FEMINISME RADIKAL

Top PDF FEMINISME RADIKAL:

ANALISIS FEMINISME RADIKAL DALAM NOVEL PEREMPUAN DI TITIK NOL KARYA NAWAL EL-SAADAWI

ANALISIS FEMINISME RADIKAL DALAM NOVEL PEREMPUAN DI TITIK NOL KARYA NAWAL EL-SAADAWI

Amanat yang dapat kita ambil dari analisis feminisme radikal terhadap novel Perempuan di Titik Nol karya Nawal el-Saadawi yaitu bahwa kekerasan yang dilakukan oleh laki-laki terhadap perempuan akan berdampak buruk bagi perkembangan jiwa dan raga perempuan. Selain mengalami penderitaan fisik, perempuan juga dapat mengalami penderitaan psikis yang dapat membuat perempuan trauma dan takut menghadapi suatu hal. Pada saat ini, perempuan memang telah mengalami kemajuan dalam semua bidang, baik bidang politik, ekonomi, bisnis, serta pendidikan. Walaupun mengalami beberapa kemajuan, Perempuan tetap tidak dapat mengakhiri keotoriteran laki-laki. Dalam hal ini, perempuan harus menyadari bahwa mereka masih berada dalam lingkaran sistem patriarki yang mengekang perempuan. Salah satu cara untuk memberi penyadaran dan respon terhadap keadaaan tersebut yaitu pendidikan.
Baca lebih lanjut

108 Baca lebih lajut

ANALISIS FEMINISME RADIKAL NOVEL TUHAN, IZINKAN AKU MENJADI PELACUR! KARYA MUHIDIN M DAHLAN

ANALISIS FEMINISME RADIKAL NOVEL TUHAN, IZINKAN AKU MENJADI PELACUR! KARYA MUHIDIN M DAHLAN

Penindasan yang banyak terjadi pada kaum perempuan lebih disebabkan karena sistem kelas jenis kelamin. Oleh karena itu, aliran feminisme radikal melihat faktor biologis yang menjadi dasar pembedaan gender. Aliran feminisme radikal menganggap penguasaan fisik perempuan oleh laki-laki merupakan bentuk penindasan terhadap perempuan. Patriarki adalah sumber ideologi penindasan terhadap kaum perempuan. Banyak permasalahan yang dialami kaum perempuan timbul karena kaum laki-laki bersikap sewenang- wenang terhadap kaum perempuan karena merasa memiliki kekuasaan atas tubuh dan hidup perempuan. Relasi kuasa laki-laki atas perempuan dalam novel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur! terdiri atas doktrin agama dan kekecewaan diri, cinta dan pengkhianatan. Hal tersebut diuraikan sebagai berikut.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

ANALISIS FEMINISME RADIKAL NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI MAWADDAH MUS Universitas Cokroaminoto Palopo mawaddahgmail.com Abstrak - Tidak berjudul

ANALISIS FEMINISME RADIKAL NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI MAWADDAH MUS Universitas Cokroaminoto Palopo mawaddahgmail.com Abstrak - Tidak berjudul

Seperti yang dikemukakan dalam latar belakang masalah, penyusun hanya terfokus pada satu teori feminisme, yaitu feminisme radikal. Berdasarkan hal tersebut, maka fokus penelitian yang dilakukan penyusun ialah meninjau unsur ketidakadilan gender yang dialami oleh tokoh perempuan dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari. Unsur ketidakadilan gender yang terdapat dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk meliputi enam bentuk, yaitu: subordinasi, stereotip, kekerasan, beban ganda, sosial, dan ekonomi.

15 Baca lebih lajut

ANALISIS FEMINISME RADIKAL DALAM CERPEN “MATINYA SEORANG PENARI TELANJANG” KARYA SENO GUMIRA AJIDARMA

ANALISIS FEMINISME RADIKAL DALAM CERPEN “MATINYA SEORANG PENARI TELANJANG” KARYA SENO GUMIRA AJIDARMA

Syukur alhamdulilah ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan segala rahmat, taufik dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesakan skripsi yang berjudul “ Analisis Feminisme Radikal dalam Cerpen „ Matinya Seorang Penari Telanjang ‟ Karya Seno Gumira Ajidarma” . Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat menyelesaikan pendidikan Strata Satu (S1) pada jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Jember.

