PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA POWER POINT TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KONSEP STRUKTUR DAN FUNGSI BAGIAN
TUMBUHAN PADA MURID KELAS IV SD INPRES PERUMNAS III MAKASSAR
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjanapada Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar
Oleh
ANISA FITRI RAMADANI 10540 9116 14
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
MOTO DAN PERSEMBAHAN
Orang yang Sukses Tidak Selalu Orang yang Pintar Tapi Orang yang Sukses adalah
Orang yang Gigih dan Pantang Menyerah
Selalu Ada Harapan Bagi Mereka Yang Sering Berdoa
Selalu Ada Jalan Bagi Mereka Yang Sering Berusaha
Karena itu, kupersembahkan karya sederhana inisebagai ungkapan rasa cinta dan banggaku sebagai seorang anakatas segala pengorbanan dan kasih sayang ibundaku dan ayahandaku, saudara-saudariku, serta keluargakuyang senantiasa mendoakanku.
ABSTRAK
Anisa Fitri Ramadani. 2018. Pengaruh Penggunaan Media Power Point Terhadap Hasil Belajar IPA Konsep Struktur dan Fungsi bagian Tumbuhan PadaMurid Kelas IV SD Inpres Perumnas III Makassar. Skripsi. Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar. Pembimbing 1 oleh Irmawanty dan pembimbing II Evi Ristiana .
Masalah utama dalam penelitian ini yaitu bagaimana Pengaruh Penggunaan Media Power Point Terhadap Hasil Belajar IPA Konsep Struktur dan Fungsi bagianTumbuhan Pada Murid Kelas IV SD Inpres Perumnas III Makassar.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media power pointterhadap hasil belajar IPA konsep struktur dan fungsi bagian tumbuhan pada murid kelas IV SD Inpres Perumnas III Makassar .
Jenis penelitia ini adalah penelitian pra-ekperimen menggunakan desain penelitian pre-eksperimen one group pretest-posttest design . Prosedur penelitian tahap pelaksanaan dan menganalisis data hasil belajar subjek dala penelitian ini adalah murid kelas IV SD Inpres Perumnas III Makassar sebanyak 22 orang.
Hasil penelitian menunjukan bahwa pada hasil belajar pretest 3 murid yang tuntas dari 22 atau 13.65 % yang memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM) atau berada pada kategori sangat rendah secara klasikal belum terpenuhi karena nilai rata-rata diperoleh 55,68 .sedangkan pada hasil posttest terdapat 86.35 % telah memenuhi KKM dan secara klasikal telah terpenuhi yaitu dengan nilai rata-rata 81,95pada kategori tinggi.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan hasil belajar murid kelas IV SD Inpres Perumnas III Makassar melalui penggunaan media power point mengalami peningkatan .
KATA PENGANTAR
Tiada kata yang paling indah untuk dilantunkan selain pujian dan rasa syukur atas kehadirat Allah swt, yang telah memberikan kemudahan dan kekuatan kepada penulis, sehingga skripsi ini dapat diselesaikan dalam rangka memenuhi salah satu persyaratan akademik guna memperoleh gelar SarjanaStrata 1 (S1) pada Program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar.
Skripsi ini tidak akan terwujud tanpa bantuan dan dukungan dari mata atas usaha dari penulis, melainkan ada kekuatan lain yang menyertai atas kehendakNya. Maka dari itu, penulis menyampaikan rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya dan penghargaan yang setinggi-tingginya untuk Ayahanda Haidir dan Ibunda Marsida tercinta yang telah memberikan iringan do’a di setiap sujudnya, mencurahkan kasih sayang yang tak mengenal masa, terus berjuang memeras keringat dan banting tulang demi masa depan anak-anaknya.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini tidak mungkin terwujud tanpa bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak oleh karena itu penulis menyampaikan terima kasih kepada Irmawanty, S.Si.,M.Si pembimbing I dan Dr.Evi Ristiana, S.Pd.,M.Pd pembimbing II yang telah membimbing, mengarahkan, dan memotivasi penulis dengan tulus dan ikhlas sehingga skripsi ini dapat diselesaikan.
Penulis juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada bapak Rektor Dr. H. Abd. Rahman Rahim, SE., MM. selaku Rektor Universitas Muhammadiya Makassar yang telah memberikan peluang untuk mengikuti proses perkuliahan pada program Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar. Erwin Akib, S.Pd., M.Pd., Ph.D sebagai Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar yang telah memberikan layananan akademik, administrasi dan kemahasiswaan selama proses pendidikan dan penyelesaian studi. Aliem Bahri S.Pd.,M.Pd sebagai Ketua Program Studi PGSD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar yang dengan penuh perhatian memberikan bimbingan dan memfasilitasi penulis selama proses perkuliahan.Bapak/Ibu dosen Program Studi PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Makassar yang telah memberikan berbagai macam ilmu pengetahuan yang tak ternilai dibangku kuliah.
Asril Wahyudi,S.Pd , selaku Kepala Sekolah SD Inpres Perumnas III Makassar dan seluruh staf dewan guru SD Inpres Permnas III Makassar yang telah banyak membantu selama penelitian.
Para sahabatku serta saudaraku tercinta Gita Nurhalizah,Fadhillah Safirah,Felisya sakilah zahra ,Miftahul khaerani, Rezky Angraeni, Handayani Azisyang telah memberikan doa dan dukungan kepada peneliti selama pendidikan khususnya atas bantuannya baik berupa moril maupun materil selama penyusunan skripsi ini.
Siswa kelas IVSD Inpres Perumnas III Makassar ,selaku subjek penelitian yang telah ikut serta dalam penelitian ini.
Akhirnya, penulis menyadari bahwa uraian yang disajikan dalam Skripsi ini jauh dari kesempurnaan. Oleh sebab itu, kritikan dan saran dari berbagai pihak demi perbaikan dan penyempurnaan akan penulis terima dengan baik. Sehingga diharapkan kedepannya skripsi ini dapat bermanfaat untuk mengembangkan pembelajaran, khususnya di sekolah dasar.
Akhir kata
Billahi Fii Sabilil Haq, Fastabiqul Khaerat. Wassalam.
