• Tidak ada hasil yang ditemukan

sinergitas kinerja guru pendidikan agama islam

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "sinergitas kinerja guru pendidikan agama islam"

Copied!
109
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Identifikasi Masalah

Batasan Masalah

Sinergi yang dimaksud peneliti di sini adalah bentuk kerjasama yang dilakukan guru pendidikan agama Islam dan guru bimbingan dan konseling dalam mengatasi kenakalan siswa di sekolah yang membuat mereka malas sholat berjamaah. Kenakalan siswa, kenakalan dalam penelitian ini merupakan kenakalan yang dilakukan di lingkungan sekolah yaitu pelanggaran tata tertib sekolah yang masih dianggap sebagai kenakalan berat yaitu kelalaian salat.

Rumusan Masalah

Sinergi antara guru pendidikan agama Islam dan guru konseling dalam meningkatkan kesadaran tentang shalat Zuhur berjamaah. Apakah guru pendidikan agama Islam dan guru bimbingan dan konseling melakukan kerjasama dengan guru lain?

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

LANDASAN TEORI

Kajian Pendidikan Agama Islam

Menurut Muhammad, Pendidikan Agama Islam adalah upaya sadar dan terencana untuk mempersiapkan peserta didik untuk mengetahui, memahami, menghayati dan mengimani ajaran agama Islam beserta. Sedangkan menurut Daradjat, pendidikan agama Islam adalah pendidikan melalui anjuran agama Islam nasional, yaitu usaha sadar yang dilakukan guru untuk mempengaruhi peserta didik dalam rangka pembentukan umat beragama. Pendidikan agama Islam diharapkan dapat menghasilkan manusia yang senantiasa berupaya menyempurnakan keimanan, ketakwaan, dan akhlak serta aktif membangun peradaban dan keselarasan kehidupan, khususnya dalam memajukan peradaban bangsa yang bermartabat.

28Muhammad Alim, Pendidikan Agama Islam, Upaya Pembentukan Pemikiran dan Kepribadian Islami, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2006), Cet. Dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan agama Islam adalah suatu upaya untuk membantu dan mengembangkan sifat religius peserta didik agar mereka menghayati, menghayati, memahami, meyakini dan mengamalkan ajaran agama Islam dalam kehidupan. mereka menjadi orang-orang yang bertakwa, berkepribadian unggul dan berguna bagi kemanusiaan. Sedangkan menurut Akmal, fungsi pendidikan agama Islam adalah sosialisasi individu, artinya agama akan mengantarkan seorang anak menjadi dewasa.

Adaptasi nilai, yaitu menyesuaikan diri dengan lingkungan dan mampu mengubah lingkungan sesuai dengan ajaran agama Islam. Menyalurkan bakat peserta didik yang mempunyai bakat khusus di bidang agama Islam, agar dapat berkembang.35.

Kajian Siswa

Faktor lingkungan keluarga, akhlak anak dimulai dari rumah sejak kecil dan sebagian besar waktunya dihabiskan di lingkungan keluarga. Hal ini menandakan bahwa perkembangan mental, fisik, dan sosial berada di bawah kendali pengawasan atau ketundukan orang tua dan ketaatan terhadap aturan-aturan yang berlaku dalam keluarga. Faktor lingkungan sekolah, sekolah merupakan tempat kedua pengajaran dan pendidikan anak setelah orang tua, dan juga sekolah sebagai lingkungan kedua sebagai tempat pembentukan peserta didik memegang peranan penting dalam pengembangan mental, ilmu agama, pengetahuan. dan keterampilan siswa. siswa.

Kesalahan dan kekurangan yang ada di sekolah sebagai tempat pendidikan dapat menimbulkan peluang terjadinya kenakalan pada anak di bawah umur. Dalam proses pembinaan, pelatihan dan pendidikan di sekolah biasanya terjadi interaksi antara remaja lain dan antara remaja dengan pendidik.

Kajian Bimbingan Konseling

Bentuk kerjasama apa yang dilakukan oleh guru pendidikan agama Islam dan guru bimbingan dan konseling untuk meningkatkan kesadaran shalat ashar berjamaah. Untuk mengetahui bentuk kerjasama antara guru pendidikan agama Islam dan guru bimbingan dan konseling untuk meningkatkan kesadaran shalat ashar berjamaah. Karena guru pendidikan agama Islam mengajarkan agama Islam kepada anak secara berkelompok dan guru menasihati secara individu.

Bagaimana upaya yang dilakukan oleh guru pendidikan agama Islam dan guru bimbingan dan konseling untuk mengatasi siswa yang jarang melaksanakan shalat zuhur berjamaah? Apa yang dilakukan guru pendidikan agama Islam dan guru bimbingan dan konseling jika tidak melaksanakan shalat zuhur berjamaah? Apa saja kegiatan Anda yang ditawarkan oleh guru pendidikan agama Islam dan guru bimbingan dan konseling di luar jam sekolah?

