Vol 1(3) 2021 : 376-381
RAJ, Vol 1(3) 2021 : 376-381, http://journal.yrpipku.com/index.php/raj |
Copyright © 2019 THE AUTHOR(S). This article is distributed under a a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International license.
ANALYSIS OF THE INTERNAL AND EXTERNAL ENVIRONMENT IN YUK ANGKUT SNAKEHEAD FISH CRACKER SMES
ANALISIS LINGKUNGAN INTERNAL DAN EKSTERNAL PADA UKM KERUPUK IKAN GABUS YUK ANGKUT
Indah Putri Sundari
1Santa Destia Wati
2Safina
3Dian Puji Puspita Sari
4Universitas Muhammadiyah Riau, Pekanbaru [email protected]
ABSTRACT
The development of industry in the world is increasing rapidly so that it can lead to intense competition between companies or industries to produce quality products. Companies that have been established certainly want to develop and improve the quality of their products. This study aims to determine the strengths and weaknesses (internal environment) as well as opportunities and threats (external environment) faced by Yuk Angkut Snakehead Fish Cracker SMEs. This study uses a qualitative method with data collection techniques consisting of interviews and observations. The analysis technique used is source triangulation and data narration. The results of the study show that the strengths of the business are quality products, halal certification, good market segmentation, practical packaging design, free distribution, strategic locations. While the weaknesses of these efforts include lack of technological knowledge, inadequate human resources, and lack of time efficiency. Business opportunities consist of strategic business locations, job opportunities, technological developments, and many media for promotion. Furthermore, the business threats consist of rising prices of raw materials, the number of other cracker businesses, and declining sales.
Keywords : Strengths, weaknesses, opportunities, threats, SWOT analysis
ABSTRACT
Perkembangan industri di dunia meningkat pesat sehingga dapat menimbulkan persaingan yang ketat antara perusahaan atau industri untuk menghasilkan produk yang berkualitas. Perusahaan yang telah berdiri tentunya ingin berkembang dan meningkatkan kualitas produknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan (lingkungan internal) serta peluang dan ancaman (lingkungan eksternal) yang dihadapi UKM Kerupuk Ikan Gabus Yuk Angkut. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang terdiri dari wawancara dan observasi. Tenik analisis yang digunakan yaitu triangulasi sumber dan narasi data. Hasil penelitian menunjukkan kekuatan usaha adalah produk berkualitas, bersertifikasi halal, adanya segmentasi pasar yang baik, desain packaging yang praktis, distribusi gratis, lokasi strategis. Sedangkan kelemahan usaha tersebut antara lain pengetahuan teknologi kurang, SDM tidak memadai, dan keterbatasan modal. Peluang usaha terdiri dari lokasi usaha yang strategis, membuka lapangan pekerjaan, perkembangan teknologi, dan banyak media untuk promosi. Selanjutnya ancaman usaha tersebut terdiri dari kenaikan harga bahan baku, banyaknya usaha kerupuk lainnya, dan menurunnya penjualan.
Kata Kunci: Kekuatan, Kelemahan, Peluang, Ancaman, Analisis SWOT
376 1. Pendahuluan
Aspek penting dalam suatu keberhasilan bisnis adalah perencanaan strategi yang tepat. Perencanaan strategi memiliki pengaruh terhadap kinerja perusahaan. Dalam menyusun suatu perencanaan strategis, tahap awal yang harus dilakukan adalah melakukan analisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dari strategi bisnisnya. Analisis ini disebut juga dengan analisis SWOT. Analisis SWOT adalah suatu penilaian yang menyeluruh terhadap kekuatan (strengths), kelemahan (weakness), peluang (opportunity), dan ancaman (threats) suatu perusahaan.
Menurut (Sulistyo, 2010) menyatakan bahwa UKM adalah salah satu jenis usaha milik perorangan, badan usahanya berbadan hukum atau tidak berbadan hukum. Usaha kecil dan menengah (UKM) memiliki peran yang penting dalam perekonomian Indonesia. Karena dengan adanya UKM ini, pengangguran akibat angkatan kerja yang tidak terserap dalam dunia kerja dapat berkurang. Usaha kecil menengah menjadi salah satu prioritas utama dalam agenda pembangunan di Indonesia hal ini terbukti dari bertahannya sektor UKM saat terjadi krisis hebat pada tahun 1998, dibandingkan dengan sektor lain yang dimana lebih besar justru tidak mampu bertahan dengan adanya krisis. Perkembangan usaha kecil dan menengah menjadi salah satu contoh aktivitas ekonomi yang dapat dirasakan oleh masyarakat.
