industri kertas

Top PDF industri kertas:

PEMANFAATAN LIMBAH PADAT INDUSTRI KERTAS SEBAGAI PAPAN PARTISI.

PEMANFAATAN LIMBAH PADAT INDUSTRI KERTAS SEBAGAI PAPAN PARTISI.

Meningkatnya pertumbuhan industri pulp dan kertas di indonesia telah membawa dampak terhadap meningkatnya permasalahan yang disebabkan oleh limbah. Limbah padat yang dihasilkan oleh industri kertas termasuk kedalam daftar limbah berbahaya dan beracun karena mengandung logam berat yang berbahaya untuk lingkungan, yaitu Pb dan Cu. Pemanfaatan limbah padat industri kertas dengan teknik solidifikasi sebagai papan partisi patut dicoba untuk meminimalkan masalah lingkungan. Bahan baku campuran berupa limbah padat dan sabut kelapa. Perbandingan komposisi limbah padat dan sabut kelapa adalah 100%:0%, 95%:5%, 90%:10%, 85%:15%, 80%:20%. Bahan baku dicampur dengan bahan pengikat seperti semen atau lem kayu sebesar ¼, ½ dan ¾ dari berat campuran. Selanjutnya campuran dicetak dan di press dengan tekanan 20kg/cm 2 , lalu dilakukan uji fisik untuk mengetahui kualitas papan terbaik menurut standar SNI 1996. Hasil percobaan menunjukan bahwa hasil terbaik dapat dicapai pada komposisi campuran limbah padat 80%, sabut kelapa 20% dan lem kayu ¾ . Pada kondisi ini papan partisi memiliki pengembangan tebal yang rendah dan kelenturan yang tinggi mendekati SNI 1996. Selain itu pada komposisi ini daya solidifikasi mampu mengimobilisasi konsentrasi logam Pb dalam papan sebesar 99,4% dan Cu sebesar 98,28% sehingga memenuhi standar PP no.85 tahun 1999.
Show more

66 Read more

PERTUMBUHAN MIKROALGA Spirulina platensis DALAM EFLUEN INDUSTRI KERTAS

PERTUMBUHAN MIKROALGA Spirulina platensis DALAM EFLUEN INDUSTRI KERTAS

Kapasitas produksi industri kertas di Indonesia diperkirakan akan terus meningkat menyebabkan peningkatan air limbah yang dihasilkan. Air limbah industri kertas yang telah diolah pada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) biologi pada umumnya langsung dibuang ke lingkungan dan masih mengandung materi organik serta unsur hara seperti nitrogen dan fosfor yang belum termanfaatkan. Salah satu alternatif pemanfaatan air limbah tersebut adalah budidaya alga. Spirulina platensis merupakan salah satu jenis mikroalga hijau kebiruan yang mengandung protein tinggi dan banyak digunakan sebagai bahan pangan dan pakan ikan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pertumbuhan S. platensis pada efluen industri kertas sebagai medium. Efluen dengan persentase perlakuan 0%, 25%, 50%, 75% dan 100% digunakan sebagai medium tumbuh S. platensis. Selama kultivasi alga, dilakukan pengamatan terhadap pH medium dan pengukuran produksi biomassa sedangkan analisa proksimat dilakukan setelah pemanenan kultur. Hasil menunjukkan bahwa kultur S. platensis pada medium air limbah 100% menghasilkan produksi biomassa paling tinggi pada hari ke-4 kultivasi, yaitu sekitar 25% lebih tinggi dibandingkan medium kontrol. Biomassa S. platensis yang dibudidayakan dalam media air limbah terolah industri kertas mengandung 60% protein yang hampir setara dengan yang dihasilkan negara lain.
Show more

6 Read more

PELET REJECT INDUSTRI KERTAS SEBAGAI BAHAN BAKAR BOILER

PELET REJECT INDUSTRI KERTAS SEBAGAI BAHAN BAKAR BOILER

Reject untuk percobaan diambil dari industri kertas yang pengurangan kadar air reject menggunakan mesin peras hidrolik. Pengurangan kadar air reject selanjutnya dilakukan di laboratorium Balai Besar Pulp dan Kertas (BBPK) dengan menggunakan panas sinar matahari sampai mengandung kadar air < 10% yang sudah dipisahkan dari kandungan bahan logam dan siap untuk dirajang di mesin perajang reject. Identifikasi jenis plastik yang terkandung dalam reject dilakukan berdasarkan berat jenis (Tabel 1) dan uji warna bakar (www. monroecounty.gov). Gambar 1 menunjukkan diagram alir uji pemisahan jenis-jenis plastik. Reject disortir dan dipilah-pilah berdasarkan jenisnya untuk identifikasi komponen reject . Reject kering dirajang/dicacah dengan menggunakan mesin pencacah yang mempunyai pisau pencacah dengan lubang screen berukuran sekitar 4 mm untuk keluaran hasil pencacahannya. Cacahan reject selanjutnya
Show more

8 Read more

PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI KERTAS KA

PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI KERTAS KA

Beberapa air limbah industri pulp dan kertas yang memiliki polutan organik yang tinggi dapat diolah secara efektif dengan proses anaerobik (Ayati dan Ganjidoust, 2006). Dengan demikian, proses anaerobik dengan reaktor Up- flow Anaerobic Sludge Blanket (UASB) memberikan keunggulan yang prospektif untuk diaplikasikan secara komersial yang sekaligus dapat mengantisipasi peraturan baku mutu air limbah yang makin ketat. Selain efisiensi yang lebih tinggi, proses UASB dapat dioperasikan pada beban organik tinggi, toleransi terhadap shock loading (Shanmugam dan Akunna, 2008), tanpa memerlukan energi bahkan dapat memproduksi energi berupa biogas, serta relatif tidak membentuk lumpur berlebih (Garner, 1991). Dengan menurunnya produksi lumpur sebesar 0,05 - 0,15 kg VSS/ kg COD terolah, biaya yang diperlukan untuk pengolahan lumpur selanjutnya dapat berkurang (Ghangrekar dan Kahalekar, 2003). Secara umum penerapan IPAL dengan sistem UASB di industri kertas dapat meningkatkan kinerja IPAL dan
Show more

