• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI DIANTYASTUTI RAMADHANI 12804241001

N/A
N/A
Fitroh Satrio

Academic year: 2023

Membagikan "SKRIPSI DIANTYASTUTI RAMADHANI 12804241001"

Copied!
222
0
0

Teks penuh

Sutrisna Wibawa, M.Pd, selaku rektor Universitas Negeri Yogyakarta yang memberikan fasilitas demi kelancaran kegiatan penelitian ini. Tn. Tejo Nurseto, M.Pd, selaku ketua Jurusan Pendidikan Ekonomi yang memberikan izin untuk melakukan penelitian. Tn. Aula Ahmad Hafidh Saiful Fikri, M.Si selaku dosen pembimbing yang memberikan masukan, kritik dan saran dalam penulisan tugas akhir skripsi ini.

Latar Belakang Masalah

Faktor eksternal yang dapat mempengaruhi tingkat minat belajar adalah interaksi guru dengan siswa dan lingkungan belajar. Selain interaksi guru dengan siswa, ada faktor lain yang mempengaruhi minat belajar, yaitu lingkungan belajar. Dari uraian di atas, faktor penyebab tinggi rendahnya minat belajar siswa adalah interaksi guru dengan siswa dan lingkungan belajar.

Tabel  1.  Jumlah Siswa  yang Belum Mencapai  Nilai  KKM   Pada  Ulangan  Harian  Mata  Pelajaran  Ekonomi  Kelas  XI  IIS  Semester  Ganjil    Tahun  Ajaran 2017/2018
Tabel 1. Jumlah Siswa yang Belum Mencapai Nilai KKM Pada Ulangan Harian Mata Pelajaran Ekonomi Kelas XI IIS Semester Ganjil Tahun Ajaran 2017/2018

Identifikasi Masalah

Oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan topik “Hubungan interaksi guru-siswa dan lingkungan belajar dengan minat belajar ekonomi siswa kelas XI IIS SMA N 1 Wates”. Oleh karena itu peneliti memfokuskan faktor interaksi guru dengan siswa dan lingkungan belajar terhadap minat belajar ekonomi siswa kelas XI IIS SMA N 1 Wates.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Teoritis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada siswa agar siswa mengetahui pentingnya interaksi guru dengan siswa dan lingkungan belajar dalam upaya meningkatkan minat belajar siswa. Dalam dunia pendidikan, faktor yang lebih mempengaruhi minat belajar siswa adalah faktor orang tua. Berdasarkan teori di atas dapat disimpulkan bahwa minat belajar erat kaitannya dengan interaksi guru dengan siswa dan lingkungan belajar.

Interaksi Guru dengan Siswa

Interaksi pendidikan merupakan aspek interaksi dalam dunia pendidikan atau interaksi yang berlangsung dalam bidang pendidikan. Yang dimaksud dengan interaksi edukatif adalah interaksi yang mempunyai tujuan tertentu, yaitu pendewasaan anak manusia. Yang dimaksud dengan interaksi massa adalah interaksi melalui media massa, misalnya: surat kabar, majalah, radio, televisi, film. Interaksi massa mempunyai beberapa ciri, antara lain: a) Interaksi massa terjadi dalam satu arah.

Lingkungan Belajar

Sedangkan menurut Kadir, lingkungan pendidikan adalah tempat seseorang menerima pendidikan secara langsung maupun tidak langsung. Berdasarkan pengertian di atas, maka lingkungan yang hendak diteliti adalah lingkungan pendidikan siswa di sekolah. Proses belajar mengajar berlangsung antara guru dan siswa. Jika hubungan antara guru dan siswa terjalin dengan baik maka siswa akan memperhatikan materi yang diajarkan oleh guru.

Penelitian yang Relevan

Ade Andriana (2015) dalam disertasinya yang berjudul “Pengaruh Lingkungan Sekolah Terhadap Minat Belajar Siswa Kelas Ma Wasilatul Falah Rangkasbitung Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh lingkungan sekolah terhadap minat belajar siswa kelas XI MA Wasilatul Falah Rangkasbitung. Persamaannya dengan penelitian ini adalah sama-sama menyelidiki pengaruh lingkungan sekolah terhadap minat belajar siswa dengan menggunakan teknik analisis data deskriptif kuantitatif.

Kerangka Berfikir

Hal ini terlihat dari besarnya persentase pengaruh lingkungan terhadap minat belajar tari siswa: 23%. Lingkungan keluarga mempunyai pengaruh sebesar 5%, lingkungan sekolah mempunyai pengaruh sebesar 8%, dan lingkungan masyarakat mempunyai pengaruh sebesar 11% terhadap minat belajar tari siswa. Lingkungan belajar dimana siswa berada mempengaruhi suasana yang merangsang dan meningkatkan minat belajar siswa.

