VEKTOR
Fisika
Dasar I
Besaran Vektor dan Skalar
• Besaran vektor: mempunyai nilai/harga dan arah.
• Besaran skalar: mempunyai nilai/harga saja (tidak memiliki arah)
Besaran skalar: massa, panjang mobil, volume mobil
Besaran vektor: kecepatan, percepatan, gaya
Representasi Vektor
O
a
��= ´ � =⃗ �
A Vektor atau atau :
Modulus/besar atau panjang nya: | A| = a
Arahnya: terhadap horisontal
• Cara Geometri
Huruf tebalA a
Vektor A dan B besarnya sama dan sejajar (arahnya sama) dapat dikatakan vektor A = vektor B
Vektor A dan C besarnya sama tetapi berlawanan arah
dapat dikatakan vektor A = - vektor C
B C
b c
C = -A
Representasi Vektor
• Cara Geometri
Representasi Vektor
x y
O � ^
• Cara Analitis
Merepresentasikan vektor dalam suatu sistem koordinat, misalnya kartesian. Tidak perlu membuat gambar atau sketsa, cukup dinyatakan dengan vektor satuan:
yang menyatakan arah ke sumbu positip yang menyatakan arah ke sumbu positip yang menyatakan arah ke sumbu positip
Vektor satuan adalah vektor yang panjangnya satu satuan, yang berfungsi untuk menunjukkan arah, misal pada system koordinat kartesian dua dimensi:
^ �
Vektor Satuan
0 y z
� ^ � ^ ^ �
• Vektor satuan: vektor dengan nilai/harga dan memiliki arah di sumbu tertentu.
• Kegunaan: menentukan/menunjukkan arah
• Vektor satuan yang mengarah ke sumbu positif
dari sumbu dan diberi label sebagai dan ; dimana tanda menunjukkan bahwa vektor tersebut merupakan vektor satuan.
•
|=1
|=1
|=1
Vektor Satuan
x
0 y z
� ^ � ^ ^ �
b
a
� c
⃗ � =� � ^ + � ^ � + � � ^
�
(¿ ¿ 2+�2+�2 )
|�|= �= √ ¿
�
Untuk vektor satuan :
R c
R b R a
cos
cos
cos
Representasi Vektor
• Cara Analitis
Misal ada vektor Dengan panjang
Secara analitis, cukup dinyatakan dalam bentuk
Yang sebenarnya adalah proyeksi ke sumbu dan , sehingga dapat dikatakan vektor yang dibentuk mulai dari titik bergerak sebesar ke arah sumbu dan sebesar ke arah sumbu
a
Jika membentuk sudut dengan sumbu x, maka dipenuhi:
• ;
• Panjang/modulus |
• Besar sudut dihitung dari
x
a
� ^
^ �
� �
� �
y
⃗ �
�
Operasi Matematika pada Vektor dan Skalar
Operasi Skalar Operasi Vektor
Penjumlahan Penjumlahan
Pengurangan Pengurangan
Perkalian Perkalian titik (dot product)
Pembagian Perkalian silang (cross product)
Pemangkatan Peng-akar-an
Cara Geometris (kedua vektor harus dinyatakan dalam gambar)
Cara Analitis (tidak perlu digambar, kedua vektor harus dinyatakan dalam notasi vektor satuan dalam system koordinat)
Sifat Operasi Vektor
C = A + B B
A
A B
C = B + A
B A
C = A + B = B + A
(komutatif)
B
A
C
A
C
D B
B C A
D
D = (A + B) + C
D = A + (B + C)
(A + B) + C = A + (B + C)
(asosiatif)
Sifat Operasi Vektor
Operasi Vektor: Penjumlahan
� �
Misal, diketahui vektor dengan panjang dan vektor dengan panjang berikut ini
Berapakah resultan atau panjang ( atau
�
�
Dengan adalah sudut terkecil yang
dibentuk oleh vektor dan vektor
Operasi Vektor: Penjumlahan
�
�
• Vektor dan vektor diletakkan pada titik asal sama
• Cara Geometri
= ?
