diketahui bahwa dari 9 responden anggota yang aktif adalah 50%

Top PDF diketahui bahwa dari 9 responden anggota yang aktif adalah 50%:

Kecemasan  Keluarga Merawat Pasien Prilaku Kekerasan Di Unit Rawat Jalan Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Sumatera Utara

Kecemasan Keluarga Merawat Pasien Prilaku Kekerasan Di Unit Rawat Jalan Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Sumatera Utara

Perilaku kekerasan dapat dimanifestasikan secara fisik (mencederai diri sendiri, peningkatan mobilitas tubuh), psikologis (emosional, marah, mudah tersinggung, dan menentang), spiritual (merasa dirinya sangat berkuasa, tidak bermoral). Gejala tersebut dapat menimbulkan kecemasan pada keluarga dalam merawat anggota keluarga yang mengalami Prilaku Kekerasan. Keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan gangguan prilaku kekerasan mengalami peningkatan stress dan kecemasan, hal ini ditandai dengan adanya respon yang berbeda pada setiap anggota keluarga dalam kesiapan menerima anggota keluarga yang mengalami gangguan prilaku kekerasan. Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran kecemasan keluarga dengan anggota keluarga yang mengalami Prilaku kekerasan. Responden berjumlah 50 orang keluarga dengan anggota keluarga yang mengalami prilaku kekerasan di Unit Rawat Jalan Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Sumatera Utara. Pengumpulan data berlangsung mulai tanggal 10 Oktober – 20 Desember 2013. Proses pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner menggunakan metode instrument penelitian. Uji Reabilitas menggunakan kr20 dengan hasil 0,9. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa mayoritas keluarga mengalami kecemasan ringan sebanyak 52% (26 orang). Oleh karena itu peneliti menyarankan agar perawat lebih mengkaji secara komprehensif faktor-faktor dominan penyebab kecemasan.
Baca lebih lanjut

77 Baca lebih lajut

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DENGAN KEIKUTSERTAAN BALITA DALAM POSYANDU BALITA DI KELURAHAN GEBANGSARI KOTA SEMARANG

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DENGAN KEIKUTSERTAAN BALITA DALAM POSYANDU BALITA DI KELURAHAN GEBANGSARI KOTA SEMARANG

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa responden yang berpengetahuan kurang yang keikutsertaan posyandu balita tidak aktif yaitu sebanyak 6 orang (42,9%)dan pada responden yang berpengetahuan cukup serta baik stidak ada dengan keikutsertaan posyandu balita yang tidak aktif. Perbedaan proporsi tersebut setelah dilakukan uji Fisher exact didapatkan hasil p value sebesar 0,001. Angka ini memberi arti bahwa hubungan antara tingkat pengetahun ibu dengan keikutsertaan posyandu balita secara statistik bermakna, yaitu semakin kurang tingkat pengetahuan ibu, akan semakin kurang tingkat keikutsertaan posyandu balita. Hasil penelitian tersebut sesuai yang dikemukakan oleh Notoatmodjo yaitu seseorang yang tidak mau mengikuti posyandu balita dapat disebabkan karena orang tersebut tidak atau belum mengetahui manfaat posyandu balita. Didukung pula dengan teori Lawrence Green yang menyebutkan diantaranya adalah bahwa perilaku seseorang dalam kesehatan dapat dipengaruhi oleh 3 faktor, salah satu faktor diantaranya yaitu faktor predisposisi yang terwujud dalam pengetahuan.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

POLA PEMBERIAN ASI DAN MAKANAN PENDAMPING ASI TERHADAP GRAFIK PERTUMBUHAN PADA KARTU MENUJU SEHAT (KMS) BREAST FEEDING PATTERNS AND COMPLEMENTARY FEEDING TO GROWTH CHART IN KMS

POLA PEMBERIAN ASI DAN MAKANAN PENDAMPING ASI TERHADAP GRAFIK PERTUMBUHAN PADA KARTU MENUJU SEHAT (KMS) BREAST FEEDING PATTERNS AND COMPLEMENTARY FEEDING TO GROWTH CHART IN KMS

