Efisiensi Penggunaan Biaya Produksi

Top PDF Efisiensi Penggunaan Biaya Produksi:

EFISIENSI PENGGUNAAN BIAYA PRODUKSI PRODUK OLAHAN KOPI DI DESA SIDOMULYO KECAMATAN SILO KABUPATEN JEMBER

EFISIENSI PENGGUNAAN BIAYA PRODUKSI PRODUK OLAHAN KOPI DI DESA SIDOMULYO KECAMATAN SILO KABUPATEN JEMBER

Kopi (Coffea spp. L.) merupakan komoditi perkebunan yang strategis. Kopi rakyat tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Jember, terutama di Kalisat dan Silo. Efisiensi penggunaan biaya produksi pada produk olahan kopi baik dengan metode olah basah dan olah kering dapat meningkatkan keuntungan. Harga jual kopi yang tidak stabil menyebabkan petani memerlukan sebuah acuan untuk memilih metode pengolahan yang memiliki efisiensi penggunaan biaya produksi yang paling efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi penggunaan biaya produksi pada pengolahan kopi di Desa Sidomulyo Kecamatan Silo Kabupaten Jember. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan metode analitis. Analisis data yang digunakan adalah analisis R/C rasio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai R/C ratio pada pengolahan kopi gelondong menjadi kopi HS adalah sebesar 1,19, sedangkan pada pengolahan kopi gelondong menjadi kopi ose adalah sebesar 1,06. Nilai R/C ratio pada pengolahan kopi HS menjadi kopi bubuk olah basah adalah sebesar 1,67, sedangkan pada pengolahan kopi ose menjadi kopi bubuk olah kering adalah sebesar 1,31. Nilai R/C ratio pada berbagai tahapan pengolahan kopi adalah efisien, namun nilai R/C ratio tertinggi adalah pada saat mengolah kopi HS menjadi kopi bubuk olah basah.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

ANALISIS USAHA TANI KAKAO RAKYAT DI BERBAGAI POLA TANAM TUMPANG SARI

ANALISIS USAHA TANI KAKAO RAKYAT DI BERBAGAI POLA TANAM TUMPANG SARI

dengan kemampuan memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya dari sarana dan prasarana yang tersedia dengan menghasilkan output yang optimal. Petani selalu mempertimbangkan biaya produksi secara proporsional dan efisien, yang dipengaruhi oleh pengetahuan, ketrampilan pengusahaaan input, teknologi, dan curahan kerja yang berorientasi pada pencapaian produksi yang maksimum. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan : (1) mengetahui penerapan pola tanam tumpang sari dan alasan pemilihan pola tanam tumpang sari, (2) menganalisis ada tidaknya perbedaan efisiensi penggunaan biaya produksi dan keuntungan, serta produktivitas tenaga kerja dari keempat pola tanam tumpang sari.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

EFISIENSI BIAYA DAN KONTRIBUSI PENDAPATAN USAHATANI TEMBAKAU MAESAN 2 TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA

EFISIENSI BIAYA DAN KONTRIBUSI PENDAPATAN USAHATANI TEMBAKAU MAESAN 2 TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA

Tujuan penelitian : (1) mengetahui pendapatan usahatani tembakau Maesan 2 di Desa Gunungsari Kecamatan Maesan Kabupaten Bondowoso; (2) mengetahui efisiensi penggunaan biaya produksi pada usahatani tembakau Maesan 2 di Desa Gunungsari Kecamatan Maesan Kabupaten Bondowoso; (3) mengetahui kontribusi pendapatan usahatani tembakau Maesan 2 terhadap pendapatan keluarga petani tembakau Maesan 2 di Desa Gunungsari Kecamatan Maesan Kabupaten Bondowoso. Penelitian dilakukan di Desa Gunungsari Kecamatan Maesan Kabupaten Bondowoso secara sengaja (purposive method). Metode pengambilan contoh dalam penelitian ini menggunakan purposive Sampling dengan jumlah responden sebanyak 30 orang. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode analisis yang digunakan adalah: (1) analisis pendapatan, dan (2) analisis R/C ratio, dan (3) analisis Proporsi.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

