ikan kakap merah

Top PDF ikan kakap merah:

TAP.COM -   141 PEMANFAATAN DAGING LIMBAH FILET IKAN KAKAP MERAH ... 3138 6006 1 SM

TAP.COM - 141 PEMANFAATAN DAGING LIMBAH FILET IKAN KAKAP MERAH ... 3138 6006 1 SM

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai derajat putih dan mengetahui tingkat kekenyalan surimi yang berasal dari daging limbah filet ikan kakap merah sebagai bahan baku untuk produk olahan perikanan, khususnya produk fish jelly. Penelitian dilakukan secara eksperimental dan dianalisis secara deskriptif. Parameter yang diamati adalah rendemen daging ikan, derajat putih, dan uji lipat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daging limbah filet ikan kakap merah dapat digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan produk perikanan, khususnya fish jelly dengan nilai derajat putih 32,88%. Berdasarkan uji lipat dapat membentuk gel cukup sempurna dengan nilai mutu uji lipat 4,7.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Analisis Sikap Konsumen Terhadap Ikan Kakap Merah (Lutjanus Argentimaculatus) Di Pasar Tradisional Kota Surakarta

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Analisis Sikap Konsumen Terhadap Ikan Kakap Merah (Lutjanus Argentimaculatus) Di Pasar Tradisional Kota Surakarta

Ikan kakap yang banyak dikenal oleh masyarakat luas umumnya ada dua jenis yaitu ikan kakap merah dan ikan kakap putih. Ikan kakap merah menempati jumlah terbanyak dalam jenis ikan kakap yang banyak ditemui di perairan laut Indonesia. Ikan kakap merah (Lutjanus argentimanculatus) juga merupakan salah satu jenis ikan kakap yang banyak dicari oleh konsumen sebagai bahan konsumsi masyarakat yaitu sebagai lauk-pauk harian baik digoreng maupun dalam berbagai bentuk olahan lainnya. Jenis ikan kakap merah ini lebih disukai oleh konsumen jika dibandingkan dengan ikan kakap putih.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pengembangan Produk Marshmallow dari Gelatin Kulit Ikan Kakap Merah (Lutjanus sp.).

Pengembangan Produk Marshmallow dari Gelatin Kulit Ikan Kakap Merah (Lutjanus sp.).

Aroma merupakan salah satu parameter yang menentukan rasa enak dari suatu makanan. Aroma menjadi daya tarik tersendiri untuk menentukan rasa enak dari produk makanan itu sendiri. Dalam industri pangan, uji terhadap aroma dianggap penting karena dengan cepat dapat memberikan penilaian terhadap hasil produksinya, apakah produknya disukai atau tidak oleh konsumen (Soekarto 1985). Aroma merupakan faktor penting yang harus diperhatikan dalam penggunaan gelatin dari kulit ikan kakap merah ( Lutjanus sp.). Aroma khas ikan dikhawatirkan akan mempengaruhi penerimaan panelis terhadap aroma marshmallow ikan yang dihasilkan. Pengaruh penambahan gelatin kulit ikan kakap merah ( Lutjanus sp.) terhadap rata-rata skor aroma marshmallow dapat dilihat pada Gambar 7.
Baca lebih lanjut

110 Baca lebih lajut

KUALITAS  DAN DAYA SIMPAN IKAN NILA DAN IKAN KAKAP MERAH DENGAN MENGGUNAKAN DAUN SIRIH HIJAU SEBAGAI  Kualitas Dan Daya Simpan Ikan Nila Dan Ikan Kakap Merah Dengan Menggunakan Daun Sirih Hijau Sebagai pengawet Alami.

KUALITAS DAN DAYA SIMPAN IKAN NILA DAN IKAN KAKAP MERAH DENGAN MENGGUNAKAN DAUN SIRIH HIJAU SEBAGAI Kualitas Dan Daya Simpan Ikan Nila Dan Ikan Kakap Merah Dengan Menggunakan Daun Sirih Hijau Sebagai pengawet Alami.

