelola stres.
AKTIVITAS 2
ALOKASI
WAKTU BAHAN PERAN GURU DIMENSI PROFIL
PELAJAR PANCASILA Mengidentifikasi
suatu
pertemanan/
hubungan bisa dikatakan sehat dan tidak sehat
4 JP 1. Video 2. PPT 3. LKPD 4. Angket
Fasilitator, narasumber
1. Berkebinekaan global
2. Bergotong-royong 3. Kreatif
TUJUAN
1. Peserta didik dapat mengidentifikasi suatu pertemanan/ hubungan bisa dikatakan sehat dan tidak sehat
2. Peserta didik dapat memahami dampak dari perilaku seks bebas KEGIATAN
PERSIAPAN
1. Guru mempersiapkan kertas / lembar informasi, angket (google form), LKPD dan PPT 2. Peserta didik mempersiapkan gawai
3. Guru membagi peserta didik dalam 6 kelompok kerja
PELAKSANAAN JP ke-
1. Guru melakukan pembukaan dengan salam dan dilanjutkan dengan berdoa 2. Guru mengecek kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
3. Guru mengkondisikan peserta didik agar siap untuk mengikuti pembelajaran 4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai yaitu
mengidentifikasi dampak sex pranikah
5. Guru memberi motivasi dengan menyampaikan manfaat pembelajaran terkait dampak sex pranikah
6. Guru menggali lebih dalam pengetahuan peserta didik mengenai kesehatan reproduksi dengan mengajukan beberapa pertanyaan pemantik seperti
“Kapan kamu cinta monyet dan bagaimana?”, “Apa yang kamu bicarakan apabila bertemu dengan lawan jenis?”.
7. Guru menjelaskan secara garis besar mengenai faktor yang mempengaruhi perilaku seksual remaja , jenis perilaku seksual dan dampaknya.
8. Guru memberikan link angket kepada peserta didik mengenai kesehatan reproduksi dan pergaulan peserta didik (tanpa mencantumkan nama) 9. Guru mempersilahkan duduk berkelompok, sesuai kelompok di pertemuan
sebelumnya.
5-8
10. Guru memberikan LKPD kepada peserta didik dan memberikan arahan cara pengisian LKPD tersebut
11. Peserta didik secara berkelompok mengamati video yang berbeda dan ada juga yang menganalisis hasil angket yang diisi oleh peserta didik sebelumnya.
Guru menginformasikan kepada peserta didik untuk menganalisis video dan hasil angket tersebut dengan pertanyaan 5 W + 1 H. Pembagian tayangan video sebagai berikut:
a. Vina Sebelum 7 Hari
https://youtu.be/yWCC7C9I9XFY?si=c5apd5pXOvAQ-3lu
b. 18 Tahun Hidup Dengan HIV, Banyak Sahabat Yang Meninggal Duluan https://youtu.be/2J9j8XJNP1k?si=BVFuRzE9TEq-srp1
c. Motif Kekasih Bunuh Perempuan Muda di Pagerageung Tasikmalaya https://youtu.be/Qn1mJYzcGAE?si=k6w1JbZ8_8d8pfyH
d. https://youtu.be/7Gj449fK88Q?si=XNPEzvejCfZ2VZS 2 Sejoli Mahasiswa Garut Bunuh Bayi Dalam Kandungan
https://youtube.com/shorts/1b58Zc07-MY?si=tpYNvB-2gYddK4Je Animasi Aborsi
e. Menganalisis hasil angket mengenai kesehatan reproduksi dan pergaulan peserta didik
12. Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompok 13. Guru mempersilakan kelompok lain untuk bertanya atau memberikan
komentar atas kelompok yang menyajikan presentasi
14. Guru menentukan penampil terbaik dari presentasi tiap kelompok 15. Guru menyampaikan materi pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya
mengenai kampanye kesehatan reproduksi/ stop hubungan seks sebelum menikah sesuai dengan minat dan bakat peserta didik (contoh: poster, cover lagu, puisi, drama) yang harus dibuat oleh siswa.
