Bank Perkreditan Rakyat (BPR)

Top PDF Bank Perkreditan Rakyat (BPR):

Evaluasi penerapan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) dalam penyajian laporan keuangan Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Studi kasus di PD BPR Bank Sleman.

Evaluasi penerapan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) dalam penyajian laporan keuangan Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Studi kasus di PD BPR Bank Sleman.

pertanggungjawaban manajemen atas aktivitas yang telah dilakukannya dalam kurun waktu tertentu. Laporan keuangan yang berkualitas dapat memberikan informasi yang akurat dan komprehensif bagi seluruh pihak yang berkepentingan dan mencerminkan kinerja BPR secara utuh. Untuk mencapai tujuan tersebut standar dan pedoman akuntansi yang berlaku perlu terus disempurnakan sejalan dengan perkembangan transaksi dan produk keuangan dewasa ini serta harmonisasi dengan standar akuntansi internasional. Namun demikian, dengan kegiatan yang terbatas dan sederhana, dipandang tidak memadai dari sisi biaya dan manfaat bagi BPR jika menggunakan standar akuntansi keuangan umum yang digunakan bagi ban umum (Tim Pedoman Bank Perkreditan Rakyat: 2010).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Peranan Bank Perkreditan Rakyat Syariah Dalam Meningkatkan Pendapatan Usaha Kecil Serta...

Peranan Bank Perkreditan Rakyat Syariah Dalam Meningkatkan Pendapatan Usaha Kecil Serta...

Sejak tahun 1996, jumlah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) baik konvensional maupun Bank Perkreditan Rakyat Syari'ah mengalami peningkatan cukup berarti khususnya di Sumatera Utara. Hal ini berkaitan dengan Bank Umum masih sangat sedikit sekali menyentuh kehidupan perekonomian di berbagai daerah kecamatan dan pedesaan. Keberadaan BPR ini semakin dikuatkan dengan keluarnya Undang-Undang Republik Indonesia No. 10 tahun 1998 yang menekankan bahwa sasaran BPR adalah melayani usaha kecil.

Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI BAURAN PEMASARAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN JUMLAH NASABAH DAN VOLUME KREDIT PADA PT. BANK PERKREDITAN RAKYAT (BPR) NUSAMBA GENTENG, BANYUWANGI

IMPLEMENTASI BAURAN PEMASARAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN JUMLAH NASABAH DAN VOLUME KREDIT PADA PT. BANK PERKREDITAN RAKYAT (BPR) NUSAMBA GENTENG, BANYUWANGI

Bank Perkreditan Rakyat (BPR) adalah salah satu lembaga keuangan yang menawarkan pinjaman kredit bagi para UMKM. PT. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Nusamba Genteng merupakan salah satu dari sekian banyak perusahaan sejenis yang terdapat di wilayah Kecamatan Genteng. BPR Nusamba Genteng bergerak dalam bidang jasa perbankan melayani penghimpunan dana berupa Tabungan dan Deposito serta melayani penyaluran dana berupa kredit. PT. BPR Nusamba Genteng adalah salah satu yang senantiasa ikut berperan dalam memberikan kredit kepada masyarakat sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat tersebut agar mampu mengatasi ketimpangan ekonomi dan kesenjangan sosial.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI BAURAN PEMASARAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN JUMLAH NASABAH DAN VOLUME KREDIT PADA PT. BANK PERKREDITAN RAKYAT (BPR) NUSAMBA GENTENG, BANYUWANGI

IMPLEMENTASI BAURAN PEMASARAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN JUMLAH NASABAH DAN VOLUME KREDIT PADA PT. BANK PERKREDITAN RAKYAT (BPR) NUSAMBA GENTENG, BANYUWANGI

Bank Perkreditan Rakyat (BPR) adalah salah satu lembaga keuangan yang menawarkan pinjaman kredit bagi para UMKM. PT. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Nusamba Genteng merupakan salah satu dari sekian banyak perusahaan sejenis yang terdapat di wilayah Kecamatan Genteng. BPR Nusamba Genteng bergerak dalam bidang jasa perbankan melayani penghimpunan dana berupa Tabungan dan Deposito serta melayani penyaluran dana berupa kredit. PT. BPR Nusamba Genteng adalah salah satu yang senantiasa ikut berperan dalam memberikan kredit kepada masyarakat sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat tersebut agar mampu mengatasi ketimpangan ekonomi dan kesenjangan sosial.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Bank Perkreditan Rakyat Sebagai Sumber Pembiayaan Usaha Menengah Kecil Di PT BPR Tridana Percut Medan

