• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perangkat Akreditasi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Perangkat Akreditasi"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

83

PERANGKAT AKREDITASI

A. Latar Belakang

Sesuai dengan Permendikbud Nomor 59 Tahun 2012 pasal 9 ayat (2) huruf

6, dalam pelaksanaan akreditasi sekolah/madrasah, BAN-S/M merumuskan

kriteria dan perangkat akreditasi sekolah/madrasah untuk diusulkan kepada

Mendikbud. Selanjutnya pasal 16 ayat (1) menyebutkan bahwa Menteri

menetapkan kriteria dan perangkat akreditasi dengan memperhatikan Standar

Nasional Pendidikan. Penetapan kriteria dan perangkat akreditasi sebagaimana

dimaksud pasal 16 ayat (1) didelegasikan kepada Kepala Badan Penelitian dan

Pengembangan, setelah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal terkait.

B. Tujuan Pengembangan Perangkat Akreditasi

Perangkat akreditasi sekolah/madrasah dikembangkan oleh BAN-S/M untuk

menilai kelayakan suatu sekolah/madrasah berdasarkan kriteria yang mengacu

pada standar nasional pendidikan, yang hasilnya diwujudkan dalam bentuk

pengakuan peringkat akreditasi. Perangkat akreditasi digunakan untuk mengukur

sejauh mana sekolah/ madrasah telah memenuhi standar nasional pendidikan.

C. Dasar Pengembangan Perangkat Akreditasi

Perangkat akreditasi sekolah/madrasah dikembangkan berdasarkan standar

yang mengacu pada standar nasional pendidikan. Peraturan Pemerintah Nomor

19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah

dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan atas

Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional

Pendidikan (pasal 86 ayat 3) menyatakan bahwa akreditasi sebagai bentuk

akuntabilitas publik dilakukan secara objektif, adil, transparan, dan komprehensif

dengan menggunakan instrumen dan kriteria yang mengacu kepada standar

(2)

84

pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah

hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dengan menggunakan standar nasional pendidikan sebagai acuan, setiap

sekolah/madrasah diharapkan dapat mengembangkan pendidikannya secara

optimal sesuai dengan karakteristik dan kekhasan programnya. Standar nasional

pendidikan harus dijadikan acuan guna memetakan secara utuh profil kualitas

sekolah/madrasah. Oleh karena itu, komponen instrumen akreditasi disusun

berdasarkan pada delapan komponen standar nasional pendidikan. Delapan

komponen akreditasi sekolah/madrasah tersebut adalah:

1. Standar Isi.

Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang

dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan, kompetensi bahan

kajian, kompetensi mata pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus

dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu.

2. Standar Proses.

Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan

pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai

standar kompetensi lulusan.

3. Standar Kompetensi Lulusan.

Standar kompetensi lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang

mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

4. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan.

Standar pendidik dan tenaga kependidikan adalah kriteria pendidikan

prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental, serta pendidikan dalam

jabatan.

5. Standar Sarana dan Prasarana.

Standar sarana dan prasarana adalah standar nasional pendidikan yang

berkaitan dengan kriteria minimal tentang ruang belajar, tempat

berolahraga, tempat beribadah, perpustakaan, laboratorium, bengkel kerja,

(3)

85

yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran, termasuk

penggunaan teknologi informasi dan komunikasi.

6. Standar Pengelolaan.

Standar pengelolaan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan

dengan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pendidikan

pada tingkat satuan pendidikan, kabupaten/kota, provinsi, atau nasional agar

tercapai efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan.

7. Standar Pembiayaan.

Standar pembiayaan adalah standar yang mengatur komponen dan besarnya

biaya operasi satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun.

8. Standar Penilaian Pendidikan.

Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang

berkaitan dengan mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil

belajar peserta didik.

Penyusunan instrumen akreditasi sekolah/madrasah dilakukan melalui

beberapa langkah yang meliputi:

1.

memantapkan konsep;

2.

mengembangkan kisi-kisi;

3.

menulis butir-butir instrumen;

4.

melakukan uji coba instrumen;

5.

Pembahasan dengan pakar kurikulum, psikometri, evaluasi, dan PLB;

6.

sinkronisasi dengan direktorat terkait; dan

7.

penerbitan Permendikbud tentang Perangkat Akreditasi.

Penyusunan perangkat akreditasi sekolah/madrasah tahun 2017 yang telah

dilakukan oleh BAN-S/M mengacu pada Permendiknas, Permendikbud, dan

(4)

86

1. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 13

Tahun 2007 Tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah;

2. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor16

Tahun 2007 Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi

Guru;

3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 19

Tahun 2007 Tentang Standar Pengelolaan oleh Satuan Pendidikan Dasar

dan Menengah;

4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 24

Tahun 2007 Tentang Standar Sarana dan Prasarana untuk Sekolah

Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Menengah

Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), dan Sekolah Menengah

Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA)

5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 1

Tahun 2008 Tentang Standar Proses Pendidikan Khusus, Tuna Netra,

Tuna Rungu, Tuna Grahita, Tuna Daksa, dan Tuna Laras;

