PENDAHULUAN
Latar Belakang
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Ruang Lingkup
KAJIAN PUSTAKA
Hasil Belajar Siswa
Winkel (Zakky, 2018) menyatakan bahwa pengertian hasil belajar adalah keberhasilan yang dicapai siswa, yaitu prestasi belajar siswa di sekolah yang dinyatakan dalam bentuk angka. Hasil belajar siswa terlihat dalam berbagai bentuk, mulai dari hasil ujian semester, ujian kenaikan pangkat, bahkan nilai harian. Di Indonesia, hasil ujian nasional sering dijadikan sebagai indikator mutu pendidikan nasional, yang mencerminkan standar hasil belajar siswa Indonesia.
Untuk memahami pencapaian hasil belajar siswa antar daerah, kabupaten/kota, dan antar lembaga pendidikan, pemerintah menggunakan hasil Ujian Nasional.
Faktor-Faktor Determinan Hasil Belajar
Uniknya, dengan cara ini guru merasa telah memberikan feedback yang baik dan sesuai terhadap pekerjaan siswa. Setiap siswa mempunyai tingkat kompetensi yang berbeda-beda, sehingga umpan balik harus sesuai dengan tingkat pengetahuan, keterampilan, dan sikap siswa. Misalnya, siswa yang berada pada tingkat kompetensi pengetahuan pemula menghubungkan umpan balik yang diberikan dengan konten yang diperlukan untuk membangun pengetahuan dasar.
Selanjutnya umpan balik akan lebih efektif apabila: (1) peserta didik mengetahui dan memahami ciri-ciri atau kriteria mutu hasil karya; (2) siswa merasa dihargai atas karyanya.
Kajian Terdahulu
Hubungan psikologi dan agama dalam kaitannya dengan hubungan agama sebagai iman dan kesehatan jiwa terletak pada sikap pasrah seseorang terhadap kekuasaan Yang Maha Esa. Sikap pasrah seperti ini diyakini akan memberikan sikap optimis pada seseorang sehingga timbul perasaan-perasaan positif seperti bahagia, gembira, puas, sukses, merasa dicintai, atau merasa aman. Secara langsung maupun tidak langsung, keterlibatan orang tua sangat membantu dalam mengembangkan kemampuan literasi anak, misalnya dengan mendampingi siswa saat mengerjakan pekerjaan rumah.
Kegiatan membaca seperti membaca majalah berkaitan dengan prestasi literasi, sikap dan perilaku membaca yang secara signifikan dapat meningkatkan kemampuan literasi. Soleh membagi faktor menjadi dua yaitu faktor internal dan faktor eksternal, dengan hasil penelitian sebagai berikut.
Kerangka Berpikir
Siswa pada sekolah yang sama akan cenderung memiliki hasil belajar yang sama sehingga timbul permasalahan korelasi antara siswa dengan sekolahnya. Struktur data berjenjang menjelaskan bahwa setiap tier atau kelompok mempunyai karakteristik individu yang berbeda-beda, sehingga data cenderung mempunyai variabilitas yang besar antar kelompok. Mengabaikan informasi dalam struktur data bertingkat dapat menyebabkan pelanggaran asumsi dalam pemodelan regresi, pertama, bahwa observasi tidak independen satu sama lain.
Pelanggaran asumsi dapat mengakibatkan pengujian yang diperoleh menjadi bias dan kesimpulan yang diperoleh menjadi kurang tepat. Pemodelan struktur data bertingkat dilakukan berdasarkan beberapa level atau tier yang biasa disebut dengan pemodelan bertingkat atau bisa juga disebut Hierarchical Linear Model (HLM). Pemodelan multilevel memberikan fleksibilitas struktur data bertingkat untuk mengakomodasi korelasi yang terjadi antar individu dalam suatu kelompok dan keragaman individu antar kelompok.
Variabel yang digunakan pada tingkat siswa berjumlah 8 variabel, dan variabel yang digunakan pada tingkat sekolah berjumlah 2 variabel. Variabel tingkat sekolah digunakan untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung terhadap hasil belajar siswa sekolah menengah yang diukur dengan rata-rata nilai hasil ujian nasional tahun 2019. Variabel tingkat siswa yang digunakan terdiri dari 2 variabel dan variabel yang digunakan pada tingkat sekolah. tingkat sekolah terdiri dari 2 variabel.
Variabel tingkat siswa digunakan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh terhadap hasil belajar siswa sekolah menengah yang diukur dengan rata-rata nilai hasil Ujian Nasional 2019. Variabel yang digunakan pada tingkat siswa terdiri dari 7 variabel dan variabel yang digunakan di sekolah level terdiri dari 2 variabel.
