RENCANA STRATEGIS
DINAS PARIWISATA KABUPATEN SLEMAN TAHUN 2021-2026
Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman
2021
[AUTHOR NAME] ii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN I.1
1.1. Latar Belakang I.1
1.2. Landasan Hukum I.3
1.3. Maksud dan Tujuan I.5
1.4. Sistematika Penulisan I.6
BAB II GAMBARAN PELAYANAN DINAS PARIWISATA KABUPATEN SLEMAN
II.1 2.1. Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi II.1
2.2. Sumber Daya II.8
2.3. Kinerja Pelayanan II.10
2.4. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan II.17 BAB III. PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS DINAS
PARIWISATA KABUPATEN SLEMAN III.1
3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi
Pelayanan III.1
3.2. Telaah Visi, Misi, dan Program Kepala Daerah dan Wakil
Kepala Daerah Terpilih III.4
3.3. Telaah Renstra Kementerian Pariwisata dan Ekonomi
Kreatif dan Renstra Dinas Pariwisata DIY III.6 3.4. Telaah Rencana Tata Ruang Wilayah dan KLHS III.9
3.5. Penentuan Isu-isu Strategis III.12
BAB IV. TUJUAN DAN SASARAN IV.1
4.1. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah IV.5
4.2. Indikator Kinerja Utama Tahun 2021-2026 IV.7
BAB V. STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN V.1
BAB VI. RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN SERTA PENDANAAN VI.1 BAB VII. KINERJA PENYELENGGARAAN BIDANG URUSAN VII.1
BAB VIII. PENUTUP VIII.1
[AUTHOR NAME] 2i
I. 1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Pariwisata merupakan salah satu sektor yang memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian Kabupaten Sleman. Sektor pariwisata merupakan sektor penyumbang Pendapatan Daerah Regional Bruto (PDRB) terbesar ke-3 di Kabupaten Sleman. Sektor pariwisata juga menunjukkan kontribusi yang signifikan pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pembangunan kepariwisataan merupakan bagian dari seluruh gerak pembangunan di Kabupaten Sleman. Seperti halnya dengan sektor lain, pembangunan kepariwisataan harus direncanakan dengan tahapan yang jelas, untuk mencapai tujuan pembangunan kepariwisataan yang telah ditetapkan.
Pembangunan kepariwisataan juga harus direncanakan secara strategis sebagai perwujudan dari Visi dan Misi Kepala Daerah dan merupakan bagian integral dan sekaligus penerjemahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sleman. Selain itu, pembangunan kepariwisataan juga mengikuti arahan grand design yang ditetapkan melalui Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan (RPIK) Kabupaten Sleman (Peraturan Daerah Kabupaten Sleman No 11 Tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten Sleman 2015-2025).
Kondisi kepariwisataan dalam periode perencanaan kali ini (2021-2026) sedang mengalami tekanan karena pandemi Covid-19. Pandemi ini menunjukkan kenyataan bahwa sektor pariwisata adalah sektor yang paling rentan dengan berbagai ‘berita buruk’, termasuk di dalamnya adalah pandemi, bencana alam, maupun ancaman bagi keamanan (terorisme, dan lain-lain). Selain itu, pandemi Covid-19 ini secara jangka panjang akan memberikan dampak pada pembangunan kepariwisataan, terutama dalam pembangunan destinasi yang sehat, aman, dan berkualitas dan pemasaran pariwisata yang tepat sasaran, inovatif, dan menggunakan teknologi informasi secara optimal.
I. 2 Pembangunan kepariwisataan di Kabupaten Sleman juga menjadi bagian dari konteks pembangunan kepariwisataan nasional dan pembangunan kepariwisataan Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam konteks nasional, pengembangan paradigma pembangunan menuju Pariwisata yang Berkualitas (Quality Tourism) memberikan arah pengembangan kepariwisataan di Kabupaten Sleman.
Penggabungan ekonomi kreatif dengan pariwisata dalam satu Kementerian (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) mengamanatkan kolaborasi yang lebih intensif antara pariwisata dengan ekonomi kreatif. Hal ini perlu diinterpretasikan dengan tepat oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, untuk menghasilkan strategi dan program yang paling efektif.
Isu strategis nasional lainnya adalah pengembangan Destinasi Super Prioritas Nasional (DSPN) Borobudur-Yogyakarta-Prambanan, yang mencakup Kawasan Strategis Pariwisata di Kabupaten Sleman. Kabupaten Sleman yang menjadi menjadi bagian dari DSPN B-Y-P ini juga harus mendukung pengembangan kawasan tersebut.
Pengembangan infrastruktur, yaitu Bandar Udara Yogyakarta Internasional Airport, Jalur Jalan Lintas Selatan, dan Jalan Tol, juga memberikan peluang strategis bagi kepariwisataan Sleman, khususnya untuk kawasan-kawasan pariwisata yang bisa mendapatkan manfaat langsung dari pembangunan infrastruktur tersebut. Bandara YIA yang menjadi hub internasional memberikan peluang bagi pengembangan pariwisata di Kabupaten Sleman yang ditujukan bagi wisatawan mancanegara.
Pengembangan kepariwisataan di Daerah Istimewa Yogyakarta yang tertuang dalam Rencana Strategis Dinas Pariwisata DIY juga menjadi acuan dan konteks penyusunan Rencana Strategis Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman. Secara umum, pembangunan kepariwisataan DIY yang diarahkan oleh Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan DIY (Peraturan Daerah DIY No.1 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Perda DIY No.1 Tahun 2012 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Provinsi DIY Tahun 2012-2025), mengamanatkan kawasan-kawasan strategis pariwisata daerah yang meliputi kawasan-kawasan di Kabupaten Sleman. Kawasan Prioritas Pengembangan juga diamanatkan dalam Peraturan Gubernur no 193 tahun 2017, dimana Kawasan Kaliurang dskt dan Kawasan Prambanan-Ratu Boko dskt.
Berdasarkan isu strategis di atas, Rencana Strategis Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman disusun dokumen yang memiliki nilai penting bagi pembangunan kepariwisataan Kabupaten Sleman. Sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017, dokumen Rencana Strategis Perangkat Daerah merupakan penjabaran dari Visi dan Misi RPJMD yang penyusunannya berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJPD) dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten (lihat Gambar 1.1.) serta memperhatikan RPJM Nasional, RPJMD Provinsi, dan RPJMD dan RTRW Kabupaten/kota. Dokumen Rencana Strategis Perangkat Daerah juga memuat Visi, Misi, Tujuan, Strategi, Kebijakan, Program, dan Kegiatan Perangkat Daerah Sesuai Tupoksi Perangka Daerah.
