Tesis ini telah diperiksa dan disetujui oleh Pembimbing I dan Pembimbing II dan telah diterima oleh Ketua Departemen Ekonomi Pembangunan dan diserahkan oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pattimura, diserahkan untuk memenuhi persyaratan ujian universitas di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pattimura Ambon. . Yang terhormat almamater Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pattimura Ambon yang telah memberikan banyak hal baru dan ilmu yang sangat bermanfaat. Penulis memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmat dan karunia-Nya yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk menjalani masa studi hingga penyelesaian skripsinya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pattumura.
Penulisan ini dilatar belakangi oleh ketertarikan penulis terhadap hubungan indeks pembangunan manusia dengan pertumbuhan ekonomi di provinsi maluku, serta menjadi unsur penting dalam pemenuhan nilai tugas untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Ekonomi. Bisnis, Universitas Pattimura. Teddy Christianto Leasiwal, SE., M.Si selaku ketua Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pattimura dan Bapak. Ali Kuncioho SE., M.Si selaku Sekretaris Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pattimura. Bapak/Ibu mengajar sebagai dosen Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi.
Teman-teman Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pattimura Angkatan 2017 khususnya Astri Nahumarury, Dada Khalida Lauselanang, Fahria Soamole, Basalebe Talaohu, Edi.F.
PENDAHULUAN
- Latar Belakang
- Rumusan Masalah
- Tujuan Penelitian
- Manfaat Penelitian
- Batasan Masalah
Kemudian saat ini masih banyak literatur ekonomi pembangunan yang membandingkan pembangunan manusia dengan pertumbuhan ekonomi. Pada tahun 2005, pertumbuhan ekonomi Provinsi Maluku meningkat menjadi 5,37 persen dan IPM sebesar 70,20 persen, pada tahun 2006, IPM Provinsi Maluku meningkat menjadi 69,70 persen. Pada tahun 2010, pertumbuhan ekonomi Provinsi Maluku mampu mencapai 7,47 persen dan IPM Maluku pun meningkat menjadi 66,42 persen.
Berdasarkan data pertumbuhan ekonomi Provinsi Maluku yang mengalami naik turun pada periode tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan sebab akibat antara pembangunan manusia dan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Maluku.
LANDASAN TEORI
Pembangunan Manusia dan Pertumbuhan Ekonomi .1 Teori Pembangunan Manusia (Human Capital Theory).1 Teori Pembangunan Manusia (Human Capital Theory)
- Teori Pertumbuhan Ekonomi
- Hubungan Pembangunan Manusia Dengan Pertumbuhan Ekonomi United National Development Programme (UNDP) atau Badan Program
- Modal Manusia Dengan Pertumbuhan Ekonomi
Namun dengan menggunakan berbagai jenis data produksi, sangat sulit memberikan gambaran pertumbuhan ekonomi yang akan dicapai. Teori Adam Smith (Suryana Graha Ilmu, 2011:92) sering dianggap sebagai awal kajian sistematis masalah pertumbuhan ekonomi. Adam Smith mengatakan pertumbuhan ekonomi merupakan proses menggabungkan pertumbuhan penduduk dengan kemajuan teknologi.
Pemikiran neoklasik mengenai pertumbuhan ekonomi dapat diartikan sebagai berikut: pembangunan merupakan suatu proses bertahap, pembangunan merupakan suatu proses yang harmonis. Pertumbuhan ekonomi modern menurut Simon Kuznets (2013) mengartikan pertumbuhan ekonomi sebagai “kemampuan suatu negara untuk menyediakan barang-barang ekonomi yang terus meningkat kepada penduduknya”. Teori ini memberikan kerangka teori untuk menganalisis pertumbuhan endogen, pertumbuhan ekonomi merupakan hasil dari sistem perekonomian.
Teori ini beranggapan bahwa pertumbuhan ekonomi ditentukan oleh sistem produksi dan tidak berasal dari luar sistem tersebut. Kemajuan teknologi bersifat endogen, pertumbuhan ekonomi merupakan keputusan para pelaku ekonomi untuk berinvestasi pada ilmu pengetahuan. Pembangunan manusia harus menjadi prioritas untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan pembangunan manusia untuk proses selanjutnya.
Namun hal tersebut ditolak oleh Ranis dan Stewart (2005) yang mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi dan pembangunan manusia harus berjalan beriringan secara merangsang. Rendahnya pertumbuhan ekonomi selalu disebabkan oleh satu atau lebih dari tiga faktor, yaitu peningkatan kuantitas dan kualitas tenaga kerja (melalui pertumbuhan penduduk dan peningkatan pendidikan), penambahan modal, dan teknologi. Modal manusia merupakan salah satu faktor penting dalam proses pertumbuhan ekonomi (teori Cobb-Douglas), yang mengemukakan bahwa pencapaian pertumbuhan ekonomi tidak lepas dari kualitas modal manusia.
