1
PENERAPAN STRATEGI BELAJAR AKTIF TIPE EVERYONE IS A TEACHER HERE (ETH) TERHADAP HASIL BELAJAR
BIOLOGI SISWA KELAS VII SMP MUHAMMADIYAH 6 PADANG Cece Bucika1, Vivi Fitriani2, Annika Maizeli2
1Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi STKIP PGRI Sumatera Barat
2Dosen Program Studi Pendidikan Biologi STKIP PGRI Sumatera Barat [email protected]
ABSTRACT
The research was caused by lach of interaction between the students, they only heard teacher’s explanation so that the studens became passive. To solve that problem, teacher is claimed to be creative in choosing and using strategy. This research is purposed to know the effect of active learning strategy Everyone Is A Teacher Here towards Biology’s Achievement of VII grade SMP Muhammadiyah 6 Padang. Type of this research is emperiment, disegned with Randomized Control-Group Posttest Only Design. Population of this research is all of VII grade students in academic year 2016/2017. To analyze cognitive data, the researchused normalty, homogenty, and hyphotesis. This hyphotesis is examined by using uji-t with criteria thitung>ttable. Based on students achievement, is was gotten differences experiment and control class. Experiment class got 73,95 and control class got 65,2. In examine hyphotesis used uju-t and the result was thitung>ttable. In means that hyphotesis in cognitive and hyphotesis affective is accepted. It can be concluded that learning strategy Everyone Is A Teacher Here can increase students achievement in cognitive and affective class of VII grade SMP Muhammadiyah 6 Padang academic year 2016/2017.
Keywords: Active Learning Strategies, Everyone Is A Teacher Here, Learning Outcome.
PENDAHULUAN
Pembelajaran biologi merupakan salah satu pembelajaran di sekolah.
Pembelajaran biologi meliputi proses belajar dan mengajar. Kegiatan belajar mengajar adalah proses pokok yang harus dilalui oleh seorang pendidik atau guru. Berhasil tidaknya suatu tujuan pembelajaran
bergantung kepada bagaimana proses belajar mengajar dirancang dan disajikan. Guru berperan sebagai pengelola kelas, untuk menciptakan proses belajar yang baik diperlukan pengelolaan kelas yang baik. Dalam proses pembelajaran siswa dituntut aktif dalam belajar, agar siswa aktif dalam proses pembelajaran seorang
2 guru seharusnya bisa memilih dan menggunakan strategi pembelajaran yang akan diajarkan kepada siswanya agar dapat membangun semangat, kemauan belajar, dan membuat siswa tertarik mengikuti proses pembelajaran.
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang penulis lakukan dengan Ibu Ir. Fivemiwati yaitu guru IPA kelas VII di SMP Muhammadiyah 6 Padang pada bulan Agustus 2016 menyatakan bahwa siswa sulit memahami materi ekosistem. Materi ini tergolong sulit karena siswa dituntut untuk mengetahui tentang satuan dan komponen dalam ekosistem, saling ketergantungan dan bentuk interaksi diantara komponen ekosistem. Pada
umumnya siswa hanya
mengandalkan catatan dan penjelasan dari guru, artinya pembelajaran masih terpusat pada guru. Siswa malas bertanya kepada guru jika ada materi pelajaran yang mereka tidak mengerti. Pada pembentukan kelompok hanya sedikit siswa yang berpartisipasi dalam diskusi kelompok tersebut, ini mengakibatkan sebagian siswa tidak
aktif dalam kelompok. Guru belum pernah menerapkan strategi pembelajaran aktif dalam belajar, guru hanya menggunakan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab.
Hal ini terlihat dari rendahnya nilai rata-rata ulangan harian siswa pada materi ekosistem pada kelas VII di SMP Muhammadiyah 6 Padang tahun pelajaran 2015/2016 tersebut yaitu kelas VII1=50,51, VII2=42,25, VII3=51,59, dan VII4= 43,05, sedangkan Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) pada materi ekosistem yang ditetapkan di SMP Muhammadiyah 6 Padang adalah 76.