KELAYAKAN FINANSIAL DAN PROSPEK PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI KACANG SHANGHAI PERUSAHAAN GANGSAR (Studi Kasus di Perusahaan Kacang Shanghai Gangsar)

KELAYAKAN FINANSIAL DAN PROSPEK PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI KACANG SHANGHAI PERUSAHAAN GANGSAR (Studi Kasus di Perusahaan Kacang Shanghai Gangsar)

Penelitian agroindustri kacang shanghai perusahaan Gangsar ini dilakukan dengan pertimbangan utama bahwa agroindustri kacang shanghai perusahaan Gangsar ini merupakan salah satu perusahaan yang memiliki prospek pengembangan cerah dalam sistem agribisnis. Penelitian yang dilakukan pada agroindustri kacang shanghai perusahaan Gangsar ini bertujuan: (1) untuk mengetahui efisiensi penggunaan biaya produksi agroinduistri kacang shanghai perusahaan Gangsar (2) untuk mengetahui kelayakan finansial agroindustri kacang shanghai perusahaan Gangsar (3) untuk mengetahui prospek agroindustri kacang shanghai perusahaan Gangsar.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Analisis Varians Biaya Produksi Sebagai Alat Untuk Mengukur Tingkat Efisiensi Biaya Produksi Pada PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero) Medan

Analisis Varians Biaya Produksi Sebagai Alat Untuk Mengukur Tingkat Efisiensi Biaya Produksi Pada PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero) Medan

Penggunaan biaya produksi secara efisien merupakan hal yang sangat penting bagi PTPN IV, sebagai salah satu BUMN yang telah dikenal baik di pasar lokal maupun pasar internasional. Berdasarkan data diatas terdapat penyimpangan, yang mengindikasikan adanya kenaikan biaya. Oleh sebab itu perlu dilakukan analisis terhadap penyimpangan biaya produksi yang terjadi pada dua kebun sawit diatas, agar dapat dilakukan perbaikan untuk mencapai efisiensi penggunaan biaya produksi. Selanjutnya penulis akan membandingkan tingkat efisiensi dari dua kebun ini dengan mempertimbangkan varians biaya produksinya. Dengan demikian perusahaan akan mampu merencanakan anggaran yang lebih baik lagi pada periode selanjutnya.
Baca lebih lanjut

84 Baca lebih lajut

Gambaran Konflik Pada Tahapan-Tahapan Proses Coming Out Gay

Gambaran Konflik Pada Tahapan-Tahapan Proses Coming Out Gay

Penggunaan biaya produksi secara efisien merupakan hal yang sangat penting bagi PTPN IV, sebagai salah satu BUMN yang telah dikenal baik di pasar lokal maupun pasar internasional. Berdasarkan data diatas terdapat penyimpangan, yang mengindikasikan adanya kenaikan biaya. Oleh sebab itu perlu dilakukan analisis terhadap penyimpangan biaya produksi yang terjadi pada dua kebun sawit diatas, agar dapat dilakukan perbaikan untuk mencapai efisiensi penggunaan biaya produksi. Selanjutnya penulis akan membandingkan tingkat efisiensi dari dua kebun ini dengan mempertimbangkan varians biaya produksinya. Dengan demikian perusahaan akan mampu merencanakan anggaran yang lebih baik lagi pada periode selanjutnya.
Baca lebih lanjut

84 Baca lebih lajut

PENGGUNAAN BIAYA STANDAR SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI

PENGGUNAAN BIAYA STANDAR SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI

Pengendalian biaya dengan menggunakan biaya standar memerlukan suatu sistem yang memadai dan teknik pengendalian yang tepat agar dapat dicapai efisiensi biaya produksi. Melalui sumber-sumber secara efektif diharapkan dapat dihasilkan produk yang berkualitas baik dengan biaya yang maksimal untuk mencapai sasaran tersebut diatas harus malalui beberapa tahapan ,diantaranya seperti diungkapkan oleh J.Brooks Heckert dan James Wilson (1989) sebagai berikut ;