Secara teori kurangnya pemberian ASI eksklusif juga dapat dipengaruhi dari perilaku seseorang terhadap objek kesehatan, ada tidaknya dukungan dari keluarga, pendidikan ibu, dan tidak tersedianya informasi yang memadai tentang pentingnya ASI ekslusif (Notoatmodjo, 2010). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan ibu yang paling banyak adalah tamat SD (56,9%) dan tingkat pendidikan paling sedikit adalah lulus S1 (1,5%). Tinggi rendahnya tingkat pendidikan ibu belum tentu berkaitan dengan kurangnya pengetahuan ibu. Berdasarkan hasil wawancara saat penelitian diketahui beberapa hal yang sering dilakukan oleh responden untuk memperoleh pengetahuan tentang ASI dan MP- ASI, seperti aktif mencari informasi melalui internet, televisi dan informasi mengenai pola pemberian ASI dan MP-ASI melalui membaca di buku Kartu anak dan Ibu (KIA), bertanya kepada orang tua ibu dan berdiskusi antar sesama orang tua tentang pengalaman dalam memberikan ASI dan MP-ASI pada bayi, sehingga hal tersebut kemungkinan besar menjadi penyebab tidak berdampaknya tingkat pendidikan terhadap pengetahuan responden.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

POLA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI HULU SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI MIU (Kasus Penerapan Program SCBFWM di Desa Winatu Kecamatan Kulawi Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah) | Hafizi | Jurnal Warta Rimba 7284 24280 1 PB

POLA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI HULU SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI MIU (Kasus Penerapan Program SCBFWM di Desa Winatu Kecamatan Kulawi Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah) | Hafizi | Jurnal Warta Rimba 7284 24280 1 PB

Proses penyatuan misi kegiatan yang dibentuk oleh SCBFWM yaitu melalui beberapa proses yang dimana penyatuan misi ini sepenuhnya diserahkan kepada masyarakat. Dengan menggunakan metode awal yaitu brain storming yang dimana seluruh anggota CBO memiliki hak untuk mengeluarkan pendapat dan berhak mengajukan pertanyaan kepada pihak SCBFWM terkait kegiatan pemberdayaan ini. Selanjutnya pihak SCBFWM juga melakukan penggalian informasi menggunakan meta plan yang bertujuan untuk menampung pendapat anggota

8 Baca lebih lajut

Model pembentukan kepribadian islami siswa melalui pembelajaran agama di SMA negeri I Parung

Model pembentukan kepribadian islami siswa melalui pembelajaran agama di SMA negeri I Parung

Tabel 4.2 Keadaan Tenaga Pengajar, Staf Administrasi dan Karyawan Tahun Ajaran 2010-2011 ....................................................................................................... Tabel 4.3 Keadaan Siswa SMA Negeri 1 Parung Tahun Ajaran 2010-2011 ..................... Tabel 4.4 Sarana dan Prasarana SMA Negeri Parung ....................................................... Tabel 4.5 Siswa Melaksanakan Shalat 5 Waktu ............................................................... Tabel 4.6 Melaksanakan Shalat Sunnah Rawatib ............................................................. Tabel 4.7 Pelaksanaan Puasa Rhamadan .......................................................................... Tabel 4.8 Siswa Melaksanakan Puasa Sunnah ................................................................ Tabel 4.9 Siswa Melaksanakan Zakat Fitrah .................................................................... Tabel 4.10 Siswa Membaca Al-Qur’an siang dan malam ................................................... Tabel 4.11 Siswa Melaksanakan Perintah Shalat dari orang tua ......................................... Tabel 4.12 Siswa Memberi Salam dan Mencium Tangan Orang Tua ................................. Tabel 4.13 Siswa Meminta Izin Kepada Orang Tua Jika Pergi Keluar Rumah ................... Tabel 4.14 Menyapa dan Memberi Salam Kepada Guru, jika Bertemu Dijalan .................. Tabel 4.15 Perhatian Siswa Ketika Guru Sedang Mengajar ............................................... Tabel 4.16 Siswa Mengetuk Pintu dan Memberi Salam, ketika Terlambat Masuk Kelas .... Tabel 4.17 Siswa Menyapa Dengan Ramah Jika Bertemu Tetangga dijalan ....................... Tabel 4.18 Siswa Menghormati Orang Tua, Guru dan Teman ........................................... Tabel 4.19 Siswa Menjenguk Teman yang Sedang Sakit ................................................... Tabel 4.20 Sikap siswa Saat Menolong Tetangga yang Terkena Musibah .......................... Tabel 4.21 Siswa Aktif Mengikuti Kegiatan Pesantren Kilat Disekolah ............................. Tabel 4.22 Sisawa Aktif Mengikuti Kegaitan Rohis Disekolah .........................................
Baca lebih lanjut

