• Tidak ada hasil yang ditemukan

LK 2.3 Rencana Aksi

N/A
N/A
Andry Wunaok

Academic year: 2024

Membagikan "LK 2.3 Rencana Aksi"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

LK 2.3 Rencana Aksi

Petunjuk Pengisian/ Penjelasan LK 2.3

LK 2.3 Rencana Aksi berisi desain atau rancangan perangkat pembelajaran yang berfokus pada tiga komponen utama yaitu tujuan, bukti penilaian, dan kegiatan belajar termasuk di dalamnya asesmen formatif. Rancangan ini disusun berdasar backward design dalam konsep Understanding by Design (UbD) dalam bahan bacaan MK ini.

Kolom (1) Tujuan

Kolom (1) diisi dengan tujuan pembelajaran yang diturunkan dari CP atau KD (sesuai dengan kurikulum yang digunakan di sekolah untuk jenjang tertentu). Perumusan tujuan sebaiknya mencakup dua komponen yaitu kompetensi dan lingkup materi. Perumusannya dapat dilakukan dengan tiga cara. Pertama, merumuskan langsung berdasar CP. Kedua, merumuskan dengan menganalisis kompetensi dan lingkup materi. Ketiga, merumuskan lintas CP. Contoh alternatif perumusan dapat dilihat pada lampiran Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah yang dapat diakses di tautan berikut https://kurikulum.kemdikbud.go.id/wp-content/uploads/2022/06/Panduan-Pembelajarn-dan-Asesmen.pdf .

Untuk perumusan tujuan, mahasiswa dapat menggunakan: (1) taksonomi Bloom yang telah diperbaharui oleh Anderson dan Krathwohl (2001), (2) teori tentang 6 bentuk pemahaman/ understanding oleh McTighe dan Wiggins (2005), dan (3) taksonomi Marzano (2000).

Mahasiswa juga dapat mengkombinasikan atau menggunakan taksonomi lain, selama sesuai dengan kondisi/ karakteristik mata pelajaran, materi ajar, siswa dan lingkungan belajar.

Taksonomi Bloom, Bentuk Pemahaman Wiggins and McTighe, dan Taksonomi Marzano Bloom (Anderson and Krathwol, 2001) McTighe and Wiggins (2005) Marzano (2000)

Mengingat Mampu Menjelaskan Mengenali dan Mengingat Kembali

Memahami Mampu menafsirkan Pemahaman

Mengaplikasikan Mampu Menerapkan Analisis

Menganalisis Memiliki Perspektif Pemanfaatan Pengetahuan

(2)

Bloom (Anderson and Krathwol, 2001) McTighe and Wiggins (2005) Marzano (2000)

Mengevaluasi Memiliki Empati Metakognisi

Menciptakan Memiliki Pengetahuan diri Sistem diri

catatan: 6 bentuk pemahaman Tighe dan Wiggins bukan taksonomi yang hirarkis

Dalam kerangka UbD, pemahaman atau Understanding (dalam enam bentuknya) merupakan capaian belajar yang diharapkan. Namun perlu dicatat, bentuk pemahaman yang diharapkan tidaklah sama untuk setiap mata pelajaran atau jenjang. Pada pelajaran Matematika misalnya, kemampuan aplikasi, interpretasi, dan menjelaskan menjadi bentuk pemahaman materi yang paling alami, sesuai bidang.

Sedangkan pada bidang keilmuan sosial, kemampuan menunjukkan empati, dan perspektif dapat juga dimasukkan/ ditambahkan sebagai bukti pemahaman jika perlu. Pada konteks SMK yang menitikberatkan pada praktik di bengkel atau laboratorium, tentunya bukti pemahaman yang ditargetkan akan berbeda. Contohnya ketrampilan untuk menghaluskan sebuah produk/ alat/ benda tentunya menekankan pada aspek penerapan. Sejumlah ketrampilan bahkan tidak hanya menekankan pada aspek kognitif tetapi juga aspek motorik dan aspek afektif secara proporsional, tergantung pada konteks pembelajaran. Untuk lebih mengetahui tentang keenam bentuk pemahaman dalam UbD, silakan membaca Bab 2 dari Bahan bacaan MK ini.

