Sutrisna Wibawa, M.Pd, selaku rektor Universitas Negeri Yogyakarta yang memberikan fasilitas demi kelancaran kegiatan penelitian ini. Tn. Tejo Nurseto, M.Pd, selaku ketua Jurusan Pendidikan Ekonomi yang memberikan izin untuk melakukan penelitian. Tn. Aula Ahmad Hafidh Saiful Fikri, M.Si selaku dosen pembimbing yang memberikan masukan, kritik dan saran dalam penulisan tugas akhir skripsi ini.
Latar Belakang Masalah
Faktor eksternal yang dapat mempengaruhi tingkat minat belajar adalah interaksi guru dengan siswa dan lingkungan belajar. Selain interaksi guru dengan siswa, ada faktor lain yang mempengaruhi minat belajar, yaitu lingkungan belajar. Dari uraian di atas, faktor penyebab tinggi rendahnya minat belajar siswa adalah interaksi guru dengan siswa dan lingkungan belajar.
Identifikasi Masalah
Oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan topik “Hubungan interaksi guru-siswa dan lingkungan belajar dengan minat belajar ekonomi siswa kelas XI IIS SMA N 1 Wates”. Oleh karena itu peneliti memfokuskan faktor interaksi guru dengan siswa dan lingkungan belajar terhadap minat belajar ekonomi siswa kelas XI IIS SMA N 1 Wates.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada siswa agar siswa mengetahui pentingnya interaksi guru dengan siswa dan lingkungan belajar dalam upaya meningkatkan minat belajar siswa. Dalam dunia pendidikan, faktor yang lebih mempengaruhi minat belajar siswa adalah faktor orang tua. Berdasarkan teori di atas dapat disimpulkan bahwa minat belajar erat kaitannya dengan interaksi guru dengan siswa dan lingkungan belajar.
Interaksi Guru dengan Siswa
Interaksi pendidikan merupakan aspek interaksi dalam dunia pendidikan atau interaksi yang berlangsung dalam bidang pendidikan. Yang dimaksud dengan interaksi edukatif adalah interaksi yang mempunyai tujuan tertentu, yaitu pendewasaan anak manusia. Yang dimaksud dengan interaksi massa adalah interaksi melalui media massa, misalnya: surat kabar, majalah, radio, televisi, film. Interaksi massa mempunyai beberapa ciri, antara lain: a) Interaksi massa terjadi dalam satu arah.
Lingkungan Belajar
Sedangkan menurut Kadir, lingkungan pendidikan adalah tempat seseorang menerima pendidikan secara langsung maupun tidak langsung. Berdasarkan pengertian di atas, maka lingkungan yang hendak diteliti adalah lingkungan pendidikan siswa di sekolah. Proses belajar mengajar berlangsung antara guru dan siswa. Jika hubungan antara guru dan siswa terjalin dengan baik maka siswa akan memperhatikan materi yang diajarkan oleh guru.
Penelitian yang Relevan
Ade Andriana (2015) dalam disertasinya yang berjudul “Pengaruh Lingkungan Sekolah Terhadap Minat Belajar Siswa Kelas Ma Wasilatul Falah Rangkasbitung Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh lingkungan sekolah terhadap minat belajar siswa kelas XI MA Wasilatul Falah Rangkasbitung. Persamaannya dengan penelitian ini adalah sama-sama menyelidiki pengaruh lingkungan sekolah terhadap minat belajar siswa dengan menggunakan teknik analisis data deskriptif kuantitatif.
Kerangka Berfikir
Hal ini terlihat dari besarnya persentase pengaruh lingkungan terhadap minat belajar tari siswa: 23%. Lingkungan keluarga mempunyai pengaruh sebesar 5%, lingkungan sekolah mempunyai pengaruh sebesar 8%, dan lingkungan masyarakat mempunyai pengaruh sebesar 11% terhadap minat belajar tari siswa. Lingkungan belajar dimana siswa berada mempengaruhi suasana yang merangsang dan meningkatkan minat belajar siswa.
Paradigma Penelitian
Dengan kata lain interaksi guru dengan siswa di sekolah sangat mendukung dalam meningkatkan minat belajar siswa karena minat belajar siswa meningkat karena adanya interaksi yang baik antara guru dan siswa selama proses pembelajaran di sekolah. Oleh karena itu, lingkungan belajar yang baik harus diciptakan agar siswa dapat belajar dengan tenang dan dalam hal ini akan membantu siswa untuk belajar lebih giat. Lingkungan belajar di sekitar siswa berperan dalam membentuk minat seseorang karena lingkungan belajar yang baik akan mendukung siswa untuk giat belajar.