16. Mengakhiri pembelajaran dengan mengarahkan siswa untuk berdoa sebelum selesai pembelajaran.
TUGAS
1. Mengisi LKPD 2. Presentasi kelompok
AKTIVITAS 3
ALOKASI
WAKTU BAHAN PERAN GURU DIMENSI PROFIL PELAJAR PANCASILA Mengidentifikasi
suatu
pertemanan/
hubungan bisa dikatakan sehat dan tidak sehat
5 JP 1. Video 2. PPT 3. LKPD 4. Angket
Fasilitator, narasumber
1. Berkebinekaan global
2. Bergotong-royong 3. Kreatif
TUJUAN
1. Peserta didik dapat mengidentifikasi suatu pertemanan/ hubungan bisa dikatakan sehat dan tidak sehat
2. Peserta didik dapat memahami dampak dari perilaku seks bebas KEGIATAN
PERSIAPAN
1. Guru mempersiapkan kertas / lembar informasi, angket (google form), LKPD dan PPT 2. Peserta didik mempersiapkan gawai
3. Guru membagi peserta didik dalam 6 kelompok kerja
PELAKSANAAN JP ke-
1. Guru melakukan pembukaan dengan salam dan dilanjutkan dengan berdoa 2. Guru mengecek kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
3. Guru mengkondisikan peserta didik agar siap untuk mengikuti pembelajaran 4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai yaitu
mengidentifikasi dampak sex pranikah
5. Guru memberi motivasi dengan menyampaikan manfaat pembelajaran terkait dampak sex pranikah
6. Peserta didik per kelompok melanjutkan presentasi hasil kerja kelompoknya, yang belum tersampaikan di pertemuan sebelumnya.
7. Guru mempersilakan kelompok lain untuk bertanya atau memberikan komentar atas kelompok yang menyajikan presentasi
8. Guru menentukan penampil terbaik dari presentasi tiap kelompok
9. Guru menyampaikan materi pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya mengenai kampanye kesehatan reproduksi/ stop hubungan seks sebelum menikah sesuai dengan minat dan bakat peserta didik (contoh: poster, cover lagu, puisi, drama) yang harus dibuat oleh siswa.
10. Mengakhiri pembelajaran dengan mengarahkan siswa untuk berdoa sebelum selesai pembelajaran.
9-12
TUGAS
3. Mengisi LKPD 4. Presentasi kelompok
5. Membuat karya kampanye mengenai kesehatan reproduksi/ stop hubungan seksual sebelum menikah.
Angket Mengenai Kesehatan Reproduksi Dan Pergaulan Peserta Didik
No. Pertanyaan Ya Tidak
1 Apakah pernah mengkonsumsi minuman beralkohol?
2 Apakah anda seorang perokok?
3 Apakah suka menggunakan celana ketat?
4 Apakah anda mengganti celana dalam tiap hari dan apabila lembab dan basah?
5 Apakah anda selalu membersihkan alat kelamin setelah buang air kecil?
6 Apakah anda sudah dikhitan?
7 Apakah anda sudah menerapkan pola makan sehat?
8 Apakah anda suka main keluar malam lewat pukul 21.00 ? 9 Apakah anda mempunyai pacar?
10 Apakah anda sering pergi keluar bersama pacar anda?
11 Apakah anda pernah pergi bersama pacar anda ke tempat yang sepi?
12 Apakah gaya pacaran anda terbilang sehat?
13 Apakah gaya pacaran anda pernah bersentuhanantar anggota tubuh?
14 Apakah pacar anda pernah memegang bagian sensitif tubuh anda?
15 Apakah anda pernah mencium atau dicium pacar anda?
16 Apakah anda pernah tidur satu kamar dengan pacar anda?
17 Apakah anda pernah melakukan hubungan seks dengan pacar anda?
Kelas :
Kelompok :
Anggota Kelompok 1. 4.