Paradigma Penelitian

Dengan kata lain interaksi guru dengan siswa di sekolah sangat mendukung dalam meningkatkan minat belajar siswa karena minat belajar siswa meningkat karena adanya interaksi yang baik antara guru dan siswa selama proses pembelajaran di sekolah. Oleh karena itu, lingkungan belajar yang baik harus diciptakan agar siswa dapat belajar dengan tenang dan dalam hal ini akan membantu siswa untuk belajar lebih giat. Lingkungan belajar di sekitar siswa berperan dalam membentuk minat seseorang karena lingkungan belajar yang baik akan mendukung siswa untuk giat belajar.

Hipotesis Penelitian

Jenis Penelitian

Tempat dan Waktu Penelitian

Populasi Penelitian

  • Jenis Variabel a. Variabel bebas
  • Definisi Operasional Variabel Penelitian a. Interaksi Guru dengan Siswa
  • Kuesioner (Angket)
  • Dokumentasi
  • Uji Validitas
  • Uji Reliabilitas

Interaksi guru-siswa merupakan hubungan timbal balik atau dua arah antara guru dan siswa, dimana keduanya saling mempengaruhi dan mempunyai tujuan tertentu, yaitu untuk mencapai tujuan pendidikan. Baik atau tidaknya interaksi guru dengan siswa saat proses pembelajaran dapat diukur dengan melihat persepsi siswa bagaimana komunikasi antara guru dan siswa, ada tidaknya tanya jawab antara guru dan siswa saat proses pembelajaran, apakah guru dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan menyenangkan pada saat proses pembelajaran berlangsung, dan guru selalu membimbing, membimbing dan membantu jika ada siswa yang belum memahami materi pelajaran ekonomi? Aspek fisik adalah kelengkapan sarana dan prasarana, sedangkan aspek non fisik adalah hubungan siswa dengan siswa lain, guru, dan komunitas sekolah.

Lingkungan sekolah adalah kondisi lingkungan sekolah, suasana lingkungan belajar sekolah, kondisi gedung sekolah, komunitas sekolah, peraturan dan fasilitas sekolah. Baik atau tidaknya lingkungan belajar dapat diukur dengan melihat persepsi siswa terhadap kondisi gedung sekolah, bagaimana suasana lingkungan belajar di sekolah, tatanan apa yang ada di sekolah, cara guru mengajar, dan cara mengajar. hubungan antar siswa. Baik atau tidaknya minat belajar siswa dapat diukur dengan melihat apakah siswa merasa nyaman belajar, apakah siswa memperhatikan saat guru menjelaskan materi pelajaran, apakah siswa aktif selama proses pembelajaran dan seberapa intens materi pembelajaran tersebut. . siswa sedang belajar.

Angket ini terdiri dari beberapa pernyataan yang digunakan untuk memperoleh data mengenai interaksi guru dengan siswa, lingkungan belajar dan minat belajar siswa kelas XI IIS SMA N 1 Wates. Menurut Arikunto, metode dokumentasi adalah suatu cara yang digunakan untuk mencari data mengenai suatu hal atau variabel yang berupa catatan transkripsi, buku, surat kabar, entri majalah, notulensi, buku besar, agenda dan lain sebagainya. Angket ini terdiri dari beberapa pernyataan yang digunakan untuk memperoleh data mengenai interaksi guru dengan siswa dan lingkungan belajar siswa kelas XI IIS SMA N 1 Wates.

Menurut Sugiyono, instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk memperoleh data (mengukur) adalah valid.

Tabel 2. Angket Interaksi Guru dengan Siswa
Tabel 2. Angket Interaksi Guru dengan Siswa

Teknis Analisis Data

Deskripsi Data Khusus

Penelitian ini terdiri dari dua variabel bebas yaitu Interaksi Guru dengan Siswa (X1) dan Lingkungan Belajar (X2), serta variabel terikat yaitu Minat Belajar (Y).

Minat Belajar

MINAT BELAJAR

Berdasarkan Saifuddin Azwar, kategorisasi dilakukan berdasarkan mean ideal (M) dan standar deviasi ideal (SD) pada variabel pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis data yang diolah, modus (Mo) sebesar 37; mean (rata-rata) sebesar 37; standar deviasi (SD) sebesar 4,50; skor maksimal 48; skor minimal 25; jumlah kelas interval adalah 7; seri data 23; dan panjang interval kelas adalah 3.

