Earning Per Share

Top PDF Earning Per Share:

Analisis Pengaruh Earning Per Share (EPS), Dividend Per Share (DPS), Price/Earning Ratio (PER) dan Dividend Payout Ratio (DPR) terhadap Harga Saham pada Perusahaan yang Terdaftar dalam Indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia (BEI)

Analisis Pengaruh Earning Per Share (EPS), Dividend Per Share (DPS), Price/Earning Ratio (PER) dan Dividend Payout Ratio (DPR) terhadap Harga Saham pada Perusahaan yang Terdaftar dalam Indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia (BEI)

Saya yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi saya yang berjudul “Analisis Pengaruh Earning Per Share (EPS), Dividend Per Share (DPS), Price/Earning Ratio (PER) dan Dividend Payout Ratio (DPR) terhadap Harga Saham pada Perusahaan yang Terdaftar dalam Indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia (BEI)” adalah benar hasil karya tulis saya sendiri yang disusun sebagai tugas akademik guna menyelesaikan beban akademik pada Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

94 Baca lebih lajut

PENGARUH EARNING PER SHARE, PRICE EARNING RATIO, DAN  Pengaruh Earning Per Share, Price Earning Ratio, Dan Dividen Per Share Terhadap Harga Saham (Studi Kasus Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2008-2011).

PENGARUH EARNING PER SHARE, PRICE EARNING RATIO, DAN Pengaruh Earning Per Share, Price Earning Ratio, Dan Dividen Per Share Terhadap Harga Saham (Studi Kasus Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2008-2011).

Harga saham dipengaruhi oleh berbagai faktor salah satunya adalah faktor fundamental, yang berhubungan dengan kondisi perusahaan yaitu manajemen organisasi, sumber daya manusia, dan kondisi keuangan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui pengaruh Earning per Share (EPS), Price Earning Ratio (PER), dan Dividen per Share (DPS) terhadap harga saham manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2008-2011.

18 Baca lebih lajut

PENGARUH EARNING PER SHARE DAN UKURAN PE

PENGARUH EARNING PER SHARE DAN UKURAN PE

pengaruh secara signifikan antara Earning Per Share (EPS) terhadap harga saham pada perusahaan farmasi. Hasil ini mengindikasikan bahwa investor tidak lagi menggunakan Earning Per Share (EPS) sebagai patokan untuk membeli saham, karena jika Earning Per Share (EPS) yang diberikan perusahaan kepada investor bernilai kecil atau sedikit maka investor merasa tidak tertarik untuk berinvestasi dalam perusahaan tersebut. Hasil yang didapat mendukung penelitian yang dilakukan oleh Uswatun Hasanah (2007), yaitu Earning Per Share (EPS) tidak bernilai signifikan terhadap harga saham PT. Gudang Garam Tbk. sedangkan dengan penelitian yang dilakukan oleh Dwi Rahmawati (2007) memberikan hasil yang berbeda, yaitu Earning Per Share (EPS) bernilai signifikan terhadap harga saham perusahaan manufaktur yang go public di Bursa Efek Surabaya.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

EARNING PER SHARE, DAN UKURAN PERUSAHAAN

EARNING PER SHARE, DAN UKURAN PERUSAHAAN

The purpose of this research is to find out empirical evidence and analyze the influence factor of leverage ratio, profitability, earning per share, and firm size, towards firm value. The object of this research is banking companies listed in BEI from 2008 to 2011.