25 Baca lebih lajut

Analisis Efisiensi Usahatani Tebu (Studi Kasus : Desa Kwala Begumit, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat)

Analisis Efisiensi Usahatani Tebu (Studi Kasus : Desa Kwala Begumit, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat)

Efisiensi sesuai dengan prinsip dasar ilmu ekonomi bahwa dengan input produksi tertentu akan dapat dihasilkan output semaksimal mungkin atau untuk dapat memproduksi output tertentu dengan input dan biaya seminimal mungkin. Jika prinsip efisiensi produksi tersebut diterapkan dalam suatu produksi komoditas pertanian maka petani akan berupaya mencapai suatu efisiensi dalam menggunakan input produksi. Apabila petani dapat mengalokasikan sumberdaya secara efisien maka akan terdapat tambahan kontribusi sektor pertanian, sebaliknya apabila petani tidak mengalokasikan input produksi secara efisien akan terdapat potensi yang belum dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan pendapatan usahatani dan menciptakan surplus. Oleh karena itu, efisiensi penggunaan sumberdaya merupakan hal penting yang menentukan eksistensi berbagai peluang di sektor pertanian dan terkait dengan potensi kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan rumahtangga tani (Weesink et al, 1990).
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah - Pengaruh Faktor-Faktor Sosial Dalam Efisiensi Frontir Stokastik Usahatani Padi Organik di Kabupaten Boyolali Jawa Tengah - UNS Institutional Repository

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah - Pengaruh Faktor-Faktor Sosial Dalam Efisiensi Frontir Stokastik Usahatani Padi Organik di Kabupaten Boyolali Jawa Tengah - UNS Institutional Repository

Penelitian di Kabupaten Boyolali ini lebih menekankan adanya permasalahan efisiensi usahatani padi organik yang dilihat dari segi produksi, biaya produksi, dan keuntungan yang menggunakan pendekatan frontir stokastik dalam bentuk fungsi Cobb-Douglas dengan model data cross section (penampang lintang), sedangkan untuk risiko produksi digunakan untuk melihat perilaku petani padi organik dalam membuat keputusan menghadapi risiko produksi menurut pendekatan (Just dan Pope, 1979). Permasalahan mendasar usahatani padi organik terletak pada efisiensi usahataninya, bahkan sampai saat ini, permasalahannya bisa sampai pada produksi dan biaya produksi yang bervariasi antarpetani. Hal ini menyebabkan terjadinya perbedaan tingkat biaya produksi yang dikeluarkan dan produktivitas pertaniannya, sehingga bisa berdampak pada pendapatan yang diterima petani. Penggunaan faktor produksi yang bersifat organik dalam hal ini diharapkan mampu menekan biaya usahatani padi organik, sehingga berdampak pada keuntungan yang diterima oleh petani.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Dampak Penerapan Sistem Pengendalian Manajemen terhadap Efisiensi Biaya Produksi : Studi Kasus pada CV. "X" Bandung.

Dampak Penerapan Sistem Pengendalian Manajemen terhadap Efisiensi Biaya Produksi : Studi Kasus pada CV. "X" Bandung.