Makassar, September 2018
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMANJUDUL… ... i
LEMBAR PENGESAHAN ... ii
PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iii
SURAT PERNYATAAN ... iv
SURAT PERJANJIAN ... v
MOTO DAN PERSEMBAHAN ... vi
ABSTRAK ... vii
KATA PENGANTAR ... viii
DAFTAR ISI ... xi
DAFTAR TABEL ... xv
DAFTAR GAMBAR ... xvi
DAFTAR LAMPIRAN ... xvii
BAB 1 PENDAHULUAN ... 1
A...LataBelakang ... 1
B...RumusanMasalah ... 4
C...TujuanPenelitian ... 4
D...ManfaatPenelitian... 4
BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS ... 6
A...KajianPustaka ... 6
1...Penelitia yang Relavan ... 6
2...Media Pembelajaran ... 7
A...Pengertian Media Pembelajaran ... 7
B...Fungsi dan Manfaat Media Pembelajaran ... 7
C...Kriteria Pemilihan Media ... 8
D...Jenis-jenis Media Pembelajaran ... 9
3...Konsep atau Materi yang diajarkan... 9
4...Power Point ... 17
a...Pengertian Power Point ... 17
b...Manfaat Media Power Point ... 18
c...Kelebihan Power Point ... 18
d...Kelemahan Power Point ... 19
e...Langkah-langkah Mendesain Presentasi dengan Menggunakan Power Point.... ... 19
5...Hakikat Belajar...24
6...Hasil Belajar ... 25
a...Pengertian Hasil Belajar ... 25
b...Hasil Belajar IPA... 26
c...Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar ... 27
7...Hakikat Pembelajaran IPA... 30
8...Profil Sekolah ... 31
A...KerangkaPikir... 32
B...Hipotesis ... 34
BAB III METODE PENELITIAN ... 35
A...JenisPenelitian ... 35
B...Fokus Penelitian... 35
C...PopulasidanSampel ... 35
1...Populasi ... 35
2...Sampel ... 36
D...Variabel dan Desain Penelitian ... 36
E...Definisi OperasionalVariabel ... 37
F...Instrumen Penelitian... 38
G...Instrumen Penelitian ... 39
H...Teknik Pengumpulan Data ... 40
I...Teknik Analisis Data... 41
BAB IVHASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 49
A...Hasil Penelitian ... 49
1...Deskripsi Hasil Belajar IPA pada Murid kelas IV SD Inpres Perumnas III Makassar Sebelum Menggunakan Media Power Point (Pretest)... ... 50
2...Deskripsi Hasil Belajar IPA Murid kelas IV SD Inpres Perumnas III Makassar Setelah Menggunakan Media Power Point (Posttest)... ... 53
3...Analisis Data PretestdanPosttestpengaruh penggunaan Media PowerPoint terhadaphasilbelajar IPA murid kelas IV SD InpresPerumnas III Makassar... ... 56
B.Pembahasan Hasil Penelitian ... 59
1...HasilObservasiSebelumMenggunakan Media Power Point... 59
2...HasilObservasiSetelahMenggunakan Media PowerPoint... 60
3...HasilPenelitiansebelumMenggunakan Media Power Point... 60
4...HasilPenelitianSetelahMenggunakan Media Power Point... 61
BAB V SIMPULAN DAN SARAN ... 63
A...Simpulan ... 63
B...Saran ... 63
DAFTAR PUSTAKA ... 65 LAMPIRAN-LAMPIRAN
RIWAYAT HIDUP
DAFTAR TABEL Tabel Halaman
1...Keadaan Populasi ... 36
2...Keadaan Sampel ... 36
3...Desain Penelitian ... 37
4...Tabel korelasi... . 42
5...DistribusiNilai, Frekuensi, danPersentaseHasilBelajar IPA Murid Kelas IV SD InpresPerumnas III Makassar SebelumMenggunakanMedia Power Point (Pretest)... ... 51
6...KategorisasiHasilBelajar...52
7...TabelKetentuanHasilBelajar murid Kelas IV(Pretest) ... 52
8...DistribusiNilai, Frekuensi, danPersentaseHasilBelajar IPA Murid Kelas IV SD InpresPerumnas III Makassar Sebelum menggunakanMedia Power Point (Posttest)... ... 54
9...Kategorisasi Hasil Belajar ... 55
10..Ketentuan Hasil Belajar murid Kelas IV(Pretest)... ... 55
11...Hasil analisis data aktivitas belajar murid ... . 58
DAFTAR GAMBAR GambarHalaman
2.1 KerangkaPikir Penelitian ... 33 4.1 GrafikNilaiPretest MuridKelas IV ... 51 4.2 GrafikNilaiPosttest Murid KelasIV ... 54
DAFTAR LAMPIRAN Lampiran
1. Soal Pilihan ganda pretest dan posttest 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 3. Media Pembelajaran
4. Hasil belajar IPA pretest 5. Hasil belajar IPA posttest
6. Lembar observasi aktivitas murid
7. Daftar hadir murid Kelas IV SD Inpres Perumnas III Makassar 8. Tabel Distribusi T
9. Distribusi nilai pretest dan postetst kelas IV 10. Mencari harga Md
11. Mencari Harga
X2d dan Menentukan harga T hitung 12. Dokumentasi kegiatan Mengajar13. LKPD (Lembar kerja peserta didik) 14. Persuratan
15. Riwayat Hidup
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan suatu hal penting dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan seseorang ,baik dalam keluarga,masyarakt dan bangsa .kemajuan suatu bangsa ditntukan oleh tingkat keberhasilan pendidikan.keberhasilan pendidikan akan dicapai suatu bangsa apabila ada usaha untukmeningkatkan mutu pendidikan bangsa itu sendiri .pendidkan adalah usaha sadar untuk menumbuh kembangkan potensi sumber daya manusia (SDM).
Sistem pendidikan nasional indonesia disusun berlandaskan kepada kebudayaan bangsa Indonesia dan mendasar pada Pancasila dan UUD 1945 sebagai kristalisasi nilai-nilai hidup bangsa Indonesia. visi Pendidikan nasional adalah mewujudkan pendidikan sebagai pranata yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga indonesia agar berkembang menjadi manusia yang berkualitas, sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan yang selalu berubah.
Undang-undang Dasar Tahun 1945 pasal 31 ayat (3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, juga diatur dalam PP No. 17 Tahun 2010 tentang pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan.
Media pembelajaran meliputi alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran, yang terdiri antara lain buku, tape recorder, kaset, vidio camera, vidio recorder, film, slide ( gambar bingkai ), foto, gambar, grafik, televisi, dan komputer. Dengan kata lain media adalah komponen sumber belajar atau bahan fisik yang mengandung materi instruksional dilingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar.GagnedanBriggs (Arsad, 2002:
4)
Salah satu mata pelajaran yang diajarkan dalam pembelajaran di Sekolah dasar (SD) adalah ilmu pengetahuan alam (IPA). Pada dasarnya IPA memiliki tiga komponen utama seperti yang diungkapkanBundu (2006: 9), yaitu komponen proses ilmiah, produk ilmiah, dan sikap ilmiah. Dengan demikian IPA bukanlah mata pelajaran yang berisikan kumpulan materi saja. Oleh karena itu, pembelajaran IPA perlu di desain sebaik mungkin tidak hanya bertujuan menyampaikan materi, namun juga dapat menumbuhkan kemampuan berpikir, bekerja, dan dapat mengembangkan keterampilan proses murid.
Penggunaan media dalam pembelajaran dimaksudkan untuk dapat membantu mengatasi berbagai hambatan dalam proses pembelajaran termasuk hambatan psikologis, hambatan fisik, hambatan kultural dan hambatan lingkungan.
Berdasarkan kenyataan yang ditemui di lapangan menunjukan bahwa hasil belajar murid pada mata pelajaran IPA masih dibawah kriteria ketuntasan minimal (KKM) yaitu 70%. Hal ini terungkap melalui prapenelitian melalui observasi kepada guru dan murid kelas IV SD Inpres Perumnas III Makassar . Dari hasil
observasi tersebut dapat diperoleh informasi bahwa penyebab rendahnya hasil belajar IPA.Berbagai faktor yang bersumber dari guru, murid, media, model, dan metode mengajar maupun sarana dan prasarana pendidikan. Dilihat dari faktor yang bersumber dari guru yaitu ketidaksiapan guru dalam mengajar Penyampaian pelajarannya pun tidak efektif karena hanya menggunakan buku ajar sebagai media belajar murid merasa jenuh dan bosan selama proses pembelajaran berlangsung, sehingga dapat berakibat pada menurunnya nilai hasil belajar,komunikasi yang hanya satu arah.Hal ini dapat dilihat dari banyaknya murid yang tidak memperhatikan guru seperti mengobrol di kelas atau melamun.
Selain itu, hasil wawancara dengan salah satu murid di SD Inpres Perumnas III Makassar menyebutkan bahwa mata pelajaran IPA dianggap sebagai pelajaran yang sulit dimengerti karena tidak paham sehingga berdampak pada hasil belajar murid.
Hal ini membuat peneliti memilih untuk menggunakan media pembelajaran power point sebagai alat bantu media pembelajaran. Melalui pembelajaran berbasis multimedia atau power point ini, diharapkan dapat bermanfaat bagi murid dalam meningkatkan minat belajar dan dapat menujang proses pembelajaran di kelas.
Berdasarkan uraian di atas maka penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul “Bagaimana pengaruh penggunaan mediapower point terhadap hasil belajar IPA konsep struktur dan fungsi bagian tumbuhan pada murid kelas IV SD inpres perumnas III makassar “
B. Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas,maka rumusan masalah dalam penelitian Ini adalah apakah terdapat pengaruh penggunaan media power point terhadap hasil belajar IPA konsep struktur dan fungsi bagian tumbuhan pada murid kelas IV SD Inpres Perumnas III makassar ?
C. Tujuan penelitian
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan media power point terhadap hasil belajar IPA konsep struktur dan fungsi bagian tumbuhan pada murid kelas IV SD Inpres perumnas III makassar .
D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat secara teoritis
Dari hasil penelitian yang akan dilaksanakan,diharapkan dengan
penyajian materi ajar IPA menggunakan media power point maka dapat menumbuhkan semangat belajar murid , karena lebih menekankan pada keterlibatanmurid dalam belajar sehingga murid aktif terlibat dalam pembelajaran serta dapat memberikan sumbangan kepada pembelajaran IPA.