Penelitian Terdahulu
Modal manusia merupakan pengetahuan yang diperoleh pekerja melalui pendidikan, mulai dari program untuk anak-anak hingga pelatihan kerja untuk pekerja dewasa. Seperti halnya modal fisik, modal manusia meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memproduksi barang dan jasa. Penelitian ini menunjukkan bahwa variabel kependudukan yang digunakan bergantung pada bagaimana penduduk bekerja secara efisien pada beberapa kriteria dimana suatu daerah dikatakan belum mandiri atau sudah mandiri.
Kerangka Pemikiran
Hipotesis Penelitian
Penelitian ini dilakukan di provinsi maluku dengan sampel IPM pertumbuhan ekonomi dan pembangunan manusia di provinsi maluku. Waktu penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah 2 bulan hingga selesai untuk mendapatkan data yang dibutuhkan.
Jenis dan Sumber Data
Teknik Pengumpulan Data
Definisi Operasional Variabel
Metode Analisis
Ada beberapa metode pengujian unit root, sering kali termasuk pengujian unit root Dickey-Fuller atau Phillips-Perron. Dalam pengujian unit root, hal pertama yang perlu kita lakukan adalah menguji setiap variabel yang kita gunakan untuk penyelidikan pada setiap level rangkaian. Apabila seluruh variabel level stasioner maka estimasi model yang digunakan adalah VAR In Level.
Dan apabila seluruh data dinyatakan tidak stasioner maka langkah selanjutnya adalah menentukan selisih pertama masing-masing variabel kemudian melakukan kembali uji unit root pada selisih pertama deret tersebut. Jika perbedaan tingkat pertama dinyatakan stasioner, maka model dapat diestimasi dengan menggunakan uji kointegrasi untuk menentukan model analisis mana yang akan digunakan dalam penelitian. Pada metode vector autoregressive (VAR), jika terdapat sejumlah variabel yang mengandung akar satuan yang tidak terintegrasi satu sama lain, maka variabel yang mengandung akar satuan tersebut harus dibedakan dan variabel hasil stasioner hasil diferensiasi tersebut dapat digunakan. VAR.
Jika statistik uji platform lebih besar dari nilai kritis maka Ho diterima dan Ha ditolak, atau dengan kata lain data mengandung unit root (data tidak stasioner). Pada penelitian ini, penentuan delay optimal dilakukan dengan menggunakan Akaike Information Criterion (AIC) yang didasarkan pada delay dengan standar AIC terkecil. Setelah dilakukan pengujian lapisan optimal, langkah selanjutnya adalah melakukan uji kausalitas Granger yang digunakan untuk mengetahui interaksi antar variabel endogen.
Uji Kausalitas Granger pada dasarnya mengasumsikan bahwa informasi yang relevan untuk memprediksi pertumbuhan ekonomi dan variabel IPM hanya dapat ditemukan pada dua data time series untuk kedua variabel tersebut. Uji Kausalitas Granger merupakan suatu metode untuk mengetahui dimana suatu variabel terikat (variabel terikat) dapat dipengaruhi oleh variabel lain (variabel bebas) dan sebaliknya variabel bebas dapat mengambil posisi terhadap variabel terikat. Untuk melihat kausalitas Granger dapat dilihat dengan membandingkan F-statistik dengan nilai kritis F-tabel pada tingkat kepercayaan (1%, 5% atau 10%) dan dapat dilihat dengan membandingkan nilai probabilitas dengan keyakinan tingkat (1%, 5% atau 10%).
Deksripsi Lokasi Penelitian
Keadaan Demografi
Hasil Penelitian
Pada periode tersebut, pertumbuhan ekonomi Provinsi Maluku mengalami tren penurunan, salah satunya disebabkan oleh penurunan pada sektor industri pengolahan, konstruksi, dan perdagangan besar. Industri pengolahan memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap perekonomian sehingga ketika terjadi penurunan pada sektor ini maka berdampak pula pada pertumbuhan ekonomi provinsi maluku. Di sisi lain, penurunan pertumbuhan ekonomi juga disebabkan oleh perlambatan kinerja konsumsi domestik dan ekspor.
