SURAT TUNTUTAN PIDANA
Reg. Perk. No: PDM/123/VI/PN. KPGI. PENDAHULUAN :
Majelis Hakim Yang Kami Terhormat, Sdr. Penasehat Hukum Yang Kami Hormati, Hadirin Yang Kami Muliakan.
Perkenankanlah kami mengajak para hadirin untuk memanjatkan rasa Pujian Syukur Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua sehingga pada hari ini dapat mengikuti persidangan dalam keadaan sehat.
Persidangan perkara atas nama terdakwa ALI dan IMAN yang dilaksanakan di Pengadilan Negeri Kupang telah melalui proses persidangan. Suatu proses persidangan yang ini tidaklah berarti apa-apa dibanding dengan ditemukannya kebenaran materiel dari proses persidangan ini. Selama proses persidangan berlangsung telah muncul berbagai perbedaan pendapat, khususnya terjadi antara Jaksa Penuntut Umum dengan Team Penasehat Hukum, namun demikian karena perbedaan - pendapat itu mempunyai tujuan yang sama yakni mencari dan menemukan kebenaran materiel maka perbedaan pendapat itu merupakan tambahan perbendarahaan pengetahauan dan pengalaman kita semua dalam mencari dan menemukan suatu kebenaran.
II. IDENTITAS TERDAKWA
1. Nama : ALI
Tempat Lahir : Kupang
Umur/Tgl. Lahir : 27 Tahun / 6 Agustus 1996 Jenis Kelamin : Laki-laki
Kewarganegaraan : Indonesia
Agama : Kristen Protestan Pekerjaan : Swasta
Tempat Tinggal : Jl. Timor Raya Kilometer 10, Lasiana
2. Nama : IMAN
Tempat Lahir : Rote
Umur/Tgl. Lahir : 26 Tahun / 21 Maret 1997 Jenis Kelamin : Laki-laki
Kewarganegaraan : Indonesia
Agama : Kristen Protestan Pekerjaan : Swasta
Tempat Tinggal : Jl. Sumba, Lasiana, Kota Kupang.
III. POSISI KASUS
Bahwa mereka, para terdakwa yaitu Terdakwa 1. ALI dan 2. IMAN pada hari Sabtu tanggal 07 Oktober 2023 sekitar pukul 18.30 WITA atau setidaknya pada suatu waktu dalam bulan Oktober 2023 atau setidak-tidaknya dalam tahun 2023 bertempat di sekitaran Jl. Eltari Kupang (Depan Kantor Gubernur NTT) atau setidak-tidaknya pada suatu tempat yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Kupang telah melakukan penganiyaan terhadap saudara JONI dan ANDI, perbuatan mana dilakukan oleh para terdakwa dengan cara sebagai berikut:
Pada waktu dan tempat sebagaimana tersebut diatas para terdakwa yaitu terdakwa ALI dan IMAN melakukan penganiyaan terhadap para korban yaitu korban JONI dan ANDI di depan Kantor Gubernur NTT sekitar pukul 18.30 WITA yang sempat disaksikan oleh saudari YUNI dan temannya saudara INDRA.
Bahwa akibat perbuatan para terdakwa yaitu terdakwa ALI dan IMAN tersebut diatas para korban yaitu JONI dan ANDI di rawat di rumah sakit Bhayangkara Kupang. ANDI yang mengalami luka berat akibat dari penganiyaan tersebut meninggal dunia sedangkan JONI belum sadarkan diri.
IV. BUKTI KASUS
Berdasarkan Pembuktian yang dilakukan oleh Penuntut Umum di Pengadilan Negeri Kupang dan berdasarkan Surat Tuntutan Nomor: PDM/123/VI/PN. KPG diperoleh data sebagai berikut:
1. Alat bukti keterangan saksi, keterangan saksi diambil di persidangan dengan telah disumpah lebih dahulu sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Saksi yang memberikan keterangan di persidangan adalah saksi atas nama YUNI dan INDRA yang menyatakan bahwa terdakwa atas nama ALI dan IMAN melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap Korban ANDI dan JONI yang terjadi pada hari Sabtu, tanggal 7 Oktober 2023, sekitar pukul 18.30 WITA di di sekitaran Jalan Eltari Kupang (Depan Kantor Gubernur NTT). Atas keterangan yang disampaikan oleh saksi terdakwa membenarkannya.
