• Tidak ada hasil yang ditemukan

skripsi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "skripsi"

Copied!
168
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Apakah Penggunaan Model Pembelajaran Cooperative Script Efektif Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Pada Kelas X SMAN 10 Pin Rank.

Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui keefektifan penggunaan model pembelajaran Cooperative Script dalam meningkatkan hasil belajar matematika di Kelas X SMAN 10 Pinrang.

Kegunaan Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi sekolah dalam upaya perbaikan sistem pembelajaran yang ada di sekolah, khususnya di sekolah tempat penelitian ini dilakukan dengan harapan dapat meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah. Dapat menambah pengetahuan peneliti tentang model pembelajaran Cooperative Script, serta sebagai bahan perbandingan atau referensi terutama bagi peneliti lain yang ingin menyelidiki permasalahan yang relevan.

TINJAUAN PUSTAKA

Tinjauan Teori

  • Efektivitas Pembelajaran
  • Model Pembelajaran Cooperative Script
  • Pembelajaran Matematika

8Trianto, Merancang Model Pembelajaran Iovatif-Progresif: Konsep Dasar dan Implementasinya pada Kurikulum Tingkat Satuan Pengajaran (KTSP) (Jakarta: Kencana, 2009). Terkadang siswa kurang tertarik dengan mata pelajaran tersebut karena model pembelajaran yang diterapkan guru monoton sehingga tidak tercipta pembelajaran yang optimal. Model pembelajaran Cooperative Script merupakan model pembelajaran dimana siswa bekerja berpasangan dan bergiliran merangkum secara lisan bagian-bagian materi yang dipelajari.

Pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Cooperative Script mempunyai langkah-langkah tertentu, Langkah-langkah model pembelajaran Cooperative Script menurut Suprijono adalah sebagai berikut. Mengukur Keterlaksanaan Model Pembelajaran Cooperative Writing Pada Indikator Keefektifan Mengukur keberhasilan penerapan Model Pembelajaran Cooperative Writing sangatlah penting, karena akan menjadi bahan laporan dan evaluasi yang berguna untuk perbaikan pembelajaran selanjutnya. Pengukuran yang dimaksud adalah hasil belajar siswa setelah pembelajaran, aktivitas siswa selama proses pembelajaran, reaksi terhadap penerapan model pembelajaran Cooperative Script.

Pada tahap ini perlu dirumuskan bahwa keberhasilan penerapan model pembelajaran dilihat dari hasil belajar (nilai tes akhir atau post-test siswa melebihi kriteria ketuntasan. 12Agus Suprijono, Model Pembelajaran (Jakarta: Gramedia Pustaka Jaya , 2011)... minimal sekolah, peningkatan hasil belajar siswa dari tes awal sampai tes akhir atau keuntungan berada pada kriteria sedang, dan keberhasilan secara keseluruhan merupakan nilai hasil belajar siswa 13.

Kerangka Pikir

Matematika sekolah sering juga disebut sebagai unsur atau bagian matematika yang menitikberatkan pada kepentingan pendidikan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Berkenaan dengan fungsi mata pelajaran matematika yaitu sebagai: alat, pola pikir dan pengetahuan atau pengetahuan sebagai tindak lanjutnya diharapkan agar siswa dijelaskan untuk melihat berbagai contoh penggunaan matematika, sebagai bantuan untuk memecahkan masalah pada mata pelajaran lain, tapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan umumnya menekankan pada keterampilan dalam menerapkan matematika, sedangkan tujuan khusus pembelajaran matematika di sekolah adalah hubungan antara fungsi matematika sebagai sumber daya, sebagai cara berpikir, dan sebagai pengetahuan.

Materi model matematika merupakan salah satu materi matematika yang diajarkan di sekolah menengah atas dan sejenisnya. Materi ini dipilih sebagai bahan penelitian karena dianggap tepat untuk menggunakan pembelajaran dengan model Cooperative Script. Berbagai permasalahan yang ada dalam pembelajaran matematika menyebabkan matematika kurang mendapat perhatian dari siswa.

Dengan kata lain pembelajaran matematika melibatkan interaksi menggunakan model Cooperative Script terhadap hasil belajar. Kerangka penelitian ini adalah tentang keefektifan penggunaan Model Pembelajaran Cooperative Script pada pendidikan matematika sekolah menengah di kelas X.

