IgM Anti Salmonella typhi

Top PDF IgM Anti Salmonella typhi:

Perbandingan Pemeriksaan IgM Anti Salmonella typhi dengan Metode ICT dan ELISA pada Pasien Widal Positif

Perbandingan Pemeriksaan IgM Anti Salmonella typhi dengan Metode ICT dan ELISA pada Pasien Widal Positif

Di antara uji laboratorium yang dapat digunakan untuk mendeteksi adanya IgM anti S.typhi dalam serum adalah metode ICT (Immunochromatography) dan ELISA. Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan perbandingan hasil pemeriksaan metode ICT dan ELISA pada demam tifoid dan menjelaskan perbedaan hasil antara metode ICT dengan ELISA pada pemeriksaan IgM anti Salmonella typhi pada pasien Widal positif. Penelitian ini adalah penelitian observasional analisis dengan rancangan Cross Sectional Study. Sebanyak 45 sampel serum Widal positif yang diambil secara Consecutive Sampling diperiksa dengan menggunakan kit ICT (Rapid Thypidot IgM Salmonella typhi) dan kit ELISA. Analisa data menggunakan uji Kappa.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

UJI KONFIRMASI WIDAL POSITIF O TITER 1/640 DENGAN RAPID TEST IgM ANTI Salmonella typhi PADA PENDERITA SUSPEK DEMAM TIFOID - Repository Universitas Muhammadiyah Semarang

UJI KONFIRMASI WIDAL POSITIF O TITER 1/640 DENGAN RAPID TEST IgM ANTI Salmonella typhi PADA PENDERITA SUSPEK DEMAM TIFOID - Repository Universitas Muhammadiyah Semarang

Pasien dengan widal positif O titer 1/640 diuji dengan rapid test IgM anti Salmonella typhi didapatkan hasil positif menunjukkan bahwa penderita suspek demam tifoid tersebut positif menderita demam tifoid karena IgM pada tubuh penderita telah terbentuk dan hasil negatif menunjukkan bahwa penderita suspek demam tifoid tersebut tidak menderita demam tifoid karena IgM pada tubuh penderita tidak terbentuk. Hal tersebut menunjukan bahwa tidak semua pasien yang terindikasi demam tifoid berdasarkan pemeriksaan widal positif O titer 1/640, memiliki pemeriksaan rapid test IgM anti
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Gambaran Gejala Klinik, Hemoglobin, Leukosit, Trombosit dan Uji Widal Pada Penderita Demam Tifoid Dengan IgM Anti Salmonella typhi (+) Di Dua Rumah Sakit Subang Tahun 2013.

Gambaran Gejala Klinik, Hemoglobin, Leukosit, Trombosit dan Uji Widal Pada Penderita Demam Tifoid Dengan IgM Anti Salmonella typhi (+) Di Dua Rumah Sakit Subang Tahun 2013.

Rinda Harpania Pritanandi, 2014 Pembimbing I : Djaja Rusmana, dr., M.Si Pembimbing II : Christine Sugiarto,dr., SpPk Demam tifoid merupakan infeksi bakteri sistemik yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi yang dijumpai di berbagai negara berkembang terutama di daerah tropis dan subtropis. Sampai saat ini belum ada penelitian mengenai hubungan gejala klinik, Hb, leukosit, trombosit dan uji widal pada demam tifoid dengan pemeriksaan IgM anti salmonella typhi positif di daerah subang.

26 Baca lebih lajut

PROPORSI PEMERIKSAAN IgM ANTI Salmonella typhi O9 POSITIF MENGGUNAKAN TUBEX DENGAN PEMERIKSAAN WIDAL POSITIF PADA PASIEN KLINIS DEMAM TIFOID AKUT DI RSUD Dr. H. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG

PROPORSI PEMERIKSAAN IgM ANTI Salmonella typhi O9 POSITIF MENGGUNAKAN TUBEX DENGAN PEMERIKSAAN WIDAL POSITIF PADA PASIEN KLINIS DEMAM TIFOID AKUT DI RSUD Dr. H. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG

