ikan kakap merah

Top PDF ikan kakap merah:

SKRIPSI IDENTIFIKASI DAN PREVALENSI CACING PADA SALURAN PENCERNAAN IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus sanguineus) DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA BRONDONG LAMONGAN JAWA TIMUR

SKRIPSI IDENTIFIKASI DAN PREVALENSI CACING PADA SALURAN PENCERNAAN IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus sanguineus) DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA BRONDONG LAMONGAN JAWA TIMUR

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah yang telah melimpahkan segala rahmat dan hidayah-Nya yang tak terhingga sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian dan penyusunan skripsi yang berjudul : “Identifikasi dan Prevalensi Cacing pada Saluran Pencernaan Ikan Kakap Merah ( Lutjanus sanguineus ) di Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong Lamongan Jawa Timur”. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Perikanan pada Program Studi S-1 Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Airlangga Surabaya.
Baca lebih lanjut

56 Baca lebih lajut

KUALITAS  DAN DAYA SIMPAN IKAN NILA DAN IKAN KAKAP MERAH DENGAN MENGGUNAKAN DAUN SIRIH HIJAU SEBAGAI  Kualitas Dan Daya Simpan Ikan Nila Dan Ikan Kakap Merah Dengan Menggunakan Daun Sirih Hijau Sebagai pengawet Alami.

KUALITAS DAN DAYA SIMPAN IKAN NILA DAN IKAN KAKAP MERAH DENGAN MENGGUNAKAN DAUN SIRIH HIJAU SEBAGAI Kualitas Dan Daya Simpan Ikan Nila Dan Ikan Kakap Merah Dengan Menggunakan Daun Sirih Hijau Sebagai pengawet Alami.

Ikan nila dan ikan kakap merah merupakan bahan pangan yang mengandung gizi cukup tinggi dan bermanfaat bagi kesehatan tubuh, namun ikan tersebut mulai mengalami penurunan kualitas fisik setelah 2 jam kematian yang diakibatkan oleh mikroorganisme. Daun sirih hijau mengandung flavonoid, fenol, tiamin, dan tannin yang dapat menghambat aktifitas mikroba. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jumlah populasi bakteri, kadar air, pH, uji sensoris, kualitas, dan daya simpan pada ikan nila dan ikan kakap merah dengan menggunakan konsentrasi ekstrak daun sirih hijau yang berbeda. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor, faktor 1 yaitu jenis ikan (J 1 =ikan nila, J 2 =ikan kakap merah) dan faktor 2 yaitu konsentrasi
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Pengembangan Produk Marshmallow dari Gelatin Kulit Ikan Kakap Merah (Lutjanus sp.).

Pengembangan Produk Marshmallow dari Gelatin Kulit Ikan Kakap Merah (Lutjanus sp.).

Uji perbandingan pasangan adalah uji skala yang hampir menyerupai uji pasangan karena dua contoh disajikan secara bersamaan atau berurutan, dalam hal ini satu contoh berperan sebagai contoh baku atau pembanding (Rahayu 1997). Uji perbandingan pasangan dilakukan untuk membandingkan produk marshmallow yang dibuat dari gelatin kulit ikan kakap merah ( Lutjanus sp.) terbaik hasil uji organoleptik scoring dengan marshmallow komersial. Parameter yang diuji dalam uji perbandingan pasangan ini adalah warna, aroma, tekstur dan rasa. Penilaian panelis terhadap karakteristik marshmallow tersebut dinyatakan dalam nilai yang berkisar antara -3 (sangat kurang baik) hingga +3 (sangat lebih baik). Lembar penilaian uji perbandingan pasangan terlampir pada Lampiran 2 dan rekapitulasi data uji perbandingan pasangan terlampir pada Lampiran 7.
Baca lebih lanjut

