• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "SKRIPSI"

Copied!
116
0
0

Teks penuh

Refleksi, refleksi kurikulum belajar mandiri berupaya memberikan layanan pendidikan yang berpihak pada peserta didik. Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Manajemen Kurikulum Pembelajaran Mandiri di SMK N 1 Jenangan Ponorogo”.

Gambar 3.1 Komponen Analisis Data .....................................................................................
Gambar 3.1 Komponen Analisis Data .....................................................................................

Fokus Penelitian

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Sistematika Pembahasan

Manajemen Kurikulum

  • Pengertian manajemen kurikulum
  • Prinsip- prinsip manajemen kurikulum
  • Fungsi Manajemen Kurikulum
  • Komponen kurikulum

Mengarahkan visi, misi dan tujuan yang ditetapkan dalam kurikulum, metode manajemen kurikulum harus mampu memperkuat dan memfokuskan visi, misi dan tujuan kurikulum. Agar tujuan kurikulum di sekolah dapat efektif dan efisien, maka proses manajemen kurikulum mempunyai kedudukan yang sangat penting.

Merdeka Belajar

  • Pengertian merdeka belajar
  • Kebijakan merdeka belajar
  • Ciri-ciri merdeka belajar
  • Tujuan kurikulum merdeka belajar
  • Komponen merdeka belajar

Merdeka belajar merupakan salah satu program inisiatif Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim yang ingin menciptakan suasana belajar menyenangkan dan menyenangkan. 30Siti Mustaghfiroh, “Konsep belajar mandiri dalam perspektif progresivisme John Dewey”, Jurnal Kajian Guru dan Pembelajaran. Kebijakan Belajar Mandiri Ada empat kebijakan dalam kurikulum belajar mandiri yang disampaikan Nadiem Makarim.

Selain itu, seorang guru dalam kurikulum belajar mandiri harus berpartisipasi aktif dalam jaringan dan organisasi profesi untuk mengembangkan karirnya. Berdasarkan penjelasan di atas dapat dipahami bahwa ada beberapa tujuan dari kurikulum belajar mandiri dan juga untuk berpartisipasi aktif dalam jaringan dan organisasi. Komitmen seseorang yang bebas belajar adalah kegigihannya dalam perjalanan menuju suatu tujuan yang berarti baginya.

Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Kehadiran Peneliti

Dalam penelitian kualitatif, kehadiran peneliti merupakan hal yang mutlak karena peneliti berperan sebagai instrumen dan sumber utama pengumpulan data.59 Dalam penelitian ini, peneliti sendiri dengan bantuan orang lain menjadi alat pengumpulan yang utama.

Lokasi dan Waktu Penelitian

Data dan Sumber Data

Sumber data penelitian ini adalah Wakil Kepala Bidang Kurikulum dan beberapa guru SMK N 1 Jenangan Ponorogo yang merupakan tim fasilitator dan koordinator P3 Strength Project. Baik berupa profil sekolah, visi misi dan tujuan sekolah, sarana dan prasarana di SMK N 1 Jenangan Ponorogo, data guru dan pegawai di SMK N 1 Jenangan Ponorogo, data prestasi siswa dan akademik. Dalam penelitian ini teknik observasi digunakan untuk mengamati dan mencatat berbagai kejadian yang berkaitan dengan pengelolaan rencana belajar mandiri terkait proyek kekuatan P3 di SMK N 1 Jenangan Ponorogo.

Narasumber yang akan diwawancarai untuk memperoleh data adalah Wakil Kepala Bidang Kurikulum dan beberapa guru yang menjadi tim koordinator dan fasilitator mengenai pengelolaan kurikulum merdeka belajar termasuk proyek penguatan P3. Dalam teknik wawancara ini, peneliti berusaha mendapatkan informasi awal mengenai berbagai permasalahan permasalahan yang ada pada objek, sehingga peneliti dapat mengetahui secara pasti permasalahan yang perlu diteliti.67 Sumber yang akan diwawancarai untuk mendapatkan data adalah Kepala . Kurikulum dan beberapa guru tentang manajemen kurikulum belajar mandiri. terkait dengan proyek pemberdayaan P3 di SMK N 1 Jenangan Ponorogo. Tentu saja dalam hal ini catatan tertulis sering digunakan untuk memperoleh data dokumen terkait pengelolaan kurikulum mandiri di SMK N 1 Jenangan Ponorogo sehubungan dengan proyek penguatan profil siswa Pancasila.

Teknik Analisis Data

Data yang masih ada mengacu pada proses pemilihan, pemfokusan, penyederhanaan dan transformasi data yang dikumpulkan melalui catatan lapangan tertulis, transkrip atau hasil data wawancara, dokumen dan bahan empiris lainnya. Hal ini disebabkan proses pemadatan data yang diperoleh atas dasar penelitian dilakukan secara kontinyu atau berkesinambungan. Kemudian berbagai data tersebut diperoleh, dikumpulkan, dianalisis dan dipadatkan untuk mempertajam, memilah, memfokuskan, membuang dan menata data tersebut sehingga dapat diverifikasi dalam suatu kesimpulan akhir.