78 Baca lebih lajut

Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Keaktifan Kader Posyandu Dalam Usaha Perbaikan Gizi Keluarga di Puskesmas Langsa Baro Kecamatan Langsa Baro Kota Langsa-NAD Tahun 2010

Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Keaktifan Kader Posyandu Dalam Usaha Perbaikan Gizi Keluarga di Puskesmas Langsa Baro Kecamatan Langsa Baro Kota Langsa-NAD Tahun 2010

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (62,3%) dinilai kurang aktif dan hanya 1,6% responden yang dinilai aktif dalam program UPGK. Rendahnya keaktifan kader ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Dari hasil analisa statistik dengan uji regrasi linier berganda diketahui bahwa faktor pengetahan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keaktifan kader dengan nilai p = 0,031 (p < α). Sedangkan kedelapan faktor lainnya seperti pendidikan, usia, status perkawinan, pekerjaan, pelatihan dan pembinaan, kelengkapan infrastruktur, dukungan instansi terkait, penghargaan dan insentif, tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keaktifan kader dalam program UPGK, dimana nilai p > α . Selain itu variabel yang terdapat pada penelitian ini hanya mempengaruhi sebayak 21% (R 2 0,210) dan 79% dipengaruhi oleh faktor lain diluar variabel yang diteliti seperti lama bekerja, pengalaman bekerja dan jarak rumah dengan posyandu.
Baca lebih lanjut

104 Baca lebih lajut

HUBUNGAN AKSES KE POSYANDU, DUKUNGAN KELUARGA, DAN KELUHANFISIK DENGAN KEAKTIFAN LANSIA  MENGIKUTI  Hubungan Akses Ke Posyandu, Dukungan Keluarga, Dan Keluhan Fisik Dengan Keaktifan Lansia Mengikuti Kegiatan Posyandu Puspasari Abadi V Di Gonilan Kartasura

HUBUNGAN AKSES KE POSYANDU, DUKUNGAN KELUARGA, DAN KELUHANFISIK DENGAN KEAKTIFAN LANSIA MENGIKUTI Hubungan Akses Ke Posyandu, Dukungan Keluarga, Dan Keluhan Fisik Dengan Keaktifan Lansia Mengikuti Kegiatan Posyandu Puspasari Abadi V Di Gonilan Kartasura

Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisa univariat, bivariat, dan multivariat.Analisa univariat dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran distribusi responden serta menggambarkan masing – masing variabel, baik variabel bebas maupun variabel terikat dengan melalui nilai mean pada masing – masing variabel yang diteliti (Notoatmodjo, 2012). Analisis univariat digunakan untuk mengetahui frekuensi karakteristik responden melalui umur, pekerjaan, jenis kelamin, pendidikan, akses ke posyandu, dukungan keluarga, dan keluhan fisik sedangkan variabel terikat yaitu keaktifan lansia dalam mengikuti kegiatan Posyandu lansia.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Proceeding Seminar Nasional dan Kongres PEI 2015.

Proceeding Seminar Nasional dan Kongres PEI 2015.

Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terdapat 9 item pertanyaan di mana lebih dari 50% responden menyatakan hal tersebut merupakan hazard. Hazard berupa aktivitas repetitive dalam waktu lama, postur statis, pergelangan tangan tertekuk, elevasi bahu, penggunaan otot kecil berlebihan, kompresi mekanis, kursi penopang tidak memadai, pencahayaan tidak memadai, dan faktor psikososial. Pada penelitian didapatkan 75% responden menyatakan stasiun kerja komputer perlu diperbaiki, 65% menyatakan peletakan mouse tinggi, 70% elevasi bahu, 65% kursi tidak ada sandaran pinggang, 90% perlu sandaran lengan, 100% perlu peregangan otot, dan 95% perlu kudapan.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN DEMOKRATIS KAPOLRES DAN PELATIHAN DENGAN PENINGKATAN DISIPLIN KERJA ANGGOTA KEPOLISIAN RESOR WONOGIRI

HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN DEMOKRATIS KAPOLRES DAN PELATIHAN DENGAN PENINGKATAN DISIPLIN KERJA ANGGOTA KEPOLISIAN RESOR WONOGIRI

Upaya untuk meningkatkan kedisiplinan Polri dalam penelitian ini adalah melalui gaya kepemimpinan dan pelatihan. Kepemimpinan merupakan pengaruh antar pribadi yang dilakukan dalam suatu, melalui proses komunikasi dan diarahkan kepada pencapaian tujuan. Pemimpin diharapkan mempunyai tujuan yang jelas dan konsisten karena seorang pemimpin harus mampu memberikan pandangan-pandangan yang jelas atas tujuan yang hendak dicapai. Pemimpin mempunyai kedudukan dan fungsi, yaitu sebagai pelaksana, perancang, pembuat keputusan, ahli, komunikator, dinamisator, evaluator, inovator, simbol dan lain- lain. Sedangkan pelatihan bertujuan untuk memperbaiki perfomansi pekerja pada suatu pekerjaan tertentu yang sedang menjadi tanggungjawabnya. Fungsi utama pelatihan dalam hal ini adalah memberikan tambahan pengetahuan maupun ketrampilan dari anggota Polri sehingga lebih mampu melakukan tugasnya dengan lebih baik. Pelatihan yang terprogram dan kontinyu dapat membentuk sikap dan watak dari anggota Polri untuk lebih disiplin.
Baca lebih lanjut

110 Baca lebih lajut

Keterbukaan Informasi Yang Perlu Diketahui Publik Perubahan Susunan Anggota Direksi [PGAS]

Keterbukaan Informasi Yang Perlu Diketahui Publik Perubahan Susunan Anggota Direksi [PGAS]

If this message is not eventually replaced by the proper contents of the document, your PDF viewer may not be able to display this type of document.. You can upgrade to the latest versio[r]

1 Baca lebih lajut

Peran Disperindag Dalam Memberdayakan Usaha Kecil dan Menengah di Kecamatan Medan Denai

Peran Disperindag Dalam Memberdayakan Usaha Kecil dan Menengah di Kecamatan Medan Denai

Dari tabel 6 dapat diketahui bahwa mayoritas responden mengatakan Pemerintah Kota Medan dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan aktif memberikan bimbingan dan pengarahan pe[r]

85 Baca lebih lajut

Kontribusi Program Tur (Tunas Usaha Rakyat) Dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Perempuan Miskin Di Pedesaan (Studi Kasus Pada Btpn Syariah Cabang Taraju, Tasikmalaya Jawa Barat)

Kontribusi Program Tur (Tunas Usaha Rakyat) Dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Perempuan Miskin Di Pedesaan (Studi Kasus Pada Btpn Syariah Cabang Taraju, Tasikmalaya Jawa Barat)