1. Semua masalah yang menyangkut struktur dan proses pengendalian manajemen seperti perencanaan, penganggaran, pengukuran, pelaporan dan analisis merupakan wewenang dan tanggung jawab manajemen. Dalam hal ini, peran manajemen sangat vital karena berkaitan langsung dengan kelangsungan hidup perusahaan. Oleh sebab itu, hendaknya CV. X senantiasa menerapkan pengendalian dalam berbagai kegiatan usahanya sehingga CV. X bisa mencapai tujuannya yaitu penggunaan biaya seefisien mungkin agar laba perusahaan meningkat dengan tidak mengurangi mutu pekerjaan yang telah ditetapkan. 2. Perusahaan hendaknya mengganti proses pelaporan yang dilakukan secara
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

ID efisiensi penggunaan faktor produksi

ID efisiensi penggunaan faktor produksi

tercapai apabila semua faktor produksi telah dialokasikan secara optimal, dimana pada saat itu nilai produksi marginal dari input sama dengan biaya korbanan marginal atau harga input bersangkutan. Yang menjadi pertanyaan adalah faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi usahatani Kunyit, dan apakah petani Kunyit telah mampu mengalokasikan secara efisien semua faktor produksi yang digunakan dalam kegiatan usahataninya.

8 Baca lebih lajut

PENGARUH BIAYA BAHAN BAKU, BIAYA TENAGA KERJA LANGSUNG TERHADAP EFISIENSI BIAYA PRODUKSI KAPAL NIAGA PADA PT. DOK DAN PERKAPALAN SURABAYA (PERSERO)

PENGARUH BIAYA BAHAN BAKU, BIAYA TENAGA KERJA LANGSUNG TERHADAP EFISIENSI BIAYA PRODUKSI KAPAL NIAGA PADA PT. DOK DAN PERKAPALAN SURABAYA (PERSERO)

biaya anggaran, yang akan mempengaruhi besarnya efisiensi biaya produksi yang dicapai dalam perusahaan tersebut. Begitu pula dengan penggunaan jam tenaga kerja langsung yang kurang efektif dalam memproduksi produk tertentu, akan menyebabkan ketidakefisienan terhadap biaya tenaga kerja yang akan dikeluarkan oleh perusahaan. Oleh karena itu, jika perusahaan dapat mengetahui besarnya pengaruh dari unsure-unsur produksi, amak perusahaan diharapkan dapat menekan biaya produksi yaitu dengan memperhatikan kuantitas dan kualitas bahan baku dan biaya tenaga kerja. Apabila perusahaan mempunyai standar kualitas dan kuantitas pemakaian bahan bahu akan membatu menekan biaya bahan baku yang akan dibeli. Selain itu, penggunaan tenaga kerja langsung untuk perusahaan djadikan dasar dalam penetapan biaya tenaga kerja. Tenaga kerja akan mendapat upah berdasarkan waktu yang digunakan dalam menghasilkan suatu produk serta mempertimbangkan program kerja dan upah yang intensif. Keseluruhan biaya pembuatan produk tersebut merupakan dasar penentuan biaya produksi.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

ANALISIS EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI PADA PRODUKSI TAHU.

ANALISIS EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI PADA PRODUKSI TAHU.

Dari tabel di atas diketahui bahwa rata-rata perubahan produksi lebih kecil yaitu sebesar -0,234 dibandingkan dengan rata-rata perubahan biaya 5,806 sehingga nilai koefisensinya -0,0403, sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai elastisitas sebagian besar produsen tahu di Kabupaten Cirebon bagian timur kurang dari satu (< 1), hal ini menandakan belum efisiennya kegiatan industri tersebut. Secara keseluruhan industri tahu di Kabupaten Cirebon bagian timur belum mencapai efisien, dikarenakan tingkat elastisitas industri tahu di Kabupaten Cirebon bagian timur hanya mencapai rata-rata -0,0403. Belum efisiennya industri tahu di Kabupaten Cirebon bagian timur dikarenakan kondisi biaya rata-rata yang meningkat sebagai akibat kenaikan produksi sehingga hasilnya return to scale mengalami penurunan. Serta ketika biaya rata-rata meningkat maka economies of scale menjadi negatif (dercreasing return to scale).
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

PENGARUH BIAYA BAHAN BAKU, BIAYA TENAGA KERJA LANGSUNG TERHADAP EFISIENSI BIAYA PRODUKSI KAPAL NIAGA PADA PT. DOK DAN PERKAPALAN SURABAYA (PERSERO).