Saat penyusunan tujuan atau hasil yang diinginkan dan alur pencapaiannya untuk suatu sesi pembelajaran, mahasiswa juga perlu mempertimbangkan persoalan konkret yang telah ditemui selama menjadi guru dan yang terkini, ketika mahasiswa melakukan observasi pembelajaran pada tahap identifikasi masalah. Mahasiswa perlu menganalisis CP dengan melihat kondisi atau konteks pembelajaran yang khas dari setiap kelas seperti alokasi waktu/ JP, luasan cakupan materi, kemampuan siswa, serta keberagaman dalam kelas.

Misalnya cakupan materi dalam rumusan tujuan pembelajaran dapat disederhanakan atau dibagi ke dalam beberapa sesi pembelajaran jika pada observasi ditemukan persoalan ketidaktuntasan aktivitas yang berakar pada jumlah materi yang terlalu banyak. Atau, jika teridentifikasi bahwa siswa belum dapat mengaplikasikan sebuah konsep, teori, atau ketrampilan (misal menghitung volume, menjelaskan gaya, menulis, berenang) maka guru perlu merumuskan alur kegiatan pembelajaran dalam satu sesi dengan lebih bertahap dari yang mudah ke yang sulit atau dengan sedikit demi sedikit mengurangi bantuan. Di titik ini, kemampuan untuk menyusun alur pencapaian tujuan pembelajaran menjadi sangat penting. Bagaimana caranya agar siswa mencapai hasil/ tujuan akhir yang diharapkan, langkah apa sajakah yang diperlukan, bagaimana urutannya.

Kolom (2) Bukti pemahaman/ penilaian

(3)

Kolom (2) diisi dengan bukti penilaian yang dapat digunakan untuk menakar, mengevaluasi atau memvalidasi apakah siswa telah mencapai tujuan/ hasil yang diharapkan yaitu pemahaman. Kolom ini berisi bentuk penilaian kinerja dan bentuk penilaian lain. Draft kisi-kisi dan rubrik penilaian dapat disertakan di lembar terpisah.

Terkait bukti penilaian, menurut McTighe dan Wiggins (2012), jika seorang siswa mencapai pemahaman, ia akan dapat menunjukkannya dalam satu atau beberapa jenis pemahaman. Dalam tahap ini, pertanyaan yang perlu dijawab adalah: Melalui tugas/

kinerja otentik dan bukti lain apa peserta didik akan mendemonstrasikan pemahaman/ pencapaian hasil (tujuan) yang diinginkan? dan Dengan kriteria apa kinerja dan bukti lain tersebut akan dinilai?

Yang dimaksud dengn kinerja di sini adalah kinerja otentik yang menunjukkan keterampilan atau kemampuan yang diharapkan.

Misalnya, membuat lemparan bernilai 3 angka pada permainan basket, menulis sebuah cerita/ naratif yang realistik dari sudut pandang seorang karakter. Bukti lain dapat berupa tes, kuis, portfolio dan semacamnya.

Kolom (3) Langkah/ Aktivitas Pembelajaran

Kolom (3) berisi kegiatan atau aktivitas pembelajaran yang akan dilakukan oleh guru dan siswa untuk mencapai tujuan/ pemahaman/

hasil yang diinginkan. Kegiatan dan aktivitas ini bisa juga sekaligus berfungsi digunakan guru untuk memantau proses belajar siswa, mengetahui hambatan, dan tingkat penguasaan materi oleh siswa.

Dengan kata lain, saat kolom ini tidak hanya berisi aktivitas untuk mencapai bukti penilaian dan tujuan tetapi juga aktivitas yang berfungsi sebagai formative assessment. Asesmen formatif dilakukan di dalam proses pembelajaran untuk mengetahui perkembangan peserta didik dan sekaligus pemberian umpan balik yang cepat. Biasanya asesmen ini dilakukan sepanjang atau di tengah kegiatan/langkah pembelajaran, dan dapat juga dilakukan di akhir langkah pembelajaran. Asemen formatif merupakan satu kesatuan dengan kegiatan pembelajaran. Asesmen jenis lain, yaitu sumatif, tidak harus muncul pada modul ajar sebuah sesi pembelajaran, tergantung pada cakupan dan tujuan pembelajaran pada sesi tersebut.

