• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN: Kenakalan Remaja

N/A
N/A
Yarra Arraya

Academic year: 2023

Membagikan "RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN: Kenakalan Remaja"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

RPL

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN KONSELING FORMAT KLASIKAL

I. IDENTITAS

a. Satuan Pendidikan b. Tahun Ajaran c. Kelas

d. Pelaksana e. Pihak Terkait

: : : : :

MAN Negeri 22 Jakarta 2021 – 202, semester 2 XII

Yarra Mutiara Imani, M. Pd., Kons -

II. WAKTU DAN TEMPAT : a. Tanggal

b. Jam

Pembelajaran/Pelayanan c. Volume/Alokasi Waktu d. Tempat

: : : :

12 Juni 2022 08.00 – 09.45 45 Menit

Ruang Kelas X-MIPA 1 III. MATERI PEMBELAJARAN

a. Tema/Subtema : 1. Tema : Kenakalan Remaja 2. Sub Tema : Stop Bullying IV TUJUAN/ARAH PENGEMBANGAN

a. Pengembangan KES : Agar siswa memahami pertian, rfek negatif mengidentifikasi perilaku bullying

b. Pengembangan KES-T : Untuk mencegah siswa dari situasi membully atau di bully sebagai dampak tidak tahuan perilaku yang negatif

c. Tujuan layanan : 1. Siswa mampu meninjau bahaya bullying 2. Siswa mampu memahami makna bahaya

bullying

3. Siswa menerangkan efek negatif terhadap penerima bullying

4. Siswa mampu menjabarkan prilaku yang menggambarkan bullying

5. Siswa mampu mengoreksi prilaku konsep diri yang mengandung bullying

6. Siswa mampu mengendalikan diri untuk terhindar dari perilaku bullying

7. Siswa mampu membuktikan dirinya tidak melakukan bullying

8. Siswa mampu menampilkan perilaku yang positif dalam kehidupan sehari-hari

(3)

V. MODEL/PEDEKATAN : Cooperative learning, mengacu kepada kerja sama tim dan kebersamaan tim dengan sosiodrama

VI. FUNGSI LAYANAN : Pemahaman a. Jenis layanan

b. Kegiatan pendukung

: :

Layanan informasi

AUM Umum Format SMA/Sederajat VII. SARANA

a. Media dan Pelengkap b. Sumber Kepustakaan

: :

Infocus, power point, sound system, laptop, dan

Andri Prayitna. 2010. “Lets And Bullying Memahami, Mencegah, dan Mengatasinya

Jakarta : Gramedia

Nina Hertiwi Putri. 2022. “7 Dampak Bullying Bagi Kesehatan Mental dan Fisik”.

https://www.sehatq.com/artikel/dampak- bullying -tak-hanya-sesaat-tapi-seumur-hidup.

Sehat.com IX. Sasaran Penilaian Hasil Pembelajaran/Pelayanan

Diperolehnya hal-hal baru oleh siswa terkait KES (Kehidupan Sehari0hari Efektif) dengan unsur-unsur AKURS (Acuan, Kompetensi, usaha, Rasa, Sungguh-sungguh)

A. KES

1. Acuan (A) : Siswa mengetahui tentang pengertian bullying

2. Kompetensi (K) : Siswa menunjukkan perilaku positif sebagai dampak dimilikinya pengetahuan dalam bullying

3. Usaha (U) : siswa menyusun rencana agar di kelas ini tidak ada yang tekena bullying dan membully teman sekelas

4. Rasa (R) : perasaan ingin menghindari bulli dan membully

5. Sungguh-sungguh (S) : kesungguhan dan keseriusan dalam menjauhkan dari sikap bullying

B. KES-T, terhindarnya kehidupan efektif sehari-hari yang terganggu, dalam berwira usaha, berupa :

1. Pemahaman dan persepsi siswa yang menganggap bully dan membully itu diperbolehkan sehingga terjadinya pembully di kelas

2. Tidak memiliki pemahaman tentang bullying

3. Tidak mengetahui bagaimana cara menghindarkan bullying C. Ridho Tuhan, Bersyukur, Ikhlas dan Tabah :

Memohon ridho Tuhan Yang Maha Esa untuk berakhlak mulia di kelas, luarkelas maupun lingkungan siswa berada

