Capital Employed Efficiency (CEE)

Top PDF Capital Employed Efficiency (CEE):

Pengaruh Human Capital Efficiency (HCE), Structural Capital Efficiency (SCE), dan Capital Employed Efficiency (CEE) terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2012-2014

Pengaruh Human Capital Efficiency (HCE), Structural Capital Efficiency (SCE), dan Capital Employed Efficiency (CEE) terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2012-2014

Saya yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi saya yang berjudul “Pengaruh Human Capital Efficiency (HCE), Structural Capital Efficiency (SCE), dan Capital Employed Efficiency (CEE) terhadap Kinerja Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2012-2014 ” adalah benar hasil karya tulis saya sendiri yang disusun sebagai tugas akademik guna menyelesaikan beban akademik pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

94 Baca lebih lajut

Pengaruh Intellectual Capital Terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan Indeks Kompas 100 di Bursa Efek Indonesia.

Pengaruh Intellectual Capital Terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan Indeks Kompas 100 di Bursa Efek Indonesia.

berwujud dan tidak berwujud dalam perusahaan. Aspek kunci dalam model Pulic adalah memperlakukan tenaga kerja sebagai entitas penciptaan nilai ( value creating entity ) (Tan et al ., 2007). VA dipengaruhi oleh efisiensi dari Human Capital (HC) dan Structural Capital (SC). Hubungan lainnya dari VA adalah customer capital (CC) , yang dalam hal ini dilabeli dengan CEE ( Capital Employed Efficiency ) . CEE adalah indikator untuk VA yang diciptakan oleh satu unit dari physical capital . Pulic (1998) mengasumsikan bahwa jika 1 unit dari CC menghasilkan return yang lebih besar daripada perusahaan yang lain, maka berarti perusahaan tersebut lebih baik dalam memanfaatkan CE-nya. Dengan demikian, pemanfaatan CC yang lebih baik merupakan bagian dari IC perusahaan (Tan et al ., 2007). Hubungan VA dan HC adalah human capital efficiency (HCE) menunjukkan berapa banyak VA dapat dihasilkan dengan dana yang dikeluarkan untuk tenaga kerja. Hubungan antara VA dan HC mengindikasikan kemampuan dari HC untuk menciptakan nilai di dalam perusahaan (Tan et al ., 2007). Konsisten dengan pandangan para penulis IC lainnya, Pulic (1998) berargumen bahwa total salary and wage costs adalah indikator dari HC perusahaan. Structural capital efficiency (SCE), yang menunjukkan kontribusi structural capital (SC) dalam penciptaan nilai. SCE mengukur jumlah SC yang dibutuhkan untuk menghasilkan 1 rupiah dari VA dan merupakan indikasi bagaimana keberhasilan SC dalam penciptaan nilai (Tan et al ., 2007). SC bukanlah ukuran yang independent sebagaimana HC, SC dependent terhadap value creation (Pulic, 1999). Artinya, menurut Pulic (1999), semakin besar kontribusi HC dalam value creation , maka akan semakin kecil kontribusi SC dalam hal tersebut. Lebih lanjut Pulic (1999) menyatakan bahwa SC adalah VA dikurangi HC, yang hal ini telah diverifikasi melalui penelitian empiris pada sektor industri tradisional (Pulic, 2000). Rasio terakhir adalah menghitung kemampuan intelektual perusahaan dengan menjumlahkan coefisien-coefisien yang telah dihitung sebelumnya. Hasil penjumlahan tersebut diformulasikan dalam VAIC™ (Tan et al ., 2007).
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Pengaruh Intellectual Capital Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2012-2015

Pengaruh Intellectual Capital Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2012-2015

Pengaruh Human Capital Efficiency HCE, Structural Efficiency SCE, dan Capital Employed Efficiency CEE terhadap Kinerja Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahu[r]

3 Baca lebih lajut

16 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori - PENGARUH INTELLCTUAL CAPITAL (CEE, HCE, SCE) DAN INTELLECTUAL CAPITAL DISCLOSURE TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN KINERJA KEUANGAN SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA PERUSAHAAN PERBANKAN DI INDONESIA - reposit