2. Dari segi praktis : a. Bagi murid
Membantu murid dalam memecahkan masalah dan berfikir kritis untuk dapat dikembangkan melalui pembelajaran secara aktif dapat mudah terjadi bila situasi pembelajaran dekat dengan situasi kehidupan nyata.Bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan murid dalam
menguasai materi IPA dengan adanya penggunakan media power point.
b. Bagi Guru.
Sebagai bahan masukan dan pertimbangan untuk meningkatkan hasil belajar murid melalui penggunaan dan pemilihan pendekatan/model pembelajaran untuk digunakan pada saat proses pembelajaran.
c. Bagi Sekolah.
Memberikan masukan bagi sekolah dalam rangka mengefektifkan pembinaan dan pengolahan materi mengajar dalam pelaksanaan pendidikan.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR A. Kajian Pustaka
Kajian pustaka yang diurai dalam penelitian ini pada dasarnya dijadikan acuan untuk mendukung dan memperjelas penelitian. Sehubungan dengan masalah yang diteliti, kerangka teori yang diuraikan dalam penelitian ini sebagai berikut.
1. Penelitian Relavan
Penelitian dari Yahya Jaka Supriyatno (2012) yang berjudul “Pengaruh Penggunaan media Power Point terhadap hasil belajar IPA Siswa kelas V di SDN Lanjan 02 Kecamatan Sumowono Semester Genap Tahun Ajaran 2011/ 2012”, memberikan hasil yang positif terhadap penggunaan media Power Point. Dimana hasil pada pembelajaran dengan menggunakan media power point siswa lebih aktif dan memahami materi pelajaran. Siswa juga lebih berani untuk bertanya kepada guru, hal ini didukung dengan suasana pembelajaran yang menyenangkan, dibandingkan dengan pembelajaran konvensional, siswa kurang aktif dan siswa terlihat kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran.
Penelitian dari Elistiawati (2015) yang berjudul ” Pengaruh media berbasis teknologi berbentuk slide power point terhadap hasil belajar IPS murid kelas IV SD Negri 421 Paselloreng Kab Wajo” memberikan hasil yang baik terhadap penggunaan media berbasis teknologi berbentuk slide power point, sehingga metode ini layak digunakan untuk meningkatkan hasil belajar IPS.
2. Media Pembelajaran
A. Pengertian Media Pembelajaran
Kata media berasal dari katalatinmedius yang secara harfiah berarti
“tengah”, “perantara”, atau, “pengantar”. Dalam bahasa arab, media adalah (wassail) atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Istilah
“media“ bahkan sering dikaitkan atau dipergantikandengan kata teknologi yang berasal dari kata latin “tekne’bahas inggris “art” dan “logos” bahasa indonesia
“ilmu”.Arsyad (2002: 3).
Arsyad (2013:4) mengemukakan bahwa:
Media adalah komponen sumber belajar atau wahana fisik yang mengandung materi instruksional dilingkungan murid yang dapat merangsangmurid untuk belajar.
B. Manfaat Media Pembelajaran
manfaat media pembelajaran menurut Kemp dan Dayton (1985:3-4) yang dikutip oleh Arsyad (2013: 25-27) secara ringkas adalah sebagai berikut:
1.Penyampaian pelajaran menjadi lebih baku.
2.Pengajaran bisa lebih menarik.
3.Pembelajaran menjadi lebih interaktif.
4.Lama waktu pengajaran yang diperlukan dapat dipersingkat.
5.Kualitas hasil belajar dapat ditingkatkan.
6.Pembelajaran dapat diberikan kapan dan dimana di inginkan.
7.Sikap positifmurid terhadap apa yang mereka pelajaran dan terhadap proses belajar dapat ditingkatkan.
8.Peran guru dapat berubah ke arah yang lebih positf.
Uraian dan pendapat beberapa ahli diatas,dapatlah disimpulkan beberapa manfaat praktis daripenggunaan media pembelajaran didalam proses pembelajaran sebagai berikut:
a. Media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar.
b. Media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar, interaksi yang lebih langsung antara murid dan lingkungannya, dan kemungkinan murid untuk belajar sendiri-sendiri sesuai kemampuan dan minatnya.
C. Kriteria pemilihan media
Menurut Arsyad (2002:75)ada beberapa kriteria yang patut diperhatikan dalam pemilihan mediayaitu:
1. Sesuai dengan tujuan yang dicapai . Media dipilih berdasarkan tujaun intruksional yang telah ditetapkan yang secara umum mengacu kepada salah satu atau gabungan dari dua atau tiga ranah,kognitif,afektif,dan psikomotor.
2. Tepat untuk mendukung isi pelajaran yang sifatnya fakta,konsep prinsip,atau generalisasi.
3. Praktis,luwesdan bertahan. Jika tidak trersediah waktu ,dana,atau sumber daya lainnya untuk memproduksi ,tidak perlu dipaksakan,
4. Guruterampil menggunakannya. Ini merupakan salah satu kriteria utama.
Apapun media itu,guru harus mampu menggunakannya dalamprosespembelajaran .
5. Pengelompokan sasaran. Media yang efektif untuk kelompok besar belumtentu sama efektifnya jika digunakan pada kelompok kecilatau perorangan
6. Mutu tenis. Pengembangan visual baik gambar maupun fotograf harus memenuhi persyaratan teknis tertentu.
D. Jenis-jenis media pembelajaran
Prosespembelajaran baiknya memiliki berbagai metode dan media pembelajaran yang baik agar dapat mendukung murid lebih mudah dalam memahami dan menerima sebuah materi pelajaran. Proses belajar yang hanya menggunakan metode ceramah akan membuat murid cepat merasa bosan sehingga tidak dapat berkonsentrasi dengan baik dalam menerima materi pelajaran yang diajarkan. Untuk menghindari hal tersebut, sebaiknya tenaga pengajar memanfaatkan media pembelajaran untuk mendukung proses pembelajaran.
Media pembelajaran sendiri dibagi menjadi tiga bagian yaitu, media audio, visual, dan audio visual.
3. Konsep atau materi yang diajarkan A. Struktur dan Fungsi Bagian Tumbuhan 1. Akar
Akar pada umumnya terletak didalam tanah. Warna akar tidak hijau, biasanya keputih-putihan atau kekuning-kuningan. Bentuk akar sebagian besar meruncing pada bagian ujungnya. Bentuk yang runcing memudahkan akar menembus tanah. Akar terdiri dari beberapa bagian, antara lain rambut akar dan tudung akar. Rambut akar merupakan jalan masuk air dan zat hara dari tanah ke tumbuhan. Tudung akar berfungsi melindungi akar saat menembus tanah. Akar berfungsi untuk menyerap air dan zat hara, memperkokoh tumbuhan serta menjadi alat pernapasan.
Akar Memiliki Bagian utama.Bagian -bagian tersebut adalah inti akar,rambut akar dan tudung akar.
a. Inti akar terdiri atas pembuluh kayu dan pembuluh tapis.Pembuluh kayu berfungsi mengangkut air dari akar ke daun, pembulu tapis berfungsi mengangkut hasil fotosintesis dari daun keseluruh bagian tumbuhan.
b. Rambut Akaratau bulu-bulu akar berbentuk serabut halus.Fungsi rambut Akar yaitu Mencari jalan di antara butiran tanah, menyerap air dari dalam tanah.
c. Tudung Akar terletak di ujung akar. Fungsi tudung akar melindungi akar saat menembus tanah.
1) Fungsi Akar
Dari sifat yang ada akar mempunyai peran bagi tumbuhan:
a). Untuk menyokong dan memperkokoh berdirinya tumbuhan di tempat hidupnya
b). Untuk menyerap air dan garam-garam mineral (zat-zat hara) dari dalam tanah
c). Mengangkut air dan zat-zat makanan
Prinsipnya ada dua jenis akar, yaitu (1) akar tunggang
(2) akar serabut.
Akar serabut adalah akar yang berukuran kecil-kecil yang tumbuh di pangkal batang. Akar ini umumnya terdapat pada tumbuhan monokotil. Walaupun kadang-kadang, tumbuhan dikotil juga memilikinya (dengan catatan, tumbuhan dikotil tersebut dikembangbiakkan dengan cara cangkok, atau stek). Fungsi utama akar serabut adalah untuk memperkokoh berdirinya tumbuhan. Akar seperti ini dimiliki oleh tumbuhan, seperti rumput, padi, jagung, tebu, dan bambu.