Dalam penelitian ini, penulis meneliti sebanyak 50 orang nasabah mitra pembiayaan khususnya kaum perempuan yang telah menjadi anggota penerima program TUR dan merasakan dampak dari diadakannya program TUR (tunas usaha rakyat) yang diadakan oleh BTPN Syariah guna untuk pengembangan ekonomi masyarakat di pedesaan. Teknik pengumpulan data yang di lakukan penulis adalah dengan menyebar angket dan wawancara. Dengan menggunakan metode ini penulis berusaha mengolah dan mentabulasikan data guna menganalisa kontribusi program TUR yang diadakan oleh Bank BTPN Syariah dengan sebenarnya. Deskripsi responden ini meliputi identitas, usia, pendidikan terakhir dan pekerjaan responden.
Baca lebih lanjut

94 Baca lebih lajut

GAMBARAN SIKAP IBU HAMIL DALAM MENCEGAH KEGUGURAN (The Description of Attitude of Pregnancy Women to Prevent Miscarriage)

GAMBARAN SIKAP IBU HAMIL DALAM MENCEGAH KEGUGURAN (The Description of Attitude of Pregnancy Women to Prevent Miscarriage)

Seharusnya ibu yang pernah mengalami kegu- guran lebih diperhatikan dan diberikan informasi pencegahan keguguran secara benar agar sikap positif ibu lebih maksimal.Hasil tabulasi silang antara sikap dengan pengalaman memperoleh informasi mengenai pencegahan keguguran, dari 10 ibu hamil yang pernah mendapat informasi tentang pence- gahan keguguran sebesar 60% (6 responden) memi- liki sikap positif terhadap pencegahan keguguran, dan 40% (4 responden) yang pernah mendapatkan informasi tentang pencegahan keguguran tetapi sikapnya masih negatif terhadap pencegahan kegu- guran. Menurut Notoatmodjo (2008), bahwa sema- kin banyak informasi dapat mempengaruhi atau menambah pengetahuan seseorang dan dengan pengetahuan menimbulkan kesadaran yang akhirnya seseorang akan berperilaku sesuai dengan pengeta- huan yang dimilikinya.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

1  Sikap Profesionalisme Dan Kinerja Akademik Guru Pendidikan Kewarganegaraan (Studi Kasus di SLTA Muhammadiyah Karanganyar.

1 Sikap Profesionalisme Dan Kinerja Akademik Guru Pendidikan Kewarganegaraan (Studi Kasus di SLTA Muhammadiyah Karanganyar.

1. Dari hasil penelitian dnegan melihat ringkasan tabulasi data dapat diketahui bahwa sikap profesional guru PKn di ketiga sekolah melalui jawaban 9 responden sebanyak 5 responden menjawab positif atau menunjukkan profesional yang tinggi, sedangkan 3 responden atau 33% menyatakan jawaban kadang-kadang atau sikap profesional yang sedang, adapun 1 responden atau 11 % memiliki jawaban yang tidak pernah atau rendah.

12 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN MENSTRUASI TERHADAP UPAYA PENANGANAN DISMENORE PADA SISWI SMA NEGERI 1 BUNGKU TENGAH

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN MENSTRUASI TERHADAP UPAYA PENANGANAN DISMENORE PADA SISWI SMA NEGERI 1 BUNGKU TENGAH

Menurut Hurlock beberapa faktor lain yang mempengaruhi pengetahuan adalah tempat tinggal yang merupakan tempat menetap responden sehari-hari. Pengetahuan seseorang akan lebih jika berada pada lingkungan yang ramai dan bermacam-macam seperti di perkotaan, karena di lingkungan yang ramai mempunyai keluasan kesempatan untuk melibatkan diri dalam kegiatan sosial maka wawasan social makin kuat dan mudah mendapatkan informasi. Sedangkan sumber informasi akan mempengaruhi tingkat pengetahuan seseorang, bila seseorang banyak memperoleh informasi maka cenderung untuk mempunyai pengetahuan yang lebih luas (Notoatmodjo, 2010).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Analisis Penerimaan Pengusaha Ukm Muslim Terhadap Institusi Perbankan Dikota Pematang Siantar

Analisis Penerimaan Pengusaha Ukm Muslim Terhadap Institusi Perbankan Dikota Pematang Siantar

One factor businessman receiving conventional banks and Islamic banks is due affair easier and closer to the number of respondents as many as 13 people (50%) of 52% of total respondents who chose conventional banks. And factors businessman in the city of Siantar accept the existence of Islamic banks is due to avoid usury by the number of respondents were 9 people (50%) of 36% of total respondents who received Islamic banks.

