• Tidak ada hasil yang ditemukan

Alternatif Pendidikan Non-Formal untuk Memperkuat Karakter dan Kepribadian

N/A
N/A
21@011 Erwin Saputra Giawa

Academic year: 2024

Membagikan " Alternatif Pendidikan Non-Formal untuk Memperkuat Karakter dan Kepribadian"

Copied!
263
0
0

Teks penuh

Taekwondo Training Center sesuai standar internasional merupakan suatu fasilitas yang sangat diperlukan sebagai wadah penyelenggaraan latihan dan kegiatan kompetisi taekwondo, sehingga diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk berpartisipasi dan berprestasi. Perencanaan dan perancangan Balai Latihan Taekwondo Kabupaten Sleman Yogyakarta menggunakan filosofi pencak silat Taekwondo pada komplek bangunan yang meliputi perlakuan terhadap bentuk fasad bangunan, penataan dan suasana ruang dengan menggunakan pendekatan analogi simbolis. Filosofi ini disesuaikan dengan kebutuhan, kebutuhan dan kebutuhan fasilitas belajar berupa suasana alam dan monumental yang kemudian diimplementasikan dalam bentuk kompleks gedung Taekwondo Training Center.

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Proyek Tugas Akhir “Dasar Konsep Perencanaan dan Perancangan Tempat Latihan Taekwondo Kabupaten Sleman Yogyakarta yang memberikan dukungan dan saran yang sebenarnya tidak membantu.” sangat banyak dalam proses penulisan Tugas Akhir Karya ilmiah ini memuat landasan konseptual perencanaan dan perancangan pusat latihan Taekwondo di Kabupaten Sleman Yogyakarta.

Latar Belakang Pengadaan Proyek

Pelajar dan masyarakat menyadari bahwa dalam kehidupan kerja juga diperlukan kemampuan di luar pendidikan formal yang berupa keterampilan. Sedangkan pendidikan nonformal berupa penyaluran hobi yang diminati pelajar di Yogyakarta berupa kursus musik, fotografi, dan olah raga (senam, permainan bola, dan olah raga ekstrim). Pelatihan keterampilan dan pengembangan diri akan membantu siswa menjadi lebih terampil, baik secara akademik maupun non-akademik, serta meningkatkan kualitas Taekwondoin Indonesia khususnya dari Yogyakarta.

Beragam manfaat olahraga yang terkandung dalam latihan taekwondo mungkin menarik minat sebagian pelajar Yogyakarta, namun hal tersebut tidak bertahan lama. Sarana berupa sarana, prasarana dan penunjang yang disesuaikan dengan standar internasional diharapkan dapat meningkatkan semangat para pelajar untuk rutin berolahraga. Kami berharap dengan menerapkan filosofi dan prinsip dasar taekwondo dalam kehidupan sehari-hari, siswa asal Yogyakarta dapat mengembangkan kepribadian dan keterampilan yang lebih baik.

Rumusan Masalah

Tujuan

8 Prinsip Taekwondo ini akan diimplementasikan dalam bentuk rancangan arsitektural berupa tempat latihan Taekwondo agar para praktisi mampu memahami pelajaran Taekwondo secara maksimal tidak hanya dari segi latihan fisik saja namun juga dari segi spiritual. Penataan ruang outdoor dan indoor pada pusat latihan Taekwondo menggunakan filosofi dasar seni bela diri Taekwondo. Dengan cara ini Taekwondo akan terkoneksi dengan kehidupan siswa, sehingga filosofi Taekwondo akan tertanam dengan baik.

Sasaran

Materi Studi

Lingkup Substansial

Lingkup Spatial

Lingkup Temporal

  • Pendekatan Studi
  • Metode Studi
    • Pola Prosedural
  • Wawancara
  • Studi Pustaka
  • Studi Site

Berpotensi memberikan proyek yang meliputi pelatihan nonformal berupa pencak silat Taekwondo dengan penerapan filosofi Taekwondo dan fasilitas yang memadai agar pelatihan menjadi lebih efektif. Berdasarkan kegiatan yang mempunyai ruang bagi mereka, latihan Taekwondo akan dilaksanakan di ruang outdoor dan indoor. Bagaimanakah desain Pusat Latihan Taekwondo di Sleman Yogyakarta yang mampu mengekspresikan filosofi Taekwondo dalam tata ruang eksternal dan internal?

Perancangan ruang outdoor dan indoor yang dapat menggunakan filosofi taekwondo dengan pendekatan analogi simbolik.

