NAMA : SITI MARWA
NIM : 042043305
MATA KULIAH : MANAJEMEN KINERJA TUGAS 1
1. Bagaimana Perusahaan Grab dapat mengembangkan usahanya sehingga menjadi salah satu perusahaan decacorn ?
Perusahaan Grab mencapai status decacorn, yang merupakan startup dengan valuasi di atas US$ 10 miliar, melalui berbagai strategi dan faktor kesuksesan. Beberapa faktor kunci yang membantu mereka mencapai prestasi ini termasuk:
• Fokus pada Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM): Grab meyakini bahwa kualitas SDM sangat penting untuk kesuksesan perusahaan. Mereka memahami bahwa memiliki tim yang berkualitas akan membantu mendorong pertumbuhan dan inovasi. Oleh karena itu, mereka telah berinvestasi dalam merekrut dan mempertahankan bakat terbaik.
• Ekspansi Geografis: Grab telah merambah ke banyak kota di Indonesia dan wilayah lain di Asia Tenggara. Ekspansi geografis ini memungkinkan mereka untuk menjangkau lebih banyak pelanggan dan mitra driver, yang pada gilirannya meningkatkan valuasi perusahaan.
• Sistem Manajemen Kinerja yang Terintegrasi: Grab telah mengimplementasikan sistem manajemen kinerja yang andal. Mereka menggabungkan performa dan budaya
perusahaan sebagai dua aspek kunci yang dinilai. Dengan demikian, sistem ini membantu memotivasi karyawan untuk mencapai tujuan perusahaan dan menjalankan nilai-nilai budaya perusahaan.
• Kepemimpinan dan Visi Misi yang Kuat: Pimpinan Grab memiliki visi-misi yang jelas tentang menjadi "super app" di Asia Tenggara. Mereka menggerakkan perusahaan ke arah ini dan memastikan semua elemen perusahaan mendukung visi ini.
2. Kiat-kiat apa saja yang dikembangkan oleh perusahaan Grab sehingga mencerminkan penerapan system manajemen kinerja yang sangat handal?
Perusahaan Grab telah mengembangkan beberapa kiat yang mencerminkan penerapan sistem manajemen kinerja yang handal:
• Proporsi Performance dan Culture: Grab membagi penilaian kinerja antara Performance (kemampuan mencapai target) dan Culture (kesesuaian dengan nilai-nilai perusahaan) dengan proporsi 50% masing-masing. Ini membantu menjaga keseimbangan antara hasil kerja dan budaya perusahaan.
• Objectives & Key Results (OKR): Perusahaan memberikan pemahaman yang jelas tentang OKR kepada setiap karyawan. Ini memungkinkan setiap individu untuk menetapkan tujuan mereka sendiri dan mengukur pencapaian mereka terhadap OKR tersebut.
• 360º Feedback: Grab memungkinkan karyawan untuk mendapatkan umpan balik dari rekan kerja dan atasan mereka. Ini membantu dalam proses evaluasi kinerja yang komprehensif.
• Regular 1-on-1 Conversations: Manajer dan staf berkomunikasi secara berkala untuk memastikan pencapaian OKR dan memberikan umpan balik. Ini memungkinkan perbaikan yang cepat dan pembinaan.
• Periode Siklus dan Pemberian Rewards: Grab memiliki periode siklus yang terstruktur untuk evaluasi kinerja dan memberikan rewards. Ini memberikan transparansi dalam penilaian kinerja dan insentif bagi karyawan untuk mencapai hasil yang baik.
3. Apa yang dimaksud dengan self-assessment pada Perusahaan tersebut?
Self-assessment adalah proses di mana setiap Grabber (karyawan Grab) dievaluasi oleh diri mereka sendiri terkait dengan pencapaian tujuan mereka dan kesesuaian dengan nilai- nilai perusahaan. Dalam self-assessment, karyawan memiliki kesempatan untuk menilai sejauh mana mereka telah mencapai Objectives & Key Results (OKR) yang mereka tetapkan dan sejauh mana mereka telah mendukung budaya perusahaan. Proses ini memungkinkan karyawan untuk merenungkan kinerja mereka sendiri, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan, serta mengukur sejauh mana mereka telah berkontribusi terhadap tujuan perusahaan dan nilai-nilai budaya. Self-assessment adalah langkah penting dalam sistem manajemen kinerja Grab karena memungkinkan karyawan untuk memiliki pemahaman yang lebih baik tentang pencapaian mereka dan memberikan landasan bagi diskusi dalam evaluasi kinerja bersama dengan atasan atau rekan kerja.
Sumber : BMP4263/Manajemen Kinerja