Allah Ta'ala berfirman, “Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali,” (QS al- Syu'ara (26): 227). Allah Ta'ala berfirman, “Dan hendaklah ada di antara kamu sekelompok umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung.”.
BAGIAN PERTAMA: AQIDAH ISLAM YANG WAJIB DIKETAHUI SETIAP MUSLIM
Apabila ungkapan itu keluar dari hati, maka hati pula yang akan menerimanya, sehingga nasihat itu dapat memberikan pengaruh, entah berupa rasa takut yang mencekam atau kerinduan yang menggelora. Sedangkan ungkapan yang hanya sebatas lisan, tidak bersumber dari hati, maka ia hanya akan sampai di telinga.
MUQADDIMAH: HUKUM AKAL
KETUHANAN (ILAHIYYAT )
Sifat keempat yang mesti ada pada Allah Ta'ala adalah mukhalafah lil-hawaditsi (berbeda dari semua yang selain Dia). Ada banyak dalil naqli yang menunjukkan kemestian Allah Ta'ala bersifat mendengar dan mustahil tuli.
KENABIAN (NUBUWWAH)
Selain mengimani keumuman kerasulan Muhammad saw., kita juga wajib mengimani kenyataan bahwa Allah Ta'ala telah menutup kenabian dan kerasulan dengan Nabi Muhammad saw. Itulah firman Allah Ta'ala, “Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu.
BERIMAN KEPADA YANG GAIB
Allah Ta'ala berfirman, “Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan sekelompok jin kepadamu yang mendengarkan Al-Quran, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan-(nya) lalu mereka berkata: “Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)”. Kita memohon kepada Allah Ta'ala agar Dia menjadikan kita sebagai orang yang beriman kepada-Nya, beriman kepada para malaikat. Isa dan orang-orang yang bersamanya berdoa sungguh-sungguh kepada Allah Ta'ala hingga Allah mengabulkan doanya.
Allah Ta'ala berfirman, “Dan ditiuplah sangkakala maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Allah Ta'ala berfirman, “Dan sesungguhnya hari kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan padanya, dan bahwasannya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur.”. Allah Ta'ala berfirman, “Mereka itulah orang-orang yang mendapat bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya.”.
Allah Ta'ala juga berfirman, “Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya. Allah Ta'ala juga berfirman, “Mereka tidak disusahkan oleh kedahsyatan yang besar (pada Hari Kiamat), dan mereka disambut oleh para malaikat. Allah Ta'ala berfirman, “..maka barang siapa berat timbangan kebaikannya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.
Allah Ta'ala berfirman, “Itulah surga yang akan Kami wariskan kepada hamba-hamba Kami yang selalu bertakwa.”.
IMAN, ISLAM, IHSAN AGAMA, QADHA DAN QADAR IMAN
Sedangkan orang yang tidak mengungkapkan pernyataan dengan lisan dan tidak pula membenarkan dengan hatinya, maka dia adalah kafir menurut kita dan menurut Allah Ta'ala. Mereka adalah orang-orang yang senantiasa berusaha menghadirkan simpul-simpul keimanan, dan batin mereka tercetak demikian. Keempat, iman orang-orang yang sudah fana di dalam tauhid dar tenggelam di dalam musyahadah (penyaksian Allah).
Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh.”. Ketahuilah bahwa orang yang menduduki maqam zhsan, pada diri mereka tidak akan terbersit kemaksiatan selagi mereka berada dalam keihsanan. Ketahuilah bahwa orang yang bahagia (as-sa'd) adalah orang yang dalam ilmu Allah yang azali telah ditentukan dia mati dalam keadaan Islam, walaupun sebelumnya dia sempat kafir.
Sedangkan orang yang celaka (asy-syagi) adalah orang yang dalam ilmu Allah yang azali telah ditentukan dia mati dalam keadaan kafir, walaupun sebelumnya dia sempat Islam. Allah Ta'ala berfirman, “Adapun orang yang memberikan hartanya (di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.
