• Tidak ada hasil yang ditemukan

SISWA DI MTs RIYADLATUL ULUM BUMIHARJO 39B BATANGHARI LAMPUNG TIMUR

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "SISWA DI MTs RIYADLATUL ULUM BUMIHARJO 39B BATANGHARI LAMPUNG TIMUR "

Copied!
104
0
0

Teks penuh

Untuk itu bagaimana peran guru dalam menanamkan akhlak pada siswa di MTs Riyadlatu Ulum Bumiharjo 39B Batanghari Lampung Timur. Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka penulis merumuskan pertanyaan penelitian yaitu, Bagaimana peran guru dalam menanamkan akhlak pada siswa di MTs Riyadlatul 'Ulum Bumiharjo 39b Batanghari Lampung Timur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran guru dalam menanamkan akhlak pada siswa di MTs Riyadlatul 'Ulum Bumiharjo 39b Batanghari Lampung Timur.

Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai sumbangsih pemikiran bagi guru Aqidah Akhlak dalam mendidik akhlak siswa. Fokus penelitian yang penulis lakukan lebih pada peran guru dalam menanamkan akhlak siswa dengan menggunakan metode lapangan kualitatif dengan sumber utama guru akhlak aqidah dan siswa MTs Riyadlatul Ulum Lampung Timur. Fokus penelitian yang penulis lakukan lebih pada peran guru dalam menanamkan akhlak pada siswa, dengan menggunakan metode kualitatif lapangan dengan sumber data primer guru akhlak aqidah dan siswa MTs Riyadlatul Ulum Lampung Timur.

Sumber data primer adalah guru agama dan akhlak siswa MTs Riyadlatul “Ulum Bumiharjo Lampung Timur. Gambaran peran guru dalam pendidikan akhlak pada siswa MTs Riyadlatul Ulum Bumiharjo 39b Batanghari Lampung Timur. Bimbingan merupakan salah satu peran setiap guru, khususnya guru agama akhlak dalam menanamkan akhlak kepada siswa.

Kejujuran merupakan salah satu cara yang diterapkan guru akhlak untuk menanamkan akhlak pada siswa. Peran yang dilakukan guru keyakinan moral dalam menanamkan akhlak pada siswa dengan memberikan bimbingan yaitu belajar tolong-menolong. Penerapan yang dilakukan guru dilakukan di MTs Riyadlatul Ulum Bumiharjo 39B Batanghari Lampung Timur dengan tujuan menanamkan akhlak yang baik pada siswa.

PENDAHULUAN

Pertanyaan penelitian

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Penelitian yang Relevan

LANDASAN TEORI

Pengertian Guru

Mudaris, kata ini berasal dari darasa-yudarisu-dursan-durusan-dirasatan yang artinya musnah, segel hilang, musnah, usang, terlatih dan dipelajari. Muaddib, kata ini berasal dari kata adab yang berarti akhlak, etika dan adab atau kemajuan (kecerdasan, kebudayaan) lahiriah dan batiniah. Dari kutipan di atas dapat kita simpulkan bahwa guru merupakan panutan yang dipercaya terutama oleh siswa dan masyarakat pada umumnya, karena kekuasaannya sebagai figur yang dimilikinya.

Guru juga dipandang sebagai sosok yang bertanggung jawab menyiapkan bekal intelektual dan moral peserta didik, serta bertanggung jawab membangun peradaban masyarakat. Oleh karena itu, tugas guru tidak terbatas pada transfer ilmu di kelas, tetapi juga mencakup penerapan ilmu di masyarakat.

Peran guru

Berperan sebagai seseorang yang membantu, seseorang yang mengarahkan dan memberikan penegasan, seseorang yang memberikan jiwa dan menginspirasi siswa dengan membangkitkan rasa ingin tahu, semangat, gairah dalam diri siswa yang berani mengambil risiko, guru dengan demikian bertindak sebagai pemberi informasi dan fasilitator. Berdasarkan kutipan di atas, dapat dipahami bahwa peran guru sangatlah penting bagi keberhasilan pendidikan di sekolah. Pentingnya peran guru dapat dilihat dari peran guru sebagai pelaksana kurikulum di kelas, mengajar bahan ajar dan mengelola pembelajaran.

Tugas dan Tanggung Jawab Guru

Menunjukkan kepada siswa tugas-tugas orang dewasa dengan memperkenalkan berbagai bidang keahlian dan keterampilan sehingga siswa memilihnya dengan tepat. Memberikan bimbingan melalui konseling ketika siswa mengalami kesulitan dalam mengembangkan potensi dirinya.12 Berdasarkan pandangan di atas, tugas dan tanggung jawab guru diwujudkan melalui keterampilan interaktif dan efektif, tanggung jawab intelektual diwujudkan dalam penguasaan berbagai perangkat pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk melakukan tugas mereka.