12 Baca lebih lajut

Kualitas Hidup Caregiver dalam Merawat Anggota Keluarga dengan Skizofrenia di RS Jiwa Prof. Dr. M. Ildrem Medan Chapter III VI

Kualitas Hidup Caregiver dalam Merawat Anggota Keluarga dengan Skizofrenia di RS Jiwa Prof. Dr. M. Ildrem Medan Chapter III VI

Dapat disimpulkan bahwa rata-rata caregiver dapat menjalani aktivitas di masyarakat dengan baik yaitu keluarga masih bisa mengikuti kegiatan sosial seperti pengajian dan ibadah digereja. Interaksi sosial yang baik antar masyarakat bagi seorang caregiver perlu dilakukan agar tetap mendapatkan dukungan sosial yang baik dari masyarakat. Dukungan sosial yang baik akan membuat kenyamanan hidup bagi seorang caregiver karena terhindar dari diskriminasi sosial karena memiliki anggota keluarga yang menderita Skizofrenia.

34 Baca lebih lajut

BACK-EFFLUERAGE MASSAGE (BEM) TERHADAP NYERI DAN TEKANAN DARAH IBU BERSALIN KALA I

BACK-EFFLUERAGE MASSAGE (BEM) TERHADAP NYERI DAN TEKANAN DARAH IBU BERSALIN KALA I

Faktor-faktor demografi yang di temukan pada responden sangat membantu kegiatan intervensi BEM karena selama observasi dan selama pengumpulan data, responden kooperatif dengan intervensi yang di berikan dan meminta di lakukan berulang-ulang pada peneliti.Tindakan BEM di ajarkan kepada keluarga pendamping dan responden terlihat tenang pada ekpresi wajah dan perfoma tubuhnya. Selain itu ada faktor lain yang sangat mendukung dilakukan BEM karena dukungan keluarga seperti suami, mertua dan anggota keluarga lain yang melakuukan BEM, sehingga hasil penelitian ini menghasilkan perbedaan sebelum dan sesudah intervensi.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Analisis Penerimaan Pengusaha Ukm Muslim Terhadap Institusi Perbankan Dikota Pematang Siantar

Analisis Penerimaan Pengusaha Ukm Muslim Terhadap Institusi Perbankan Dikota Pematang Siantar

One factor businessman receiving conventional banks and Islamic banks is due affair easier and closer to the number of respondents as many as 13 people (50%) of 52% of total respondents who chose conventional banks. And factors businessman in the city of Siantar accept the existence of Islamic banks is due to avoid usury by the number of respondents were 9 people (50%) of 36% of total respondents who received Islamic banks.

2 Baca lebih lajut

Studi Deskriptif Mengenai Stages of Faith pada Hijabers Community di Kota Bandung.

Studi Deskriptif Mengenai Stages of Faith pada Hijabers Community di Kota Bandung.

Adapun alat ukur yang digunakan untuk pengambilan data adalah alat ukur yang dibuat sendiri oleh peneliti, Faith Development Test (FDT), yang diturunkan dari teori Faith Development James W. Fowler. Alat ukur ini terdiri dari 55 nomor dimana setiap nomor terdiri dari 2 pernyataan yang harus dipilih salah satunya oleh responden. Perhitungan validitas dengan Pearson dengan validitas item antara 0,310-0,652. Perhitungan reliabilitas menggunakan Alpha Cronbach menunjukkan hasil 0.850, yang berarti item-item dalam alat tes FDT memiliki reliabilitas yang tinggi.
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...