Bagaimana sinergi antara guru pendidikan agama Islam dan guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan kesadaran tentang shalat berjamaah dan menangani perilaku tidak pantas siswa yang melanggar tata tertib sekolah. Dan kegiatan ini tidak lepas dari kerjasama antara guru pendidikan agama Islam dengan guru bimbingan dan konseling.

Penelitian Yang Relevan

Kerangka Berfikir

Program Bimbingan dan Konseling di Akademik SMAN 1 Tahun Pasrah Institut Agama Islam Negeri Salatiga: Unpublished Paper, 2017). Berdasarkan grafik di atas dapat dipahami bahwa permasalahan dalam proses pembelajaran di sekolah dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain siswa, guru dan sarana prasarana. Dapat disimpulkan bahwa permasalahan proses pembelajaran di SMK Swasta 8 Grakarsa adalah, seringnya terlambat masuk sekolah, tidak fokus dalam pembelajaran dan kurangnya sarana prasarana.

METODE PENELITIAN

Setting Penelitian

Subyek Dan Informan Penelitian

Teknik Pengumpulan Data

Observasi langsung ini bertujuan untuk mengamati dan melihat secara langsung sinergi kinerja guru pendidikan agama Islam dan guru bimbingan dan konseling dalam menangani kenakalan siswa. Menurut Esterberg, wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data jika peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan masalah yang akan diteliti dan juga jika peneliti ingin mengetahui sesuatu lebih mendalam dari responden dan jumlah respondennya sedikit. 50 Sedangkan menurut Burhan Bungin, wawancara adalah proses memperoleh informasi untuk keperluan penelitian melalui tanya jawab tatap muka antara pewawancara dengan informan atau orang yang diwawancara, dengan atau tanpa menggunakan pedoman wawancara, dimana wawancara dilakukan dengan cara yang sama. pewawancara dan informan terlibat dalam kehidupan sosial dalam jangka waktu yang relatif lama 51. Berdasarkan kedua pendapat ahli di atas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa wawancara adalah percakapan dengan tujuan tertentu.

Teknik wawancara disini digunakan untuk memperoleh data mengenai sinergi antara kinerja guru pendidikan agama Islam dan guru bimbingan belajar dalam mengatasi kenakalan siswa di SMK Swasta 8 Grakarsa Kota Bengkulu. Panduan wawancara sebagai instrumen (alat) pengumpulan data wawancara dengan informan akan dilampirkan peneliti pada lampiran. Dokumentasi dalam penelitian ini adalah dengan mengetahui data deskripsi wilayah, data sejarah, data guru dan data siswa serta foto-foto pada saat penelitian di SMK Swasta 8 Grakarsa Kota Bengkulu.

Teknik Keabsahan Data

Menurut Sugiyono, teknik triangulasi data dalam penelitian kualitatif dilakukan dengan mengumpulkan data sejenis dari beberapa sumber data yang berbeda. Maka dalam penelitian ini penggunaan triangulasi data adalah data sinergi antara kinerja guru pendidikan agama Islam dan guru bimbingan dalam mengatasi kenakalan siswa di SMK Swasta 8 Grakarsa Kota Bengkulu yang dikumpulkan dari berbagai sumber data (informasi dari guru). diwawancarai berbeda). Sedangkan pada teknik triangulasi metode pada penelitian kualitatif, Sugiyono menjelaskan triangulasi metode dilakukan dengan cara menggali data yang sama dengan metode yang berbeda.

Untuk memperoleh data yang sama yaitu data sinergi kinerja guru pendidikan agama Islam dan guru BK dalam mengatasi kenakalan siswa dalam analisis data, maka metode yang digunakan untuk analisis data adalah dengan mempelajari dan menganalisis data tertentu sehingga dapat diambil suatu kesimpulan yang konkrit. dibuat. mengenai isu-isu yang sedang diteliti dan diperdebatkan.

Teknik Analisis Data

Berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang dilakukan peneliti dapat disimpulkan bahwa sudah ada kerjasama antara guru pendidikan agama Islam dengan bimbingan dan konseling. Karena semua guru mempunyai tanggung jawab untuk meningkatkan kesadaran shalat zuhur berjamaah, khususnya di kalangan guru agama Islam dan guru bimbingan dan konseling. Dan yang terakhir, guru pendidikan agama Islam selalu mengadakan acara imtaq setiap hari Jumat yang bekerjasama dengan guru bimbingan dan konseling.” 61.

Dalam kegiatan keislaman ini, guru pendidikan agama Islam dan guru bimbingan dan konseling bekerja sama baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Kegiatan imtaq yang dilaksanakan seminggu sekali ini merupakan pola kerjasama antara guru pendidikan agama Islam dengan guru bimbingan dan konseling untuk meningkatkan akhlak siswa. Kemudian antara guru pendidikan agama Islam dengan guru bimbingan dan konseling yang sering bertatap muka dengan siswa adalah guru pendidikan agama Islam.

