• Tidak ada hasil yang ditemukan

TUGAS 2 PENGEMBANGAN MATERI IPS

N/A
N/A
Annisa Fitriyani Olii

Academic year: 2025

Membagikan "TUGAS 2 PENGEMBANGAN MATERI IPS"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

PENGEMBANGAN MATERI PEMBELAJARAN IPS SD

MAKALAH

“Diajukan untuk memenuhi tugas pada Mata Kuliah Pengembangan Materi Pembelajaran IPS SD yang diampuh oleh Dr. Sukri Katili S.Pd, M.Pd”

OLEH:

ANNISA FITRIYANI OLII 151422139

UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

TAHUN 2025

(2)

KATA PENGANTAR

Segala puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia- Nya, saya dapat menyelesaikan tugas penulisan makalah mata kuliah Pengembangan Materi Pembelajaran IPS SD dengan tepat waktu.

Dari penulisan makalah yang berjudul ini saya berharap dapat dijadikan bahan referensi bagi pembaca, selain itu saya juga berharap pembaca mendapatkan sudut pandang yang baru setelah membaca makalah ini.

Penulis menyadari makalah ini belum sepenuhnya sempurna pada setiap bagian isinya, oleh karena itu saya menerima segala bentuk kritik dan saran dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Apabila terdapat banyak kesalahan pada makalah ini, saya mohon maaf.

Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga makalah ini dapat bermanfaat. Akhir kata saya sudahi Wassalamualaikum Wr.Wb.

Gorontalo, 07 Februari 2025

Penulis

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...i

DAFTAR ISI... ii

BAB I PENDAHULUAN...1

A. Latar Belakang... 1

B. Rumusan Masalah... 1

C. Tujuan...2

BAB II PEMBAHASAN...3

A. Metode dalam Pengembangan Pembelajaran IPS SD...3

B. Pendekatan dalam Pengembangan Pembelajaran IPS SD...5

C. Teknik dalam Pengembangan Pembelajaran IPS SD...8

BAB III PENUTUP... 11

A. Kesimpulan...11

B. Saran...11

DAFTAR PUSTAKA...12

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan mata pelajaran yang memiliki peran penting dalam membentuk karakter, wawasan sosial, serta keterampilan berpikir kritis siswa Sekolah Dasar (SD). Melalui pembelajaran IPS, siswa diajaka untuk memahami berbagai aspek kehidupan sosial, ekonomi, budaya, dan sejarah yang terjadi di lingkungan sekitar mereka. Oleh karena itu, pengembangan materi pembelajaran IPS yang inovatif dan relevan sangat diperlukan agar proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan bermakna.

Seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, pendekatan dalam pembelajaran IPS juga mengalami perubahan. Pendekatan pembelajaran yang hanya berfokus pada hafalan konsep-konsep sosial sudah tidak lagi efektif dalam membangun pemahaman yang mendalam pada siswa. Oleh sebab itu, diperlakukan strategi pengembangan materi yang lebih interaktif, berbasis pengalaman, serta sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik.

Selain itu, pengembangan materi IPS yang menarik dan aplikatif dapat membantu siswa dalam mengaitkan konsep-konsep sosial dengan kehidupan nyata mereka. Misalnya, melalui motode diskusi, proyek berbasis masalah (project-based learning), atau pembelajaran berbasis kontekstual, suawa dapat lebih aktif berpartisipasi dalam proses pembelajaran dan memperoleh pemahaman yang lebih luas tentang dunia sosial di sekitar mereka.

Berdasarkan hal tersebut, makalah ini akan membahas tentang pentingnya pengembangan materi pembelajaran IPS di SD, metode yang dapat digunakan, serta pendekatan-pendekatan yang relevan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran IPS.

Dengan adanyajadian ini, diharapkan guru dapat memiliki wawasan yang lebih luas dalam menyusun materi yang menarik, serta mampu menciptakan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa.