(4)

X LANGKAH KEGIATAN

Kegiatan Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Alokasi Waktu Pendahuluan • Melakukan Penstrukturan:

✓ Ucapan salam

✓ Ungkapan rasa senang

✓ Penjelasan yang dimaksud dengan layanan informasi

✓ Memberikan illustrasi untuk menjelaskan topik yang akan dibahas yaitu “Stop Bullying

✓ Menjelaskan manfaat dari dimilikinya jiwa enterpreunership

✓ Menjelaskan asas kegiatan, asas keterbukaan, asas kenormatifan, dan asas kerahasiaan.

✓ Menjelaskan aturan atau tatacara

kegiatan layanan informasi yang diberikan.

✓ Berdoa untuk memasuki kegiatan inti

• Menjawab salam

• Mendengarkan penjelasan guru

• Menjawab pertanyaan guru

• Mengikuti kegiatan pembelajaran dengan semangat

• Berdoa

10 Menit

Inti • Guru BK memberikan materi tentang Stop bullying dengan power point

• Guru BK membuka kesempatan bagi siswa untuk bertanya

• Guru BK menanggapi pertanyaan dan tanggapan siswa

Mengamati dan mencermati dari guru BK

Menanya : bertanya mengenai hal yang kurang dipahami tentang materi yang di jelaskan

25 Menit

(5)

• Guru BK membagi siswa ke dalam kelompok dengan metode sosiodrama dimana setiap anggota kelompok akan menjadi pemeran dalam teks dialog yang siswa buat sendiri atau mencari di internet bagikan

• Guru menunjuk secara acak pada kelompok untuk menampilkan teks dialog telah di buat atau mencari di internet sebelumnya

Mengumpulkan Informasi : menyimak penjelasan guru tentang bahaya bullying

Mengasosiasi dan mengelola informasi : mengaitkan informasi yang diperoleh power poin yang di tampilkan maupun

penjelasan guru BK

Menyimpulkan Penutup • Guru BK mereview inti

pembahasan (sebagai resume)

• Guru BK Melakukan penilaian segera (laiseg) baik kesan kognitif maupun afektif melalui lembar penilaian hasil layanan

• Mengakhiri kegiatan dengan ucapan syukur dan doa

• mengucapkan salam

• Menyampaikan kesan-kesan mengenai kegiatan

• layanan sesuai dengan

komponen BMB3

• Bersyukur dan berdoa

• Menjawab salam guru

10 menit

XI. Penilaian

1. Penilaian Proses

Melakukan pengamatan dilakukan proses pembelajaran/pelayanan untuk memperoleh gambaran aktivitas siswa dan efekttifitas

pembelajaran/pelayanan yang telah di selenggarakan dengan dinamika BMB3

2. Penilaian Hasil (BMB3) Konsep BMB3

Berpikir : hal-hal apa yang di pikirkan siswa tentang materi Stop Bullying Merasa : bagaimana perasaan siswa setelah mengikuti materi Stop Bullying Bersikap : bagaimana sikap siswa terkait materi bullying

Bertindak : hal-hal apa yang dilakukan siswa terkait dengan materi bullying

(6)

Bertanggung jawab : hal-hal apa yang menjadi tanggung jawab setelah mengikuti materi bullying

Mengetahui Kepala sekolah

Lela,M.Pd.

1234567896521

Guru BK

Yarra Mutiara Imani, M.Pd., Kons.

202001500094

(7)

Lampiran 1 : Uraian Materi

1. Pengertian Bullying

Bullying merupakan problem yang dampaknya harus ditanggung oleh semua pihak. Baik itu si pelaku, korban atau dia yang menyaksikan tindakan tersebut.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa satu dari tiga anak di seluruh dunia mengaku pernah mengalami bullying . Begitupun sebaliknya satu dari tiga anak mengaku pernah melakukan tindakan bullying pada kawannya.

Tindakan yang disengaja oleh si pelaku pada korbannya bukan sebagai kelalaian melainkan betul-betul disengaja.