Tanaman sirih hijau (Piper betle, L) merupakan tumbuhan memanjat yang mengandung minyak atsiri yang terdiri atas hidroksi kavikol, kavibetol, estragol, eugenol, metileugenol, terpinen, dan tanin. Komponen-komponen ini mampu mencegah adanya bakteri patogen dalam makanan yang dapat membusukkan makanan (Latief, 2012). Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ekstrak daun sirih dapat menghambat populasi bakteri pada ikan nila (Devi, 2015) dan penggunaan bubuk daun sirih hijau secara sinergis dapat menghambat oksidasi lemak dan meningkatkan daya simpan ikan filet lele asap berbumbu. Menurut hasil penelitian tersebut, maka senyawa antibakteri yang berasal dari daun sirih hijau dapat digunakan sebagai pengawet alami pada ikan nila dan ikan kakap merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah populasi, kadar air, pH, kualitas serta daya simpan pada ikan nila dan ikan kakap merah dengan konsentrasi ekstrak daun sirih yang berbeda.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Pemanfaatan Sumberdaya Ikan Kakap Merah Berbasis Kearifan Lokal Di Kepulauan Lease Provinsi Maluku

Pemanfaatan Sumberdaya Ikan Kakap Merah Berbasis Kearifan Lokal Di Kepulauan Lease Provinsi Maluku

Sejak dulu masyarakat di Kepulauan Lease menyadari pentingnya laut dan sumberdaya yang terkandung di dalamnya, terutama pasi yang identik dengan ikan kakap merah (ikan bae) karena dianggap telah memberikan nilai dan manfaat tersendiri, yaitu: sebagai lambang persatuan dan solidaritas sejak jaman nenek moyang. Untuk itu dalam pemanfaatannya, pasi diperlakukan secara khusus dengan syarat maupun aturan-aturan yang mengandung nilai-nilai khusus pula. Walaupun disadari sebagian nilai sudah mulai hilang, atau dilupakan seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi sebagian masih ditemukan pada beberapa komunitas negeri adat di Lease. Hal ini dipertahankan/dijalankan sebagai wujud beretika dan bertanggungjawab serta penghormatan terhadap alam dan warisan para leluhurnya. Hal ini tercermin dari berbagai larangan tidak tertulis yang begitu dipertahankan oleh nelayan di kawasan ini. Nilai-nilai yang dibangun serta terpelihara di dalam masyarakat di Lease tentang pasi dan ikan bae diduga mengandung unsur-unsur pengelolaan sumberdaya perikanan. Nilai-nilai apa saja yang terkandung didalam aturan-aturan tidak tertulis dalam pemanfaatan pasi dan berapa besar nilai-nilai tersebut mengandung unsur-unsur pengelolaan penting untuk dikaji.
Baca lebih lanjut

138 Baca lebih lajut

ANALISIS KESESUAIAN LAHAN BUDIDAYA IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus sp.) BERDASARKAN PARAMETER FISIKA-KIMIA DI TELUK CIKUNYINYI, KABUPATEN PESAWARAN

ANALISIS KESESUAIAN LAHAN BUDIDAYA IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus sp.) BERDASARKAN PARAMETER FISIKA-KIMIA DI TELUK CIKUNYINYI, KABUPATEN PESAWARAN