PENDAHULUAN

TINJAUAN PROYEK

TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORITIKAL

TINJAUAN WILAYAH

ANALISIS PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

KONSEP DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

Pengertian Pusat Pelatihan Taekwondo 1. Pusat Pelatihan

  • Taekwondo

Pelatihan merupakan salah satu bentuk pendidikan di luar sekolah yang melibatkan proses pembentukan sikap dan metode melalui pembelajaran dan praktik pada bidang tertentu. Pengertian balai latihan adalah suatu wadah atau tempat yang merupakan sarana terjadinya proses pembentukan sikap melalui pembelajaran atau latihan dalam bidang tertentu dengan melatih sesuatu yang khusus atau umum dalam artian tindakan, cara mengembangkan, memperbaharui, menyempurnakan, memperbaiki, mencoba atau berusaha untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Bagus. Taekwondo terdiri dari gabungan tiga kata dasar bahasa Korea berupa Tae yang berarti kaki, Kwon yang berarti tangan, dan Do yang berarti seni atau disiplin diri.

Seni bela diri Taekwondo adalah teknik bertarung tanpa senjata dengan tujuan mempertahankan diri dengan melatih kecepatan, daya tahan, keseimbangan dan kelenturan.

Sejarah Taekwondo

Nama Taek Kyon diubah menjadi Subak dan fokus seninya berubah pada masa Dinasti Koryo (935 hingga April 1392). Desain pendidikan Hwarang didasarkan pada Lima Kode Etik Manusia yang ditulis oleh seorang sarjana Budha yang telah menguasai pendidikan dasar, Taek Kyon dan keterampilan sosial. Dua tahun kemudian, pada tahun 1945, Korea dibebaskan, dan dalam beberapa tahun terakhir sebelum pembebasan, terdapat banyak versi Subak/Taek Kyon yang berbeda di Korea.

Masing-masing sekolah mengklaim mengajarkan seni bela diri tradisional Korea, namun setiap sekolah menekankan aspek Taek Kyon/Subak yang berbeda, sehingga menghasilkan nama yang berbeda untuk setiap sistem, beberapa di antaranya adalah: Soo Bahk Do, Kwon Bop, Kong Soo Do, Tae Soo Do dan Kang Soo. Pada tahun 1945, Angkatan Bersenjata Korea ke-17 juga didirikan dan pada tahun 1946 Letnan Dua Hong Hi Choi mulai mengajar Taek Kyon di Pangkalan Militer Korea Kwang Ju. Dekat Topeka, Kansas, Amerika Serikat, tempat Choi melakukan demonstrasi Taek Kyon di depan umum untuk tim, penampilan Taek Kyon pertama di Amerika.

Perkembangan Taekwondo di Indonesia

  • Fungsi dan Manfaat 1. Fungsi
    • Manfaat
    • Persyaratan Pusat Pelatihan Taekwondo
    • Kriteria Pusat Pelatihan Taekwondo
  • Landasan Teoritikal Taekwondo 1. Materi Dasar Taekwondo
    • Pertandingan Taekwondo (Kyorugi)
    • Taekwondo Spirit
    • Prinsip Dasar Menurut World Taekwondo Headquarters (WTF) Menurut World Taekwondo Headquarters (2017), Taekwondo memiliki
    • Filosofi Ji Do Kwan
    • Filosofi Moral Sabuk Taekwondo
    • Penerapan Filosofi Taekwondo dalam Latihan Meditasi
  • Landasan Teori Suprasegmen Arsitektur
    • Bentuk dan Wujud

Fasilitas lainnya Ruang VIP, lounge, rest area, food court Sumber: www.tkdwon.kr, diakses 14 September 2017.

Bujur sangkar

Bentuk lebih sering disebut sebagai massa atau isi tiga dimensi, dan bentuk khusus berfokus pada tampilan, konfigurasi, dan lokasi batas-batas suatu bentuk.

Lingkaran

Segitiga

74 Ketiga bentuk dasar ini dijadikan dasar untuk mendapatkan bentuk baru dan diasah untuk mendapatkan sesuatu yang indah. Bentuk diproses melalui perubahan dimensi bentuk, perubahan subtraktif, perubahan penambahan, konfigurasi bentuk, kombinasi bentuk geometris, dan konfirmasi bentuk.