Bank Perkreditan Rakyat Sebagai Sumber Pembiayaan Usaha Menengah Kecil Di PT BPR Tridana Percut Medan

Bank Perkreditan Rakyat Tridana Percut adalah Perseroan Terbatas yang bergerak dibidang Bank Perkreditan Rakyat yang bertujuan untuk menghimpun dana dan menyalurkan dana kepada masyarakat dalam menunjang proses pertumbuhan perekonomian dan memberikan pelayanan bagi usaha menengah dan kecil. Berdirinya PT. BPR Tridana Percut secara akusisi, pertama kali berdirinya perusahaan di Perumnas Mandala Jl. Garuda I No. 3 pada tahun 1992 sampai 2009, pada tahun 2009 terjadi pemindahan gedung / penyewaan gedung di Jl. Mandala By Pass No. 2AA Medan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

View of PERANAN BANK INDONESIA DALAM PENGAWASAN DAN PEMBINAAN BANK PERKREDITAN RAKYAT (BPR)

View of PERANAN BANK INDONESIA DALAM PENGAWASAN DAN PEMBINAAN BANK PERKREDITAN RAKYAT (BPR)

Berdasarkan peraturan Bank Indonesia (PBI) nomor 8/26/PBI tanggal 8 Nopember 2006 tentang Bank Perkreditan Rakyat, BPR harus diperiksa minimal satu tahun sekali, kegiatan pemeriksaan lainnya dilakukan tergantung pada sejauh mana suatu bank dipandang mengandung potensial problem yang memerlukan pemeriksaan, pelaksanaan pemeriksaan pada dasarnya dimaksudkan untuk meyakini kebenaran data yang dilaporkan BPR, menggali lebih lanjut permasalahan yang dihadapi, melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan action program, serta untuk tujuan lainnya dalam rangka pengawasan bank secara dini.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Perancangan Aplikasi Penentuan Tingkat Kesehatan Bank Perkreditan Rakyat Dengan Metode CAMEL

Perancangan Aplikasi Penentuan Tingkat Kesehatan Bank Perkreditan Rakyat Dengan Metode CAMEL

Skripsi ini merupakan salah satu syarat yang wajib diselesaikan guna meraih gelar Sarjana Komputer pada jurusan S1-Ilmu Komputer USU. Adapun judul yang diangkat penulis dalam skripsi ini adalah Perancangan Aplikasi Penentuan Tingkat Kesehatan Bank Perkreditan Rakyat dengan Metode CAMEL menggunakan Borland Delphi. Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam penyelesaian skripsi ini tidak luput dari campur tangan banyak pihak yang telah memberikan bantuan dan motivasi bagi penulis. Maka, dalam kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Prof. Dr. Iryanto, M.Si dan Bapak M.Andri Budiman, ST, MCompSc,
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

TINJAUAN PROFITABILITAS PADA BANK PERKREDITAN RAKYAT (BPR) KONVENSIONAL DI PROPINSI LAMPUNG

TINJAUAN PROFITABILITAS PADA BANK PERKREDITAN RAKYAT (BPR) KONVENSIONAL DI PROPINSI LAMPUNG

Berdasarkan hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa profitabilitas pada PT. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Konvensional Propinsi Lampung selama periode analisis yaitu tahun 2010-2013 dapat dinyatakan belum sehat secara keseluruhan. Hal ini dapat dilihat dari perolehan Net Profit Margin Ratio (NPM) yang menunjukkan hasil yang kurang baik yaitu dengan rata-rata NPM sebesar 64,58%. Sesuai dengan Surat Edaran Bank Indonesia No.6/23/DPNP tanggal 31 Mei 2004 Profit Margin Ratio (NPM) dihasilkan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Konvensional Propinsi Lampung selama periode analisis, dengan rata-rata NPM sebesar 64,58% masuk dalam katagori peringkat keempat yaitu kurang sehat karena 51 % ≤ NPM < 66 % (persentase NPM berkisar antara 51% sampai 66% maka bank masuk dalam kategori kurang sehat).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