Untuk mengatasi masalah di atas agar siswa memperoleh nilai yang lebih baik dan aktif dalam pembelajaran seorang guru perlu menerapkan strategi belajar aktif sebagai salah satu cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa. Belajar aktif perlu digunakan untuk lebih mengembangkan potensi-potensi belajar siswa. Jika siswa terlibat secara langsung, maka siswa tidak hanya menerima informasi dari guru tapi juga berusaha sendiri untuk mencari informasi tersebut. Strategi
3 belajar aktif yang dapat digunakan dalam proses belajar mengajar yaitu strategi belajar aktif tipe Everyone Is A Teacher Here (ETH).
Menurut Silberman (2013:183) strategi belajar aktif tipe Everyone Is A Teacher Here (ETH) ini merupakan strategi mudah untuk mendapatkan partisipasi seluruh kelas dan pertanggungjawaban individu dan juga memberikan kesempatan bagi setiap siswa untuk bertindak sebagai guru bagi siswa lain. Dalam strategi ini menuntut siswa bertindak sebagai guru. Siswa menjelaskan suatu konsep atau memberi penjelasan atas pertanyaan di depan kelas sehingga teman lain dapat menangkap maksud atau idenya. Tipe ini menungkinkan siswa untuk berfikir tentang apa yang dipelajari dan berkesempatan untuk berdiskusi dengan teman, bertanya, dan membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada siswa lain.
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, peneliti telah melakukan penelitian dengan judul
“Penerapan Strategi Belajar Aktif Tipe Everyone Is A Teacher Here (ETH) Terhadap Hasil Belajar
Biologi Siswa Kelas VII SMP Muhammadiyah 6 Padang”.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari - Maret 2017 di SMP Muhammadiyah 6 Padang Tahun Pelajaran 2016/2017. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 6 Padang. Penentuan sampel tersebut menggunakan teknik Purposive sampling sehingga diperoleh kelas sampel yaitu kelas VII2 sebagai kelas eksperimen dan kelas VII1 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan untuk penilaian pengetahuan adalah tes tertulis dalam bentuk soal objektif dan penilaian afektif adalah penilaian sikap atau prilaku siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Analisis data hasil tes menggunakan uji t.
HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di SMP Muhammadiyah 6 Padang, diperoleh data tentang hasil belajar Biologi siswa. Kelas eksperimen diterapkan strategi belajar aktif tipe Everyone Is A Teacher Here (ETH) dan kelas
4 kontrol diterapkan metode diskusi, ceramah, dan tanya jawab. Penilaian yang dilakukan pada penelitian ini terdiri dari ranah kognitif dan afektif.
Pada ranah kognitif, tes yang digunakan berbentuk soal objektif sebanyak 55 butir soal. Pada ranah afektif, menggunakan lembar observasi oleh seorang obsever.
1. Ranah Afektif
Penilaian afektif dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung. Data hasil penilaian afektif siswa dapat dilihat pada gambar 3.
Gambar 3. Nilai Rata-rata Ranah Afektif Pada Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol
Berdasarkan gambar diatas data penelitian yang dianalisis adalah nilai rata-rata modus yang didapatkan pada masing-masing indikator pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dimana nilai rata-rata siswa pada kelas eksperimen= 3,41 dan kelas kontrol = 2,85. Uji normalitas pada masing-masing kelas didapat L0 < Ltabel maka data berdistribusi normal. Uji homogenitas didapat Fh < Ft dimana Fh = 0,83 dan Ft = 2,1555 yang berarti data homogen dan uji hipotesis didapat thitung > ttabel dimana t hitung = 2,95 sedangkan ttabel = 1,68 maka hipotesis diterima.
Penilaian pada kompetensi afektif menggunakan lembaran observasi yang telah dilakukan satu orang observer selama proses pembelajaran. Penilaian kompetensi sikap yang dilakukan pada kelas sampel adalah menghargai pendapat teman dalam proses pembelajaran diskusi, bertanggung jawab dan berkomunikasi. Penilaian sikap pada kelas eksperimen dan kelas kontrol yaitu, pada kelas eksperimen 3,41 (B+) dan pada kelas kontrol 2,85 (B).