PENGARUH BIAYA BAHAN BAKU, BIAYA TENAGA KERJA LANGSUNG TERHADAP EFISIENSI BIAYA PRODUKSI KAPAL NIAGA PADA PT. DOK DAN PERKAPALAN SURABAYA (PERSERO).

Bahan baku merupakan salah satu input yang tidak kalah penting dibandingkan dengan tenaga kerja dan modal. Menurut Keyness (1976) dalam Samuelson (1985: 236) yang merupakan pengembangan teori harga menyatakan bahwa input dikombinasikan dengna kuantitas dan kualiatas tertentu diharapkan akan menghasilkna output tertentu dengan ekonomis, efisien, efektif pada tingkatan teknologi tertentu. Yang dimaksud dengan input disini adalah bahan baku sekaligus dengan pengendalian kuantitas dan kualitas bahan baku yang dimasukkan dalam proses produksi dengan tetap memperhatikan standar penggunaan bahan baku menurut perusahaan sehingga mampu menghasilkan sejumlah output tertentu dengan kualitas yang diinginkan secara ekonomis, efisien dan efektif.
Baca lebih lanjut

98 Baca lebih lajut

 this  file 496 2034 1 PB

this file 496 2034 1 PB

Tingkat efisiensi bagian produksi dalam penggunaan bahan baku (input) dalam proses produksi, dapat dilihat dari hasil pengukuran persentase produktivitas bahan baku, persentase produktivitas tenaga kerja, dan persentase produktivitas kapasitas mesin. Tingkat efektivitas bagian produksi dapat dilihat dari hasil pengukuran pencapaian realisasi terhadap target (achievement rate). Achievement Rate (AR) berkenaan dengan Rencana Kerja dan Anggaran Perseroan (RKAP). Tingkat ekonomisasi dilihat dari perngukuran terhadap Product Value Economic (PVE) yang didapat dari perbandingan realisasi biaya pabrikasi (overhead) dengan target biaya overhead yang telah ditetapkan.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

EFISIENSI EKONOMI PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI PADI DI KECAMATAN WIROSARI KABUPATEN GROBOGAN - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

EFISIENSI EKONOMI PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI PADI DI KECAMATAN WIROSARI KABUPATEN GROBOGAN - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Permasalahan yang sering dihadapi oleh petani adalah sempitnya lahan, kurangnya modal, produktivitas tenaga kerja rendah, serangan hama dan penyakit, kemampuan penggunaan sarana produksi dan tingkat kesuburan lahan. Sebagian besar petani biasanya dalam penggunaan input atau faktor produksi tidak optimal sehingga pemeliharaan dalam aktivitas usahatani tidak memadai (Dewi, 2012). Penggunaan faktor produksi seperti luas lahan, benih, pupuk, pestisida dan tenaga kerja secara tepat dan efisien akan memberikan keuntungan bagi petani. Kemampuan penentuan jumlah dan kombinasi faktor produksi yang tepat akan mengurangi biaya produksi dan petani mendapatkan produksi yang optimal. Efisiensi faktor produksi meliputi efisiensi teknis dan efisiensi ekonomi. Usahatani padi dengan menggunakan faktor produksi secara efisien maka akan meningkatkan keuntungan yang maksimum (Soekartawi, 2003). Petani diharapkan memiliki kemampuan dan pengetahuan mengenai pengeloalaan tingkat penggunaan faktor produksi secara optimal agar dapat meningkatkan keuntungan dalam kegiatan usahatani terutama untuk komoditas padi.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Analisis pendapatan dan efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi peternak probiotik dan non probiotik pada usaha ternak ayam ras pedaging

Analisis pendapatan dan efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi peternak probiotik dan non probiotik pada usaha ternak ayam ras pedaging