9 akan berlangsung selama hidupnya, jantan sebagai jantan dan betina sebagai betina. Jenis ikan ini rata-rata mencapai tingkat pendewasaan pertama saat panjang tubuhnya telah mencapai 41 – 51% dari panjang tubuh total atau panjang tubuh maksimum. Jantan mengalami matang kelamin pada ukuran yang lebih kecil dari betinanya.Kelompok ikan yang siap memijah, biasanya terdiri dari sepuluh ekor atau lebih, akan muncul ke permukaan pada waktu senja atau malam hari di bulan Agustus dengan suhu air berkisar antara 22,2 – 25,2ºC. Ikan kakap jantan yang mengambil inisiatif berlangsungnya pemijahan yang diawali dengan menyentuh dan menggesek-gesekkan tubuh mereka pada salah seekor betinanya. Setelah itu baru ikan-ikan lain ikut bergabung, mereka berputar - putar membentuk spiral sambil melepas gamet sedikit di bawah permukaan air (Kungvankij, dkk. 1986 dalam Kadarwati. 1997). Secara umum ikan kakap merah yang berukuran besar akan bertambah pula umur maksimumnya dibandingkan yang berukuran kecil. Ikan kakap yang berukuran besar akan mampu mencapai umur maksimum berkisar antara 15 – 20 tahun, umumnya menghuni perairan mulai dangkal hingga kedalaman 60 – 100 meter (Gunarso, 1995).
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

EKSTRAKSI GELATIN KULIT IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus sp.) DENGAN PROSES PERLAKUAN ASAM

EKSTRAKSI GELATIN KULIT IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus sp.) DENGAN PROSES PERLAKUAN ASAM

Berdasarkan data Statistik Perikanan Tangkap (DKP 2005), produksi ikan kakap merah dari tahun 2001-2005 cenderung meningkat dari 67.773 ton menjadi 97.044 ton dengan kenaikan rata-rata pertahun 6,25%. Ikan kakap merah yang berukuran 400-1000 g dapat dikonversi menjadi i let sebanyak 41,5% dan limbah 58,5%. Diantara limbah tersebut terdapat kulit yang belum dimanfaatkan secara optimal yaitu sekitar 10-15%. Oleh karena itu untuk mengoptimalkan pemanfaatan limbah ikan kakap merah perlu dilakukan penelitian tentang gelatin yang diekstrak dari kulit ikan kakap merah dan diharapkan gelatin yang dihasilkan bermutu tinggi serta memenuhi standar gelatin komersial. Mutu gelatin yang biasa digunakan dalam produk pangan komersial (food grade) mengandung 8–12% air dan kurang dari 2% abu, selebihnya adalah protein (gelatin).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Tingkat Pemanfaatan Sumberdaya Ikan Kakap Merah (Lutjanus Malabaricus Bloch & Schneider, 1801) Di Lamongan, Jawa Timur

Tingkat Pemanfaatan Sumberdaya Ikan Kakap Merah (Lutjanus Malabaricus Bloch & Schneider, 1801) Di Lamongan, Jawa Timur

Menurut Syahrir et al. (2010), nilai indeks musim penangkapan (IMP) dapat dijadikan dasar untuk mengetahui kecenderungan musim penangkapan sehingga dapat ditentukan waktu penangkapan yang tepat. Musim penangkapan ikan kakap merah terjadi pada bulan September-Agustus. Pola musim penangkapan dipengaruhi oleh pola arus yang terjadi karena interaksi antara udara dan laut (Nontji 2007). Puncak musim penangkapan ikan kakap merah terjadi pada bulan September-November, dan bulan Juni-Agustus, sedangkan musim paceklik terjadi pada bulan Desember. Musim penangkapan ini dipengaruhi oleh sistem angin musim di Indonesia. Menurut Hariyanto (2014), terdapat empat musim yang mempengaruhi kegiatan penangkapan ikan, yaitu Musim Barat (Desember, Januari, Februari), Musim Peralihan I (Maret, April, Mei), Musim Timur (Juni, Juli, Agustus), dan Musim Peralihan II (September, Oktober, November).
Baca lebih lanjut