9 Baca lebih lajut

ANALISIS FEMINISME RADIKAL DALAM NOVEL WAJAH SEBUAH VAGINA KARYA NANING PRANOTO

ANALISIS FEMINISME RADIKAL DALAM NOVEL WAJAH SEBUAH VAGINA KARYA NANING PRANOTO

menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya ilmiah yang berjudul “ Analisis Feminisme Radikal dalam Novel Wajah Sebuah Vagina Karya Naning Pranoto ” adalah benar-benar hasil karya sendiri, kecuali kutipan yang sudah saya sebutkan sumbernya, belum pernah diajukan pada institusi mana pun dan bukan karya jiplakan. Saya bertanggung jawab atas keabsahan dan kebenaran isinya sesuai dengan sikap ilmiah yang harus dijunjung tinggi.

11 Baca lebih lajut

ANALISIS FEMINISME RADIKAL DALAM NOVEL WAJAH SEBUAH VAGINA KARYA NANING PRANOTO

ANALISIS FEMINISME RADIKAL DALAM NOVEL WAJAH SEBUAH VAGINA KARYA NANING PRANOTO

menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya ilmiah yang berjudul “ Analisis Feminisme Radikal dalam Novel Wajah Sebuah Vagina Karya Naning Pranoto ” adalah benar-benar hasil karya sendiri, kecuali kutipan yang sudah saya sebutkan sumbernya, belum pernah diajukan pada institusi mana pun dan bukan karya jiplakan. Saya bertanggung jawab atas keabsahan dan kebenaran isinya sesuai dengan sikap ilmiah yang harus dijunjung tinggi.

10 Baca lebih lajut

ANALISIS FEMINISME RADIKAL DALAM NOVEL WAJAH SEBUAH VAGINA KARYA NANING PRANOTO

ANALISIS FEMINISME RADIKAL DALAM NOVEL WAJAH SEBUAH VAGINA KARYA NANING PRANOTO

menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya ilmiah yang berjudul “ Analisis Feminisme Radikal dalam Novel Wajah Sebuah Vagina Karya Naning Pranoto ” adalah benar-benar hasil karya sendiri, kecuali kutipan yang sudah saya sebutkan sumbernya, belum pernah diajukan pada institusi mana pun dan bukan karya jiplakan. Saya bertanggung jawab atas keabsahan dan kebenaran isinya sesuai dengan sikap ilmiah yang harus dijunjung tinggi.

10 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Representasi Feminis dalam Buku 13 Perempuan Karya Yonathan Rahardjo T1 362008078 BAB II

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Representasi Feminis dalam Buku 13 Perempuan Karya Yonathan Rahardjo T1 362008078 BAB II

Menurut Alison Jaggar dan Paula Rothenberg, feminis radikal yakin bahwa perempuan adalah kelompok teropresi pertama, opresi yang paling menyebar dan ada dalam hampir setiap masyarakat sehingga sulit dihapuskan. Feminisme radikal mempermasalahkan antara lain tubuh, hak-hak reproduksi, seksualitas (termasuk lesbianism), seksisme, relasi kekuasaan perempuan dan laki-laki, dan dikotomi privat-publik. Feminisme radikal terbagi menjadi dua yakni Feminis Radikal Libertarian dan Feminis Radikal Kultural. Feminis Radikal Libertarian secara umum memberikan perhatian pada konsep feminitas serta peran dan tanggung jawab reproduksi dan seksual yang membatasi perempuan sebagai manusia yang utuh. Aliran ini menolak asumsi adanya hubungan pasti antara jenis kelamin dan gender seseorang. Namun masyarakat partriaki menggunakan peran gender yang kaku untuk membatasi perempuan. Konsep yang diajukan untuk mengatasinya adalah androgini (Jaggar, 1983:85). Aliran feminis radikal ini memandang seksualitas sebagai pertukaran kenikmatan seksual erotis dan genital ragawi yang dikendalikan masyarakat dengan dikotomi praktik seksual yang buruk dan abnormal. Sementara pandangan feminis radikal kultural menolak gagasan androgini sebagai tujuan feminis dengan usaha penguatan esensi keperempuanan dan feminitas. Bahwa perempuan tidak seharusnya mencoba menjadi laki- laki namun menekankan nilai dan sifat yang secara kultural
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

