TUGAS KKPI TUGAS KKPI
Nama Nama : Rahmatul ILham : Rahmatul ILham Kelas
Kelas : X : X Jurusan
Jurusan : RPL : RPL Sekolah
Sekolah : SMKN 2 Guguak : SMKN 2 Guguak
PEMBERIAN PEMBERIAN NAMA DAN RUMUS SENYAWA NAMA DAN RUMUS SENYAWA
Tata nama senyawa anorganik Tata nama senyawa anorganik
1. 1.
Senyawa biner dari logam dan non - logam Senyawa biner dari logam dan non - logam
2. Senyawa biner dari non-logam dan non - logam 2. Senyawa biner dari non-logam dan non - logam 3. Senyawa yang mengandung ion poliatom
3. Senyawa yang mengandung ion poliatom 4. Senyawa asam
4. Senyawa asam
TATA NAMA SENYAWA BINER LOGAM – NON LOGAM
• Senyawa biner adalah senyawa yang hanya terdiri dari dua jenis unsur, misal : H2O , NH3 , CO2 , PCl2 , N2O3, HCl, NaCl,
• Kation adalah ion yang bermuatan positif yang umumnya adalah ion logam
• Anion adalah ion yang bermuatan negatif yang umumnya adalah ion non logam
• Cara pemberian nama dan rumus senyawa biner logam – non logam sebagai berikut :
1. Penamaan dimulai dari nama kation diikuti nama anion, untuk logam yang dapat membentuk beberapa kation dengan muatan berbeda, maka muatan kationnya dinyatakan dengan angka romawi
2. Untuk penulisan rumus, subskrip ditulis sesuai dengan muatan kation atau anion tsb, yang letaknya saling dipertukarkan
NO.NO. LogamLogam kationkation Nama Nama Kation
Kation No.No. LogamLogam kationkation Nama kationNama kation 1.1.
2.2.
3.3.
4.4.
5.5.
6.6.
7.7.
8.8.
9.9.
10.10.
Natrium Natrium Kalium Kalium
Magnesium Magnesium Kalsium Kalsium Barium Barium Aluminium Aluminium SengSeng
Nikel Nikel Perak Perak Litium Litium
NaNa++ KK++ MgMg2+2+
CaCa2+2+
BaBa2+2+
AlAl3+3+
ZnZn2+2+
NiNi2+2+
AgAg++ LiLi++
Natrium Natrium Kalium Kalium
Magnesium Magnesium Kalsium Kalsium Barium Barium Aluminium Aluminium SengSeng
Nikel Nikel Perak Perak Litium Litium
1111 1212 1313 1414 1515 1616 1717 1818 1919 2020 2121 2222
Timbal Timbal Timbal Timbal BesiBesi BesiBesi
Tembaga Tembaga Tembaga Tembaga Timah Timah Timah Timah EmasEmas EmasEmas Platina Platina platina platina
PbPb2+2+
PbPb4+4+
FeFe2+2+
FeFe3+3+
CuCu++ CuCu2+2+
SnSn2+2+
SnSn4+4+
AuAu++ AuAu3+3+
PtPt2+2+
PtPt4+4+
Timbal (II) Timbal (II) Timbal (IV) Timbal (IV) Besi (II) Besi (II) Besi (III) Besi (III) Tembaga (I) Tembaga (I) Tembaga (II) Tembaga (II) Timah (II) Timah (II) Timah (IV) Timah (IV) Emas (I) Emas (I) Emas (III) Emas (III) Platina (II) Platina (II) Platina (IV) Platina (IV)
DAFTAR NAMA KATION LOGAM
NO.NO. Non logamNon logam anionanion Nama anionNama anion 1.1.
2.2.
3.3.
4.4.
5.5.
6.6.
7.7.
8.8.
9.9.
10.10.