6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 19

Tahun 2007 Tentang Standar Pengelolaan Oleh Satuan Pendidikan Dasar

dan Menengah;

7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 1

Tahun 2008 Tentang Standar Proses Pendidikan Khusus, Tuna Netra,

Tuna Rungu, Tuna Grahita, Tuna Daksa, dan Tuna Laras;

8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 24

Tahun 2008 Tentang Standar Tenaga Administrasi Sekolah/Madrasah;

9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 25

Tahun 2008 Tentang Standar Perpustakaan Sekolah/Madrasah;

10. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 26

Tahun 2008 Tentang Standar Tenaga Laboratorium Sekolah/Madrasah;

11. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 33

(5)

87

Dasar Luar Biasa (SDLB), Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa

(SMPLB), dan Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB);

12. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 40

Tahun 2008 Tentang Standar Sarana dan Prasarana Sekolah Menengah

Kejuruan;

13. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 69 Tahun 2009 Tentang

Standar Biaya Operasi Nonpersonalia Tahun 2009 Untuk Sekolah Dasar/

Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama/Madrasah

Tsanawiyah (SMP/MTs), Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah

(SMA/MA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Sekolah Dasar Luar

biasa (SDLB), Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SDLB), Sekolah

Menengah Atas Luar Biasa (SMALB);

14. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

Nomor 31 Tahun 2014 Tentang Satuan Pendidikan Kerja Sama;

15. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

Nomor 57 Tahun 2014 Tentang Kurikulum Sekolah Dasar/Madrasah

Ibtidaiyah;

16. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

Nomor 58 Tahun 2014 Tentang Kurikulum Sekolah Menengah

Pertama/Madrasah Tsanawiyah;

17. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

Nomor 59 Tahun 2014 Tentang Kurikulum Sekolah Menengah

Atas/Madrasah Aliyah;

18. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

Nomor 60 Tahun 2014 Tentang Kurikulum Sekolah Menengah

Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan;

19. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

Nomor 61 Tahun 2014 Tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan;

20. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

(6)

88 Pendidikan Dasar dan Menengah;

21. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

Nomor 63 Tahun 2014 Tentang Pendidikan Kepramukaan Sebagai

Ekstrakurikuler Wajib;

22. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

Nomor 111 Tahun 2014 Tentang Bimbingan Konseling Pada Pendidikan

Dasar dan Menengah;

23. Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan

Anak Republik Indonesia Nomor 8 tahun 2014 tentang Kebijakan

Sekolah Ramah Anak;

24. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

Nomor 23 tahun 2015 Tentang Penumbuhan Budi Pekerti;

25. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Standar Kompetensi Lulusan Pada

Pendidikan Dasar dan Menengah;

26. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

Nomor 21 Tahun 2016 Tentang Standar Isi Pada Pendidikan Dasar dan

Menengah;

27. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

Nomor 22 Tahun 2016 Tentang Standar Proses Pada Pendidikan Dasar

dan Menengah;

28. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

Nomor 23 Tahun 2016 Tentang Standar Penilaian Pendidikan Pada

Pendidikan Dasar dan Menengah;

29. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

Nomor 24 Tahun 2016 Tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar

Kurikulum 2013 Pada Pendidikan Dasar dan Menengah;

30. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

Nomor 75 Tahun 2016 Tentang Komite Sekolah;

(7)

89

Pemerintah dan Penilaian Hasil Belajar oleh Satuan Pendidikan.

Setiap komponen standar meliputi beberapa aspek dan setiap aspek

meliputi beberapa indikator. Idealnya setiap indikator dijabarkan menjadi satu

butir pernyataan, namun kalau cara ini dilakukan, jumlah butir instrumen akan

sangat banyak. Oleh karena itu, acuan butir instrumen adalah aspek dari

komponen standar, artinya setiap aspek dijabarkan menjadi satu butir

pernyataan, sehingga diperoleh jumlah butir untuk setiap instrumen akreditasi

tidak terlalu banyak. Indikator digunakan sebagai persyaratan pemenuhan

standar dan bahan penjelasan dalam petunjuk teknis pengisian instrumen

akreditasi.

Selanjutnya kriteria butir pernyataan instrumen akreditasi adalah sebagai

berikut.

1. Terukur.

2. Jelas (tidak menimbulkan penafsiran ganda).

3. Sesuai aspek masing-masing standar.

4. Masing-masing pernyataan hanya mengukur satu aspek.

5. Masing-masing butir instrumen tidak saling bertentangan dan meniadakan

butir yang lain.

Teknik penskoran pada butir instrumen akreditasi menggunakan skala

(8)

90

D. Uji Coba Perangkat Akreditasi Sekolah/Madrasah

1. Tujuan

Sesuai dengan tahapan penyusunan perangkat akreditasi, uji coba perangkat

akreditasi dilakukan di beberapa provinsi untuk memperoleh perangkat

akreditasi yang valid dan reliabel. Uji coba perangkat akreditasi ini difokuskan

pada: (1) kemudahan untuk dipahami dan (2) keterlaksanaan di lapangan.