Demam tifoid merupakan masalah kesehatan yang penting di negara-negara berkembang, salah satunya di Indonesia. Penegakan diagnosis cukup sulit karena gejala klinik demam tifoid tidak khas, sehingga diperlukan pemeriksaan laboratorium, diantaranya adalah Widal dan Tubex. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proporsi pemeriksaan Tubex positif dengan Widal positif pada pasien klinis demam tifoid akut. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah pasien dengan Widal ≥ 1/320 dan klinis demam tifoid akut di laboratorium Patologi Klinik RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung. Teknik sampling yang digunakan adalah consecutive sampling. Subjek penelitian berjumlah 96. Hasil pemeriksaan didapatkan pada pemeriksaan Tubex positif sebanyak 47 subjek. Simpulan, proporsi pemeriksaan IgM anti Salmonella typhi O9 positif menggunakan Tubex dengan pemeriksaan Widal positif pada pasien klinis demam tifoid akut di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung adalah 48,9%.
Baca lebih lanjut

57 Baca lebih lajut

PROPORSI PEMERIKSAAN IgM ANTI-Salmonella typhi POSITIF MENGGUNAKAN TYPHIDOT DENGAN PEMERIKSAAN WIDAL POSITIF PADA PASIEN KLINIS DEMAM TIFOID AKUT DI RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG

PROPORSI PEMERIKSAAN IgM ANTI-Salmonella typhi POSITIF MENGGUNAKAN TYPHIDOT DENGAN PEMERIKSAAN WIDAL POSITIF PADA PASIEN KLINIS DEMAM TIFOID AKUT DI RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG

Penegakan diagnosis pasti demam tifoid dapat ditegakkan bila ditemukan bakteri S. typhi terdapat pada biakan darah, urine, feses, sumsum tulang, cairan duodenum dan rose spot (Tumbelaka, 2003). Hasil biakan darah yang positif memastikan demam tifoid akan tetapi hasil negatif tidak menyingkirkan demam tifoid, Kegagalan untuk mengisolasi organisme dapat disebabkanoleh beberapa faktor: (1) keterbatasan media laboratorium, (2) penggunaan antibiotik, (3) volume spesimen, jumlah yang dianjurkan 10-15 ml, atau (4) waktu pengumpulan, pasien dengan riwayat demam selama 7 sampai 10 hari menjadi lebih mungkin memiliki kultur darah positif (Tumbelaka, 2003; WHO, 2003).
Baca lebih lanjut

52 Baca lebih lajut

Uji Diagnostik Pemeriksaan Imunoserologi IgM Anti Salmonella Metode IMBI dan Rapid Test Terhadap Baku Emas Kultur Salmonella typhi Pada Penderita Tersangka Demam Tifoid.

Uji Diagnostik Pemeriksaan Imunoserologi IgM Anti Salmonella Metode IMBI dan Rapid Test Terhadap Baku Emas Kultur Salmonella typhi Pada Penderita Tersangka Demam Tifoid.

Penelitian ini bersifat retrospektif dengan metode deskriptif analitik dan rancangan cross sectional terhadap data sekunder hasil pemeriksaan IgM anti Salmonella metode IMBI, IgM anti Salmonella typhi Rapid Test dan kultur darah sebagai baku emas pada pasien tersangka demam tifoid di R.S Immanuel Bandung periode Februari-Juli 2010. Analisis data menggunakan chi-square McNemar.

34 Baca lebih lajut

Validity of Immunoglobulin M Anti Salmonella typhi Serologic Test in Childhood Typhoid Fever | Marsela | Althea Medical Journal 1035 4143 1 PB

Validity of Immunoglobulin M Anti Salmonella typhi Serologic Test in Childhood Typhoid Fever | Marsela | Althea Medical Journal 1035 4143 1 PB

Background: Typhoid fever, which mostly affects children, remains a major health problem in developing countries. Early diagnosis will help the management and thus, reduce morbidity and mortality. However, a rapid diagnostic test that detects the presence of immunoglobulin M (IgM) directed towards Salmonella typhi (S. typhi) antigen remains controversial despite its popularity. This study was aimed to assess the validity of IgM anti S. typhi serologic test in childhood typhoid fever.