Aktivitas atau langkah pembelajaran di kolom ini bisa jadi mengikuti sintaks metode yang dirasa perlu baik secara keseluruhan maupun sebagian. Bisa juga merupakan penggabungan atau modifikasi langkah satu atau beberapa metode. Ketika memilih dan mengorganisasikan metode/ aktivitas belajar, perlu diperhatikan kembali persoalan-persoalan yang telah diidentifikasi di tahap 1 sebelumnya serta .evaluasi dari alternatif solusi. Tidak ada pembatasan dan/atau keharusan untuk memilih sebuah metode atau aktivitas tertentu karena pilihan aktivitas tentunya sangat tergantung pada tujuan, karakteristik mata pelajaran, materi, dan karakteristik peserta didik yang beragam. Namun demikian, khusus untuk pembelajaran di SMK, penyusunan desain dan pengembangan

(4)

perangkat ajar disarankan menggunakan antara lain PjBL, Teaching Factory (Tefa), Kelas Industri, dan Kelas Kewirausahaan. Materi terkait dapat diakses di materi PPA II SMK Topik 2 dan Topik 3.

Secara umum, dalam mengerjakan LK 2.3 mahasiswa merujuk pada bahan bacaan berikut:

Bahan bacaan langkah 6 MK Pengembangan Perangkat

Prinsip Pembelajaran dan Asesmen

Bahan bacaan pada pendalaman materi PAUD, UMUM, SMK, DAN PLB

Selain itu, dengan penyusunan rancangan kegiatan/ langkah pembelajaran juga perlu memperhatikan kesiapan dan keberagaman siswa.

Oleh karena itu, mahasiswa PPG Daljab juga dapat mengimplementasikan konsep pembelajaran berdiferensiasi untuk merespon hal tersebut.

Setelah menyusun dan mendiskusikan/ mempresentasikan rancangan awal perangkat pembelajaran dengan tiga komponen utama tersebut, mahasiswa melengkapi komponen menjadi modul/ RPP lengkap yang siap digunakan untuk pembelajaran di sekolah. Jika sekolah telah menggunakan kurikulum merdeka, komponen modul ajar lengkap yang diharapkan sebagai produk mata kuliah ini terdiri atas 3 komponen sebagai berikut.

Komponen Modul Ajar.

Informasi Umum Komponen Inti Lampiran

Identitas penulis modul

Kompetensi awal

Profil pelajar pancasila

sarana dan prasarana

target peserta didik

model pembelajaran yang digunakan

Tujuan pembelajaran

Asesmen

pemahaman bermakna

pertanyaan pemantik

kegiatan pembelajaran

refleksi peserta didik dan pendidik

Lembar kerja peserta didik

pengayaan dan remedial

bahan bacaan pendidik dan peserta didik

glossarium(opsional)

daftar pustaka

Dari komponen-komponen di tabel, pemahaman bermakna dan pertanyaan pemantik dapat dikembangkan dengan menggunakan konsep understanding dan triggering/ key question pada UbD. Keduanya merupakan bagian integral dalam penentuan hasil yang diinginkan (Topik 1, langkah 1 UbD-bahan bacaan MK).

Pemahaman bermakna berisi jawaban dari sebagian atau seluruh poin-poin berikut:

(5)

1. apa ide besar materi yang siswa harus kuasai dari sebuah unit pembelajaran?

2. apa detail penting dari materi yang siswa harus pahami dari sebuah unit pembelajaran?

3. kebingungan/ miskonsepsi apa yang mungkin muncul dari sebuah unit pembelajaran?

4. keterampilan/ pengetahuan apa yang siswa akan kuasai dari sebuah unit pembelajaran?

5. apa yang akhirnya siswa bisa lakukan dari sebuah unit pembelajaran?