B. Rumusan Masalah

1. Apa saja metode dalam pengembangan pembelajaran IPS SD?

(5)

2. Apa saja pendekatan dalam pengembangan pembelajaran IPS SD?

3. Apa saja teknik dalam pengembangan pembelajaran IPS SD?

C. Tujuan

1. Mengetahui metode dalam pengembangan pembelajaran IPS SD 2. Mengetahui pendekatan dalam pengembangan pembelajaran IPS SD 3. Mengetahui teknik dalam pengembangan pembelajaran IPS SD

(6)

BAB II PEMBAHASAN

A. Metode dalam Pengembangan Pembelajaran IPS SD

Dalam mengembangkan pembelajaran IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) di Sekolah Dasar, guru dapat menggunakan berbagai metode yang membantu siswa agar lebih memahami konsep-konsep sosial, budaya, ekonomi, sejarah, dan geografi. Beberapa metode yang efektif untuk mengembangkan pembelajaran IPS SD, sebagai berikut:

1. Metode Diskusi

Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh guru untuk mencapai keberhasilan siswa dalam pembelajaran IPS adalah dengan menggunakan metode diskusi.

Metode ini sangat efektif karena dapat mengaktifkan peran peserta didik dalam pembelajaran, bukan hanya sekedar menerima informasi dari guru. Dalam proses diskusi, siswa diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat, gagasan, serta ide-ide mereka secara langsung. Hal ini dapat merangsang kreativitas dan kemampuan berpikir kritis siswa, yang merupakan keterampilan penting dalam pembelajaran IPS.

Dalam konteks materi IPS, metode diskusi sangat bermanfaat terutama ketika mengajarkan tentang pentingnya menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan. Melalui diskusi, siswa dapat saling berbagi informasi dan pandangan mereka tentang tokoh-tokoh sejarah yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia. (Aco, 2022)

2. Project Based Learning

Pada dasarnya, Project Based Leaning mengharuskan siswa untuk menyelidiki dan memecahkan masalah nyata, mengerjakan proyek secara bersama-sama, dan menghasilkan produk atau solusi yang dapat dipresentasikan kepada orang lain.

Dalam konteks pembelajaran IPS, proyek yang dilakukan siswa bisa beragam, misalnya pembuatan peta ekonomi Indonesia, atau kajian mengenai keberagaman budaya di masyarakat sekitar mereka. Kegiatan seperti ini memungkinkan siswa untuk belajar melalui pengalaman langsung, yang tentu saja akan memperdalam pemahaman mereka mengenai konsep-konsep yang ada dalam IPS.

(7)

Dalam menggunakan metode PBL, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoretis, tetapi juga mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Mereka diajak untuk menganalisis masalah sosial yang ada di sekitar mereka, menggali solusi, serta bekerja sama dalam tim. Hal ini membekali mereka dengan keterampilan yang sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari, seperti keterampilan komunikasi, kerjasama tim, manajemen waktu, dan pengambilan keputusan. (Fitriani et al., 2023)

3. Metode Kontekstual

Model pembelajaran kontekstual merupakan pendekatan yang sangat efektif dalam pendidikan, karena menempatkan siswa sebagai pusat dari proses belajar yang terjadi. Dalam metode ini, tujuan utama adalah untuk memotivasi siswa agar mereka tidak hanya sekedar menghafal materi pelajaran, tetapi juga memahami makna dari materi tersebut dengan cara yang lebih relevan bagi kehidupan mereka.

Pembelajaran kontekstual mengaitkan materi pelajaran dengan konteks kehidupan sehari-hari siswa, baik itu dalam konteks pribadi, sosial, maupun kultural. Hal ini membuat pembelajaran terasa lebih nyata dan aplikatif, karena siswa dapat melihat bagaimana pengetahuan yang mereka pelajari dapat digunakan dalam situasi yang mereka hadapi sehari-hari.

Dalam pembelajaran IPS di SD, model kontekstual sangat cocok diterapkan, karena materi yang diajarkan dalam IPS sering kali berkaitan dengan kehidupan sosial, budaya, ekonomi, dan sejarah di sekitar siswa. Sebagai contoh, ketika mempelajari tentang keberagaman budaya di Indonesia, guru dapat mengajak siswa untuk mengidentifikasi dan mempelajari keberagaman budaya yang ada di lingkungan sekitar mereka, seperti suku bangsa, bahasa, adat istiadat, dan tradisi.

Dengan demikian, siswa tidak hanya mempelajari konsep-konsep secara teori, tetapi juga menghubungkannya dengan pengalaman dan observasi mereka di dunia nyata. (Setiana, 2022)

4. Metode Demonstrasi

Guru dapat menggunakan metode demonstrasi untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih imajinatif dan menarik di kelas IPS, karena metode ini merupakan salah satu pendekatan yang sangat efektif dalam proses belajar

(8)

mengajar. Metode demonstrasi melibatkan tindakan langsung di mana guru menunjukkan atau mempresentasikan sesuatu di depan siswa, baik itu di dalam kelas maupun di luar kelas. Dalam pembelajaran IPS, metode ini sangat cocok diterapkan karena dapat membantu siswa melihat dan merasakan secara langsung konsep-konsep yang diajarkan, yang akan membuat materi lebih mudah dipahami dan lebih menyenangkan.