5 Baca lebih lajut

Karakteristik Hasil Pemeriksaan IgM Anti Salmonela Typhi di Laboratorium Surya Husadha Denpasar pada Bulan Juni-November 2013.

Karakteristik Hasil Pemeriksaan IgM Anti Salmonela Typhi di Laboratorium Surya Husadha Denpasar pada Bulan Juni-November 2013.

Demam tifoid menjadi permasalahan kesehatan global, terutamanya di negara berkembang di daerah tropis yang memiliki higienitas buruk. Indonesia merupakan negara berkembang dengan kepadatan penduduk tinggi dilaporkan insiden demam tifoid masih cukup tinggi yaitu mencapai 358-810/100.000 penduduk. Demam tifoid merupakan infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi . Bakteri masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang terkontaminasi oleh S. typhi dan menginfeksi saluran pencernaan. Tes tubex termasuk uji serologis yang kini cukup sering digunakan untuk membantu dalam diagnosis demam tifoid. Tes tubex merupakan tes aglutinasi kompetitif semi kuantitatif sederhana yang dapat mendeteksi terbentuknya IgM. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik hasil pemeriksaan pada pasien terduga demam tifoid dengan menggunakan tes tubex di Laboratorium RS Surya Husadha pada bulan Juni sampai dengan bulan November 2013. Metode penelitian menggunakan rancangan cross sectional , non-eksperimental dengan data diambil secara retrospektif dari laboratorium RS Surya Husadha. Dari 502 pasien yang melakukan tes tubex, 76 pasien (15,1%) hasilnya negatif, 151 pasien (30,1%) hasilnya borderline , dan 275 pasien (54,8%) hasilnya positif. Apabila dilihat dari jenis kelamin, tidak terdapat perbedaan yang signifikan mana yang lebih banyak melakukan tes tubex antara laki- laki dan perempuan. Dan dilihat dari kelompok usia, kelompok usia dewasa menunjukkan hasil positif yang paling tinggi (30,5%).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

ASUHAN KEPERAWATAN PEMENUHAN KEBUTUHAN THERMOREGULASI PADA NY.S DI RUANG DAHLIA RSUD Dr. SOEDIRMAN KEBUMEN - Elib Repository

ASUHAN KEPERAWATAN PEMENUHAN KEBUTUHAN THERMOREGULASI PADA NY.S DI RUANG DAHLIA RSUD Dr. SOEDIRMAN KEBUMEN - Elib Repository

Thypoid adalah penyakit infeksi akut pada usus halus yang biasanya terjadi secara ringan, dan biasanya menunjukan gejala yang sama dengan penyakit enteritis akut. Penyebab penyakit demam thypoid adalah kuman Salmanella typhi atau Salmonella Paratyphi. Salmonella thypi merupakan bakteri gram negatif yang menyebabkan demam thypoid. Penularan bakteri ini terjadi secara fecal oral melalui makanan yang terkontaminasi dan mengalami masa inkubasi dalam tubuh penderita selama 7-14 hari (Abro,dkk,2009).

74 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tanaman Salam - DAYA HAMBAT EKSTRAK DAUN SALAM(Sygyzum polyantum [Wight]Walp ) TERHADAP BAKTERI Salmonella thypi - Repository Universitas Muhammadiyah Semarang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tanaman Salam - DAYA HAMBAT EKSTRAK DAUN SALAM(Sygyzum polyantum [Wight]Walp ) TERHADAP BAKTERI Salmonella thypi - Repository Universitas Muhammadiyah Semarang

merupakan salah satu penyakit endemis dan menimbulkan kerugian yang serius terutama di negara berkembang termasuk Indonesia. Bakteri salmonella ditularkan melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi kotoran atau tinja dari seorang penderita tifoid. Bakteri masuk melalui mulut bersama makanan dan minuman, kemudian berlanjut kesaluran pencernaan. Jika bakteri yang masuk dengan jumlah yang banyak maka bakteri akan masuk ke dalam usus halus selanjutnya masuk ke dalam sistem peredaran darah sehingga menyebabkan bakterimia, demam tifoid, dan komplikasi organ lain (Wagner, 2014).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - Isolasi dan uji aktivitas antibakteri fungi endofit dari daun tanaman kedondong hutan (spondias pinnata (l.f.) kurz) terhadap salmonella typhi dan salmonella typhimurium - Widya Mandala Catholic University Surabaya