Sedangkan untuk membuat pertanyaan pemantik, mahasiswa sebagai guru harus berpikir pertanyaan-pertanyaan “provokatif’ apa yang akan menumbuhkan rasa ingin tahu atau pemahaman yang diharapkan.

Dinukilkan dari McTighe dan Wiggins (2012) berikut contoh formulasi pemahaman dan pertanyaan kunci/ pemantik Sample pemahaman bermakna dan pertanyaan pemantik.

Pemahaman (yang diharapkan) Pertanyaan kunci

Geografi, iklim, dan

sumber daya alam di suatu wilayah mempengaruhi budaya, ekonomi, ekonomi, dan gaya hidup penduduknya.

Bagaimana tempat tinggal kita mempengaruhi cara kita hidup?

Seni dan budaya saling bergantung satu dengan yang lain; budaya mempengaruhi kesenian, dan kesenian merefleksikan dan

melestarikan budaya.

Dengan cara apa seni mencerminkan serta membentuk budaya?

Dua sampel “pemahaman” di atas menjawab pertanyaan terkait ide besar atau detil penting apa yang siswa harus kuasai dalam suatu unit pembelajaran dua mata pelajaran yang berbeda. Dalam sebuah unit, bisa dimungkinkan ada lebih dari satu formulasi pemahaman bermakna. Formulasinya juga dapat disesuaikan dengan karakteristik materi masing-masing mata pelajaran.

Demikian juga dengan pertanyaan pemantik, formulasinya tentunya harus memperhatikan kemampuan dan jenjang peserta didik.

Namun yang pasti, pertanyaan pemantik sifatnya benar-benar harus dapat memantik siswa untuk menuju pemahaman yang dituju.

Pertanyaan-pertanyaan seperti “apakah yang kalian ketahui tentang …” atau “sudahkan kalian mengetahui/ mendengar/ membaca….”

rasanya tidak akan memantik pemahaman bermakna. Pada pembelajaran Bahasa dengan materi teks naratif, misalnya, alih-alih bertanya “Pernahkah kalian membaca cerita…..?” akan lebih baik jika guru menanyakan “Apa yang membuat sebuah cerita bisa menarik?”

(6)

Tujuan Bukti penilaian Kegiatan belajar dan asesmen formative

(1) (2) (3)

Apa hasil yang diinginkan?

Tujuan ini diturunkan dari CP/ KD dokumen kurikulum dan dikaitkan

dengan permasalahan yang

diidentifikasi.

Apakah bukti penilaian yang harus ada untuk membuktikan bahwa siswa telah mencapai/

menuju tujuan pembelajaran?

Kegiatan atau aktivitas apa yang secara bertahap dapat membantu siswa memberikan bukti penilaian dan mencapai tujuan pembelajaran?

Kegiatan atau aktivitas apa yang dilakukan guru (dan siswa) untuk mengetahui hambatan siswa dan memantau ketercapaian tujuan?

KD 3.3 Menganalisis ketergantungan antarruang dilihat dari konsep ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi, harga, pasar) dan pengaruhnya terhadap migrasi penduduk, transportasi, lembaga sosial dan ekonomi, pekerjaan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.

KD 4.3. Menyajikan hasil analisis tentang

ketergantungan antarruang dilihat dari konsep ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi, harga, pasar) dan pengaruhnya terhadap migrasi penduduk, transportasi, lembaga sosial dan ekonomi, pekerjaan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.

Tujuan Pembelajaran

Setelah melaksanakan kegiatan melalui model Project Based Learning, Tujuan yang ingin dicapai adalah:

1 . Peserta didik diharapkan mampu Menjelaskan pengertian ekonomi kreatif,

2 . Peserta didik diharapkan mampu Menjelaskan Sub sektor ekonomi kreatif,

3. Peserta didik diharapkan mampu menelaah peningkatan ekonomi kreatif, dan menghasilkan produk ekonomi kreatif,

Bukti Penilaian Penilaian

1. Teknik Penilaian a. Sikap : Observasi/Jurnal b. Pengetahuan :

Tes tertulis 5 soal (Essay) c. Keterampilan :

Non Tes yaitu menggunakan observasi pada kerja kelompok, presentasi dan produk hasil kerja kelompok.