110 Baca lebih lajut

KOMPOSISI ASAM LEMAK, KOLESTEROL, DAN DESKRIPSI JARINGAN FILLET IKAN KAKAP MERAH SEGAR DAN GORENG

KOMPOSISI ASAM LEMAK, KOLESTEROL, DAN DESKRIPSI JARINGAN FILLET IKAN KAKAP MERAH SEGAR DAN GORENG

Alireza et al. 2010 menyatakan bahwa menggoreng merupakan salah satu proses memasak bahan pangan secara cepat dan praktis menggunakan media minyak atau lemak panas. Metode ini banyak digunakan oleh masyarakat karena makanan yang digoreng memiliki sifat sensorik yang unik dan menarik, namun penggunaan minyak yang berulang akan berdampak pada nilai gizi. Bahan pangan yang diolah dengan panas biasanya akan mengalami kerusakan kandungan gizi, terutama lemak, protein, mineral, dan vitamin. Gizi yang terdapat dalam bahan pangan peka terhadap pH larutan, oksigen, cahaya, dan panas atau kombinasinya (Ketaren 2005). Proses pengolahan dapat mempengaruhi komposisi gizi, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk menentukan kandungan asam lemak, kolesterol, dan deskripsi jaringan illet ikan kakap merah segar dan goreng. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komposisi asam lemak, kolesterol, dan deskripsi jaringan illet ikan kakap merah segar dan goreng.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

KUALITAS  DAN DAYA SIMPAN IKAN NILA DAN IKAN KAKAP MERAH DENGAN MENGGUNAKAN DAUN SIRIH HIJAU SEBAGAI  Kualitas Dan Daya Simpan Ikan Nila Dan Ikan Kakap Merah Dengan Menggunakan Daun Sirih Hijau Sebagai pengawet Alami.

KUALITAS DAN DAYA SIMPAN IKAN NILA DAN IKAN KAKAP MERAH DENGAN MENGGUNAKAN DAUN SIRIH HIJAU SEBAGAI Kualitas Dan Daya Simpan Ikan Nila Dan Ikan Kakap Merah Dengan Menggunakan Daun Sirih Hijau Sebagai pengawet Alami.

Tahap pelaksanaan sebagai berikut: 1) pemilihan ikan nila dan ikan kakap merah segar dengan berat rata-rata 120 g dan membersihkan rongga perut hingga bersih; 2) penanganan daun sirih hijau (pemilihan daun sirih, perobekan daun sirih hijau); 3) pembuatan ekstrak daun sirih hijau menggunakan blender; 4) perendaman ikan nila dan ikan kakap merah menggunaakan ekstrak daun sirih hijau; 5) analisis ikan nila dengan pengujian jumlah populasi bakteri, pH, kadar air, dan daya simpan. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

EKSTRAKSI GELATIN KULIT IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus sp.) DENGAN PROSES PERLAKUAN ASAM

EKSTRAKSI GELATIN KULIT IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus sp.) DENGAN PROSES PERLAKUAN ASAM

Pembuatan gelatin dari kulit ikan kakap merah pada penelitian pendahuluan dilakukan dengan perlakuan perendaman kulit ikan dalam asam asetat 1%-5% (v/v) selama 12 dan 24 jam dan perbandingan kulit ikan dengan asam asetat adalah 1:4. Kulit ikan yang mengalami swellling kemudian dicuci secara berulang hingga mencapai pH 5-6. Pemanasan dilakukan pada suhu ekstraksi 80±3°C (berdasarkan hasil penelitian Nurilmala (2006) selama 3 jam dengan perbandingan kulit ikan dan aquades adalah 1:3. Filtrat yang diperoleh dari proses ekstraksi disaring menggunakan kain saring dan dikeringkan dengan oven suhu 40-50°C selama 48 jam. Lembaran gelatin yang dihasilkan kemudian digiling sehingga didapat gelatin kering dalam bentuk butiran- butiran halus. Untuk mengetahui pengaruh antar perlakuan dilakukan pengamatan terhadap gelatin yang dihasilkan meliputi pH (AOAC 2005), viskositas (British Standard 757 1975) , dan kekuatan gel (Gaspar 1998).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

ANALISIS SIKAP KONSUMEN TERHADAP IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus argentimaculatus) DI PASAR TRADISIONAL KOTA SURAKARTA.

ANALISIS SIKAP KONSUMEN TERHADAP IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus argentimaculatus) DI PASAR TRADISIONAL KOTA SURAKARTA.