Hipotesis

METODE PENELITIAN

Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di kelas X MIPA SMAN 10 Pinrang di Jalan Poros Pinrang Jampue, Desa Lerang, Kec.Lanrisang 91261.

Populasi dan Sampel

Sampel adalah sebagian dari jumlah dan ciri-ciri yang dimiliki sampel atau sejumlah anggota yang dipilih (diambil) dari suatu populasi. Sebagai responden, tentukan kelas X dengan memilih dua kelas yang mempunyai nilai rata-rata kelas matematika terendah. Pemilihan dua kelas dilakukan secara acak dengan menggunakan teknik random sampling dan mempunyai nilai rata-rata terendah yaitu kelas eksperimen dengan model pembelajaran Cooperative Script.

Setelah dijumlahkan nilai rata-rata kelas terendah dengan kelas X, maka diperoleh kelas eksperimen yaitu kelas X MIPA 2 yang berjumlah 22 orang.

Definisi operasional variabel

Instrumen Penelitian

Hasil Belajar Siswa yang Menggunakan Model Pembelajaran Cooperative Script pada Materi Model Matematika di Kelas X MIPA SMAN 10 Pin Rank. Efektivitas penggunaan model pembelajaran kooperatif script dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas X MIPA SMAN 10 Pinrang. Rata-rata peningkatan hasil belajar matematika siswa setelah memperoleh pengalaman belajar dengan menggunakan model pembelajaran Cooperative Script adalah sebesar 0,63 yang berarti termasuk dalam klasifikasi sedang.

Berdasarkan uraian di atas, secara deskriptif tes prestasi belajar matematika siswa kelas X MIPA SMAN 10 Pinrang setelah diajar dengan. Hasil belajar matematika kelas X MIPA 2 dengan menggunakan Model Pembelajaran Cooperative Script akan diuji dengan menggunakan uji Paired Sample T-test. Dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar sebelum dan sesudah diterapkan Model Pembelajaran Cooperative Script dalam pembelajaran matematika di kelas X MIPA 2 SMAN 10 Pinrang.

Dengan demikian ditemukan adanya peningkatan hasil belajar sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran Cooperative Script dalam pembelajaran. Sebelumnya model pembelajaran Cooperative Script dinilai mampu memudahkan guru dalam proses pembelajaran dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pada penelitian ini diketahui bahwa pengaruh penggunaan model pembelajaran Cooperative Script terhadap hasil belajar siswa berada pada ranah kognitif yang ditunjukkan dengan nilai signifikan kurang dari 0,05 yaitu 0,000,26.

Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar matematika sebelum dan sesudah diterapkan model pembelajaran Cooperative Script pada kelas X MIPA 2 SMAN 10 Pinrang. Hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Cooperative Script di kelas X MIPA 2 diolah secara deskriptif analisis. Sebelumnya model pembelajaran Cooperative Script dianggap dapat memudahkan guru dalam proses pembelajaran dan dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa.

Sedangkan hasil analisis statistik inferensial hasil belajar post test menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa kelas X SMAN 10 Pinrang yang menggunakan model pembelajaran Collaborative Script lebih besar. Berdasarkan data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Collaborative Script efektif digunakan dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada pendidikan matematika. Berdasarkan uraian di atas, maka akhirnya hasil belajar matematika kelas X MIPA SMAN 10 Pinrang setelah diajar menggunakan model pembelajaran Collaborative Script, berdasarkan tiga indikator keefektifan hasil belajar yang memenuhi kriteria keefektifan.

Jadi dapat disimpulkan bahwa penggunaan model Cooperative Script efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas X di SMAN 10 Pinrang. Terdapat peningkatan hasil belajar matematika setelah diajar menggunakan model pembelajaran Cooperative Script, hal ini terlihat dari nilai mean posttest sebesar 78,2 yang berada pada kategori sedang dan nilai mean normalized gain sebesar 0,63 yang berada pada kategori sedang. Bagi sekolah, penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran Cooperative Script dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa, sehingga dapat dijadikan salah satu alternatif pembelajaran matematika di kelas.

Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas selesainya skripsi yang berjudul “Efektivitas Penggunaan Model Pembelajaran Collaborative Writing Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Kelas X SMAN 10 Pinrang”.

