Menyusun/mengangkat salah satu tindak pidana lingkungan serta upaya penyelesaian sebagai tenaga sanitasi lingkungan.
Dibawah ini adalah beberapa perlakuan pengelolaan lingkungan yang bisa berakibat menjadi tindak pidana di RSUD KH. Daud Arif Kab. Tanjung Jabung Barat, Jambi :
1. Kasus : Masih adanya sampah B3 dari ruangan akibat kelalaian tenaga kesehatan yang tidak memilah sampah menurut jenisnya seperti jarum suntik, yang seharusnya dimasukkan kedalam safety box. Sehingga saat CS mengangkut sampah dari ruangan menuju TPS dapat mengakibatkan CS maupun pengangkut sampah dari pihak ke 3 terkena jarum suntik tersebut.
Hukum yang dilanggar :
UU No. 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Pasal (1) yang berbunyi “Setiap orang yang karena kelalaiannya mengakibatkan dilampauinya baku mutu atau kriteria baku kerusakaan lingkungan hidup, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lam 3 (tiga) tahun dan denda paling sedikit Rp 1.000.000.000,00 (sstu miliar rupiah) dan paling banyak Rp 3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).” Dan pasal (2) yang berbunyi “Apabila perbuatan sebagaimana ayat (1) mengakibatkan orang luka dan/atau bahaya Kesehatan manusia, dipidana dengan pidana dengan penjara paling singkat 2 (dua) tahun dan paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling sedikit Rp 2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah) dan paling banyak Rp.
6.000.000.000,00 (enam miliar rupiah).”
Upaya Penyelesaian Sebagai Tenaga Sanitarian di Rumah Sakit :
Melakukan penyuluhan Kembali tentang pemilahan sampah B3 menurut UU No. 22 Tahun 2021 tentang “Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup kepada tenaga Kesehatan yang bersangkutan seperti Perawat atau Bidan ruangan serta mengawasi dan memberi nasehat jika di lapangan kejadian tersebut masih terjadi.
2. Kasus : Masih tidak terpenuhinya persyaratan fasilitas Bangunan Penyimpanan Limbah B3 di RSUD KH. Daud Arif Kab. Tanjung Jabung Barat seperti persyaratan desain dan konstruksi yang mampu melindungi Limbah B3 dari hujan dan sinar matahari. Hal ini yang dapat berakibat diberikan sanksi untuk TPS B3 RSUD KH. Daud Arif
Peraturan yang dilanggar :
UU No.32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pasal 289 ayat (1) yang Berbunyi :
Fasilitas Penyimpanan Limbah B3 berupa bangunan sebagaimana dalam Pasal 288 ayat (1) huruf a harus memenuhi persyaratan
a. Desain dan konstruksi yang mampu melindungi Limbah B3 dari hujan dan sinar matahari;
b. Memiliki penerangan dan ventilasi;
c. Memiliki saluran drainase dan bak penampung;
Sanksi yang dapat diberikan adalah sanksi administratif berupa : a. Teguran tertulis;
b. Paksaan pemerintah;
c. Denda administratif;
d. Pembekuan Perizinan Berusaha; dan/atau e. Pencabutan Perizinan Berusaha
Upaya Penyelesaian Sebagai Tenaga Sanitarian di Rumah Sakit :
Pengajuan Pembangunan TPS B3 kepada manajemen RSUD KH. Daud Arif yang sesuai dengan syarat menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutan Republik Indonesia NOMOR P.12/MENLHK/SETJEN/PLB.3/5/2020 Tentang Penyimpanan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun.
3. Kasus : Belum terpenuhinya standar penyimpanan limbah B3 di RSUD KH. Daud Arif Kab. Tanjung Jabung Barat yaitu pada cara penyimpanan limbah B3 pada bangunan yang berakibat dapat dikenakan sanksi untuk TPS B3 RSUD KH. Daud Arif.
Peraturan yang dilanggar :
UU No.32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pasal 296 ayat (1) bagian a. yang Berbunyi : “ Setiap orang yang menghasilkan limbah B3 dan melakukan kegiatan penyimpanan limbah B3 wajib memenuhi standar dan/atau rincian teknis penyimpanan limbah B3 dan persyaratan lingkungan hidup”
Sanksi yang dapat diberikan adalah sanksi administratif berupa : a. Teguran tertulis;
b. Paksaan pemerintah;
c. Denda administratif;
d. Pembekuan Perizinan Berusaha; dan/atau e. Pencabutan Perizinan Berusaha
Upaya Penyelesaian Sebagai Tenaga Sanitarian di Rumah Sakit :
Memenuhi syarat cara penyimpanan limbah B3 yang berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutan Republik Indonesia NOMOR P.12/MENLHK/SETJEN/PLB.3/5/2020 Tentang Penyimpanan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun pasal 19 ayat (1) yang berbunyi “Limbah B3 yang disimpan dibangunan wajib dilakukan pengemasan”, ayat (2) yang berbunyi
“Kewajiban melakukan pengemasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikecualikan bagi limbah B3 :
a. Dari sumber spesifik khusus
b. Berupa peralatan elektronik utuh; atau
c. Tidak berbentuk fase cair, debu, dross, gram logam, dan cacahan.”
Dan pasal 20 ayat (1) yang berbunyi :
Pengemasan sebagaimana dimaksud dalam pasal 19 ayat (1) dilakukan dengan menggunakan kemasan berupa :
a. Drum;
b. Jumbo bag;
c. Tangka intemediated bulk container (IBC); dan/atau
d. Container.
Serta pasal 20 ayat (2) yang berbunyi “Kemasan B3 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib dilekatkan symbol dan label limbah B3 sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan