• Tidak ada hasil yang ditemukan

Review Teori Kepemimpinan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Review Teori Kepemimpinan"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

Review Teori & Model Kepemimpinan

Cut Sarah M.Psi., Psikolog

(2)

• Berawal dari pertanyaan “ apa yang membuat pemimpin itu efektif

TEORI SIFAT

TEORI SIFAT

(3)

TEORI SIFAT

(4)

Teori Sifat

• Teori yang berusaha mengidentifikasikan

karakteristik khas (fisik, mental, kepribadian) yang dikaitkan dengan keberhasilan

kepemimpinan.

• Asumsi beberapa orang adalah pemimpin

alamiah. INTELIGENSIA

(5)

TEORI PERILAKU

(6)

Studi dari University of Michigan

• Studi yang melokasikan karakteristik perilaku

kepemimpinan yang tampaknya dikaitkan dengan keefektifan kinerja; mengidentifikasikan 2 gaya kepemimpinan yang berbeda:

Pemimpin

(7)

Studi dari Ohio State University

• Studi yang dipimpin Fleishman dkk setelah Perang Dunia II. Suatu seri penelitian

mengisolasikan dua faktor kepemimpinan, yaitu:

Initiating Structure

(8)

TEORI SITUASIONAL

(9)

Teori Kepemimpinan Situasional

• Suatu pendekatan terhadap

kepemimpinan yang menyatakan bahwa pemimpin memahami

perilakunya, sifat-sifat bawahannya, dan situasi sebelum menggunakan suatu gaya kemepimpinan tertentu.

• Pendekatan ini mensyaratkan

pemimpin untuk memiliki keterampilan

diagnostik dalam perilaku manusia.

(10)

Beberapa Model Kepemimpinan Situasional

Model Model

Path-Goal Model Teori

Pendekatan

(11)

Model Kepemimpinan Kontingensi

• Model yang dikembangkan oleh FIEDLER mengemukakan bahwa prestasi kelompok tergantung pada interaksi antara gaya

kepemimpinan dan situasi yang mendukung. Kepemimpinan dilihat sebagai suatu hubungan yang didasari oleh kekuatan dan pengaruh .

• Fiedler mengembangkan Least-Preferred Co-Worker (LPC) Scale untuk mengukur dua gaya kepemimpinan:

a) Gaya berorientasi tugas, yang mementingkan tugas atau otoritatif;

b) Gaya berorientasi hubungan, yang mementingkan hubungan kemanusiaan.

• Sedangkan kondisi situasi terdiri dari dua faktor utama:

a) Hubungan pemimpin-anggota, yaitu derajat baik/ buruknya hubungan antara pemimpin-bawahan.

b) Struktur tugas, yaitu derajat tinggi rendahnya strukturisasi, standarisasi dan rincian tugas pekerjaan.

• Kekuasaan posisi, yaitu derajat kuat/ lemahnya kewenangan dan

pengaruh pemimpin atas variabel-variabel kekuasaanm seperti

memberikan penghargaan dan mengenakan sanksi.

(12)
(13)

Model Partisipasi Pemimpin oleh Vroom &

Yetton

• Suatu teori kepemimpinan yang memberikan seperangkat aturan untuk menentukan ragam dan banyaknya pengambilan keputusan partisipatif dalam situasi-situasi yang berlainan.

• Model ini mempertahankan lima gaya kepemimpinan yang

menggambarkan pendekatan otoriter (AI, AII), ke konsultatif (CI, CII) sampai pendekatan sepenuhnya partisipatif (GII).

1. AI. Pemimpin menyelesaikan masalah atau membuat keputusan menggunakan informasi yang tersedia saat itu.

2. AII. Pemimpin memperoleh informasi yang diperlukan bawahan, dan kemudian memutuskan sendiri penyelesaian atas masalah sebenarnya ketika mereka meminta informasi. Peran yang dimainkan bawahan dalam membuat keputusan jelas menyediakan informasi yang perlu kepada

manajer bukannya membuat atau mengevaluasi penyelesaian alternatif.

3. CI. Pemimpin berbagi masalah dengan bawahan yang relevan secara individual, mendapatkan ide dan saran mereka tanpa mengumpulkan mereka sebagai sebuah kelompok. Kemudian pemimpin membuat keputusan yang bisa mencerminkan atau tidak pengaruh bawahan.

4. CII. Pemimpin berbagi masalah dengan bawahan sebagai suatu

kelompok secara kolektif memperoleh ide dan saran mereka. Kemudian mereka akan membuat keputusan yang bisa mencerminkan atau tidak pengaruh bawahan.

5. GII. Pemimpin berbagi masalah dengan bawahan sebagai suatu kelompok. Pemimpin dan bawahan bersama-sama membuat dan mengevaluasi alternatif serta berusaha mencapai konsensus

penyelesaian. Pemimpin tidak mencoba memengaruhi kelompok untuk

mengadopsi penyelesaian yang mereka sukai dan mereka menerima

serta mengimplementasikan penyelesaian yang mendapat dukungan

seluruh kelompok.

(14)

Path-Goal Model

• Menurut model yang dikembangkan oleh Robert J. House, pemimpin menjadi efektif karena pengaruh mottivasi

mereka yang positif, kemampuan untuk melaksanakan, dan kepuasan pengikutnya. Teorinya disebut jalur-tujuan karena fokus pada bagaimana pemimpin mempengaruhi persepsi pengikutnya pada tujuan kerja, tujuan pengembangan diri, dan jalan untuk mencapai tujuan.

Faktor perilaku pemimpin

 Direktif

 Suportif

 Pertisipatif

 Berorientasi Prestasi

Karakteristik pribadi bawahan:

o Tempat pengendalian o Pengalaman

o kemampuan

Faktor Lingkungan

 Tugas

 Sistem wewenang formal

 Kelompok kerja

Pengikut/

bawahan

 Persepsi

 Motivasi

Perolehan

 Kepuasan

 Prestasi

(15)

Teori Kepemimpinan Situasional Hersey-Blanchard

• Penekanan teori kepemimpinan situasional adalah pada pengikut- pengikut dan tingkat kematangan mereka. Para pemimpin harus menilai benar atau secara intuitif mengetahui tingkat kematangan pengikutnya dan kemudian menggunakan gaya kepemimpinan

yang sesuai dengan tingkatan tersebut. Kesiapan didefinisikan sebagai kemampuan dari pengikut untuk mengambil tanggung jawab nagi pengarahan perilaku mereka sendiri.

• Hersey-Blanchard mengembangkan studi Ohio State untuk mengmbangkan keempat gaya kepemimpinan yang dimiliki manajer:

1) Telling;

2) Selling

3) Participating 4) Delegating

• Kepemimpinan situasional menurut Hersey-Blanchard adalah didasarkan hubungan antara: (a) jumlah petunjuk dan

pengarahan yang diberikan oleh pemimpin, (b) jumlah dukungan

sosio emosional yang diberikan oleh pemimpin, dan (c.) tingkat

kesiapan atau keuntungan para pengikut yang ditunjukkan dalam

melaksanakn tugas khusus, fungsi atau tujuan tertentu.

(16)
(17)

Pendekatan Hubungan Berpasangan Vertikal

• Suatu pandangan bahwa tidak ada hal seperti perilaku pemimpin yang konsisten terhadap seluruh bawahan. Tiap hubungan satu-satu memiliki keunikannya sendiri-sendiri.

• Pendekatan yang mengusulkan bahwa pemimpin

mengklasifikasikan bawahan ke dalam in-group

dan out-group. Anggota dalam-kelompok memiliki

rasa keterikatan dan sistem nilai yang sama, dan

berinteraksi dengan pemimpinnya. Anggota luar-

kelompok memiliki kesamaan yang lebih sedikit

dengan pemimpinnya dan tidak membagi banyak

dengannya.

