DISKUSI 1
MATA KULIAH : MATA 4323 PERSAMAAN DIFERENSIAL BIASA Nama : Susiyati
NIM : 043295346
Sumber : e-learning.ut.ac.id 1. Persamaan Diferensial
Persamaan Diferensial merupakan salah satu persamaan dalam ilmu matematika yang melibatkan turunan atau diferensial. Semakin tinggi suatu orde dalam persamaan diferensial, maka semakin tinggi turunannya. Misalnya, persamaan diferensial orde dua lebih tinggi turunan kedua, daripada turunan pertama.
Namun, pada dikusi 1 ini, hanya akan dijelaskan terkait dengan persamaan differensial orde satu.
Latihan Modul 1 MATA4323 Halaman 1.7 nomor 1
A. y''+3y−xy=0 , merupakan persamaan diferensial orde dua dalam bentuk implisit dan bukan persamaan diferensial orde satu karena turunannya ada yang berbentuk y'' .
B. xy'+3ysinx+2=0 , merupakan persamaan diferensial orde satu dalam bentuk implisit yang berbentuk y'
C.
y
(¿¿')2−2y'+x2=0 x¿
, merupakan persamaan diferensial orde satu bentuk implisit yang berbentuk y' .
D.
y
(¿¿')2+3y−y' '+x=0
¿
, bukan persamaan diferensial orde satu, karena turunan tertingginya adalah turunan kedua yang berbentuk y'' .
2. Solusi Persamaan Diferensial
Solusi persamaan diferensial akan diperoleh apabila suatu fungsi y=y(x) memenuhi persamaan diferensial tersebut yaitu apabila fungsi dan turunanya di substitusikan ke dalam persamaan diferensial dapat terpenuhi dan bernilai benar.
Tes formatif 1 modul 1 MATA4323 halaman 1.10 nomor 1
1. Fungsi y=x2+cosx adalah solusi PD (Persamaan Diferensial) … Penyelesaian
x x2+cos¿=dy
dx
¿x
cos¿=2x−sinx y'=dy
dx¿ Opsi jawaban B.
3. Solusi persamaan diferensial masalah nilai awal
Solusi umum persamaan diferensial masih memuat konstanta C , sedangkan solusi khusus diperoleh dari solusi umum dengan mengambil konstanta C suatu bilangan tertentu atau suatu solusi yang memenuhi syarat-syarat yang diberikan, misalnya syarat awal.
Contoh soal :
Tes formatif 1 halaman 1.10 nomor 2 dan 4 BMP MATA4323/Modul 1 nomor 2 Nomor 2
Solusi umum PD : y−y'(x+1)=0 adalah…
Penyelesaian
y=Cx+C , karena y'=C Sehingga,
y−y'(x+1)=0 Cx+C−C(x+1)=0 Cx+C−Cx−C=0 0=0
Jadi, solusi umumnya adalah y=Cx+C , opsi jawaban C Nomor 4
PD :
(
x2+1)(
xy'+y)
−2x2y=0 mempunyai solusi umum:g(x , y , C)≡ x2−Cxy+1=0 .
Solusi PD yang memenuhi syarat y(1)=2 adalah…
Penyelesaian x2−Cxy+1=0
−Cxy=−x2−1 Cxy=x2+1
y=x2+1 Cx 2=(1)2+1
C(1) 2=2
C
2C=2→ C=1
Sehingga, solusi PD dengan syarat y(1)=2 adalah x2−Cxy+1=0
x2−(1)xy+1=0
x2−xy+1=0 , opsi jawaban B 4. PD variabel terpisah
Persamaan diferensial orde satu dapat ditulis dalam bentuk g(y)y'=f(x) disebut dengan persamaan diferensial orde satu variable terpisah.