Hidrogen Hidrogen Nitrogen Nitrogen Oksigen Oksigen Fospor Fospor Sulfur Sulfur Selenium Selenium Fluor
Fluor KlorKlor BromBrom IodIod
HH‾‾ NN3-3- OO2-2- PP3-3- SS2-2- SeSe2-2-
FF‾‾ ClCl‾‾ BrBr‾‾ II‾‾
Hidrida Hidrida Nitrida Nitrida Oksida Oksida Fosfida Fosfida Sulfida Sulfida Selenida Selenida Fluorida Fluorida Klorida Klorida Bromida Bromida Iodida Iodida
DAFTAR NAMA ANION NON-LOGAM (monoatom)
Kation logam
Anion
non logam Rumus kimia Nama senyawa
Na+
Mg2+ F ‾
Ag+ Al3+
Fe2+
Fe3+
Cu+ Pb2+
NaCl
Magnesium Fluorida Natrium Klorida
MgF2 Ag2S AlBr3 FeO Fe2O3
Cu2O PbI2
Perak Sulfida
Aluminium Bromida Besi (II) Oksida
Besi (III) Oksida Tembaga (I) Oksida Timbal (II) Iodida S 2-
Br ‾ Cl ‾
O2- O2- O2- I ‾ CONTOH :
TATA NAMA SENYAWA BINER
DARI NON LOGAM DAN NON LOGAM
Penamaan senyawa mengikuti urutan berikut :
B – Si – As – C – P – N – H – S – I – Br – Cl – O – F contoh :
HCl ( Nama H diikuti nama Cl) ClF ( Nama Cl diikuti nama F) PCl
3( Nama P diikuti nama Cl)
Penamaan dimulai dari nama non logam pertama diikuti nama non logam kedua yang diberi akhiran –ida
contoh :
HCl dinamakan Hidrogen Klorida ClF dinamakan Klorin Fluorida
Jika dua jenis non logam dapat membentuk lebih dari satu
jenis senyawa, maka digunakan awalan Yunani sesuai angka
indeks dlm rumus kimianya
1 = mono 2 = di 3 = tri 4 = tetra 5 = penta
6 = heksa 7 = hepta 8 = okta 9 = nona 10 = deka
Awalan Yunani
Rumus kimia Nama
PCl3 PCl5 CO CO2
NO NO2 N2O
Posfor triklorida
Posfor Pentaklorida Karbon Monoksida Karbon Dioksida Nitrogen Monoksida Nitorgen Dioksida Dinitrogen Oksida Contoh :
Ion - ion poliatom
Ion
poliatom Nama ion
poliatom Ion poliatom Nama ion poliatom NH4+
CO32- OH‾
CH3COO‾ SO42-
SO32- S2O32- PO43- PO33- NO3- NO2-
Amonium Karbonat Hidroksida Asetat
Sulfat Sulfit Tiosulfat Fosfat Fosfit Nitrat Nitrit
CN‾ OCN‾ SCN‾ C2O42- CrO42- Cr2O72- MnO4‾ MnO42- ClO‾ ClO2‾ ClO3‾ ClO4‾
Sianida Sianat Tiosianat Oksalat Kromat Dikromat
Permanganat Manganat Hipoklorit Klorit
Klorat Perklorat
Tata nama senyawa yang mengandung ion poliatom
Untuk senyawa yang terdiri dari kation logam dan anion poliatom, maka penamaan dimulai dari kation logam diikuti anion poliatom
Rumus
kimia Kation
logam Anion
poliatom Nama senyawa NaOH
KCN KMnO4 Al2(SO4)3 Fe(NO3)3
Na+ K+ K+ Al3+
Fe3+
OH‾ CN‾ MnO4‾ SO42- NO3‾
Natrium Hidroksida Kalium Sianida
Kalium Permanganat Aluminium Sulfat Besi(III)Nitrat
Lanjutan
Untuk senyawa yang terdiri dari kation poliatom dan anion monoatom/poliatom, penamaan dimulai dari nama kation poliatom diikuti nama anion monoatom/poliatom
Contoh :
NH4Cl : NH4CN : NH4OH : (NH4)2SO4 :
Amonium Klorida Amonium Sianida Amonium Hidroksida Amonium Sulfat
TATA NAMA SENYAWA ASAM
Asam : zat kimia yang dalam air akan melepaskan ion H+
contoh : HCl
HCl H+ + Cl‾
Lanjutan
Untuk senyawa asam biner (terdiri dari 2 jenis unsur), penamaan dimulai dari kata “asam” diikuti nama sisa asamnya,yakni anion non-logam
Contoh :
Sisa asam : asam tanpa H
HCl : Asam Klorida HF :
H2S :
Asam Fluorida Asam Sulfida
Lanjutan
Untuk senyawa asam yang terdiri dari 3 jenis unsur,penamaan dimulai dari kata “asam” diikuti nama sisa asamnya, yakni anion poliatom
Contoh :
HCN : H2SO4 :
Asam Asetat Asam Sulfat H2CO3 :
Asam Sianida
HCH3COO :
Asam Karbonat
PERSAMAAN REAKSI
Persamaan reaksi menggambarkan hubungan zat-zat kimia yang terlibat sebelum dan sesudah reaksi kimia secara kuantitatif maupun kualitatif.