KELENGKETAN BIAYA DI BANK PERKREDITAN RAKYAT (BPR) MILIK PEMERINTAH DAERAH

KELENGKETAN BIAYA DI BANK PERKREDITAN RAKYAT (BPR) MILIK PEMERINTAH DAERAH

Pada BPR milik pemerintah daerah provinsi maupun kabupaten diduga terdapat perbedaan dalam hal intervensi yang dilakukan oleh pemerintah, dimana karena BPR kabupaten berada dalam taraf yang lebih rendah dibandingkan dengan BPR provinsi sehingga pemerintah lebih leluasa untuk melakukan intervensinya kepada BPR kabupaten. Menurut Penowo (2011) intervensi yang dilakukan pemerintah di BPR kabupaten seperti menyalurkan kredit ke pegawai negeri sipil (PNS) ataupun anggota DPRD, serta menjadikan BPR milik kabupaten sebagai alat untuk membiayai proyek besar pemerintah. Jika pemerintah turut terjun dalam aktivitas BPR, dalam hal ini dikhawatirkan dapat menganggu kesehatan BPR milik kabupaten itu sendiri. Hal ini tentunya akan mempengaruhi kinerja BPR kabupaten. BPR dapat menderita kerugian jika dikelola secara tidak efisien dan produktifitas yang rendah sehingga membuat BPR tidak memiliki kemampuan untuk berkompetisi dengan lembaga keuangan lainnya.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

AKTA JAMINAN FIDUSIA YANG TIDAK DIDAFTARKAN OLEH KREDITUR BANK PERKREDITAN RAKYAT (BPR) DI KABUPATEN BADUNG.

AKTA JAMINAN FIDUSIA YANG TIDAK DIDAFTARKAN OLEH KREDITUR BANK PERKREDITAN RAKYAT (BPR) DI KABUPATEN BADUNG.

Under article 1 paragraph 2 of Law No. 10 of 1998 concerning amendments to the Law No. 7 of 1992 concerning Banking is the bank definition of "business entities that raise funds from the public in the form of savings and channel them to the public in the form of credit and / or other forms in order to improve the standard of living of the people". In connection with the provision of the loan the bank must receive guarantees to minimize the risk of non-performing loans made by the debtor. Objects used as collateral in this study is a fiduciary. The rules regarding fiduciary has been regulated under Regulation Legislation No. 42 of 1999 to provide legal certainty. In 2015, the government issued Government Regulation No. 21 of 2015 in order to fill the legal void of Fiduciary Act. In Government Regulations governing the Registration Period Fiduciary. Then the problem is under discussion in this study is what are the factors that lead to BPR as a creditor does not register the object of collateral in the form of a deed of fiduciary and how the legal consequences for rural banks (BPR) as a creditor if the deed of fiduciary made by the debtor or guarantor is not registered
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH PARTISIPASI PENGANGGARAN, PENEKANAN ANGGARAN, KOMITMEN ORGANISASI DAN KETIDAKPASTIAN  Pengaruh Partisipasi Penganggaran, Penekanan Anggaran, Komitmen Organisasi Dan Ketidakpastian Lingkungan Terhadap Budgetary Slack Pada Bank Perkreditan Rakyat (

PENGARUH PARTISIPASI PENGANGGARAN, PENEKANAN ANGGARAN, KOMITMEN ORGANISASI DAN KETIDAKPASTIAN Pengaruh Partisipasi Penganggaran, Penekanan Anggaran, Komitmen Organisasi Dan Ketidakpastian Lingkungan Terhadap Budgetary Slack Pada Bank Perkreditan Rakyat (

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh manajer Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Kabupaten Boyolali. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 76 responden dari empat BPR yang ada di Kabupaten Boyolali. Metode pengumpulan sampel menggunakan teknik pengambilan sampel non random sampling yaitu judgement sampling . Alat analisis yang digunakan meliputi uji validitas dan uji reliabilitas, uji normalitas, uji multikolinieritas, uji heteroskedastisitas, uji regresi linier berganda, uji F, uji R square dan uji t.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN - ANALISIS RASIO KEUANGAN DENGAN MENGGUNAKAN RISK, EARNINGS, DAN CAPITAL UNTUK MEMPREDIKSI FINANCIAL DISTRESS BANK PERKREDITAN RAKYAT DI PROVINSI JAWA TENGAH - Perbanas Institutional Repository

BAB I PENDAHULUAN - ANALISIS RASIO KEUANGAN DENGAN MENGGUNAKAN RISK, EARNINGS, DAN CAPITAL UNTUK MEMPREDIKSI FINANCIAL DISTRESS BANK PERKREDITAN RAKYAT DI PROVINSI JAWA TENGAH - Perbanas Institutional Repository

mengalami kondisi bermasalah terkait dengan Fraud (penggelapan dana) dan Non Performing Loan (kredit bermasalah). Selain itu, faktor permodalan juga masih menjadi kendala (www.lps.go.id). Menurut Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 5/POJK 03/2015 tentang kewajiban pemenuhan modal inti minimum Bank Perkreditan Rakyat bahwa BPR wajib memenuhi dan menjaga modal inti minimum yang telah ditetapkan sebesar enam miliar rupiah. BPR yang tidak memenuhi jumlah modal inti minimum yang telah ditetapkan akan dikenakan sanksi yaitu penurunan tingkat kesehatan BPR, larangan untuk membuka jaringan kantor, larangan untuk melakukan Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing dan layanan perangkat perbankan elektronis, pembatasan wilayah penyaluran dana menjadi satu kabupaten yang sama dengan lokasi kantor BPR, dan pembatasan remunerasi atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu kepada anggota Dewan Komisaris atau Direksi BPR, atau imbalan kepada pihak terkait.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

