• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAHAN BACAAN TATANAMA SENYAWA

N/A
N/A
Cyntiya Hanifah16

Academic year: 2024

Membagikan "BAHAN BACAAN TATANAMA SENYAWA"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

lOMoARc PSD|235

TATA NAMA SENYAWA

Tata nama senyawa yang kita gunakan sekarang adalah tata nama IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry) yang didasarkan atas rumus kimia senyawa. Kita akan menyimak tata nama senyawa anorganik

A) TATA NAMA SENYAWA ANORGANIK

1) Senyawa Biner dari Logam dan Non Logam (senyawa ion)

Senyawa kovalen biner adalah senyawa yang terbentuk dari dua unsur berbeda. enyawa biner dari logam dan non logam umumnya adalah senyawa ion. Logam membentuk ion positif (kation) dan non logam membentuk ion negatif (anion). Nama beberapa kation logam dan anion non logam (monoatom) diberikan pada tabel berikut.

Tabel 1. Beberapa Kation dari Logam dan Anion dari Non Logam

Kation dari Logam Anion dari Non Logam Logam Kation Nama Kation Non

Logam Anion Nama Anion

Litium Li+ Litium Hidrogen H Hidrida

Natrium Na+ Natrium Nitrogen N3− Nitrida

Kalium K+ Kalium Oksigen O2− Oksida

Magnesium Mg2+ Magnesium Fosfor P3− Fosfida

Kalsium Ca2+ Kalsium Belerang S2− Sulfida

Barium Ba2+ Barium Selenium Se2− Selenida

Aluminium Al3+ Aluminium Fluorin F Fluorida

Timah Sn2+

Sn4+

Timah (II)

Timah (IV) Klorin Cl Klorida

Timbal Pb2+

Pb4+

Timbal (II)

Timbal (IV) Bromin Br Bromida

Tembaga Cu+

Cu2+

Tembaga (I)

Tembaga (II) Iodin I Iodida

Perak Ag+ Perak Silikon Si4− Silisida

Emas Au+

Au3+

Emas (I)

Emas (III) Arsen As3− Arsenida

Seng Zn2+ Zink/Seng Telurium Te2− Telurida

Kromium Cr2+

Cr3+

Kromium (II) Kromium (III)

Besi Fe2+

Fe3+

Besi (II) Besi (III)

Nikel Ni2+ Nikel

Platina Pt2+

Pt4+

Platina (II) Platina (IV)

Tata nama senyawa biner logam dan non logam adalah sebagai berikut :

Penamaan dimulai dari nama kation logam diikuti nama anion non logam Rumus

Kimia

Kation Logam

Nama Kation

Anion Non Logam

Nama

Anion Nama Senyawa NaCl Na+ Natrium Cl Klorida Natrium Klorida MgF2 Mg2+ Magnesium F Fluorida Magnesium Fluorida

Ag2S Ag+ Perak S2− Sulfida Perak Sulfida

(2)

Untuk logam yang dapat membentuk beberapa kation dengan muatan berbeda, maka muatan kationnya dinyatakan dengan angka Romawi

Sebagai contoh, senyawa FeO dan Fe2O3. Fe dapat membentuk kation Fe2+dan Fe3+. Oleh karena oksida (O2−) mempunyai muatan 2 −, maka :

 Kation besi pada FeO haruslah Fe2+ agar dapat menetralkan muatan O2−. Jadi, nama FeO adalah besi (II) oksida

 Kation besi pada Fe2O3haruslah Fe3+ karena 2Fe3+ (total muatan 6+) dapat menetralkan 3O2−(total muatan 6−).

Jadi, nama Fe2O3 adalah besi (III) oksida Rumus

Kimia

Kation Logam

Nama Kation

Anion Non Logam

Nama

Anion Nama Senyawa FeO Fe2+ Besi (II) O2− Oksida Besi (II) Oksida Fe2O3 Fe3+ Besi (III) O2− Oksida Besi (III) Oksida

Cu2O Cu+ Tembaga (I) O2− Oksida Tembaga (I) Oksida PbI2 Pb2+ Timbal (II) I Iodida Timbal (II) Iodida

2) Senyawa Biner dari Non Logam dan Non Logam (senyawa kovalen)

Senyawa biner dari dua atom non logam umumnya adalah senyawa molekul. Tata nama senyawa adalah sebagai berikut :