Dalam penelitian kualitatif, data ditransformasikan dalam banyak cara melalui seleksi, peringkasan, dan parafrase.71 Dalam penelitian ini, peneliti akan memahami data terkait proses manajemen kurikulum yang berlangsung di sekolah, dan kemudian memfokuskan informasi tersebut pada proses manajemen kurikulum di sekolah. sekolah. Reduksi data adalah proses analitis untuk memilih, memfokuskan, menyederhanakan, mengabstraksi, dan mentransformasikan data yang muncul dari catatan lapangan. Langkah selanjutnya dalam proses analisis data kualitatif adalah menarik kesimpulan berdasarkan temuan dan memverifikasi data.

Gambar 3.1. Komponen dalam Analisis Data  a.  Kondensasi data
Gambar 3.1. Komponen dalam Analisis Data a. Kondensasi data

Pengecekan Keabsahan Data

Penyajian data dapat berupa cerita, grafik, hubungan antar kategori, diagram alur dan sejenisnya. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat tentatif dan akan berubah apabila ditemukan bukti-bukti kuat yang mendukung pengumpulan data tahap selanjutnya. Triangulasi dalam penelitian kualitatif diartikan sebagai pengujian keabsahan data yang diperoleh dari berbagai sumber, metode, dan waktu.

Hal ini dibuktikan dengan penggunaan teknik pengumpulan data yang berbeda dan sumber data atau informan yang berbeda untuk memperoleh informasi yang lebih akurat dan valid. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peneliti terhadap apa yang telah ditemukan, sehingga data yang diperoleh lebih stabil, lengkap dan aman. Sedangkan triangulasi sumber data dilakukan dengan menggabungkan data yang diperoleh dari Wakil Kepala Bidang Kurikulum dan Guru Mata Pelajaran sebagai Tim Koordinasi dan Tim Fasilitator.

Tahapan Penelitian

Sejarah Berdirinya SMKN 1 Jenangan Ponorogo 74

Letak Geografis 75

Visi, Misi, dan Tujuan 76

Tujuan pendidikan menengah kejuruan

Visi SMK N 1 Jenangan Menjadi STMJ Unggul

Tujuan SMK N 1 Jenangan

Sarana dan Prasarana SMKN 1 Jenangan Ponorogo 78

Lab ini memiliki banyak komputer yang cocok digunakan siswa untuk praktik mata pelajaran komputer. Ruangan ini mempunyai fungsi konsultasi antara guru bimbingan dan konseling dengan siswa dan digunakan untuk membimbing siswa. Kamar mandi yang tersedia cukup banyak disesuaikan dengan jumlah siswa dan layak digunakan.

SMK N 1 Jenangan juga bergerak dalam bidang kesehatan yang mewadahi organisasi PMR (Palang Merah Remaja), dalam bidang ini siswa dibekali pengetahuan tentang kepemudaan, dimana ekstrakurikuler PMR merupakan wadah pembinaan anggota remaja dengan tujuan untuk membangun dan mengembangkan karakter anggota PMR. Di bidang minat bakat siswa, sebagai penyingkapan potensi psikomotorik siswa SMK N 1 Jenangan juga aktif mendukung seluruh minat bakat siswa, juga di bidang musik dan seni. Dalam bidang olah raga luar janggala/panjat tebing, SMK N 1 Jenangan juga aktif mendampingi siswa dalam berbagai ajang perlombaan seperti perlombaan seperti lomba panjat tebing dan lomba prusking yang diselenggarakan oleh PORKAB Ponorogo, PORPROV Jawa Timur, Mahipa wall climbing, prusking persaingan hingga tingkat antar unit perguruan tinggi negeri dan swasta.

PAPARAN DATA

Perencanaan projek penguatan profil pelajar pancasila Di SMK N 1 Jenangan Pengelolaan atau manajemen setiap bidang tidak lepas dari kegiatan perencanaan

Dalam perencanaan proyek penguatan profil pelajar Pancasila juga terdapat strategi dalam mempersiapkan tahap perencanaan proyek penguatan profil pelajar Pancasila. Tim koordinator dan fasilitator semuanya berkolaborasi untuk melaksanakan kegiatan proyek penguatan profil pelajar Pancasila agar berjalan dengan baik dan terwujud secara maksimal untuk mencapai tujuannya. Pada tahap perencanaan proyek penguatan profil pelajar pancasila, koordinator dan tim perencana kajian menyiapkan modul proyek yang berfungsi sebagai modul perencanaan pembelajaran dengan konsep berbasis proyek yang disusun secara bertahap dan memperhatikan tema dan topik proyek. .