0 1 2 3 4
Bertanggung Jawab
Komunikasi
Kelas Eksperimen Kelas Kontrol 3,41
2,85 3,41
2,85
5 Pada penilaian indikator bertanggung jawab rata-rata kelas eksperimen 3,41 (B+) sedangkan kelas kontrol 2,85 (B). Rata- rata kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol. Sebab pada kelas eksperimen pada proses pembelajaran strategi belajar aktif tipe Everyone Is A Teacher Here (ETH) siswa diberi tanggung jawab sebab dia diberi tugas untuk mencari sendiri pertanyaan yang dibuat pada kartu indeks tentang materi yang tidak dimengerti dan itu membuat siswa harus bertanggung jawab jika ingin tugasnya selesai. Sedangkan kelas kontrol hanya mengerjakan tugas kelompok seperti biasanya.
Sesuai dengan kelebihan yang dikemukakan oleh (Silberman, 2013:183) strategi belajar aktif tipe Everyone Is A Teacher Here (ETH) ini merupakan strategi mudah untuk mendapatkan partisipasi seluruh kelas dan pertanggungjawaban individu dan juga memberikan kesempatan bagi setiap siswa untuk bertindak sebagai guru bagi siswa lain.
Pada indikator berkomunikasi rata-rata kelas eksperimen 3,41 (B+)
dan kelas kontrol 2,85 (B) hal ini terlihat pada saat diskusi mereka saling berbagi informasi yang didapat, ketika siswa sedang mempresentasikan tugas yang dibuat pada kartu indeks ke depan kelas maka siswa lain menanggapi hasil dari temannya, sehingga terjadilah komunikasi yang baik. Hal ini sesuai dengan pendapat Sunhaji (2009:31) bahwa dalam proses belajar mengajar terjadilah proses interaksi antara pihak pengajar dengan pihak yang sedang belajar, sehingga terjadilah hubungan kondusif antara guru dan siswa tersebut dalam peristiwa pembelajarn. Sedangkan pada kelas kontrol siswa kurang berkomunikasi dengan baik pada saat proses diskusi berlangsung, masih ada diantara siswa yang tidak mendengarkan pendapat yang dikemukakan oleh temannya hal ini terlihat masih banyak siswa yang acuh tak acuh pada saat temannya mengemukakan pendapatnya dan ada beberapa siswa yang menganggu temannya ketika belajar, sehingga konsentrasi dan minat belajar siswa dalam proses pembelajaran menjadi terganggu. Hal ini sesuai dengan
6 pendapat Latisma (2011:192) orang yang tidak memiliki minat pada mata pelajaran tertentu sulit diharapkan akan mencapai keberhasilan belajar secara maksimal. Peserta didik yang memiliki minat belajar dan sikap positif terhadap pelajaran akan merasa senang mempelajari pelajaran tersebut sehingga diharapkan akan mencapai hasil pembelajaran yang memuaskan.
2. Ranah Kognitif
Penilaian ranah kognitif diperoleh dari tes akhir pada materi ekosistem. Data tersebut diperoleh dari hasil tes akhir. Pada tes akhir digunakan 55 butir soal objektif yang diambil dari 104 butir soal yang telah diuji cobakan pada kelas VII3 SMP Muhammadiyah 6 Padang. Pada kelas eksperimen yaitu VII2 tes akhir diikuti oleh 22 orang siswa, dan pada kelas kontrol yaitu kelas VII1 dikuti oleh 20 orang siswa. Data hasil penilaian pada ranah kognitif dapat dilihat pada gambar 2.
Gambar 2. Nilai Rata-rata Ranah Kognitif Pada Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol.
Berdasarkan gambar di atas data penelitian yang dianalisis adalah nilai rata-rata tes akhir pada kelas eksperimen dan kelas kontrol.
Dimana nilai rata-rata siswa pada kelas eksperimen= 73,95 dan kelas kontrol= 65,21. Uji normalitas pada masing-masing kelas didapat L0 <
Ltabel maka data berdistribusi normal.
Uji homogenitas didapat Fh < Ft
dimana Fh = 0,47 dan Ft = 2,1555 yang berarti data kedua sampel homogen dan uji hipotesis didapat thitung > ttabel dimana thitung = 2,65 sedangkan ttabel = 1,68 maka dengan hipotesis diterima.