(18)

PENDEKATAN TERBARU

DALAM KEPEMIMPINAN

(19)

Kepemimpinan Transaksional &

Transformasional

• Teori kepemimpinan transaksional dan transformasioanl

menggabungkan unsur-unsur trait, perilaku, dan situasional, berusia relatif muda dibandingkan teori lainnya dan

membutuhkan penelitian lebih lanjut.

• Teori ini pertama kali dikemukakan oleh Burns (1978). Walaupun sebelumnya penelitian banyak dilakukan di budaya Barat, tetapi menurut Wutun (1996) model kepemimpinan ini dapat

diterapkan di Indonesia karena memiliki kesesuaian nilai-nilai kepemimpinan yang ada di bangsa Indonesia.

• Bass, Avolio, Jung, dan Berson (2003) melaporkan bahwa pemimpin transformasional akan memimpin dengan

adaptabilitas dan fleksibilitas yang akan memberikan pengaruh

yang dibutuhkan untuk membimbing bawahannya untuk tetap

bertahan dalam perubahan yang cepat dalam dunia bisnis saat

ini.

(20)
(21)

Kepemimpinan Transaksional

• Menurut Bass (1985), pemimpin yang transaksional akan berusaha mengenali apa yang ingin dicapai dari pekerjaan bawahannya dan memberikan jaminan bahwa bawahan bisa mendapatkan imbalan jika ia mampu mencapai tujuan yang sudah ditetapkan. Pemimpin juga akan lebih responsif terhadap minat-minat pribadi bawahan bila mereka dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan harapan pemimpin.

• Terdapat beberapa faktor yang merupakan perilaku pemimpin dengan gaya kepemimpinan transaksional. Faktor-faktor tersebut antara lain (Bass, 1985):

1) Contingent Reward, jika bawahan dapat menguntungkan perusahaan, maka mereka dapat mengharapkan imbalan-imbalan yang setimpal sesuai dengan kesepakatan. Misalnya, jika bawahan memperlihatkan prestasi kerja yang memuaskan, mereka berhak mendapatkan imbalan yang memuaskan juga.

2) Management By Exception (Active), pimpinan memberlakukan aturan secara ketat mengawasi dan memantau bawahan agar terhindar dari kesalahan dan kegagalan dalam pelaksanaan dan penyelesaian tugasnya. Bila terjadi kesalahan dan

kegagalan, maka diusahakan secepatnya diketahui dan diperbaiki.

3) Managemen By Exception (Passive), pimpinan akan bertindak setelah terjadi kesalahan atau setelah diketahui ada masalah yang serius. Sebaliknya, pimpinan tidak perlu mengintervensi bila belum ada masalah atau belum terjadi kegagalan.

(22)

Kepemimpinan Transformasional

• Teori kepemimpinan transformasional pertama kali diperkenalkan oleh Burns (1978) dalam penelitian deskriptif tentang pemimpin-pemimpin politik.

• Melalui kepemimpinan transformasional, bawahan atau pengikut akan memiliki kepercayaaan, kekaguman, dan rasa hormat terhadap pemimpinnya, dan mereka lebih termotivasi untuk melakukan lebih daripada yang

diharapkan (Yukl, 2006).

• Dalam kepemimpinan transformasional, interaksi antara

pemimpin dan bawahan ditandai oleh pengaruh pemimpin

untuk mengubah perilaku bawahannya menjadi seseorang

yang merasa mampu dan bermotivasi tinggi dan berupaya

mencapai prestasi kerja yang tinggi dan bermutu.