ALIRAN FEMINISME MODERN DAN ALIRAN FEMINISME MENURUT ISLAM

ALIRAN FEMINISME MODERN DAN ALIRAN FEMINISME MENURUT ISLAM

Aliran ini bertumpu pada pandangan bahwa penindasan terhadap perempuan terjadi akibat sistem patriarki. Tubuh perempuan merupakan objek utama penindasan oleh kekuasaan laki-laki. Oleh karena itu, feminisme radikal mem- permasalahkan antara lain tubuh serta hak- hak reproduksi, seksualitas (termasuk lesbianisme), seksisme, relasi kuasa perempuan dan laki-laki, dan dikotomi privat-publik. "The personal is political" menjadi gagasan anyar yang mampu menjangkau permasalahan prempuan sampai ranah privat, masalah yang dianggap paling tabu untuk diangkat ke permukaan. Informasi atau pandangan buruk (black propaganda) banyak ditujukan kepada feminis radikal. Padahal, karena pengalamannya membongkar persoalan-persoalan privat inilah Indonesia saat ini memiliki Undang Undang RI No. 23 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (UU PKDRT).
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

FEMINISME DAN BUDAYA POPULER pada

FEMINISME DAN BUDAYA POPULER pada

Kritik Hal yang paling penting adalah dalam feminisme radikal ditekankan sekali tentang laki-laki menindas dan perempuan yang tidak bersalah, mereka terjebak pada esensi dari realitas yang akhirnya mengakibatkan analisa mereka mengalami kebuntutan dan secara politik mereka berbahaya.Mereka juga terlalu menganggap tidak positif terhadap hubungan sex yang heteroseksual karena perempuan lebih banyak dieksploitasi, padahal hubungan ini seharusnya dipelihara dan kedua pihak sesungguhnya hanya ingin mencari kesenangan.

6 Baca lebih lajut

PEREMPUAN JAWA DALAM NOVEL MASKUMAMBANG KARYA NANIEK PAMUJI.

PEREMPUAN JAWA DALAM NOVEL MASKUMAMBANG KARYA NANIEK PAMUJI.

Feminisme radikal muncul sebagai reaksi atas kultur sexisme atau diskriminasi sosial berdasarkan jenis kelamin di barat pada tahun 60-an khususnya dalam melawan kekerasan seksual dan pornografi (Brownmiller dalam Ariyanti, 2007:27) menyatakan bahwa para penganut feminis radikal tidak melihat adanya adanya perbedaan antara tujuan personal dan politik, unsur seksual atau biologis. Sehingga dalam melakukan analisis tentang penyebab penindasan terhadap kaum perempuan oleh laki-laki, mereka menganggapnya dari jenis kelamin laki-laki itu sendiri beserta ideologi patriarkinya. Feminis radikal mengklaim sistem patriarkal ditandai oleh kuasa, dominasi, hirarki, dan kompetisi (Tong, 2006: 3).
Baca lebih lanjut

95 Baca lebih lajut

REPRESENTASI FEMINISME DALAM FILM “KU TUNGGU JANDAMU” (Studi Analisis Semiotika Representasi Feminisme melalui Tokoh Persik).

REPRESENTASI FEMINISME DALAM FILM “KU TUNGGU JANDAMU” (Studi Analisis Semiotika Representasi Feminisme melalui Tokoh Persik).

