Biologica Samudra Vol. 01, No. 2, Desember 2019 | 28
JURNAL BIOLOGICA SAMUDRA 1 (2): 28 – 33, (2019)
STUDI PERILAKU MAKAN ORANGUTAN SUMATERA (Pongo abelii) DI EKOWISATA BUKIT LAWANG TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER
Study Of Sumatera Orangutan Eating Behavior (Pongo Abelii) In Huk Lamang Leuser Hill Extraction
Noni Ridha Alitrah1*, Beni Alfajar1
1Program Studi Biologi, Fakultas Teknik, Universitas Samudra, Kampus Unsam Meurandeh, Langsa 24415
KATA KUNCI
KEYWORDS ABSTRAK
Orangutan Sumatera, Perilaku makan, Posisi makan, Aktivitas harian
Sumatran Orangutan (Pongo abelii) , Eating behavior, Food position, Daily activities
Orangutan Sumatera (Pongo abelii) merupakan salah satu hewan yang dilindungi undang-undang. Dalam memilih habitat nya banyak hal yang diperhitungkan oleh Orangutan, yaitu ketersediaan pakan yang melimpah. Salah satu masalah yang dihadapi adalah adanya aktivitas manusia dalam menjalankan kehidupan sehari-hari berdampak pada perubahan lahan hutan ataupun semak yang menyebabkan habitat Orangutan semakin berkurang dan akan berpengaruh pada perilaku makan dari Orangutan tersebut.
Pengamatan ini bertujuan untuk mengetahui perilaku makan Orangutan Sumatera di Kawasan Ekowisata Bukit Lawang. Pengamatan perilaku makan ini menggunakan metode focal animal sampling yang dilakukan dengan mengikuti individu orangutan yang diamati. Orangutan yang diamati berjumlah 8 individu yaitu Pesek,Valentino, Kasa, Sepi, Ratna, Global, Individu 1 dan Individu 2. Dari hasil pengamatan menunjukkan bahwa Orangutan banyak menghabiskan waktunya untuk makan dengan cara bergelantungan dari pohon satu ke pohon yang lain. Makanan utama orangutan adalah pucuk daun, diikuti rotan, kandis, terep dan rambutan ayam. Orangutan banyak menghabiskan waktunya untuk makan dan tidur disela-sela rutinitas hariannya dan melakukan hubungan sosial dengan anaknya. Untuk posisi makan orangutan lebih banyak bergelantungan dibandingkan dengan posisi lainnya. dalam pengamatan didapatkan 3 katagori yaitu jenis vegetasi yang dimakan oleh orangutan, posisi makan orangutan dan perilaku keseluruhannya.
ABSTRACT Sumatran orangutan (Pongo abelii) is one of the animals protected by law. In selecting its habitat many things are taken into account by Orangutans, namely the availability of abundant feed.
One of the problems faced is the existence of human activities in daily life have an impact on changes in forest land or shrubs that cause the habitat of orangutans are reduced and will affect the eating behavior of the Orangutan. This observation aims to determine the eating behavior of Sumatran Orangutans in the Bukit Lawang Ecotourism Area. Observation of eating behavior uses the focal animal sampling method which is carried out by following the individual orangutans observed. The orangutan observed amounted to 8 individuals namely Pesek, Valentino, Kasa, Sepi, Ratna, Global, Individual 1 and Individual 2. From the observation shows that the Orangutans spend a lot of time to eat by hanging from one tree to another tree. The main food of orangutans is shoot leaves, followed by rattan, kandis, terep and rambutan ayam.
Orangutans spend much of their time eating and sleeping on the sidelines of their daily routine and social relationships with their children. For eating positions, orangutans hang more than other positions. in the observation obtained 3 categories namely the type of vegetation eaten by orangutans, orangutan eating positions and overall behavior.
*Koresponding penulis: [email protected]
Biologica Samudra Vol. 01, No. 2, Desember 2019 | 29 1. Pendahuluan
Populasi orangutan sumatera (Pongo abelii) semakin hari semakin menurun.
Menurut data International Union for Conservation of Nature (IUCN) populasi mamalia ini hanya 7.300 orangutan dan menurut data Departemen Kehutanan dalam Rencana Aksi dan Strategi Konservasi Orangutan, populasi orangutan diperkirakan hanya tersisa 6.500 orangutan (Nasution, 2013).
Secara alamiah, Orangutan membutuhkan areal yang luas dan tersedia banyak makanan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Orangutan merupakan pemakan buah (frugivorous), selain mengonsumsi buah, orangutan juga mengonsumsi bagian lain dari tumbuhan seperti daun, kulit batang pohon, batang liana, bunga dan biji.