2. Instrumen penilaian

1. Sikap (pada buku jurnal penilaian sikap), contoh format penilaian sikap terlampir.

2. Pengetahuan (terlampir) 3. Keterampilan (pada buku

jurnal penilaian

keterampilan), contoh format penilaian keterampilan terlampir.

NO LANGKAH KERJA AKTIVITAS GURU AKTIVITAS PESERTA DIDIK

1. Pertanyaan Mendasar

Guru

menyampaikan topik

danmengajukan pertanyaan bagaimana cara memecahkan masalah.

Mengajukan pertanyaan mendasar apa yang harus dilakukan peserta didik terhadap topik/

pemecahan masalah.

2. Mendesain

Perencanaan Produk

Guru memastikan setiap peserta didik dalam kelompok memilih dan mengetahui prosedur pembuatan proyek/produk yang akan dihasilkan.

Peserta didik berdiskusi menyusun rencana pembuatan proyek pemecahan masalah meliputi pembagian tugas, persiapan alat, bahan, media, sumber yang dibutuhkan.

3. Menyusun Jadwal Pembuatan

Guru dan peserta didik membuat kesepakatan tentang jadwal pembuatan proyek (tahapan- tahapan dan pengumpulan).

Peserta didik menyusun jadwal penyelesaian proyek dengan memperhatikan batas waktuyang telah ditentukan bersama.

4. Memonitor Keaktifan dan

Perkembangan Proyek

Guru memantau keaktifanpeserta didik selama melaksanakan proyek, memantau realisasi

Peserta didik

melakukan pembuatan proyek sesuai jadwal, mencatat setiap tahapan, mendiskusikan

(7)

perkembangan dan membimbing jika mengalami kesulitan.

masalah yang muncul selamapenyelesaian proyek dengan guru.

5. Menguji Hasil

Guru berdiskusi tentang prototipe proyek, memantau keterlibatan peserta didik, mengukur ketercapaian standar.

Membahas kelayakan proyek yang telah dibuat dan membuat laporan produk/ karya untuk dipaparkan kepada orang lain.

6. Evaluasi Pengalaman Belajar

Guru membimbing proses pemaparan proyek, menanggapi hasil, selanjutnya guru dan peserta didik merefleksi/

kesimpulan.

Setiap peserta didik memaparkan laporan, peserta didik yang lain memberikan

tanggapan, dan bersama guru menyimpulkan hasil proyek.

https://bertema.com/sintaks-model-project-based-learning-dalam-pembelajaran

(8)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah : UPTD SMP Negeri 1 Pasir Putih Mata Pelajaran : IPS

Kelas/Semester : IX ( Sembilan )

Materi Pokok : Ketergantungan Antarruang dan Pengaruhnya terhadap Kesejahteraan Masyarakat

Sub Materi Pokok : Mengembangkan Ekonomi Kreatif Berdasarkan Potensi Wilayah untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Alokasi Waktu : 2 x 40’ (1 x Pertemuan)

A. Kompetensi Inti (KI)

1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.

2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleran, gotong royong), santun, dan percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.

3. Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifi kasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori kebangsaan.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

NO KOMPETENSI DASAR INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

1 3.3 Menganalisis ketergantungan antarruang dilihat dari konsep ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi, harga, pasar) dan pengaruhnya terhadap migrasi penduduk, transportasi, lembaga sosial dan ekonomi, pekerjaan, pendidikan, dan kesejahteraan

3.3.1. Menjelaskan pengertian ekonomi kreatif.

3.3.2. Menjelaskan subsetor ekonomi kreatif.

3.3.3. Menelaah upaya peningkatan ekonomi kreatif.

2 4.3 Menyajikan hasil nalisis tentang ketergantungan antarruang dilihat dari konsep ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi, harga, pasar) dan

pengaruhnya terhadap migrasi

penduduk, transportasi, lembaga sosial dan ekonomi, pekerjaan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat Indikator Pencapaian Kompetensi.