Dalam konteks pembelajaran IPS di SD, metode demonstrasi dapat digunakan untuk mengajarkan berbagai konsep, seperti fenomena sosial, geografi, atau sejarah.

Misalnya, dalam mempelajari materi tentang keberagaman budaya di Indonesia, guru bisa mendemostrasikan pakaina adat dari berbagai daerah dengan menunjukkan contoh nyata atau gambar-gambar yang menggambarkan ragam budaya Indonesia. Siswa bisa melihat dan bahkan mencoba pakaian adat tersebut untuk merasakan langsung kekayaan budaya yang ada di tanah air. Ini akan membuat mereka lebih menghargai perbedaan dan lebih tertarik untuk mempelajari lebih lanjut tentang keberagaman budaya.

Metode demonstrasi tidak hanya membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan interaktif, tetapi juga mengoptimalkan penggunaan kelima panca indera siswa.

Melalui penglihatan, pendengaran, dan perasaan, siswa bisa mengalami pembelajaran secara langsung. Sebagai contoh, dalam mempelaari materi geografi, guru dapat membawa peta atau globe dan mendemonstrasikan lokasi negara, kota, atau alam Indonesia secara visual. Dengan cara ini, siswa tidak hanya mendengar penjelasan tentang peta, tetapi juga melihat dan merapa peta untuk lebih memahami jarak, lokasi, dan bentuk geografis Indonesia. (Zahra, 2022)

B. Pendekatan dalam Pengembangan Pembelajaran IPS SD

Berikut adalah pendekatan-pendekatan yang sangat relevan dalam pengembangan pembelajaran IPS di Sekolah Dasar karena dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih mendalam dan bermakna bagi siswa:

1. Pendekatan Humanistik

Dalm pendekatan humansitik dalam pembelajaran IPS di SD, peserta didik tidak hanya diajarkan untuk mengingat dan memahmi fakta-fakta, tetapi juga diberi kesempatan untuk memahami makna dari materi yang mereka pelajari. Pendekatan

(9)

ini menekankan pentingnya perkembangan potensi diri siswa, baik secara emosional, sosial, maupun intelektual, sehingga mereka dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang topic yang dipelajari, bukan sekedar menghafal informasi.

Pendekatan humanistic dalam pembelajaran IPS menekankan pada hubungan yang lebih personal dan empatik antara guru dan siswa. Siswa dirjarkan untuk melihat nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap materi yang dipelajari, dan lebih menghargai perbedaan serta memperkuat rasa tanggung jawab mereka terhadap sesama. Dalam konteks ini, pengalaman belajar menjadi lebih bermakna dan relevan, karena berhubungan langsung dengan kehidupan siswa serta kebutuhan mereka untuk tumbuh sebagai individu yang berpikiran terbuka dan penuh empati.

Dengan memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengeksplorasi dan merasakan makna materi yang lebih holistic dan membekali siswa dengan keterampilan sosial yang sangat diperlukn dalam kehidupan mereka di masyarakat. (Sulistiyono, 2018) 2. Pendekatan Kontekstual

Penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual dakam pembelajaran IPS di Sekolah Dasar (SD) merupakan langkah yang sangat efektif kerena dua aspek ini saling mendukung satu sama lain. Pembelajaran IPS di SD bertujuan untuk membantu siswa memahami dunia sosial yang ada di sekitar mereka, mulai dari sejarah, budaya, geografi, hingga ekonomi. Dalam pendekatan kontekstual, materi pembelajaran tidak hanya diajarkan secara teori, tetapi dihubungkan langsung dengan kehidupan nyata yang ada di sekitar siswa. Hal ini membuat pembelajaran lebih relevan dan mudah dipahami karena siswa dapat melihat langsung penerapan konsep yang mereka pelajari dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam konteks pembelajaran IPS, menggunakan masyarakat sebagai laboratorium pembelajaran membawa banyak manfaat. Pertama hal ini dapat membantu siswa untuk melihat dan memahami bagaimana nilai-nilai sosial, budaya, dan ekonomi bekerja di masyarakata sekitar mereka. Sebagai contoh, ketika mempelajari tentang sistem ekonomi, siswa dapat diajak untuk mengamati pasar tradisional atau berkunjung ke purat pemberlanjaan untuk mempelajari bagaimana transaksi jual beli dilakukan, serta memahami hubungan antara