“Dalam proyek penguatan profil Pancasila di SMK N 1 Jenangan, dimensi profil siswa Pancasila fokus pada penalaran kritis, kreativitas, gotong royong dan berpikir kritis.” 83. Dalam perencanaan proyek penguatan profil siswa Pancasila di SMK N 1 Jenangan telah disusun rencana satu semester. Pelaksanaan Proyek Penguatan Profil Siswa Pancasila di SMK N 1 Jenangan Keberhasilan kegiatan proyek dapat dicapai jika proyek dilaksanakan dengan baik.

Implementasi Projek penguatan profil pelajar pancasila Di SMK N 1 Jenangan Keberhasilan kegiatan projek dapat tercapai jika projek terlaksana dengan baik

Alur pelaksanaan kegiatan proyek penguatan profil Pancasila siswa diawali dengan tim koordinator memberikan konsep atau materi kepada siswa sebelum melakukan kegiatan lapangan. Diharapkan para mahasiswa dapat memaksimalkan kinerjanya selama beraktivitas, karena proyek penguatan profil Pancasila ini lebih mengutamakan proses, bukan hasil. Dalam pelaksanaan kegiatan proyek penguatan profil Pancasila, tim koordinator kami memberikan materi terlebih dahulu kepada siswa agar tidak kebingungan saat kegiatan lapangan berlangsung.

Berdasarkan dokumentasi tersebut diketahui bahwa pengembangan alur dalam pelaksanaan proyek penguatan profil pelajar Pancasila merupakan sesuatu yang penting, karena pengembangan alur merupakan jalan alternatif bagi langkah-langkah pelaksanaan. proyek untuk pengembangan kegiatan kemahasiswaan. Pada tahap ini juga diharapkan mahasiswa mampu memahami esensi topik yang akan diterapkan dalam pelaksanaan proyek penguatan profil mahasiswa Pancasila. Berdasarkan informasi hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa alur kegiatan proyek penguatan profil pelajar pancasila diawali dengan pembekalan konsep materi atau gambaran pelaksanaan proyek di lapangan kepada siswa, karena proyek ini untuk penguatan profil siswa pancasila. Profil pelajar Pancasila mengutamakan proses, bukan hasil.

Evaluasi Projek Penguatan Profil Pancasila Di SMK N 1 Jenangan

Namun hal tersebut tentu saja tidak menjadi kendala dalam terlaksananya proyek penguatan profil siswa Pancasila di SMK N 1 Jenangan. Evaluasi dilakukan untuk melihat sejauh mana kompetensi yang diperoleh siswa dan melihat tingkat keberhasilan pelaksanaan kegiatan proyek penguatan profil siswa Pancasila. Dari informasi hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa kendala atau hambatan dalam melaksanakan kegiatan proyek penguatan profil pelajar Pancasila adalah kurangnya kesiapan siswa, karena masih memerlukan proses adaptasi.

Evaluasi dilakukan untuk melihat tingkat keberhasilan pelaksanaan kegiatan proyek penguatan profil pelajar Pancasila. Penilaian hasil kami fokus pada penilaian sikap, sehingga dalam proyek penguatan profil pelajar pancasila ini tidak ada penilaian pengetahuan yaitu UTS dan UAS. Evaluasi dan refleksi dilakukan untuk melihat tingkat keberhasilan pelaksanaan proyek penguatan profil siswa Pancasila (P5) di SMK N 1 Jenangan.

PEMBAHASAN

Analisis Perencanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Peran tim koordinator adalah merencanakan proyek, membuat modul proyek, mengelola proyek dan membimbing mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan proyek untuk memperkuat profil mahasiswa Pancasila. Kedua, tahap perencanaan proyek penguatan profil pelajar Pancasila diawali dengan merancang alokasi waktu pelaksanaan proyek. Tim fasilitator mempunyai kebebasan untuk membuat, memilih dan menyesuaikan modul proyek untuk meningkatkan profil pelajar Pancasila.

Proyek penguatan profil Pancasila di SMK N 1 Jenangan berfokus pada dimensi profil siswa Pancasila pada penalaran kritis, kreativitas, gotong royong dan berpikir kritis. Dimensi proyek penguatan profil siswa Pancasila di SMK N 1 Jenangan fokus pada penalaran kritis, kreativitas, dan kolaborasi. Berdasarkan wawancara dengan ketua tim koordinasi, saat menyusun perencanaan proyek penguatan profil pelajar Pancasila, Wakil Ketua Bidang Kurikulum.