Diagram  batang  distribusi  frekuensi  minat belajar  kemudian  akan  digolongkan  ke  dalam  3  kategori
Diagram batang distribusi frekuensi minat belajar kemudian akan digolongkan ke dalam 3 kategori

Minat Belajar

INTERAKSI GURU DENGAN SISWA

Berdasarkan Saifuddin Azwar, kategorisasi dilakukan berdasarkan mean ideal (M) dan standar deviasi ideal (SD) pada variabel interaksi guru-siswa.

Gambar  4  di  atas  menunjukkan  bahwa  frekuensi  terbesar  berada  pada  kelas  interval  37  –  39  dan  34  -  36  sebanyak  18  siswa
Gambar 4 di atas menunjukkan bahwa frekuensi terbesar berada pada kelas interval 37 – 39 dan 34 - 36 sebanyak 18 siswa

Interaksi Guru Dengan Siswa

Berdasarkan hasil analisis data yang diolah diperoleh modus (Mo) sebesar 59; mean (rata-rata) sebesar 60; standar deviasi (SD) sebesar 5,17; skor maksimal 75; skor minimal. Berdasarkan Saifuddin Azwar, kategorisasi dilakukan berdasarkan mean ideal (M) dan standar deviasi ideal (SD) pada variabel lingkungan belajar.

Tabel 16. Distribusi Frenkuesi Lingkungan Belajar
Tabel 16. Distribusi Frenkuesi Lingkungan Belajar

LINGKUNGAN BELAJAR

Lingkungan Belajar

Uji Normalitas

Jika nilai Asymp Sig lebih besar atau sama dengan 0,05 maka data terdistribusi normal. Jika Asymmp Sig kurang dari 0,05 maka sebaran data tidak normal. Berdasarkan tabel 18 di atas terlihat bahwa nilai Asymp Sig setiap variabel lebih besar dari 0,05 maka data berdistribusi normal sehingga syarat uji normalitas terpenuhi.

Uji Linearitas

Oleh karena sig lebih dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa hubungan antara variabel interaksi guru dan siswa terhadap minat belajar adalah linier. Oleh karena sig lebih dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa hubungan antara variabel lingkungan dengan minat belajar adalah linier.

Uji Kolinearitas

1.233 Tidak Ada Kolinearitas Lingkungan Belajar 1.233 Tidak Ada Kolinearitas Berdasarkan tabel 20 diatas terlihat nilai VIF yang ditemukan sebesar 1.233. Karena nilai tersebut kurang dari 4, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat kolinearitas antara variabel interaksi guru-siswa dengan lingkungan belajar.

Uji Homosedastisitas

Mencari Persamaan Garis Regresi

Koefisien Determinasi (R 2 )

Uji Parsial (Uji t)

Uji Simultan (Uji F)

Mencari Sumbangan Relatif (SR) dan Sumbangan Efektif (SE)

Berdasarkan tabel 23 diperoleh sumbangan relatif variabel interaksi guru-siswa sebesar 57,39% dan lingkungan belajar sebesar 42,61%.

Pembahasan Hasil Penelitian

  • Pengaruh Interaksi Guru dengan Siswa terhadap Minat Belajar Ekonomi Siswa Kelas XI IIS SMA N 1 Wates
  • Pengaruh Lingkungan Belajar terhadap Minat Belajar Ekonomi Siswa Kelas XI IIS SMA N 1 Wates Siswa Kelas XI IIS SMA N 1 Wates

Bahkan, guru ekonomi juga membantu siswa jika mereka kesulitan menyelesaikan tugas ekonomi di luar jam pelajaran. Hal ini sesuai dengan teori bahwa interaksi guru dengan siswa mempengaruhi minat belajar siswa dan mendukung penelitian sebelumnya oleh Tambunan (2017) dan Soraya (2015) bahwa interaksi guru dengan siswa mempengaruhi minat belajar siswa. Pengaruh Lingkungan Belajar Terhadap Minat Belajar Ekonomi Siswa Kelas XI IIS SMA N 1 Wates Kelas

Dari sini dapat kita simpulkan bahwa semakin baik lingkungan belajar siswa maka semakin besar pula minat belajarnya khususnya pada mata pelajaran ekonomi. Hal ini sesuai dengan teori bahwa lingkungan belajar mempengaruhi minat belajar siswa dan mendukung penelitian sebelumnya oleh Andriana (2017) bahwa lingkungan belajar mempengaruhi minat belajar siswa. Penelitian ini didukung oleh Roza (2015) bahwa lingkungan pendidikan dimana lingkungan sekolah berada berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat belajar siswa kelas VIII. kelas di MtsN Wonokromo.