(10)

produsen, konsumen, dan barang yang diperjualbelikan. Melalui pengalaman langsung ini, siswa dapat merasakan secara nyata bagaimana teori ekonomi diterapkan di kehidupan sehri-hari. (Dewi, 2013)

3. Pendekatan Kontruktivistik

Pendekatan pembelajaran konstruktivistik merupakan salah satu pendekatan yang sangat relevan dan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran IPS di Sekolah Dasar (SD). Pendekatan ini berfokus pada peran aktif siswa dalam proses pembelajaran, di mana mereka tidak hanya menerima informasi dari guru, tetapi juga menggali pengetahuan dan pengalaman mereka sendiri. Konstruktivisme menekankan bahwa pengatahuan dibangun oleh individu melalui interaksi mereka dengan lingkungan dan pengalaman yang mereka miliki. Dengan demikian, dalam pembelajaran IPS, siswa dipandang sebagai pusat belajar yang memiliki potensi untuk membangun pengetahuan berdasarkan pengalaman sehari-hari yang mereka bawa dari luar kelas.

Misalnya, dalam pembelajaran tentang peran masyarakat dalam pembangunan, guru bisa meminta siswa untuk merancang proyek sederhana yang melibatkan masyarakat sekitar sekolah, seperti kegiatan pengumpulan sampah atau kerja bakti.

Dengan terlihat langsung dalam kegiatan ini, siswa dapat merasakan pengalaman nyata yang berhubungan dengan materi pembelajaran dan pada saat yang sama mengembangkan pemahaman mereka tentang pentingnya peran masyarakat dalam menciptakan perubahan sosial. (Umar, 2022)

4. Pendekatan Interdisipliner

Pembelajaran interdisipliner dalam konteks pembelajaran IPS di Sekolah Dasar (SD) memiliki peran yang sangat penting dalam membantu peserta didik untuk mengembangkan kemampuan mereka secara lebih luas. Melalui pendekatan ini, siswa diberikan kesempatan untuk mengaitkan berbagai disiplin ilmu dalam mempelajari suatu topic atau masalah, yang memungkinkan mereka untuk memperoleh pengalaman belajar yang lebih holistic. Pembelajaran interdisipliner mengintergasikan berbagai aspek pengetahuan, seperti sejarah, geografi, sosiologi, ekonomi, dan budaya, dalam satu kesatuan pembelajaran yang lebih relevan dengan kehidupan nyata.

(11)

Dengan pendekatan interdisipliner, pembelajaran menjadi lebih aktif dan bermakna karena siswa dapat mengaitkan pengetahuan yang mereka pelajari dengan dunia nyata. Misalnya, ketika mempelajari tentang topic ekonomi dalam pembelajaran IPS, guru dapat melibatkan siswa dalam kegiatan yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari mereka, seperti mengelola anggaran kelas, merencanakan kegiatan ekonomi sederhana, atau mengamati pla konsumsi di masyarakat sekitar. Hal ini membuat siswa lebih paham tentang bagaimana teori- teori ekonomi diterapkan dalam kehidupan mereka dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis serta pemecahan masalah yang dibutuhkan dalam dunia nyata. (Wibowo et al., 2024)

C. Teknik dalam Pengembangan Pembelajaran IPS SD

Dalam pelaksanaan kegiatan teknik belajar mengajar, terdapat empat pokok masalah yang sangat penting dan harus menjadi pedoman bagi guru untuk mencapai keberhasilan dalam pembelajaran, khususnya dalam pembelajaran IPS di Sekolah Dasar (SD). (Hadifina et al., 2023)

1. Sasaran pembelajaran yang jelas dan terarah

Sasaran dari kegiatan belajar mengajar haruslah jelas dan terarah. Sebagai contoh, dalam pembelajaran IPS, guru perlu menetapakan tujuan yang ingin dicapai, seperti agar siswa dapat memahami konsep tentang sejarah perjuangan bangsa, keberagaman budaya, atau pentingnya kerjasama antar masyarakat. Tujuan yang jelas ini akan memberikan panduan bagi guru dan siswa dalam menjalani proses pembelajaran, serta memastikan bahwa seluruh kegiatan pembelajaran memiliki arah yang tepat. Selain itu, tujuan yang konkret akan memudahkan siswa dalam memahami apa yang diharapkan dari mereka dan bagaimana mereka bisa mencapai tujuan tersebut. Misalnya, setelah mempelajari tentang sejarah kemerdekaan, siswa diharapkan bisa mengidentifikasi peran tokoh-tokoh penting dalam perjuangan atau memahami pentingnya perjuangan dalam konteks kehidupan mereka.