Kompetensi Guru

Berdasarkan pengertian di atas dapat dipahami bahwa indikator kompetensi pedagogik guru adalah jika guru memiliki wawasan kependidikan yang cukup, memahami karakteristik peserta didik, memiliki kemampuan yang mendalam. Kompetensi profesional adalah kompetensi atau kemampuan yang berkaitan dengan penyelesaian tugas guru.”21 Menurut penjelasan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 28 ayat 3 butir (c) disebutkan bahwa yang dimaksud dengan kompetensi profesional adalah “Kemampuan menguasai bahan pelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkan bimbingan siswa terpenuhi. Berdasarkan kutipan di atas dapat dikemukakan bahwa kompetensi profesional adalah kemampuan menguasai materi pelajaran, sehingga peserta didik dapat menguasai kompetensi sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Artinya kompetensi profesional adalah kemampuan guru mengelola program pembelajaran yang meliputi perumusan tujuan pembelajaran, kemampuan mengetahui dan menggunakan metode pengajaran, kemampuan memilih dan mengembangkan prosedur pembelajaran yang tepat, kemampuan melaksanakan program pembelajaran. dan pengajaran, kemampuan mengenali potensi siswa, serta kemampuan merencanakan dan melaksanakan pengajaran tambahan. Menurut penjelasan peraturan pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pasal 28 ayat 3 butir (d) kompetensi sosial diartikan sebagai “kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dengan peserta didik, sejawat pendidik, tenaga kependidikan. staf, orang tua/wali siswa dan masyarakat sekitar.” 23.

Akhlak

  • Pengertian Akhlak

Melalui kerjasama yang baik antara lembaga keluarga, sekolah dan masyarakat, aspek kognitif (pengetahuan). Dari segi faktor eksternal yang dapat mempengaruhi moral siswa, seperti lingkungan pergaulan, lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat. Perkembangan moral peserta didik memerlukan lingkungan yang kondusif untuk memperkuat potensi moral yang melekat.

Pembelajaran akhlak para siswa tidak akan terlaksana tanpa adanya peran dari seorang guru, dalam menanamkan akhlak dilakukan dengan cara menanamkan pemahaman dan ilmu agama. Dukungan merupakan motivator yang sungguh-sungguh berusaha untuk meningkatkan semangat siswa, dan dengan dukungan yang baik untuk menanamkan semangat siswa maka akan terwujud pula hasil yang baik.

Jenis dan Sifat Penelitian

Penelitian kualitatif bersifat deskriptif. Dalam penelitian ini dilakukan upaya untuk mengumpulkan data deskriptif yang sebagian besar disajikan dalam bentuk laporan dan deskripsi. Penelitian ini tidak mengutamakan angka dan statistik. 33. Berdasarkan sifat penelitian di atas, maka penulis dalam penelitian ini berusaha memaparkan secara sistematis dan faktual peran guru dalam membangun moral siswa berdasarkan data yang terkumpul selama penelitian dan dalam bentuk laporan atau uraian yang telah ditetapkan. .

Sumber Data

Sumber primer adalah sumber yang secara langsung memberikan data kepada pengumpul data. , dalam hal ini adalah subjek penelitian (informan) sesuai dengan variabel yang diteliti. Dari sumber primer tersebut, penulis mengumpulkan informasi tentang peran guru dalam mengangkat akhlak siswa dengan mengacu pada tuturan lisan dari sumber primer itu sendiri. Sumber sekunder adalah sumber yang tidak secara langsung memberikan data kepada pengumpul data, seperti melalui orang lain atau melalui dokumen. Data yang meliputi dokumen, absensi terkait kegiatan siswa, serta kepala sekolah yang kiranya dapat memberikan informasi yang dapat mendukung penelitian.

Teknik Pengumpulan Data

Adapun peran guru Aidh Akhlak dalam menanamkan akhlak pada siswa, peneliti menyimpulkan bahwa peran guru Aqidah Akhlak dalam menanamkan akhlak siswa di MTs Riyadlatul Ulum Bumuharjo sudah berjalan dengan baik dan bisa menjadi cukup berhasil disebutkan dalam penerapannya. Demikian penjelasan tentang peran guru dalam menanamkan akhlak di MTs Riyadlatul Ulum Bumuharjo Batanghari Lampung Timur yang dapat penulis sampaikan dengan baik dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi yang dilakukan penulis selama proses penelitian. Karena peran pelaksana guru aqidah akhlak maka penulis berkesimpulan bahwa peran yang dilakukan guru aqidah akhlak dalam menanamkan akhlak siswa di MTs Riyadlatul Ulum Bumiharjo Lampung Timur telah berjalan dengan baik dan dapat dikatakan cukup berhasil dalam merubah siswa. pose.

Teknik Penjamin Keabsahan Data

Wawancara dilakukan kepada responden dengan tujuan untuk memperoleh informasi tentang peran guru dalam menanamkan akhlak pada siswa di MTs Riyadlatul Ulum Bumiharjo 39B Batanghari Lmapung Timur. Informasi yang diperoleh dari responden sangat membantu peneliti untuk menganalisis peran guru dalam mengajarkan akhlak siswa di MTs Riyadlatul Ulum Bumiharjo 39B Batanghari Lmapung Timur. Data yang kami peroleh hanya untuk kepentingan penelitian, jadi responden tidak perlu ragu untuk menjawab pertanyaan ini.