Bentuk Beraturan

Bentuk Tak Beraturan

Dimensi Warna

  • Warna Primer (Primary)
  • Warna Sekunder (Secondary)
  • Warna Tersier (Tertiary)
  • Warna Netral (Neutral)
    • Tatanan Ruang Dalam
    • Pendekatan Analogi
    • Kondisi Administratif 4.1.1 Batas Wilayah
    • Kondisi Fisik Dasar .1 Fisiografi
    • Tata Guna Lahan
    • Kondisi Kependudukan
    • Rencana Pengembangan Kabupaten Sleman di Bidang Olahraga
    • Kriteria Pemilihan Lokasi untuk Pusat Pelatihan Taekwondo
    • Alternatif Pilihan Lokasi Tapak a. Lokasi Tapak 1
  • Konteks Kultural
  • Konteks Fisikal
  • Sasaran Pemakai
  • Persyaratan Pemakai
  • Analisis Pemilihan Lokasi Kriteria Pemilihan Lokasi

Berdasarkan hal tersebut, Pusdiklat Taekwondo di Kabupaten Sleman diharapkan dapat mewakili sumbangsih Indonesia dalam bidang Pencak silat Taekwondo. Pusat Latihan Taekwondo diharapkan dapat mewadahi salah satu warisan budaya manusia dalam bidang pencak silat. Pengaruh fisik kawasan dimasukkan dalam proses perencanaan dan perancangan Pusat Latihan Taekwondo di Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Perencanaan komplek gedung Taekwondo Training Center sebagai sarana latihan bagi masyarakat umum dan atlet Taekwondo. Analisis kebutuhan sensorik merumuskan pengaruh landasan tersebut terhadap bentuk dan struktur kompleks Pusat Latihan Taekwondo. Analisis kebutuhan sosial merumuskan pengaruh dana tersebut terhadap bentuk dan struktur kompleks Pusat Latihan Taekwondo.

Program latihan di Pusat Latihan Taekwondo terbagi menjadi program latihan reguler dan program latihan khusus atlet. Analisis Kebutuhan Spasial merumuskan pengaruh landasan tersebut terhadap bentuk dan struktur kompleks Pusat Latihan Taekwondo. Berdasarkan Tabel 5.9, jenis ruang yang direncanakan sebagai fasilitas pada Pusat Latihan Taekwondo dibagi menjadi empat kategori, yaitu: i.

Ruang yang direncanakan pada Pusat Latihan Taekwondo adalah setiap ruang yang terdapat pada minimal satu objek kajian preseden. Beberapa aspek berharga tidak menjadi masalah ketika merencanakan dan merancang Pusat Pelatihan Taekwondo di Sleman, Yogyakarta.

Analisis Perencanaan Tapak

  • Peraturan Pemerintah
  • Gubahan Massa
  • Akses
  • Sirkulasi
  • Orientasi
  • Vegetasi
  • Parkir
  • Ekspresi Filosofi Taekwondo
  • Suasana Alami
  • Skala Monumental
    • Analisis Perancangan Programatik

Menempatkan akses pada sisi utara situs sehingga Kompleks Pusat Latihan Taekwondo lebih dekat dengan sisi selatan situs. City View dan Country View sangat bagus di sisi utara tapak yang merupakan jalan kolektor dua arah. Sisi utara dan selatan yang menerima sedikit sinar matahari diperlakukan sebagai area pendukung dan sirkulasi di dalam tapak.

Sisi utara dan barat tapak mengalami tingkat kebisingan kendaraan yang tinggi dengan intensitas sedang. Pembangunan dan penataan ruang pusat latihan Taekwondo didasarkan pada aspek-aspek yang diperoleh dari hasil analisis lokasi. Lokasi pusat latihan taekwondo memiliki kontur yang datar, sehingga lantainya ditinggikan sebagai pembeda tingkat ruang untuk menimbulkan kesan monumental.

Pusat Latihan Taekwondo menggunakan tiga massa bangunan yang disesuaikan dengan fungsi ruangan dan zonasi kegiatan. Hal ini merupakan penyesuaian terhadap infrastruktur yang ada di sekitar lokasi Pusat Latihan Taekwondo. 166 Taekwondo Training Center Complex Design membagi dua sirkulasi ini dengan tujuan memberikan keamanan dan kenyamanan bagi penggunanya.

Fasad gedung Pusat Latihan Taekwondo ditegaskan berorientasi ke utara dari tapak yang berbatasan dengan Jalan Stadium. Bangunan dan desain tata ruang Pusat Latihan Taekwondo menggunakan vegetasi sebagai batas imajiner kompleks, membatasi akses sirkulasi masyarakat dan mendukung suasana alami. Vegetasi yang dipilih adalah yang mengurangi kebisingan namun tidak memutus akses visual ke kompleks Pusat Latihan Taekwondo.