Indonesia merupakan negara kepulauan karena sebagian besar wilayahnya berupa lautan. Kondisi tersebut membuat Indonesia dikenal sebagai negara maritim. Selain perairan laut, Indonesia juga menyimpan perairan umum dan perairan tawar yang cukup melimpah. Melimpahnya SDA berpotensi untuk memenuhi kebutuhan pangan dan gizi bagi penduduknya. Terpenuhinya kebutuhan pangan dan gizi dapat mempengaruhi SDM-nya. Protein hewani memiliki peranan dalam pembentukan SDM. Salah satunya adalah ikan kakap merah. Salah satu ciri atau karakteristik dari hasil perikanan adalah mudah rusak dan busuk, sehingga dibutuhkan penanganan yang cepat dan tepat agar ikan yang sampai ke tangan konsumen masih dalam kondisi yang baik. Kewajiban seorang produsen atau pemasar adalah memenuhi keinginan konsumen, sehingga untuk mengetahui apakah produk tersebut sudah sesuai dengan keinginan konsumen dibutuhkan analisis mengenai sikap konsumen.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Pola Musim Tangkap Ikan Kakap Merah (Lutjanus sp.) yang didaratkan di PPP Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten

Pola Musim Tangkap Ikan Kakap Merah (Lutjanus sp.) yang didaratkan di PPP Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten

Informasi sumberdaya perikanan secara kuantitatif dan musim penangkapan diperlukan oleh para perencana perikanan dalam pembangunan perikanan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi lestari dan upaya optimal ikan kakap merah, sebaran spasial, pola musim penangkapan, serta menentukan alternatif pengelolaan kakap merah (Lutjanus sp.) dengan menggunakan metode purposive sampling. Penelitian ini dilaksanakan dari Bulan Desember 2013 sampai bulan Januari 2014 di PPP Labuan, Banten. Hasil penelitian menunjukkan daerah tangkapan berada di sekitar perairan selat sunda dan perairan Lampung sebelah timur. Berdasarkan nilai IMP puncak penangkapan ikan kakap merah terjadi pada bulan Januari, Maret, Juni, Juli, November dan Desember. Sedangkan musim paceklik terjadi pada bulan Agustus. Selat Sunda belum mengalami biologic overfishing karena nilai effort yang masih di bawah nilai effort pada rezim MSY. Berdasarkan hasil analisis, alternatif pengelolaan perikanan yang dapat diterapkan adalah meningkatkan hasil tangkapan dengan menambah jumlah armada dan melakukan penangkapan dengan intensitas penangkapan yang cukup banyak pada musim puncak.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

PENGARUH KONSENTRASI HCl DAN LAMA PERENDAMAN DALAM PEMBUATAN GELATIN TULANG IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus sp.)

PENGARUH KONSENTRASI HCl DAN LAMA PERENDAMAN DALAM PEMBUATAN GELATIN TULANG IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus sp.)

Salah satu industri fillet ikan seperti PT. Inti Luhur Fuja Abadi, dalam prosesnya menghasilkan limbah padat berupa tulang ikan. Pada proses pengolahan fillet kakap merah (Lutjanus sp.) bagian tulang dengan proporsi mencapai 13,70% dari keseluruhan tubuh ikan belum banyak dimanfaatkan (Peranginangin et al., 2005). Mayoritas tulang ikan tersebut dijual ke pengepul yang akan diolah lebih lanjut menjadi tepung ikan yang nilai ekonomisnya masih rendah. Salah satu manfaat penelitian ini adalah untuk meningkatkan nilai ekonomis dari tulang ikan tersebut dengan menjadikan tulang ikan kakap merah (Lutjanus sp.) sebagai bahan baku gelatin.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Kualitas Dan Daya Simpan Ikan Nila Dan Ikan Kakap Merah Dengan Menggunakan Daun Sirih Hijau Sebagai pengawet Alami.

PENDAHULUAN Kualitas Dan Daya Simpan Ikan Nila Dan Ikan Kakap Merah Dengan Menggunakan Daun Sirih Hijau Sebagai pengawet Alami.