Pemerintah juga memberikan antusias dalam memberikan penghargaan kepada setiap UKM yang dapat mengolah produk yang tidak ada nilainya menjadi manfaat.
Semua industri atau usaha dalam segala ukuran skala juga harus dapat menerapkan analisis yang tepat untuk mengetahui posisi startegisnya berkaitan dengan analisis lingkungan yang meliputi faktor internal (Kekuatan dan kelemahan) serta faktor ekternal (peluang dan ancaman), begitu juga dengan usaha kerupuk ikan gabus yuk angkut yang merupakan usaha rumahan dalam pembuatan kerupuk dari ikan gabus dan dapat dipesan dengan beragam varian seperti kerupuk goreng dan kerupuk mentah. Dalam upaya pengembangan usahanya, UKM Kerupuk Ikan Gabus Yuk Angkut terus melakukan pembenahan diri termasuk bersaing dipasaran. Sehingga, usaha kerupuk ikan gabus yuk angkut perlu melakukan analisis lingkungan eksternal dan internal supaya tidak kalah bersaing dengan bisnis kerupuk lainnya. Selain itu usaha Kerupuk Ikan Gabus Yuk Angkut harus mempunyai keinginan untuk memperbaiki dengan mengembangkan ide usaha agar tetap mampu menjadi usaha kerupuk pilihan yang di gemari oleh kalangan masyarakat.
Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan metode Kualitatif pada ukm Kerupuk Ikan Gabus Yuk Angkut dan diharapkan memberikan kontribusi praktis maupun teoritis dalam analisis lingkungan eksternal dan internal dapat mengetahui bagaimana usaha Kerupuk Ikan Gabus Yuk dapat mengatasi dan mengantisipasi masalah-masalah yang ada di usaha tersebut seperti kelemahan (weakness) dan juga ancaman (threat).
2. Tinjauan Pustaka 2.1 Manajemen Strategi
Menurut (Yunus, 2016) manajemen strategi merupakan suatu rangkaian aktivitas terhadap pengambilan keputusan yang bersifat mendasar dan komprehensif, dan disertai dengan penetapan cara aplikasinya yang dibuat oleh pimpinan ddan juga dilaksanakan oleh seluruh pihak-pihak yang terlibat di dalam suatu perusahaan dalam mencapai tujuan yang diharapkan. Sedangkan menurut (Pearce & Robinson, 2008) manajemen strategik adalah kumpulan dan tindakan yang menghasilkan perumusan (formulasi) dan pelaksanaan (implementasi) rencana-rencana yang dirancang untuk mencapai sasaran-sasaran organisasi.
Adapun menurut (Nawawi, 2005:148-149), pengertian manajemen strategik ada 3. Pengertian pertama Manajemen Strategik adalah “proses atau rangkaian kegiatan pengambilan keputusan yang bersifat mendasar dan menyeluruh, disertai penetapan cara melaksanakannya, dibuat oleh manajemen puncak dan dimplementasikan oleh seluruh jajaran di dalam suatu organiasasi, untuk mencapai tujuannya”. Dari pengertian tersebut terdapat beberapa aspek
377
yang penting, antara lain: (a) Manajemen Strategik merupakan proses pengambilan keputusan.
(b) Keputusan yang ditetapkan bersifat mendasar dan menyeluruh yang berarti berkenaan dengan aspek – aspek yang penting dalam kehidupan sebuah organisasi, terutama tujuannya dan cara melaksanakan atau cara mencapainya. (c) Pembuatan keputusan tersebut harus dilakukan atau sekurang – kurangnya melibatkan pimpinan puncak, sebagai penanggung jawab utama pada keberhasilan atau kegagalan organisasinya. (d) Pengimplementasian keputusan tersebut sebagai strategi organisasi untuk mencapai tujuan strategiknya dilakukan oleh seluruh jajaran organisasi, seluruhnya harus mengetahui dan menjalankan peranan sesuai wewenang dan tanggung jawab masing – masing. Pengertian manajemen strategik yang kedua adalah
“usaha manajerial menumbuhkembangkan kekuatan organisasi untuk mengeksploitasi peluang yang muncul guna mencapai tujuannya yang telah ditetapkan sesuai dengan misi yang telah ditentukan”.Pengertian yang ketiga, Manajemen Strategik adalah “arus keputusan dan tindakan yang mana mengarah pada pengembangan strategi yang efektif untuk membantu mencapai tujuan organisasi”. Pengertian ini menekankan bahwa adanya arus keputusan dari para pimpinan organisasi dan tindakan berupa pelaksanaan keputusan, harus menghasilkan satu atau lebih strategis, sehingga dapat memilih yang paling efektif atau yang paling handal dalam usaha mencapai tujuan organisasi.