16 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori - PENGARUH INTELLCTUAL CAPITAL (CEE, HCE, SCE) DAN INTELLECTUAL CAPITAL DISCLOSURE TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN KINERJA KEUANGAN SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA PERUSAHAAN PERBANKAN DI INDONESIA - reposit

Value Added Intellectual Capital Coefficient (VAIC TM ) adalah sebuah metode yang dikemabngkan oleh Pulic et al. (1999) dalam Ullum (2016) di Intellectual Capital Research Center Australia dengan tujuan untuk menyajikan informasi tentang value creation efficient dari aset berwujud (tangible asset) dan aset tak berwujud (intangible asset) yang dimiliki oelh perusahaan. VAIC TM menggunakan laporan keuangan perusahaan untuk menghitung koefisien efisiensi dalam tiga indicator yaitu humancapital efficienct (HCE), capital employed efficiency (CEE), structural capital efficiency (SCE).
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

PENGARUH INTELLECTUAL CAPITAL TERHADAP RETURN SAHAM (Perusahaan Real Estate dan Property Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011-2013) SKRIPSI

PENGARUH INTELLECTUAL CAPITAL TERHADAP RETURN SAHAM (Perusahaan Real Estate dan Property Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011-2013) SKRIPSI

Penelitian tentang return saham juga sudah mulai dilakukan, salah satunya adalah penelitian tentang pengaruh kinerja keuangan terhadap return saham yang dilakukan oleh Khan et al. (2013). Sedangkan di Indonesia, penelitian serupa dilakukan oleh Sir (2010) tentang intellectual capital dan abnormal return saham yang hasilnya menunjukkan bahwa intellectual capital berpengaruh secara signifikan terhadap abnormal return saham yang sampel datanya berjumlah 95 unit perusahaan terdaftar di BEI tahun 2005-2007. Wijayanti (2013) berhasil meneliti intellectual capital secara tidak langsung berpengaruh terhadap harga saham melalui kinerja keuangan (EPS). Selanjutnya penelitian yang dilakukan oleh Muna (2014) berhasil membuktikan bahwa dari ketiga komponen yang digunakan untuk mengukur intellectual capital yakni Human Capital Efficiency (HCE), Capital Employed Efficiency (CEE), dan Structural Capital Efficiency (SCE), hanya CEE yang berpengaruh negatif terhadap return saham jika diukur dengan kinerja keuangan (EPS dan ROE).
Baca lebih lanjut

83 Baca lebih lajut

ANALISIS HUBUNGAN ANTARA EFISIENSI KINERJA INTELEKTUAL TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI (Testing the Relation Between the Efficiency of Valeu Added Intellectual Coefficient and Corporate Performanc

ANALISIS HUBUNGAN ANTARA EFISIENSI KINERJA INTELEKTUAL TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI (Testing the Relation Between the Efficiency of Valeu Added Intellectual Coefficient and Corporate Performanc

Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan timbal balik antara komponen intelektual kapital, yang meliputi Human Capital Efficiency (HCE), capital employed efficiency (CEE) dan Struktural Capital Efficiency (SCE) dengan kinerja organisatoris / kinerja perusahaan (ROA) maupun dengan nilai perusahaan (MtBV). Penelitian ini menggunakan 32 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2008-2010. Alat analisis yang digunakan adalah Partial Least Square (PLS). Penelitian ini menggunakan dua model, dimana model pertama menguji VAIC sebagai ukuran efisiensi tiga komponen Intelektual kapital dengan kinerja keuangan perusahaan. Model kedua menguji hubungan antara setiap variabel intelektual kapital sebagai variabel independen dengan nilai pasar perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa VAIC berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan (ROA), namun disisi lain, VAIC tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan (MtBV).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENGARUH INTELLECTUAL CAPITAL TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI).

PENGARUH INTELLECTUAL CAPITAL TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI).