Perancangan tempat latihan Taekwondo ini dilakukan dengan memperhatikan hal-hal yang berhubungan dengan bentuk desain arsitektur.

Analisis Fungsional

  • Perancangan Kebutuhan Ruang
  • Perancangan Organisasi Ruang

Analisis Rancangan Program dimaksudkan sebagai kajian untuk memperoleh solusi yang detail dan konkrit sesuai dengan analisis perencanaan. Analisis desain hubungan spasial berupa kebutuhan ruang mikro dan hubungan yang disusun berdasarkan fungsi ruang.

Analisis Perancangan Tapak

  • Penghawaan Ruang
  • Pencahayaan Ruang
  • Akustika Ruang

Analisis desain bangunan dan tata ruang berupa perwujudan nyata tata letak bangunan dan ruang kompleks Taekwondo Training Center. Komposisi massa di Kompleks Pusat Latihan Taekwondo terbagi menjadi tiga, yaitu arena pertandingan, ruang latihan, dan ruang pengembangan diri. Sistem ventilasi buatan digunakan untuk mengatur suhu dan kelembaban udara ketika kondisi termal tidak dapat ditoleransi, terutama ketika diadakan kegiatan kompetitif.

Sistem ventilasi buatan pada fasilitas manajemen berupa ruang kerja diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kerja karyawan di dalam ruangan tersebut. Ruang kerja yang dilengkapi dengan sistem ventilasi buatan adalah ruang manajer, ruang pelatih, ruang manajer, ruang operator, ruang dokter, ruang pers, dan ruang keamanan. Penerangan alami diperoleh dari sinar matahari, sehingga perancangan Pusat Latihan Taekwondo harus memperhatikan sinar matahari untuk mencapai pencahayaan alami yang optimal.

Tempat latihan Taekwondo mampu menampung ±300 orang setiap sesi latihan dan ±2000 orang pada saat pertandingan, namun memerlukan suasana yang santai. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu dirancang sistem akustik ruangan pada Pusat Latihan Taekwondo untuk menciptakan kenyamanan bagi pengguna gedung. Pusat Latihan Taekwondo menggunakan vegetasi pepohonan yang ditanam dalam bentuk shelter belt. Metode untuk meredam kebisingan adalah dengan menutup sumber suara secara rapat dan berlapis.

Panel akustik digunakan di ruangan-ruangan di dalam Pusat Pelatihan Taekwondo untuk mengontrol akustik ruangan dengan tipe yang disesuaikan dengan pengaruh sifat material terhadap suara. Jenis material yang digunakan sebagai panel akustik pemantul suara adalah kombinasi marmer, eternit, beton, dan alumunium yang disesuaikan dengan tata ruang bangunan. Panel akustik yang digunakan adalah jenis serapan frekuensi rendah karena mayoritas pelatih dan praktisi Taekwondo adalah laki-laki dengan tingkat suara frekuensi rendah.

Panel akustik serapan frekuensi rendah mengubah frekuensi rendah menjadi energi gesekan di pori-porinya.

Analisis Perancangan Struktur dan Konstruksi 1) Sistem Struktur

Frekuensi rendah mempunyai ciri-ciri penyebaran bunyi ke segala arah dalam bentuk bola, dimana semakin tinggi frekuensi bunyi maka sifat penyebaran bunyinya semakin sempit. Panel akustik terdistribusi mampu mendistribusikan energi suara secara merata pada frekuensi dan pola distribusi tertentu.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan kedua pengertian tersebut dan pengertian pendidikan yang dinyatakan dalam Undang- undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional maka pen- didikan

Dokumen ini membahas tentang konsep koping stres dan faktor-faktor yang memengaruhi

Dokumen ini membahas strategi jangka pendek yang dapat digunakan perusahaan untuk bersaing di

Dokumen ini membahas tentang pentingnya pemahaman bermakna dalam pembelajaran dan bagaimana pertanyaan pemantik dapat membantu siswa mencapai pemahaman

Dokumen ini membahas tentang pentingnya olahraga untuk menjaga kesehatan tubuh dan manfaatnya bagi

Dokumen ini membahas cara untuk meminimalisir perselisihan yang terjadi akibat perbedaan dalam budaya, ras, dan

Dokumen ini membahas tentang partisipatif rural appraisal (PRA), metode yang digunakan untuk memahami keadaan atau kondisi desa dengan melibatkan partisipasi

Dokumen ini membahas tentang malaria, penyakit menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di dunia termasuk