Ikan Nila (Oreochromis niloticus) merupakan ikan asli perairan Indonesia yang sudah menyebar ke wilayah Asia Tenggara dan Cina. Ikan tersebut termasuk komoditas yang banyak dikembangkan oleh para petani. Hal ini dikarenakan permintaan pasar yang cukup tinggi, rasa dagingnya yang enak, harga yang relatif stabil serta pemeliharaannya yang mudah. Selain itu, ikan kakap merah (Lutjanus sp.) yang dapat dikembangkan dalam usaha budidaya dan mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Ikan nila dan ikan kakap merah merupakan bahan pangan yang mengandung gizi yang cukup tinggi dan bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Kandungan gizi ikan kakap merah yaitu kadar air 9,06 g; kadar abu 1,34 g; protein 88,84 mg; lemak 0,13 mg. Fosfor ditemukan pada tulang ikan ikan kakap merah dan berfungsi untuk kesehatan tulang dan kepadatan tulang. Sedangkan protein berfungsi untuk memproduksi hormon, enzim, jaringan, dan antibodi. Ikan kakap juga menyediakan hampir seluruh kebutuhan vitamin D yang berguna untuk metabolisme kalsium yang membantu kesehatan tulang (Anonim, 2013). Sedangkan ikan nila (Oreochromis niloticus) memiliki kandungan gizi yang lebih baik dibandingkan dengan ikan air tawar lainnya. Kandungan protein ikan nila sebesar 43,76; lemak 7,01%; kadar abu 6,80% dan air 4,28% per 100 gram berat ikan (Mukayat,1995).
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

ANALISIS KESESUAIAN LAHAN BUDIDAYA IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus sp.) BERDASARKAN PARAMETER FISIKA-KIMIA DI TELUK CIKUNYINYI, KABUPATEN PESAWARAN

ANALISIS KESESUAIAN LAHAN BUDIDAYA IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus sp.) BERDASARKAN PARAMETER FISIKA-KIMIA DI TELUK CIKUNYINYI, KABUPATEN PESAWARAN

Teluk Cikunyinyi memiliki potensi perikanan relatif tinggi, karena memiliki perairan yang tenang dan dilindungi oleh pulau pulau kecil yang dapat menunjang aktifitas budidaya. Pemilihan lokasi yang tepat merupakan hal yang sangat menentukan bagi keberhasilan budidaya ikan. Oleh sebab itu perlu dilakukan suatu Analisis kesesuaian perairan yang tepat sebagai salah satu tahap awal untuk mengetahui informasi mengenai lokasi yang ideal untuk budidaya ikan kakap merah (Lutjanus sp.). Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kualitas perairan Teluk Cikunyinyi dan menganalisis tingkat kesesuaian perairan Teluk Cikunyinyi untuk budidaya ikan kakap merah (Lutjanus sp.) berdasarkan parameter fisika-kimia perairan. Penelitian dilaksanakan pada Oktober-November 2013. Analisis kualitas air dilaksanakan di Laboratorium Kesehatan Ikan dan Lingkungan Air, Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut Lampung dengan menggunakan 8 lokasi sebagai stasiun pengambilan sampel air. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif eksploratif. Metode penentuan lokasi pengambilan contoh menggunakan metode purposive sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode matching dan skoring. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data kualitas perairan Teluk Cikunyinyi sebagai berikut: DO 5,32 mg/l, kedalaman 6,74 m, material dasar berupa lumpur, kecepatan arus 29,48 cm/detik, kecerahan 3.67 m, suhu 30,34 0 C, salinitas 31,48 ppt, pH 8,02, fosfat 0,076 mg/l, nitrat 0,050 mg/l. Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai skor tingkat kesesuaian lahan untuk budidaya ikan kakap merah sebesar 215 (sesuai bersyarat).
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

Pemanfaatan Sumberdaya Ikan Kakap Merah Berbasis Kearifan Lokal Di Kepulauan Lease Provinsi Maluku

Pemanfaatan Sumberdaya Ikan Kakap Merah Berbasis Kearifan Lokal Di Kepulauan Lease Provinsi Maluku

Sumberdaya ikan kakap merah sub family Etelinae merupakan salah satu komoditi ekspor dengan nilai komersil yang tinggi karena kualitas daging serta cita rasa yang enak sehingga sangat digemari oleh masyarakat di tingkat lokal, regional maupun internasional. Jenis komoditas ini dikenal juga sebagai objek wisata pancing yang sering menjadi sasaran penangkapan oleh nelayan-nelayan rekreasional. Apabila aktivitas penangkapan jenis-jenis ikan ini tidak diatur atau dikelola dengan baik maka dikuatirkan dapat mengancam keberlanjutan sumberdaya tersebut. Kondisi ini lebih diperburuk lagi karena jenis-jenis ikan ini dari sisi biologi memiliki umur panjang namun pertumbuhan lambat, sehingga rentan terhadap penangkapan. Sejak dulu masyarakat di Kepulauan Lease telah memanfaatakan jenis-jenis ikan kakap merah (sub family Etelinae) secara turun- temurun pada daerah penangkapan spesifik yang disebut pasi. Nilai-nilai yang terkandung dalam sistem perikanan pasi diduga mengandung unsur-unsur pengelolaan sumberdaya perikanan. Tujuan penelitian ini adalah: (1) menentukan potensi sumberdaya ikan kakap merah sub famili Etelinae pada pasi di perairan Kepulauan Lease, (2) memetakan profil kondisi oseanografi pada pasi di perairan Kepulauan Lease, (3) merumuskan konsep sistem nilai perikanan pasi, dan (4) menentukan zonasi perikanan pasi bagi kepentingan pengelolaan perikanan kakap merah sub family Etelinae.
Baca lebih lanjut