Baca lebih lajut

PENGARUH EARNING PER SHARE, PRICE EARNING RATIO, DAN DIVIDEN PER SHARE TERHADAP HARGA SAHAM  Pengaruh Earning Per Share, Price Earning Ratio, Dan Dividen Per Share Terhadap Harga Saham (Studi Kasus Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar Di Bursa Efek I

PENGARUH EARNING PER SHARE, PRICE EARNING RATIO, DAN DIVIDEN PER SHARE TERHADAP HARGA SAHAM Pengaruh Earning Per Share, Price Earning Ratio, Dan Dividen Per Share Terhadap Harga Saham (Studi Kasus Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar Di Bursa Efek I

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Pengaruh Earning per Share, Price Earning Ratio dan Dividen per Share Terhadap Harga Saham (Sudi Kasus Pada Perusahaan Manufaktur

15 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Teoritis - Pengaruh Return On Asset, Debt to Equity Ratio, dan Earning Per Share Terhadap Harga Saham Perusahaan LQ 45 yang terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Teoritis - Pengaruh Return On Asset, Debt to Equity Ratio, dan Earning Per Share Terhadap Harga Saham Perusahaan LQ 45 yang terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI)

perusahaan. di masa depan. Para calon pemegang saham tertarik dengan earning per share yang besar, karena hal ini merupakan salah satu indikator keberhasilan suatu perusahaan (Lukman Syamsudin, 1992 : 66). Secara singkat dapat peneliti simpulkan bahwa semakin tinggi nilai EPS tentu saja akan menyenangkan pemegang saham, karena semakin besar laba yang disediakan untuk pemegang saham. Besarnya Earning Per Share (EPS) suatu perusahaan. bisa diketahui dari informasi laporan keuangan perusahaan langsung atau dapat dihitung berdasarkan laporan neraca dan laporan rugi laba perusahaan. Earning per share atau laba per lembar saham adalah suatu analisis yang penting di dalam laporan keuangan perusahaan. Earning per share memberikan informasi kepada para pihak luar (ekstern) seberapa jauh kemampuan perusahaam menghasilkan laba untuk tiap lembar yang beredar. Sebagai indikator keberhasilan di masa yang lalu dan harapan di masa yang akan datang, earning per share memberikan gambaran yang penting dari keberhasilan itu. Namun demikian earning per share bukan satu-satunya alat penilai keberhasilan perusahaan. Alat ini masih harur dikombinasikan dengan alat yang lain dan diinterpretasikan lebih jauh.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang - Analisis Pengaruh Earning Per Share (EPS), Dividend Per Share (DPS), Price/Earning Ratio (PER) dan Dividend Payout Ratio (DPR) terhadap Harga Saham pada Perusahaan yang Terdaftar dalam Indeks LQ45 di Bursa Efek Indo

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang - Analisis Pengaruh Earning Per Share (EPS), Dividend Per Share (DPS), Price/Earning Ratio (PER) dan Dividend Payout Ratio (DPR) terhadap Harga Saham pada Perusahaan yang Terdaftar dalam Indeks LQ45 di Bursa Efek Indo

Earning Per Share (EPS) merupakan rasio antara laba bersih setelah pajak dengan jumlah lembar saham. EPS memberikan informasi mengenai besarnya jumlah laba bersih yang akan dibagikan ke para pemegang saham. EPS mempunyai pengaruh yang kuat terhadap harga saham sebab semakin tinggi nilai EPS, maka investor akan tertarik untuk membeli saham tersebut sehingga harga saham cenderung naik. Beaver (1970) menyimpulkan bahwa secara statistik, terjadi reaksi harga saham yang signifikan sehari sebelum dan sesudah pengumuman laba.

9 Baca lebih lajut

ANALISIS VARIABEL YANG MEMPENGARUHI EARNING PER SHARE dan HUBUNGANNYA TERHADAP PRICE TO BOOK VALUE

ANALISIS VARIABEL YANG MEMPENGARUHI EARNING PER SHARE dan HUBUNGANNYA TERHADAP PRICE TO BOOK VALUE

2.4 Relevansi Earning Per Share (EPS) dengan Price to Book Value (PBV) 18 2.5 Penelitian Terdahulu ............................................................................... 19 2.6 Kerangka Konseptual Penelitian ............................................................. 22 2.7 Hipotesis Penelitian .................................................................................. 23 2.7.1 Pengaruh Return on Equity (ROE) terhadap Price to Book Value (PBV)