Penamaan senyawa mengikuti urutan berikut Contoh : HCl (Nama H lalu Cl )

ClF (Nama Cl lalu F )

PCl3 (Nama P lalu nama Cl )

Penamaan dimulai dari nama non logam pertama diikuti nama non logam kedua yang diberi akhiran -ida

Contoh : HCl dinamakan hidrogen klorida ClF dinamakan klorin fluorida

Jika dua jenis non logam dapat membentuk lebih dari satu jenis senyawa, maka digunakan awalan Yunani sesuai angka indeks dalam rumus kimianya

1 = Mono 11 = undeka 2 = Di 12 = dodeka 3 = Tri 13 = trideka 4 = Tetra 14 = tetradeka 5 = Penta 15 = pentadeka 6 = Heksa 16 = heksadeka 7 = Hepta 17 = heptadeka 8 = Okta 18 = oktadeka 9 = Nona 19 = nonadeka 10 = Deka 20 = ikos

Awalan mono (1) – ikos (20) berasal dari Bahasa Yunani, kecuali nona (9) yang berasal dari bahasa Latin.

(3)

Contoh : Rumus

Kimia Nama

CO Karbon monoksida CO2 Karbon dioksida

NO Nitrogen monoksida NO2 Nitrogen dioksida N2O Dinitrogen monoksida

PCl3 Fosforus triklorida (fosforus atau fosfor) P4O10 Tetrafosforus dekaoksida

Perhatikan, awalan mono tidak digunakan untuk unsur non logam pertama.

Tata nama IUPAC tidak perlu digunakan untuk senyawa yang memiliki nama umum

Contoh : Rumus

Kimia Nama

H2O Dihidrogen oksida (air) NH3 Amonia

N2H4 Hidrazin

3) Senyawa yang Mengandung Ion Poliatom

Banyak senyawa ion mengandung ion poliatom. Ion poliatom dapat berupa kation poliatom atau anion poliatom. Akan tetapi, kebanyakan ion poliatom berupa anion poliatom (bermuatan negatif). Perhatikan beberapa ion poliatom dan penamaannya pada tabel berikut.

Tabel 2. Ion Poliatom dan Penamaannya Ion

poliatom

Nama ion poliatom

Ion poliatom

Nama ion poliatom

Ion poliatom

Nama ion poliatom NH4+ Ammonium ClO Hipoklorit MnO42− Manganat OH Hidroksida ClO2− Klorit MnO4 Permanganat CO32-

Karbonat ClO3 Klorat AsO33−

Arsenit CH3COO Asetat ClO Perklorat AsO43−

Arsenat CN Sianida BrO Hipobromit SO32− Sulfit

OCN Sianat BrO3

Bromat SO42− Sulfat SCN Tiosianat BrO4 Perbromat S2O32− Tiosulfat C2O42- Oksalat IO Hipoiodit SbO33− Antimonit

NO2- Nitrit IO3 Iodat SbO43− Antimonat NO3- Nitrat IO4 Periodat SiO32- Silikat CrO42−

Kromat PO33− Fosfit

2- 3−

(4)

Tata nama senyawa yang mengandung ion poliatom adalah sebagai berikut.

Untuk senyawa yang terdiri dari kation logam dan anion poliatom, maka penamaan dimulai dari nama kation logam diikuti nama anion poliatom

Rumus Kimia

Kation Logam

Anion

Poliatom Nama Senyawa NaOH Na+ OH Natrium Hidroksida

KCN K+ CN Kalium Sianida

KMnO4 K+ MnO4 Kalium Permanganat Al2(SO4)3 Al3+ SO4− Aluminium Sulfat

PbSO4 Pb2+ SO4

Timbal (II) Sulfat Fe(NO3)3 Fe3+ NO3 Besi (III) Nitrat

Untuk senyawa yang terdiri dari kation poliatom dan anion monoatom/poliatom, penamaan dimulai dari nama kation poliatom diikuti nama anion monoatom/poliatom

Contoh :

NH4Cl : Amonium Klorida NH4OH : Amonium Hidroksida NH4CN : Amonium Sianida (NH4)2SO4 : Amonium Sulfat

4) Senyawa Asam

Asam dapat didefinisikan sebagai zat kimia yang dalam air melepas ion H+. Contohnya adalah HCl. Dalam keadaan murni, HCl adalah senyawa molekul dan berada sebagai gas. Akan tetapi, jika HCl dilarutkan ke dalam air, maka HCl akan melepas atom H sebagai ion H+. Senyawa demikian disebut senyawa asam.