Teknik Pengumpulan Data

Teknik Analisis Data

Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa nilai rata-rata keterlaksanaan model pembelajaran Cooperative Script dari pertemuan pertama sampai pertemuan keempat adalah 3,89. Untuk mengetahui keefektifan penggunaan model pembelajaran Cooperative Script pada penelitian ini menggunakan uji normalitas penguatan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model Collaborative script efektif untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas X SMAN 10 Pinrang. Untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas X SMAN 10 Pinrang.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan pembelajaran matematika di kelas X SMAN 10 Pinrang dengan menggunakan model pembelajaran Cooperative Script. Berdasarkan kategori keterlaksanaan model pembelajaran yang telah ditentukan, keterlaksanaan model pembelajaran Cooperative Script terlaksana dengan sangat baik. Berdasarkan kriteria keefektifan pembelajaran yang ditemukan, maka model pembelajaran Cooperative Script efektif diterapkan pada pembelajaran matematika siswa kelas X di SMAN 10 Pinrang.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pengujian Hipotesis

Pembahasan Hasil Penelitian

PENUTUP

Saran

Mahasiswa diharapkan mampu memahami dan menjelaskan dengan baik konsep dan bentuk umum sistem persamaan linear tiga variabel. Siswa diharapkan mampu merumuskan dan menentukan penyelesaian sistem persamaan linear satu variabel dalam kehidupan sehari-hari. Siswa dapat melakukan operasi aljabar yang melibatkan sistem persamaan linear tiga variabel dan menggunakannya untuk menyelesaikan masalah kontekstual dalam kehidupan sehari-hari.

No Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) 3.1.1 Memahami dan menjelaskan konsep SPLTV 3.1.2 Menyiapkan dan menetapkan penyelesaian SPLTV. Guru menentukan siapa yang menjadi pendengar dan pembicara pada setiap kelompok. siswa/kelompok untuk mempresentasikan jawabannya saat menjadi siswa/kelompok. memberikan kesempatan antar kelompok untuk bertanya dan. mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas. menghormati upaya dan hasil pembelajaran individu dan kelompok. Hasil uji validitas Kelas XI MIPA 1 SMAN 10 Pinrang kemudian diolah dengan SPSS untuk mengetahui tingkat kesukaran, daya pembeda, validitas dan reliabilitas butir soal.

Dari tabel di atas terdapat 4 butir soal yang termasuk dalam kategori sulit yaitu nomor 2, 3, 4 dan 15. Dari tabel hasil SPSS di atas, kekuatan diferensial butir soal dapat ditentukan dengan melihat nilai korelasi orang. Selain itu untuk mengetahui valid atau tidaknya item dapat dilihat pada hasil SPSS diatas dengan memperhatikan sendiri.

Berdasarkan hasil analisis daya pembeda dan validitas butir soal, maka dalam penelitian ini terdapat 10 butir soal yang dapat digunakan, yaitu butir soal yang mempunyai daya pembeda dalam kategori baik atau sangat baik, dan butir soal yang termasuk dalam kategori baik atau sangat baik. kategori valid.

Referensi

Dokumen terkait

Sampel pada penelitian ini diambil dengan teknik purposive cluster sampling, yaitu kelas X-2 sebagai kelas eksperimen diberi pembelajaran cooperative script dengan pendekatan SETS

Dari hasil penelitian disimpulkan, kemampuan menemukan gagasan utama paragraf yang menggunakan model pembelajaran cooperative script pada siswa kelas IX SMP Swasta

Berdasarkan tabel dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa kelas X SMA PMDS Putera Palopo pada tahun ajaran 2017/2018 sebelum penggunaan Model Cooperative

Skripsi dengan judul “Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Script Terhadap Prestasi Belajar Matematika Pada Materi Trigonometri Peserta didik Kelas X MAN

Sebelum mengadakan tindakan kelas dalam rangka penerapan model pembelajaran cooperative type script, terlebih dahulu disiapkan rencana pembelajaran yang disusun

Hasil penelitian pembelajaran Bahasa Indonesia kelas X MAN Pinrang menunjukkan bahwa penggunaan jenis tindak tutur ekspresif yang paling banyak digunakan dalam

Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Script Terhadap Prestasi Belajar Matematika Pada Materi Trigonometri Peserta Didik Kelas X Man 2 Tulungagung, (Tulungagung: Skripsi Tidak

ii PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEBAK KATA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB PADA PESERTA DIDIK KELAS X MIPA MAN PINRANG Oleh: INTAN PURNAMASARI NIM: 16.1200.021 Skripsi