19 Baca lebih lajut

PENGARUH EARNING PER SHARE, RASIO LIKUIDITAS, RASIO PROFITABILITAS TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) (BEI) Siti Aslamiyah STIE Perbanas Surabaya Email : sitiaslamiyah55gmail.com ABSTRACT - PENGARU

PENGARUH EARNING PER SHARE, RASIO LIKUIDITAS, RASIO PROFITABILITAS TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) (BEI) Siti Aslamiyah STIE Perbanas Surabaya Email : sitiaslamiyah55gmail.com ABSTRACT - PENGARU

(CR), dan rasio profitabilitas (ROA) secara bersama – sama berpengaruh terhadap harga saham dengan nilai signifikansi 0,000 kurang dari 0,05 sehingga model regresi dinyatakan Fit. Sedangkan dengan menggunakan analisis regresi linier berganda terdapat dua (1) variabel independen yang diterima yaitu Earning Per Share, dan terdapat satu (2) variabel yang ditolak yaitu Current Ratio dan Return On Asset. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat dilihat bahwa Earning Per Share dapat ditentukan sebagai dasar penilaian untuk investasi, hasilnya sebagai berikut : (1) Earning per share mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap harga saham. EPS yang tinggi dapat memudahkan perusahaan dalam memberikan tingkat kesejahteraan yang lebih baik kepada para pemegang saham. Hal ini menyebabkan investor untuk memutuskan berinvestasi di perusahaan manufaktur yang dapat mempengaruhi harga saham. Jika nilai EPS meningkat maka hal tersebut dapat menjadi faktor pertimnbangan bagi calon investor, karena nilai EPS tinggi dapat dijadikan pertimbangan khusus dari para pemain pasar modal. (2) Rasio likuiditas (Current ratio) tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham. Hal ini karena aset lancar yang dimiliki perusahaan lebih besar daripada hutang jangka pendek yang dimiliki oleh perusahaan, sehingga perusahaan mampu memenuhi kewajiban pada investor. Disisi lain hal tersebut juga menjadi daya tarik perusahaan untuk menarik minat investor, semakin banyak permintaan akan saham maka dapat semakin meningkatkan harga saham. Rasio ini dapt menjadi pertimbangan untuk peneliaian kondisi suatu perusahaan sebelum calon investor membeli saham perusahan tersebut. (3) Rasio profitabilitas (Return on asset) tidak berpengaruh positif dan signifikan. Hal ini disebabkan oleh ROA memberikan informasi pendapatan yang dihasilkan dari aset yang diinvestasikan, karena laba
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH RETURN ON EQUITY, DEBT TO EQUITY RATIO, CURRENT RATIO, EARNING PER SHARE DAN INVESTMENT OPPORTUNITY SET TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDEN | Pamungkas | Jurnal Analisa Akuntansi dan Perpajakan 94 192 1 PB

PENGARUH RETURN ON EQUITY, DEBT TO EQUITY RATIO, CURRENT RATIO, EARNING PER SHARE DAN INVESTMENT OPPORTUNITY SET TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDEN | Pamungkas | Jurnal Analisa Akuntansi dan Perpajakan 94 192 1 PB

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris tentang pengaruh return on equity, debt to equity ratio, current ratio, earning per share dan investment opportunity set terhadap kebijakan dividen. Variabel independen yang digunakan adalah return on equity, debt to equity ratio, current ratio, earning per share dan investment opportunity set. Variabel dependen yang digunakan adalah kebijakan dividen. Populasi dalam penelitian adalah perusahaan real estate dan property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2013-2015. Sampel yang dikumpulkan menggunakan metode purposive sampling. Total 19 perusahaan ditentukan sebagai sampel. Metode analisis penelitian ini menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa return on equity, debt to equity ratio, dan earning per share tidak berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen. Sementara itu current ratio dan investment opportunity set berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen. Hasil koefisien determinasi menunjukkan sebesar 21,1 %. Hasil tersebut menandakan kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen sementara 78,9 % dijelaskan oleh variabel lain.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengaruh Return On Equity (ROE) Dan Earning Per Share (EPS) Terhadap Return Saham (Studi Kasus Perusahaan Manufakture Sektor Food And Beverage Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2012-2013)