1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - Isolasi dan uji aktivitas antibakteri fungi endofit dari daun tanaman kedondong hutan (spondias pinnata (l.f.) kurz) terhadap salmonella typhi dan salmonella typhimurium - Widya Mandala Catholic University Surabaya

infeksi berhubungan dengan tingkat higienis individu, sanitasi lingkungan dan penyebaran bakteri dari karier atau penderita (Cita, 2011). Salmonella typhimurium merupakan bakteri yang menyebabkan demam enterik pada mencit yang menyerupai demam tifoid pada manusia (Mills and Finley, 1994). Permasalahan resistensi menjadi salah satu alasan untuk perlu dilakukan penemuan senyawa antibiotika yang baru dalam pengobatan infeksi. Berbagai penelitian telah dikembangkan untuk mendapatkan senyawa-senyawa baru yang dapat digunakan sebagai antibakteri.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Efektivitas Antibakteri Infusa Kunyit Asam dan Jamu Kemasan terhadap Kuman Penyebab Diare secara In Vitro | Suryani | Jurnal Mutiara Medika 1642 4538 1 PB

Efektivitas Antibakteri Infusa Kunyit Asam dan Jamu Kemasan terhadap Kuman Penyebab Diare secara In Vitro | Suryani | Jurnal Mutiara Medika 1642 4538 1 PB

Uji sensitivitas kuman Salmonella terhadap berbagai zat antibiotika dengan metode Kirby Bauer dengan cara digores koloni Salmonella pada seluruh permukaan media agar BHI. Biarkan 3 - 5 menit agar media kering. Letakkan beberapa disk antibiotika (Amoksisilin, Kotrimoksasol, Kloramfenikol, Seftriakson dan Ciprofloksasin ) di atas media agar yang telah berisi kuman. Inkubasikan pada suhu 37 o C selama 24 jam . Ukur diameter zona

6 Baca lebih lajut

ARC DISCHARGE SEBAGAI PROBA BAKTERI Salmonella typhi

ARC DISCHARGE SEBAGAI PROBA BAKTERI Salmonella typhi

DISCHARGE SEBAGAI PROBA BAKTERI Salmonella typhi ” belum pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga belum pernah ditulis atau dipublikasikan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.

18 Baca lebih lajut

PRODUCTION AND CHARACTERIZATION OF ANTI FIM-C Salmonella typhi NATIVE PROTEIN ANTIBODY IN DDY MICE.

PRODUCTION AND CHARACTERIZATION OF ANTI FIM-C Salmonella typhi NATIVE PROTEIN ANTIBODY IN DDY MICE.

Typhoid fever is a disease affect many people in developing countries including Indonesia. Prevention can be aided by vaccination to the bacteria; however it still needs further research. This research is aimed to determine the immunogenicity of fim-C native protein Salmonella typhi in vivo as a vaccine candidate in ddY mice. Experimental method is used in this research. This research used antigen of pure fim-C native recombinant protein from its previous research. The ddY mice are categorized into five groups, namely experiment group 1 (protein Fim-C+Freund's Complete/Incomplete Adjuvant), experiment group 2 (protein Fim-C S. typhi), control group 1 (FCA/FIA adjuvants), control group 2 (PBS1x), and normal group (PBS1x). The results showed that the ddY mice produced antibody response after subcutaneous injection of the Fim-C S. typhi native protein +adjuvant or without adjuvant. The antibody responses with Fim-C S. typhi native protein as antigen+adjuvant gave higher absorbans than the Fim-C antigen without adjuvant. It is also showed that the antibody titer from the first to fourth injection has gradually increased. These data showed that Fim-C S. Typhi native protein had higher immunogenicity. It is concluded that the Fim-C S. typhi native protein can be used as a potential recombinant vaccine candidate against typhoid fever.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Uji Aktivitas Antibakteri Hasil Hidrolisis Enzimatis Minyak Kelapa Murni Terhadap Salmonella typhi dan Salmonella typhimurium Secara In-vitro dan In-vivo