4.3.1. Menghasilkan produk ekonomi kreatif berdasarkan potensi wilayah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

C. Tujuan Pembelajaran

Setelah melaksanakan kegiatan melalui model Project Based Learning peserta didik mampu Menjelaskan pengertian ekonomi kreatif, Sub sektor ekonomi kreatif, menelaah peningkatan ekonomi kreatif, dan menghasilkan produk ekonomi kreatif, Menampilkan sikap beriman, bertaqwa kepada Tuhan YME, gotong royong, mandiri, penuh tanggung jawab, bernalar kritis dan kreatif serta menyajikan hasil telaah dengan rasa percaya diri dan santun.

D. Materi

- Konsep Ekonomi Kreatif

- Upaya untuk meningkatkan ekonomi kreatif.

E. Pendekatan dan Model Pembelajaran 1. Pendekatan : Saintifik

2. Model Pembelajaran : Project Based Learning

3. Metode : Ceramah, Penugasan, Kerja kelompok dam Presentasi F. Media dan Sumber Belajar

1) Media :

Berbagai Artikel dan video tentang ekonomi kreatif.

2) Alat :

a. LCD Proyektor b. Laptop

(9)

c. Speaker

3) Sumber Belajar : Iwan Setiawan, Retno Kuning Dewi Pusparatri,Suciati dan Ahmad, Buku Siswa. Jakarta, 2015, IPS kelas IX Kemendikbud. (Bab III hal:159-165.

G. Langkah-langkah Pembelajaran

Kegiatan Deskripsi Alokasi

Waktu Pendahuluan 1. Mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengecek kehadiran peserta

didik, serta mengajak peserta didik berdoa bersama-sama untuk pelaksanaan pembelajaran yang akan dilaksanakan.

2. Guru memberi motivasi kepada peserta didik.

3. Peserta didik bersama guru mengkondisikan kelas.

4. Guru mengkonfirmasi dan membahas tugas yang diberikan pertemuan sebelumnya.

5. Guru bertanya tentang: contoh - contoh barang kerajinan dari bahan -bahan daur ulang seperti kemasan produk sabun cuci, botol kemasan minuman dan lain-lainnya yang pernah mereka temui di lingkungan sekitarnya dan Apakah bahan tersebut menilai jual?

6. Peserta didik menerima informasi topik dan tujuan pembelajaran dari guru

8 menit

Kegiatan Inti A. Tahap penentuan pertanyaan mendasar (mengumpulkan informasi) 1. K E G I A T AN L I TE RA SI

Siswa membaca artikel yang berhubungan dengan ekonomi kreatif, yang berjudul 27 Pelaku Ekonomi Kreatif Riau Tampil di Apresiasi Kreasi Indonesia 2022,pada link berikut:

h ttp s : / / w w w.riau. g o .id/ h o me/ c o nt e n t / 2 0 2 2 /09 / 1 8/1 1 7 57 - 27 - p e l a k u - e k o no m i - k r e a ti f - r i au-tam p il - d i - a pr e s i a si- k r eas i - i n d o n e s ia

e l a n j utnS ya S i s w a memperhatikan PPT tentang ekonomi kreatif yang ditampilkan melalui infokus didepan kelas.

Siswa melakukan pengamatan tayangan video mengenai ilustrasi tentang hasil ekonomi kreatifitas mayarakat Riau.

https://w w w . y out u b e . c o m / w a t c h? v=GPE6551X5d4

2. Peserta didik diminta mengidentifikasi informasi yang telah didapat.

B. Tahap mendesain perencanaan proyek.

1. Guru membagi kelas menjadi 6 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 5 orang siswa bersifat heterogen.

2. Guru menjelaskan tahap-tahap pelaksanaan proyek 3. Menjelaskan aturan kerja dalam kelompok kerja C. Menyusun Jadwal

Guru menyusun jadwal pelaksanaan proyek.

D. Memonitor peserta didik dan kemajuan proyek

Guru memonitor dan mengawasi jalannya pelaksanaan proyek apakah sesuai dengan waktu dan tujuan yang telah ditetapkan.