Analisis Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Dalam tema ini, siswa menciptakan sungai kehidupan yang bertujuan untuk mendokumentasikan mimpi-mimpi yang mereka bangun. Proyek kemudian diakhiri dengan fase berbagi, di mana siswa menyerahkan laporan dan dokumentasi video pertunjukan permainan tradisional. Pada tahap ini juga diharapkan siswa dapat memahami makna intisari topik yang akan diterapkan dalam pelaksanaan proyek penguatan profil siswa Pancasila.

Kemudian, pada fase ketiga, tim fasilitasi dapat merancang peran yang dapat dimainkan siswa melalui tindakan nyata. Pada tahap ini siswa diharapkan mampu memenuhi dan mencapai proses dengan cara membagikan hasil karyanya serta melakukan evaluasi dan refleksi. Kendala dalam pelaksanaan proyek juga muncul akibat siswa yang belum memahami konsep dan proses pelaksanaan.

Gambar 4.2 Tahap Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila  Di SMK N 1 Jenangan
Gambar 4.2 Tahap Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Di SMK N 1 Jenangan

Analisis Evaluasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Evaluasi proses implementasi ini dilakukan melalui pertemuan gabungan dan seminggu sekali setelah kegiatan proyek untuk memperkuat profil pelajar Pancasila. Selama pelaksanaan kegiatan proyek penguatan profil siswa Pancasila di SMK N 1 Jenangan dilakukan evaluasi terhadap hasil kegiatan. Selanjutnya menyiapkan modul proyek yang akan dijadikan acuan pelaksanaan proyek penguatan profil pelajar Pancasila.

Dalam proyek penguatan profil Pancasila di SMK N 1 Jenangan, dimensi profil siswa Pancasila berfokus pada penalaran kritis. Alur pengembangan dalam pelaksanaan proyek penguatan profil siswa Pancasila di SMK N 1 Jenangan dimulai dari tahap pengenalan, kontekstualisasi, tindakan dan refleksi. Pertama, evaluasi proses dilakukan melalui rapat bersama dan seminggu sekali setelah kegiatan proyek penguatan profil pelajar Pancasila dilaksanakan.

Gambar 4.3 Tahap Evaluasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SMK N 1 Jenangan Evaluasi P5
Gambar 4.3 Tahap Evaluasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SMK N 1 Jenangan Evaluasi P5

SARAN

Penilaian sikap ini berdasarkan pengamatan tim fasilitator pada saat siswa melaksanakan kegiatan proyek penguatan profil siswa Pancasila, terlepas dari apakah sikap yang dihasilkan sudah sesuai dengan dimensi yang diterapkan pada proyek pada setiap tema yang dilaksanakan, yang nantinya akan lengkap. dilaporkan dalam rapor khusus P5. Dengan melakukan refleksi kepada siswa, tim koordinator dan tim fasilitator mengetahui langkah selanjutnya yang harus diambil. Dalam melaksanakan proyek, guru hendaknya lebih memahami kompetensi siswa agar menghasilkan hasil yang unggul dan optimal.

Guru lebih meningkatkan inovasi dan motivasi kepada siswa sehingga dalam pelaksanaan proyek terlihat lebih menarik minat siswa dan minat pelaksanaan proyek untuk memperkuat profil siswa Pancasila. Implementasi Kebijakan Kurikulum Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka Dalam Perspektif Teori Konstruktivisme Universitas Muhammadiyah Malang. Penerapan Kurikulum Mandiri Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Pada SMK Pusat Unggulan”, Prosiding SENTIKJAR.

Gambar

Gambar 3.1 Komponen Analisis Data .....................................................................................
Gambar 3.1. Komponen dalam Analisis Data  a.  Kondensasi data
Gambar 4.1 Tahap Perencanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di  SMK N 1 Jenangan
Gambar 4.2 Tahap Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila  Di SMK N 1 Jenangan
+2

Referensi

Dokumen terkait

• Minta peserta memilih apa perasaan dirinya terkait Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang peristiwanya sudah diklarifikasi tadi (peserta boleh merenungkan

● Contoh penguatan Profil Pelajar Pancasila penjabaran pilihan tema dan isu spesifik yang menjadi projek pada tahun ajaran tersebut (deskripsi singkat tentang projek yang

Merancang Dimensi, Tema, dan Alokasi Waktu Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Pemilihan Dimensi ● Tim fasilitator dan kepala satuan pendidikan menentukan dimensi profil pelajar

Kegiatan drama Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila P5 Pada gambar 2 Kegiatan drama dalam Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila P5 dapat membantu siswa untuk lebih memahami

Merancang Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam Workshop Sekolah Penggerak Angkatan

Penyusunan modul projek penguatan profil pelajar Pancasila sebagai strategi optimalisasi implementasi kurikulum merdeka bagi

Projek penguatan profil pelajar Pancasila melalui pembuatan makanan khas Timor Tengah Utara “Laku

Laporan kegiatan projek penguatan profil pelajar pancasila (P5) di SMP N 1