• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tinjauan tentang Penyakit Tuberkulosis Paru

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Tinjauan tentang Penyakit Tuberkulosis Paru"

Copied!
40
0
0

Teks penuh

Mikroorganisme ini tidak tahan terhadap sinar UV sehingga paling banyak menular pada malam hari. Apabila bakteri tersebut terhirup oleh orang yang sehat maka orang tersebut berpotensi tertular bakteri penyebab tuberkulosis (Mar'iyah. K & Zulkarnain 2021). Tanda dan gejala umum penderita tuberkulosis adalah demam lebih dari sebulan, batuk lebih dari tiga minggu, kadang batuk dengan dahak bercampur darah, sesak napas, nyeri dada, tidak ada atau menurun nafsu makan, penurunan berat badan selama tiga bulan berturut-turut. - Juga tanpa sebab yang jelas, mudah lesu atau tidak enak badan, berkeringat di malam hari padahal tidak ada aktivitas fisik (Mar'iyah. K & Zulkarnain 2021).

Jika satu positif, negatif lagi dua kali, maka akan mendapat satu positif, sehingga BTA dikatakan negatif secara mikroskopis. Pada seseorang yang terinfeksi TBC, hasil rontgen dada umumnya menunjukkan hasil yang tidak normal, ditandai dengan adanya penumpukan cairan pada sel jaringan paru dan adanya kavitasi/rongga dada serta penggelapan pada paru. Mungkin tidak normal tergantung pada lokasi dan tingkat keparahan infeksi, misalnya hiponatremia yang mengakibatkan retensi air dapat ditemukan pada TB paru kronis stadium lanjut.

Tujuan pengobatan TBC paru adalah menyembuhkan klien, mencegah kematian, mencegah kekambuhan, memutus rantai penularan dan mencegah resistensi bakteri terhadap OAT (Syamsudin, 2013). Kelemahan fisik secara umum, batuk terus-menerus, sesak napas, nyeri dada, nafsu makan menurun, berat badan turun, berkeringat di malam hari. Keperawatan keluarga adalah proses kompleks yang menggunakan pendekatan sistematis untuk bekerja dengan keluarga dan individu sebagai anggota keluarga.

Tahapan proses keperawatan keluarga meliputi pengkajian keperawatan keluarga dan anggota keluarga, perumusan diagnosa keperawatan keluarga, perencanaan keperawatan keluarga, pelaksanaan keperawatan keluarga, dan evaluasi keperawatan keluarga (Nadirawati, 2018).

Tabel 2.1 Panduan Obat Anti Tuberkulosis   Kategori
Tabel 2.1 Panduan Obat Anti Tuberkulosis Kategori

Bagan 2.1 Genogram

Diagnosa Keperawatan

Diagnosa keperawatan merupakan penilaian klinis terhadap respon klien terhadap suatu masalah kesehatan atau proses kehidupan yang dialaminya, baik aktual maupun potensial. Diagnosa keperawatan bertujuan untuk mengidentifikasi respon individu klien, keluarga dan masyarakat terhadap situasi yang berhubungan dengan kesehatan (PPNI, 2017). Komponen diagnosa keperawatan meliputi masalah (problem) dan penyebab (etiology), dan/atau tanda dan gejala (symptom), sedangkan etiologi dalam diagnosa keperawatan asuhan keperawatan keluarga mengacu pada 5 tugas keluarga yaitu ketidakmampuan keluarga dalam mengenali permasalahan, ketidakmampuan keluarga dalam mengambil keputusan, ketidakmampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga yang sakit, ketidakmampuan keluarga dalam menjaga lingkungan, ketidakmampuan keluarga dalam memanfaatkan fasilitas kesehatan.

Setelah menganalisis data dan menentukan masalah keperawatan keluarga, sebaiknya masalah kesehatan keluarga yang ada diprioritaskan bersama keluarga dengan memperhatikan sumber daya dan sumber keuangan keluarga. Kriteria kedua mengacu pada: pengetahuan dan teknologi/mengatasi permasalahan keluarga, sumber daya fisik keluarga, keuangan, tenaga, sumber daya keperawatan (pengetahuan, afektif dan pikomotorik), sumber daya lingkungan (fasilitas, organisasi dan dukungan).

Intervensi Keperawatan

Pihak keluarga dapat menyebutkan penyebab penyakit tuberkulosis paru, yaitu bakteri Mycobacterium tuberkulosis yang dapat menular melalui percikan air. Setelah dilakukan kunjungan rumah selama 1 x 30 menit, diharapkan keluarga dapat mengambil keputusan dalam merawat salah satu anggota keluarga yang menderita TBC paru. Keluarga psikomotor dan klien dapat secara mandiri memberikan fisioterapi dada pada klien tuberkulosis paru untuk membersihkan saluran pernafasan dari sekret.

Anjurkan klien dan keluarga untuk meminum obat anti tuberkulosis secara teratur sesuai resep.