2. 5.
3. 6.
Tugas
Tonton dan simaklah salah-satu video tersebut!
a. Vina Sebelum 7 Hari
https://youtu.be/yWCC7C9I9XFY?si=c5apd5pXOvAQ-3lu
b. 18 Tahun Hidup Dengan HIV, Banyak Sahabat Yang Meninggal Duluan https://youtu.be/2J9j8XJNP1k?si=BVFuRzE9TEq-srp1
c. Motif Kekasih Bunuh Perempuan Muda di Pagerageung Tasikmalaya https://youtu.be/Qn1mJYzcGAE?si=k6w1JbZ8_8d8pfyH
d. 2 Sejoli Mahasiswa Garur Bunuh Bayi Dalam Kandungan https://youtu.be/7Gj449fK88Q?si=XNPEzvejCfZ2VZS Animasi Aborsi
https://youtube.com/shorts/1b58Zc07-MY?si=tpYNvB-2gYddK4Je e. Pertemanan Sehat
https://youtube.com/watch?v=A2OqgmUJrNw
f. Hasil angket kesehatan reproduksi dan pergaulan peserta didik
Setelah menyimak video tersebut, isilah pertanyaan berikut ini berdasarkan sumber yang kalian dapatkan!
No Pertanyaan Uraian
1 Judul video
2 Bentuk pertemanan (sehat/ tidak sehat?) 3 Peristiwa yang ditampilkan pada video tersebut 4 Kapan peristiwa tersebut terjadi
5 Dimana peristiwa tersebut terjadi 6 Siapa pelakunya?
7 Mengapa peristiwa tersebut bisa terjadi?
8 Hikmah apa yang bisa kita ambil dari peristiwa tersebut?
Rangkuman Materi Bagi Fasilitator
Aktivitas 2 dan 3
Pergaulan Sehat dan Tidak Sehat Pada Remaja Pergaulan Sehat
Pergaulan sehat adalah kerja sama untuk melakukan hal-hal yang positif. Sedangkan, pergaulan yang tidak sehat itu lebih mengarah kepada pergaulan bebas, dan hal-hal negatif lainnya.
Hal ini yang harus dihindari, terutama bagi remaja yang masih mencari jati dirinya. Dalam usia remaja biasanya seseorang masih labil, mudah terpengaruh terhadap bujukan dan bahkan ingin mencoba hal baru yang mungkin belum diketahui baik atau buruknya.
Untuk menciptakan pergaulan yang sehat, berikut enam hal yang bisa dijadikan prinsip dalam menjalin hubungan pertemanan:
1. Memiliki kesadaran untuk beragama serta mengetahui batas berperilaku yang baik dan norma yang berlaku di masyarakat.
2. Menanamkan serta mengembang sikap kesetiakawanan.
3. Memilih serta menjalin hubungan dengan teman yang baik.
4. Memanfaatkan waktu luang untuk melakukan hal-hal positif. Misalnya mengembangkan bakat atau membantu ibu memasak, dan lain sebagainya.
5. Dalam menjalin hubungan sosial, hendaknya perempuan dan pria memiliki batasan dalam bersikap dan berperilaku.
6. Bisa mengendalikan diri ketika memiliki permasalahan serta tidak berusaha mencari jalan pintas.
Pergaulan tidak sehat
Berkebalikan dengan pergaulan sehat, pergaulan tidak sehat membawa dampak negatif untuk diri sendiri serta lingkungan sekitar. Pergaulan tidak sehat lebih sering dikenal sebagai pergaulan bebas. Bebas yang dimaksud adalah melewati batas-batas norma yang ada. Tahukan kamu apa itu pergaulan bebas?