39 Baca lebih lajut

KOMPOSISI ASAM LEMAK, KOLESTEROL, DAN DESKRIPSI JARINGAN FILLET IKAN KAKAP MERAH SEGAR DAN GORENG

KOMPOSISI ASAM LEMAK, KOLESTEROL, DAN DESKRIPSI JARINGAN FILLET IKAN KAKAP MERAH SEGAR DAN GORENG

Analisis jaringan daging ikan kakap merah dilakukan untuk melihat perbedaan struktur daging ikan kakap sebelum dan sesudah penggorengan. Struktur daging ikan kakap merah segar dapat dilihat pada Gambar 4a dan 4b, sedangkan struktur daging ikan kakap goreng dapat dilihat pada Gambar 5a dan 5b. Gambar 4a menunjukkan daging ikan kakap merah sebelum penggorengan telah terjadi proses penurunan kesegaran ikan (rigor mortis) yang disebabkan aktivitas bakteri dan enzim. Susunan jaringan daging ikan kakap merah terlihat tidak kompak dan terputus-putus. Gambar 4a dan 4b menunjukkan struktur daging ikan kakap merah lebih kompak dan rapat dibandingkan sebelum penggorengan. Pemasakan ikan dengan penggorengan mampu menghambat proses penurunan mutu ikan. Gambar 4b merupakan penampang jaringan pada kulit ikan kakap merah segar. Struktur kulit ikan tidak berbeda dengan kulit vertebrata lainnya, yaitu terdiri dari dua lapisan utama yakni epidermis luar dan dermis dalam.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Kualitas Dan Daya Simpan Ikan Nila Dan Ikan Kakap Merah Dengan Menggunakan Daun Sirih Hijau Sebagai pengawet Alami.

PENDAHULUAN Kualitas Dan Daya Simpan Ikan Nila Dan Ikan Kakap Merah Dengan Menggunakan Daun Sirih Hijau Sebagai pengawet Alami.

Ikan Nila (Oreochromis niloticus) merupakan ikan asli perairan Indonesia yang sudah menyebar ke wilayah Asia Tenggara dan Cina. Ikan tersebut termasuk komoditas yang banyak dikembangkan oleh para petani. Hal ini dikarenakan permintaan pasar yang cukup tinggi, rasa dagingnya yang enak, harga yang relatif stabil serta pemeliharaannya yang mudah. Selain itu, ikan kakap merah (Lutjanus sp.) yang dapat dikembangkan dalam usaha budidaya dan mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Ikan nila dan ikan kakap merah merupakan bahan pangan yang mengandung gizi yang cukup tinggi dan bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Kandungan gizi ikan kakap merah yaitu kadar air 9,06 g; kadar abu 1,34 g; protein 88,84 mg; lemak 0,13 mg. Fosfor ditemukan pada tulang ikan ikan kakap merah dan berfungsi untuk kesehatan tulang dan kepadatan tulang. Sedangkan protein berfungsi untuk memproduksi hormon, enzim, jaringan, dan antibodi. Ikan kakap juga menyediakan hampir seluruh kebutuhan vitamin D yang berguna untuk metabolisme kalsium yang membantu kesehatan tulang (Anonim, 2013). Sedangkan ikan nila (Oreochromis niloticus) memiliki kandungan gizi yang lebih baik dibandingkan dengan ikan air tawar lainnya. Kandungan protein ikan nila sebesar 43,76; lemak 7,01%; kadar abu 6,80% dan air 4,28% per 100 gram berat ikan (Mukayat,1995).
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

KUALITAS  DAN DAYA SIMPAN IKAN NILA DAN IKAN KAKAP MERAH DENGAN MENGGUNAKAN DAUN SIRIH HIJAU SEBAGAI  Kualitas Dan Daya Simpan Ikan Nila Dan Ikan Kakap Merah Dengan Menggunakan Daun Sirih Hijau Sebagai pengawet Alami.

KUALITAS DAN DAYA SIMPAN IKAN NILA DAN IKAN KAKAP MERAH DENGAN MENGGUNAKAN DAUN SIRIH HIJAU SEBAGAI Kualitas Dan Daya Simpan Ikan Nila Dan Ikan Kakap Merah Dengan Menggunakan Daun Sirih Hijau Sebagai pengawet Alami.