Hipotesis Penelitian
Jenis Penelitian
Tempat dan Waktu Penelitian
Populasi Penelitian
- Jenis Variabel a. Variabel bebas
- Definisi Operasional Variabel Penelitian a. Interaksi Guru dengan Siswa
- Kuesioner (Angket)
- Dokumentasi
- Uji Validitas
- Uji Reliabilitas
Interaksi guru-siswa merupakan hubungan timbal balik atau dua arah antara guru dan siswa, dimana keduanya saling mempengaruhi dan mempunyai tujuan tertentu, yaitu untuk mencapai tujuan pendidikan. Baik atau tidaknya interaksi guru dengan siswa saat proses pembelajaran dapat diukur dengan melihat persepsi siswa bagaimana komunikasi antara guru dan siswa, ada tidaknya tanya jawab antara guru dan siswa saat proses pembelajaran, apakah guru dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan menyenangkan pada saat proses pembelajaran berlangsung, dan guru selalu membimbing, membimbing dan membantu jika ada siswa yang belum memahami materi pelajaran ekonomi? Aspek fisik adalah kelengkapan sarana dan prasarana, sedangkan aspek non fisik adalah hubungan siswa dengan siswa lain, guru, dan komunitas sekolah.
Lingkungan sekolah adalah kondisi lingkungan sekolah, suasana lingkungan belajar sekolah, kondisi gedung sekolah, komunitas sekolah, peraturan dan fasilitas sekolah. Baik atau tidaknya lingkungan belajar dapat diukur dengan melihat persepsi siswa terhadap kondisi gedung sekolah, bagaimana suasana lingkungan belajar di sekolah, tatanan apa yang ada di sekolah, cara guru mengajar, dan cara mengajar. hubungan antar siswa. Baik atau tidaknya minat belajar siswa dapat diukur dengan melihat apakah siswa merasa nyaman belajar, apakah siswa memperhatikan saat guru menjelaskan materi pelajaran, apakah siswa aktif selama proses pembelajaran dan seberapa intens materi pembelajaran tersebut. . siswa sedang belajar.
Angket ini terdiri dari beberapa pernyataan yang digunakan untuk memperoleh data mengenai interaksi guru dengan siswa, lingkungan belajar dan minat belajar siswa kelas XI IIS SMA N 1 Wates. Menurut Arikunto, metode dokumentasi adalah suatu cara yang digunakan untuk mencari data mengenai suatu hal atau variabel yang berupa catatan transkripsi, buku, surat kabar, entri majalah, notulensi, buku besar, agenda dan lain sebagainya. Angket ini terdiri dari beberapa pernyataan yang digunakan untuk memperoleh data mengenai interaksi guru dengan siswa dan lingkungan belajar siswa kelas XI IIS SMA N 1 Wates.
Menurut Sugiyono, instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk memperoleh data (mengukur) adalah valid.
Teknis Analisis Data
Deskripsi Data Khusus
Penelitian ini terdiri dari dua variabel bebas yaitu Interaksi Guru dengan Siswa (X1) dan Lingkungan Belajar (X2), serta variabel terikat yaitu Minat Belajar (Y).
Minat Belajar
MINAT BELAJAR
Berdasarkan Saifuddin Azwar, kategorisasi dilakukan berdasarkan mean ideal (M) dan standar deviasi ideal (SD) pada variabel pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis data yang diolah, modus (Mo) sebesar 37; mean (rata-rata) sebesar 37; standar deviasi (SD) sebesar 4,50; skor maksimal 48; skor minimal 25; jumlah kelas interval adalah 7; seri data 23; dan panjang interval kelas adalah 3.
Minat Belajar
INTERAKSI GURU DENGAN SISWA
Berdasarkan Saifuddin Azwar, kategorisasi dilakukan berdasarkan mean ideal (M) dan standar deviasi ideal (SD) pada variabel interaksi guru-siswa.
Interaksi Guru Dengan Siswa
Berdasarkan hasil analisis data yang diolah diperoleh modus (Mo) sebesar 59; mean (rata-rata) sebesar 60; standar deviasi (SD) sebesar 5,17; skor maksimal 75; skor minimal. Berdasarkan Saifuddin Azwar, kategorisasi dilakukan berdasarkan mean ideal (M) dan standar deviasi ideal (SD) pada variabel lingkungan belajar.
LINGKUNGAN BELAJAR
Lingkungan Belajar
Uji Normalitas
Jika nilai Asymp Sig lebih besar atau sama dengan 0,05 maka data terdistribusi normal. Jika Asymmp Sig kurang dari 0,05 maka sebaran data tidak normal. Berdasarkan tabel 18 di atas terlihat bahwa nilai Asymp Sig setiap variabel lebih besar dari 0,05 maka data berdistribusi normal sehingga syarat uji normalitas terpenuhi.
Uji Linearitas
Oleh karena sig lebih dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa hubungan antara variabel interaksi guru dan siswa terhadap minat belajar adalah linier. Oleh karena sig lebih dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa hubungan antara variabel lingkungan dengan minat belajar adalah linier.
Uji Kolinearitas
1.233 Tidak Ada Kolinearitas Lingkungan Belajar 1.233 Tidak Ada Kolinearitas Berdasarkan tabel 20 diatas terlihat nilai VIF yang ditemukan sebesar 1.233. Karena nilai tersebut kurang dari 4, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat kolinearitas antara variabel interaksi guru-siswa dengan lingkungan belajar.