BAGIAN KEDUA PENCERAHAN BATIN PARA PENEMPUH JALAN RUHANI
Bagi orang yang seperti ini, kegiatan belajar lebih utama daripada berzikir atau mengerjakan ibadah sunnah mutlak. Dia tidak bisa begitu saja menelantarkan keluarganya untuk kemudian menghabiskan waktu dalam pelaksanaan ritual-ritual ibadah, Orang yang seperti ini wiridnya di waktu bekerja, pergi ke pasar dan sibuk bekerja. Kategori yang kelima adalah wali (pemimpin), seperti imam, hakim dan setiap orang yang diserahi tanggung jawab untuk menciptakan berbagai kebijakan demi kemaslahatan kaum muslimin.
Yaitu orang yang tenggelam dalam keesaan Allah Ta'ala sehingga dia tidak lagi mempunyai kerinduan selain kepada-Nya, tidak lagi punya cinta selain kepada-Nya, dan tidak lagi memiliki ketakutan selain kepada- Nya. Sebab, orang yang membiasakan diri melakukan suatu amal kebaikan, lalu berhenti dan tidak melakukannya lagi, dia akan dimurkai. Sungguh, orang yang memelihara amal baik akan merasakan manisnya iman dan iman akan menyatu dalam hatinya dengan sempurna.
Dalam keadaan seperti ini, iman meresap di hati seperti hasrat untuk minum air segar di hari yang sangat terik pada orang yang amat kehausan. Allah Ta'ala berfirman, “Dan musibah yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan- kesalahanmu.
TASAWUF
Selain al-lmam Ahmad ibn Hanbal, al-Imam asy-Syafi'i juga sering duduk bersama kaum sufi. Bahkan al-Imam asy-Syafi'i berkata, “Seorang faqih (ahli fikih) perlu mengenal dan mengetahui benar istilah-istilah kaum sufi, agar mereka bisa memberinya manfaat ilmu yang tidak dia miliki”. Al-Imam asy-Syafi'i dan Ahmad ibn Hanbal sering bolak-balik untuk menghadiri majelis orang-orang sufi.
Suatu hari, mereka ditanya, “Mengapa kalian sering bolak-balik mendatangi orang-orang bodoh seperti mereka?” Al-Imam asy-Syafi'i dan Ahmad ibn Hambal memberikan jawaban,. Di dalam satu nazham di, sebutkan: Ilmu tasawuf adalah ilmu yang tidak bisa didapat selain oleh si cerdas yang dikenal al-haqq Bagaimana bisa orang yang tidak menyaksikannya dapat mengenalinya Bagaimana bisa si buta menyaksikan sinar mentari. Objek kajian ilmu tasawuf adalah perbuatan-perbuatan hati dan indera lahir (af'al al- qalb wal-hawas) serta cara penyucian dan pemurniannya (tazkiyah wa tashfiyah).
Ilmu tasawuf merupakan ilmu yang paling mulia karena hubungannya dengan makrifat dan cinta Allah Ta'ala. Karena, al-hagigah bila syari'ah bathilah wa asy- syari'ah bila hagigah “athilah (Hakikat tanpa syariat adalah batil, dan syariat tanpa hakikat adalah sia-sia).” Al-Imam Malik r.a.
WALI DAN KARAMAH
Ratu Balgis berkata kepada orang yang ditugaskan untuk menjaga istananya, “Jagalah apa yang aku percayakan kepadamu, yakni singgasana kerajaanku. Orang-orang yang menawannya mendapati buah anggur di samping Hubaib, padahal ketika itu di tanah Mekkah tidak ada anggur. Tentang ketegasan bahwa orang-orang yang telah mati itu hidup di alam lain, telah kami jelaskan dalam pasal ziarah.
