BUSINESS PLAN
Oleh:
NURAFIFAH 60100121005
4/A
Dosen Pengampuh:
NURYUNINGSIH, S.T.,M.T.
JURUSAN TEKNIK ARSITEKTUR FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Usaha furniture sudag lama dikenal dimasyarakat Indonesia, bahkan dibeberapa daerah tertentu sudah menjadi budaya turun temurun. Furniture sendiri merupakan istilah yang digunakan untuk perabot rumah tangga yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan barang, tempat duduk, tempat tidur, tempat mengerjakan sesuatu dalam bentuk meja atau tempat menaruh barang di permukaannya.
Dalam usaha FRNTR ini merupakan suatu produk mebel berbahan dasar kayu jati. Dengan kehalusan tekstur dan keindahan warna kayunya, jati digolongkan sebagai kayu mewah. Oleh karena itu, memiliki kualitas yang berkelas sebab karakternya yang mewah.
Kayu jati yang merupakan kayu kelas satu karena kekuatannya, keawetan dan keindahannya. Secara teknis, kayu jati memiliki kelas kekuatan I dan kelas keawetan I.
Kayu ini sangat tahan terhadap serangan rayap. Kayu jati berwarna coklat muda, coklat kelabu hingga coklat merah tua berwarna putih dan kelabu kekuningan. Meskipun keras dan kuat, kayu jati mudah dipotong dan dikerjakan, sehingga disukai untuk membuat furniture. Kayu yang diampelas halus memiliki permukaan yang licin dan seperti berminyak. Pola-pola lingkaran pada kayu nampak jelas, sehingga menghasilkan gambaran yang indah
B. Tujuan dan Manfaat
Tujuan usaha FRNTR yaitu :
1. Menyajikan produk mebel berbahan dasar kayu jati yang lebih bervariasi dan unik.
2. Menarik minat bagi masyarakat umum ekonomi menengah bawah hingga ke atas terutama pecinta furniture.
3. Menyediakan tempat bagi mereka untuk berbelanja dan menikmati dengan nyaman hasil buatan kami.
Manfaat toko FRNTR yaitu :
1. Dapat menambah pengalaman dalam mengembangkan usaha.
2. Mendapat keuntungan yang menggiurkan.
3. Mendapat penghasilan lebih dari usaha FRNTR.
4.
C. Gambaran Umum Usaha 1. Nama Toko
FRNTR 2. Bidang Usaha
Penjualan property perabotan rumah berbahan kayu jati
3. Alamat Perusahaan
Jl. Poros Barru - Makassar, Pai, Kec. Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90242.
Lokasi tersebut berupa rumah gudang kosong milik pribadi sehingga sangat efektif untuk dijadikan toko.
4. Pendiri Toko Nurafifah, S.Ars 5. Badan Usaha
Usaha perorangan dimana modal dimiliki oleh satu orang dengan satu orang bertindak sebagai penanggung jawab dan telah memiliki izin usaha.
6. Visi dan Misi
Visi : Menjadi penyedia mebel yang unik, inovatif dan berkualitas terbesar dan tersebar di Indonesia
Misi : Menyediakan produk mebel selengkap mungkin Meningkatkan pelayanan untuk pelanggan Membuka cabang di berbagai kota besar
BAB II OPERASIONAL
A. Ruang Lingkup Bisnis
FRNTR merupakan suatu bidang usaha yang menggunakan sebuah konsep classic furniture dan modern furniture untuk promosi dan menarik minat para pelanggan terhadap produk yang ditawarkan. Untuk penyajian pada setiap produk mebel, dibuat model standard dan model klasik yang unik dan penuh inovatif maupun sesuai keinginan pelanggan.
Untuk proses pembuatan produk mebel dilakukan pada tempat yang tidak jauh dari lokasi pemasaran. Kayu jati dan alat-alat pertukangan langsung dari suplayer agar usaha menjadi lebih mudah dalam kerja sama dengan beberapa suplayer yang sudah ada dan sudah dikenal baik.
B. Stake Holder, Manajemen Bisnis, Modal Usaha dan Lokasi
Usaha FRNTR merupakan suatu usaha yang dikelola oleh beberapa orang dimana semua pengelolaan serta monitoring proses dari pembukaan toko hingga toko itu berdiri, serta mencari suplayer-suplayer yang bersedia memasok barang-barangnya FRNTR baik kayu jati sebagai bahan utama dan juga alat-alat pertukangan. Di samping pengelolaan dan monitoring, manajemen toko juga dipegang oleh salah satu pemilik usaha. Pemilik usaha di bantu oleh lima buah karyawan dimana masing-masing karyawan serba bisa dalam
menguasai bidang usaha Furniture baik dalam desain model produk dan pembuatan produk.