Mengutip dari Buku Pergaulan Bebas (2017), karya Salman Al Farisi, pergaulan bebas merupakan proses penjalinan hubungan sosial dengan individu atau suatu kelompok, yang melebihi norma yang berlaku atau merupakan perilaku menyimpang. Salah satu faktor penyebab terjadinya pergaulan bebas adalah salah menjalin pertemanan. Hal ini tentunya membawa pengaruh buruk atau dampak negatif, seperti halnya di kalangan remaja yang sampai berperilaku seks sebelum menikah.
PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH
Menurut Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tahun 2014, perilaku seksual pranikah yaitu perilaku seks yang dilakukan tanpa melalui proses pernikahan yang resmi menurut hukum maupun agama dan kepercayaan.
A. Faktor-Faktor yang Dapat Mempengaruhi Perilaku Seksual Remaja
Berdasarkan Azwar (2009) dan Sarwono (2010), sikap seksual pranikah remaja juga dipengaruhi oleh faktor:
1. Pengetahuan & Media Massa Remaja pada umumnya mengetahui masalah seksual secara lengkap bukan dari guru dan orangtua. Remaja mendapatkan informasi mengenai seksual pranikah dari media massa.
2. Kebudayaan Orang tua masih menganggap pembicaraan mengenai seks merupakan hal yang tabu. Norma agama tetap berlaku dimana seseorang dilarang untuk melakukan hubungan seksual sebelum menikah, remaja yang tidak dapat menahan diri dan tidak terinformasikan mengenai Pendidikan Kesehatan reproduksi memiliki kecenderungan untuk melanggar.
3. Pengalaman pribadi Penanguhan usia perkawinan, baik secara hukum undang-undang mengenai perkawinan yang menetapkan usia menikah sekurangnya 16 tahun pada wanita serta 19 tahun pada pria, ataupun akibat norma social.
4. Emosi dari dalam diri individu Perubahan hormonal yang meningkatkan Hasrat seksual remaja.
Peningkatan hasrat seksual ini membutuhkan penyaluran dalam bentuk tingkah laku seksual tertentu.
B. Aktifitas Seksual Pranikah
Kylie dan carman (2014), aktifitas seksual yang sering dijumpai pada remaja yaitu:
1. Masturbasi
Masturbasi dalah menyentuh, menggosok dan meraba bagian tubuh sendiri yang peka sehingga menimbulkan rasa menyenangkan untuk mendapat kepuasan seksual, baik tanpa menggunakan alat maupun menggunakan alat.
2. Petting
Pola perilaku seksual ini tidak saja dilakukan oleh pasangan suami istri, tetapi telah dilakukan oleh sebagian remaja. Petting adalah melakukan hubungan seksual degan atau tanpa pakaian tanpa melakukan penetrasi penis kedalam vagina.
3. Hubungan seksual
Hubungan seksual yatu masuknya penis kedalam vagina, bila terjadi ejakulasi dengan posisi alat kelamin laki-laki berada dalam vagina memudahkan pertemuan sperma dan sel telur yang menyebabkan terjadinya pembuahan dan kehamilan.
C. Dampak Negatif Perilaku Seksual Pranikah
Dampak negatif dari perilaku seksual pranikah pada remaja diantaranya:
1. Dampak Psikologis
Perasaan marah, depresi, rendah diri, rasa berdosa, hilang harapan masa depan (Rosyidah, 2019)
2. Dampak Fisiologis
Dampak fisologis mengenai perilaku seksual pranikah ini mampu mengakibatkan:
a. Risiko kehamilan pada usia dini;
b. Risiko psikologis; yaitu perasaan tertekan (stress), kecemasan/kekhawatiran yang tinggi disebabkan menanggung beban akan menjadi ayah maupun ibu, serta adanya perasaan malu dan bersalah, dikucilkan orang tua, serta pertengkaran maupun ditinggalkan oleh ayah dari anak yang dikandung
c. Risiko social; dikucilkan hingga memperoleh cemoohan dari orang lain, dikeluarkan dari sekolah, terganggu masa depannya, serta menjadi ibu tunggal
d. Aborsi ataupun keguguran 3. Dampak Sosial
Dampak sosial yang timbul akibat perilaku seksual yang dilakukan sebelum saatnya antara lain dikucilkan, putus sekolah pada remaja perempuan yang hamil, dan perubahan peran menjadi ibu (Damarsih, 2009)
4. Dampak Fisik;
a. Penyakit menular seksual
Macam-macam penyakit menular seksual: herpes, gonorrhea, sifilis, chlamydia, kandidiasis, trikomoniasis
b. Kanker Serviks
Kanker serviks adalah keganasan yang terjadi berasal dari sel leher Rahim.