Sesungguhnya mayat apabila telah dikubur dan orang-orang yang mengantarnya beranjak pulang, ia mendengar suara sandal mereka saat mereka beranjak pergi.”. Orang yang telah mati juga mengetahui orang-orang yang berkunjung menzirahinya, dan dia merasa senang dengan kedatangan mereka. Adapun tentang kenyataan bahwa mayat dapat merasakan kesakitan dari orang yang masih hidup di dunia, Rasulullah saw.
Lebih dari itu, ada orang-orang yang sudah mati yang—dengan kuasa Allah Ta'ala—. Selain melihat amal orang-orang yang masih hidup, mayat juga melihat keadaan- keadaan lain mereka di dunia.
TOBAT
Di antara ayat Al-Quran yang menunjukkan keutamaan tobat adalah firman Allah Ta'ala, “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertobat, dan Dia juga mencintai orang-orang yang bersuci.”'. Dan orang yang bertobat dari dosa-dosa seperti orang yang tidak pernah berbuat dosa.” Hadis ini diriwayatkan oleh ath-Thabrani di dalam al-Kabir dan oleh al-Baihagi di dalam asy- Sya. Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang berbuat dosa agar mereka duduk bersama orang- orang yang menangis karena takut kepada-Ku, semoga Aku melimpahi mereka dengan rahmat-Ku saat Aku merahmati orang-orang yang menangis karena takut kepada-Ku.'”.
Allah Ta'ala berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan penolongmu kaum yang dimurkai Allah, sesungguhnya mereka telah putus asa terhadap negeri akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa.”. Dia hanya akan menggunakan kedua kakinya untuk melangkah di dalam ketaatan kepada Allah Ta'ala. Akulah Yang menutupi aib para pelaku maksiat dan menerima tobat orang-orang yang bertobat kepada-Ku.
Di dalam riwayat lain disebutkan, “Maka Allah Ta'ala mewahyukan kepada negeri yang buruk, “Menjauhlah kamu darinya. Jika orang yang bertobat karena malu kepada "Umar, Allah Ta'ala berkenaan khamr-nya menjadi cuka.
TAKHLIYAH DAN TAHLIYAH
Allah Ta'ala berfirman, “Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda- tanda kekuasaan-Ku. Allah Ta'ala berfirman, “(Yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka. Amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman.
Tidak ada orang yang selamat dari cinta pangkat dan jabatan selain orang-orang yang benar imannya (ash-Shiddiqun). Allah Ta'ala berfirman, “Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang kian ke mari menyebarkan fitnah.”. Allah Ta'ala berfirman, “..kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta.”.
Allah Ta'ala berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.”"'. Allah Ta'ala berfirman, “Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertakwa.
KETERCELAAN DUNIA DAN ANGAN-ANGAN
Allah Ta'ala berfirman, “Apakah orang-orang yang membuat kejahatan itu menyangka bahwa Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang shaleh, yaitu sama antara kehidupan dan kematian mereka. Yakni, orang-orang yang melakukan dosa dan amalan tercela itu menyangka bahkan kelak di akhirat mereka akan disamakan dengan orang-orang yang beramal shalih. Di dalam hadis gudsi disebutkan, “Betapa tak punya rasa malu orang yang demikian rakus menginginkan surga-Ku tanpa beramal salih.
Sedangkan orang yang mencari kekayaan dari dunia ini, sungguh tidak ada sesuatu pun darinya yang bisa membuat dia kaya. Maka alangkah anehnya orang yang meyakini dan menginginkan rumah keabadian malah mengusahakan dunia yang menipu. bersabda, “Barang siapa mencintai dunia, dia telah memadaratkan akhiratnya. Dan semua orang yang gana'ah pasti kaya " Wahai orang yang sibuk dalam urusan dunianya.
Barang siapa bersedih untuk urusan-urusan dunia, berarti dia telah menjadi orang yang marah kepada Allah. Bagi orang yang Allah kehendaki menjadi seorang wali, Dia akan membuatnya benci terhadap dunia, akan menolongnya melakukan ber.