Uji Aktivitas Antibakteri Hasil Hidrolisis Enzimatis Minyak Kelapa Murni Terhadap Salmonella typhi dan Salmonella typhimurium Secara In-vitro dan In-vivo

(ATCC 00786) dan S. typhimurium (ATCC 14028) secara in-vitro menunjukkan adanya daya hambat dengan peningkatan konsentrasi. Konsentrasi 1000 μl/ml menunjukkan daya hambat paling baik 13,900±0,3033 mm terhadap S. typhi dan 14,333±0,6623 mm terhadap S. typhimurium . Secara in-vivo , mencit sebelumnya diinfeksi S.typhimurium kemudiandiberi bahan uji.Mencit yang dipajankan dengan bahan uji menunjukkan penurunan jumlah koloni bakteri dalam feses mencit. Tanda klinis dan kerusakan histologis jarang dijumpai pada mencit yang diberi bahan uji, sedangkankelompok yang tidak diobati dan kelompok pembanding menunjukkan adanya tanda-tanda klinis diare, berat badan menurun dan kerusakan histopatologis pada hati dan limpa. Dapat disimpulkan bahwa hasil hidrolisis enzimatis VCO memiliki potensi sebagai anti- Salmonella .
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

2.2. Salmonella typhi - KARAKTERISASI PROTEIN PILLI Salmonella typhi SLT-1 SEROVAR H1-j DENGAN SDS-PAGE - Repository Universitas Muhammadiyah Semarang

2.2. Salmonella typhi - KARAKTERISASI PROTEIN PILLI Salmonella typhi SLT-1 SEROVAR H1-j DENGAN SDS-PAGE - Repository Universitas Muhammadiyah Semarang

Antigen Vi atau antigen kapsul, yaitu antigen yang terdiri dari polimer polisakarida dan bersifat asam. Antigen Vi yang dimiliki oleh bakteri berfungsi sebagai antiopsonik dan antipagositik, ekspresi antigen tersebut dikode oleh gen tviA yang berada di dalam lokus via B, tidak semua strain S. typhi mengekspresikan antigen Vi. Antigen ini mudah rusak oleh pemanasan 1 jam pada suhu 60˚C, penambahan fenol dan asam, dimana reaksi aglutinasinya

9 Baca lebih lajut

AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN UJI IRITASI AKUT DERMAL SEDIAAN SABUN CAIR WAJAH ANTIJERAWAT EKSTRAK ETANOL BIJI PEPAYA (Carica papaya L.) - repository perpustakaan

AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN UJI IRITASI AKUT DERMAL SEDIAAN SABUN CAIR WAJAH ANTIJERAWAT EKSTRAK ETANOL BIJI PEPAYA (Carica papaya L.) - repository perpustakaan

Taufiq, S., Yuniarni, U., Hazar, S. (2015). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Biji Buah Pepaya (Carica papaya L.) Terhadap Escherichia coli dan Salmonella Typhi. Banduung : Prodi Farmasi, Fakultas MIPA, Universitas Bandung

6 Baca lebih lajut

ISOLASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FUNGI ENDOFIT DARI DAUN TANAMAN KEDONDONG HUTAN (Spondias pinnata (L.f) Kurz) TERHADAP Salmonella typhi DAN Salmonella typhimurium

ISOLASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FUNGI ENDOFIT DARI DAUN TANAMAN KEDONDONG HUTAN (Spondias pinnata (L.f) Kurz) TERHADAP Salmonella typhi DAN Salmonella typhimurium

Kedondong Hutan (Spondias pinnata (L.f.) Kurz) terhadap Salmonella typhimurium pada Media Plate Count Agar setelah inkubasi 24 jam ......................................................... 50 4.21. Hasil pengujian aktivitas antibakteri fungi endofit dari daun

16 Baca lebih lajut

Show all 4300 documents...