Kanker leher Rahim disebabkan oleh infeksi human papilloma virus (HPV). Kanker serviks ditularkan melalui hubungan seksual. Perempuan yang melakukan aktifitas seksual sebelum usia 18 tahun, berganti-ganti pasangan, menderita penyakit menular seksual (PMS), berhubungan dengan pria yang sering berganti-ganti pasangan, penurunan kekebalan tubuh merupakan faktor risiko terjadi kanker serviks.
c. HIV/AIDS
HIV adalah nama virus yang merupakan singkatan dari Human Immunodeficency Virus, yaitu virus atau jasa renik yang sangat kecil yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia.
Dalam kondisi tersebut sistem kekebalan tubuh telah sangat parah kehilangan, sehingga segala jenis kuman, virus, serta bibit penyakit dapat menyerang tubuh tanpa dapat dilawan.
Adanya kontak maupun pencampuran dengan cairan tubuh yang telah mengandung HIV, melalui hubungan seksual dan melalui darah, yaitu saat pengguna jarum suntik yang tidak steril.
RUBRIK PENILAIAN PRESENTASI
No Nama Peserta Didik
Kelengkapan Materi
Kemampuan
Presentasi Kerja Sama Total Skor
Nilai Akhir 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1
𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝐴𝑘ℎ𝑖𝑟 =𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎
𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑠𝑘𝑜𝑟 × 100
No Aspek Skor Kriteria Skor
1 Kelengkapan Materi 3 − Materi dipresentasikan dengan ringkas dan mudah dipahami
− Dilengkapi dengan gambar yang menarik dan sesuai dengan materi
− Menyampaikan lima pertanyaan kepada peserta didik lainnya
3 Terdapat 1 kriteria pada kelengkapan materi tidak terpenuhi
2 Terdapat 2 kriteria pada kelengkapan materi tidak terpenuhi
1 Terdapat lebih dari 2 kriteria pada kelengkapan materi tidak terpenuhi
No Aspek Skor Kriteria Skor
2 Kemampuan
Presentasi
4 − Dipresentasikan dengan percaya diri, antusias, dan bahasa yang lantang
− Seluruh anggota kelompok berpartisipasi dalam presentasi
− Dapat mengemukakan ide dan beragumen dengan baik
Memanajeman waktu presentasi dengan baik 3 Terdapat 1 kriteria pada Kemampuan Presentasi
tidak terpenuhi
2 Terdapat 2 kriteria pada Kemampuan Presentasi tidak terpenuhi
1 Terdapat lebih dari 2 kriteria pada Kemampuan Presentasi tidak terpenuhi
3 Kerja sama 4 − Pembagian Tugas
− Seluruh anggota kelompok berpartisipasi dalam tanggung jawabnya
− Hasil tugas (relevansi dengan bahan)
Menyelesaikan tugas kelompok dengan baik baik tim presentasi maupun tim yang keliling
3 − Terdapat 1 kriteria pada kerja sama tidak terpenuhi 2 − Terdapat 2 kriteria pada kerja sama tidak terpenuhi 1 − Terdapat lebih dari 2 kriteria pada kerja sama tidak
terpenuhi
AKTIVITAS 4
ALOKASI
WAKTU BAHAN PERAN GURU DIMENSI PROFIL
PELAJAR PANCASILA Memahami
dampak akibat tidak menjaga kesehatan reproduksi dan melakukan perilaku seks bebas.