Uji Homosedastisitas
Mencari Persamaan Garis Regresi
Koefisien Determinasi (R 2 )
Uji Parsial (Uji t)
Uji Simultan (Uji F)
Mencari Sumbangan Relatif (SR) dan Sumbangan Efektif (SE)
Berdasarkan tabel 23 diperoleh sumbangan relatif variabel interaksi guru-siswa sebesar 57,39% dan lingkungan belajar sebesar 42,61%.
Pembahasan Hasil Penelitian
- Pengaruh Interaksi Guru dengan Siswa terhadap Minat Belajar Ekonomi Siswa Kelas XI IIS SMA N 1 Wates
- Pengaruh Lingkungan Belajar terhadap Minat Belajar Ekonomi Siswa Kelas XI IIS SMA N 1 Wates Siswa Kelas XI IIS SMA N 1 Wates
Bahkan, guru ekonomi juga membantu siswa jika mereka kesulitan menyelesaikan tugas ekonomi di luar jam pelajaran. Hal ini sesuai dengan teori bahwa interaksi guru dengan siswa mempengaruhi minat belajar siswa dan mendukung penelitian sebelumnya oleh Tambunan (2017) dan Soraya (2015) bahwa interaksi guru dengan siswa mempengaruhi minat belajar siswa. Pengaruh Lingkungan Belajar Terhadap Minat Belajar Ekonomi Siswa Kelas XI IIS SMA N 1 Wates Kelas
Dari sini dapat kita simpulkan bahwa semakin baik lingkungan belajar siswa maka semakin besar pula minat belajarnya khususnya pada mata pelajaran ekonomi. Hal ini sesuai dengan teori bahwa lingkungan belajar mempengaruhi minat belajar siswa dan mendukung penelitian sebelumnya oleh Andriana (2017) bahwa lingkungan belajar mempengaruhi minat belajar siswa. Penelitian ini didukung oleh Roza (2015) bahwa lingkungan pendidikan dimana lingkungan sekolah berada berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat belajar siswa kelas VIII. kelas di MtsN Wonokromo.
Keterbatasan Penelitian
Kesimpulan
- Hasil Uji Instrumen Variabel Interaksi Guru Dengan Siswa (X 1 )
- Hasil Uji Instrumen Variabel Lingkungan Belajar (X 2 )
- Hasil Uji Instrumen Variabel Minat Belajar (Y)
- Hasil Uji Instrumen Reliabilitas Interaksi Guru Dengan Siswa (X 1 ) Reliability
- Hasil Uji Instrumen Reliabilitas Lingkungan Belajar (X 2 ) Reliability
- Hasil Uji Instrumen Reliabilitas Minat Belajar (Y) Reliability
Hubungan interaksi guru dan siswa terhadap minat belajar pada mata pelajaran aqidah moral di MTS. D:\Uji Instrumen Penelitian Tesis Dian\Uji reliabilitas dan validitas interaksi guru dengan siswa kelas XI IIS SMA N 1 Wates.sav. DataSet1] D:\Uji Instrumen Penelitian Tesis Dian\Uji reliabilitas dan validitas interaksi guru dengan siswa kelas XI IIS SMA N 1 Wates.sav.
D:\Pengujian Instrumen Penelitian Disertasi Dian\Uji Reliabilitas dan Validitas Lingkungan Pembelajaran XI IIS SMA N 1 Wates.sav. DataSet1] D:\Pengujian Instrumen Penelitian Disertasi Dian\Menguji Reliabilitas dan Validitas Lingkungan Pembelajaran XI IIS SMA N 1 Wates.sav. D:\Pengujian Instrumen Penelitian Disertasi Dian\Uji Reliabilitas dan Validitas Minat Belajar Siswa XI IIS SMA N 1 Wates.sav.
DataSet1] D:\Pengujian Instrumen Penelitian Tesis Dian\Uji Reliabilitas dan Validitas Minat Belajar Siswa XI IIS SMA N 1 Wates.sav. DataSet0] D:\Pengujian Instrumen Penelitian Tesis Dian\Uji Reliabilitas dan Validitas Lingkungan Pembelajaran XI IIS SMA N 1 Wates.sav. DataSet0] D:\Pengujian Instrumen Penelitian Tesis Dian\Uji Reliabilitas dan Validitas Minat Belajar Siswa XI IIS SMA N 1 Wates.sav.
6 Guru ekonomi mampu menciptakan suasana menyenangkan dalam kegiatan belajar mengajar. 7 Guru ekonomi sering mengajak siswanya untuk belajar. 10 Saya tidak bosan mengikuti pelajaran ekonomi 11 Saya tidak melewatkan pelajaran ekonomi 12 Saya akan mempersiapkan (mempelajari materi yang akan diajarkan guru ekonomi) sebelum pelajaran ekonomi berlangsung. 15 Jika saya kesulitan dalam mengerjakan tugas ekonomi, saya bertanya kepada guru ekonomi. 16 Saya mencatat materi yang dijelaskan oleh guru.