Akar tunggang merupakan akar utama kelanjutan dari batang yang tumbuh lurus ke bawah, sedangkan akar-akar yang lainnya merupakan cabang dari akar tunggang. Akar ini umumnya terdapat pada tumbuhan dikotil.
Adapun ada jenis lain yang masih merupakan Akar yaitu : (a) Akar gantung
Akar gantung tumbuh dari bagian atas batang dan tumbuh ke arah tanah. Oleh karena itu, akar tersebut terlihat menggantung di udara. Akar gantung ini berfungsi menyerap uap air dan gas dari udara.
(b) Akar napas
Akar napas tumbuh keluar dari batang bagian bawah. Akar tersebut sebagian muncul di permukaan tanah dan sebagian lagi berada di dalam tanah. Akar ini terlihat seperti menopang tegaknya batang.
(c) Akar Pelekat
Akar pelekat tumbuh di sepanjang batang.Akar ini berfungsi untuk melekatkan batang pada tembok maupun tumbuhan lain. Tumbuhan yang mempunyai akar pelekat, misalnya sirih.
2.Batang
Batang merupakan bagian tumbuhan yang amat penting. Batang diumpamakan sebagai sumbu tubuh tumbuhan. Batang tumbuhan digolongkan menjadi tiga jenis yaitu batang basah, batang berkayu, batang rumput.
Ada tiga jenis batang yaitu :
a. Batang basah, yaitu batang tumbuhan yang lunak dan berair, misalnya batang tanaman bayam.
b. Batang berkayu, yaitu batang tumbuhan yang terdiri dari kayu, misalnya batang pohon mangga.
c. Batang rumput, yaitu batang tumbuhan yang beruas-ruas dan berongga, misalnya batang padi dan rumput.
1) Bagian-bagian Batang
Batang memiliki buku dan ruas, pada setiap buku melekat sehelai daun atau lebih. Adapun batang tumbuhan berkayu tersusun dari jaringan primer yaitu:
a). Kulit luar, memiliki dinding luar sel-sel yang menebal dan bermodifikasi menjadi rambut-rambut halus, duri, dan lentisel.
b) Kulit pertama, terletak di sebelah dalam epidermis tersusun dari
jaringan parenkim dan jaringan penunjang. Jaringan penunjang terdiri darijaringan kolenkim yang mempunyai penebalan dinding sel di sudut- sudutnya atau mengandung kloroplas.
c) Kulit dalam, merupakan batas antara korteks dan stele, biasanya
disebut,florterma, mengandung amilum sehingga disebut juga sarung tepung.
e) Silinder pusat yang tersusun dari jaringan parenkim yang membentuk empulur batang. Terdapat lingkaran kambium dalam berkas pembuluh.
(1) Fungsi batang
Penyokong tubuh tumbuhan,Mengangkut makanan ke seluruh tubuh tumbuhan, Mengangkut air dan mineral dari akar ke daun.
c. Daun
Bagian tumbuhan yang berfungsi sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis adalah daun. Daun banyak mengandung zat warna hijau yang disebutklorofil.
Daun terdiri atas tangkai daun dan helaian daun. Di samping bagian-bagian tersebut, ada beberapa jenis tumbuhan yang mempunyai pelepah pada daunnya.
Daun pun mempunyai susunan tulang daun. Berdasarkan susunannya, tulang daun 1)Jenis-jenis Daun dan Klasifikasinya
umumnya bagian daun yang paling kelihatan adalah helai daun. Bentuk helai daun dipengaruhi oleh susunan tulang daun. Berdasarkan bentuknya, tulang daun terdiri dari :
a)Tulang daun menyirip
Dapat dijumpai pada daun mangga, jambu, dan nangka.
(1). Tulang daun menjari
Banyak dijumpai pada daun singkong, papaya, dan ilalang.
(2). Tulang daun sejajar
Dapat dijumpai pada jagung, tebu dan alang-alang.
Berdasarkan jumlah helai daun, daun dikelompokkan menjadi dua yaitu daun tunggal dan daun majemuk. Daun tunggal adalah daun yang memiliki satu helai daun pada setiap tangkainya, contohnya daun mangga. Daun majemuk adalah daun yang memiliki beberapa helai daun pada setiap tangkainya, contohnya daun putri malu.
(a) Fungsi Daun
Daun berfungsi untuk fotosintesis, penguapan air, pengeluaran air berupa tetesan air, pertukaran oksigen dan karbon dioksida (alat pernapasan pada tumbuhan)
d.Bunga
Bunga merupakan bagian tumbuhan yang berfungsi sebagai alat perkembangbiakan. Bunga sangat penting untuk perkembangbiakkan tumbuhan karena pada bunga terdapat alat-alat reproduksi, yaitu putik dan benangsari.
1) Bagian-bagian Bunga a) Tangkai bunga
Tangkai bunga merupakan bagian yang berada pada bagian bawahbunga. Tangkai ini berperan sebagai penopang bunga sebagai penyambung antara bunga dan batang atau ranting.
b)Kelopak bunga
Merupakan bagian bunga yang paling luar. Kelopak biasanya berwarna hijau seperti daun atau berwarna warni seperti mahkota.
c)Mahkota bunga
Mahkota bunga umumnya memilikiwarna bermacam-macam sehingga disebut perhiasan bunga. terletak di sebelah dalam kelopak dan biasanya mempunyai warna yang beraneka ragam.Mahkota bunga berguna untuk menarik serangga lain untuk datang membantu penyerbukan.
d) Putik
Merupakan alat kelamin betina. Putik terdapat di bagian tengah-tengah bunga. Biasanya, putik dikelilingi olehbenang sari.Putik terdiri atas kepala putikdan tangkai putik. Pada bagian dasar tangkai putik terdapat bagian yang kelak akan menjadi buah dan biji. Apabila serbuk sari berhasil menempel pada bagian kepalaputik maka terjadi proses penyerbukan.
Prosespenyerbukanmerupakan awal dari perkembangbiakan pada tumbuhan.
e) Benang sari
Benang sari terdapat pada bagian tengah bunga yang berdekatan dengan mahkota bunga. Benang sari berfungsi sebagai alat kelaminjantan.
Benang sari terdiri atas tangkai sari dan kepala sari. Pada kepalasari ini dihasilkan serbuk sari. Serbuk sari bersifat ringan dan mudah terbang tertiup angin. Selain itu, serbuk sari dapat menempel pada kaki, kepaladan tubuh kupukupu atau serangga yang hingga.
(1)Bagian-Bagian Bunga
bagian bunga lengkap
4. Power Point
a. Pengertian Power Point
Power point merupakan salah satu program dalam microsoft affice. power point atau microsoft office power point adalah “sebuah program komputer untuk presentasi”. microsoft office power point merupakan program aplikasi yang dirancang secara khusus untuk menampilkan program multimedia (iyana, 2008:3) . hal ini sebagaimana dikemukakan Riyana (2008:3) sebagai berikut:
Program microsoft office power point adalah salah satu software yang dirancang khusus untuk mampu menampilkan program multimedia dengan menarik, mudah dalam pembuatan, mudah dalam penggunaan dan relative murah karena tidak membutuhkan bahan baku selain alat untuk menyimpan data.
Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa microsoft office power point adalah perangkat lunak yang mampu menampilkan program multimedia dengan menarik, mudah dalam pembuatan, penggunaan serta relatif murah.
Menurut pendapat diatas disimpulkan media power point ini merupakan media yang sangat tepat digunakan dalam proses pembelajaran untuk membangkitkan dan meningkatkan motivasi belajar peserta didik.
b. Manfaat media power point
Menurut Arsyad (2013:65) ada beberapa manfaat power point di antaranya adalah:
(1) materi pembelajaran akan menjadi lebih menarik,
(2) penyampaian pembelajaran akan lebih efektif dan efesien, dan (3) materi pembelajaran disampaikan secara utuh, ringkas, dan cepat
melalui pointer-pointer materi.
c. Kelebihan power point
Power point memiliki beberapa keunggulan dibandingkan program lain, antara lain sebagai berikut:
1) Lebih merangsang anak untuk mengetahui lebih jauh informasi tentang bahan ajar yang tersaji.