Selain memakan buah, orangutan juga memakan serangga sebagai sumber protein (Suhandi, 2015).
Adanya aktivitas manusia dalam menjalankan kehidupan sehari-hari seperti pembukaan lahan untuk dijadikan tempat ekowisata berdampak pada perubahan lahan hutan yang menyebabkan sebagian besar pohon yang dijadikan sumber makanan bagi orangutan berkurang dan akan berpengaruh pada perilaku makan dari Orangutan tersebut. Sehubungan dengan hal itu, maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang pola perilaku makan Orangutan sumatera (Pongo abelii) di Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) Bukit Lawang.
2. Metode
Penelitian ini dilakukan di Stasiun Pengamatan Orangutan Sumatera (SPOS) di Taman Nasional Gunung Leuser Ekowisata Bukit Lawang. Penelitian ini di lakukan pada bulan Januari 2018 Pengamatan dilakukan pada jam 09.00 – 16.00 perhari.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dan metode focal animal sampling, yaitu mengamati dan mencatat perilaku satu individu selama periode waktu tertentu (Rahman, 2010). Orangutan yang menjadi fokus penelitian yaitu Pesek, Valentino, Kasa, Sepi, Ratna, Global Individu 1 dan Individu 2.
Orangutan yang dijadikan objek penelitian terdiri dari 4 orangutan anakan (5-10 tahun) dan 4 orangutan dewasa (19-31 tahun).
Analisis data menggunakan acuan dari (Suhandi,2015) yaitu:
a. Vegetasi yang dimakan
Vegetasi yang dimakan x 100%
Keterangan:
T : jumlah jenis yang dimakan
Xi : jumlah keseluruhan yang dimakan
Biologica Samudra Vol. 01, No. 2, Desember 2019 | 30 b. Posisi makan
Posisi makan % Keterangan:
T : jumlah posisi pada saat makan
Xi : jumlah posisi keseluruhan pada saat makan
c. Perilaku keseharian
Perilaku keseharian % Keterangan:
T : jumlah waktu aktivitas
Xi : jumlah seluruh waktu aktivitas.
3. Hasil
Tabel 1. Data orangutan (Pongo abelii) yang diamati
No Nama
Orangutan
Jenis Kelamin Tangga Lahir
1 Pesek Betina 15-Apr-88
2 Palentino Jantan 09-Feb-13
3 Sepi Betina 10-Mei-99
4 Kasa Betina 29-Sep-11
5 Ratna Betina 02-Feb-87
6 Global Betina 29-Nov-08
7 Individu 1 Betina -
8 Individu 2 Jantan -
Gambar 1. Grafik jenis makanan keseluruhan Orangutan Sumatera (Pongo abelii) selama pengamatan
0%
5%
10%
15%
20%
25%
30%
rotan kandis pucuk daun rambutan ayam
terep
Jenis Makanan
Persentase
Jenis makanan
28% 16%
28%
19% 9%
Biologica Samudra Vol. 01, No. 2, Desember 2019 | 31 Gambar 2. Grafik Posisi Makanan Keseluruhan Orangutan Sumatera (Pongo abelii) Selama Pengamatan
Gambar 3. Grafik Total perilaku Harian Orangutan Sumatera (Pongo abelii) 4. Pembahasan
4.1. Jenis Makanan Orangutan
Orangutan yang diamati (Tabel 1) ditemukan di beberapa trail yaitu trail 1, trail 10 dan trail 11. Untuk frekuensi kehadiran dari orangutan tersebut yang paling sering dijumpai yaitu pada trail 1. Hal ini di karenakan pada trail 1 jumlah pohon yang menjadi sumber makanan orangutan masih banyak dijumpai.
Untuk jenis vegetasi yang dimakan adalah pucuk rotan, kandis, pucuk daun, rambutan ayam dan terep. Jenis yang paling banyak dimakan oleh Orangutan adalah Pucuk daun dan rotan yaitu sebesar 28%. Orangutan sangat menyukai pucuk daun dan pucuk rotan karenakan tekstur nya yang masih lembut dan rasanya yang manis. Untuk jenis yang paling sedikit dikonsumsi adalah buah terep yaitu sebesar 9%. Itu karenakan pada saat pengamatan belum musim buah, dan hanya beberapa pohon terep saja yang menghasilkan buah. Selebihnya Orangutan memakan kandis 16% dan rambutan ayam 19% (Gambar 1).