ANALISIS PERBEDAAN RISIKO PEMBERIAN KREDIT PADA BANK PERKREDITAN RAKYAT (BPR)

ANALISIS PERBEDAAN RISIKO PEMBERIAN KREDIT PADA BANK PERKREDITAN RAKYAT (BPR)

Tidak adanya perbedaan risiko kredit dari ketiga jenis agunan yang di gunakan pada BPR Danagung Ramulti kemungkinan karena sebelum memutuskan untuk menerima kredit dengan jaminan tertentu BPR Danagung Ramulti akan melakukan seleksi yang cukup ketat. Untuk agunan berupa BPKB kendaraan bermotor BPR Danagung Ramulti hanya mau menerima jaminan kendaraan buatan Jepang (ada ketentuan khusus dari BPR untuk tidak menerima jaminan kendaraan buatan Cina) yang nilai jualnya relatif lebih stabil. Sedangkan untuk agunan berupa sertifikat tanah BPR Danagung Ramulti sangat berhati-hati, bank harus meneliti langsung ke daerah setempat dan dilihat juga kemampuan dari debiturnya (dilihat juga pekerjaannya) sehingga akan mengurangi risiko yang mungkin akan ditimbulkan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Analisis Penentuan Tingkat Efisiensi Bank Perkreditan Rakyat di Medan

Analisis Penentuan Tingkat Efisiensi Bank Perkreditan Rakyat di Medan

Laporan arus kas merupakan laporan yang menunjukkan penerimaan dan pengeluaran kas BPR selama periode tertentu yang dikelompokkan dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Aktivitas operasi (operating) adalah aktivitas penghasil utama pendapatan BPR (principal revenue – producing activities) dan aktivitas lain yang bukan merupakan aktivitas investasi dan pendanaan. Aktivitas investasi (investing) adalah perolehan dan pelepasan aset jangka panjang serta investasi lain yang tidak termasuk setara kas. Aktivitas pendanaan (financing) adalah aktivitas yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah serta komposisi modal dan pinjaman BPR. Kas adalah saldo kas dan rekening giro di Bank Umum. Setara kas adalah penempatan dana dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) bulan dan sangat likuid yang dimiliki untuk memenuhi komitmen kas jangka pendek.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PERAN BANK PERKREDITAN RAKYAT DALAM PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO (Studi Kasus Pada PT. BPR Lampung Bina Sejahtera)

PERAN BANK PERKREDITAN RAKYAT DALAM PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO (Studi Kasus Pada PT. BPR Lampung Bina Sejahtera)

Melihat permasalahan yang dihadapi oleh UMKM di atas maka perekonomian Indonesia yang saat ini bertumpu pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tersebut harus menjadi dasar dari penetapan strategi Pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi nasional, yaitu pembangunan yang terfokus pada pemberdayaan UMKM. Sejalan dengan strategi Pemerintah tersebut, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sebagai salah satu bank yang selama ini telah memberikan pelayanan perbankan terutama kepada usaha mikro dan kecil (UMKM) sangat diharapkan untuk dapat lebih meningkatkan peran dan kontribusinya dalam pengembangan UMKM. Perkembangan industri BPR yang terus meningkat sejalan dengan perkembangan dunia perbankan dan teknologi informasi yang cukup pesat perlu didukung dengan kebijakan dan arah pengembangan BPR yang jelas dan terarah dari pemerintah.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

IM P L E M E NTAS I B A UR AN P E M ASAR AN DA L AM U P A YA M E NIN GK AT K AN JU M L AH NA S ABAH DA N V OL UM E K REDIT P A DA P T . BAN K P E R K REDI T AN RA KYAT (B P R) NU S AM B A G E NTE N G , B AN YU WAN G I

IM P L E M E NTAS I B A UR AN P E M ASAR AN DA L AM U P A YA M E NIN GK AT K AN JU M L AH NA S ABAH DA N V OL UM E K REDIT P A DA P T . BAN K P E R K REDI T AN RA KYAT (B P R) NU S AM B A G E NTE N G , B AN YU WAN G I