138 Baca lebih lajut

TAP.COM -   141 PEMANFAATAN DAGING LIMBAH FILET IKAN KAKAP MERAH ... 3138 6006 1 SM

TAP.COM - 141 PEMANFAATAN DAGING LIMBAH FILET IKAN KAKAP MERAH ... 3138 6006 1 SM

supermarket atau pasar semi modern. Berkembangnya industri filet ini dapat menghasilkan limbah yang cukup banyak, yaitu limbah dalam bentuk kepala ikan, tulang, daging, isi perut, dan sisik ikan. Limbah tersebut masih dapat dimanfaatkan diantaranya yaitu kepala ikan kakap merah biasanya dijual ke rumah makan padang yang menyediakan masakan gulai kepala kakap atau dijual ke pelelangan dan pasar tradisional (Haetami, 2008). Limbah daging yang dihasilkan dari industri filet ada dua macam, yaitu limbah daging ikan hasil sortiran yang tidak memenuhi standar karena rusak, memiliki celah atau rongga diantara daging sehingga otot daging menjadi terpisah dan daging sisa yang masih menempel pada tulang. Limbah daging ikan yang tidak memenuhi standar biasanya dimanfaatkan oleh pelaku industri rumah tangga untuk bahan baku olahan ikan seperti baso, siomay, otak- otak, dan pempek. Daging dari limbah filet yang masih menempel pada tulang masih belum banyak dimanfaatkan, karena kenampakannya kurang menarik dan memerlukan waktu tambahan untuk memisahkannya dengan tulang sehingga pelaku industri rumah tangga masih kurang tertarik untuk memanfaatkannya.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Analisis Sikap Konsumen Terhadap Ikan Kakap Merah (Lutjanus Argentimaculatus) Di Pasar Tradisional Kota Surakarta

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Analisis Sikap Konsumen Terhadap Ikan Kakap Merah (Lutjanus Argentimaculatus) Di Pasar Tradisional Kota Surakarta

Kesegaran ikan menjadi salah satu pertimbangan konsumen dalam membeli ikan yang dapat dilihat dari kenampakan fisiknya yaitu dari atribut yang dimiliki oleh ikan kakap merah. Menurut Sumarwan (2003 : 122-167) pengetahuan konsumen mengenai atribut produk akan mempengaruhi keputusan pembelian. Konsep sikap sangat terkait dengan konsep kepercayaan (belief) dan perilaku (behavior). Sikap merupakan ungkapan perasaan konsumen tentang suatu obyek apakah disukai atau tidak, dan sikap juga bisa menggambarkan kepercayaan konsumen terhadap berbagai atribut dan manfaat dari obyek tersebut.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pengaruh Kandungan Protein Pakan terhadap Pertumbuhan dan Efisiensi Pakan Benih Ikan Kakap Merah (Lutjanus argentimaculatus) | Giri | Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada 64 55 1 PB

Pengaruh Kandungan Protein Pakan terhadap Pertumbuhan dan Efisiensi Pakan Benih Ikan Kakap Merah (Lutjanus argentimaculatus) | Giri | Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada 64 55 1 PB

Beberapa studi penentuan kebutuhan protein ikan ekonomis penting untuk budidaya tel ah dilakukan dan menunjukkan bahwa kebutuhan protein dalam pakannya bervariasi antara 30-55% (NRC, 1993). Ikan kerapu, yang merupakan ikan karnivor, membutuhkan pakan dengan kandungan protein berkisar antara 47-60% (Giri, 1998). Ikan kakap merah juga merupakan ikan laut yang bersif at karniv or sehingga diduga kebutuhan proteinnya relatif tinggi (NRC, 1993). Informasi kebutuhan nutrien untuk ikan kakap merah sangat terbatas dan belum ada informasi tentang kebutuhan protein pakannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan protein optimal untuk pertumbuhan benih kakap merah dan pengaruh kandungan protein pakan terhadap efisiensi pakannya. Bahan dan Metode
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

