• Tidak ada hasil yang ditemukan

VEKTOR Fisika Dasar I

N/A
N/A
Daji Hyunlin

Academic year: 2024

Membagikan " VEKTOR Fisika Dasar I "

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

VEKTOR

Fisika

Dasar I

(2)

Besaran Vektor dan Skalar

• Besaran vektor: mempunyai nilai/harga dan arah.

• Besaran skalar: mempunyai nilai/harga saja (tidak memiliki arah)

Besaran skalar: massa, panjang mobil, volume mobil

Besaran vektor: kecepatan, percepatan, gaya

(3)

Representasi Vektor

O

 a

��= ´ � =⃗ �

A Vektor atau atau :

Modulus/besar atau panjang nya: | A| = a

Arahnya: terhadap horisontal

• Cara Geometri

Huruf tebal
(4)

A a

Vektor A dan B besarnya sama dan sejajar (arahnya sama)  dapat dikatakan vektor A = vektor B

Vektor A dan C besarnya sama tetapi berlawanan arah

 dapat dikatakan vektor A = - vektor C

B C

b c

C = -A

Representasi Vektor

• Cara Geometri

(5)

Representasi Vektor

x y

O � ^

• Cara Analitis

Merepresentasikan vektor dalam suatu sistem koordinat, misalnya kartesian. Tidak perlu membuat gambar atau sketsa, cukup dinyatakan dengan vektor satuan:

yang menyatakan arah ke sumbu positip yang menyatakan arah ke sumbu positip yang menyatakan arah ke sumbu positip

Vektor satuan adalah vektor yang panjangnya satu satuan, yang berfungsi untuk menunjukkan arah, misal pada system koordinat kartesian dua dimensi:

^ �

(6)

Vektor Satuan

0 y z

� ^ � ^ ^ �

• Vektor satuan: vektor dengan nilai/harga dan memiliki arah di sumbu tertentu.

• Kegunaan: menentukan/menunjukkan arah

• Vektor satuan yang mengarah ke sumbu positif

dari sumbu dan diberi label sebagai dan ; dimana tanda menunjukkan bahwa vektor tersebut merupakan vektor satuan.

|=1

|=1

|=1

(7)

Vektor Satuan

x

0 y z

� ^ � ^ ^ �

b

a

� c

⃗ � =� � ^ + � ^ � + � � ^

(¿ ¿ 2+2+2 )

||= = ¿

Untuk vektor satuan :

R c

R b R a

cos

cos

cos

(8)

Representasi Vektor

• Cara Analitis

Misal ada vektor Dengan panjang

Secara analitis, cukup dinyatakan dalam bentuk

Yang sebenarnya adalah proyeksi ke sumbu dan , sehingga dapat dikatakan vektor yang dibentuk mulai dari titik bergerak sebesar ke arah sumbu dan sebesar ke arah sumbu

a

Jika membentuk sudut dengan sumbu x, maka dipenuhi:

;

Panjang/modulus |

Besar sudut dihitung dari

x

a

� ^

^ �

� �

� �

y

⃗ �

(9)

Operasi Matematika pada Vektor dan Skalar

Operasi Skalar Operasi Vektor

Penjumlahan Penjumlahan

Pengurangan Pengurangan

Perkalian Perkalian titik (dot product)

Pembagian Perkalian silang (cross product)

Pemangkatan Peng-akar-an

Cara Geometris (kedua vektor harus dinyatakan dalam gambar)

Cara Analitis (tidak perlu digambar, kedua vektor harus dinyatakan dalam notasi vektor satuan dalam system koordinat)

(10)

Sifat Operasi Vektor

C = A + B B

A

A B

C = B + A

B A

C = A + B = B + A

(komutatif)

(11)

B

A

C

A

C

D B

B C A

D

D = (A + B) + C

D = A + (B + C)

(A + B) + C = A + (B + C)

(asosiatif)

Sifat Operasi Vektor

(12)

Operasi Vektor: Penjumlahan

� �

Misal, diketahui vektor dengan panjang dan vektor dengan panjang berikut ini

Berapakah resultan atau panjang ( atau

 �

Dengan  adalah sudut terkecil yang

dibentuk oleh vektor dan vektor

(13)

Operasi Vektor: Penjumlahan

• Vektor dan vektor diletakkan pada titik asal sama

• Cara Geometri

= ?

• Vektor dan vektor digambar lagi sehingga terbentuk () dengan panjang

• Bentuk () agar menjadi segitiga siku-siku sehingga perhitungan dapat dilakukan dengan teorema Phytagoras

���� �

� sin �

Maka,

(14)

Operasi Vektor: Penjumlahan

• Cara Analitis

= ? ⃗ � =�

� ^ + �

^ � ⃗ �= �

�+ ^ �

^ �

(¿ ¿ +) ^+(+) ^

+ ⃗=¿ Komponen vektor yang searah dijumlahkan

(¿ ¿ +)2+( + )2

|+ ⃗|==¿

Sesuai dengan teorema phytagoras Sedangkan sudut terhadap horizontal adalah

tan=+

Dinyatakan dalam notasi vektor , dan

(15)

Operasi Vektor: Pengurangan

� �

Misal, diketahui vektor dengan panjang dan vektor dengan panjang berikut ini

Berapakah selisih atau panjang ( atau

� 

Dengan  adalah sudut terkecil yang

dibentuk oleh vektor dan vektor

(16)

Operasi Vektor: Pengurangan

• Vektor dan vektor diletakkan pada titik asal sama

• Cara Geometri

= ?