Alhamdulillah, segala puji dan syukur kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah dan inayah-Nya sehingga dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul “ KUALITAS DAN DAYA SIMPAN IKAN NILA DAN IKAN KAKAP MERAH DENGAN MENGGUNAKAN DAUN SIRIH HIJAU SEBAGAI PENGAWET ALAMI ” .

15 Baca lebih lajut

KUALITAS DAN DAYA SIMPAN IKAN NILA DAN KAKAP MERAH MENGGUNAKAN DAUN KECOMBRANG SEBAGAI PENGAWET ALAMI  Kualitas Dan Daya Simpan Ikan Nila Dan Kakap Merah Menggunakan Daun Kecombrang Sebagai Pengawet Alami.

KUALITAS DAN DAYA SIMPAN IKAN NILA DAN KAKAP MERAH MENGGUNAKAN DAUN KECOMBRANG SEBAGAI PENGAWET ALAMI Kualitas Dan Daya Simpan Ikan Nila Dan Kakap Merah Menggunakan Daun Kecombrang Sebagai Pengawet Alami.

Ikan nila dan kakap merah merupakan salah satu komoditas hasil pangan yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Selain dapat dikonsumsi dalam wujud ikan segar,ikan nila dan ikan kakap merah dapat dijadikan sebagai bahan utama dalam pembuatan bakso ikan, krupuk ikan, steak ikan, nugget, bahkan sosis ikan. Banyaknya produk yang diperoleh dari bahan dasar ikan akan sejalan dengan program pemerintah mengenai penggunaan bahan lokal sebagai salah satu program untuk meningkatkan konsumsi ikan pada masyarakat. Ikan yang biasa dikonsumsi masyarakat antara lain ikan nila dan ikan kakap merah. Ikan nila dan ikan kakap merah banyak disukai masyarakat karena mudah didapat, rasanya gurih, harganya yang terjangkau, dan kandungan gizinya yang bermanfaat bagi tubuh. Kandungan gizi ikan nila,kadar air 81,4%, abu 1%, protein 18,8 %, lemak 0,6 % (Anonim, 2010), sedangkan dalam 100 g (gram) ikan kakap merah mengandung lemak total 40 g, lemak jenuh 12,4 mg, MUFA (Monounsaturated fat) 6,4 mg, PUFA (Polyunsaturated fat) 21,2 mg, EPA 11 mg, DHA 117 mg, AA 38 mg, dan kolestrol 21 mg (Anonim, 2006).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

KUALITAS DAN DAYA SIMPAN IKAN NILA DAN KAKAP MERAH MENGGUNAKAN DAUN KECOMBRANG SEBAGAI PENGAWET  Kualitas Dan Daya Simpan Ikan Nila Dan Kakap Merah Menggunakan Daun Kecombrang Sebagai Pengawet Alami.

KUALITAS DAN DAYA SIMPAN IKAN NILA DAN KAKAP MERAH MENGGUNAKAN DAUN KECOMBRANG SEBAGAI PENGAWET Kualitas Dan Daya Simpan Ikan Nila Dan Kakap Merah Menggunakan Daun Kecombrang Sebagai Pengawet Alami.