2.2 Analisis SWOT
Menurut (Rangkuti, 2009) menyatakan bahwa Analisis SWOT adalah identifikasi sistematis dari beberapa faktor untuk merumuskan strategi perusahaan. Analisis ini didasarkan dimana pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (strengths) dan peluang (opportunities), serta secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (weakness) dan ancaman (threats).
2.3 Lingkungan Internal
Menurut (Sari, 2018) Lingkungan internal merupakan keadaan spesifik yang berasal dari dalam suatu perusahaan. Lingkungan internal dapat dianalisis dimana untuk menunjukkan kekuatan dan kelamahan yang dimiliki oleh suatu perusahaan.
2.4 Lingkungan Eksternal
Menurut (Sari, 2018) Lingkungan eksternal merupakan lingkungan di luar perusahaan yang dapat memengaruhi keadaan bisnis perusahaan yang dijalankan, sehingga harus dianalisis. Sedangkan menurut (David, 2006) menyatakan bahwa analisis lingkungan eksternal yang dapat memengaruhi peluang dan ancaman perusahaan terdiri dari enam segmen, yakni demografis, ekonomi, politik/hukum, sosio kultural, teknologi, serta keadaan global.
2.5 Kerangka Penelitian
Analisis Usaha
Faktor – Faktor Internal Faktor – Faktor Eksternal
Kekuatan dan Kelemahan Ancaman dan Peluang
Kesimpulan
378 3. Metode Penelitian
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif yaitu metode analisis kualitatif, melalui analisis kualitatif yang mengandung makna suatu penggambaran atas data dengan menggunakan kata dan baris kalimat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang dapat bertujuan memahami suatu situasi sosial, peran, interaksi dan kelompok.
Objek penelitian adalah UKM Kerupuk Ikan Gabus Yuk Angkut dan informasi penelitian dari pemiliknya langsung yaitu ibu Angkut. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah panduan wawancara yang merupakan pertanyaan yang seputar informasi mengenai kelebihan maupun keunggulan, kelemahan atau kendala, ancaman serta peluang yang dimiliki ukm dari bulan januari sampai dengan juni.
3.1 Sumber Data
sumber data penelitian ada 2, yaitu :
1. Data primer adalah sumber data yang dapat yang penelitian diperoleh secara langsung dari sumber aslinya
2. Data sekunder adalah sumber data yang dapat penelitian diperoleh peneliti secara yang tidak langsung melalui dari media perantara.
3.2 Analisis Data
Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisis kualitatif, melalui analisis kualitatif yang mengandung makna suatu penggambaran atas data dengan menggunakan kata dan baris kalimat.
4. Hasil dan Pembahasan 4.1 Gambaran Umum
UKM kerupuk ikan gabus yuk angkut industri rumahan yang bergerak di bidang usaha pembuatan makanan yang dalam skala pemesanan masih terbilang cukup kecil dan didirikan oleh ibu Angkut beserta dengan karyawan sejak tahun 1996. Berlokasi di jalan Desaharapan DURI, yang strategis yang membuat Ukm kerupuk ikan gabus yuk angkut bisa meraup keuntungan yang lebih besar. Meski demikian, dibutuhkan kontribusi praktis maupun teoritis dalam analisis lingkungan eksternal dan internal serta dapat mengatasi dan mengantisipasi masalah-masalah yang ada di usaha tersebut seperti kelemahan dan juga ancaman agar dapat usaha rumahan tersebut bertahan untuk waktu yang cukup lama.
4.2 Analisis faktor internal
Analisis faktor internal mengidentifikasi faktor-faktor berupa kekuatan dan kelemahan pada usaha industri. Faktor-faktor yang menjadi kekuatan dan kelemahan perusahaan industri terdiri dari:
1) Kekuatan
Kekuatan adalah mencakup kekuatan internal yang dapat mendorong pengembangan usaha. Kekuatan yang dimiliki oleh perusahaan tersebut diantaranya yaitu:
a) cita rasa
b) segmentasi pasar yang baik c) Desain packaging yang bagus d) harga yang bersaing
UKM Kerupuk Ikan Gabus Yuk Angkut memiliki cita rasa kerupuk gabus yang berbeda dari produk lainnya, yakni lebih gurih dan ikan yang spesipik untuk kesehatan yang cukup diminati sehingga rata-rata konsumen merasa puas dengan rasa kerupuk ikan gabus tersebut.