Bentuk badan usaha merupakan badan usaha milik pribadi.
Usaha FRNTR membuka toko di Kota Makassar dimana tempat itu mudah
dijangkau dan terdapat banyak penduduk perantauan dan yang mayoritas masih memegang teguh adat, sehingga terdapat banyak para pecinta furniture klasik.
Usaha segmen pasar yang dipilih dalam usaha ini adalah dari kalangan bawah hingga menengah ke atas karena ingin ikut meramaikan usaha furniture (mebel) di Indonesia dan ingin ikut bersaing dengan kompetitor-kompetitor yang sudah lama ada.
BAB III PEMASARAN
A. Promosi
Agar produk laku keras dipasaran, maka dilakukan pemasaran produk. Namun bila tidak mengerti cara memasarkannya berarti bisa menghambat produk. Masyarakat tidak mengenal apa yang telah diproduksi. Untuk itu disini akan dijelaskan cara pemasaran mebel ini antara lain :
1. Membuat iklan mengenai mebel yang di produksi King of the Furniture.
2. Memberikan penjelasan tentang produk yang dibuat agar masyarakat memahaminya.
3. Memberi diskon sebagai langkah awal promosi.
4. Mengadakan promosi produk di daerah–daerah, instansi pemerintah, instansi swasta, dll.
5. Menyediakan situs belanja secara online agar mudah diakses olah masyarakat.
B. Harga
Gambaran harga jual dari mebel :
a. Almari Pajang Rp. 2.000.000 – Rp. 6.500.000 b. Almari Biasa Rp. 1.800.000 – Rp. 5.000.000 c. Kursi Sofa Rp. 3.000.000 – Rp. 7.999.999 d. Kursi Biasa Rp. 1.500.000 – Rp. 4.000.000 e. Ranjang Rp. 2.300.000 – Rp. 4.000.000 f. Meja Makan Rp. 2.800.000 – Rp. 5.500.000
BAB IV ANALISIS SWOT A. Kekuatan
1. Kualiatas kayu jati no. 1, kuat, awet dan indah.
2. Model dan bentuk mebel yang unik penuh inovatif serta menyesuaikan pesanan pelanggan, sehingga pelanggan tertarik untuk berbelanja.
3. Pelayanan yang memuaskan.
4. Tempat strategis dan halaman parkir yang luas.
B. Kelemahan
1. Belum dikenal secara luas.
2. Masih tergantung terhadap supplier sehingga sulit menentukan harga jual.
3. Membutuhkan banyak modal.
C. Peluang
1. Semakin banyak dibangun perumahan sehingga meningkatnya permintaan mebel.
2. Kurangnya penyedia mebel yang memproduksi furniture sesuai keinginan pelanggan.
D. Ancaman
1. Penolakan untuk melakukan transaksi eksporter.
2. Munculnya pesaing baru yang mendirikan bisnis seperti ini.
BAB V
MANAJEMEN TENAGA KERJA PERUSAHAAN A. Struktur Organisasi
Di dalam suatu bisnis usaha diperlukan struktur organisasi yang jelas, sehingga dapat mengatur pekerjaan dari para tenaga kerja agar sesuai dengan bidang tugas yang
dikerjakannya. Maka diharapkan dengan adanya struktur organisasi yang jelas dapat menunjang bisnis yang akan dihasilkan. Berikut ini struktur organisasi:
Jabatan Jumlah Personil Pendidikan Minimum
Manajer 1 S1 Manajemen
Kasir 1 SMA/SMK Accounting
Desainer 1 SMA/SMK Teknik
Furniture
Tukang kayu 5 SMA/SMK Teknik
Furniture/Yang Berpengalaman
B. Analisis Jabatan
Untuk menjelaskan masing-masing jabatan dalam struktur organisasi, maka diperlukan suatu uraian pekerjaan sebagai berikut :
1. Nama Jabatan : Pemilik Usaha Hubungan Organisasi : Dengan karyawan
Ringkasan Pekerjaan : Pemilik Usaha adalah pengendali dan pembuat keputusan tertinggi yang menyangkut kelangsungan hidup perusahaan.