E. Menguji Hasil

Siswa presentasi terhadap hasil proyek masing-masing.

F. Mengevaluasi Pengalaman

1. Siswa mempresentasikan tahap - tahap pelaksanaan proyek 2. Pembuatan produk ekonomi kreatif yang mereka hasilkan

secara berkelompok.

3. Refleksi dari keseluruhan proses pelaksanaan proyek.

10 Menit.

50 Menit

Penutup Guru melakukan refleksi untuk mengevaluasi : (mengkomunikasikan ) 1. Guru mengevaluasi

2. Guru merefleksi proses pembelajaran yang telah dilakukan 3. Guru meninformasikan rencana pembelajaran untuk pertemuan

berikutnya.Peserta diingatkan untuk mempersiapkan diri dalam kegiatan pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

12 Menit

H. Penilaian

1. Teknik Penilaian

a. Sikap : Observasi/Jurnal

b. Pengetahuan : Tes tertulis 5 soal (Essay)

c. Keterampilan : Non Tes yaitu menggunakan observasi pada kerja kelompok, presentasi dan produk hasil kerja kelompok.

2. Instrumen penilaian

1 . Sikap (pada buku jurnal penilaian sikap), contoh format penilaian sikap terlampir.

2. Pengetahuan (terlampir)

(10)

3. Keterampilan (pada buku jurnal penilaian keterampilan), contoh format penilaian keterampilan terlampir.

Pembelajaran Remedial dan Pembelajaran Pengayaan 1. Pembelajaran Remedial

Pembelajaran remedial dilakukan dalam pemberian tugas bagi peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar sesuai hasil analisis penilaian

2. Pembelajaran Pengayaan

Berdasarkan analisis penilaian, peserta didik yang sudah mencapai ketuntasan belajar diberi kegiatan pembelajaran pengayaan untuk perluasan dan/pendalaman materi dengan meringkas buku referensi terkait materi pengertian ruang dan interaksi antarruang.

Pola, …. Januari 2024 Mengetahui,

Kepala UPTD SMPN 1 Pasir Putih, Guru Mata Pelajaran,

Drs. LA ODE ARINDU LA ODE ANDRY WUNA

NIP. 19671231 201407 1 009 NIM. 2398014237

(11)

LAMPIRAN PENILAIAN

(12)

1. Penilaian Sikap Spiritual Dan Sikap Sosial A. Jurnal Pengembangan Sikap Spiritual

Nama Sekolah : SMP Negeri 1 Pasir Putih Kelas/Semester : IX – 2 / 2

Mata Pelajaran : IPS Tahun pelajaran : 2023/2024

No. Tanggal Nama

Peserta Didik Catatan Perilaku Butir Sikap Tanda

tangan Tindak lanjut

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

(13)

B. Jurnal penilaian sikap sosial

Nama Sekolah : UPTD SMPN 1 Pasir Putih

Mata Pelajaran : IPS

Kelas/Semester : IX - 2/ Genap Tahun Pelajaran : 2023-2024

No. Waktu/

Tanggal Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap Ttd Tindak Lanjut

(14)

2. Penilaian Pengetahuan

Observasi Terhadap Diskusi, Tanya Jawab dan Percakapan Rubrik Penilaian terhadap Diskusi

No

Nama Peserta

Didik

Pernyataan Pengungkapan

gagasan yang orisinil

Kebenaran konsep

Ketepatan penggunaan

istilah

Menerima pendapat orang lain Ya Tidak Ya Tida

k

Ya Tida k

Ya Tida k

1 Ahmad

2 Agus 3 Bambang 4

5

Keterangan diisi dengan ceklis ()

3. Penilaian keterampilan :

Berupa Observasi Kegiatan Diskusi dan Presentasi

A. KISI-KISI

No. Kompetensi Dasar Materi Indikator Bentuk

Penilaian 1 4.3 Menyajikan hasil nalisis

tentang ketergantungan antarruang dilihat dari konsep ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi, harga, pasar) dan pengaruhnya terhadap migrasi penduduk, transportasi, lembaga sosial dan ekonomi, pekerjaan, pendidikan, dan

kesejahteraan masyarakat Indikator Pencapaian Kompetensi..