Menurut (Kotler dan Amstrong, 2015) mengemukakan bahwa segmentasi pasar adalah pembagian sebuah pasar menjadi beberapa kelompok pembeli yang berbeda dengan tujuan untuk membagi pasar yang heterogen (berbeda-beda) menjadi kelompok pasar yang homogeny (sejenis), dimana setiap kelompoknya bisa ditargetkan untuk memasarkan suatu produk sesuai dengan kebutuhan, keinginan ataupun karakteristik pembeli yang ada di pasar
379
tersebut. Segmentasi pasar merupakan suatu proses yang membagi pasar ke dalam segmen – segmen pelanggan potensial dengan adanya kesamaan karakteristik yang menunjukkan kesamaan perilaku pembeli. Kerupuk ikan gabus yuk angkut memposisikan usahanya sebagai usaha kerupuk untuk semua kalangan.
Desain packaging Menurut Kotler dan Amstrong (2012) mendefinisikan “packaging involves designing and producing the container or wrapper for a product” yang artinnya adalah proses kemasan melibatkan kegiatan mendesain dan memproduksi, fungsi utama dari kemasan sendiri yaitu untuk melindungi produk agar produk tetap terjaga kualitasnya.
kemasan yang baik dapat membangun ekuitas merek dan mendorong penjualan usaha. Desain packaging pada Kerupuk Ikan Gabus Yuk Angkut, ini dapat dilihat dari plastik yang dibuat untuk membungkus makanan yang sudah jadi terdapat nama brand nya.
Faktor kekuatan perusahaan yang lain adalah harga yang bersaing. Harga yang ditawarkan oleh UKM Kerupuk Ikan Gabus Yuk Angkut sebesar Rp 10.000,00 per bungkus sehingga cukup terjangkau oleh konsumen dari semua kalangan.
2) Kelemahan
Kelemahan mencakup kelemahan internal yang dapat mempengaruhi jalannya usaha tersebut. Kelemahan internal pada UKM Kerupuk Ikan Gabus Yuk Angkut terdiri dari:
a) sumber daya manusia (SDM) tenaga kerja masih cukup rendah;
b) keterbatasan modal;
c) teknologi produksi masih cukup sederhana;
d) kurangnya promosi dan jangkauan pemasaran.
Menurut Hadi (2015), Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu faktor yang sangat penting bahwa tidak bisa dilepaskan dari sebuah organisasi, baik perusahaan ataupun instansi. Selain itu SDM juga merupakan faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan suatu perusahaan. Jadi bisa dikatakan sebuah perusahaan bisa dikatakan berkembang dengan sangat pesat apabila didalamnya memiliki banyak SDM yang berkompeten di bidangnya, sebaliknya pula apabila SDM yang bekerja di sebuah perusahaan atau usaha industri itu tidak berkualitas maka perkembangan perusahaan tersebut juga akan terhambat. Kerupuk Ikan Gabus Yuk Angkut kekurangan SDM. Hal tersebut menyebabkan terganggunya proses operasi pada usaha Kerupuk Ikan Gabus Yuk Angkut karena kekurangan SDM, padahal ini sangat berpengaruh pada kegiatan pekerjaan yang ada dalam usaha Kerupuk Ikan Gabus Yuk Angkut.
Pengembangan usaha ini yang dilakukan juga dipengaruhi oleh modal yang dimiliki.
Semakin besar modal maka pengembangan usaha tersebut yang dilakukan dapat semakin meningkat. Modal juga memiliki kaitan yang erat dengan sebuah teknologi yang akan digunakan. Semakin tinggi tingkat teknologi yang akan digunakan maka modal tersebut yang dibutuhkan juga semakin besar. Salah satu penyebab keterbatasan modal pada UKM Kerupuk Ikan Gabus Yuk Angkut adalah kurangnya bantuan dan perhatian dari pemerintah daerah setempat.
teknologi merupakan suatu bentuk dari proses yang meningkatkan proses yang berjalan bisa menggunakan atau menghasilkan produk - produk tertentu, yang mana produk tersebut yang tidak terpisah dari produk yang sudah ada. Pengetahuan teknologi bagi karyawan pada usaha Kerupuk Ikan Gabus Yuk Angkut masih kurang, dapat dilihat dari penggunaan aplikasi pada smartphone dalam menunjang bisnis yang membuat karyawan bingung Sehingga, membutuhkan pengenalan, pelatihan dan pengetahuan mengenai aplikasi pada usaha Kerupuk Ikan Gabus Yuk Angkut untuk meminimalisir kesalahan atau kurangnya pemahaman pada aplikasi pada usaha tersebut.