2. Alat Bukti Surat yaitu surat Visum Et Repertum Nomor: V15/102/XI/2023 tanggal 8 Oktober 2023 yang dikeluarkan oleh RS. Bhayangkara Kota Kupang kepada korban ANDI yang mengalami luka berat hingga tidak sadarkan diri (koma).
Kesimpulan : Kondisi kesehatan yang dialami korban ANDI tersebut mengindikasikan bahaya maut; Penyakit (Luka) yang tak dapat diharapkan akan susah sembuh, tak mungkin melakukan pekerjaan dan jabatannya untuk selamanya.
3. Alat Bukti Surat yaitu surat Visum Et Repertum Nomor: V15/103/XI/2023 tanggal 8 Oktober 2023 yang dikeluarkan oleh RS. Bhayangkara Kota Kupang kepada korban JONI yang mengalami luka berat hingga meninggal dunia.
Kesimpulan : Kondisi dialami korban JONI tersebut mengindikasikan bahaya maut;
Penyakit (Luka) yang menyebabkan korban kehilangan nyawa untuk selamanya.
V. ANALISIS YURIDIS
Majelis Hakim Yang Kami Terhormat, Sdr. Penasehat Hukum Yang Kami Hormati, Hadirin Yang Kami Muliakan.
Berdasarkan Surat Penetapan Hakim pada Pengadilan Negeri Kupang Nomor:
1360/Pid.B/2023/PN.KPG tanggal 15 Oktober 2023 dan Surat Pelimpahan Perkara dengan Acara Pemeriksaan Biasa tanggal 18 Oktober 2023 Nomor : B-931/0.1.10/Ep.1/07/2023, terdakwa ALI dan IMAN dihadapkan ke depan persidangan dengan dakwaan sebagai berikut:
Dakwaan Kesatu : Pasal 351 KUHP atau;
Dakwaan Kedua : Pasal 466 UU 1/2023
Setelah mengemukakan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan ini yang pada dasarnya merupakan perwujudan dan ungkapan atau serangkaian perbuatan terdakwa sendiri, maka sampailah pada analisa hukum yang akan memberikan pandangan tentang persoalan apakah fakta-fakta yang telah dikemukakan di atas dapat terbukti serta perbuatan pidana apa yang telah dilakukan terdakwa.
Untuk dapat dikatakan bahwa terdakwa telah terbukti melanggar pasal-pasal yang didakwakan, maka perbuatan yang terbukti harus pula memenuhi unsur-unsur dari pasal tersebut.
Ad.1. Unsur Barangsiapa:
Bahwa yang dimaksud dengan “barang siapa” adalah orang atau subyek hukum pidana atau pelaku tindak pidana, dalam hukum pidana adalah siapa saja, dimana setiap orang, baik laki-laki atau perempuan tanpa membedakan jenis kelamin dapat merupakan subyek hukum atau pelaku tindak pidana, yang sehat akal pikirannya serta mampu dipertanggung jawabkan atas perbuatan yang didakwakan kepadanya. Bahwa dalam perkara ini orang atau person yang didakwa dan diajukan kepersidangan telah melakukan tindak pidana adalah saudara ALI dan IMAN.
Bahwa terdakwa yakni ALI dan IMAN, adalah orang yang sehat jasmani dan Rohani dan dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya, hal ini dibuktikan berdasarkan fakta-fakta dipersidangan dimana terdakwa telah memberikan keterangan tentang perbuatannya secara kronologis, dan terdakwa adalah orang yang normal, tidak terdapat gangguan kejiwaan sehingga secara hukum mampu mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Dengan Demikian Unsur “Barang Siapa” disini telah terbukti dan terpenuhi menurut hukum.