METODE PENELITIAN
- Pendekatan Penelitian
- Populasi dan Sampel
- Variabel Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Pengolahan dan Analisis Data
Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa berupa hasil Ujian Nasional Sekolah Menengah Tahun 2019. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa (hasil ujian nasional siswa), yaitu: a) status sosial ekonomi; b) Metakognisi; c) Kepemilikan TIK; d) Besarnya kelompok belajar; e) Tutor sejawat; f) Pengajaran kepemimpinan; g) Keterlibatan orang tua; h) Pembelajaran individu; i) Iklim sekolah; j) Umpan Balik; k) Penggunaan TIK secara umum; l) Pemanfaatan TIK untuk bermain game; m) Pemanfaatan TIK untuk tugas; n) Pembinaan (Pendampingan); dan o) Pembelajaran kooperatif. Rincian hasil belajar siswa lintas provinsi (Gambar 4) menunjukkan bahwa sebagian besar provinsi tidak mencapai nilai rata-rata UN yang baik.
Dengan demikian, dapat dikatakan kondisi SSE dapat mempengaruhi hasil belajar siswa atau tidak. Namun hasil penelitian juga menunjukkan bahwa penggunaan TIK saat bermain memberikan kontribusi negatif terhadap hasil belajar siswa. Kepemimpinan instruksional yang diterapkan di sekolah menunjukkan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa.
Status sosial ekonomi orang tua siswa juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa. Umpan balik yang diterapkan guru ketika pembelajaran ternyata memberikan pengaruh positif terhadap hasil belajar siswa. Artinya, hasil belajar lebih tinggi ketika siswa menggunakan TIK untuk bermain game.
Artinya, hasil belajar akan lebih tinggi jika siswa menggunakan TIK untuk mengerjakan tugas-tugas yang lebih rendah. Artinya, hasil belajar akan semakin tinggi jika pendampingan terhadap siswa kurang (yang menjadi pembimbing adalah orang tua/keluarga atau guru).
HASIL DAN BAHASAN
Hasil Belajar Siswa SMP
Siswa tersebut meraih nilai rata-rata nasional tertinggi pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan angka 66,12 dengan kategori cukup, sedangkan tiga mata pelajaran lainnya berada pada kategori kurang. Pada mata pelajaran Bahasa Inggris dan IPA, nilai rata-rata siswa masing-masing adalah 50,96 dan 49,43. Secara lebih rinci, hasil belajar siswa sekolah menengah pertama pada setiap mata pelajaran yang diujikan di setiap provinsi dapat dirinci sebagai berikut (Gambar 5).
Di tingkat nasional, capaian UNBK mata pelajaran bahasa Inggris masuk dalam kategori “buruk” karena hanya memperoleh nilai 50,96 (kurang dari 55). Pada mata pelajaran Bahasa Inggris ini, rata-rata nilai UNBK terendah diraih oleh siswa asal Provinsi Sulawesi Barat dengan nilai rata-rata 41,67. Seperti halnya nilai UNBK mata pelajaran matematika, nilai pembelajaran mata pelajaran IPA juga rendah, yaitu 49,43 secara nasional.
Pada UN SMP Tahun 2019, materi yang diujikan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia terdiri dari 5 (lima) kompetensi, yaitu (1) membaca nonsastra; (2) membaca sastra; (3) tulisan terbatas; (4) mengedit kata, kalimat, paragraf; dan (5) mengedit ejaan dan tanda baca. Pada mata pelajaran Bahasa Inggris diujikan tiga materi yaitu (1) fungsi sosial; (2) struktur teks; dan (3) unsur kebahasaan. Selanjutnya materi yang diujikan pada matematika terdiri dari empat kompetensi, yaitu (1) bilangan; (2) aljabar; (3) geometri dan pengukuran; dan (4) statistik dan kemampuan.
Hasil UNBK SMP pada mata pelajaran Matematika merupakan yang paling rendah dibandingkan rata-rata nilai yang dicapai pada mata pelajaran lainnya. Selanjutnya peserta mata pelajaran IPA diuji dengan 5 (lima) kompetensi yaitu materi yang terdiri dari (1) pengukuran, zat dan sifat-sifatnya; 2) mekanika dan tata surya; (3) gelombang, listrik dan magnet; (4) makhluk hidup dan lingkungannya; dan (5) struktur dan fungsi makhluk hidup.
Faktor-Faktor Determinan
Hasil tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan pembelajaran kepala sekolah memberikan kontribusi positif terhadap hasil belajar siswa, yang berarti diperlukan kepemimpinan kepala sekolah yang kuat untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa iklim sekolah memberikan kontribusi positif terhadap hasil belajar siswa dengan nilai koefisien sebesar 1,505 pada hasil estimasi parameter Model M2. Hasil pengujian parameter estimasi model M2 pada seluruh paket angket mempunyai nilai koefisien sedang terhadap hasil belajar siswa.