Dalam konteks penyelenggaraan pembangunan daerah, fungsi Rencana Strategis Dinas Pariwisata adalah sebagai acuan yang memberikan arahan bagi Perangkat Daerah
I. 3 dalam melaksanakan program dan kegiatan. Program dan kegiatan disusun sebagai program dan kegiatan yang berkelanjutan yang dirancang sedemikian rupa untuk mencapai Visi, Misi, dan Tujuan pembangunan pariwisata.
Secara umum, Rencana Strategis Perangkat Daerah disusun untuk memberikan arah:
a. Arah pelayanan yang akan dikembangkan dan hendak dicapai Perangkat Daerah dalam periode lima tahun ke depan;
b. Kebijakan strategis dan langkah-langkah yang perlu diambil dan dilaksanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Rencana Strategis Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Tahun 2021-2026 ini merupakan dokumen perencanaan yang memberikan arahan bagi pembangunan pariwisata di Kabupaten Sleman. Rencana Strategis ini memuat kebijakan, strategi, dan program pembangunan pariwisata, target kinerja, dan indikator kinerja pembangunan pariwisata di Kabupaten Sleman.
1.2. LANDASAN HUKUM
Landasan hukum penyusunan Rencana Strategis Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman 2021-2026 adalah sebagai berikut:
a. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);
b. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2012 Nomor 170, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5339);
c. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 254, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6573);
d. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6322);
e. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 136);
I. 4 f. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara
Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 1312);
g. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 90 Tahun 2019 tentang Klasifikasi, Kodefikasi, Dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan Dan Keuangan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 1447);
h. Peraturan Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 2 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Tahun 2005-2025 (Lembaran Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2009 Nomor 2);
i. Peraturan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 3 Tahun 2018 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2017-2022 (Lembaran Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2018 Nomor 3);
j. Peraturan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 1 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan DaerahDaerah Istimewa YogyakartaNomor 1 Tahun 2012 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Provinsi DIY Tahun 2012-2025 (Lembaran Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2019 Nomor 1);
k. Peraturan Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 5 Tahun 2019 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2019- 2039 (Lembaran Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2019 Nomor 5);
l. Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 86 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 34 Tahun 2018 Tentang Rencana Aksi Daerah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Tahun 2018-2022 (Berita Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2019 Nomor 86);
m. Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Kabupaten Sleman Tahun 2006-2025 (Lembaran Daerah Kabupaten Sleman Tahun 2005 Nomor 1 Seri E);
n. Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 11 Tahun 2015 Tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Tahun 2015–2025 (Lembaran Daerah Kabupaten Sleman Tahun 2015 Nomor 4 Seri E);
a. Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 1 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Pemerintah Kabupaten Sleman (Lembaran Daerah Kabupaten Sleman Tahun 2020 Nomor 1);
I. 5 b. Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 3 Tahun 2021 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Sleman Tahun 2021-2026 (Lembaran Daerah Kabupaten Sleman Tahun 2021 Nomor 4, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Sleman Nomor 174);
c. Peraturan Bupati Sleman Nomor 94 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi serta Tata Kerja Dinas Pariwisata.
1.3. MAKSUD DAN TUJUAN 1.3.1. Maksud
Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Tahun 2021- 2026 dimaksudkan untuk :
a) Memberikan arah Memberikan arah dan pedoman bagi seluruh personil Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman dalam melaksanakan tugas dan fungsinya terkait pelaksanaan urusan Pariwisata
b) Memberikan informasi kepada pemangku kepentingan tentang rencana program dan rencana kegiatan Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman dalam mengoordinasikan urusan Pariwisata.
c) Mempermudah pengendalian kegiatan serta pelaksanaan koordinasi antar Perangkat Daerah maupun dengan kebutuhan pihak terkait lainnya.
1.3.2. Tujuan
Tujuan penyusunan Rencana Strategis Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Tahun 2021-2026 adalah:
a. Meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik
b. Menguatkan pelaksanaan akuntabilitas kinerja Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman sebagai wujud pertanggungjawaban dalam pencapaian visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, dan kebijakan pembangunan daerah.
I. 6
Bagan Alur Renstra Perangkat Daerah
Gambar 1.1. Hubungan antara RPJMD dengan Renstra Perangkat Daerah
1.4. SISTEMATIKA PENULISAN
Rencana Strategis Dinas Pariwisata Sleman 2021-2026 ini disusun sesuai arahan dalam Permendagri No. 86 Tahun 2017, yaitu dengan sistematika sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.2. Landasan Hukum 1.3. Maksud dan Tujuan 1.4. Sistematika Penulisan
BAB II GAMBARAN PELAYANAN DINAS PARIWISATA KABUPATEN SLEMAN
2.1. Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi 2.2. Sumber Daya
2.3. Kinerja Pelayanan
2.4. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan KEPALA DAERAH
VISI/ MISI
TUJUAN/
SASARAN
Progam Pembangunan
Daerah
Progam Penyelenggara-
an Urusan Pemerintah
Daerah
KEPALA PD
TUJUAN/
SASARAN
PROGRAM/
KEGIATAN PRIORITAS
• Prioritas
• Tujuan dan Sasaran menerjemah- kan dari Visi/
Misi Kepala Daerah &
RPJMD
Program Pembangunan Daerah yang berisi program- program prioritas untuk mewujudkan Visi dan Misi Kepala Daerah (RPJMD)
RENSTRA PD
RPJMD
I. 7 BAB III. PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS DINAS PARIWISATA
KABUPATEN SLEMAN
3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan
3.2. Telaah Visi, Misi, dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih
3.3. Telaah Renstra Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Renstra Dinas Pariwisata DIY
3.4. Telaah Rencana Tata Ruang Wilayah dan KLHS 3.5. Penentuan Isu-isu Strategis
BAB IV. TUJUAN DAN SASARAN
4.1. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah 4.2, Indikator Kinerja Utama Tahun 2021-2026 BAB V. STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN
BAB VI. RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN SERTA PENDANAAN BAB VII. KINERJA PENYELENGGARAAN BIDANG URUSAN
BAB VIII. PENUTUP
I. 8
II. 1
BAB II
GAMBARAN PELAYANAN DINAS PARIWISATA KABUPATEN SLEMAN
Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman mulai dibentuk pada tahun 2017 berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Pemerintah Kabupaten Sleman dan Peraturan Bupati Sleman Nomor 94 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Dinas Pariwisata.