2. Memilih pendekatan pembelajaran yang tepat dan efektif

(12)

Setelah sasaran pembelajaran ditetapkan, langkah berikutnya adalah memilih pendekatan pembelajaran yang dianggap paling tepat untuk mencapai sasaran tersebut. Dalam permbelajaran IPS, pendekatan yang digunakan harus dapat mengakomodasi berbagai aspek ilmu sosial yang ingin diajarkan dan membuat pembelajaran lebih bermakna bagi siswa. Pendekatan yang bersifat kontekstual atau interdisipliner, misalnya, dapat sangat efektif dalam pembelajaran IPS karena menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan nyata yang ada di sekitar siswa. Sebagai contoh, dalam mempelajari keberagaman budaya di Indonesia, pendekatan kontekstual dapat dilakukan dengan mengajak siswa utuk mengunjungi tempat-tempat yang memiliki nilai sejarah atau budaya yang relevan, atau berdiskusi dengan orang tua yang memiliki pengalaman langsung terkait dengan budaya tertentu. Dengan pendekatan yang tepat, siswa akan lebih mudah memahami dan mengaitkan materi pembelajaran dengan dunia nyata mereka.

3. Memilih dan menetapkan prosedur, metode, dan teknik pembelajaran yang tepat Langkah selanjutnya adalah memilih dan menetapkan prosedur, metode, dan teknik yang dianggap paling tepat untuk mencapai tujuan pembelajaran. Metode yang digunakan dalam pembelajaran IPS haruslah sesuai dengan karakteristik materi yang diajarkan dan cara siswa belajar. Sebagai contoh, untuk topic yang membutuhkan keterampilan analitis atau berpikir kritis, seperti dalam mempelajari dampak sosial dari perubahan ekonomi, guru bisa menggunakan metode diskusi atau studi kasus, di mana siswa diajak untuk menganalisis masalah yang ada dan mencari solusi bersama-sama. Sebaliknya, untuk materi yang membutuhkan pemahaman konsep-konsep dasar, seperti geografi atau sejarah, metode ceramah atau demonstrasi mungkin lebih efektif. Pilihan metode ini harus disesuaikan dengan kebutuhan siswa dan konteks materi yang dipelajari. Dengan demikian, siswa dapat belajar dengan cara yang paling efektif dan sesuai dengan gaya belajar mereka.

4. Menetapkan kriteria keberhasilan dan evaluasi

Kriteria ini akan menjadi acuan bagi guru untuk menilai sejauh mana tujuan pembelajaran tercapai. Dalam pembelajaran IPS di SD, keberhasilan dapat dilihat dari beberapa indikator, seperti kemampuan siswa dalam mengaitkan materi

(13)

pembelajaran dengan kehidupan nyata, keterampilan berpikir kritis mereka, serta partisipasi aktif mereka dalam diskusi atau kegiatan kelompok. Evaluasi yang dilakukan bisa berupa tes, proyek kelompok, atau penilaian berbasis kinerja lainnya yang memungkinkan guru untuk melihat sejauh mana siswa memahami dan menguasai konsep yang diajarkan. Dengan adanya kriteria keberhasilan yang jelas, guru dapat mengevaluasi efeektivitas metode yang digunakan dan memperbaiki pendekatan yang berhasil, sehingga pembelajaran bisa terus ditingkatkan.

(14)

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

Pengembangan materi pembelajaran IPS di Sekolah Dasar memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep sosial, budaya, ekonomi, sejarah, dan geografi. Melalui pendekatan dan metode pembelajaran yang inovatif seperti metode diskusi, pembelajaran berbasis proyek (project-based learning), metode kontekstual, dan demostrasi, siswa dapat lebih aktif terlibat dalam proses belajar. Hal ini tidak hanya membantu mereka memahami materi dengan lebih baik, tetapi juga mengembangkan keterampilan berpikit kritis, pemecahan masalah, dan kerja sama tim.