Bagaimana pendapat bapak dan ibu tentang kerjasama guru pendidikan agama islam dengan guru bimbingan dan konseling yang sudah diterapkan di sekolah? Dari hasil wawancara dan observasi yang dilakukan peneliti dapat disimpulkan bahwa kerjasama antara guru pendidikan agama Islam dengan guru bimbingan dan konseling sangat bermanfaat dalam menangani kenakalan siswa. Dari segi sinergi atau kolaborasi dalam kegiatan konseling Islami, ini merupakan program yang dilakukan antara guru pendidikan agama Islam dan konselor bimbingan.

Lebih jauh lagi kerjasama antar guru khususnya guru pendidikan agama Islam dalam menanggulangi kejahatan siswa.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

Pembahasan

Berdasarkan hasil penelitian kepala sekolah, guru pendidikan agama Islam dan guru bimbingan dan konseling di SMK 8 Grakarsa Bengkulu, sinergi atau kerjasama yang mereka lakukan yaitu guru pendidikan agama Islam memberikan wawasan keislaman dan pengetahuan disiplin dan akhlak dalam diri siswa. agama Islam atau disebut konseling Islam, yang dilakukan secara berkelompok oleh guru agama Islam. Dalam kegiatan konseling Islami yang dilakukan di dalam kelas, guru pendidikan agama Islam dan guru pembimbing di kelas bekerjasama untuk memberikan konseling dan ilmu Islam kepada siswa. Sedangkan kegiatan konseling Islami dilaksanakan di luar kelas yaitu guru pendidikan agama Islam memberikan konseling atau ilmu Islami dengan memanggil siswa.

Bentuknya sinergi atau kerjasama seperti penyerahan perkara antara guru pendidikan agama islam dengan guru bimbingan dan konseling saling membantu seperti pelajar yang tidak memahami ilmu agama Islam, misalnya tidak bisa membaca Al-Quran, dimaafkan. , sering bermasalah dengan teman dan sering melanggar peraturan sekolah. Kegiatan lanjutan ini merupakan wujud sinergi atau kerjasama seluruh dewan guru khususnya guru pendidikan agama Islam bersama. Kegiatan penyuluhan ini merupakan salah satu cara untuk mengatasi kenakalan siswa yang menjadikan siswa paham akan agama islam dan berakhlak mulia serta menjauhi pesta pora dan sebagainya.

Sedangkan upaya bimbingan dan konseling yang dilakukan guru adalah sebagai berikut: Pertama, melakukan pendekatan terhadap siswa yang melakukan pelanggaran. Dalam pelaksanaannya bersinergi atau kerjasama dengan guru, bimbingan dan konseling dalam menangani kenakalan siswa, guna menjaga dan bila mungkin memperbaikinya.

PENUTUP

Saran

Selalu meningkatkan profesionalisme dalam menangani kenakalan siswa serta metode pembelajaran yang efektif dalam semua materi pendidikan. Guru bimbingan hendaknya mempunyai hubungan yang baik dengan siswanya, layaknya sahabat, sahabat atau guru bimbingan, agar siswa merasa lebih dekat dengan guru bimbingan, sehingga tidak ada yang namanya guru bimbingan dan bimbingan sebagai polisi sekolah. . Untuk lebih menaati peraturan dan ketentuan yang telah disepakati dan disetujui bersama, baik di dalam kelas, di luar kelas, maupun di dalam fasilitas lingkungan sekolah.

Lebih terbuka kepada guru baik guru BK mahupun guru mata pelajaran supaya dapat membantu menyelesaikan masalah.

Referensi

Dokumen terkait

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah penerapan Problem Based Learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, faktor pendukung, penghambat,

(3) Faktor Penghambat dan Pendukung Yang di Lakukan Guru pendidika agama Islam Dalam Peningkatkan Kualitas Belajar Siswa Mata Pelajaran Fiqih di Madrasah Tsanawiyah

Sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan tesis ini dengan judul Peran Guru Bimbingan Konseling dan Guru Pendidikan Agama dalam Pengelolaan Kenakalan Remaja

Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana metode pembelajaran Pendidikan Agama Islam serta apa faktor pendukung dan penghambat pembelajaran Pendidikan

Dari hasil wawancara dengan Arifin Huzaifah Mokosolang, S.Pd.I selaku Guru Pendidikan Agama Islam, penulis dapat menarik kesimpulan bahwa kendala guru Pendidikan Agama Islam dalam

Faktor penghambat Guru Pendidikan Agama Islam dalam mengembangkan kecerdasan emosional dan spiritual siswa Beberapa faktor penghambat yang dialami Guru Pendidikan Agama Islam

(2) Faktor pendukung dan penghambat kreativitas guru pendidikan agama Islam dalam meningkatkan motivasi belajar Aqidah Akhlak siswa kelas IX di MTs. Sukomoro

Berdasarkan hasil penyajian data yang melalui wawancara dan observasi yang dilakukan oleh peneliti terlihat bahwa di SMPN 25 Bekasi bahwa upaya guru pendidikan agama islam dalam