2.1. TUGAS, FUNGSI, DAN STRUKTUR ORGANISASI
Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman mempunyai tugas dan fungsi serta struktur organisasi sebagai berikut:
2.1.1. Tugas Pokok dan Fungsi
Dinas Pariwisata mempunyai tugas membantu Bupati melaksanakan urusan pemerintahan dan tugas pembantuan di bidang pariwisata.
Dinas Pariwisata dalam melaksanakan tugas mempunyai fungsi:
1) penyusunan rencana kerja Dinas Pariwisata;
2) perumusan kebijakan teknis urusan pemerintahan bidang pariwisata;
3) pelaksanaan, pelayanan, pembinaan, dan pengendalian urusan pemerintahan bidang pariwisata;
4) evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pemerintahan bidang pariwisata;
5) pelaksanaan kesekretariatan dinas; dan
6) pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai tugas dan fungsinya dan/atau sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
II. 2 Bagan Susunan Organisasi Dinas Pariwisata
Gambar 2.1. Struktur Organisasi Dinas Pariwisata
2.1.2. Struktur Organisasi
Struktur organisasi Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman terdiri dari:
1) Kepala Dinas;
2) Sekretariat terdiri dari:
a. Subbagian Umum dan Kepegawaian; dan
b. Subbagian Keuangan, Perencanaan dan Evaluasi.
Sekretariat mempunyai tugas melaksanakan urusan umum, urusan kepegawaian, urusan keuangan, urusan perencanaan dan evaluasi, serta mengoordinasikan pelaksanaan tugas satuan organisasi.Sekretariat dalam melaksanakan tugas mempunyai fungsi:
▪ penyusunan rencana kerja Sekretariat dan Dinas Pariwisata;
▪ perumusan kebijakan teknis kesekretariatan;
▪ pelaksanaan urusan umum;
▪ pelaksanaan urusan kepegawaian;
▪ pelaksanaan urusan keuangan;
▪ pelaksanaan urusan perencanaan dan evaluasi;
▪ pengoordinasian pelaksanaan tugas satuan organisasi lingkup Dinas Pariwisata; dan
▪ evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kerja Sekretariat dan Dinas Pariwisata.
II. 3 Masing-masing subaggian memiliki tugas pokok dan fungsi sebagai berikut:
a. Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyiapkan bahan pelaksanaan urusan umum dan urusan kepegawaian.
Subbagian Umum dan Kepegawaian dalam melaksanakan tugas mempunyai fungsi:
‑ penyusunan rencana kerja Subbagian Umum dan Kepegawaian;
‑ perumusan kebijakan teknis pelaksanaan urusan umum dan urusan kepegawaian;
‑ pengelolaan persuratan dan kearsipan;
‑ pengelolaan perlengkapan, keamanan, dan kebersihan;
‑ pengelolaan dokumentasi dan informasi;
‑ penyusunan perencanaan kebutuhan, pengembangan dan pembinaan pegawai;
‑ pelayanan administrasi pegawai dan pengelolaan tata usaha kepegawaian; dan
‑ evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kerja Subbagian Umum dan Kepegawaian.
b. Subbagian Keuangan, Perencanaan dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan bahan pelaksanaan urusan keuangan, urusan perencanaan dan evaluasi. Subbagian Keuangan, Perencanaan dan Evaluasi dalam melaksanakan tugas mempunyai fungsi:
‑ penyusunan rencana kerja Subbagian Keuangan, Perencanaan dan Evaluasi;
‑ perumusan kebijakan teknis pelaksanaan urusan keuangan, urusan perencanaan dan evaluasi;
‑ pengoordinasian penyusunan rencana kerja Sekretariat dan Dinas Pariwisata;
‑ pelaksanaan perbendaharaan, pembukuan, dan pelaporan keuangan;
‑ pengoordinasian evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kerja Sekretariat dan pelaksanaan kerja Dinas Pariwisata; dan
‑ evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kerja Subbagian Keuangan, Perencanaan dan Evaluasi.
3) Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terdiri dari:
a. Seksi Fasilitas Pariwisata; dan
b. Seksi Atraksi Wisata dan Ekonomi Kreatif.
II. 4 Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melaksanakan tugas mengembangkan fasilitas obyek daya tarik wisata, atraksi wisata dan ekonomi kreatif. Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam melaksanakan tugas mempunyai fungsi:
▪ penyusunan rencana kerja Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif;
▪ perumusan kebijakan teknis pengembangan destinasi pariwisata;
▪ pengembangan fasilitas obyek daya tarik wisata;
▪ pengembangan atraksi wisata;
▪ pengembangan ekonomi kreatif; dan
▪ evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kerja Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Masing-masing seksi memiliki tugas pokok dan fungsi sebagai berikut:
a. Seksi Fasilitas Pariwisata mempunyai tugas menyiapkan bahan pengembangan fasilitas obyek daya tarik wisata. Seksi Fasilitas Pariwisata dalam melaksanakan tugas mempunyai fungsi:
‑ penyusunan rencana kerja Seksi Fasilitas Pariwisata;
‑ perumusan kebijakan teknis pengembangan fasilitas obyek daya Tarik wisata;
‑ pembinaan pengelolaan fasilitas obyek daya tarik wisata;
‑ pengembangan fasilitas obyek daya tarik wisata;
‑ pengelolaan data potensi obyek dan daya tarik wisata; dan
‑ evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kerja Seksi Fasilitas Pariwisata.
b. Seksi Atraksi Wisata dan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas menyiapkan bahan pengembangan atraksi wisata dan ekonomi kreatif. Seksi Atraksi Wisata dan Ekonomi Kreatif dalam melaksanakan tugas mempunyai fungsi:
‑ penyusunan rencana kerja Seksi Atraksi Wisata dan Ekonomi Kreatif;
‑ perumusan kebijakan teknis pengembangan atraksi wisata;
‑ pelaksanaan dan pengembangan atraksi wisata;
‑ pengoordinasian dan pembinaan pengembangan zona ekonomi kreatif; dan
‑ evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kerja Seksi Atraksi Wisata dan Ekonomi Kreatif.