2) Menyediakan banyak pilihan media presentasi: transparansi overhead atau slide proyektor, presentasi slide show, presentasi online, print out dan handout.
3) Pesan informasi secara visual mudah dipahami peserta didik.
4) Presentasi multimedia: clip art, gambar mati, gambar animasi, audio atau musik, narasi, video dan lain sebagainya.
5) Dapat disimpan dalam bentuk data optik atau magnetik.
(CD/Disket/Flashdisk), sehingga praktis untuk di bawa ke mana-mana.
6) Modus slide show yang lengkap.
d. Kelemahan power point
Di samping kelebihannya, Microsoft power point memiliki beberapa kekurangan diantaranya :
1) Harus ada persiapan yang cukup menyita waktu dan tenaga.
2) Power point harus dijalankan dengan komputer yang mana membutuhkan biaya yang cukup tinggi untuk mendapatkannya.
3) Untuk mengoperasikan power point seseorang membutuhkan keterampilan khusus tentang komputer pada umumnya dan power point pada khususnya.
4) Jika layar monitor yang digunakan terlalu kecil (14”-15”), makakemungkinan besar murid yang duduk jauh dari monitor kesulitan melihat sajian bahan ajar yang ditayangkan di PC tersebut.
Konteks pendidikan, kelemahan ini dapat disikapi dengan mudah yaitu dengan mengikuti pelatihan komputer, kursus komputer dan sejenisnya.
Kemudian mengenai biaya dan sarana juga prasarana pemerintah telah memberikan bantuan untuk fasilitas tersebut kepala sekolah yang mana sekolah yang mengoprasikan fasilitas yang ada dengan baik dan menggunakannya dengan maksimal.
e. Langkah-langkah mendesain presentasi dengan power point
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuka Microsoft power Point yang ada di komputer anda. Pembukaan Microsoft power point ini bisa dilakukan dengan langkah sebagai berikut :
Klik Start, pilih All Programs, pilih Microsoft Office, dan kemudian klik Microsoft Office Power Point.
StartAll ProgramsMicrosoft OfficeMicrosoft Office Power Point.
Presentasi adalah sebuah keterampilan yang perlu dikuasai setiap pekerja profesional saat ini. Bagi guru, presentasi dengan menggunakan power point dapat dijadikan sebagai media pembelajaran yang menarik bagi murid . Dengan media presentasi yang menarik, guru dapat mengkomunikasikan dengan baik materinya.
Adapun hal yang perlu dilakukan dan diperhatikan untuk membuat media presentasi denganpower point yang efektif menurut Riyana (2008:30), sebagai berikut:
1) Persiapan
a) Tentukan topik materi yang akan dipresentasikan misalnya, seorang guru akan mempresentasikan struktur tumbuhan dan fungsinya.
b) Persempit topik materi menjadi beberapa pemikiran utama. buatlah kerangka utama materi yang akan dipresentasikan
c) Buat story board agar lebih tersusun.
2) Tahapan bekerja denganpower point
a) Bukalah program power point di komputer anda b) Mulailah dengan New file
c) Pilih silde design yang diinginkan
d) Membuat background tertentu untuk membuat slide agarmenarik, misalnya, presentasi mufrodat dengan menggunakan power point berbentuk game.
e) Inputlah judul utama materi presentasi yang akan disampaikan padaslide pertama. Contoh terlampir. (Mufrodat dalam bahasa arab) f) Inputlah sub judul materi di slide kedua (bila dipandang perlu cantumkan kembali judul utamanya
g) Selanjutnya, inputlah point-point pokok materi setiap sub secara berurut pada slide-slide berikutnya.
h) Membuat atau memanfaatkan gambar sederhana dengan menggunakan fasilitas shapes dan clip art yang telah tersedia pada menu insert
i) Melalui menu insert, anda dapat pula mengimput berbagai macam ilustrasi (chart, picture, sound, movie). Untuk dapat mengimput picture, sound, movie anda harus lebih dahulu menyiapkan filenya di dalam komputer yang anda gunakan.
j) Tampilan template / background hendaknya sederhana, kontras dengan objek (teks, gambar, dll), dan konsisten.
k) Jenis huruf (font) yang digunakan hendaknya tidak berkaki (san serif) seperti Arial, Tahoma, Cilibri, dan semacamnya. Hindari menggunakan huruf berkaki (serif) seperti Times New Roman, Century, Courier, atau jenis huruf rumit seperti forte, Algerian, Freestyle Script, dan semacamnya.Jenis huruf hendaknya konsisten.
l) Hindari menggunakan huruf terlalu kecil. Besar huruf yang disarankan minimal 18 pt (misalnya: 32 pt untuk judul, 28 pt untuk sub judul, 22 pt sub sub judul, dst).
m) Bila menggunakan Bullet hendaknya tidak lebih dari 6 buah dalam satu slide.
n) Warna yang digunakan hendaknya serasi dengan tetap memperhatikan asas kontras. Berikan penonjolan warna pada bagian yang dipentingkan. Hindarimenggunakan lebih dari tiga macam warna.
o) Gunakan visualisai (gambar, animasi, audio, grafik, video, dll) untuk memperjelaskan fakta, konsep, prinsip, dan prosedur.
p) Hindari menggunakan lebih dari 25 kata dalam satu slide
q) Buatlah power point dengan menggunakan pop up agar lebih menarik.
1. Teknik Presentasi
a. Buat suasana yang santai dan rileks untuk pendengarmu, misalnya dengan guyonan yang relevan, atau ambil perhatian mereka dengan bahasa tubuh atau peristiwa yang dramatik.
b. Gunakan kata ganti "personal" (misalnya kita) dalam memberikan presentasi.
c. Lakukan kontak mata dengan pendengar.
d. Presentasikan topik kamu dengan menggunakan suara yang ramah/akrab, tapi beri variasi sebagai penekanan pada beberapa kata.
e. Gunakan kata/kalimat transisi yang memberitahukan pendengar bahwa kamu akan menuju ke pemikiran yang lain.
f. Berilah pertanyaan-pertanyaan kepada pendengar untuk melibatkan mereka.
g. Ambil kesimpulan sesuai dengan pemikiran/argumentasi yang sudah dipresentasikan.
h. Sisakan waktu untuk pertanyaan, dan mintalah masukkan pada: isi presentasi (ide-ide berhubungan yang mungkin belum disentuh).
Proses pembelajaran IPA terutama pada pelajaran struktur tumbuhan , guru dituntut untuk memahami konsep dengan baik untuk dapat menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan materi tersebut salah satunya melalui media pembelajaran power point. Maka dari itu power point di rancang sebaik mungkin dengan mengaitkan materi yang satu dengan yang lainnya, misalnya dengan menggunakan gambar tumbuh tumbuhan . murid dapat mengingat apa yang mereka dapatkan di sekolah dan dapat diaplikasikan di kehidupan mereka. Dalam presentasi media power point ini juga menyediakan berbagai fasilitas untuk berkreasi, mengolah, dan menginput file audio atau visual.
5. Hakikat Belajar
Setiap manusia di dalam kehidupannya pasti belajar,baik itu secara formal atau informal. Menurut james (Ahmadi dan supriono ,2004: 126) mengungkapkan belajar Sebagai proses dimana tingkah lak ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman .
Slameto(Djamarah,2000:13)juga merumuskan pengertian tentang belajar ,menurutnya belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan,sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya . Dari pendapat beberapa para ahli tentang pengertian belajar adalah suatu kegiatan yang melibatkan dua unsur yaitu jiwa dan Ragu.
Binggs (1991)mendefenisikan belajar dalam tiga Rumusan,sebagai berikut:secara kuantitatif belajar berarti kegiatan atau pengisian atau pengembangan kemampuan kognitif dengan fakta sebanyak-banyaknya . Secara intunsional belajar adalah proses validasi atau pengabsahan terhadap penguasaan murid terhadap materi-materi yang telah dipelajari.adapun secara kualitatif belajar adalah proses memperoleh arti-arti dan pemahamaan-pemahamaan secar cara-cara menafsirkan dunia-dunia sekeliling murid.
beberapa defenisi tersebut,dapat disimpulkan bahawa belajar pada hakikatnya adalah Belajar merupakan proses dasar dari pada perkembangan hidup manusia. Dengan Belajar,manusia melakukan perubahan-perubahan kualitatif individu yang relatife mencapai tingkah lakunya berkembang. Semua aktivitas prestasi hidup manusia tidak lain adalah hasil belajar.belajar itu bukan sekedar
pengalamaan .Belajar adalah suatu proses,bukan suatu hasil . Oleh karena itu belajar berlangsung secara aktif dan integrative dengan beragai bentuk perbuatan untuk mencapai suatu tujuan.