Kestabilan nilai tukar rupiah juga sangat berpengaruh pada naik turunnya harga input produksi ayam broiler karena sebagian besar bahan baku utama pakan ternak, yakni; jagung dan kedelai serta beberapa jenis vaksin, antibiotik dan beberapa jenis desinfektan masih merupakan bahan impor. Fluktuasi harga pakan memang tidak seperti fluktuasi harga DOC dan ayam broiler yang dapat berubah setiap harinya. Namun sangat signifikan pengaruhnya karena biaya pakan dalam usaha budidaya ternak ayam broiler merupakan komponen terbesar, yaitu sekitar 70 persen. Ketersediaan yang tidak menentu dan tidak adanya jaminan stabilitas kualitas bahan pakan dalam negeri menyebabkan penggunaan bahan baku impor, yang biayanya jelas lebih tinggi. Akibat masuknya industri peternakan ayam besar dan pengaruh nilai rupiah pada besarnya penggunaan bahan baku impor seperti yang telah dijelaskan diatas menggambarkan bahwa tidak saja dalam pemasaran hasil produksinya tetapi juga dalam pembelian sarana produksi ternaknya, usaha peternakan ayam kecil bertindak sebagai price taker.
Baca lebih lanjut

121 Baca lebih lajut

Evaluasi Biaya Pembelian Bahan Baku untuk Efisiensi Biaya Produksi Pada Perusahaan Tahu

Evaluasi Biaya Pembelian Bahan Baku untuk Efisiensi Biaya Produksi Pada Perusahaan Tahu

digunakan oleh setiap perusahaan berbeda tergantung pada situasi yang dihadapi dan perkembangan usaha perusahaan. system penyediaan bahan dengan strategi pembelian yang tepat dapat menjamin kelancaran kegiatan dan perkembangan perusahaan dimasa yang akan datang. Oleh karena itu perlu pertimbangan yang cermat dan tepat agar setiap rencana yang hendak dilaksanakan dapat terealisasikan seperti apa yang diharapkan dan kemungkinan faktor-faktor yang merupakan kelemahan atau penghambat dapat diantisipasi sedini mungkin. Penggunaan straregi yang tepat juga akan dapat menunjang tercapainya tingkat efisiensi biaya produksi sehingga keuntungan yang dapat diperoleh perusahaan dapat mencapai tingkat yang lebih tinggi.
Baca lebih lanjut

53 Baca lebih lajut

Peranan Analisis Biaya Kualitas dalam Menurunkan Tingkat Kegagalan Produk dan Meningkatkan Efisiensi Biaya Produksi pada Rotiku.

Peranan Analisis Biaya Kualitas dalam Menurunkan Tingkat Kegagalan Produk dan Meningkatkan Efisiensi Biaya Produksi pada Rotiku.

Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penggunaan biaya kualitas dalam menurunkan tingkat kegagalan produk dan meningkatkan efisiensi biaya produksi. Faktor yang perlu dipertimbangkan dalam meningkatkan efisiensi biaya produksi adalah dengan meningkatkan biaya pencegahan dan biaya penilaian serta menurunkan biaya kegagalan internal dan biaya kegagalan eksternal sehingga jumlah biaya kualitas dapat menurun dan biaya produksi ikut menurun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan masih menghasilkan produk gagal di atas batas toleransi, yang mana ditentukan perusahaan sebesar 5% dari total produksi. Sebagian besar kegagalan produk berasal dari roti rusak. Perusahaan ingin menurunkan batas toleransi tersebut menjadi sebesar 2%. Saat ini unsur biaya kualitas yang terdapat pada Rotiku adalah gaji senior baker, gaji junior baker, gaji kepala bagain produksi, biaya pemeriksaan akhir, biaya karena perusahaan harus memeriksa dan memisahkan roti rusak dan roti panir yang dihasilkan akibat kegagalan produk. Kegiatan-kegiatan untuk menghindari terjadinya kegagalan produk pada Rotiku belum cukup untuk menurunkan tingkat kegagalan produk sampai 2% sehingga efisiensi biaya produksi belum dapat di tekan.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...