II. 5 4) Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Usaha Pariwisata
terdiri dari:
a. Seksi Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Kelembagaan;
dan
b. Seksi Pembinaan Usaha Pariwisata.
Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Usaha Pariwisata melaksanakan tugas membina dan mengembangkan sumber daya manusia dan usaha pariwisata.Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Usaha Pariwisata dalam melaksanakan tugas mempunyai fungsi:
▪ penyusunan rencana kerja Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Usaha Pariwisata;
▪ perumusan kebijakan teknis pengembangan sumber daya manusia dan usaha pariwisata;
▪ pengembangan sumber daya manusia dan usaha pariwisata;
▪ pembinaan sumber daya manusia pariwisata dan usaha pariwisata;
▪ pembinaan kelembagaan dan partisipasi kepariwisataan lokal, nasional maupun internasional; dan
▪ evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kerja Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Usaha Pariwisata.
Masing-masing seksi memiliki tugas pokok dan fungsi sebagai berikut:
a. Seksi Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Kelembagaan mempunyai tugas menyiapkan bahan pengembangan sumber daya manusia dan kelembagaan kepariwisataan. Seksi Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Kelembagaan dalam melaksanakan tugas mempunyai fungsi:
‑ penyusunan rencana kerja Seksi Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Kelembagaan;
‑ perumusan kebijakan teknis pengembangan sumber daya manusia dan kelembagaan kepariwisataan;
‑ pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia pariwisata;
‑ pembinaan kelembagaan kepariwisataan; dan
‑ evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kerja Seksi Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Kelembagaan.
b. Seksi Pembinaan Usaha Pariwisata mempunyai tugas menyiapkan bahan pembinaan usaha pariwisata. Seksi Pembinaan Usaha Pariwisata dalam melaksanakan tugas mempunyai fungsi:
II. 6
‑ penyusunan rencana kerja Seksi Pembinaan Usaha Pariwisata;
‑ perumusan kebijakan teknis pembinaan usaha pariwisata;
‑ pengelolaan data usaha pariwisata;
‑ pembinaan usaha pariwisata;
‑ pembinaan dan pengawasan perizinan usaha pariwisata; dan
‑ evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kerja Seksi Pembinaan Usaha Pariwista.
5) Bidang Pemasaran Pariwisata terdiri dari:
a. Seksi Analisa Pasar, Dokumentasi dan Informasi Pariwisata; dan b. Seksi Promosi Pariwisata.
Bidang Pemasaran Pariwisata melaksanakan tugas pemasaran pariwisata. Bidang Pemasaran Pariwisata dalam melaksanakan tugas mempunyai fungsi:
▪ penyusunan rencana kerja Bidang Pemasaran Pariwisata;
▪ perumusan kebijakan teknis pemasaran pariwisata;
▪ penyusunan analisa pasar kepariwisataan;
▪ pengelolaan dokumentasi dan informasi pariwisata;
▪ pengembangan promosi pariwisata; dan
▪ evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kerja Bidang Pemasaran Pariwisata.
Masing-masing seksi memiliki tugas pokok dan fungsi sebagai berikut:
a. Seksi Analisa Pasar, Dokumentasi dan Informasi Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan analisa pasar dan mengelola dokumentasi dan informasi. Seksi Analisa Pasar, Dokumentasi dan Informasi Pariwisata dalam melaksanakan tugas mempunyai fungsi:
‑ penyusunan rencana kerja Seksi Analisa Pasar, Dokumentasi dan Informasi;
‑ perumusan kebijakan teknis analisa pasar, dokumentasi dan informasi;
‑ pelaksanaan dan pembinaan analisa pasar;
‑ pengelolaan dokumentasi dan informasi pariwisata; dan
‑ evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kerja Seksi Analisa Pasar, Dokumentasi dan Informasi Pariwisata.
b. Seksi Promosi Pariwisata melaksanakan tugas mengembangkan promosi pariwisata. Seksi Promosi Pariwisata dalam melaksanakan tugas mempunyai fungsi:
II. 7
‑ penyusunan rencana kerja Seksi Promosi Pariwisata;
‑ perumusan kebijakan teknis promosi pariwisata;
‑ pelaksanaan dan pengembangan promosi pariwisata; dan
‑ evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kerja Seksi Promosi Pariwisata.
6) Unit Pelaksana Teknis Unit Pelaksana Teknis mempunyai tugas melaksanakan sebagian kegiatan teknis operasional dan/atau kegiatan teknis penunjang Dinas Pariwisata.
7) Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Dinas Pariwisata sesuai dengan keahlian.
2.1.3. Tata Laksana
Sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, secara garis besar dapat dikelompokan menjadi:
a. Pariwisata;
b. Pelaksanaan tugas bidang pariwisata;
c. Penyelenggaraan pelayanan umum bidang pariwisata; dan
d. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Tata laksana tersebut dalam rangka melaksanakan tugas Dinas Pariwisata dalam menyelenggarakan Pemerintah Daerah di Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Usaha Pariwisata, Bidang Pemasaran Pariwisata, dan unit pelaksana teknis. Salah satu upaya penataan tata laksana diwujudkan dalam bentuk penyusunan dan implementasi Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam melaksanakan tugas dan fungsi aparatur pemerintah.
Standar Operasional Prosedur adalah serangkaian instruksi tertulis yang dibakukan mengenai berbagai proses penyelenggaraan aktivitas organisasi, bagaimana dan kapan harus dilakukan, dimana dan oleh siapa dilakukan. Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman telah menyusun beberapa SOP yang digunakan sebagai pedoman pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi.
Beberapa SOP yang telah disusun Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman adalah sebagai berikut:
1) SOP Perijinan Usaha Pariwisata;
2) SOP Alur Surat Masuk dan Keluar;
3) SOP Penyetoran Hasil Tiket dan SOP Penyimpanan Bonggol Tiket;
4) SOP Pelayanan Informasi Publik;
II. 8 5) SOP Pelayanan Pengaduan Pariwisata;
6) SOP Pengumpulan Data Kinerja dalam Penyusunan LAKIP;
7) SOP Pelayanan Permohonan Informasi Publik;
8) SOP Protokol Kesehatan di Desa-Desa Wisata.