Pengaruh Return On Equity (ROE) Dan Earning Per Share (EPS) Terhadap Return Saham (Studi Kasus Perusahaan Manufakture Sektor Food And Beverage Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2012-2013)

Menurut Eduardus (2001:232-234) bagi para investor yang melakukan analisis fundamental atau analisis perusahaan, informasi laporan keuangan yang diterbitkan perusahaan merupakan salah satu jenis informasi yang paling mudah dan paling murah didapatkan dibanding alternatif informasi lainnya. Selanjutnya Eduardus (2001:232-234) dengan menggunakan laporan keuangan, investor juga akan bisa menghitung berapa besarnya pertumbuhan earning yang telah dicapai perusahaan terhadap jumlah saham perusahaan. Selanjutnya Eduardus (2001:232- 234) perbandingan antara jumlah earning (dalam hal ini laba bersih yang siap dibagikan bagi pemegang saham) dengan jumlah lembar saham perusahaan, akan diperoleh komponen earning per share (EPS). Bagi para investor, informasi EPS merupakan informasi yang dianggap paling mendasar dan berguna, karena bisa menggambarkan prospek earning perusahaan di masa depan (Eduardus, 2001:232-234).
Baca lebih lanjut

105 Baca lebih lajut

Earning Per Share (EPS) Tertinggi

Earning Per Share (EPS) Tertinggi

Secara umum, saham adalah surat tanda kepemilikan perusahaan. Harga saham terbentuk di pasar saham dan ditentukan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah laba per saham dasar atau earning per share. Earning Per Share (EPS) merupakan komponen penting pertama yang harus diperhatikan dalam analisis fundamental perusahaan. Informasi EPS suatu perusahaan menunjukkan besarnya laba bersih perusahaan yang siap dibagikan untuk semua pemegang saham perusahaan. Selain mengamati analisis fundamental, investor yang ingin menanamkan modalnya di pasar saham harus mengetahui bagaimana peramalan harga saham kedepan agar tidak mengalami kerugian. Pada penelitian ini digunakan metode peramalan Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) dan Double Exponential Smoothing untuk meramalkan harga saham tiga perusahaan berdasarkan nilai EPS tertinggi dari saham-saham yang tergabung dalam LQ45. Kedua metode tersebut dibandingkan untuk melihat metode yang lebih baik dalam peramalan harga saham tersebut dengan melihat nilai Mean Absolute Percentage Error (MAPE) dari masing-masing metode. Berdasarkan hasil penelitian, metode Exponential Smoothing lebih baik daripada metode ARIMA karena memiliki nilai MAPE yang lebih kecil.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH EARNING PER SHARE DIVIDEND PER

PENGARUH EARNING PER SHARE DIVIDEND PER

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) pengaruh earnings per share terhadap harga saham; 2) pengaruh dividend per share terhadap harga saham; dan 3) pengaruh financial leverage terhadap harga saham pada industri perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2007-2010.

Baca lebih lajut

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - Pengaruh earning per share (eps), price earning share (per), dan devident per share (dps), terhadap harga saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2010-2014 - Repository Universitas Bangka Belitung

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - Pengaruh earning per share (eps), price earning share (per), dan devident per share (dps), terhadap harga saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2010-2014 - Repository Universitas Bangka Belitung

Price Eraning Ratio (PER) merupakan rasio untuk menghitung nilai intrinsik saham dengan membandingkan harga saham dengan laba (earning) perusahaan. PER merupakan rasio yang digunakan investor untuk menghitung berapa kali nilai earning yang tercermin dalam suatu saham. Semakin tinggi PER akan semakin tinggi juga kepercayaan investor terhadap perusahaan, sehingga investor akan berminat untuk menanamkan modal di perusahaan tersebut dan menyebabkan harga saham perusahaan akan ikut naik. PER adalah perbandingan antara Market Per Share (harga pasar per lembar saham) dengan Earning Per Share (laba per lembar saham) (Irham Fahmi 2012:138).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