Salah satu persoalan penting yang dihadapi adalah bagaimana mengukur aset tak berwujud atau intellectual capital tersebut. Pengukuran terhadap intangible asset suatu perusahaan menjadi sulit karena sifat dari aktiva pembentuknya seperti human capital (HC), structural capital (SC), dan costumer capital (CC) yang tidak dapat dipastikan nilainya. Oleh sebab itu untuk mengukur intellectual capital maka digunakan metode yang dikembangkan oleh Pulic (1998) yaitu metode Value Added Intellectual Coeffisient (VAIC TM ) yang terdiri dari tiga komponen yaitu Human Capital Efficiency (HCE), Structural Capital efficiency (SCE), Capital Employed Efficiency (CEE).
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

PENGARUH INTELLECTUAL CAPITAL TERHADAP RETURN ON ASSET (ROA) PERUSAHAAN (Studi Empiris pada Perusahaan Sektor Pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2007-2012).

PENGARUH INTELLECTUAL CAPITAL TERHADAP RETURN ON ASSET (ROA) PERUSAHAAN (Studi Empiris pada Perusahaan Sektor Pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2007-2012).

Penelitian ini menggunakan konsep Pulic (1999) dalam pengukuran intellectual capital menggunakan Value Added Intellectual Coefficient (VAIC) yang terdiri dari capital employed efficiency (CEE) atau disebut sebagai Value Added Capital Employed (VACA), human capital efficiency (HCE) atau disebut sebagai Value Added Human Capital (VAHU), dan structural capital efficiency (SCE) atau disebut sebagai Value Added Structural Capital (STVA). Alasan pemilihan metode pengukuran intellectual capital k a r e n a metode ini relatif lebih mudah untuk dilakukan karena data penelitian telah tersedia dalam laporan keuangan perusahaan. Pengukuran kinerja menggunakan Return On Asset (ROA). Perusahaan yang dijadikan sampel penelitian adalah yang telah terdaftar pada Indeks di Bursa Efek Indonesia periode 2007-2012.
Baca lebih lanjut

76 Baca lebih lajut

PENGARUH MODAL INTELEKTUAL TERHADAP KINERJA KEUANGAN DAN KINERJA PASAR  Pengaruh Modal Intelektual Terhadap Kinerja Keuangan Dan Kinerja Pasar (Studi Empiris Pada Perusahaan Yang Terdaftar di Indeks LQ-45 Tahun 2012-2014).

PENGARUH MODAL INTELEKTUAL TERHADAP KINERJA KEUANGAN DAN KINERJA PASAR Pengaruh Modal Intelektual Terhadap Kinerja Keuangan Dan Kinerja Pasar (Studi Empiris Pada Perusahaan Yang Terdaftar di Indeks LQ-45 Tahun 2012-2014).

Berdasarkan latar belakang diatas maka penelitian ini mengambil judul: “PENGARUH MODAL INTELEKTUAL TERHADAP KINERJA KEUANGAN DAN KINERJA PASAR (Studi Empiris Pada Perusahaan Yang Terdaftar di Indeks LQ-45 Tahun 2012-2014)”. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh Human Capital Efficiency (HCE), Structural Capital Efficiency (SCE) dan Capital Employed Efficiency (CEE) terhadap Return on Asset (ROA), pertumbuhan pendapatan (RG ) dan market to book value ratio (MtBV).

14 Baca lebih lajut

PERAN KINERJA KEUANGAN UNTUK MEMEDIASI PENGARUH MODAL INTELEKTUAL TERHADAP TINGKAT PENGUNGKAPAN MODAL INTELEKTUAL

PERAN KINERJA KEUANGAN UNTUK MEMEDIASI PENGARUH MODAL INTELEKTUAL TERHADAP TINGKAT PENGUNGKAPAN MODAL INTELEKTUAL

Pengungkapan modal intelektual yang dilakukan oleh perusahaan akan sangat berdampak pada pihak eksternal. Adanya pengungkapan yang lebih terbuka akan meningkatkan nilai tambah bagi perusahaan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh modal intelektual; Capital Employed Efficiency (CEE), Human Capital Efficiency (HCE) dan Structural Capital Efficiency (SCE) terhadap tingkat pengungkapan modal intelektual dengan kinerja keuangan perusahaan yang diproksikan dengan ROA sebagai variabel intervening. Populasi penelitian ini adalah perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling. Berdasarkan metode ini, diperoleh sample sebanyak 120 perbankan. Alat analisis untuk menguji hipotesis adalah path analysis dengan software AMOS versi 21. Metode analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis jalur.
Baca lebih lanjut