2.2. SUMBER DAYA
2.2.1. Sumber Daya Manusia
Jumlah pegawai Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman adalah sebagai berikut:
a. Jumlah Pegawai Dinas Pariwisata menurut Golongan adalah sebagai berikut (Juni 2021):
Tabel 2.1. Jumlah Pegawai Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman
No Unit Kerja Golongan
Jumlah IV III II I
1 Kepala Dinas 1 - - - 1
2 Sekretariat 1 7 7 - 15
3 Bidang Pengembangan Destinasi pariwisata dan Ekonomi Kreatif
1 3 12 - 16
4 Bidang Pengembangan Sumber daya manusia dan Usaha Pariwisata
1 4 3 - 8
5 Bidang Pemasaran
Pariwisata 1 4 2 - 7
Jumlah 5 18 24 - 47
b. Jumlah Pegawai Dinas Pariwisata menurut Tingkat Pendidikan adalah sebagai berikut (Juni 2021):
▪ Pegawai Negeri
Tabel 2.2. Jumlah Pegawai Negeri Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman No Unit Kerja
Pendidikan S-2 S-1 Dipl SLT Jml A
SLT P
SD
1 Kepala Dinas 1 - - - - - 1
2 Sekretariat 2 2 3 8 - - 15
3 Bidang
Pengembangan Destinasi pariwisata dan Ekonomi Kreatif
2 1 - 13 - - 16
4 Bidang
Pengembangan Sumber daya manusia dan Usaha Pariwisata
1 4 - 3 - - 8
5 Bidang Pemasaran
Pariwisata 3 2 - 2 - - 7
Jumlah 9 9 3 26 - - 47
II. 9
▪ Pegawai Harian Lepas:
Tabel 2.3. Jumlah Pegawai Harian Lepas Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman
No Unit Kerja Pendidikan
S-2 S-1 Dipl SLTA SLTP SD Jml
1. Sekretariat - 1 - 2 - - 3
2. Bidang
Pengembangan Destinasi pariwisata dan Ekonomi Kreatif
- 1 - 1 - - 2
3. Bidang Pemasaran Pariwisata
- - 1 1 - - 2
4. Bidang
Pengembangan Sumber daya manusia dan Usaha Pariwisata
- 2 - - - - 2
Jumlah - 4 1 4 - - 9
▪ Petugas Outsourcing Kebersihan dan Keamanan
Tabel 2.4. Jumlah Pegawai OutsourcingKebersihan dan Keamanan Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman
No Unit Kerja Pendidikan
S-2 S-1 Dipl SLTA SLTP SD Jml
1. Kantor Dinas - - - 9 - - 9
2. Bidang
Pengembangan Destinasi pariwisata dan Ekonomi Kreatif
- - - 11 - - 11
Jumlah - - - 20 - - 20
c. Kondisi Pegawai menurut Kelompok Umur per Bidang (Desember 2020):
Tabel 2.5. Jumlah Pegawai Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Menurut Kelompok Umur
No
Kelompok Umur (Tahun)
Sekretariat
Bid.
Pengemb.
DestinasiPari wisata&
Ekonomi Kraetif
Bid.
Pengemb.
SDM &
Usaha Pariwisata
Bid.
Pemasaran JML
1. 24
kebawah - - - - -
2. 25 – 29 - - - - -
3. 30 – 34 - - 1 - 1
4. 35 – 39 1 3 - 1 5
5. 40 – 44 1 2 1 4 8
6. 45 – 49 10 6 3 1 20
7. 50 – 54 3 7 - - 10
8. 55 ke atas 1 - 1 - 2
Jumlah 16 18 7 6 47
2.2.2. Sarana dan Prasarana
Kantor Dinas Pariwisata terdiri dari 1unit gedung digunakan untuk Kantor Sekretariat, Bidang Pengembangan Destinasi dan Ekonomi Kreatif, Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Usaha Pariwisata dan Bidang Pemasaran Pariwisata. Adanya sarana dan prasarana yang memadai sangat
II. 10 mendukung kelancaran dan keberhasilan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Dinas Pariwisata.
2.3. KINERJA PELAYANAN
2.3.1. Kondisi Umum Pelayanan
Kabupaten Sleman memiliki daya tarik pariwisata yang terpadu antara panorama alam yang kuat dengan kebudayaan. Banyak variasi wisata diciptakan di Kawasan Lereng Merapi yang berudara sejuk, seperti lapangan golf, taman rekreasi, panjat tebing, tracking tour, lava tour, dan sebagainya. Tersedia pula restoran alam, villa, tour wisata alam, wisata pedesaan, dll.
Dari arah kebijakan yang ditetapkan dan dari pelaksanaan kegiatan pada Dinas Pariwisata, telah diperoleh hasil serta sasaran secara kuantitatif dari tahun 2016sampai dengan 2020 sebagai berikut:
Tabel 2.6. Sasaran Kuantitatif Tahun 2016-2020
NO KINERJA 2016 2017 2018 2020
1. Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Sleman
7.226.595 8.531.738 10.378.188 10.378.188 2. Kontribusi PAD
sektor pariwisata terhadap PAD Kab. Sleman
33,79% 36.23% 39.53% 14.96%
3. Penerimaan pendapatan Sektor Pariwisata
180.636.474.183.2 219.608.685.071 260.993.149.843 117.906.909.404 4. Pengembangan
Desa Wisata 31 desa 36 desa 36 desa 36 desa
Pada lima tahun terakhir, pada umumnya kualitas penyelenggaraan Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman dapat mengalami peningkatan dengan kondisi selama 6 tahun sebagai berikut:
II. 11 a. Pariwisata
Tabel 2.7. Jumlah Wisata, Hotel, dan Restoran Tahun 2016-2020
No Jenis Jumlah
Keterangan 2016 2017 2018 2019 2020
I. Usaha Sarana Wisata
1. Desa Wisata 39 31 36 49 53
2. Hotel Berbintang : 47 63 63 70 63
3. Hotel Non Bintang 150 201 201 201 201
4. Pondok Wisata 256 204 204 207 207
5. Restoran : 73 78 87 125 168
6. Rumah Makan : 261 253 280 247 258
7. Hiburan Umum 140 140 140 140 - RHU sudah tidak relevan
dengan peraturan menteri yang baru
8. Karaoke - - 22 20
9. Klab malam/diskotik - - - - 4
10. Spa - - - - 33
II. Penerbitan/ Pembaharuan izin
Data di DPMPPT bahwa perijinan yang terbit dari tahun 2018 melalui OSS (one single submission) berlaku selamanya, sesuai ketentuan diperundang -undangan
1. Hotel Melati 3 10 9 1 -
2. Pondok wisata 3 14 6 5 -
3. Restoran 23 16 27 16 -
4. Rumah makan 12 9 14 - -
5. Hotel berbintang 12 22 21 6 -
6. RHU 34 30 16 7 -
7. Usaha jasa pariwisata 27 38 33 12 -
Sumber Data: Sie UJP Bidang Pengembangan SDM & Usaha Pariwisata, 2020
b. Jumlah Desa Wisata Mandiri
Hasil klasifikasi Desa Wisata Tahun 2020 yaitu 11 desa wisata dengan status Mandiri, 10 desa wisata dengan status Berkembang, 20 desa wisata dengan status Tumbuh, 12 desa wisata dengan status Rintisan, dan 8 desa wisata dengan status vakum.