�
• Vektor dan vektor digambar lagi sehingga terbentuk () dengan panjang
• Bentuk () agar menjadi segitiga siku-siku sehingga perhitungan dapat dilakukan dengan teorema Phytagoras
���� �
� sin �
Maka,
Operasi Vektor: Penjumlahan
• Cara Analitis
= ? ⃗ � =�
�� ^ + �
�^ � ⃗ �= �
��+ ^ �
�^ �
�
(¿ ¿ � +��) ^�+(��+��) ^�
⃗�+ ⃗�=¿ Komponen vektor yang searah dijumlahkan
�
(¿ ¿ � +��)2+( �� +�� )2
|⃗�+ ⃗�|=�=√¿
Sesuai dengan teorema phytagoras Sedangkan sudut terhadap horizontal adalah
tan�=��+��
Dinyatakan dalam notasi vektor , dan
Operasi Vektor: Pengurangan
� �
Misal, diketahui vektor dengan panjang dan vektor dengan panjang berikut ini
Berapakah selisih atau panjang ( atau
�
�
Dengan adalah sudut terkecil yang
dibentuk oleh vektor dan vektor
Operasi Vektor: Pengurangan
�
�
• Vektor dan vektor diletakkan pada titik asal sama
• Cara Geometri
= ?
�
• Vektor dan vektor digambar lagi sehingga terbentuk () dengan panjang
• Bentuk () agar menjadi segitiga siku-siku sehingga perhitungan dapat dilakukan dengan teorema Phytagoras
���� �
� sin �
Maka,
�
Dengan cara yang sama seperti pada penjumlahan:
Operasi Vektor
Persamaan penjumlahan dan pengurangan (Resultan dan Selisih) yang diperoleh sebelumnya, juga dapat diaplikasikan untuk berbagai bentuk vektor lain dengan berbagai sudut terhadap horisontal, karena persamaan yang diperoleh, hanya bergantung pada kedua panjang vektor dan sudut terkecil antara dua vektor tersebut
� �
Dengan adalah sudut terkecil yang dibentuk oleh vektor dan vektor
adalah panjang vektor adalah panjang vektor
Operasi Vektor: Perkalian Titik
� �
Misal, diketahui vektor dengan panjang dan vektor dengan panjang berikut ini
Berapakah perkalian titik (dot product)
�
�
Dengan adalah sudut terkecil yang
dibentuk oleh vektor dan vektor
Operasi Vektor: Perkalian Titik
• Diperoleh dengan memproyeksikan salah satu vektor ke arah vektor yang lain
• Cara Geometri
= ?
� �
��� � �
• Mengalikan kedua komponen vektor yang searah tersebut, sehingga
Operasi Vektor: Perkalian Titik
• Cara Analitik
= ? ⃗ �=�
�� ^ + �
�^ � ⃗ �= �
�� ^ + �
�^ �
.
Dengan menerapkan:. = . karena searah ; . = . karena tegak lurus, maka
Dinyatakan dalam notasi vektor satuan
⃗ � . ⃗ � = � � � � + � � � �
Operasi Vektor: Perkalian Silang
� �
Misal, diketahui vektor dengan panjang dan vektor dengan panjang berikut ini
Berapakah perkalian silang (cross product)
�
�
Dengan adalah sudut terkecil yang
dibentuk oleh vektor dan vektor
Operasi Vektor: Perkalian Silang
• Hasil perkalian silang antara dua vektor selalu mempunyai arah tegak lurus dengan vektor pengalinya (searah atau -), sesuai
dengan arah putaran sekrup,
menghasilkan besaran vektor
• Cara Geometri
= � ^ =
Meja
horisontal
Operasi Vektor: Perkalian Silang
• Cara Analitis ⃗ �=�
�� ^ + �
�^ � + �
�� ^
⃗ �= �
��+ ^ �
�^ � + �
�� ^
Dinyatakan dalam notasi vektor satuan
⃗�= ⃗�×⃗�=
|
���^�� ��^��� ���^��|
⃗ � =⃗ � × ⃗ � = ( �
��
�− �
��
�) � ^ − ( �
��
�− �
��
�) ^ � + ( �
��
�− �
��
�) � ^