4 J P 1. PPT
2. LKPD
Fasilitator, narasumber
1. Berkebinekaan global
2. Bergotong-royong 3. Kreatif
TUJUAN
1. Peserta didik mampu membuat karya yang berisikan kampanye kesehatan reproduksi/ stop hubungan seks sebelum menikah sesuai minat dan bakatnya
KEGIATAN PERSIAPAN
1. Guru mempersiapkan LKPD dan PPT 2. Peserta didik mempersiapkan gawai
3. Guru membagi peserta didik dalam 6 kelompok kerja
PELAKSANAAN JP ke-
1. Guru melakukan pembukaan dengan salam dan dilanjutkan dengan berdoa 2. Guru mengecek kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
3. Guru mengkondisikan peserta didik agar siap untuk mengikuti pembelajaran 4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai yaitu
mengidentifikasi dampak sex pranikah
5. Guru memberi motivasi dengan menyampaikan manfaat pembelajaran terkait dampak sex pranikah
6. Guru mempersilahkan peserta didik duduk berkelompok, sesuai kelompok di pertemuan sebelumnya.
7. Peserta didik membuat karya mengenai kampanye kesehatan reproduksi/ stop hubungan seks sebelum menikah sesuai minat dan bakatnya
8. Peserta didik mempresentasikan/ mendemonstrasikan hasil karya mengenai kampanye kesehatan reproduksi/ stop hubungan seks sebelum menikah sesuai minat dan bakatnya
9. Guru membimbing peserta didik membuat dokumentasi dalam bentuk video, untuk di upload di Instagram kelas, dengan men-tag Instagram @P5_Sixtas
13-16
TUGAS
1. Mengisi LKPD (membuat karya kampanye mengenai kesehatan reproduksi/ stop hubungan seksual sebelum menikah)
2. Presentasi kelompok
RUBRIK PENILAIAN PRESENTASI
No Nama Peserta Didik
Kelengkapan Materi
Kemampuan
Presentasi Kerja Sama Total Skor
Nilai Akhir 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1
𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝐴𝑘ℎ𝑖𝑟 =𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎
𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑠𝑘𝑜𝑟 × 100
No Aspek Skor Kriteria Skor
1 Kelengkapan Materi 4 − Poster terdiri dari judul, dan isi materi dan nama kelompok
− Materi dituliskan ringkas dan mudah dipahami
− Dilengkapi dengan gambar yang menarik dan sesuai dengan materi
− Menyampaikan lima pertanyaan kepada peserta didik lainnya
3 Terdapat 1 kriteria pada kelengkapan materi tidak terpenuhi
2 Terdapat 2 kriteria pada kelengkapan materi tidak terpenuhi
1 Terdapat lebih dari 2 kriteria pada kelengkapan materi tidak terpenuhi
No Aspek Skor Kriteria Skor 2 Kemampuan
Presentasi
4 − Dipresentasikan dengan percaya diri, antusias, dan bahasa yang lantang
− Seluruh anggota kelompok berpartisipasi dalam presentasi
− Dapat mengemukakan ide dan beragumen dengan baik
Memanajeman waktu presentasi dengan baik 3 Terdapat 1 kriteria pada Kemampuan Presentasi
− tidak terpenuhi
2 Terdapat 2 kriteria pada Kemampuan Presentasi tidak terpenuhi
1 Terdapat lebih dari 2 kriteria pada Kemampuan Presentasi tidak terpenuhi
3 Kerja sama 4 − Pembagian Tugas
− Seluruh anggota kelompok berpartisipasi dalam tanggung jawabnya
− Hasil tugas (relevansi dengan bahan)
Menyelesaikan tugas kelompok dengan baik baik tim presentasi maupun tim yang keliling
3 − Terdapat 1 kriteria pada kerja sama tidak terpenuhi 2 − Terdapat 2 kriteria pada kerja sama tidak terpenuhi 1 − Terdapat lebih dari 2 kriteria pada kerja sama tidak
terpenuhi