Hal ini dikarenakan sumber daya manusia merupakan salah satu faktor produksi yang merupakan aset paling berharga dalam kegiatan perekonomian suatu daerah. Selain itu, pertumbuhan ekonomi yang tinggi juga dapat tercapai jika sumber daya manusia yang dimiliki daerah mampu bersaing dalam skala global. Kualitas sumber daya manusia yang dimiliki setiap daerah sangat bergantung pada ketersediaan sarana dan prasarana pendukungnya.
Pada kurun waktu tersebut IPM Provinsi Maluku mengalami peningkatan yang menunjukkan kemajuan yang sangat pesat dan pembangunan manusia di Provinsi Maluku masih berada pada status yang tinggi.
Analisis Data Hasil Penelitian .1 Uji Stasioneritas Data
- Optimum Lag
- Uji Kointegrasi
- Uji VECM
- Analisis Impluse Response Function (IRF)
Di bawah ini disajikan hasil uji kointegrasi model antara PE dan IPM dengan menggunakan metode Johansen’s Multivariate Cointegration Test. Berdasarkan Gambar 5.1 Bagian A, analisis IRF terhadap IPM menunjukkan bahwa kenaikan standar deviasi tingkat output sebesar 1 direspon negatif oleh IPM pada bulan ke-2, kemudian masuk ke bulan ke-3 dan ke-4 menjadi jawabannya positif, dan negatif pada bulan ke-2. bulan ke 5 dan ke 6. Jika dimasukkan bulan ke 7 sampai bulan ke 9 maka jawabannya menjadi positif dan menjadi negatif lagi pada bulan ke 10.
Pada bulan pertama, HDI tidak memberikan respon terhadap PE yang ditunjukkan dengan nilai standar deviasi HDI pada bulan pertama sebesar nol. Memasuki bulan ke 7 hingga ke 9 respon IPM menjadi positif hingga 0,145 pada bulan ke 9, kemudian memasuki bulan ke 10 respon IPM berubah menjadi nilai negatif. Berdasarkan Gambar 5.1 bagian B terlihat respon PE terhadap kenaikan IPM sebesar 1 standar deviasi tampak positif pada bulan pertama.
Variabel IPM mempunyai kontribusi bulanan terbesar, kontribusi bulanannya terus meningkat meskipun mengalami penurunan pada bulan ke-2, ke-5, dan ke-6. Kemudian pada variabel PE kontribusinya mengalami penurunan setiap bulannya, meskipun meningkat pada bulan ke 2, 5, dan 6. Kemudian pada variabel PE kontribusinya mengalami penurunan setiap bulannya, meskipun meningkat pada bulan ke-5.
Berikut hasil uji kausalitas Granger pada model antara IPM dan PE dengan metode kausalitas Granger.
Pembahasan
- Kointegrasi antara Pertumbuhan Ekonomi dan Indeks Pembangunan Manusia
- Granger Causality Antara Pertumbuhan Ekonomi dan Indeks Pembangunan ManusiaPembangunan Manusia
Hasil penelitian dengan menggunakan uji kointegrasi sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Susanti (2019) yang menunjukkan adanya kointegrasi antara indeks pembangunan manusia dengan pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan uji kausalitas Granger menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara variabel indeks pembangunan manusia dengan pertumbuhan ekonomi. Artinya indeks pembangunan manusia berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi berpengaruh signifikan terhadap indeks pembangunan manusia.
Indeks pembangunan manusia memegang peranan penting dalam pembangunan ekonomi modern, karena pembangunan manusia yang baik akan memungkinkan maksimalisasi faktor-faktor produksi. Tingkat pembangunan manusia yang sangat tinggi dapat menentukan kemampuan penduduk dalam menyerap dan mengelola sumber daya pertumbuhan ekonomi, baik dari segi teknologi maupun kelembagaan sebagai sarana penting dalam mencapai pertumbuhan ekonomi. Selain itu, pembangunan manusia yang tinggi akan mengakibatkan tingginya jumlah penduduk sehingga akan meningkatkan tingkat konsumsi.
Kebijakan pelaksanaan otonomi daerah dan desentralisasi fiskal didasarkan pada pertimbangan agar daerah lebih mengetahui kebutuhan masyarakatnya. Pemberian otonomi daerah diharapkan dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah melalui pembangunan manusia, sehingga daerah lebih mudah mencapai pertumbuhan ekonomi.
PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA
Track test indicates 2 cointegrating equation(s) at the 0.05 level * indicates rejection of the hypothesis at the 0.05 level. **MacKinnon-Haug-Michelis (1999) p-values. Maximum eigenvalue test indicates 2 cointegrating equation(s) at the 0.05 level * indicates rejection of the hypothesis at the 0.05 level.