Dalam penelitian semiotika yang dilakukan terhadap film komedi “Ku Tunggu Jandamu”, melalui tokoh Persik maka peneliti menarik kesimpulan bahwa dalam film tersebut terdapat makna atau pesan tentang feminisme. Unsur feminisme dalam penelitian ini terdapat dalam beberapa penggalan scene. Sosok yang mencerminkan seorang feminisme liberal, feminisme marxis, feminisme radikal-kultural, feminisme sosialis, feminisme post modern, dan feminisme eksistensialis. Dalam sosok Persik dianggap peneliti mewakili feminisme liberal berdasarkan karakter Persik antara lain, mengkonstruksi ulang peranan yang bersifat gender dan sebagai seorang feminisme liberal, Persik bersikap dan bertindak secara otonom sebagai manusia yang utuh dan mandiri, terutama dalam mengambil keputusan. Dalam sosok Persik dianggap peneliti mewakili feminisme marxis berdasarkan karakter Persik antara lain, membebaskan perempuan dari keperluan pertukaran (exchange), yaitu laki-laki mengontrol produksi untuk pertukaran dan sebagai konsekuensinya mereka mendominasi hubungan sosial. Sedangkan perempuan direduksi menjadi bagian dari property dan sebagai seorang feminisme marxis Persik menolak bahwa penindasan perempuan adalah bagian yang esensial dari sistem kapitalis. Dalam hal ini Persik mendominasi dan menjadikan laki-laki hanya sebagai mainan belaka.
Baca lebih lanjut

135 Baca lebih lajut

Perempuan Dan Politik  (Studi Tentang Kelompok Pendukung dan Penentang Undang-Undang Anti Pornografi dan Pornoaksi di Sumatera Utara)

Perempuan Dan Politik (Studi Tentang Kelompok Pendukung dan Penentang Undang-Undang Anti Pornografi dan Pornoaksi di Sumatera Utara)

Aliran ini menolak setiap jenis kerja sama dimana feminisme radikal ingin mengembangkan analisis feminis yang lebih nyata dan lebih merdeka. Dalam hal ini analisis sosialis Marx tersebut bermanfaat untuk melihat problem-problem Teori feminisme radikal ini menganut paham sosialis dan tokoh dari paham sosialis ini adalah Marxis, menurut Marx “tidak ada sosialisme tanpa pembebasan perempuan. Tidak ada pembebasan perempuan tanpa sosialisme”. Aliran ini mengatakan bahwa patriarki sudah muncul sebelum kapitalisme dan tetap tidak akan berubah jika kapitalisme runtuh. Kritik kapitalisme harus disertai dengan kritik dominasi atas perempuan. Feminisme radikal sosial menggunakan analisis kelas dan gender untuk memahami penindasan perempuan. Kapitalisme dan patriarki adalah dua kekuatan yang saling mendukung. Seperti dicontohkan oleh N. Fraser di Amerika Serikat keluarga inti dikepalai oleh laki-laki dan ekonomi resmi dikepalai oleh negara karena peran warga negara dan pekerja adalah peran maskulin, sedangkan peran sebagai konsumen dan pengasuh anak adalah peran perempuan. Agenda untuk meneranginya adalah menghapus kapitalisme dari sistem patriarki.
Baca lebih lanjut

116 Baca lebih lajut

PEREMPUAN JAWA DALAM NOVEL MASKUMAMBANG KARYA NANIEK PAMUJI.

PEREMPUAN JAWA DALAM NOVEL MASKUMAMBANG KARYA NANIEK PAMUJI.

Pemikiran feminisme radikal beragam. Terdapat dua aliran radikal yang sama-sama menyoroti masalah seksual dan reproduksi, yaitu feminisme radikal-libetarian dan femisme radikal-kultural. Menyoroti masalah seksual dan perempuan berhak untuk mengeksplorasi sisi maskulin dan feminisnya secara penuh. Perempuan juga berhak untuk memanfaatkan teknologi untuk memilih cara bereproduksi, seperti menghentikan kehamilan jika tidak diinginkan serta memanfaatkan rahim orang lain melalui teknologi yang telah modern. Sedangkan feminis radikal-kultural menyatakan bahwa permasalahannya adalah bukanlah feminitas dan esensinya itu sendiri, melainkan penilaian yang rendah yang diberikan pada kaum feminim, misalnya kelembutan, kesederhanaan, dan lai-lain serta penilaian tinggi terhadap kualitas maskulin, seperti ketegasan, keagresifan dan lain-lain. Mereka juga berpandangan bahwa menjadi ibu secara biologis merupakan kekuatan paripurna dari seorang perempuan (Tong, 2006: 4-5).
Baca lebih lanjut