121 Baca lebih lajut

PENGARUH KOMPONEN MODAL INTELEKTUAL TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA BINO SULAKSONO STIE Trisakti

PENGARUH KOMPONEN MODAL INTELEKTUAL TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA BINO SULAKSONO STIE Trisakti

Abstract: The objective of this research is to investigate and explain the impact of human capital efficiency, structural capital efficiency, and capital employed efficiency on company performance. (ROA, ATO, RG, OCF, ROE, and, EPS). Population in this research is all manufacturing companies listed in Indonesia Stock Exchange during 2008-2010. Samples are obtained through purposives sampling method, in which only 98 of the manufacturing companies listed in Indonesia Stock Exchange meet the sampling criteria and are used as the samples. Multiple regression analysis and hypothesis testing are used as the data analysis method in this research. Based on hypothesis testing, it shows that human capital efficiency positively affects return on assets, revenue growth, and operating cash flow ratio; and do not affect asset turnover, return on equity, and earning per share. Structural capital efficiency positively affects return on assets; negatively affects asset turnover; and do no affect revenue growth, operating cash flow ratio, return on equity, and earning per share. Capital employed efficiency positively affects return on assets, asset turnover, operating cash flow ratio, return on equity, and earning per share; and do not affect revenue growth.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PENGARUH MODAL INTELEKTUAL TERHADAP NILAI PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA | Handayani | Katalogis 6415 21250 1 PB

PENGARUH MODAL INTELEKTUAL TERHADAP NILAI PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA | Handayani | Katalogis 6415 21250 1 PB

Modal intelektual menjadi aset yang sangat bernilai dalam dunia bisnis modern. Hal ini menimbulkan tantangan bagi para akuntan untuk mengidentifikasi, mengukur dan mengungkapkannya dalam laporan keuangan. Pulic (1998) menyarankan sebuah pengukuran tidak langsung terhadap modal intelektual yaitu dengan mengukur efisiensi dari nilai tambah yang dihasilkan oleh kemampuan intelektual perusahaan atau yang disebut dengan Value Added Intellectual Coefficient (VAIC TM ). Komponen utama dari VAIC TM dapat dilihat dari sumber daya perusahaan yaitu physical capital (Value Added Capital Employed - VACE), human capital ( Value Added Human Capital - VAHC) dan structural capital ( Structural Capital Value Added - SCVA). Menurut Pulic, tujuan utama dari ekonomi berbasis pengetahuan adalah untuk menciptakan value added , sedangkan untuk dapat menciptakan value added dibutuhkan ukuran yang tepat dan akan terbentuk jika terjadi efisiensi dalam penggunaan capital employed (modal fisik dan modal keuangan) serta efisiensi modal intelektual terutama human capital (Yuniasih et.al ., 2010) .
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

this PDF file PENGARUH INTELLECTUAL CAPITAL TERHADAP  PERUSAHAAN  | Kuspinta | Jurnal Administrasi Bisnis 1 PB

this PDF file PENGARUH INTELLECTUAL CAPITAL TERHADAP PERUSAHAAN | Kuspinta | Jurnal Administrasi Bisnis 1 PB

dibadingkan dengan Value Added Human Capital (VAHU) sebesar 0,182 dan Structural Capital Value Added (STVA) sebesar 0,361. Hasil penelitian ini sejalan dengan teori yang diungkapkan oleh Munawir (2007:91) Return On assets (ROA) merupakan denominator yang dapat diterapkan pada setiap unit organisasi yang bertanggung jawab terhadap profitabilitas dan unit usaha terutama pada capital employed. Value added capital employed (VACA) menunjukkan kontribusi yang dibuat oleh setiap unit dari capital employed terhadap value added organisasi. Value added capital employed merupakan kemampuan perusahaan dalam mengelola sumber daya berupa capital asset yang apabila dikelola dengan baik akan meningkatkan kinerja keuangan perusahaan. Rifqi dalam Citra mendefinisikan physical capital sebagai material yang digunakan sebagai input dalam produksi dari barang dan jasa yang akan datang. Rasio ini menunjukkan kontribusi yang dibuat boleh setiap unit dari CE terhadap nilai tambah organisasi (Rifqi dalam Citra,2011:33). Capital Employed dihitung dari total aktiva dari dikurangi kewajiban lancar yang mengindikasikan modal yang digunakan oleh perusahaan. Ketika modal yang digunakan perusahaan dalam jumlah yang relative besar sehingga pendapatan perusahaan apapun juga akan meningkat. Peningkatan laba atas sejumlah aset milik perusahaan yang diukur melalui rasio profitabilitas perusahaan terutama dengan indikator ROA. Semakin tinggi VACA semakin tinggi pula Profitabilitas perusahaan. Semakin tinggi nilai VACA perusahaan juga akan dikuti dengan pengelolaan intellectual capital perusahaan semakin efisien.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Pengaruh Intellectual Capital Terhadap Kemampulabaan dan Capital Gain Saham Pada Perusahaan Perbankan Terbuka di Indonesia