Selain itu, penerapan pendekatan sepeti humanistic, kontekstual, kontstruktivistik, dan interdisipliner dakam pembelajarn IPS memungkinkan siswa untuk menghubungkan teori dengan kehidupan nyata mereka. Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih relevan dan bermakna, membantu siswa memahami peran mereka dalam masyarakat serta mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan sosial di masa depan.

Secara keseluruhan, pengembangan materi pembelajaran IPS yang baik harus mempertimbangkan kebutuhan siswa, relevansi dengan kehidupan sehari-hari, serta penggunaan metode yang dapat meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa. Dengan strategi yang tepat, pembelajaran IPS dapat menjadi lebih menarik dan efektif dalam membentuk karakter serta wawasan sosial siswa sejak dini.

B. Saran

Pengembangan materi IPS sebaiknya memperhatikan aspek-aspek yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa agar mereka lebih mudah memahami dan menerapkan konse- konsep sosial yang dipelajari.

(15)

DAFTAR PUSTAKA

Aco, H. (2022). Peningkatan Hasil Belajar Ips Menggunakan Metode Diskusi. 1–13.

Dewi, P. (2013). UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SDN 7 KEMENUH TAHUN AJARAN 2012 / 2013.

Fitriani, N. A., Julya, S., Khaerunisa, M., & Rustini, T. (2023). Analisis Literatur Review Penerapan Model Project Based Learning pada Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7, 30820–30827.

Hadifina, C. J., Devi, M. C., & Rafiqi, M. (2023). Strategi Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar.

Journal of Education, 05(03), 6928–6932.

Setiana, N. (2022). Penerapan Model Pembelajaran Kontekstual Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas IV Sekolah Dasar.

Sulistiyono, A. (2018). IMPLEMENTATION OF HUMANISTIC APPROACHES FOR SOCIAL STUDIES IN ELEMENTARY SCHOOLS. National Seminar on Elementary Education, 1, 92–102.

Umar, E. (2022). Pendekatan Pembelajaran Kontruktivistik IPS SD Dalam Membangun Keterampilan Sosial Siswa SDN 105 Kota Utara Kota Gorontalo. Jurnal Pendidikan Masyarakat Dan Pengabdian, 02(June), 593–604.

Wibowo, A. A., Prasetya, S. P., Prastiyono, H., & Prasetyo, K. (2024). Implementasi Pendekatan Interdisipliner dalam Pembelajaran di Sekolah Menengah Pertama : Studi Kasus pada Mata Pelajaran IPS di SMP Miftahurrohman Gresik. Dialektika Pendidikan IPS, 4(4), 91–104.

Zahra, F. (2022). Penerapan metode pembelajaran demonstrasi pada pelajaran ips di sd. Jurnal Sosial Humaniora Sigli, 5, 275–279.

Referensi

Dokumen terkait

Pembelajarn kontekstual merupakan suatu proses yang bertujuan untuk membantu siswa memahami materi pelajaran yang sedang mereka pelajari dengan menghubungkan pokok

Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan multimedia interaktif dengan pendekatan PAKEMATIK pada mata pelajaran IPS kelas IV SD khususnya materi perkembangan

Hasil penelitian tentang Pengembangan Multimedia Interaktif dengan Pendekatan PAKEMATIK Pada Mata Pelajaran IPS Kelas IV Sekolah Dasar khususnya materi mengenal perkembangan

Jika dibandingkan dengan pembelajaran IPS lainya misalnya IPS yang lebih rumit penyampaian karena materi tentang perkembangan sistem administrasi wilayah Indonesia,

model pengintegrasian Tri Hita Karana sebagai pengembangan materi IPS efektif meningkatkan proses dan hasil belajar siswa kelas VII SMP Widiatmika. Secara umum

Hasil penelitian menunjukkan: 1 Proses pembelajaran IPS cenderung menekankan pada penguasaan materi pelajaran sehingga suasana belajar bersifat monoton dan tidak memberikan kesempatan

Dokumen ini berisi tentang modul ajar mata pelajaran IPS materi keuangan untuk kelas 7

Namun, dalam praktiknya, masih terdapat berbagai kendala dalam implementasi penilaian pembelajaran IPS di SD, seperti kurangnya pemahaman guru terhadap teknik penilaian yang sesuai,