6. Hasil Belajar
a. Pengertian hasil belajar
Syah (Husnawati,2013:10) bahwa“hasil belajar adalah hasil pengungkapan belajar yang meliputi ranah cipta (kognitif),ranah rasa (afektif), dan ranah karsa (psikomotorik)”. Sementara oleh Nasution (1996:17) bahwa:
Hasil belajar adalah kesempurnaan yang dicapai seseorang dalam berfikir, merasa, dan berbuat. Prestasi belajar dikatakan sempurna apabila memenuhi tiga aspek yakni kognitif, afektif, dan psikomotorik.
Sebaliknya dikatakan prestasi kurang memuaskan jika seseorang belum mampu memenuhi target dalam ketiga kriteria tersebut.
diperoleh sebuah kesimpulan bahwa hasil belajar adalah hasil yang diperoleh seseorang dari aktivitas belajar berupa perubahan dalam dirinya yang meliputi aspek pengetahuan, sikap, dan psikomotor yang diperolehnya dari latihan dan pengalamannya. Prestasi belajar harus membawa perubahan dan perubahan itu terdapat dalam keadaan sadar dan disengaja dan bentuk dari prestasi belajar itu dapat berupa pengetahuan, keterampilan, ataupun nilai-nilai hidup, namun dalam penelitian ini yang dimaksud dari dengan
“hasil belajar” adalah informasi nilai yang menunjukkan tingkat ketercapaian tujuan pembelajaran yang telahditetapkan dalam garis-garis program pembelajaran yang mana prestasi belajar ditunjukkan dengan nilai rapormurid.
b. Hasil belajar IPA
Hasil belajar adalah perubahan tingkah laku yang dapat diamati setelah mengikuti program belajar mengajar dalam bentuk tingkat penguasaanmuridterhadap pengetahuan dan ketrampilan. Dengan demikian, hasil belajar IPA harus dikaitkan dengan tujuan pendidikan IPA yang telah tercantum dalam kurikulum dengan tidak melupakan hakikat IPA itu sendiri. Hasil belajar IPA dikelompokkan berdasarkan hakikat sains yang meliputi IPA sebagai produk, proses, dan sikap ilmiah. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar IPA meliputi pencapaian IPA sebagai produk, proses dan sikap ilmiah.
Bloom (Suprijono, 2012:6 ) hasil belajar mencakupkognitif, afektif, psikomotor. Perinciannya adalah sebagai berikut:
1) Ranahkognitif
Berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari 6 aspek yaitu pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis dan penilaian.
2) Ranahafektif
Berkenaan dengan sikap dan nilai. Ranah afektif meliputi lima jenjang kemampuan yaitu menerima, menjawab atau reaksi, menilai, organisasi dan karakterisasi dengan suatu nilai atau kompleks nilai.
3) Ranahpsikomotor
Meliputi keterampilan motorik, manipulasi benda-benda, koordinasi neuromuscular (menghubungkan, mengamati). Tipe hasil belajar kognitif lebih dominan daripada afektif dan psikomotor karena lebih menonjol, namun hasil
belajar psikomotor dan afektif juga harus menjadi bagian dari hasil penilaian dalam proses pembelajaran di sekolah.
Berdasarkan pengertian di atas maka dapat disintesiskan bahwa hasil belajar adalah suatu penilaian akhir dari proses dan pengenalan yang telah dilakukan berulang-ulang. Serta akan tersimpan dalam jangka waktu lama atau bahkan tidak akan hilang selama-lamanya karena hasil belajar turut serta dalam membentuk pribadi individu yang selalu ingin mencapai hasil yang lebih baik lagi sehingga akan merubahcara berpikir serta menghasilkan perilaku kerja yang lebih baik.
c. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar
Hasil belajar yang dicapai muriddipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu faktor kemampuan murid dan faktor lingkungan. Menurut Slameto (2015: 54), faktor-faktor tersebut secara global dapat diuraikan dalam dua bagian, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
1. Faktor internal, yaitu faktor yang berasal dari dalam dirimurid , yang termasuk kedalam faktor-faktor sebagai berikut ini:
a)Faktor jasmani, yaitu meliputi:
(1) Faktor Kesehatan. Sehat berarti dalam keadaan baik segenap badan beserta bagian-bagiannya/ bebas dari penyakit. Kesehatan adalah keadaan atau hal sehat. Kesehatan seseorang berpengaruh terhadap belajarnya. Proses belajar seseorang akan terganggu jika kesehatan seseorang terganggu, selain itu juga ia akan cepat lelah, kurang bersemangat.
(a) Cacat Tubuh. Yaitu sesuatu yang menyebabkan kurang baik atau kurang sempurna mengenai tubuh/ badan.
(2) Faktor psikologis, yaitu meliputi intelegensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan dan kesiapan.
(a)Intelegensi. Intelegensi adalah kecakapan yang terdiri dari tiga jenis yaitu kecakapan untuk menghadapi dan menyesuaikan kedalam situasi yang baru dengan cepat dan efektif, mengetahui/menggunakan konsep-konsep yang abstraksecara efektif, mengetahuirelasidan mempelajarinya dengan cepat.
(b) Perhatian menurut Ghazali adalah keaktifan jiwa yang dipertinggi, jiwa itu pun semata-mata tertuju kepada suatu obyek (benda/ hal) atau sekumpulan objek. Untuk dapat menjamin hasil belajar yang baik, maka murid harus mempunyai perhatian terhadap bahan yang dipelajarinya. Jika bahan tidak menjadi perhatianmurid , maka timbullah kebosanan, sehingga ia tidak lagi suka belajar.
(c) Minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. Minat besar berpengaruh terhadap belajar, karena biila bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minatmurid ,murid tidak akan belajardengansebaik-baiknya, karena tidak ada daya tarik baginya.
(d) Bakat adalah kemampuan untuk belajar. Kemampuan itu baru akan terealsasi menjadi kecakapan yang nyata sesuai belajar dan berlatih. Jadi tegaslah bahwa bakat itu mempengaruhi belajar, jika bahan pelajaran yang dipelajarimurid sesuai dengan bakatnya maka hasil belajarnya lebih baik karena ia senang belajar dan pastilah selanjutnya ia lebih giat dalam belajarnya itu.
2. Faktor eksternal
Faktor eksternal yaitu faktor yang berasal dari luar dirimurid . Yang termasuk kedalam faktor eksternal adalah:
a) Faktor keluarga. murid yang belajar akan menerima pengaruh dari keluarga berupa: cara orang tua mendidik, relasi antara anggota keluarga, suasana rumah tangga dan keadaan ekonomi keluarga.
b) Faktor sekolah. Faktor sekolah yang mempengaruhi belajar ini mencakup metode mengajar, kurikulum, relasi guru dengan murid, disiplin sekolah, pelajaran dan waktu sekolah, standar pelajaran, keadaan gedung, metode belajar dan tugas rumah.
c) Faktor Masyarakat. Masyarakat sangat berpengaruh terhadap belajar murid karena keberadaannya murid dalam masyarakat.
Seperti kegiatan murid dalam masyarakat, media massa yang juga berpengaruh terhadap positif dan negatifnya. Pengaruh dari teman bergaulmurid dan kehidupan masyarakat disekitar murid juga berpengaruh terhadap belajar murid .
Berdasarkan pendapat di atas, maka terdapat dua faktor yang mempengaruhi hasil belajar murid di sekolah, yaitu faktor dari diri murid dan dari luar diri murid.