• Vektor dan vektor digambar lagi sehingga terbentuk () dengan panjang

• Bentuk () agar menjadi segitiga siku-siku sehingga perhitungan dapat dilakukan dengan teorema Phytagoras

���� �

� sin �

Maka,

Dengan cara yang sama seperti pada penjumlahan:

(17)

Operasi Vektor

Persamaan penjumlahan dan pengurangan (Resultan dan Selisih) yang diperoleh sebelumnya, juga dapat diaplikasikan untuk berbagai bentuk vektor lain dengan berbagai sudut terhadap horisontal, karena persamaan yang diperoleh, hanya bergantung pada kedua panjang vektor dan sudut terkecil antara dua vektor tersebut

� �

Dengan  adalah sudut terkecil yang dibentuk oleh vektor dan vektor

adalah panjang vektor adalah panjang vektor

(18)

Operasi Vektor: Perkalian Titik

� �

Misal, diketahui vektor dengan panjang dan vektor dengan panjang berikut ini

Berapakah perkalian titik (dot product)

 �

Dengan  adalah sudut terkecil yang

dibentuk oleh vektor dan vektor

(19)

Operasi Vektor: Perkalian Titik

• Diperoleh dengan memproyeksikan salah satu vektor ke arah vektor yang lain

• Cara Geometri

= ?

�  �

��� � �

• Mengalikan kedua komponen vektor yang searah tersebut, sehingga

(20)

Operasi Vektor: Perkalian Titik

• Cara Analitik

= ? ⃗ �=�

� ^ + �

^ � ⃗ �= �

� ^ + �

^ �

.

Dengan menerapkan:. = . karena searah ; . = . karena tegak lurus, maka

Dinyatakan dalam notasi vektor satuan

⃗ � . ⃗ � = � � � � + � � � �

(21)

Operasi Vektor: Perkalian Silang

� �

Misal, diketahui vektor dengan panjang dan vektor dengan panjang berikut ini

Berapakah perkalian silang (cross product)

 �

Dengan  adalah sudut terkecil yang

dibentuk oleh vektor dan vektor

(22)

Operasi Vektor: Perkalian Silang

• Hasil perkalian silang antara dua vektor selalu mempunyai arah tegak lurus dengan vektor pengalinya (searah atau -), sesuai

dengan arah putaran sekrup,

menghasilkan besaran vektor

• Cara Geometri

= � ^ =

Meja

horisontal

(23)

Operasi Vektor: Perkalian Silang

• Cara Analitis ⃗ �=�

� ^ + �

^ � + �

� ^

⃗ �= �

�+ ^ �

^ � + �

� ^

Dinyatakan dalam notasi vektor satuan

= ⃗×=

|

^ ^ ^

|

⃗ � =⃗ � × ⃗ � = ( �

− �

) � ^ − ( �

− �

) ^ � + ( �

− �

) � ^

Referensi

Dokumen terkait

Gambar dibawah ini merupakan penjumlahan vector secara segitiga: Gambar yang resultan vektonya sama dengan nol adalah

4.5 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan vektor, operasi vektor, panjang vektor, sudut antar vektor dalam ruang berdimensi dua (bidang) dan berdimensi

Bagi Penulis, melalui penulisan makalah ini secara tidak langsung penulis mengerti dan memahami pengertian dari besaran vektor, operasi vektor, kesamaan dua

Rumus sinus digunakan pada perbandingan sudut dalam segitiga dengan sisi yang menghadap sudut sedangkan rumus cosinus digunakan untuk menentukan.. resultan vektor dari

Melalui pendekatan saintifik, peserta didik diharapkan dapat menjelaskan vektor, operasi vektor, panjang vektor, sudut antar vektor dalam ruang berdimensi dua

Penjumlahan 2 vektor dengan aturan segitiga yaitu dengan mempertemukan ujung vektor yang satu ( a ) dengan awal vektor yang lain ( b ), sehingga resultan (hasil penjumlahan

Jika ABCDEF adalah titik-titik sudut dari sebuah segi-enam beraturan, maka carilah resultan dari gaya-gaya yang dinyatakan oleh vektor-vektor AB, AC, AD, AE, dan AF... Penyelesaian::

STUDI ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN SUDUT VEKTOR DENGAN RESULTAN GAYA VEKTOR YANG DIHASILKAN Firda Syafaah 1*, Aura Eka Hermila2, Alicia Fairuz Zainab, Agung Febriansyah, Adam Malik