Tabel 2.8. Hasil Klasifikasi Desa Wisata Sleman 2020 per Kategori
Rintisan Tumbuh Berkembang Mandiri
1) West Lagoon, Nogotirto,
Gamping
1) Nawung, Gayamharjo, Prambanan
1) Tunggul Arum, Wonokerto, Turi
1) Brayut,
Pendowoharjo, Sleman 2) Cibuk Kidul,
Margoluwih, Seyegan
2) Brajan,
Sendangagung, Minggir
2) Tanjung, Donoharjo, Ngaglik
2) Grogol, Margodadi, Seyegan 3) Sambirejo/Breksi,
Sambirejo, Prambanan
3) Kadisobo II, Trimulyo, Sleman
3) Sidoakur Jethak II, Sidokerto, Godean
3) Pentingsari, Umbuharjo, Cangkringan 4) Sendang penjalin,
Sendangrejo, Minggir
4) Bokesan, Sindumartani, Ngemplak
4) Sukunan, Banyuraden, Gamping
4) Rumah Domes, Sumberharjo, Prambanan 5) Padukuhan Timur,
Selomartani, Kalasan
5) Ketingan, Tirtoadi, Mlati
5) Dukuh,
Pendowoharjo, Sleman
5) Kelor,
Bangunkerto, Turi
II. 12
Rintisan Tumbuh Berkembang Mandiri
6) Diro,
Sendangmulyo, MInggir
6) Ledok Nongko, Bangunkerto, Turi
6) Pulewulung, Wonosari, Bangunkerto
6) Gamplong, Sumberahayu, Moyudan 7) Watu Purbo,
Merdikorejo, Tempel
7) Sangurejo, Wonokerto, Turi
7) Nganggring, Girikerto Turi
7) Pulesari, Wonokerto, Turi 8) Watu Ledhek,
Sardonoharjo, Ngaglik
8) Plempoh, Sambirejo, Prambanan
8) Gamol, Balecatur, Gamping
8) Garongan, Wonokerto, Turi 9) Ledok Blotan,
Wedomartani, Ngemplak
9) Ngembesan, Girikerto, Turi
9) Kampung Iklim Karang Tanjung, Pendowoharjo, Sleman
9) Pancoh, Girikerto, Turi
10) Green Kayen, Condongcatur, Depok
10) Beteng, Tridadi, Sleman
10) Ploso Kuning, Turi
10) Blue Lagoon, Widodomartani, Ngemplak 11) Ekowisata Nologaten,
Caturtunggal, Depok
11) Kali Klegung, Donokerto, Turi
11) Gabugan, Donokerto, Turi 12) Plawangan,
Pendowoharjo, Sleman
12) Bromonilan, Purwomartani, Kalasan 13) Bulaksalak,
Wukirsari, Cangkringan 14) EKJ Sempu,
Wonokerto, Turi 15) Kali Opak Tujuh
Bulan, Dalem, Kalasan
16) Kampung Satwa, Sumbderagung, Moyudan
17) Dukuh Sempor, Donokerto, Turi 18) Samberembe,
Candibinangun, Pakem
19) Turgo,
Purwobinangun, Pakem
20) Rajek Wetan, Tirtoadi, Mlati
Sumber: Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman,Tahun 2020
c. Fasilitas di Obyek Wisata
▪ Fasilitas Tlogo Putri
Tabel 2.9. Jumlah Fasilitas di Tlogo Putri Tahun 2016-2020
NO JENIS JUMLAH
2016 2017 2018 2019 2020
1 Kios 53 53 61 61 63
2 TIC 1 1 1 1 1
3 Toilet 3 3 4 4 21
4 Panggung terbuka 1 1 1 1 1
5 Arena permainan
anak 1 paket 1 paket 1 paket 1 paket 1 paket
6 Becak Air 4 4 4 4 6
7 Alat Musik Campur
Sari 1 set
Sumber Data: Sie Fasilitas Bidang Pengembangan Destinasi & Ekraf, 2020
II. 13 Tourist Information Center (TIC) di Tlogoputri, Kaliurang Panggung Terbuka di Tlogoputri, Kaliurang
▪ Fasilitas Gardu Pandang
Tabel 2.10. Jumlah Fasilitas di Gardu Pandang Tahun 2016-2020
NO JENIS JUMLAH
2016 2017 2018 2019 2020
1 Kios 18 18 12 12 6
2 Mushola 1 1 1 1 1
3 Toilet 3 4 4 4 16
4 Menara Pandang 1 1 1 1 1
5 Tempat parkir 1 2 2 2 3
6 TIC 1
Sumber Data: Sie Fasilitas Bidang Pengembangan Destinasi & Ekraf, 2020
Menara Pandang di Gardu Pandang Kaliurang
Tourist Information Center (TIC) di Gardu Pandang, Kaliurang
▪ Fasilitas Kaliadem
Tabel 2.11. Jumlah Fasilitas di Kaliadem Tahun 2016-2020
NO JENIS JUMLAH
2016 2017 2018 2019 2020
1 Kios - - - - -
2 Mushola - - - - -
3 Toilet - - - - -
4 Tempat parkir - - - - -
II. 14
NO JENIS JUMLAH
2016 2017 2018 2019 2020 5 Tempat Pemungutan
Retribusi
2 2 3 3 3
Sumber Data: Sie Fasilitas Bidang Pengembangan Destinasi & Ekraf, 2020
d. Perkembangan Kunjungan Wisatawan
UpayaDinas Pariwisata Kabupaten Sleman dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelayanan dapat dilihat dari jumlah kunjungan wisatawan di Kabupaten Sleman.
