MAKALAH SOP
MATA KULIAH KEPERAWATAN KOMPLEMENTER
“Terapi Relaksasi: Teknik Pernapasan dan Teknik Guided Imagery”
oleh :
Tarieska Maydi Rosalita 205070201111014
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2024
KONSEP TERAPI RELAKSASI
Relaksasi adalah upaya untuk mengurangi ketegangan pada pikiran dan tubuh. Ini merupakan teknik yang sangat bermanfaat untuk membuatmu menjadi lebih rileks dan mengurangi stress (Norelli et al., 2018). Ketegangan dalam tubuh dan pikiran ini bisa memicu masalah kesehatan lain apabila tidak diatasi, seperti anxiety dan depresi. Selain dapat membantu membebaskan pikiran dari distraksi, relaksasi juga bisa menghilangkan ketegangan pada otot tubuh yang biasanya menyebabkan rasa sakit. Terapi relaksasi memiliki banyak manfaat antara lain memperlambat detak jantung, menurunkan tekanan darah, memperlambat laju pernapasan, memperbaiki pencernaan, mengontrol kadar gula darah, mengurangi hormon stress, meningkatkan aliran darah ke otot-otot utama, mengurangi ketegangan otot dan nyeri kronis, meningkatkan fokus dan suasana hati, meningkatkan kualitas tidur, mengurangi kelelahan, mengurangi kemarahan dan frustrasi, meningkatkan kepercayaan diri untuk menangani masalah (Norelli et al., 2018). Beberapa teknik relaksasi yang dapat dilakukan yaitu relaksasi napas dalam, relaksasi otot progresif, hypnosis 5 jari. Imajinasi terbimbing, meditasi, hingga yoga.
Teknik relaksasi nafas dalam merupakan suatu bentuk asuhan keperawatan, yang dalam hal ini perawat mengajarkan kepada klien bagaimana cara melakukan nafas dalam, nafas lambat (menahan inspirasi secara maksimal) dan bagaimana menghembuskan nafas secara perlahan, selain dapat menurunkan intensitas nyeri, teknik relaksasi nafas dalam juga dapat meningkatkan ventilasi paru dan meningkatkan oksigenasi darah (Direktorat Jenderal pelayanan kesehatan, 2022). Guided imagery merupakan salah satu jenis teknik relaksasi sehingga manfaat dari teknik ini pada umumnya sama dengan manfaat dari teknik relaksasi yang lain. Para ahli dalam bidang teknik guided imagery berpendapat bahwa imajinasi merupakan penyembuh yang efektif yang dapat mengurangi nyeri, kecemasan, mempercepat penyembuhan dan membantu tubuh mengurangi berbagai macam penyakit. Guided imagery telah menjadi terapi standar untuk mengurangi kecemasan dan memberikan relaksasi pada orang dewasa atau anak- anak, dapat juga untuk mengurangi nyeri kronis, tindakan prosedural yang
menimbulkan nyeri, susah tidur, mencegah reaksi alergi, dan menurunkan tekanan darah (Snyder, 2006)
A. DEFINISI
Relaksasi nafas adalah pernapasan abdomen dengan frekuensi lambat atau perlahan, berirama, dan nyaman yang dilakukan dengan memejamkan mata (Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan, 2022). Relaksasi merupakan metode efektif untuk mengurangi rasa nyeri pada klien yang mengalami nyeri kronis.
Latihan pernafasan dan teknik relaksasi menurunkan konsumsi oksigen, frekuensi pernafasan, frekuensi jantung, dan ketegangan otot, yang menghentikan siklus nyeri-ansietas-ketegangan otot. Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa relaksasi merupakan metode efektif untuk menurunkan nyeri yang merupakan pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan dengan mekanismenya yang menghentikan siklus nyeri (Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan, 2022).
Guided imagery adalah metode relaksasi untuk mengkhayal tempat dan kejadian berhubungan dengan rasa relaksasi yang menyenangkan. Istilah guide imagery merujuk pada berbagai teknik termasuk visualisasi sederhana, saran yang menggunakan imaginasi langsung, metafora dan bercerita, eksplorasi fantasi dan bermain “game”, penafsiran mimpi, gambar, dan imajinasi yang aktif dimana unsur- unsur ketidaksadaran dihadirkan untuk ditampilkan sebagai gambaran yang dapat berkomunikasi dengan pikiran sadar (Skeens, 2017).