Selain itu juga promosi yang dilakukan pada usaha Kerupuk Ikan Gabus Yuk Angkut masih belum maksimal. Kegiatan promosi dapat dilakukan untuk memperkenalkan dan mempengaruhi konsumen serta menarik konsumen secara langsung terhadap produk yang dihasilkan. Promosi adalah salah satu cara yang efektif dalam merebut konsumen dipasaran, serta memperkenalkan barang barang baru yang diproduksi. Promosi yang dilakukan oleh
380
UKM Kerupuk Ikan Gabus Yuk Angkut masih berupa promosi dari mulut ke mulut serta melalui media sosial sehingga perlu untuk dilakukan peningkatan dalam promosi yang dilakukan.
4.3 Analisis Faktor Eksternal
Analisis faktor eksternal yang dilakukan dengan mengolah faktor-faktor eksternal berupa peluang dan ancaman. Faktor-faktor tersebut antara lain:
1) Peluang
Peluang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan untuk meningkatkan usaha. Peluang yang dimiliki oleh perusahaan terdiri dari:
a) Lokasi usaha strategis
b) meningkatnya kondisi perekonomian masyarakat;
c) membuka kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar.
d) perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi;
Menurut Heizer dan Render (2015) mengatakan bahwa lokasi adalah pendorong biaya dan pendapatan, maka lokasi seringkali memiliki kekuasaan untuk membuat strategi bisnis perusahaan. Lokasi yang strategis bertujuan untuk memaksimalkan keuntungan dari lokasi perusahaan tersebut. Usaha Kerupuk Ikan Gabus Yuk Angkut memiliki peluang untuk membuka usaha di lokasi yang sudah strategis, ini dapat dilihat dari tempat Usaha Kerupuk Ikan Gabus Yuk Angkut dekat dengan pemukiman warga dan terdapat lahan parkir yang cukup luas. Konsumen mudah dalam menemukan Usaha Kerupuk Ikan Gabus Yuk Angkut karena lokasi dekat dengan jalan raya juga.
Perkembangan teknologi yang semakin pesat ini dapat mengakibatkan dampak positif maupun negative. Dampak positif, perusahaan lebih mudah dalam mengatur bisnis kinerja karyawan, sedangkan dampak negatif perusahaan tidak memerlukan karyawan yang lebih banyak karena sudah ada teknologi yang menggantikan. Usaha Kerupuk Ikan Gabus Yuk Angkut dapat menggunakan teknologi yang menunjang bisnisnya, seperti penggunaan aplikasi Smartlink untuk mengetahui, hasil penjualan, kondisi penjualan, dan lain sebagainya.
2) Ancaman
Ancaman merupakan faktor eksternal perusahaan yang dapat menghambat kelancaran pengembangan usaha tersebut. Ancaman yang dihadapi oleh UKM Kerupuk Ikan Gabus Yuk Angkut terdiri dari :
a) munculnya pesaing dengan mutu produk baik dan daya jangkau pemasaran luas,
b) peningkatan biaya produksi dan pemasaran, c) harga bahan baku fluktuatif,
d) kondisi perekonomoian tidak kondusif,
persaingan di kalangan anggota usaha industri terjadi karena suatu perusahaan berebut posisi dengan menggunakan taktik seperti persaingan harga dan introduksi produk.
Munculnya pesaing sangat berpengaruh terhadap penjualan dan jumlah konsumen. Apabila mutu atau kualitas produk pesaing dinilai lebih baik dan lebih mudah diperoleh maka konsumen akan mudah untuk beralih terhadap produk pesaing tersebut.
Fluktuasi harga produk, kondisi perekonomoian tidak kondusif, kurangnya bimbingan dan pembinaan usaha intensif dari pemerintah daerah, akan berpengaruh pada stabilitas kinerja pengelolaan UKM Kerupuk Ikan Gabus Yuk Angkut baik dari segi kuantitas maupun kualitas produk yang dihasilkan, sehingga pengembangan yang akan dilakukan juga akan terhambat.