Ikan nila dan kakap merah merupakan salah satu komoditas hasil pangan yang memiliki kandungangizi yang tinggi. Kandungan gizi ikan nila,kadar air 81,4%, abu 1%, protein 18,8 %, lemak 0,6 %), sedangkan dalam 100 g (gram) ikan kakap merah mengandung lemak total 40 g, lemak jenuh 12,4 mg, MUFA (Monounsaturated fat) 6,4 mg, PUFA (Polyunsaturated fat) 21,2 mg, EPA 11 mg, DHA 117 mg, AA 38 mg, dan kolestrol 21 mg. Akan tetapi ikan nila dan ikan kakap merah mudah mengalami kerusakan dan pembususkan. Salah satu untuk mencegah pembusukan tersebut melalui proses pengawetan. Bahan alami yang dapat digunakan sebagai pengawet alami adalah daun kecombrang. Kandungan alkaloid,saponin, tanin, fenolik, flavonoid, triterpenoid, steroid, dan glikosida mampu menghambat pertumbuhan bakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Mengetahui kualitas dan daya simpan ikan nila dan kakap merah menggunkan daun kecombrang sebagai pengawet alami . Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan rancangan percobaan rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua aktor. Faktor 1: jenis ikan, P1= ikan nila P2= ikan kakap merah, dan faktor 2: konsentrasi ekstrak daun kecombrang, Q1=konsentrasi ekstrak daun kecombrang 20%, Q2= konsentrasi ekstrak daun kecombrang 30% , Q3= konsentrasi ekstrak daun kecombrang 30%. Hasil penelitian menjelaskan bahwa perlakuan P2Q3 (ikan kakap merah + ekstrak daun kecombrang 40%) memiliki kualitas dan daya simpan terbaik dengan jumlah populasi bakteri 0,7x10 7 CFU/g, dan memiliki daya simpan 18 jam.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Artikel ilmiah PKL TOYIB. doc

Artikel ilmiah PKL TOYIB. doc

PT. Kelola Mina Laut merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan hasil perikanan. Jenis produk olahan PT. KML meliputi ikan, udang (, rajungan, teri nasi, olahan ikan, surimi, dan baso ikan. Bahan baku Ikan kakap PT. Kelola Mina Laut didatangkan langsung dari Brondong, Banyuwangi, Probolinggo dalam kondisi segar. Ikan kakap yang datang dicek suhu, uji organoleptik dan uji laboratorium. Proses pembekuan ikan kakap merah (Lutjanus sanguine) terdiri dari tahapan proses yaitu penerimaan, pembekuan, pengemasan dan pelabelan, dan penyimpanan. Penentuan titik kritis (CPs) pada pembekuan kakap merah dilakukan dengan menggunakan pohon keputusan. titik kritis proses pembekuan ikan kakap merah adalah, proses penerimaan, pembekuan, metal detecting dan proses packing and labeling. Penerapan titik kendali kritis di PT. Kelola Mina Laut dilakukan pada beberapa proses yang diidentifikasi titik kendali kritis. Pada proses penerimaan dilakukan dengan pencegahan yaitu uji laboratorium dan uji organoleptik, dan penolakan barang yang tidak sesuai standar. Pada proses pembekuan dilakukan pencegahan dengan menjaga suhu mesin ABF dan melakukan produksi ulang (repro). Sedangkan pada proses pengemasan dan pelabelan pencegahan dilakukan dengan cara pengecekan secara berkala oleh quality control dan . pengontrolan ketat pada proses produksi yang menggunakan bahan metal dan akan dilakukan penolakan ataupun melakukan produksi ulang (repro) jika ditemukan produk yang memiliki kesalahan pelabelan atau bahan metal pada produk.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

The utilization and development strategy of demersal fisheries in Sibolga, North Sumatera Province

The utilization and development strategy of demersal fisheries in Sibolga, North Sumatera Province

Ikan kakap merah termasuk kelompok ikan buas (predator) yang bersifat carnivor, aktif mencari makan pada malam hari (nocturnal) dan makanan utamanya adalah ikan-ikan kecil, invertebrata dasar, kepiting, udang dan krustasea. Ikan ini juga memiliki sifat multiple spawner (dapat memijah beberapa kali dalam satu musim pemijahan). Hal ini terlihat pada gonad Lutjanus malabaricus yang bersifat asynchronous yaitu dalam satu gonad terdapat beberapa tingkat kematangan (Andamari et al., 2004). Sesuai dengan hasil penelitian ini, ikan kakap merah yang memiliki sel telur dan sperma berada pada ukuran yang bervariasi. Ikan kakap merah hasil tangkapan bubu dan pancing pada umumnya tidak berada pada kondisi matang gonad. Hal ini dipertegas oleh Jeyaseelan (1998) bahwa kakap merah akan melakukan migrasi menuju mangrove pada saat matang gonad. Hal ini memberikan bukti bahwa ikan kakap merah yang tertangkap oleh bubu dan pancing pada umumnya merupakan ikan dewasa yang sedang mencari makan dan berlindung di sekitar celah karang.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