Keterbatasan Penelitian

Kesimpulan

  • Hasil Uji Instrumen Variabel Interaksi Guru Dengan Siswa (X 1 )
  • Hasil Uji Instrumen Variabel Lingkungan Belajar (X 2 )
  • Hasil Uji Instrumen Variabel Minat Belajar (Y)
  • Hasil Uji Instrumen Reliabilitas Interaksi Guru Dengan Siswa (X 1 ) Reliability
  • Hasil Uji Instrumen Reliabilitas Lingkungan Belajar (X 2 ) Reliability
  • Hasil Uji Instrumen Reliabilitas Minat Belajar (Y) Reliability

Hubungan interaksi guru dan siswa terhadap minat belajar pada mata pelajaran aqidah moral di MTS. D:\Uji Instrumen Penelitian Tesis Dian\Uji reliabilitas dan validitas interaksi guru dengan siswa kelas XI IIS SMA N 1 Wates.sav. DataSet1] D:\Uji Instrumen Penelitian Tesis Dian\Uji reliabilitas dan validitas interaksi guru dengan siswa kelas XI IIS SMA N 1 Wates.sav.

D:\Pengujian Instrumen Penelitian Disertasi Dian\Uji Reliabilitas dan Validitas Lingkungan Pembelajaran XI IIS SMA N 1 Wates.sav. DataSet1] D:\Pengujian Instrumen Penelitian Disertasi Dian\Menguji Reliabilitas dan Validitas Lingkungan Pembelajaran XI IIS SMA N 1 Wates.sav. D:\Pengujian Instrumen Penelitian Disertasi Dian\Uji Reliabilitas dan Validitas Minat Belajar Siswa XI IIS SMA N 1 Wates.sav.

DataSet1] D:\Pengujian Instrumen Penelitian Tesis Dian\Uji Reliabilitas dan Validitas Minat Belajar Siswa XI IIS SMA N 1 Wates.sav. DataSet0] D:\Pengujian Instrumen Penelitian Tesis Dian\Uji Reliabilitas dan Validitas Lingkungan Pembelajaran XI IIS SMA N 1 Wates.sav. DataSet0] D:\Pengujian Instrumen Penelitian Tesis Dian\Uji Reliabilitas dan Validitas Minat Belajar Siswa XI IIS SMA N 1 Wates.sav.

6 Guru ekonomi mampu menciptakan suasana menyenangkan dalam kegiatan belajar mengajar. 7 Guru ekonomi sering mengajak siswanya untuk belajar. 10 Saya tidak bosan mengikuti pelajaran ekonomi 11 Saya tidak melewatkan pelajaran ekonomi 12 Saya akan mempersiapkan (mempelajari materi yang akan diajarkan guru ekonomi) sebelum pelajaran ekonomi berlangsung. 15 Jika saya kesulitan dalam mengerjakan tugas ekonomi, saya bertanya kepada guru ekonomi. 16 Saya mencatat materi yang dijelaskan oleh guru.

Gambar

Tabel  1.  Jumlah Siswa  yang Belum Mencapai  Nilai  KKM   Pada  Ulangan  Harian  Mata  Pelajaran  Ekonomi  Kelas  XI  IIS  Semester  Ganjil    Tahun  Ajaran 2017/2018
Gambar 1. Paradigma Penelitian  Keterangan:
Tabel 2. Angket Interaksi Guru dengan Siswa
Tabel 5. Hasil Uji Validitas Interaksi Guru Dengan Siswa  Butir
+7

Referensi

Dokumen terkait

Pada kurikulum sebelumnya selain materi pokok ekonomi, dalam mata pelajaran Ekonomi di SMA juga memuat materi pokok akuntansi yang diberikan di kelas XI dan XII jurusan

PENGARUH PENGELOLAAN KELAS DAN FASILITAS BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN EKONOMI.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu |

8 Saya mendiskusikan materi pelajaran dengan teman sekelas 9 Saya paham dengan jawaban yang diberikan oleh guru 10 Saya senang dengan cara guru memberikan motivasi

Guru selalu bersedia meluangkan waktunya untuk menjelaskan materi pelajaran yang kurang saya mengerti ketika jam istirahat.. Wali kelas tidak pernah berdiskusi tentang tempat

untuk mengetahui hubungan Fasilitas Belajar dan Interaksi Sosial dengan.. Kemandirian Belajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Ekonomi di

Judul Skripsi : PENGARUH KELENGKAPAN FASILITAS BELAJAR PADA MATA PELAJARAN FIKIH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS IX MTs AL- JAM’IYATUL WASHLIYAH JL.. 82

PENERAPAN MEDIA BERBASIS IT DALAM PEMBELAJARAN FIKIH MATERI NIKAH PADA SISWA KELAS XI MADRASAH ALIYAH NURUL IMAN PAGUTAN TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Oleh: Ahmad Zaenul Fikri 151

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Kelas VII Semester Genap Materi PELAKU EKONOMI Tahun Pelajaran