98 Baca lebih lajut

 this  file 647 1166 1 SM

this file 647 1166 1 SM

Feminisme dalam Islam tentu saja tidak menyetujui setiap konsep atau pandangan feminis yang berasal dari Barat, khususnya yang ingin menempatkan laki-laki sebagai lawan perempuan. Disisi lain, feminisme Islam tetap berupaya untuk memperjuangkan hak-hak kesetaraan perempuan dengan laki-laki, yang terabaikan di kalangan tradisional konservatif, yang menganggap perempuan sebagai sub ordinat laki-laki. Dengan demikian, feminisme Islam melangkah dengan menengahi kelompok tradisional-konservatif di satu pihak dan pro feminisme modern dipihak lain. Feminisme Islam inilah yang oleh Mahzar disebut dengan Pasca Feminisme Islam Integratif, yang menempatkan perempuan sebagai kawan laki-laki untuk membebaskan manusia dari tarikan naluri kehewanan dan tarikan keserbamesinan di masa depan. 9
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Perjuangan Tokoh Enong Dalam Novel Dwilogi Padang Bulan Karya Andrea Hirata: Analisis Feminisme

Perjuangan Tokoh Enong Dalam Novel Dwilogi Padang Bulan Karya Andrea Hirata: Analisis Feminisme

Feminisme sebagai gerakan pada mulanya bergerak dari asumsi bahwa kaum perempuan pada dasarnya ditindas dan dieksploitasi, serta usaha untuk mengakhiri penindasan dan eksploitasi tersebut. Meskipun terjadi perbedaan antarfeminis mengenai apa, mengapa, dan bagaimana penindasan dan eksploitasi itu terjadi namun mereka sepaham bahwa hakikat perjuangan feminis adalah demi kesamaan, martabat, kebebasan mengontrol raga dan kehidupan baik di dalam maupun di luar rumah. Feminisme bukanlah perjuangan emansipasi perempuan di hadapan kaum laki-laki saja, melainkan perjuangan transformasi sosial ke arah penciptaan struktur yang secara fundamental baru dan lebih baik. Hakikat perjuangan feminis adalah demi kesamaan martabat, kebebasan mengontrol raga, dan kehidupan baik di dalam maupun di luar rumah. Gerakan feminis merupakan perjuangan dalam rangka mentransformasikan sistem dan struktur yang tidak adil, menuju ke sistem yang adil bagi perempuan maupun laki-laki.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

KEKERASAN BERBASIS GENDER DALAM NOVEL MIMI LAN MINTUNA KARYA REMY SYLADO.

KEKERASAN BERBASIS GENDER DALAM NOVEL MIMI LAN MINTUNA KARYA REMY SYLADO.

Dalam melakukan perjuangan melawan kekerasan berbasis gender Indayati sebagai tokoh utama perempuan tidak berjuang sendiri. Namun, dibantu oleh tokoh-tokoh lain yang terdapat dalam cerita. Perjuangan yang dilakukan ada yang termasuk perjuangan bernilai feminis dan ada yang tidak. Perjuangan yang bernilai feminis di antaranya perjuangan melawan stereotipe, perjuangan melawan peran gender perempuan, perjuangan dengan mendekatkan diri pada Tuhan, dan perjuangan dengan kekuatan cinta. Melalui perjuangan-pejuangan bernilai feminis tersebut dapat terlihat semangat perjuangan feminisme yaitu berusaha untuk menyetarakan kedudukan antara laki-laki dan perempuan melalui pendidikan, kemandirian ekonomi, dan sebagainya. Dari berbagai perjuangan tersebut esensi yang sebenarnya ingin disampaikan pengarang adalah kekuatan cinta Indayati dan Petruk yang dapat melalui dan melawan berbagai permasalahan. Hal ini berangkat dari pemilihan judulnya yaitu mimi lan mintuna dalam bahasa Jawa yang berarti pasangan yang tidak terpisahkan.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Representasi Feminisme dalam Film (Analisis Semiotika Roland Barthes Mengenai Feminisme Dalam Film Maleficent )