Bank Perkreditan Rakyat (BPR) adalah salah satu lembaga keuangan yang menawarkan pinjaman kredit bagi para UMKM. PT. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Nusamba Genteng merupakan salah satu dari sekian banyak perusahaan sejenis yang terdapat di wilayah Kecamatan Genteng. BPR Nusamba Genteng bergerak dalam bidang jasa perbankan melayani penghimpunan dana berupa Tabungan dan Deposito serta melayani penyaluran dana berupa kredit. PT. BPR Nusamba Genteng adalah salah satu yang senantiasa ikut berperan dalam memberikan kredit kepada masyarakat sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat tersebut agar mampu mengatasi ketimpangan ekonomi dan kesenjangan sosial.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

HUBUNGAN PELAYANAN DAN KREDIT PD. BPR BKK MOJOLABAN TERHADAP PERKEMBANGAN USAHA PEDAGANG KECIL DI PASAR BEKONANG TAHUN 2007.

HUBUNGAN PELAYANAN DAN KREDIT PD. BPR BKK MOJOLABAN TERHADAP PERKEMBANGAN USAHA PEDAGANG KECIL DI PASAR BEKONANG TAHUN 2007.

Berdasarkan alasan di atas, dari fungsi, latar belakang dan tujuan PD.BPR BKK memberikan kredit kepada pengusaha golongan ekonomi kecil, maka dalam skripsi ini penulis memilih judul : “HUBUNGAN PELAYANAN DAN KREDIT PERUSAHAAN DAREAH BANK PERKREDITAN RAKYAT BADAN KREDIT KECAMATAN (PD. BPR BKK) MOJOLABAN DENGAN PERKEMBANGAN USAHA PEDAGANG KECIL DI PASAR BEKONANG TAHUN 2007”.

Baca lebih lajut

PELAKSANAAN PEMBERIAN KREDIT OLEH PERUSAHAANDAERAH BANK PERKREDITAN RAKYAT (BPR) BANK PASAR PELAKSANAAN PEMBERIAN KREDIT OLEH PERUSAHAAN DAERAH BANK PERKREDITAN RAKYAT (BPR) BANK PASAR KABUPATEN SUKOHARJO.

PELAKSANAAN PEMBERIAN KREDIT OLEH PERUSAHAANDAERAH BANK PERKREDITAN RAKYAT (BPR) BANK PASAR PELAKSANAAN PEMBERIAN KREDIT OLEH PERUSAHAAN DAERAH BANK PERKREDITAN RAKYAT (BPR) BANK PASAR KABUPATEN SUKOHARJO.

Dengan mengucap puji syukur ke hadirat Allah SWT atas segala rahmad dan hidayahnya yang telah dilimphkan kepada penulis. Sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini dengn berjudul ”PELAKSANAAN PEMBERIAN KREDIT OLEH PERUSAHAAN DAERAH BANK PERKREDITAN RAKYAT(BPR)BANK PASAR KABUPATEN SUKOHARJO

Baca lebih lajut

ANALISIS CAMEL UNTUK MENILAI TINGKAT KESEHATAN BANK

ANALISIS CAMEL UNTUK MENILAI TINGKAT KESEHATAN BANK

Tata cara tingkat penilaian tingkat kesehatan Bank Perkreditan Rakyat (BPR), ditetapkan oleh Bank Indonesia dalam surat edaran Bank Indonesia no. 30/3/UPBB tanggal 30 April 1997 yang kemudian ditegaskan melalui surat keputusan Direksi bank Indonesia No. 30/12/KEP/DIR tanggal 30 April 1997, yang berisi tentang metode penilaian tingkat kesehatan Bank yang meliputi : Capital Adequacy Ratio, Asset Quality, Management, Earning Ability, Liquidity. Metode atau tata cara penilaian tingkat kesehatan Bank ini kemudian dikenal dengan metode CAMEL. Mengingat pentingnya untuk mengetahui tingkat kesehatan bank, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul Analisis CAMEL untuk menilai tingkat kesehatan bank.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

ProdukHukum BankIndonesia

ProdukHukum BankIndonesia

SE ini diterbitkan sehubungan dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, Peraturan Bank Indonesia Nomor 8/20/PBI/2006 tentang Transparansi Kondisi Keuangan Bank Perkreditan Rakyat, Surat Edaran Nomor 11/37/DKBU perihal Penetapan Standar Akuntansi bagi Bank Perkreditan Rakyat dan Surat Edaran Nomor 12/14/DKBU perihal Pelaksanaan Pedoman Akuntansi Bank Perkreditan Rakyat.

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...