5. Penutup
Faktor-faktor yang berperan dalam keberhasilan usaha UKM Kerupuk Ikan Gabus Yuk Angkut terdiri dari faktor internal dan faktor eksternal. Kedua faktor tersebut perlu menjadi fokus utama bagi usaha industri atau perusahaan agar dapat terus bertahan dalam persaingan.
381
Apalagi kerupuk ikan gabus merupakan olahan makanan yang tidak terlalu familiar dikalangan masyarakat umum, sehingga diperlukan faktor dari dalam maupun luar untuk memperkenalkan kerupuk ikan gabus tersebut ke khalayak ramai dan dapat diterima oleh masyarakat demi keberlangsungan UKM kerupuk ikan gabus tersebut.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terkait analisis faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (peluang dan ancaman) yang diterapkan pada UKM Kerupuk Ikan Gabus Yuk Angkut, maka dapat disimpulkan yaitu: Kekuatan pada UKM Kerupuk Ikan Gabus Yuk Angkut adalah mempunyai kekuatan yaitu kualitas pelayanan yang memuaskan yaitu pelanggan dilayani dengan sepenuh hati dan ramah, dan desain packaging yang praktis, serta adanya pengiriman barang yang tidak dipungut biaya. Kelemahan pada usaha Kerupuk Ikan Gabus Yuk Angkut, pengetahuan teknologi kurang, sumber Daya Manusia (SDM) tidak memadai, keterbatasan modal, dan kurangnya promosi. Peluang Usaha Kerupuk Ikan Gabus Yuk Angkut mempunyai peluang untuk bisnisnya yaitu mempunyai tempat usaha yang strategis, melakukan pendekatan dengan bisnis lain untuk memperoleh keuntungan, dan pemanfaatan teknologi. Ancaman usaha dari Kerupuk Ikan Gabus Yuk Angkut yaitu terdapat pesaing yang cukup banyak, dan sulitnya mendapat pelanggan yang loyal.
Dengan melihat kesimpulan yang ada, maka saran yang dikemukakan yaitu Pemilik usaha harus dapat mempertahankan kekuatan dan mengurangi kelemahaan untuk dapat memanfaatkan peluang yang baik dari sisi internal dan ekseternal.
Ucapan Terima Kasih
Ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penelitian ini, terutama dosen pengampu kami ibu Linda Hetri Suriyanti, SE., M.,Ak., Ak., CA yang telah memberikan membimbing kepada kami sehingga jurnal ini dapat kami selesaikan.
Daftar Pustaka
Armstrong, Gary dan Philip Kotler. 2015. Dasar-dasar Pemasaran. Jilid 1, Alih Bahasa Alexander Sindoro dan Benyamin Molan. Prenhalindo. Jakarta
David, Fred R. 2006. Manajemen Strategi. Buku 1. Diterjemahkan oleh Paulyn Sulistio. Edisi Kesepuluh. Jakarta : Salemba Empat.
Hadi, Sofyan. (2015). “Pengertian Sumber Daya Manusia Menurut Para Ahli”, Dapat diakses pada https://satujam.com/sumber-daya-manusia
Heizer, Jay and Render Barry, (2015), Manajemen Operasi: Manajemen Keberlangsungan dan Rantai Pasokan, edisi 11, Salemba Empat, Jakarta.
Kotler dan Armstrong. 2012. Prinsip-Prinsip Pemasaran. Edisis 13. Jilid 1. Jakarta: Erlangga.
Nawawi, H. (2005). Manajemen Strategik. Yogyakarta: Gadjah Mada Pers, 46.
Pearce dan Robinson. 2008. Manajemen Strategis: Formulasi, Implementasi dan pengendalian.
Salemba Empat, Jakarta.
Rangkuti, Freddy, “Analisis SWOT Teknik Membedah kasus Bisnis”. Gramedia pustaka Utama, Jakarta, 2009.
Sari, Ike Dian Oktavia. "ANALISIS FAKTOR EKSTERNAL DAN INTERNAL SEBAGAI DASAR PERUMUSAN STRATEGI BISNIS UD SEKAR JATI STAR JOMBANG." Jurnal Akuntansi AKUNESA 6.3 (2018).
Sulistyo, S. (2010). Pengembangan USAha Kecil dan Menengah dengan Basis Ekonomi Kerakyatan di Kabupaten Malang. Jurnal Ekonomi Modernisasi, 6(1), 58–73.
Yunus, E. (2016). Manajemen Strategis. Penerbit Andi.