Tabel 2.12. Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Obyek Wisata dan Daya Tarik Wisata di Kabupaten Sleman Tahun 2016-2020
Tahun Wisnus Wisman Jumlah Pertumbuhan (%)
2016 5.787.318 251.405 6.038.723 19.41%
2017 6.988.107 238.488 7.226.595 19.67%
2018 8.224.033 307.705 8.531.738 18.06%
2019 10.146.040 232.078 10.378.118 21,64%
2020 4.226.075 24.044 4.250.119 - 59,05 %
Tabel tersebut memperlihatkan jumlah kunjungan Wisatawan Nusantara dan Mancanegara ke Obyek dan Daya Tarik Wisata di Kabupaten Sleman selama periode 2016 – 2020. Terdapat penurunan dibandingkan jumlah wisatawan pada tahun 2019 dikarenakan adanya Pandemi Covid-19 yang melanda diseluruh dunia.
Secara terpisah pertumbuhan jumlah kunjungan Wisatawan Nusantara dan jumlah kunjungan Wisatawan Mancanegara dapat dicermati di 2 (dua) tabel berikut ini:
Tabel 2.13. Jumlah Kunjungan Wisatawan Nusantara ke Obyek Wisata dan Daya Tarik Wisata di Kabupaten Sleman Tahun 2016-2020
Tahun Wisatawan Nusantara Pertumbuhan (%)
2016 5.787.318 20.64%
2017 6.988.107 20.74%
2018 8.224.033 17.68%
2019 10.146.040 23.37%
2020 4.226.075 - 72,23 %
Tabel 2.14. Jumlah Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Obyek Wisata dan Daya Tarik Wisata di Kabupaten Sleman Tahun 2016-2020
Tahun Wisatawan Mancanegara Pertumbuhan (%)
2016 251.405 -3.31 %
2017 238.488 -5.13%
2018 307.705 29.02%
2019 232.078 -24.58%
2020 24.044 - 89,68 %
II. 15 Kedua tabel di atas memperlihatkan kunjungan wisatawan Nusantara dan Mancanegara di kabupaten Sleman periode tahun 2016 – 2020. Terdapat penurunan dibandingkan jumlah wisatawan nusantara dan wisatawan manca negara pada tahun 2019 dikarenakan adanya Pandemi Covid-19 yang melanda diseluruh dunia.
Tabel 2.15. Lama Tinggal Wisatawandi Kabupaten Sleman Tahun 2016 – 2020
No. Jenis Wisatawan 2016 2017 2018 2019 2020
1 Nusantara 1,83 1,86 1,86 1,91 0,97
2 Mancanegara 2,01 2,04 2,04 2,05 0,42 Rata-rata 1,92 1,95 1,95 1,98 0,69
e. Perkembangan PAD Sektor Pariwisata
Tabel 2.16. Perkembangan PAD Sektor Pariwisata Kabupaten Sleman Tahun 2016-2020
NO. URAIAN
TAHUN
2016 2017 2018 2019 2020
1. Pajak Hotel 67.278.001.146.89 85.153.727.058,73 99.224.609.183 118.042.493.912 46.250.100.467 2. Pajak Restoran 51.190.737.213,24 69.627.369.310 92.288.996.520 113.760.839.942 60.713.186.756 3. Pajak Hiburan 13.53.081.110,38 17.310.424.630 20.352.324.165 22.144.029.761 8.375.071.998 4. Retribusi Jasa kekayaan
Daerah/ Fasilitas Daerah a. Fasilitas Kaliurang b. Fasilitas Kios
89.134.100
51.669.000 37.465.100
101.092.200
65.535.000 35.557.200
108.488.800
80.584.000 27.904.800
142.568.325
79.714.000 62.854.325
54.720.550
35.008.000 19.712.550 5. Retribusi Jasa Usaha
Tempat Rekreasi dan Olah Raga
a. Kaliurang
b. Kaliadem/ Glagahharjo c. Kaliadem/ Kepuharjo d. Kaliadem/ Umbulharjo e. Candi-candi f. Pentas Seni g. SIUK/ RHU h. Menara Pandang
4.450.658.000
3.038.878.000 - - - 176.377.000 151.311.000 1.117.205.000 656.538.000
6.594.848.000
3.555.132.500 33.431.000 365.666.000 927.806.000 906.865.779 - - 427.578.000
6.561.853.000
2.682.580.000 711.128.000 33.981.000 1.407.451.000 1.543.800.000 - - 182.913.000
6.114.344.325
2.847.259.000 35.114.000
807.122.000 1.017.733.000
1.145.230.000 - - 119.318.000
6.114.344.325
1.056.486.000 143.901.000 374.808.000 320.889.000 260.990.000 - - 44.646.000
6. Lain-Lain PAD a. Bagi hasil Ratu Boko b. Bagi hasil Taman Pelangi
640.464.357,5 640.464.357,5 -
906.865.779 906.865.779 -
1.071.813.404 958.447.704 113.365.700
931.441.903 897.747.263 33.694.640
312.109.633 312.109.633 - JUMLAH PAD SEKTOR
PARIWISATA
137.841.726.928 180.636.474.183,29 219.608.085.072 260.983.149.843 117.906.909.404
JUMLAH PAD KABUPATEN SLEMAN
717.672.384.751 825.332.890.172,82 894.505.849.188,73 972.066.608.486.45 788.392.177.609,73
KONTRIBUSI PAD SEKTOR PARIWISATA TERHADAP PAD KABUPATEN SLEMAN (%)
19.21 % 21.88 % 24.55% 26.85% 14.96%
*Sumber Data: BKAD dan Sub Bag. KPE Dinas Pariwisata Kab. Sleman,2020
II. 16 Secara rinci upayaDinas Pariwisata Kabupaten Sleman dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelayanandapat dilihat dari indikator kinerja utama sebagai berikut:
Tabel 2.17. Pencapaian Kinerja Pelayanan Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman
NO Indikator Kinerja
Target Renstra Perangkat Daerah Realisasi Capaian Rasio Capaian Predikat nilai
2016 2017 2018 2019 2020 2016 2017 2018 2019 2020 2016 2017 2018 2019 2020 2018 2019
1. Jumlah wisatawan yang
berkunjung ke Sleman 4.117.000 4.117.000 4.323.000 8.000.000 3.500.000 6.038.723 7.226.595 8.531.738 10.378.118 4.250.119 146.67% 175.53% 197.35% 130% 110% Sangat berhasil
Sangat berhasil
2.
