STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ASEPTIK DAN ANTISEPTIK AREA OPERASI
No Dokumen : No. Revisi :
0
Halaman : 1/4
STANDAR OPERASIONAL
PROSEDUR
Tanggal Terbit : Ditetapkan Oleh:
Direktur Utama
PENGERTIAN
Skin antiseptik area operasi adalah prosedur pra-operasi dalam melakukan persiapan kulit di area sayatan (insisi) dengan menggunakan cairan desinfektan. Pasien yang akan menjalani tindakan pembedahan pada daerah pembedahannya harus bebas dari debu/kotoran, mikroorganisme dan minyak yang menempel di kulit.
TUJUAN 1. Mengurangi resiko infeksi luka operasi
2. Menghapus kotoran dan mikroorganisme transient dari kulit
3. Mengurangi jumlah mikroba sampai tingkat yang subpathogenic dalam waktu singkat dan dengan efek iritasi jaringan yang paling sedikit
4. Meminimalkan pertumbuhan mikrobal reborn selama periode intraoperatif dan pasca operasi
5. Mencegah cedera pada pasien selama persiapan kulit bedah
KEBIJAKAN
1. Nomor: 00/DIR-IHC/2025 Kebijakan Rumah Sakit Indonesia Heart Centre Karawang tentang Keselamatan Pasien Bedah
PROSEDUR
PERSIAPAN PETUGAS
1. Anggota tim bedah yang akan melakukan persiapan kulit harus terlebih dahulu melakukan cuci tangan bedah. Kotoran, lemak, minyak kulit, darah, dan puing-puing lain harus dihapus dari kulit
sebelum melakukan persiapan kulit.
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ASEPTIK DAN ANTISEPTIK AREA OPERASI
No Dokumen : No. Revisi:
0
Halaman:
2/4
STANDAR OPERASIONAL
PROSEDUR
Tanggal Terbit: Ditetapkan Oleh :
Direktur Utama
PROSEDUR 2. Anggota tim bedah yang akan melakukan persiapan kulit harus menggunakan jas operasi steril dan sarung tangan steril.
PERSIAPAN AREA OPERASI :
1. Daerah operasi dan sekitarnya harus dibersihkan menggunakan teknik steril dengan antiseptik sebelum ditutup dengan kain steril (sebelum dilakukan drapping).
2. Persyaratan antiseptik yang digunakan:
a. Dapat mengurangi jumlah mikroorganisme dengan cepat b. Aman terhadap kulit tanpa menimbulkan iritasi
c. Mampu menghilangkan atau menghapus sisa dari organik lain
PERSIAPAN ALAT
Bukalah peralatan steril untuk antiseptik kulit diatas meja steril, yang terdiri dari :
1. Satu buah kom tempat cairan antiseptik 2. Satu buah forcep antiseptik/ korentang 3. Depper/ kasa seril untuk antiseptik kulit
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ASEPTIK DAN ANTISEPTIK AREA OPERASI
No Dokumen : No. Revisi:
0
Halaman:
3/4
STANDAR OPERASIONAL
PROSEDUR
Tanggal Terbit: Ditetapkan Oleh :
Direktur Utama
PROSEDUR PELAKSANAAN
1. Bukalah peralatan steril untuk antiseptik kulit diatas meja steril, yang terdiri dari 1 kom tempat cairan antiseptik, 1 buah forcep antiseptik/
korentang dan depper/ kasa steril untuk antiseptik kulit 2. Cairan antiseptik dituangkan kedalam kom
3. Pencucian daerah pembedahan dimulai di tempat lokasi sayatan yang direncanakan dan dibawa ke pinggiran, menggunakan gerakan melingkar/ melebar
4. Setelah batas/ pinggiran persiapan kulit telah dicapai, depper/kasa steril harus dibuang ke tempat sampah dan tidak membawa kembali ke atas area bersih
TATA CARA ASEPTIK
1. Setelah pasien dalam keadaan teranastesi, daerah operasi diperlihatkan,
2. Dokter bedah memilih untuk menggosok daerah operasi dengan sabun sebelum mengoleskan antiseptik,
3. Umbilikus dibersihkan dengan tangkai lidi kapas yang dibasahi dengan antiseptik, bila termasuk dari bagian daerah operasi,
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ASEPTIK DAN ANTISEPTIK AREA OPERASI
No Dokumen : No. Revisi:
0
Halaman:
4/4
STANDAR OPERASIONAL
PROSEDUR
Tanggal Terbit: Ditetapkan Oleh :
Direktur Utama
PROSEDUR 1. Selanjutnya asisten bedah mengolesi daerah operasi dengan kain kasa yang dibasahi dengan antiseptik. Daerah insisi diolesi terlebih dahulu, kemudian daerah persiapan prabedah diperluas secara melingkar keluar sampai batas keamanan yang cukup lebar, 2. Dilakukan 3 kali pengolesan dengan antiseptik pada daerah
operasi
3. Supaya efektif, antiseptik harus dibiarkan kering di udara.
4. Jika ekstremitas yang dilakukan skin antiseptik, maka ekstremitas tersebut dipegang oleh seorang personil dan seluruh kelilingnya diolesi cairan antiseptik. Jika jari-jari yang dibersihkan, gunakan kasa kecil diantara jari-jari, tetap dengan menggunakan pemegang kasa/
forcep
UNIT TERKAIT Unit Kamar Operasi