Pengaruh Intellectual Capital Terhadap Kemampulabaan dan Capital Gain Saham Pada Perusahaan Perbankan Terbuka di Indonesia

Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) secara simultan variabel intellectual capital yang terdiri dari value added capital employed (VACA), value added human capital (VAHU) dan structural capital value added (STVA) berpengaruh positif dan signifikan terhadap rasio return on assets (ROA) sedangkan secara parsial hanya variabel value added capital employed (VACA) dan structural capital value added (STVA) yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap return on assets (ROA), 2) secara simultan variabel intellectual capital yang terdiri dari value added capital employed (VACA), value added human capital (VAHU) dan structural capital value added (STVA) berpengaruh positif dan signifikan terhadap rasio return on equity (ROE) sedangkan secara parsial hanya variabel value added capital employed (VACA) dan structural capital value added (STVA) yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap return on equity (ROE), 3) secara simultan variabel intellectual capital yang terdiri dari value added capital employed (VACA), value added human capital (VAHU) dan structural capital value added (STVA) berpengaruh positif dan signifikan terhadap rasio capital gain sedangkan secara parsial hanya variabel structural capital value added (STVA) yang berpengaruh positif signifikan terhadap capital Gain.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGARUH CAPITAL EMPLOYED, HUMAN CAPITAL, DAN STRUCTURAL CAPITAL TERHADAP RETURN ON ASSET (ROA) PADA BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA PERIODE Q1.2013 - Q4.2014 Repository - UNAIR REPOSITORY

ANALISIS PENGARUH CAPITAL EMPLOYED, HUMAN CAPITAL, DAN STRUCTURAL CAPITAL TERHADAP RETURN ON ASSET (ROA) PADA BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA PERIODE Q1.2013 - Q4.2014 Repository - UNAIR REPOSITORY

Intellectual capital memiliki peran yang sangat penting dan strategis di perusahaan dalam mengukur sumber daya di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh Intellectual Capital terhadap Return on Asset (ROA) bank umum syariah periode Q1.2013 – Q4.2014. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan teknik pengambilan sample jenuh. Penelitian ini menggunakan 11 bank umum syariah dan teknik yang digunakan adalah regresi data panel. Proses perhitungan penelitian ini menggunakan program Eviews 8.0. Variabel independen yang digunakan Intellectual Capital yaitu VACA, VAHU, STVA dan dependen menggunakan Return on Asset (ROA). Data yang digunakan adalah data sekunder dengan mengumpulkan data triwulan laporan keuangan pada periode Q1.2013 – Q4.2014.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. LANDASAN TEORI 1. Resource Based Theory - BAB II EDO FANDINI AKT'18

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. LANDASAN TEORI 1. Resource Based Theory - BAB II EDO FANDINI AKT'18

akun yang digunakan dalam menghitung kinerja IC dengan VAIC adalah akun-akun yang lazim pada perusahaan konvensional. Sejauh ini, belum ada indikator (sejenis VAIC TM ) yang dapat digunakan untuk menilai kinerja IC perbankan syariah. Sementara di Indonesia, perkembangan perbankan syariah cukup tinggi dilihat dari jumlah bank umum syariah (BUS) pada tahun 2010 terdapat 10 bank dan pada tahun 2016 terdapat 13 bank umum syariah. Kemudian Ulum (2013) memformulasikan model penilaian intellectual capital untuk perbankan syariah yang dinamakan iB_VAIC (islamic banking-value added intellectual capital) yang mana merupakan modifikasi dari model yang telah ada yaitu VAIC (value added intellectual capital). Penambahan iB dalam pengukuran intellectual capital hanya untuk membedakan akun-akun yang digunakan untuk mengembangkan rumus value added (VA). VA merupakan indikator paling objektif untuk menilai keberhasilan bisnis dan menunjukan kemampuan perusahaan dalam menciptakan nilai. Adapun hal yang menjadi bagian dari value added yaitu sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