Tanggungjawab :
a. Membuat perencanaan, strategi, dan kebijakan yang menyangkut operasional perusahaan
b. Menyusun anggaran perusahan dan program kerja c. Menjamin operasional perusahaan secara hukum
d. Melakukan kontrol secara keseluruhan atas operasional perusahaan e. Memegang kendali atas keputusan penting bersifat umum atau berkaitan dengan masalah regulasi dan finansial
f. Bertanggung jawab dalam memajukan usaha
g. Menetapkan standar gaji yang diterima oleh pegawai
h. Memutuskan perberhentian dan promosi jabatan di perusahaan
2. Nama Jabatan : Manajer
Hubungan Organisasi : bertanggung jawab kepada pemilik usaha
Ringkasan Pekerjaan : bertugas memimpin dan menangani hal-hal yang berkaitan dengan operasional perusahaan baik internal maupun eksternal
Tanggungjawab :
a. Bertanggung jawab terhadap hal – hal yang menyangkut keuangan perusahaan baik operasional sehari – hari ataupun kebutuhan yang bersifat tidak terjadwal b. Memanage dan menganalisis laporan keuangan harian, mingguan dan per periode akuntansi
c. Melatih, mengembangkan dan mengkoordinir karyawan agar dapat memenuhi standar perusahaa dalam beroperasi dan melayani pelanggan
d. Memastikan semua prosedur dan standar serta kebijakan perusahaan telah dikomunikasi secara efektif kepada seluruh karyawan serta dijaga dan diikutisecara konsisten
e. Bertanggung jawab atas seluruh aliran dana dalam perusahaan
f. Berwenang mengatasi masalah yang berhubungan dengan penggunaan dana
3. Nama Jabatan : Kasir
Hubungan Organisasi : Bertanggung jawab kepada manajer
Ringkasan Pekerjaan : Bertanggung jawab terhadap transaksi keungan sehari-hari.
4. Nama Jabatan : Desainer
Hubungan Organisasi : Bertanggung jawab kepada manajer
Ringkasan Pekerjaan : Bertugas untuk mendesain produk furniture yang akan dibuat oleh tukang kayu
5. Nama Jaatan : Tukang Kayu
Hubungan Organisasi : Bertanggung jawab kepada manajer
Ringkasan Pekerjaan : Membuat produk furniture yang telah dirancang oleh desainer maupun sesuai dengan permintaan pelanggan
BAB VI KEUANGAN A. Permodalan Usaha
Dalam segi permodalan usaha, semua permodalan merupakan modal dari memijam pada bank,milik sendiri,dan dari suplier dimiliki oleh FRNTR sebesar Rp3.000.000.000,- sehingga dapat memenuhi semua pengeluaran yang dibutuhkan. Dimana perincian pembukaan usaha sbb :
No Pengeluaran Nominal
1 Peralatan dan perlengkapan Rp. 2.000.000,- 2 Bahan baku awal(kayu jati) Rp. 25.000.000.000,- 3 Sewa tempat uusaha/tahun Rp. 4.000.000,- 4 Gaji karyawan 10 orang Rp. 15.000.000,-
5 Biaya lain-lain Rp. 10.000.000,-
Total Rp. 25.031.000.000,-
B. BEP
Proyeksi keuangan King of the Furniture akan didasarkan pada beberapa asumsi berikut ini :
Rata – rata penjualan produk Mebel selama 1 bulan adalah sebagai berikut :
No Penjualan Mebel Harga Jumlah
1 Almari Pajang (Bifed) (3 buah/bulan)
Rp 6.000.000,- Rp
36.000.000,- 2 Almari Biasa (3 buah/bulan) Rp 8.500.000,- Rp
26.000.000,- 3 Kursi Sofa (1 buah/bulan) Rp
10.000.000,-
Rp
30.000.000,- 4 Kursi Biasa ( 8 buah/bulan) Rp 5.000.000,- Rp
15.000.000,- 5 Meja makan (3 buah/bulan) Rp 4.500.000,- Rp 9.000.000,- Total pendapatan/bulan
BAB VII
ASPEK HUKUM, LEGALITAS DAN CONTOH PRODUKSI
Badan Hukum Organisasi Setelah mempertimbangkan skala usaha dan juga tujuan pendirian organisasi maka diputuskan bahwa bentuk badan hukum yang paling sesuai untuk organisasi yang akan didirikan ini adalah Perusahaan Perorangan (Po).
Jenis-Jenis Perijinan yang Diperlukan
Untuk mendapatkan legalitas usaha, maka organisasi harus mendapatkan perizinan dalam melakukan operasinya. Prosedur pendirian Perusahaan Perorangan adalah sebagai berikut :
1. SIU (Surat Izin Usaha) Pengurusan surat izin usaha ini dilakukan di Balai Kota Gowa.
2. SITU (Surat Izin Tempat Usaha) Pengurusan surat izin usaha ini dilakukan di Balai Kota Gowa.
3. NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) Pengurusan surat izin usaha ini dilakukan dikantor Pajak.
Contoh Produksi