B. TUJUAN
Tujuan teknik relaksasi nafas dalam:
- meningkatkan ventilasi alveoli - Memelihara pertukaran gas - Mencegah atelektasis paru - Meningkatkan efisiensi batuk
- Mengurangi stres baik stres fisik maupun emosional - Menurunkan intensitas nyeri dan menurunkan kecemasan.
Tujuan teknik guided imagery:
- Untuk memelihara kesehatan atau relaks melalui komunikasi dalam tubuh melibatkan semua indra (visual, sentuhan, penciuman, penglihatan, dan pendengaran) sehingga terbentuklah keseimbangan antara pikiran, tubuh, dan jiwa.
- Dapat mempercepat penyembuhan yang efektif dan membantu tubuh mengurangi berbagai macam penyakit seperti depresi, alergi dan asma.
- Untuk mengurangi tingkat stres, penyebab, dan gejala-gejala yang menyertai stres.
- Guided imagery music dapat untuk menggali pengalaman pasien depresi.
C. INDIKASI
Semua pasien yang memiliki pikiran negatif atau pikiran menyimpang dan mengganggu perilaku (maladaptif). Misalnya: over generalization, filter mental, stress, cemas, depresi, nyeri, hipokondria, loncatan kesimpulan dan lain-lain
D. KONTRAINDIKASI -
E. PROSEDUR KERJA
Teknik Pernapasan 4-7-8 (Pernapasan Santai)
1. Dilakukan dengan cara menarik napas selama 4 detik, menahannya selama 7 detik, lalu menghembuskannya selama 8 detik
2. Posisi duduk atau berbaring yang nyaman terlebih dahulu.
3. Kalau sudah, letakkan ujung lidah pada langit-langit rongga mulut, tepat di belakang gigi depan.
4. Ambil napas perlahan melalui hidung selama 4 detik 5. Tahan napas selama 7 detik
6. Hembuskan napas selama 8 detik melalui mulut yang mengerucut 7. Hembuskan dengan kuat hingga terdengar suara “WHOOSH”
8. Ulangi sebanyak 4 kali
Teknik Guided Imagery
1. Cari tempat yang tenang, bebas dari distraksi.
2. Mengatur posisi yang nyaman (duduk atau berbaring) 3. Berbaringlah di lantai atau duduk di kursi.
4. Longgarkan pakaian yang ketat dan lepaskan kaca mata.
5. Letakkan tangan di pangkuan.
6. Ambil nafas dalam
7. Jika sudah merasa rileks, tutup mata perlahan.
8. Bayangkan dirimu sedang berbaring di pantai yang indah.
9. Bayangkan hamparan pasir putih di sekitarmu dan air sebening kristal dengan ombak yang halus di tepi pantai.
10. Bayangkan awan biru terhampar di langit dan nyiur melambai di sebelah kamu.
11. Tarik nafas dalam dan cium bau air laut dan rasakan hembusan angin yang ada.
12. Dengarkan suara gelombang air laut dan kicauan burung di sekitarmu.
Rasakan hangatnya pasir pantai dan sinar matahari di kulitmu.
13. Rasakan melalui mulut, segarnya minuman yang saat ini sedang kamu minum.
14. Tetap berada pada kondisi ini selama yang kamu suka.
15. Rasakan seberapa rileks dan tenang dirimu.
16. Nikmati perasaan rileks menjalar keseluruh tubuhmu, dari kepala hingga ujung kaki.
17. Rasakan seberapa jauh kamu merasa cemas dan stres selama ini.
18. Ketika kamu siap, perlahan hitung mundur dari 10 dan buka mata perlahan
LINK VIDEO PRAKTIKUM
https://drive.google.com/file/d/1vONW5bWBdsdrsJe8z50y_- Xl3qrPM9Oh/view?usp=drivesdk
REFERENSI
Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan. 2022. Teknik Relaksasi Napas Dalam.
Available at: https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1054/teknik- relaksasi-nafas-dalam (Accessed: 19 April 2024).
Norelli, S. K., Long, A., & Krepps, J. M. (2018). Relaxation techniques.
Skeens, L. M. (2017). Guided Imagery: A Technique to Benefit Youth at Risk. National Youth-At-Risk Journal, 2(2), 92-106.
Snyder, M., & Lindquist, R. (2006). Complementary/alternaive therapies in nursing (4th ed). New York: Springer publishing company.