Ad.2. Unsur Dengan Sengaja
Bahwa yang dimaksud dengan “Dengan Sengaja” adalah dengan adanya niat batin dari terdakwa untuk melakukan perbuatannya, secara willens en wetten terdakwa menghendaki bahwa korban JONI dan ANDI mengalami luka. Zevenbargen (dalam bukunya Learboek Van Het Naderlandsch Strafrecht, Tahun 1924, hal.169).
mengatakan kesengajaan senantiasa ada hubungan dengan dolus molus, dengan kata lain dalam kesengajaan tersimbul adanya kesadaran mengenai sifat melawan hukumnya perbuatan, untuk adanya kesengajaan diperlukan syarat,bahwa pada si pelaku ada kesadaran, bahwa perbuatannya dilarang dan/atau dapat dipidana, sehingga dapat dibuktikan bahwa terdakwa menyadari dengan pasti bahwa Tindakan terdakwa yang menganiaya korban perbuatan yang dilarang dan dapat dipidana. Dan menurut teori secara voorstelling theory dapat dibuktikan bahwa terdakwa baik ALI maupun IMAN, mengetahui dengan melakukan perbuatannya tersebut paling tidak dapat menyebabkan cedera hingga berakibat fatal pada korbannya.
Dengan demikian maka unsur “dengan sengaja” disini telah terbukti dan terpenuhi menurut hukum.
Ad.3. Unsur Melakukan Kekerasan Terhadap Orang yang mengakibatkan Luka Berat
Bahwa menurut yurisprudensi, maka yang diartikan dengan penganiayaan yaitu sengaja menyebabkan perasaan tidak enak, rasa sakit atau luka. Masuk pula dalam pengertian penganiayaan ialah “sengaja merusak kesehatan orang”. “perasaan tidak enak” misalnya mendorong orang terjun ke kali sehingga basah kuyup. “rasa sakit”
misalnya menyubit, mendupak, memukul. “luka” misalnya mengiris, memotong, menusuk dengan pisau. “merusak kesehatan” misalnya orang sedang tidur dan berkeringat dibuka jendela kamarnya sehingga orang itu pasti masuk angin, Dalam Pasal 90 KUHP disebut luka berat berarti: (a.) Jatuh sakit atau mendapat luka yang tidak memberi harapan akan sembuh sama sama sekali, yang menimbulkan bahaya maut; (b.) tidak mampu terus-menerus untuk menjalankan tugas jabatan atau pekerjaan pencaharian; (c.) Kehilangan salah satu panca indera; (d.) Mendapat cacat berat; (e.) Menderita sakit lumpuh; (f.) Terganggunya daya fikir selama 4 (empat) minggu lebih;
(g.) Gugur atau matinya kandungan seorang perempuan.
Bahwa berdasarkan fakta-fakta hukum di persidangan dan sesuai dengan surat Visum Et Repertum Nomor: V15/102/XI/2023 tanggal 8 Oktober 2023 yang dikeluarkan oleh RS. Bhayangkara Kota Kupang kepada korban ANDI yang mengalami luka berat hingga tidak sadarkan diri (koma). Kesimpulan : Cedera yang dialami korban tergolong berat sehingga menyebabkan korban mengalami Jatuh sakit atau mendapat luka yang tidak memberi harapan akan sembuh sama sama sekali, yang menimbulkan bahaya maut; dan tidak mampu terus-menerus untuk menjalankan tugas jabatan atau pekerjaan pencaharian.
Dengan demikian maka unsur “melakukan kekerasan terhadap orang yang mengakibatkan luka berat” disini telah terbukti dan terpenuhi menurut hukum.
Ad.4. Unsur Melakukan Kekerasan Terhadap Orang yang mengakibatkan Kematian
Bahwa berdasarkan fakta-fakta hukum di persidangan dan sesuai dengan surat Visum Et Repertum Nomor: V15/103/XI/2023 tanggal 8 Oktober 2023 yang dikeluarkan oleh RS. Bhayangkara Kota Kupang kepada korban JONI yang
mengalami luka berat hingga meninggal dunia. Kesimpulan : Penganiayaan atau kekerasan yang dilakukan terdakwa hingga mengakibatkan matinya orang.