The utilization and development strategy of demersal fisheries in Sibolga, North Sumatera Province

The utilization and development strategy of demersal fisheries in Sibolga, North Sumatera Province

Ikan kakap merah termasuk kelompok ikan buas (predator) yang bersifat carnivor, aktif mencari makan pada malam hari (nocturnal) dan makanan utamanya adalah ikan-ikan kecil, invertebrata dasar, kepiting, udang dan krustasea. Ikan ini juga memiliki sifat multiple spawner (dapat memijah beberapa kali dalam satu musim pemijahan). Hal ini terlihat pada gonad Lutjanus malabaricus yang bersifat asynchronous yaitu dalam satu gonad terdapat beberapa tingkat kematangan (Andamari et al., 2004). Sesuai dengan hasil penelitian ini, ikan kakap merah yang memiliki sel telur dan sperma berada pada ukuran yang bervariasi. Ikan kakap merah hasil tangkapan bubu dan pancing pada umumnya tidak berada pada kondisi matang gonad. Hal ini dipertegas oleh Jeyaseelan (1998) bahwa kakap merah akan melakukan migrasi menuju mangrove pada saat matang gonad. Hal ini memberikan bukti bahwa ikan kakap merah yang tertangkap oleh bubu dan pancing pada umumnya merupakan ikan dewasa yang sedang mencari makan dan berlindung di sekitar celah karang.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PKLIHDATHOYYIBAH Copy

PKLIHDATHOYYIBAH Copy

Metode wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab, sambil bertatap muka antara penanya atau pewawancara dengan penjawab atau responden dengan menggunakan alat yang dinamakan interview guide (panduan wawancara) (Nazir, 2011). Wawancara dilakukan dengan cara tanya jawab mengenai sejarah berdirinya PT. Kelola Mina Laut, struktur organisasi, sarana dan prasarana, tenaga kerja, proses pembekuan, pemasaran produk, permasalahan dalam produksi dan pemasaran produk, proses penerapan penentuan titik kritis (CCP), serta permasalahan yang dihadapi dalam penerapan penentuan titik kritis (CCP) yang dilakukan dalam kegiatan pembekuan ikan kakap merah (Lutjanus sanguineus) di PT. Kelola Mina Laut Gresik.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Kualitas Dan Daya Simpan Ikan Nila Dan Kakap Merah Menggunakan Daun Kecombrang Sebagai Pengawet Alami.

PENDAHULUAN Kualitas Dan Daya Simpan Ikan Nila Dan Kakap Merah Menggunakan Daun Kecombrang Sebagai Pengawet Alami.

Ikan nila dan kakap merah merupakan salah satu komoditas hasil pangan yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Selain dapat dikonsumsi dalam wujud ikan segar,ikan nila dan ikan kakap merah dapat dijadikan sebagai bahan utama dalam pembuatan bakso ikan, krupuk ikan, steak ikan, nugget, bahkan sosis ikan. Banyaknya produk yang diperoleh dari bahan dasar ikan akan sejalan dengan program pemerintah mengenai penggunaan bahan lokal sebagai salah satu program untuk meningkatkan konsumsi ikan pada masyarakat. Ikan yang biasa dikonsumsi masyarakat antara lain ikan nila dan ikan kakap merah. Ikan nila dan ikan kakap merah banyak disukai masyarakat karena mudah didapat, rasanya gurih, harganya yang terjangkau, dan kandungan gizinya yang bermanfaat bagi tubuh. Kandungan gizi ikan nila,kadar air 81,4%, abu 1%, protein 18,8 %, lemak 0,6 % (Anonim, 2010), sedangkan dalam 100 g (gram) ikan kakap merah mengandung lemak total 40 g, lemak jenuh 12,4 mg, MUFA (Monounsaturated fat) 6,4 mg, PUFA (Polyunsaturated fat) 21,2 mg, EPA 11 mg, DHA 117 mg, AA 38 mg, dan kolestrol 21 mg (Anonim, 2006).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pemanfaatan Limbah Pelelangan Ikan Jembatan Puri Di Kota Sorong Sebagai Bahan Pembuatan Tepung Ikan Utilization Waste of Castle Bridge Fish Auction in Sorong City As a Material for Making Fish Meal