ANALISIS PENGARUH EARNING PER SHARE DAN DIVIDEN PER SHARE TERHADAP HARGA SAHAM

ANALISIS PENGARUH EARNING PER SHARE DAN DIVIDEN PER SHARE TERHADAP HARGA SAHAM

Dari hasil pengujian secara simultan diketahui bahwa variabel Earning Per share (EPS) dan Dividen Per Share (DPS) berpengaruh secara bersama-sama terhadap Harga Saham, karena nilai hitung F lebih besar dari nilai tabel F atau 120,668 > 3,68 setelah dilakukan uji F. Dari hasil penelitian ini, EPS dan DPS memiliki koefisien regresi positif sebesar 13,449 untuk nilai EPS dan 3,253 untuk nilai DPS. Hal ini berarti bahwa informasi EPS perusahaan yang terdapat dalam laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan merupakan hal yang diperhatikan oleh investor dalam membuat keputusan investasinya, sehingga hal tersebut akan mempengaruhi permintaan terhadap saham perusahaan yang bersangkutan yang pada akhirnya akan mempengaruhi permintaa harga saham, di mana apabila investor menganggap bahwa angka EPS dan DPS perusahaan cukup baik dan akan mendapatkan keuntungan yang sepadan dengan resiko yang ditanggung, maka permintaan terhadap saham perusahaan tersebut akan meningkat. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian terdahulu yaitu penelitian The Giok ling (2004) yang menemukan bahwa informasi EPS dan DPS berpengaruh secara bersama-sama terhadap harga saham. Namun di sisi lain hasil penelitian ini berbeda dengan peneliti terdahulu yaitu penelitian Ema Setyani (2004) yang menyatakan bahwa informasi EPS dan DPS tidak berpengaruh secara bersama-sama terhadap harga saham setiap tahunnya.
Baca lebih lanjut

100 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengaruh Earning Per Share (Eps), Dividend Per Share (Dps), Dan Price Earning Ratio Per Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Tahun 2010-2013 Di Bursa Efek Indonesia BEI.

PENDAHULUAN Pengaruh Earning Per Share (Eps), Dividend Per Share (Dps), Dan Price Earning Ratio Per Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Tahun 2010-2013 Di Bursa Efek Indonesia BEI.

Jumlah saham yang beredar juga dapat dibandingkan dengan seberapa besar jumlah dividen yang akan dibagikan dengan menggunakan rasio Dividend Per Share (DPS). Rasio ini memberikan gambaran mengenai seberapa besar laba yang dibagikan dalam bentuk dividen kepada pemegang saham untuk tiap lembar saham. Rasio ini dihitung dengan membagi jumlah dividen yang dibayarkan dengan jumlah saham yang beredar.DPS yang tinggi memungkinkan dapat meningkatkan harga saham perusahaan.

8 Baca lebih lajut

EQUITY RISK PREMIUM DI INDUSTRI PERBANKAN Yunus Harjito

EQUITY RISK PREMIUM DI INDUSTRI PERBANKAN Yunus Harjito

Sejauh ini, terdapat beberapa faktor yang diduga dapat mempengaruhi tinggi rehdahnya tingkatequity risk premiumdiantaranyaadalahAuditorTenure (Leuz dan Verecchia, 2005; Mansiet al., 2004); Kualitas Laba, Leverage, dan Beta (Saiful dan Erliana, 2010); earning per share(Boone, et al., 2008; Fama dan French, 1992) dan lain sebagainya.Untuk menilai tingkat equity risk premium, diyakini perusahaan perbankan lebih dapat menyajikan hasil yang baik,karena perbankan merupakan industri yang sarat dengan berbagai regulasi, hal ini karena bank adalah suatu lembaga intermediary/perantara keuangan yang menghubungkan antara pihak yang kelebihan dana dengan pihak yang memerlukan dana. Karena fungsinya tersebut maka risiko yang harus dihadapi oleh bank sangat besar, ketidakmampuan untuk menjaga image (kualitas) akan sangat berpengaruh terhadap likuiditas bank (Rahmawatiet al., 2006).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengaruh Devidend Per Share dan Earning (1)