Implementasi Keperawatan

Evaluasi

Fisioterapi Dada .1 Pengertian

  • Tujuan
  • Standar Operasional Prosedur (SOP) Tabel 2.5

Tujuannya untuk membantu mengencerkan sekret di paru-paru agar sekret mudah dikeluarkan. Getaran adalah tindakan menerapkan kompresi dan getaran manual pada dinding dada selama fase pernafasan. Tujuan dari getaran tersebut adalah untuk membantu klien meningkatkan kecepatan hembusan udara yang dihembuskan sehingga klien dapat mengeluarkan sekret dan mengeluarkannya dengan mudah.

Drainase postural melibatkan melakukan berbagai posisi untuk mengalirkan sekresi atau dahak. Bronkus apikal lobus anterior kanan dan kiri: Minta klien duduk di kursi sambil bersandar pada bantal. Bronkus apikal lobus posterior atas kanan dan kiri: Minta klien untuk duduk di kursi, bersandar ke depan di atas bantal atau meja.

Bronkus lobus atas anterior kanan dan kiri : minta klien berbaring dengan bantal kecil di bawah lutut. Lobus Atas Kiri Bronkus Lobus : Minta klien berbaring miring ke kanan dengan tangan di atas kepala dalam posisi Trendelenburg, dengan kaki tempat tidur ditinggikan 30 cm. Bronkus lobus tengah kanan : minta klien berbelok ke kiri dan meninggikan kaki tempat tidur 30 cm.

Bronkus lobus anterior bawah kanan dan kiri : minta klien berbaring telentang dengan posisi Trendelenburg, kaki tempat tidur diangkat 40-45 cm, biarkan lutut ditekuk di atas bantal. Bronkus Lobus Lateral Kanan Bawah: Minta klien untuk miring ke kiri dalam posisi Trendelmburg, dengan kaki tempat tidur terangkat 18-20 inci. Bronkus Lobus Lateral Kiri Bawah : Minta klien miring ke kanan dalam posisi Trendelenburg, dengan kaki tempat tidur terangkat 45-50 cm.

Bronkus lobus atas kanan dan kiri bawah : Minta klien berbaring tengkurap dengan bantal di bawah perut. Bronkus basal posterior kanan dan kiri: Minta klien berbaring tengkurap dalam posisi Trendelemburg dengan kaki tempat tidur terangkat 45-50 cm. Tujuan pemberian fisioterapi dada menurut (Hidayati, 2014) adalah untuk mempertahankan ventilasi yang adekuat dan mencegah infeksi, mengeluarkan dan mengeluarkan sekret pada bronkus dan bronkiolus, mencegah kolaps paru akibat tersumbatnya sekret yang keluar.

Fase Pra- interaksi

Indikasi : Klien dengan kelainan paru yang menunjukkan peningkatan produksi lendir Kontraindikasi Klien yang mengalami abses paru atau tumor.

Fase Orientasi

Fase Kerja

  • Kerangka Teori

Letakkan tangan Anda di samping satu sama lain dengan jari-jari rapat atau letakkan satu tangan di atas tangan lainnya.

Kerangka Teori

Gambar

Tabel 2.1 Panduan Obat Anti Tuberkulosis   Kategori
Tabel 2.2  Komposisi Keluarga  No   Nama   Jenis

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan tabulasi silang antara sikap dan tindakan penderita TB Paru Positif Dalam Upaya Pencegahan Penularan Tuberkulosis Pada Keluarga Kecamatan Pandan Kabupaten Tapanuli

Hubungan Dukungan Keluarga dalam Perawatan Kesehatan Anggota Keluarga dengan Perilaku Pencegahan Penularan Oleh Klien Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas

Apakah saudara/saudari lakukan untuk menghindari penularan penyakit kepada anggota keluarga yang lain adalah :.. Menyediakan luas ruangan tidur 8 m² untuk tiap orang atau

A : Keluarga belum mampu memodifikasi lingkungan yang tepat untuk menunjang perawatan pada anggota keluarga dengan Tb paru P :Berikan penyuluhan tentang rumah sehat,

Keluarga Penderita Tuberkulosis Paru di Puskesmas X Kabupaten Bandung, dari 17 orang hubungannya dengan pasien adalah anak sebanyak 9 orang (52.94%) berpengetahuan

memungkinkan, PMO dapat berasal dari kader kesehatan, guru, anggota Perhimpunan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI), atau tokoh masyarakat lainnya atau

Dari hasil penelitian yang didapatkan menunjukkan bahwa hampir separuh sikap keluarga tentang pencegahan penyakit menular tuberkulosis di wilayah kerja puskesmas

Distribusi Frekuensi Sikap Keluarga Pre dan Post n=15 Sikap Pre % Post % Baik 5 33.3 10 66.7 Kurang 10 66.7 5 33.3 Berdasarkan tabel 3 menunjukkan bahwa sikap