7. Hakikat Pembelajaran IPA.
Hakikat pembelajaran sains yang didefinisikan sebagai ilmu tentang alam yang dalam Bahasa Indonesia disebut dengan Ilmu Pengetahuan Alam, dapat diklasifikasikan menjadi tiga bagian, yaitu: ilmu pengetahuan alam sebagai produk, proses, dan sikap. Dari ketiga komponen IPA ini, Sutrisno (Ahmad:
2013), menambahkan bahwa IPA juga sebagai prosedur dan IPA sebagai teknologi. Akan tetapi, penambahan ini bersifat pengembangan dari ketiga komponen di atas, yaitu pengembangan prosedur dari proses, sedangkan teknologi dari aplikasi konsep dan prinsip-prinsip IPA sebagai produk.
Uraian hakikat IPA di atas, dapat dipahami bahwa pembelajaran sains merupakan pembelajaran berdasarkan pada prinsip-prinsip, proses yang mana dapat menumbuhkan sikap ilmiah murid terhadap konsep-konsep IPA. Oleh karena itu, pembelajaran IPA di sekolah dasar dilakukan dengan penyelidikan sederhana dan bukan hafalan terhadap kumpulan konsep IPA. Dengan kegiatan-kegiatan tersebut pembelajaran IPA akan mendapat pengalaman langsung melalui pengamatan, diskusi, dan penyelidikan sederhana. Pembelajaran yang demikian dapat menumbuhkan sikap ilmiahmurid yang diindikasikan dengan merumuskan masalah, penarikan kesimpulan, sehingga mampu berfikir kritis melalui pembelajaran IPA.
8. Profil Sekolah
Nama sekolah : SD Inpres Perumnas III Makassar
NPSN : 40307537
Nomor Statistik : 101196
Provensi : Sulawesi Selatan Pemerintah Kota : Makassar
Kecamatan : Rappocini Desa/Kelurahan : Kassi-Kassi
Jalan dsn Nomor : Jl.Tamalate VI No.1 Kode Pos : 90222
Telpon : 0411-2617768 Daerah : Perkotaan Status Sekolah : Negeri Kelompok Sekolah : B
Akreditasi : Terdaftar Tahun Berdiri : 1984 Kegiatan Belajar Mengajar : Pagi-Siang Bagunaan Sekolah : Milik Sendiri Jarak Kepusat Kecamatan : 3 km
Jarak Kepusat Kota : 7 km Terletak pada lintasan : Kota Jumlah keanggotaan Rayon : - Kategori Sekolah : SPM
A. Kerangka pikir
Kerangka berfikir merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah di identifikasi sebagai masalah yang penting. Salah satu faktor yang berpengaruh dalam hasil belajar adalah dari factor penyajian bahan ajar yang digunakan berpengaruh terhadap hasil belajar murid karena penyajian pembelajaran sangat penting dalam keberhasilan seseorang dalam belajar.
Proses belajar mengajar, kebanyakan guru menggunakan metode konvensional ceramah yang cenderung menekankan Pada aktivitas guru dalam menyampaikan pembelajaran dikelas sedangkanmurid hanya pasif dalam kegiatan pembelajaran dan mengikuti apa saja yang disajikan oleh guru hal tersebut tidak membuatmurid menjadi aktif dalam pembelajaran sehingga kegiatan belajar mengajar akan terasa membosankan hal ini tentuanya akan berefek negatif terhadap pemahaman materi oleh murid .
pembelajaran menggunakan media power point terjadi kesepakatan antara murid tentang aturan-aturan dalam berkolaborasi. Masalah yang dipecahkan bersama akan disimpulkan bersama. Peran guru hanya sebagai fasilitator yang mengarah-kan siswa untuk mencapai tujuan belajar. Pembelajaran dengan menggunakan media power point dapat menarik perhatian murid sehingga mereka aktif dalam proses pembelajaran. Serta dapat meningkatkan hasil belajar murid .secara sederhana kerangka penelitian ini dapat digambarkan dalam bagan sebagai berikut:
Gambar 2.2 Bagan Kerangka pikir
Hasil Belajar Tidak berpengaruh
Berpengaruh Hasil Belajar
Tetap/Tidak Berpengaruh Rendahnya Hasil belajar Pembelajaran
IPA
Penggunaan Media Power Point Terhadap Hasil Belajar IPA Konsep Struktur dan Fungsi
bagian Tumbuhan
Analisis
C. Hipotesis Penelitian
Berdasarkan kajian teori dan kerangka pikir di atas ,maka hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.Ho : Tidak terdapat pengaruh penggunaan media power point terhadap hasil belajar IPA konsep struktur dan fungsi bagian tumbuhan pada murid kelas IV SD inpres Perumnas III Makassar .
2. H1 : ada terdapat pengaruh penggunaan media power point terhadap hasil belajar IPA konsep struktur dan fungsi bagian tumbuhan pada murid kelas IV SD inpres Perumnas III makassar.
BAB III
METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian
Jenisn penelitian ini adalah penelitian Pre-eksperimen. Penelitian pre-Eksperimen belum merupakan eksperimen sungguh-sungguh karena masih terdapat variable luar yang ikut berpengaruh terhadap terbentuknya variable dependen . Jadi hasil pre-ekspresimen yang merupakan variable dependen itu bukan semata-mata di pengaruhi oleh variable independen. Hal ini dapat terjadi karena tidak adanya variabel kontrol dan sampel tidak dipilih secara rondom.(sugiyono,2011:109).dengan one group pretest posttest design.
B.Fokus Penelitian
Untuk mempermudah penulis dalam menganalisis hasil penelitian ,maka penelitian ini di fokuskan pada guru dalam menerapkan model power point pada mata pelajaran IPA SD inpres perumnas III makassar .
C. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Menurut sugiyono (2016:117)mengemukakan bahwa “populasi adalah wilaya generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kuantitatif dan karakteristik tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk mempelajari kemudian ditarik kesimpulannya”.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh murid kelas Kelas IV di SD inpres Perumnas III Makassar sebanyak 22 orang. Lebih jelasnya mengenai
keadaan murid SD inpres perumnas III Makassar dapat di lihat pada tabel berikut:
Tabel.3.2.murid SD Inpres perumnas III Makassar
No. Kelas Jenis Kelamin Jumlah
1. IV Perempuan Laki-Laki
9 13 22
Sumber:SD Inpres Perumnas III Makassar 2. Sampel
Sampel dalam penelitian ini adalah sampel jenuh ,sampel jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel Menurut sugiyono (2011:68).Hal ini sering digunakan untuk penelitian dengan jumlah sampel dibawah 30 orang ,misalnya jika jumlah populasi 20 orang,maka 20 orang tersebut yang dijadikan sampel. Sampel dalam penelitian ini adalah murid kelas IV SD inpres perumnas III makassar sebanyak 22, untuk lebih jelas lihat tabel dibawah ini.
Tabel 3.3. Keadaan Sampel Inpres perumnas III Makassar
No Kelas Laki-Laki Perempuan Jumlah
1. IV 13 9 22
Total 22
Sumber:SD Inpres Perumnas III Makassar
D.Variabel dan desain penelitian
Variabel dalam penelitian ini ada dua yaitu variabel X dan variabel Y.
Media power pointvariabel bebas (X) dan hasil belajar IPA sebagai variabel terikat (Y).
Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian eksperimen dengan jenis one group pretest-posttest.
Gambar 3.1 Desain penelitian
Pretest Perlakuan Postest
O1 X O2
Keterangan:
O1 : Tes awal yang diberikan sebelum diberikan perlakuan mengenai penggunaan tehnik
O2 : Tes akhir yang diberikan setelah diberikan perlakuan mengenai penggunaan tehnik
X : Perlakuan
Untuk mengetahui hasil belajar murid maka diberi tes awal (pretest) kemudian memberi tes (posttest) setelah digunakan mediapower point.
Penelitian ini menggunakan dua variabel yaitu media power point sebagai variable bebas (X) dan hasil belajar IPA sebagai variabel terikat (Y).
Secara operasional variabel tersebut didefinisikan sebagai berikut:
1. Power point (variabel X) adalah suatu cara yang digunakan untuk memperkenalkan atau menjelaskan tentang segala hal yang dirangkum dan dikemas ke dalam beberapa slide.
2. Hasil belajar murid (variabel Y) adalah hasil pengukuran yang diperoleh murid melalaui suatu tes yang dilakukan setelah proses pembelajaran pada mata pelajaran ilmu pengetahuan Alam (IPA) yang menggambarkan tingkat penguasaan materi pelajaran pada murid.