Sebelum menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut, penulis meminta kepada responden untuk terlebih dahulu menyimak/menyimak petunjuk tersebut 2. Observasi ini dilakukan di MTs Riyadlatul Ulum Bumuharjo 39B Batanghari Lampung Timur untuk mengamati dan mencatat kondisi umum tempat penelitian di MTs Riyadlatul Ulum Bumuharjo 39B Batanghari Lampung Timur. Observasi ini dilakukan di MTs Riyadlatul Ulum Bumuharjo 39B Batanghari Lampung Timur untuk mengamati dan mencatat keadaan pembelajaran di MTs Riyadlatul Ulum Bumuharjo 39B Batanghari Lampung Timur.

Mengamati dan merekam peran guru dalam menanamkan akhlak pada siswa MTs Riyadlatul Ulum Bumuharjo 39B Batanghari Lampung Timur. Dokumentasi tersebut diserahkan kepada kepala sekolah untuk mendapatkan informasi profil MTs Riyadlatul Ulum Bumuharjo 39B Batanghari Lampung Timur. Wawancara Kepala MTs Riyadlatul Ulum 39B Bumiharjo Lampung Timur tentang peran guru dalam menanamkan akhlak pada siswa.

Wawancara dengan guru dari Akidah Akhlak MTs Riyadlatul Ulum 39B Bumiharjo, Lampung Timur tentang peran guru dalam menanamkan akhlak pada siswa di. Wawancara dengan siswa kelas VII MTs Riyadlatul Ulum 39B Bumiharjo Lampung Timur tentang peran guru dalam menanamkan akhlak siswa. Wawancara dengan siswa kelas VII MTs Riyadlatul Ulum 39B Bumiharjo Lampung Timur tentang peran guru dalam menanamkan akhlak siswa.

Teknis Analisis Data

HASIL DAN PEMBAHASAN

Gambaran Umum Peran Ustadz Dalam Membina Kecerdasan

Analisis Peran Ustadz Dalam Membina Kecerdasan Spiritual

PENUTUP

Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang telah penulis lakukan, maka penulis dapat memberikan saran atau masukan yang dapat bermanfaat bagi sekolah yang menjadi objek penelitian di MTs Riyadlatul Ulum Bumiharjo Lampung Timur sehingga dapat dijadikan bahan motivasi dan masukan. . Bagi sekolah hendaknya memberikan peningkatan dalam membekali siswa dengan pembinaan akhlak dengan menambah waktu, dan melakukan pengawasan terhadap siswa baik di sekolah maupun di masyarakat. Ahmad Kholid, Pengaruh Lingkungan Keluarga Terhadap Moral Pemuda Islam di Masjid Miftahul Huda Desa Trimurjo Lampung Tengah, (Metro: STAIN Jurai Siwo, 2010).

Khoirul Mizan Dona Putra, Efektifitas Pembinaan Moral Remaja Putus Sekolah di Dusun Sumber Rahayu Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur, (Metro: STAIN Jurai Siwo, 2013). Muflihin Faik AL-Khunifi, Hubungan Aktivitas Ta’lim Masjid Dengan Moral Remaja Pondok Pesantren Dusun Sumberrejo Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur (Metro: STAIN Jurai Siwo, 2014).

Referensi

Dokumen terkait

PROBLEMATIKA PEMBINAAN AKHLAK SISWA DI MTS DARUL ULUM DESA KARANG GADING KABUPATEN

Problematika Pembinaan Akhlak Siswa di MTs Darul Ulum Ditinjau Dari Sudut Lingkungan

Hasil penelitian, adalah (1) Metode pendidikan akhlak pada siswa di MTs Darul Ulum Semarang dilaksanakan menggunakan tiga metode yaitu pembiasaan, keteladanan dan nasihat

Berdasarkan analisis yang peneliti peroleh dari hasil wawancara, dapat disimpulkan bahwa Implementasi Pembiayaan Musyarakah di BMT Nurul Husna Batanghari Lampung Timur

vi PENGARUH KEDISIPLINAN BELAJAR PESERTA DIDIK TERHADAP HASIL BELAJAR AKIDAH AKHLAK DI MTs SABIILUL MUTTAQIEN DESA SUKARAJA NUBAN LAMPUNG TIMUR ABSTRAK Oleh: ANISA BAROKAH

v ABSTRAK PENERAPAN METODE DEMONSTRASI DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV MI TARBIYATUL ATHFAL BATANGHARI LAMPUNG TIMUR

Analisis Pelaksanaan Penerapan Uang Muka dalam Sewa Menyewa Kamar Kos di Desa Banjarrejo Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur Perspektif Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah

ii KOMPARASI KEAKTIFAN BELAJAR AKIDAH AKHLAK DENGAN MENGGUNAKAN METODE PEMBELAJARAN INDEX CARD MATCH DAN TANYA JAWAB PADA SISWA KELAS VIII MTs MIFTAHUL ULUM KRADINAN MADIUN