➢ Tindakan itu terjadi berulang-ulang. Bullying tindakan pernah dilakukan secara acak atau cuma sekali saja.

➢ Didasari perbedaan power yang mencolok. Jadi, perkelahian di antara anak yang lebih kurang seimbang dari segi ukuran fisik maupun usia bukan merupakan kasus bullying , dalam bullying si pelaku benar-benar berada di atas angin dari korbannya

Berikut strategi yang biasa dilakukan pembulli dalam menjahati korbannya

• Fisikal, seperti : memukul, menendang, mendorong, merusak benda-benda milik korban termasuk tindakan pencurian, dan lain-lain

• Verba, seperti : mengolok-olok nama panggilan, melecehkan penampilan, mengancam, menakut-nakuti, dan lain-lain.

• Sosial, seperti : menyebar gosip, rumor, mempermalukan di depan umum, dikucilkan dari pergaulan atau menjebak seseorang sehingga dia yang dituduh melakukan tindakan tersebut

Cyber atau elektrinik : mempermalukan orang Dengan menyebarkan gosip di jejaring sosial internet (Instagram, Twitter, Facebook, Tiktok), menyebarkan foto pribadi tanpa izin pemiliknya di internet atau membongkar rahasia orang lain lewat internet ataupun sms atau whatsApp

Bullying dan gender

Anak laki-laki cenderung melakukan bullying dalam bentuk-bentuk agresi fisikal

Anak laki-laki cenderung lebih sering mengalami tindakan bullying

dibandingkan dengan anak perempuan, sekaligus pelaku bullying pun lebih banyak dari kalangan anak laki-laki dibandingkan dengan anak perempuan Anak perempuan cenderung menjahati anak perempuan lainnya secara tidak langsung. Misalnya menyebar isu, gosip, atau fitnah, ke kawan-kawan dekat dari objek yang.

Anak perempuan seringkali mengalami bullying dalam bentuk pelecehan seksual. Misalnya menerima komentar berbau seksual karena penampilan fisiknya, digodai cara berlebihan, dan lain-lain

2. Sebab – Sebab Munculnya Perilaku Bullying

1. Bullying terjadi karena tradisi turun temurun dari seniornya

2. Keinginan untuk balas dendam karena dulu pernah mendapatkan perlakuan yang sama

(8)

3. Perasaan ingin menunjukkan kekuasaan dan kekuatan (superior)

4. Kecewa karena orang lain tidak berperilaku sesuai dengan yang diharapkan.

5. Dorongan untuk mendapatkan kepuasan

6. Dianggap menghina atau mengganggu kelompok tertentu (gank)

3. Dampak Buruk Bullying

Sebagai korban, anak-anak maupun orang dewasa bisa mengalami hal-hal yang tidak di inginkan akibat bullying yang dilakukan orang-orang di lingkungannya.

1. Masalah psikologis

Korban bully sering kali menunjukkan adanya gejala masalah psikologis, bahkan setelah perundungan berlangsung. Kondisi yang paling sering muncul adalah depresi dan gangguan kecemasan. Selain itu, pengaruh bullying terhadap kesehatan mental remaja dan anak adalah merasa sangat sedih, rendah diri, kesepian, hilang minat pada hal yang biasa mereka sukai, dan perubahan pada pola tidur atau makan. Efek bullying juga bisa menyebabkan gejala psikosomatis, yaitu masalah psikologis yang memicu gangguan pada kesehatan fisik. Hal ini tidak hanya berlaku pada orang dewasa, tapi juga anak-anak. Sebagai contoh, saat waktunya masuk sekolah, anak akan merasa sakit perut dan sakit kepala meski secara fisik tidak ada yang salah di

tubuhnya.

2. Masalah fisik

Bukan hanya memar atau terluka akibat kekerasan fisik yang dialaminya, korban bullying sering mengalami kecemasan yang dapat memicu stres pada tubuh. Kondisi ini bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti lebih sering sakit, terkena gangguan pencernaan, atau masalah lainnya.

Bullying terhadap anak juga bisa memperburuk masalah kesehatan yang mereka derita sebelumnya. Misalnya, masalah kulit, perut, atau jantung pada anak dapat menjadi lebih parah akibat stres.