Pengaruh tersebut bisa positif atau negatif, namun sebagian guru dan orang tua berpendapat bahwa status sosial ekonomi orang tua tidak berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Analisis respon siswa terkait pertanyaan tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran individual mempunyai koefisien sebesar 1,109 terhadap hasil belajar siswa pada hasil estimasi parameter model. Hal serupa juga diungkapkan oleh beberapa guru pembimbing, kepala sekolah, dan guru di Kota Palu bahwa pemanfaatan TIK untuk bermain game akan menyebabkan turunnya hasil belajar siswa.
Dari hasil verifikasi di lapangan mayoritas menyatakan pendampingan memberikan kontribusi negatif terhadap hasil pembelajaran. Satu-satunya pengecualian adalah di Kota Sabang, beberapa SMP di Kota Sabang sedang mempertimbangkan pendampingan untuk memberikan kontribusi positif terkait peningkatan hasil belajar siswa. Koefisien iklim sekolah yang mempengaruhi hasil belajar siswa adalah dengan pengaruh yang signifikan sebesar 1,505. Artinya hasil belajar berbanding lurus dengan iklim sekolah.
SIMPULAN DAN REKOMENDASI
Simpulan
Tiga variabel yang mempunyai dampak positif terbesar terhadap hasil belajar adalah status sosial ekonomi siswa, kepemimpinan pembelajaran, dan metakognisi. Koefisien besar kelompok yang mempengaruhi hasil belajar siswa sebesar 0,386 pada pemodelan pertama; kedua, 0,404; ketiga pada 0,371; dan keempat pada 0,399. Pengaruh peer tutoring terhadap hasil akademik terdapat pada pemodelan pertama dengan koefisien sebesar 0,667 dan signifikan.
Pengaruh keterlibatan orang tua terhadap hasil belajar terdapat pada pemodelan ketiga dengan koefisien sebesar 1,960 dan signifikan. Diketahui aktivitas belajar individu berpengaruh positif terhadap hasil belajar, meskipun hal ini baru muncul pada pemodelan ketiga dengan koefisien sebesar 1,109 dan signifikan. Pengaruh pemanfaatan TIK secara umum terhadap hasil belajar terdapat pada pemodelan pertama dengan koefisien sebesar -1,529 dan signifikan.
Pengaruh penggunaan TIK saat bermain game terhadap hasil belajar terdapat pada pemodelan pertama dengan koefisien sebesar -0,426 dan signifikan. Pengaruh pemanfaatan TIK saat menyelesaikan tugas terhadap hasil belajar terdapat pada pemodelan pertama dengan koefisien sebesar -2,518 dan signifikan. Pengaruh pendampingan terhadap hasil belajar terdapat pada pemodelan pertama dengan koefisien sebesar -0,862 dan signifikan.
Pengaruh pembelajaran kolaboratif terhadap hasil belajar terdapat pada pemodelan ketiga dengan koefisien sebesar -0,922 dan signifikan. Artinya hasil belajar akan semakin tinggi apabila pembelajaran kolaboratifnya kurang, baik dalam pembelajaran maupun dalam mengerjakan tugas.
Rekomendasi
Geometri dan Pengukuran”, sedangkan pada IPA materi “Gelombang, Listrik, dan Magnet” terbukti masih sangat rendah dan juga dapat melemahkan hasil belajar siswa. Mengenai variabel-variabel yang berkaitan dengan hasil belajar siswa, rekomendasinya dirinci sebagai berikut: Guru perlu mengembangkan pendekatan pembelajaran yang dapat memaksimalkan potensi kognitif peserta didik yang beragam untuk mencapai hasil belajar yang optimal.
Guru diharapkan mampu mengembangkan dan memperkaya model pembelajaran dengan menerapkan Individualized Learning karena terbukti memberikan dampak positif terhadap hasil belajar siswa. Hal ini dikarenakan siswa yang biasa menerima pendampingan adalah siswa yang sebenarnya memiliki hasil belajar yang rendah, sehingga banyak siswa yang sering dibimbing juga memiliki nilai yang rendah. Berkaitan dengan hal tersebut, hendaknya guru mengevaluasi dan memperbaiki praktik pembelajaran kooperatif agar bermanfaat bagi peningkatan kualitas belajar siswa.
Guru dapat meningkatkan pembelajaran kolaboratif dengan cara mengawasi pembelajaran siswa agar siswa tidak memimpin diskusi di luar konteks. Kajian Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran Teknik Elektro Otomotif Dasar,” Jurnal Pendidikan Teknik Mesin, Vol. Pengaruh status sosial ekonomi dan motivasi belajar orang tua terhadap hasil belajar kognitif kewirausahaan pada siswa kelas XI SMK Kristen 1 Surakarta pada tahun pelajaran BISE: Jurnal Pendidikan Bisnis dan Ekonomi.
Penerapan Metode Pembelajaran Peer Tutoring Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VII Mata Pelajaran Al-Qur'an Hadits di MYs Wathoniyah Islamiyah Titiwangi Lampung Selatan. Pengertian Hasil Belajar Siswa Beserta Definisinya Menurut Para Ahli” https://www.zonareFERen.com/pengertian-hasil-belajar/.