2. Tahapan pelaksanaan uji coba

a. Persiapan (Penyusunan panduan dan penentuan lokasi serta responden)

b. Melaksanakan uji coba perangkat akreditasi

c. Menyusun hasil uji coba secara utuh

d. Membahas hasil uji coba perangkat akreditasi

e. Membahas hasil uji coba bersama pakar dan pemangku kepentingan

f. Merevisi perangkat akreditasi berdasarkan hasil uji coba

E. Penetapan Perangkat Akreditasi

Perangkat akreditasi yang telah ditetapkan dengan Permendikbud adalah

sebagai berikut.

1.

Perangkat Akreditasi SD/MI.

2.

Perangkat Akreditasi SMP/MTs.

3.

Perangkat Akreditasi SMA/MA.

4.

Perangkat Akreditasi SMK/MAK.

5.

Perangkat Akreditasi SDLB.

6.

Perangkat Akreditasi SMPLB.

7.

Perangkat Akreditasi SMALB.

8.

Perangkat Akreditasi SD SPK.

9.

Perangkat Akreditasi SMP SPK.

(9)

91

Jumlah butir pernyataan instrumen akreditasi pada setiap program atau

satuan pendidikan adalah:

1. SD/MI sebanyak 119 butir pernyataan.

2. SMP/MTs sebanyak 124 butir pernyataan.

3. SMA/MA sebanyak 129 butir pernyataan.

4. SMK/MAK sebanyak 133 butir pernyataan.

5. SLB

a. SD sebanyak 121 butir pernyataan.

b. SMP sebanyak 128 butir pernyataan.

c. SMA sebanyak 128 butir pernyataan.

6. SPK;

a. SD sebanyak 100 butir pernyataan.

b. SMP sebanyak 109 butir pernyataan.

c. SMA sebanyak 113 butir pernyataan.

F. Penggunaan Perangkat Akreditasi

Perangkat Akreditasi terdiri atas empat dokumen yang saling terkait dan

merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

Dokumen tersebut adalah:

1.

Instrumen Akreditasi.

2.

Petunjuk Teknis Pengisian Instrumen Akreditasi.

3.

Instrumen Pengumpulan Data dan Informasi Pendukung (IPDIP).

4.

Teknik Penskoran dan Pemeringkatan Hasil Akreditasi.

Instrumen Akreditasi Sekolah/Madrasah merupakan alat ukur yang

digunakan untuk menilai kualitas sekolah/madrasah berdasarkan kriteria yang

(10)

92

Petunjuk Teknis Pengisian Instrumen Akreditasi merupakan penjelasan

tentang penjelasan dan pembuktian jawaban atas instrumen, baik berupa

dokumen, bukti fisik atau fakta yang harus diperlihatkan oleh pihak

sekolah/madrasah kepada tim asesor pada saat visitasi.

Instrumen Pengumpulan Data dan Informasi Pendukung Akreditasi

merupakan instrumen yang berisi data dan informasi secara lengkap tentang

sekolah/madrasah yang digunakan sebagai bahan dalam pengisian instrumen

akreditasi.

Teknik Penskoran dan Pemeringkatan Hasil Akreditasi merupakan petunjuk

bagaimana mengolah skor hasil akreditasi dengan formula dan kriteria yang

telah ditetapkan.

G. Penskoran dan Pemeringkatan Hasil Akreditasi

Penskoran hasil akreditasi menggunakan Program Aplikasi Penskoran dan Pemeringkatan Hasil Akreditasi. Sekolah/madrasah dinyatakan “terakreditasi”, jika memenuhi seluruh kriteria berikut:

a. Memperoleh nilai akhir akreditasi sekurang-kurangnya 71;

b. Memperoleh nilai komponen standar sarana dan prasarana

sekurang-kurangnya 61; dan

c. Tidak ada nilai komponen standar di bawah 50.

Sekolah/madrasah dinyatakan “Tidak Terakreditasi” (TT) jika sekolah/madrasah tidak memenuhi kriteria di atas.

Peringkat akreditasi adalah sebagai berikut:

1. Peringkat akreditasi A (Unggul), jika sekolah/madrasah memperoleh Nilai

Akhir Akreditasi (NA) sebesar 91 sampai dengan 100 (91 < NA < 100).

2. Peringkat akreditasi B (Baik), jika sekolah/madrasah memperoleh Nilai

Akhir Akreditasi (NA) sebesar 81 sampai dengan 90 (81 < NA < 90).

3. Peringkat akreditasi C (Cukup Baik), jika sekolah/madrasah memperoleh

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2016 Tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Kurikulum 2013 Pada Pendidikan Dasar

22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah menyebutkan bahwa Proses Pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif,

Pendidikan Nasional Nomor 22 tahun 2006 tentang standar Isi untuk satuan pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Standar

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No 22 tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2016 Tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Kurikulum 2013 Pada Pendidikan Dasar

Berdasarkan hasil analisis Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 22 tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah maka dapat disimpulkan bahwa

Permendikbud Nomor 21 Tahun 2016 tentang Standar Isi, Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses, Permendikbud Nomor 24 Tahun 2016 tentang Kompetensi Dasar,

Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah menetapkan bahwa: 1 Guru wajib menjadi teladan yang baik bagi peserta didik dalam menghayati dan