3. Gangguan tidur

Dampak negatif bullying yang juga bisa terlihat jelas adalah gangguan tidur.

Para korban bullying sering kali kesulitan untuk tidur yang nyenyak.

Sekalipun bisa tidur, tidak jarang waktu tersebut justru dihiasi dengan mimpi buruk

4. Pikiran untuk bunuh diri

Dampak bullying bagi korban yang satu ini tidak hanya bisa menghampiri pikiran orang dewasa. Korban bullying berusia anak-anak dan remaja pun berisiko memiliki pikiran untuk mengakhiri hidup. Tidak jarang ada laporan kejadian tentang anak berusia sekolah yang meninggal dunia akibat bunuh diri setelah dirundung oleh teman-teman sepantarannya. Inilah bahaya bullying yang harus orangtua waspadai.

5. Tidak bisa menyatu dengan orang-orang sekitar

Salah satu akibat bullying yang perlu diwaspadai adalah kesulitan untuk menyatu dengan orang-orang di sekitar. Anak maupun orang dewasa yang mengalami bullying , secara tidak langsung ditempatkan pada status sosial yang lebih rendah dari rekan-rekannya. Hal ini membuat korban bully

menjadi sering merasa kesepian, terabaikan, dan berujung pada turunnya rasa percaya diri.

(9)

6. Gangguan prestasi

Dampak dari bullying lainnya adalah anak cenderung akan mengalami kesulitan dalam mencapai prestasi belajar. Mereka akan kesulitan untuk berkonsentrasi di kelas, sering tidak masuk sekolah, dan tidak diikutsertakan dalam kegiatan yang ada di sekolah.

7. Sulit percaya dengan orang lain

Dampak bullying bagi korban yang tak boleh diremehkan adalah sulit percaya dengan orang lain. Saat seorang anak menjadi korban bully, mereka dapat semakin sulit untuk mempercayai orang lain di sekitarnya. Mungkin salah satu dampak buruk akibat dari bullying ini tidak terlihat saat korban masih kecil. Namun, ketika beranjak dewasa, mereka dapat kesulitan untuk membangun hubungan dengan orang lain.

Dampak bullying tidak hanya dirasakan oleh korban, bullying juga

mengakibatkan dampak bagi pelakunya. Berikut adalah hal-hal negatif yang bisa terjadi pada pelaku bullying jika perilaku tak terpujinya itu tak segera dihentikan.

• Berisiko melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

• Berisiko menunjukkan perilaku antisosial.

• Berisiko menyalahgunakan obat terlarang.

• Berisiko sulit untuk dipekerjakan saat sudah dewasa.

4. Cara Mencegah

Untuk mencegah agar kita tidak menjadi korban tindakan bullying anatara lain yang dapat kita lakukan adalah :

a. Hindari membawa atau memakai barang-barang mahal atau uang yang berlebihan b. Jangan sendirian terutama di tempat sepi

c. Hindari cari gara-gara dengan pelaku bullying

d. Jangan berada di dekat dengan oarang yang suka melakukan tindakan bullying atau berada di sekitar mereka

e. Kenali dan perhatikan pelaku bullying

f. Jangan ikut-kutan melakukan tindakan bullying dalam bentuk apa pun.

5. Melawan Bullying

Melawan pelaku bullying kita dapat mengambil sikap sebagai berikut

a. Jadilah orang yang percaya diri dan tunjukan ketahanan diri bahwa kita tidak mau mengganggu dan diganggu.

b. Bersikap tenang saat ada yang mengganggu jangan biarkan emosi terpancing c. Jika melihat ada tenman yang menjadi korban, maka tolonglah korban dan laporkan d. Lakukan perlawanan diikuti dengan berteriak, lari atau tindakan apapun sambil

mencari pertolongan

e. Catatlah tempat, orang-orang yang terlibat dan jenis gangguan yang mereka lakukan, laporkan pada orang tua, guru atau pihak berwajib.

(10)

Daftar Pustaka

Andri Prayitna. 2010. “Lets And Bullying : Memahami, Mencegah, dan Mengatasinya”

Jakarta : Gramedia

(11)

Lampiran 3 : PPT Materi Layanan

(12)
(13)
(14)
(15)
(16)

Lampiran 3 : Instrumen Penilaian

Pedoman Observasi Kegiatan Praktik No.