(23)

Kepemimpinan Transformasional (2)

• Kepemimpinan transformasional memiliki beberapa faktor atau komponen sebagai berikut (Bass dan Riggio, 2006):

1) Idealized Influence. Pemimpin transformasional bertingkahlaku yang membuat mereka dapat memberikan contoh bagi pengikutnya. Pemimpin dikagumi, dihormati, dan

dipercaya. Bawahannya mengidentifikasikan dengan pimpinannya dan berusaha

menyamai.. Ada dua aspek dari pengaruh individual yaitu perilaku pimpinan (idealized influence- behavior) dan elemen yang yang diatribusikan ada pada seorang pemimpin oleh bawahan atau rekannya (idealized influence- attributed charisma). Kedua aspek merupakan subfaktor yang diukur berbeda dalam Multifaktor Leadership Questionnaire (MLQ

2) Inspirational Leadership. Pemimpin inspirasional mempengaruhi bawahannya dengan cara emosional (Bass, 1985). Pemimpin transformasional berperilaku dengan

memotivasi dan menginspirasi sekelilingnya dengan memberi makna dan tantangan pada pekerjaan bawahannya. Semangat kelompok ditingkatkan, antusiasme dan

optimisme ditunjukkan. Pemimpin secara jelas mengomunikasikan apa yang diharapkan untuk dilakukan oleh bawahannya.

3) Intellectual Stimulation. Pemimpin transformasional menstimulasi bawahannya untuk berusaha secara inovatif dan kreatif dengan mempertanyakan asumsi, memperjelas masalah, dan memiliki pendekatan yang baru terhadap situasi-situasi lama. Aspek ini juga membedakan pemimpin transaksional dan transformasional. Pemimpin yang

transformasional akan tidak senang atau tidak mudah puas dengan solusi parsial, atau menerima status quo, atau apa yang telah berjalan sebelumnya. Ia akan cenderung mencari jalan-jalan terbaru untuk melakukan perubahan, mengambil keuntungan maksimum dari kesempatan yang ada walaupun beresiko. Berbeda dengan pemimpin transaksional, pemimpin transformasional akan lebih proaktif daripada reaktif dalam berpikir; lebih kreatif, inovatif, lebih radikal daripada konservatif, dan tidak terhambat dalam ide-ide mencari solusi. Sedangkan pemimpin transaksional akan fokus pada menjaga sistem yang telah bejalan sesuai dengan tanggung jawabnya (Bass, 1985).

4) Individualized Consideration. Pemimpin transformasional memberikan perhatian khusus bagi kebutuhan berprestasi dan pertumbuhan masing-masing individu bawahannya dengan menjadi pelatih atau mentor. Perbedaan individual dalam hal kebutuhan dan keinginan disadari. Perilaku pemimpin menunjukkan penerimaan terhadap adanya perbedaan. Interaksi yang terjadi lebih personal dan komunikasi dua arah dijalankan.

Referensi

Dokumen terkait

Bass (1985) memperluas karya Burns dengan memberi lebih banyak perhatian pada kebutuhan pengikut dari pada kebutuhan pemimpin, dengan menyatakan bahwa kepe-mimpinan transformasional

Gaya mengatur atau memberi instruksi adalah gaya kepemimpinan yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin untuk merespon situasi ketika bawahannya berada dalam situasi D1,

Pola kepemimpinan demokratis ini merupakan pemimpin yang berkonsultasi dengan kelompok atau bawahannya mengenai masalah yang menarik perhatian mereka serta mereka

Gaya kepemimpinan Telling adalah gaya kepemimpinan yang ditandai perilaku pemimpin yang tidak mempercayai bawahannya dan banyak memberikan instruksi kepada bawahan

Dengan demikian seorang pemimpin transaksional juga mengakui kebutuhan dan keinginan bawahan, menjelaskan bahwa ke duanya hanya bisa dicapai dengan memuaskan jika para

Dasar-dasar Kepemimpinan (Basic Leadership) •Hakekat Kepemimpinan •Pemimpin dan Pimpinan •Peran Pemimpin dan Pimpinan •Beda Pemimpin dan Pimpinan •Otoritas Kepemimpinan

Untuk itu, peneliti ingin memberikan pembaharuan kepada lembaga yang masih menggunakan gaya kepemimpinan transaksional menjadi gaya kepemimpinan transformasional

Menurut Bass (1985) dalam buku Yukl (2013, p.313) menjelaskan bahwa kepemimpinan transformasional adalah suatu keadaan dimana para pengikut dari seorang pemimpin