Dengan demikian maka unsur “melakukan kekerasan terhadap orang yang mengakibatkan matinya orang” disini telah terbukti dan terpenuhi menurut hukum.
VI. PEMBUKTIAN OLEH PENUNTUT UMUM
Berdasarkan Pembuktian yang dilakukan oleh Penuntut Umum di Pengadilan Negeri Kupang dan berdasarkan Surat Tuntutan Nomor: PDM/123/VI/PN. KPG diperoleh data sebagai berikut:
4. Alat bukti keterangan saksi, keterangan saksi diambil di persidangan dengan telah disumpah lebih dahulu sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Saksi yang memberikan keterangan di persidangan adalah saksi atas nama YUNI dan INDRA yang menyatakan bahwa terdakwa atas nama ALI dan IMAN melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap Korban ANDI dan JONI yang terjadi pada hari Sabtu, tanggal 7 Oktober 2023, sekitar pukul 18.30 WITA di di sekitaran Jalan Eltari Kupang (Depan Kantor Gubernur NTT). Atas keterangan yang disampaikan oleh saksi terdakwa membenarkannya.
5. Alat Bukti Surat yaitu surat Visum Et Repertum Nomor: V15/102/XI/2023 tanggal 8 Oktober 2023 yang dikeluarkan oleh RS. Bhayangkara Kota Kupang kepada korban ANDI yang mengalami luka berat hingga tidak sadarkan diri (koma).
Kesimpulan : Kondisi kesehatan yang dialami korban ANDI tersebut mengindikasikan bahaya maut; Penyakit (Luka) yang tak dapat diharapkan akan susah sembuh, tak mungkin melakukan pekerjaan dan jabatannya untuk selamanya.
6. Alat Bukti Surat yaitu surat Visum Et Repertum Nomor: V15/103/XI/2023 tanggal 8 Oktober 2023 yang dikeluarkan oleh RS. Bhayangkara Kota Kupang kepada korban JONI yang mengalami luka berat hingga meninggal dunia.
Kesimpulan : Kondisi dialami korban JONI tersebut mengindikasikan bahaya maut;
Penyakit (Luka) yang menyebabkan korban kehilangan nyawa untuk selamanya.
Berdasarkan fakta-fakta yang terungkap di persidangan seperti keterangan para saksi juga pengakuan dan keterangan terdakwa yang pada intinya menyebutkan bahwa terdakwa mengakui tentang perbuatannya. Maka kami Penuntut Umum berkesimpulan bahwa perbuatan terdakwa telah terbukti secara syah dan meyakinkan menurut hukum telah melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan kami Pasal 351 KUHP ayat (2), dan ayat (3).
Berdasarkan uraian dimaksud kami Jaksa Penuntut Umum dalam perkara ini, dengan memperhatikan ketentuan Undang-undang yang bersangkutan dengan perkara ini.
---MENUNTUT--- Supaya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kupang yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan:
1. Meyatakan para terdakwa yaitu Terdakwa ALI dan IMAN secara sah dan meyakinkan menurut hukum melakukan tindak pidana penganiyaan;
2. Menjatuhkan pidana penjara terhadap para terdakwa ALI dan IMAN dengan pidana masing-masing penjara tujuh tahun dikurangi masa tahanan yang telah dijalani para terdakwa;
3. Menetapkan supaya para terdakwa tetap berada dalam tahanan;
4. Membebani masing-masing terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp. 5.000,- (dua ribu rupiah).
Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan kekuatan batin dan keteguhan iman kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kupang dengan memutus perkara ini.
Demikianlah tuntutan pidana ini dibacakan; dan diserahkan dalam sidang hari ini, Senin, tanggal 23 Oktober 2023
Jaksa Penuntut Umum
Angki Robertus Maan, S.H