Representasi Feminisme dalam Film (Analisis Semiotika Roland Barthes Mengenai Feminisme Dalam Film Maleficent )

Film selalu mempengaruhi dan membentuk masyarakat berdasarkan isi pesan di baliknya. Pesan-pesan atau nilai-nilai yang terkandung dalam film dapat mempengaruhi penonton. Film Maleficent merupakan film adaptasi dongeng Sleeping Beauty yang menceritakan kehidupan seorang peri bernama Maleficent. Melalui film ini, karakter perempuan digambarkan sebagai subjek narasi yang aktif dan membawa pesan feminisme. Topik feminisme menarik perhatian peneliti karena selama ini perempuan sering digambarkan hanya sebagai objek narasi yang pasif bahkan objek erotis utama dalam film. Berdasarkan hal tersebut peneliti ingin mengetahui bagaimanakah representasi feminisme dalam film Maleficent. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan paradigma konstruktivisme dan menggunakan pendekatan semiotika khususnya semiotika Roland Barthes. Terdapat tiga tahap untuk menganalisis objek menurut Barthes, yaitu tahap denotasi, tahap konotasi dan mitos. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa film Maleficent merupakan film yang merepresentasikan feminisme dengan menampilkan kekuatan perempuan. Subtema yang digunakan untuk menganalisa film tersebut adalah hubungan perempuan dengan alam, perempuan sebagai pemimpin dan hubungan perempuan dengan anak.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

EFEK ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL 70% DAUN SALAM (Syzygium polyanthum [Wight.] Walp.) PADA HATI TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR YANG DIINDUKSI KARBON TETRAKLORIDA (CCl4).

EFEK ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL 70% DAUN SALAM (Syzygium polyanthum [Wight.] Walp.) PADA HATI TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR YANG DIINDUKSI KARBON TETRAKLORIDA (CCl4).

Tuntutan jaman yang serba cepat, kesibukan bekerja menjadikan sebagian masyarakat kita lebih menyukai pola makan serba instan. Seringnya mengkonsumsi makanan instan ini berdampak negatif terhadap kesehatan. Ini disebabkan karena makanan instan kebanyakan mengandung pengawet, pewarna, pemberi rasa, tinggi lemak, tinggi protein, banyak gula, garam namun rendah serat. Pola makan ini menjadi pemicu timbulnya berbagai penyakit degeneratif seperti tekanan darah tinggi, diabetes mellitus, jantung koroner, stroke, obesitas hingga kanker ( Sutomo, 2007). Makanan tertentu seperi makanan cepat saji (fast food), makanan kemasan, makanan kalengan juga ditengarai berpotensi meninggalkan racun dalam tubuh karena kandungan lemak, pengawet serta sumber radikal bebas (Sibuea, 2004).
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

DAMPAK GERAKAN FEMINISME DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM KONTEMPORER

DAMPAK GERAKAN FEMINISME DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM KONTEMPORER

Jika teks suci keagamaan dipahami secara literal maka umat Islam tidak dapat memperkenankan hak-hak yang setara bagi perempuan dalam keluarga dan dalam kehidupan sosial. 137 Sehingga para ulama kontemporer berusaha memahami teks-teks suci secara metaforis agar tidak terjadi penafsiran yang bias gender dalam kehidupan. 138 Karena Islam diyakini sebagai agama rahmatan lil-alamin (rahmat semesta alam). Dari sekian kritikan feminisme Islam terhadap teks-teks yang dianggap bias gender dengan menempatkan perempuan pada posisi subordinasi, inferior, dan missogini cara yang dilakukan yaitu merekonstruksi semua penafsiran yang menyudutkan perempuan sebagai makhluk yang dinomor duakan.Manusia (laki-laki dan perempuan) diberi kebebasan untuk memilih dengan berupaya dan berperan untuk mensejahterahkan manusia dan kedamain. 139 Tanpa ada pembeda diantara keduanya.
Baca lebih lanjut

117 Baca lebih lajut

Show all 1250 documents...