EFISIENSI PENGGANDAAN SKALA KAPASITAS BENCH PADA PRODUKSI GELATIN TULANG IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus sp.) EFFICIENCY OF CAPACITY BENCH SCALE IN GELATINE OF RED SNAPPER BONE’S PRODUCTION

EFISIENSI PENGGANDAAN SKALA KAPASITAS BENCH PADA PRODUKSI GELATIN TULANG IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus sp.) EFFICIENCY OF CAPACITY BENCH SCALE IN GELATINE OF RED SNAPPER BONE’S PRODUCTION

Nilai efisiensi sebesar 66,10% pada pembuatan gelatin tulang ikan kakap merah skala bench, diperoleh dari nilai kandungan kolagen pada tulang sebelum dilakukan proses apapun yaitu sebesar 1,44 kg. Nilai kandungan tersebut kemudian dibandingkan dengan nilai kandungan gelatin pada serbuk gelatin yang dihasilkan yaitu sebesar 0,95 kg. Nilai perbandingan kemudian dikalikan 100% dan menghasilkan nilai efisiensi sebesar 66,10%. Perhitungan secara rinci nilai efisiensi rendemen disajikan pada Lampiran 10. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa proses pembuatan gelatin tulang ikan kakap merah skala laboratorium lebih efisien dibandingkan dengan proses pembuatan gelatin tulang ikan kakap merah skala bench.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Tingkat Pemanfaatan Sumberdaya Ikan Kakap Merah (Lutjanus Malabaricus Bloch & Schneider, 1801) Di Lamongan, Jawa Timur

Tingkat Pemanfaatan Sumberdaya Ikan Kakap Merah (Lutjanus Malabaricus Bloch & Schneider, 1801) Di Lamongan, Jawa Timur

Menurut Syahrir et al. (2010), nilai indeks musim penangkapan (IMP) dapat dijadikan dasar untuk mengetahui kecenderungan musim penangkapan sehingga dapat ditentukan waktu penangkapan yang tepat. Musim penangkapan ikan kakap merah terjadi pada bulan September-Agustus. Pola musim penangkapan dipengaruhi oleh pola arus yang terjadi karena interaksi antara udara dan laut (Nontji 2007). Puncak musim penangkapan ikan kakap merah terjadi pada bulan September-November, dan bulan Juni-Agustus, sedangkan musim paceklik terjadi pada bulan Desember. Musim penangkapan ini dipengaruhi oleh sistem angin musim di Indonesia. Menurut Hariyanto (2014), terdapat empat musim yang mempengaruhi kegiatan penangkapan ikan, yaitu Musim Barat (Desember, Januari, Februari), Musim Peralihan I (Maret, April, Mei), Musim Timur (Juni, Juli, Agustus), dan Musim Peralihan II (September, Oktober, November).
Baca lebih lanjut

39 Baca lebih lajut

ANGKA LEMPENG TOTAL IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus malabaricus) DIPENGARUHI OLEH KONSENTRASI ASAP CAIR DAN KADAR  Angka Lempeng Total Ikan Kakap Merah (Lutjanus Malabaricus) Dipengaruhi Oleh Konsentrasi Asap Cair Dan Kadar Garam Selama Penyimpanan.

ANGKA LEMPENG TOTAL IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus malabaricus) DIPENGARUHI OLEH KONSENTRASI ASAP CAIR DAN KADAR Angka Lempeng Total Ikan Kakap Merah (Lutjanus Malabaricus) Dipengaruhi Oleh Konsentrasi Asap Cair Dan Kadar Garam Selama Penyimpanan.

Kualitas ikan kakap merah ditentukan oleh total mikrobia atau Angka lempeng total dan sifat fisiknya. Angka lempeng total merupakan salah satu cara untuk menghitung cemaran mikroba dalam suatu sampel, dimana cara ini merupakan bagian dari metode hitung cawan. Prinsip pada metode hitungan cawan adalah jika sel jasad renik yang masih hidup ditumbuhkan pada medium agar, maka sel jasad renik tersebut akan berkembang biak membentuk koloni yang dapat dilihat langsung dan dapat dihitung dengan menggunakan mata tanpa mikroskop.

12 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...