Pemanfaatan Limbah Pelelangan Ikan Jembatan Puri Di Kota Sorong Sebagai Bahan Pembuatan Tepung Ikan Utilization Waste of Castle Bridge Fish Auction in Sorong City As a Material for Making Fish Meal

Kegiatan pelelangan ikan di TPI Jembatan Puri atau PPI Klaligi berlangsung setiap hari demikian juga dengan limbah hasil pelelangan ikan sebagai hasil sampingan terbuang ke daerah sekitar PPI. Penelitian ini diharapkan dapat menekan beban lingkungan yang disebabkan oleh limbah yang berasal dari PPI Jembatan Puri, Kota Sorong. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi limbah yang dapat dijadikan sebagai bahan pembuatan tepung ikan yang bersumber dari limbah PPI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen meliputi pembuatan tepung ikan dan berbahan limbah ikan dari PPI. Berdasarkan hasil identifikasi limbah perikanan di PPI Klaligi ditemukan limbah perikanan berupa limbah ikan tuna yaitu kepala, tulang, sirip, ekor, insang dan isi perut berupa usus. Limbah yang kedua yaitu limbah ikan cakalang berupa sirip, isi perut berupa usus, serta insang. Limbah ikan puri berupa kepala ikan puri, limbah ikan merah berupa sisik, sarta ikan sarden yang memiliki nilai ekonomi rendah. Hasil uji proksimat tepung berbahan limbah ikan pada penelitian ini menunjukkan bahwa tepung berbahan limbah ikan berdasarkan jenis ikan diperoleh kandungan yang berbeda. Dari hasil uji proksimat diperoleh kadar air, abu, lemak, protein, dan karbohidrat. Kandungan sisik ikan laut yang sudah dikeringkan secara umum adalah air 9.81%, abu 25,11%, protein 48,57%, lemak 4,98%, dan karbohidrat 11,46%. Kesimpulan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung berbahan limbah ikan berdasarkan jenis ikan tuna, ikan cakalang, ikan teri dan ikan sarden serta sisik ikan kakap merah layak untuk digunakan sebagai bahan pakan berdasarkan kriteria bahan baku meliputi kandungan protein serta ketersediaan bahan untuk pembuatan tepung ikan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Seasonal variation in meat and liver histopathology of white snapper (Lates calcarifer) from mercury-polluted Kao Gulf Waters, North Halmahera, Indonesia | Husen | AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT (Jurnal Ilmu dan Manajemen Perairan) 14394 28776 1 SM

Seasonal variation in meat and liver histopathology of white snapper (Lates calcarifer) from mercury-polluted Kao Gulf Waters, North Halmahera, Indonesia | Husen | AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT (Jurnal Ilmu dan Manajemen Perairan) 14394 28776 1 SM

Proses perpindahan logam berat secara biologis dari suatu tingkatan trofik yang rendah ke tingkatan yang lebih tinggi di dalam suatu struktur rantai makanan disebut proses biotransfer. Proses ini akan menyebabkan organisme yang tingkat trofiknya lebih rendah mempunyai peranan ekologis yang sangat penting pada suatu perairan dalam hubungannya sebagai sumber makanan bagi organisme lainnya Ikingura and Akagi (1999). Dengan demikian, ikan yang telah terkontaminasi dengan logam berat di perairan Teluk Kao, walaupun pada saat ini terkonsentrasinya di perairan masih berada di bawah ambang batas, akan mempengaruhi status lingkungan perairan apabila dibiarkan lebih lama.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...