4.2. Posisi Makan Orangutan
Untuk posisi makan, Orangutan lebih banyak menghabiskan nya dengan posisi bergelantungan dengan persentase 39%, itu juga dikarenakan Orangutan lebih suka
0%
10%
20%
30%
40%
50%
Duduk Bergelantungan Berdiri Baring
Posisi Makan
25%
39%
9% 22%
Persentase
Posisi
0%
20%
40%
60%
Perilaku makan Perilaku Istirahat Perilaku Sosial
Perilaku Harian
Perilaku makan Perilaku Istirahat Perilaku Sosial Persentase
Perilaku
49% 33% 18%
Biologica Samudra Vol. 01, No. 2, Desember 2019 | 32 beraktivitas diatas pohon dan juga karena tubuh dari Orangutan tersebut ringan.
Untuk posisi makan yang paling jarang dilakukan oleh Orangutan adalah posisi berdiri dengan persentase hanya 9%, karena Orangutan jarang turun ke tanah.
Mereka hanya akan turun jika ada pengunjung yang membawakan makanan. Dan selebihnya posisi duduk diatas ranting-ranting pohon dengan persentase 25% dan dengan posisi berbaring dengan persentase 22% (Gambar 2).
4.3. Perilaku Harian Orangutan
Untuk perilaku keseharian selama pengamatan didapatkan 3 perilaku yang selalu dilakukan oleh Orangutan tersebut. Perilaku yang paling banyak dilakukan oleh Orangutan adalah perilaku makan dengan persentase 49% (Gambar 3). Mereka menghabiskan sebagian besar waktu di pagi dan siang hari untuk makan.
Orangutan termasuk hewan dengan cara makan tipe pencicip. Sebelum memasukkan makanan kedalam mulut, mereka terlebih dahulu menghirup aroma dari makanan nya tersebut dan mereka cicip sedikit, jika rasa dari tanaman tersebut tidak disukai oleh Orangutan maka makanan tersebut akan dibuang nya dan mereka mencari makanan lainnya (Rangkuti, 2014). Orangutan juga sangat menyukai tidur. Tak hanya tidur panjang dimalam hari, Orangutan biasanya juga tidur siang disela-sela aktivitasnya. Demi kenyamanan tidurnya, hewan ini biasanya membuat sarang di pucuk pohon agar terhindar dari pemangsanya.
5. Kesimpulan
Perilaku harian pada orangutan yang paling tinggi adalah perilaku makan sebesar 49% dengan jenis vegetasi yang paling disukai yaitu pucuk daun sebesar 28% dan untuk posisi makan, posisi bergelantungan dari pohon satu ke pohon yang lain merupakan posisi yang paling dominan dilakukan.
Ucapan Terima Kasih
Penulis ucapkan terima kasih kepada pengelola Ekowisata Bukit Lawang Taman Nasional Gunung Leuser.
Daftar Pustaka
Ichsan Taufik Nasution. 2013. Identifikasi Parasit Nematoda Gastrointestinal Orangutan Sumatera (Pongo abelii) Di Karantina Batu Mbelin, Sibolangit Provinsi Sumatera Utara. Jurnal Medika Veterinaria Vol 7 No 2.
Astriana Pujacita Suhandi. 2015. Perilaku Harian Orangutan (Pongo Pygmaeus L.) Dalam Konservasi Ex-Situ Di Kebun Binatang Kasang Kulim Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar Riau. Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Pertanian Vol 2 No 1.
Biologica Samudra Vol. 01, No. 2, Desember 2019 | 33 Azvi Mauriza Damanik. 2013. Kontribusi Wisata Perairan Bukit Lawang Terhadap
Sosial Ekonomi Masyarakat Dan Indeks Kesesuaian Wisata Di Kecamatan Bahorok Kabupaten Langkat Sumatera Utara. Jurnal Geografi Vol. 1 No.1.
Andrian Suhandi. 2015. Perilaku Harian Oranguta (Pongo Pygmaeus Linnaeus) Dalam Konservasi Ex-Situ Di Kebun Binatang Kasang Kulim Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar Riau. Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Pertanian Vol 2 No 1.
Rahman,A,D. 2010. Karakteristik Habitat dan Preferensi Pohon Sarang Orangutan (Pongo Pygmaeus Wurmbii) Di Taman Nasional Tanjung Puting (Studi Kasus Camp Leakey). Jurnal Primatologi Indonesia Vol 7. No 3. Hal 37-50.
Zuhra, R., D.P. Farazallah, dan E. Iskandar. 2012. Aktivitas Makan Orangutan (Pongo pygmaeus) Di Pusat Primata Schmutzer, Jakarta. Jurnal Primatologi Indonesia 6: 2126.
Reza Rangkuti. 2014. Pola Aktivitas Orangutan Sumatera (Pongo abelii) Pada Struktur dan Komposisi Vegetasi Hutan di Pusat Pengamatan Orangutan Sumatera Taman Nasional Gunung Leuser. Jurnal Primatologi Indonesia Vol 5 No 3.