Pengaruh Devidend Per Share dan Earning (1)

Abstract : The purpose of this research is to know how the earning per share and dividend per share impact stock price. The method of this research is a causal research design with 9 samples of companies. This research utilizes secondary data. The data in this research is analyzed from financial statement of the companies. The data which have already collected are processed with classic assumption test before hypothesis test. Hypothesis test in this research uses double degree linear regression with t test and F test. The result of this research show that earning per share and dividend per share have impact toward stock price at automotive which listed on Indonesian Stock Exchange. In the other hand, The research show that earning per share has impact toward stock price partially, again that dividend per share doesn’t has impact toward stock price partially at automotive which listed on Indonesian Stock Exchange.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - PENGARUH ROI, EPS, DAN PER TERHADAP PERUBAHAN HARGA SAHAM PERUSAHAAN PROPERTI DAN REAL ESTATE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA - Perbanas Institutional Repository

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - PENGARUH ROI, EPS, DAN PER TERHADAP PERUBAHAN HARGA SAHAM PERUSAHAAN PROPERTI DAN REAL ESTATE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA - Perbanas Institutional Repository

Earning Per Share merupakan rasio yang digunakan melihat penyajian kinerja perusahaan yang dinyatakan dengan laba atau untung.(TjiptonoDarmadji dan Hendy M ,2001) laba per lembar saham (EPS) merupakan suatu keuntungan (laba) yang akan diperoleh investor yang telah menanamkan modal sahamnya ke perusahaan per lembar sahamnya. Ekspektasi pendapatan atau keuntungan yang akan diterima merupakan faktor yang sangat penting dalam penentu perubahan harga saham, karena dengan adanya ekspektasi tinggi dari investor maka akan menggerakkan harga saham lebih tinggi dari sebelumnya. Saham dengan tingkat pengembalian tertinggi pada umumnya memiliki pendapatan yang tinggi pula dari perkiraan, sedangkan saham dengan tingkat pengembalian terendah cenderung memiliki pendapatan di bawah perkiraan investor. Harga saham bisa dilihat mampu mengantisipasi informasi pendapatan dengan cepat sebelum pengumuman pendapatan diberitahukan atau dilakukan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

this  file 2109 8474 1 PB

this file 2109 8474 1 PB

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Return On Asset, Return On Equity, dan Earning Per Share terhadap Harga Saham. Penelitian ini merupakan penelitian еxplanatory dengan menggunakan metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan Bank BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta Tahun 2006-2016. Teknik pemilihan sampel yaitu dengan metode purpose sampling. Berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditentukan, diperoleh sebanyak 3 perusahaan yang dijadikan sampel penelitian. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder berupa laporan keuangan yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia untuk perusahaan Bank BUMN periode 2006-2016. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda. Hasil uji t variable Return On Asset diperoleh nilai signifikan 0.040 < 0.05 berarti Return On Asset memiliki pengaruh signifikan terhadap Harga Saham. Hasil uji t variable Return On Equity diperoleh nilai signifikan 0.048 < 0.05 berarti Return On Equity memiliki pengaruh signifikan terhadap Harga Saham. Hasil uji t variable Earning Per Share diperoleh nilai signifikan 0.003 < 0.05 berarti Earning Per Share memiliki pengaruh signifikan terhadap Harga Saham. Hasil uji dominan Earning Per Share adalah variable paling dominan terhadap Harga Saham.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 6832 documents...