Kelompok

Aspek yang Diobservasi Keaktifan dalam

membuat atau mencari teks drama

stop bullying (skor 0-20)

Kesesuaian antara pemeran dan pemaparannya

(skor 0-40)

keaktifan memberi makna

setelah menyaksikan pemaparan drama

kelompok lain (skor 0-20)

Total

1 2 3 4 5 6 Dst

(17)

PENILAIAN HASIL

LAYANAN KONSELING FORMAT KLASIKAL

1. Topik apakah yang telah di bahas melalui layanan tadi ? tuliskan dengan singkat ...

...

...

...

2. Kapan, dengan cara apa dan oleh siapa layanan di berikan ?

Tanggal layanan ...

...

Jenis layanan ...

...

Pemberian layanan ...

...

3. Perolehan apakah yang Anda dapatkan dari layanan tersebut? Jawablah dengan singkat pertanyaan-pertanyaan berikut:

a. Apa yang Anda pikirkan atau terlintas dalam pemikiran Anda setelah mengikuti kegiatan ini? ...

...

b. Hal apakah yang Anda peroleh dari layanan yang telah Anda jalani? ...

...

c. Setelah mendapatkan layanan, hal-hal apa yang Anda laksanakan untuk ...

...

d. mengembangkan diri Anda ? ...

...

e. Menurut pendapat Anda, setelah mengikuti kegiatan ini, apakah Anda sudah cukup ...

...

(18)

f. memahami hal-hal yang berkaitan dengan stop bullying ? ...

...

g. Apakah Anda mengetahui tentang bagaimana cara melawan bullying ? ...

...

4. Menurut Anda apa saja cara mencegah bullying ?...

...

...

5. Apakah layanan yang Anda ikuti berkaitan langsung dengan masalah yang sedang Anda alami ?

a. Apabila ya, keuntungan apakah yang Anda peroleh ? ...

...

b. Apabila tidak, keuntungan apakah yang Anda peroleh ? ...

...

6. Bagaimana kesan Anda mengenai kegiatan ini ? berikan pendapat Anda ...

...

...

7. Apakah tanggapan,saran, pesan, atau harapan yan ingin Anda sampaikan kepada pemberi layanan ? ...

...

...

Tanggal mengisi :...

Nama pengisi :...

Referensi

Dokumen terkait

1) Guru BK membawa siswa untuk berefleksi diri dengan cara menguraikan materi “Listen To Me”. 2) Guru BK meminta pendapat kepada siswa tentang pentingnya rasa

 Guru membagi Peserta didik dalam kelompok kecil, masing -masing terdiri atas 4 orang kemudian diberikan kertas HVS dimana siswa diperintah untuk berdiskusi

Guru memberikan kepercayan kepada ketua kelas membagi kelompok kecil untuk menentukan data tentang cara mencari jumlah deret aritmatika.. Guru membagikan LKPD kepada

2. Guru membagi siswa menjadi 4 kelompok Yaitu kelompok 1 adalah kelompok Sehat ,Kelompok 2 adalah kelompok Segar, Kelompok 3 adalah Kelompok Bugar dan Kelompok 4 adalah

Tahap Inti / Kerja 1 Pemimpin kelompok menjelaskan mengenai tema yang akan dibahas dalam bimbingan kelompok 2 Anggota kelompok menyimak dengan saksama penjelasan dari pemimpin

Tahap Inti / Kerja 1 Peserta didik melakukan diskusi mengenai materi komunikasi 2 Guru BK meminta peserta didik untuk membuat kelompok kecil berpasangan atau dua orang 3 Guru BK

Bagi diri remaja itu sendiri Akibat dari kenakalan yang dilakukan oleh remaja akan berdampak bagi dirinya sendiri dan sangat merugikan baik fisik dan mental, walaupun perbuatan itu

Guru BK/Konselor menanyakan pada siswa apa saja yang telah ia ambil tindakan yang dapat dipertanggungjawab- kan dalam memahami Kepekaan Diri dan Sosial 3.. Guru BK /Konselor