2 H2(g) + O2(g) 2 H2O(g)
pereaksi Hasil reaksi (produk) Koefisien reaksi
Wujud zat Artinya ‘bereaksi menjadi’
subskrip
MENYETARAKAN PERSAMAAN REAKSI
Syarat persamaan reaksi setara :
- Jumlah atom yang sejenis pada kedua ruas
sama.
Contoh :
H2(g) + O2(g) H2O(g)
Jumlah atom H pada ruas kiri adalah 4, pada ruas kanan adalah 4
Jumlah atom O pada ruas kiri adalah 2, pada ruas kanan adalah 2
2 2
Contoh penyetaraan persamaan reaksi sederhana
NaOH + H3PO4 Na3PO4 H2O Langkah :
+
1. Setarakan unsur logam 2. Setarakan unsur lain
3
4. Setarakan Oksigen 3
3. Setarakan Hidrogen
Contoh penyetaraan persamaan reaksi lebih kompleks
Langkah 1 :
- Pilih zat dengan rumus kimia paling kompleks. Tetapkan koefisien reaksinya sama dengan 1. Beri koefisien sementara untuk zat-zat lainnya dengan huruf a , b , c , d dst
Au + NaCN + O2 + H2O NaAu(CN)2 + H2O2 + NaOH
a Au + b NaCN + c O2 + d H2O 1 NaAu(CN)2 + e H2O2 + f NaOH
Langkah 2 :
Setarakan atom-atom dengan rumus kimia yang paling kompleks.
Jika terdapat ion poliatom, diruas kiri dan kanan serta tidak berubah,maka setarakan sebagai ion poliatom
Jumlah diruas kiri = jumlah diruas kanan Hasil Atom Na
Atom Au Ion CN‾
b = 1 + f a = 1 b = 2
a = 1 b = 2 c = 1
a Au + b NaCN + c O2 + d H2O 1 NaAu(CN)2 + e H2O2 + f NaOH
1 Au + 2 NaCN + c O2 + d H2O 1 NaAu(CN)2 + e H2O2 + 1 NaOH
Langkah 3 : Setarakan atom-atom lainnya dengan cara yang sama
1 Au + 2 NaCN + c O2 + d H2O 1 NaAu(CN)2 + e H2O2 + 1 NaOH
Jumlah diruas kiri = jumlah diruas kanan Hasil Atom H
Atom O
2 d = 2 e + 1 2 c + d = 2 e + 1
Jika d = 1, maka e = ½, c = ½
1 Au + 2 NaCN + ½ O2 + 1 H2O 1 NaAu(CN)2 + ½ H2O2 + 1 NaOH Diperoleh :
Langkah 4 : Setarakan atom H dan O
Pastikan setiap koefisien reaksi merupakan bilangan bulat sederhana Karena ada koefisien reaksi ½ maka semua koefisien reaksi dikalikan 2
1 Au + 2 NaCN + ½ O2 + 1 H2O 1 NaAu(CN)2 + ½ H2O2 + 1 NaOH 2 Au + 4 NaCN + 1 O2 + 2 H2O 2 NaAu(CN)2 + 1 H2O2 + 2 NaOH
2 Au + 4 NaCN + O2 + 2 H2O 2 NaAu(CN)2 + H2O2 + 2 NaOH atau