HCl larut dalam air

−−−−−−−−−→ H+ + Cl Tata nama senyawa asam adalah sebagai berikut :

Tata nama asam merupakan pemberian nama senyawa yang terbentuk karena senyawa berikatan dengan kation H+.

Aturan dalam pemberian nama asam:

1) Asam memiliki kation H+ dalam senyawanya, sehingga ditulis didepan.

2) Kation H+ biasanya tidak ditulis hidrogen, melainkan asam.

Contoh :

HCl : Asam Klorida HF : Asam Fluorida H2S : Asam Sulfida

Tabel 3. Perbedaan Tata Nama Senyawa Molekul Biner dan Asam Biner Rumus

Kimia

Senyawa Molekul

Biner Asam Biner HCl Hidrogen Klorida Asam Klorida

HF Hidrogen Fluorida Asam Fluorida H2S Hidrogen Sulfida Asam Sulfida

(5)

Untuk senyawa asam yang terdiri dari 3 jenis unsur, penamaan dimulai dari kata ‘asam’ diikuti nama sisa asamnya, yakni anion poliatom

Contoh :

HCN : Asam Sianida H2SO4 : Asam Sulfat H2CO3 : Asam Karbonat

HCH3COO atau CH3COOH : Asam Asetat 5) Senyawa Basa

Basa dapat didefinisikan sebagai zat kimia yang dalam air melepas ion OH⁻. Contohnya adalah NaOH. Dalam keadaan murni, NaOH adalah senyawa ionik yang biasanya berbentuk padat. Namun, ketika NaOH dilarutkan ke dalam air, ia akan terdisosiasi dan melepaskan ion OH⁻. Senyawa demikian disebut senyawa basa.

NaOH ---→ Na+ + OH−

Tata nama senyawa basa adalah sebagai berikut :

Tata nama basa merupakan pemberian nama senyawa yang terbentuk karena senyawa berikatan dengan anion OH-.

Aturan dalam pemberian nama basa:

1) Basa memiliki anion OH- dalam senyawanya, sehingga ditulis dibelakang.

2) Anion OH- ditulis sebagai hidroksida pada kata terakhir.

Contoh :

NaOH : Natrium hidroksida Mg(OH)2 : Magnesium hidroksida KOH :Kalium hidroksida

DAFTAR PUSTAKA

Purba, Michael. (2007). Kimia untuk SMA Kelas X Semester 1. Jakarta : Erlangga Johari. Rachmawati, M. (2007). Kimia 2 SMA dan MA untuk Kelas XI. Jakarta : Esis

larut dalam air

Referensi

Dokumen terkait

Dengan pencarian informasi yang ada di buku secara mandiri dan diskusi tentang nama- nama senyawa, peserta didik dapat menuliskan nama senyawa dan rumus kimia senyawa

1. Apakah nama IUPAC dari alkohol dengan rumus struktur berikut: a.. Suatu senyawa memiliki rumus molekul C 4 H 10 O, bila senyawa tersebut direaksikan dengan logam natrium

• Aplikasi redoks dalam memecahkan masalah lingkungan o Menuliskan rumus senyawa berdasarkan pasangann kation – anion o Memberi nama senyawa menurut IUPAC o Mendeskripsikan

Pada rumus kimia suatu senyawa tercantum lambang atom unsure-unsur yang membentuk senyawa itu, dan tiap lambang unsur diikuti oleh suatu angka yang menunjukkan

Satu cara uji untuk melihat apakah yang Anda lakukan telah sesuai antara nama dengan strukturnya adalah membandingkan jumlah atom karbon dalam... rumus dengan nama yang

Penerapan Model Project Based Learning untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa pada Materi Rumus Senyawa dan Tata Nama Senyawa Kimia Haryanti Tri Wahyuni SMA Negeri 1 Wirosari, Grobogan,

Materi ini membahas tentang tata nama senyawa kimia, mulai dari pengenalan hingga aturan penamaan senyawa ionik biner dan

Konfigurasi elektron, bilangan kuantum, dan penamaan senyawa kimia untuk unsur-unsur