Dengan mensubstitusikan bentuk y'=dy
dx , maka g(y)y'=f(x) juga dapat dituliskan dalam bentuk g(y)dy
dx=f(x)→ g(y)dy=f(x)dx
Untuk mencari solusi umum dari persamaan diferensial variabel terpisah, maka dapat dilakukan pengintegralan pada kedua ruas dalam persamaan g(y)y'=f(x) atau
g(y)dy=f(x)dx Contoh soal:
Tes formatif 2 modul 2 MATA4323 halaman 1.24 nomor 4
4) Solusi PD :
x y2 x+ln¿(+1¿)¿ dx
y dy=¿
adalah…
Penyelesaian
Untuk memecahkan persamaan diferensial
x y2 x+ln¿(+1¿ ¿)dx
y dy=¿
dapat
digunakan persamaan variabel terpisah. Pertama, akan dibagi kedua sisi persamaan dengan (y2+1) untuk mendapatkan:
x x+ln¿dx
¿¿ dy y2+1=¿
Akan dilakukan pengintegralan pada kedua ruas kiri (ruas kiri dan ruas kanan yang dipisahkan oleh ”=”
∫
1y2+1dy=arctan(y)+C1=ln(y2+1) Integral pada ruas kanan akan menghasilkan:
x x+ln¿dx
x−1¿ x−1 ln¿+C2 ln¿+C2=¿x2+2x¿
¿¿
∫
¿Sehingga, diperoleh
y2 x−1 ln¿+C (¿+1)=x2+2x¿
ln¿
, inilah solusi umum PD yang
diminta. Opsi jawaban C 5. Persamaan Diferensial Homogen
Persamaan diferensial homogen merupakan persamaan diferensial yang dapat dituliskan dalam bentuk y'=g
(
xy)
dengan y' sebagai fungsi dari yx . Persamaan diferensial homogen dapat diselesaikan dengan cara mensubstitusikan
z=y
x sehingga akan diperoleh y'=dy
dx=x dz+z dx
dx =g(z) Contoh:
Latihan halaman 1.22 modul 2 MATA4323 nomor 7 dan 8
7) PD : xyy'=2y2+4x2 dapat ditulis dalam bentuk y'=g
(
xy)
, dimana:Penyelesaian
xyy'=2y2+4x2→ y'=2y2+4x2
xy → y'=2y2 xy +4x2
xy → y'=2y x +4x
y =g
(
yx)
Dengan g(u)=2u+4
u . Opsi jawaban B
8) Tentukan solusi umum PD: x y'−y−xtan
(
xy)
=0Penyelesaian:
PD dapat ditulis dalam bentuk :
x y'−y−xtan
(
xy)
=0→ xy'=y+xtan(
xy)
→ y'=y+xtan(
xy)
x y'=y
x+tan
(
xy)
=g(
yx)
, dengan g(u)=u+tanu . Jadi Persamaandiferensial x y'−y−xtan
(
xy)
=0 adalah PD Homogen.Dengan substitusi z=y
x , akan diperoleh PD:
dz
g(z)−z=dx
x . Dari definisi g(u)=u+tan1
u , PD ini berubah menjadi:
dz
z+tanz−z=dx x → dz
tanz=dx
x → dz 1 tanz=dx
x Solusi PD ini adalah
z sin¿=lnx+C
l og¿
. akan di substitusikan z=y x ,
sehingga solusi umum PD ini adalah log
(
sin yx)
=lnx+C6. Persamaan Diferensial Eksak dan Faktor Integrasi Apabila PD orde satu berbentuk:
M(x , y)dx+N(x , y)dy=0 , disebut PD eksak apabila terdapat fungsi f(x , y) , sehingga df(x , y)=M(x , y)dx+N(x , y)dy , dengan df(x , y)=0
Misalkan PD: M(x , y)dx+N(x , y)dy=0 tidak eksak. Fungsi μ(x , y) sehingga PD:
μ(x , y)M(x , y)dx+μ(x , y)N(x , y)dy=0 menjadi eksak, maka itulah yang disebut dengan faktor integrasi.
Contoh soal
Latihan halaman 1.37 nomor 8 modul 1 MATA4323 Kegiatan belajar 3 8) Faktor integrasi dari PD: y dx+
(
y2−x)
dy=0 adalahPenyelesaian
y dx+
(
y2−x)
dy=0 , PD ini tidak eksak, kenapa?∂ M
∂ y −∂ N
∂ x =1−(2y−1)=−2y yN−xM=y3−xy+xy=y3
Jadi,
∂ M
∂ y −∂ N
∂ x
yN−xM =−2y y3 =−2
y2=−2 z
, maka faktor integrasinya adalah
μ=e∫−
(
2z)
d z=e−2 lnz= 1 z2= 1
y2 Opsi jawaban B
Nomor 5 bagian C Latihan halaman 1.36 modul 1 MATA4323 Tentukan solusi PD : y dx+
(
x+2y)
dy=0Penyelesaian
∂ M
∂ y =1 dan ∂ N
∂ x=1 . karena ∂ M
∂ y =∂ N
∂ x maka PD : y dx+
(
x+2y)
dy=0Eksak
dari hubungan ∂ f
∂ y=M=1 akan diintegralkan terhadap x, diperoleh : f(x , y)=x+g(y) . g'(y)=2
y maka g(y)=2