Pengaruh Intellectual Capital Terhadap Kemampulabaan dan Capital Gain Saham Pada Perusahaan Perbankan Terbuka di Indonesia

Pengaruh Intellectual Capital Terhadap Kemampulabaan dan Capital Gain Saham Pada Perusahaan Perbankan Terbuka di Indonesia

VAIC TM merupakan metode yang dikembangkan oleh Pulic (1998), didesain untuk menyajikan informasi mengenai value creation efficiency dari asset berwujud (tangible asset) dan aset tidak berwujud (intangible asset) yang dimiliki perusahaan. Model ini dimulai dengan kemampuan perusahaan untuk menciptakan value added (VA). VA adalah indikator paling objektif untuk menilai keberhasilan bisnis dan menunjukkan kemampuan perusahaan dalam penciptaan nilai (value creation) (Pulic, 1998). Selain itu VAIC™ juga merupakan alat manajemen pengendalian yang memungkinkan organisasi untuk memonitor dan mengukur kinerja intellectual capital dari suatu perusahaan (Kammath, dalam Saleh, et al,. 2008). VA dihitung sebagai selisih antara output dan input (Pulic, 1998). VA secara teknik merupakan penjumlahan, retained profit, interest expense, salaries dan wages, depreciation, dividend, minority share, dan tax untuk pemerintah. Oleh karena itu, VA diidefinisikan sebagai peningkatan pada nilai bersih perusahaan dikarenakan kegiatan operasi perusahaan.
Baca lebih lanjut

148 Baca lebih lajut

JURNAL INSPIRASI BISNIS MANAJEMEN

JURNAL INSPIRASI BISNIS MANAJEMEN

Dalam rancangan penelitian ini, modal intelektual yang diteliti adalah modal manusia (human capital) modal struktur (structure capital) dan modal kerja (capital empolyed). Ketiga modal tersebut sangat melibatkan sumber daya manusia. Dalam sektor perbankan, kualitas jasa pelayanan dan kinerja perusahaan bergantung pada sumber daya manusia dan juga inovasi teknologi dalam memenuhi kebutuhan nasabah. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Human Capital (HCE), Structured Capital (SCE) dan Capital Employed (CEE) terhadap Return on Asset (ROA) bank umum nasional baik secara simultan maupun secara parsial
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Pengaruh Intellectual Capital Terhadap Kemampulabaan dan Capital Gain Saham Pada Perusahaan Perbankan Terbuka di Indonesia

Pengaruh Intellectual Capital Terhadap Kemampulabaan dan Capital Gain Saham Pada Perusahaan Perbankan Terbuka di Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh intellectual capital terhadap kemampulabaan dan capital gain saham pada perusahaan perbankan terbuka di Indonesia. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah modal intelektual yang diukur dengan VAIC TM yang terdiri dari Value Added Capital Employed (VACA), Value Added Human Capital (VAHU) dan Structural Capital Value Added (STVA). Variabel dependen yang digunakan adalah rasio kemampulabaan yang diukur dengan return on assets (ROA) dan return on equity (ROE), serta capital gain saham.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Pengaruh Faktor Internal Terhadap Volume Kredit Perbankan Terbuka Di Indonesia

Pengaruh Faktor Internal Terhadap Volume Kredit Perbankan Terbuka Di Indonesia

The purpose of this research was to investigate the influence of intellectual capital and firms market value and financial performance. Independent variables were used in the research are Value Added Capital Employed (VACA), Value Added Human Capital (VAHU), and Structural Capital Value Added (STVA). Dependent variables are Market to Book Values (M/B), Return on Asset (ROA), Return on Equity (ROE), and Growth on Revenue (GR).

2 Baca lebih lajut

Show all 5779 documents...