Lama tinggal wisatawan:
▪ Mancanegara
▪ Nusantara
2,00 hr 1,63 hr
2,01 hr 1,64 hr
2.02 hr 1.65 hr
2,03 hr 2,00 hr
0 hr 1,7 hr
2.05 hr 1.67 hr
2.01 hr 1.83 hr
2.04 hr 1.86 hr
2,05 hr 1,91 hr
0,42 hr 0,97 hr
102.50%
102.45%
100%
111.58%
100.99%
112.72%
101%
96%
100%
57,06%
Sangat berhasil Sangat berhasil
Sangat berhasil Sangat berhasil
3. Desa wisata 7 8 9 10 11 10 9 11 11 12 142.9% 112.5% 112.5% 110% 110% Sangat
berhasil
Sangat berhasil
Rata-rata Tingkat Capaian 1 Indikator 124.90% 133.32% 109,25% 94,26%
Keterangan:
1. Untuk indikator sasaran “Jumlah Wisatawan yang Berkunjung ke Sleman ”:
▪ Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Sleman tahun 2020 berjumlah 4.250.119 orang, dapat memenuhi target yang ditentukan (adanya perubahan target dikarenakan Pandemi Covid-19). Namun demikian dibandingkan dengan tahun 2019 jumlah kunjungan wisatawan mengalami penurunan dikarenakan adanya pandemi Covid-19.
2. Untuk indikator sasaran “Lama Tinggal Wisatawan“ :
Ada perubahan target dikarenakan Pandemi Covid-19. Capaian lama tinggal wisatawan mancanegara 0,42 hari dan lama tinggal wisatawan nusantara 0,97. Dibandingkan tahun 2019 mengalami penurunan dikarenakan adanya Pandemi Covid-19 yang menyebabkan adanya pembatasan kunjungan baik dalam negeri maupun luar negeri.
3. Untuk Indikator”Desa wisata mandiri” :
11 Desa wisata mandiri klasifikasi tahun 2020 antara lain : 1. Brayut, 2.Grogol, 3.Pentingsari, 4.Domes 5.Kelor, 6.pancoh, 7.Pulesari, 8.Blue lagoon, 9.Gamplong, 10.Kelor, 11.Kadisobo II. 12. Dewi Sambi.
Tabel 2.18. Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman (dalam ribuan)
Uraian
Target Renstra Baru (Perubahan 2019) Realisasi Capaian Rasio Capaian
2016 2017 2018 2019 2020 2016 2017 2018 2019 2020 2016 2017 2018 2019 2020
Anggaran Pelayanan Dinas Pariwisata
14.723.249.395 11.079.909.750 18.494.646.183. 23.933.237.630 32.570.644.012 13.378.222.812 10.140.679.699 17.043.164.400 22.363.472.799,34 30.428.153.1750,50 90.86% 91.52% 92.15% 93.43% 93.42%
II. 17 2.4. TANTANGAN DAN PELUANG PENGEMBANGAN PELAYANAN
Berdasarkan tugas dan fungsi Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, makajenis layanan yang dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Slemanadalah sebagai berikut:
Tabel 2.19. Jenis Pelayanan dan Kelompok Sasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Sesuai Bidang Usaha
NO SEKRETARIAT/
BIDANG JENIS SASARAN
1 Sekretariat ▪ Pelayanan aduan masyarakat ▪ ASN Dinas
▪ Instansi/ Lembaga Terkait
▪ Mahasiswa/ Masyarakat 2 Bidang
Pengembangan Destinasi Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif
▪ Perumusan kebijakan teknis pengembangan destinasi pariwisata
▪ Pengembangan fasilitas obyek daya tarik wisata
▪ Pengembangan atraksi wisata
▪ Pengembangan ekonomi kreatif
▪ Obyek Destinasi Wisata
▪ Desa Wisata
▪ Kelompok Ekonomi Kreatif
3 Bidang
Pengembangan SDM Pariwisata dan Usaha Pariwisata
▪ Perumusan kebijakan teknis pengembangan SDM dan usaha pariwisata
▪ Pengembangan SDM dan usaha pariwisata
▪ Pembinaan SDM dan usaha pariwisata
▪ Pembinaan kelembagaan dan partisipasi kepariwisataan lokal, nasional, maupun internasional.
▪ Pengurus Desa Wisata
▪ Pengurus Forkom Desa Wisata
▪ Usaha Pondok Wisata, Rekreasi, dan Hiburan Umum, Hotel, Restoran, dan Rumah Makan
▪ Usaha Wisata
▪ Biro Perjalanan Wisata/
Agen Perjalanan Wisata
▪ Pedagang Makanan dan Cinderamata Kaliurang
▪ Saka Pariwisata 4 Bidang Pemasaran
Pariwisata
▪ Perumusan kebijakan teknis pemasaran pariwisata
▪ Penyusunan analisa pasar
▪ Pengelolaan dokumentasi dan informasi pariwisata
▪ Pengembangan promosi pariwisata
▪ Pramuwisata
▪ Masyarakat, Instansi, dan Perusahaan
▪ Pelajar dan Mahasiswa
▪ Biro Perjalanan (travel agent)
▪ Wisatawan
Kondisi lingkungan internal dan eksternal Dinas Pariwisata dapat digunakan untuk mengidentifikasi potensi positif dan negatif yang tersedia. Identifikasi ini dimaksudkan agar Dinas Pariwisara dapat memaksimalkan potensi dirinya dalam upaya mencapai visi dan misi. Tantangan dan peluang yang ada.
A. Lingkungan Ekternal
1) Daya Saing Pariwisata Nasional
Daya saing pariwisata nasional yang diukur melalui Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI), Indonesia sudah mencapai peringkat ke 40 dari target peringkat ke 30 pada tahun 201