1. Konsep Ekonomi Kreatif 2. Upaya untuk

meningkatkan ekonomi kreatif.

4.3.1. Menghasilkan produk ekonomi kreatif berdasarkan potensi wilayah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Penilaian Kinerja dan Produk

B. LEMBAR PENILAIAN KETERAMPILAN - UNJUK KERJA 1. Penilaian Kinerja Diskusi dan Presentasi

Dilaksanakan pada saat proses pembelajaran, saat siswa menyampaikan hasil diskusi tentang a. Konsep Eknomi Kreatif

b. Upaya untuk meningkatkan ekonomi kreatif.

2. LEMBAR OBSERVASI KINERJA DISKUSI DAN PRESENTASI Satuan Pendidikan : UPTD SMPN 1 Pasir Putih

Mata pelajaran : IPS

Kelas/Semester : IX - 2/ Genap

Sub Pokok Bahasan : a. Konsep Eknomi Kreatif

b. Upaya untuk meningkatkan ekonomi kreatif

No. Nama Siswa

Aspek Penilaian

Rerata Nilai Kemampuan

presentasi

Kemampuan bertanya

Kemampuan menjawab

4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1

3. Rubrik Penilaian/ ketentuan penilaian

NO ASPEK

PENILAIAN KETERANGAN SKOR

1 Kemampuan Presentasi

1 = Menjelaskan dengan membaca hasil diskusi dan tidak menatap teman teman lain

2 = Menjelaskan dengan membaca hasil diskusi dan sedikit menatap teman

3 = menjelaskan dengan sedikit membaca dan melihat teman temannya

4 = Menjela `skan tanpa membaca hasil dan menatap teman teman Lainnya

(15)

NO ASPEK

PENILAIAN KETERANGAN SKOR

2 Kemampuan bertanya 1 = Diluar tema

2 = Sesuai tema namun pertanyaan tidak jelas 3 = Sesuai tema dan pertanyaan jelas

4 = Sesuai tema, pertanyaan jelas dan memicu berfikir kritis 3 Kemampuan

menjawab

1 = Tidak sesui dengan pertanyaa 2 = Sedikit sesuai dengan pertanyaan 3 = Cukup sesuai dengan pertanyaan 4 = Sesuai dengan pertanyaan

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan Kegiatan: Melalui diskusi kelompok peserta mampu menyusun RPP yang menerapkan pendekatan saintifik sesuai model belajar yang relevan dan menelaah RPP untuk

Tujuan Kegiatan: Melalui diskusi kelompok peserta mampu menyusun RPP yang menerapkan pendekatan saintifik sesuai model belajar yang relevan dan menelaah RPP untuk

Tujuan umum penyusunan Rencana Aksi Kegiatan ini adalah menyediakan peta jalan implementasi kegiatan peningkatan pelayanan kefarmasian dengan upaya mendukung

 Guru menyampaikan Capaian Pembelajaran, Alur Pembelajaran berserta peniaiannya dan Tujuan Pembelajaran  Mengulas materi tentang energi tidak terbarukan dan energi terbarukan  Guru

Lembar Kerja Sesi Rencana Aksi Nyata Nama Peserta/Asal Satuan Pendidikan: Burhanuddin/SMA 17 Konawe Selatan No Kegiatan yang Direncanaka n Tujuan Kegiatan Waktu Kegiatan Aktor

Guru Pamong mengarahkan/me mbimbing Mahasiswa melakukan analisis hasil penilaian proses dan/atau hasil belajar siswa dan merumuskan rencana pemanfaatan hasil analisis penilaian

Selanjutnya peserta didik mengerjakan assesment sumatif secara mandiri individu Tujuan Sikap Melalui kerja kelompok peserta didik dapat melakukan kolaborasi/kerjasama antar

Apakah kegiatan pendahuluan yang dirancangkan dapat mempersiapkan peserta didik dengan baik untuk belajar.. Apa materi yang disampaikan sesuai dengan tujuan