F. Instrument Penelitian
Menurut Nasution 1988(Sugiono,2016:307)Peneliti sebagai instrumen penelitian serasi untuk penelitian serupa karena memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1). Peneliti Sebagai alat peka dan dapat bereaksi terhadap segala stimulus dari lingkungan yang harus diperkirakannya bermakna atau tidak bagi penelitian
2) Peneliti sebagai alat dapat menyesuaikan diri terhadap semuaaspek keadaan dan dapat mengumpulkan aneka ragam data sekaligus.
3) Tiap situasi merupakan keseluruhan
4) Suatu situasi yang melibatkan interaksi manusia, tidak dapat di pahamidengan pengetahuan semata.
5) Peneliti sebagai instrumen dapat segera Menganalisis data yang diperoleh
Hanya Manusia sebagai instrumen dapat mengambil kesimpulan berdasarkan data yang dikumpulkan pada suatu saat dan menggunakan segera sebagai balikan untuk memperoleh penegasan,perubahan,perbaikan .
penelitian dengan menggunakan test yangbersifat kuantitatif.Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yakni:
1. Lembar observasi
Jenis observasi yang dipakai dalam penelitian ini adalah obeservasi nonpartisipatif, yakni peneliti mengamati dan terlibat secara langsung akan tetapi tidak ikut serta dalam kegiatan belajar mengajar. Metode ini digunakan untuk mendapatkan data awal/preriset, yakni untuk mengetahui keadaan kelas sebelum diadakan penelitian.
2. Tes (butir-butir soal)
Tes merupakan instrument atau alat untuk mengukur perilaku atau kinerja seseorang. Alat ukur tersebut berupa serangkaian pertanyaan yang diajukan kepada masing-masing subjek yang menuntut pemenuhan tugas-tugas kognitif.
Dengan tes ini dapat dinilai sampai di mana kemampuan logika murid dalam memahami Soal IPA. Tes yang digunakan adalah pilihan ganda.
3. Dokumentasi
Metode dokumentasi dilakukan untuk mengambil data nama-nama murid yang mendukung penelitian.
G.Instrumen Penelitian
Adapun instrumen atau alat penelitian yang akan dilakukan dalam proses penelitian yaitu Lembar pengamatan (observasi). Pengamatan atau observasi
merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan mengatasi dan Mencatat secara sistematik gejala-gejala tingkah laku yang tampak. Pada dasarnya pengamatan dapat dilakukan setiap waktu dan oleh siapa saja,sehingga ada orang yang menyatakan bahwa pengamatan merupakan salah satu teknik sederhana dan tidak memerlukan keahlian yang luar biasa.Namun demikian,untuk mendapatkan hasil yang memuaskan ,pengamatan perlu direncanakan sedemikian rupa ,baik waktu,alat,maupun aspek-aspek tngkah laku yang akan diamati . Selain itu instrumen lain yang digunakan adalah lembar soal untuk tes hasil belajar murid.
H.Teknik pengumpulan data
Menurut Sugiyono (2016:308)Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian ,karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data.tanpa mengetahui teknik pengumpulan data,maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang diteteapkan.Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut:
a.Observasi
Observasi merupakan metode pengumpulan data dengan pengamatan dan pencatatan secara sistematis tentang fenomena yang diteliti atau diselidiki.Jenis observasi yang dipakai dalam penelitian ini adalah obeservasi nonpartisipatif, yakni peneliti mengamati dan terlibat secara langsung akan tetapi tidak ikut serta dalam kegiatan belajar mengajar. Metode ini digunakan untuk mendapatkan data awal/preriset, yakni untuk mengetahui keadaan kelas sebelum diadakan penelitian.
b.Tes (buti-butir soal)
Tes merupakan instrument atau alat untuk mengukur perilaku atau kinerja seseorang. Alat ukur tersebut berupa serangkaian pertanyaan yang diajukan kepada masing-masing subjek yang menuntut pemenuhan tugas-tugas kognitif.
Dengan tes ini dapat dinilai sampai di mana kemampuan logika murid dalam memahami soal IPA. Tes yang digunakan adalah pilihanganda .
I.Teknik analisis data
Sesuai dengan hipotesis penggunaan media power point yang berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar mata pelajaran IPA murid kelas IV SD inpres perumnas III makassar , maka untuk menganalisis data yang diperoleh dari hasil penelitian akan digunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial. Data yang terkumpul berupa nilai pretest dan nilai posttest kemudian dibandingkan.
Membandingkan kedua nilai tersebut dengan mengajukkan pertanyaan apakah ada perbedaan antara nilai yang didapatkan antara nilai pretest dengan nilaiposttest.
Pengujian perbedaan nilai hanya dilakukan terhadap rata-rata kedua nilai saja, dan untuk keperluan itu digunakan teknik yang disebut dengan uji-t (t-test). Dengan demikian langkah-langkahanalisis data pre-eksperimen dengan modeleksperimen one group pretest posttest design adalah sebagai berikut:
Adapun langkah-langkah dalam penyusunan analisis data ini adalah sebagai berikut:
1.Validilitas Empirik
Nilai kemampuan pengaruh penggunaan media power point terhadap hasil belajar IPA konsep struktur dan fungsi bagian tumbuhan pada murid kelas IV
dikorelasikan sehingga dapat diketahui hipotesis yang diajukan diterima atau ditolak.
Tabel korelasi pengaruh penggunaan media power point terhadap hasil belajarIPA konsep struktur dan fungsi bagian tumbuhan pada murid kelas
IV SD inpres perumnas III Makassar Kode
Sampel X Y XY X2 Y2
A1 40 58 2320 1600 3364
A2 50 85 4250 2500 7225
A3 50 70 3500 2500 4900
A4 60 80 4800 4800 6400
A5 60 85 5100 3600 7225
A6 50 80 4000 2500 6400
A7 85 95 8075 8075 9025
A8 85 95 8075 8075 9025
A9 50 85 4250 2500 7225
A10 40 58 2320 1600 3364
A11 75 95 7125 5625 9025
A12 50 92 4600 2500 8464
A13 60 80 4800 3600 6400
A14 50 85 4250 2500 7225
A15 50 80 4000 2500 6400
A16 50 85 4250 2500 7225
A17 60 95 5700 3600 9025
A18 40 85 3400 1600 7225
A19 60 92 5520 3600 8464
A20 50 70 3500 2500 4900
A21 60 95 5700 3600 9025
A22 50 58 2900 2500 3364
Jumlah 1225 1803 102435 74375 150895
Sumber :Diolah dari korelasi penggunaan media power point terhadap hasil belajar IPA konsep struktur dan fungsi bagian tumbuhan pada murid kelas IV SD Inpres Perumnas III Makassar.
Data tabel dianalisis dengan menggunakan rumus korelasi product moment.
Diketahui:
N : 22(Jumlah Sampel
x : 1225(jumlah skor variabel X)
y : 1803(Jumlah skor variabel Y): 102435(koefisien korelasi antara variabel X dan Variabel Y) : 74375(Kuadrat dari Variabel X)
: 150895(Kuadrat dari Variabel Y)
Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh penggunaan media power point terhadap hasil belajar IPA konsep struktur dan fungsi bagian tumbuhan pada murid kelas IV SD Inpres Perumnas III Makassar.hasil perhitungan diatas selanjutnya di masukan dalam rumus sebagai berikut.
2 2 2 2
y y
n x x
n
y x xy
rxy n
xy
x2
y2Hasil Perhitungan diatas selanjutnya dimasukan kedalam rumus analisis product momentsebagai berikut;
=14,68
Jadi koefisien korelasi r tabel
r hitung =14,68 >r tabel =0,423 kesimpulanya adalah penggunaan media power point terhadap hasil belajar dengan kata lain bahwa hipotesis “ada pengaruh penggunaan media power point terhadap hasil belajar IPA pada murid kelas IV SD inpres perumnas III makassar”
2.Analisis Statistik Deskriptif
Analisis statistik deskriptif dimaksudkan untuk menggambarkan rendahnya hasil belajar IPA materi struktur tumbuhan pada murid kelas IV SD Inpres perumnas III makassar sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) perlakuan
2 2 2 2
y y
n x x
n
y x xy
rxy n
22743752210243512252
2212251508951803
1803
2
1636250 1500625
3319690
3250809
2208675 2253570
135625
68881
44895
9341985 44895
9341985 44895