Pada ranah kognitif hasil belajar siswa pada kelas eksperimen lebih
73.95
65,21
0 10 20 30 40 50 60 70 80
Eksperimen Kontrol
7 tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Hal ini dapat terlihat dari nilai rata-rata hasil belajar siswa pada kelas eksperimen yaitu 73,95 dan pada kelas kontrol yaitu 65,21.
Pada kelas eksperimen jumlah siswa yang mendapatkan nilai di atas KKM sebanyak 10 orang siswa (45,45%), dan siswa yang mendapatkan nilai di bawah KKM sebanyak 12 orang siswa (54,54%).
Sementara pada kelas kontrol siswa yang mendapatkan nilai diatas KKM sebanyak 5 orang siswa (25%), dan siswa yang mendapatkan nilai di bawah KKM sebanyak 15 orang siswa (75%). Berdasarkan persentase ketuntasan, kelas eksperimen berada pada tingkatan kurang dalam proses pembelajaran. Menurut Djamarah dan Zain (2013:107) keberhasilan proses mengajar itu dibagi atas beberapa tingkatan atau taraf, tingkat keberhasilan atau taraf dikatakan baik apabila bahan pembelajaran yang diajarkan 60%-75% dikuasai oleh siswa. Banyaknya hasil belajar siswa yang masih di bawah KKM karena kurangnya motivasi dan minat siswa dalam belajar, dan
kurangnya penguasaan terhadap bahan ajar yang telah dibagikan.
Pada kelas eksperimen menerapkan pembelajaran dengan strategi belajar aktif tipe Everyone Is A Teacher Here (ETH), dan pada kelas kontrol dengan menerapkan kegiatan diskusi, ceramah, dan tanya jawab. Pada kelas eksperimen dengan menggunakan strategi belajar aktif tipe Everyone Is A Teacher Here (ETH), setiap siswa diberi kesempatan untuk belajar dan bertindak sebagai guru bagi siswa lain. Strategi ini memudahkan siswa untuk berpartisipasi dan aktif dalam proses belajar di dalam kelas. Sesuai dengan yang diungkapkan oleh Silberman (2013:183) bahwa
“Strategi Everyone Is A Teacher Here ini merupakan strategi mudah untuk mendapatkan partisipasi
seluruh kelas dan
pertanggungjawaban individu.
Strategi ini memberi kesempatan bagi setiap siswa untuk bertindak sebagai “guru” bagi siswa lain”.
Siswa pada kelas kontrol juga telah diberikan kesempatan untuk membangun konsepnya sendiri melalui kegiatan pengumpulan data
8 dari sumber belajar yang berkaitan dengan materi pembelajaran.
Kegiatan diskusi yang diterapkan dalam kegiatan pembelajaran kelas kontrol ini tentunya memberikan dampak positif kepada siswa.
Metode diskusi dapat melibatkan siswa secara langsung dalam pembelajaran, menyadarkan siswa bahwa dengan berdiskusi mereka saling mengemukakan pendapat secara konstruktif sehingga dapat diperoleh keputusan yang lebih baik,
dan membiasakan siswa
mendengarkan pendapat orang lain sekalipun berbeda dengan pendapatnya sendiri (Lufri, 2007:
34).
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut ini : hasil belajar siswa pada ranah kognitif dapat berpengaruh dengan penerapan strategi belajar aktif tipe Everyone Is A Teacher Here (ETH) terhadap siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 6 Padang tahun pelajaran 2016/2017 dan hasil belajar siswa pada ranah afektif dapat
berpengaruh dengan penerapan strategi belajar aktif tipe Everyone Is A Teacher Here (ETH) terhadap
siswa kelas VII SMP
Muhammadiyah 6 Padang tahun pelajaran 2016/2017.
DAFTAR PUSTAKA
Djamarah dan Zain. 2013. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta.
Latisma. 2011. Evaluasi Pendidikan.
Padang : UNP Press.
Silberman, M. L. 2013. Active Learning: 101 Cara Belajar Siswa Aktif. Bandung: Nuansa Cendikia.
Sunhaji. 2009. Strategi Pembelajaran. Yogyakarta:
Grafindo Litera Media.