10 Read more

Analisis input-output peranan industri kertas dalam perekonomian indonesia

Analisis input-output peranan industri kertas dalam perekonomian indonesia

Tercatat dalam sejarah adalah peradaban Cina yang menyumbangkan kertas bagi dunia. Tsai Lun menemukan kertas dari bahan bambu yang mudah didapat di seluruh Cina pada tahun 101 Masehi. Penemuan ini akhirnya menyebar ke Jepang dan Korea seiring menyebarnya bangsa-bangsa Cina ke timur dan berkembangnya peradaban di kawasan itu meskipun pada awalnya cara pembuatan kertas merupakan hal yang sangat rahasia. Pada akhirnya, teknik pembuatan kertas tersebut jatuk ke tangan orang-orang Arab pada masa Abbasiyah terutama setelah kalahnya pasukan Dinasti Tang dalam pertempuran sungai Talas pada tahun 751 Masehi dimana para tawanan-tawanan perang mengajarkan cara pembuatan kertas kepada orang-orang arab sehingga dizaman Abbasiyah, munculah pusat-pusat industri kertas baik di Baghdad maupun Samarkand dan kota-kota industri lainnya, kemudian meyebar ke Italia dan India lalu Eropa khususnya setelah perang Salib dan jatuhnya Grenada dari bangsa Moor ke tangan orang-orang Spanyol serta ke seluruh dunia (Wikipedia, 2005).
Show more

114 Read more

Studi Kelayakan Industri Kertas Cetak

Studi Kelayakan Industri Kertas Cetak

Studi Kelayakan Industri Kertas Cetak Modal Investasi Tetap Langsung 1... Utilitas  Listrik Penggunaan listrik total = 600 Kwh/ton kertas Tarif listrik industri = Rp 870/Kwh..[r]

15 Read more

STRUKTUR DAN KINERJA INDUSTRI KERTAS DAN PULP DI INDONESIA: SEBELUM DAN PASCAKRISIS

STRUKTUR DAN KINERJA INDUSTRI KERTAS DAN PULP DI INDONESIA: SEBELUM DAN PASCAKRISIS

Penelitian Ditya Agung (2002), rata-rata untuk seluruh industri manufaktur 17 sub- golongan industri yang tercakup pada periode penelitian, telah terjadi peningkatan konsentrasi. Tingkat konsentrasi terjadi peningkatan, baik itu dengan CR4 maupun Indeks Herfindahl. Hasil riset publikasi Asian Pulp and Markets disebutkan bahwa Indonesia meraih performa ekonomi yang kuat pada tahun 1980 hingga 1990. Ini ditan- dai dengan pertumbuhan GDP berkisar 7,3 persen per tahun dari tahun 1990-an. Tahun 1994 terjadi regulasi dalam industri kertas dengan kebijakan menghilangkan tarif ekstra (surcharge) terhadap kertas impor, dimana kebijakan tarif ekstra (surcharge) tersebut menyebabkan harga kertas domestik lebih tinggi dibandingkan dengan harga interna- sional. Kebijakan ini dilakukan untuk lebih meningkatkan efisiensi industri kertas secara keseluruhan.
Show more

14 Read more

Analisis pangsa pasar industri kertas Indonesia di pasar internasional

Analisis pangsa pasar industri kertas Indonesia di pasar internasional

Variabel harga ekspor mempengaruhi pangsa pasar industri kertas Indonesia di pasar internasional. Kenaikan harga ekspor sebesar 1 persen menyebabkan penurunan pangsa pasar sebesar 0,23 persen. Akan tetapi, pengaruh ini menunjukkan tanda yang tidak sesuai dengan hipotesis yang dipergunakan. Kenaikan harga ekspor seharusnya meningkatkan supply sehingga pangsa pasar meningkat. Keidaksesuaian tanda dengan hipotesis dikarenakan ketika harga ekspor meningkat, produsen domestik tidak mampu memanfaatkan kondisi ini sehingga perolehan pangsa pasarnya rendah. Ketidakmampuan produsen domestik untuk mengekspor dikarenakan keunggulan komparatif yang dimiliki tidakmampu dimanfaatkan dengan baik. Pengeksplorasian alam secara berlebihan, tidak melakukan tebang pilih, tidak mengikuti standarisari yang diterapkan oleh LEI, dan lain sebagainya yang menimbulkan dampak polusi terhadap lingkungan menyebabkan produsen domestik tidak mampu kehilangan keunggulan komparatifnya. Dengan potensi alam yang semakin lama semakin menurun mengakibatkan produsen domestik tidak mampu mensupply kertas lebih banyak apabila harga ekspor menurun dan perolehan pangsa pasarnyapun rendah.
Show more

70 Read more

OPTICAL BRIGHTENING AGENT (OBA) KARAKTERISTIK DAN PEMANFAATANNYA DALAM INDUSTRI KERTAS

OPTICAL BRIGHTENING AGENT (OBA) KARAKTERISTIK DAN PEMANFAATANNYA DALAM INDUSTRI KERTAS

Pemanfaatan OBA pada industri kertas semakin meningkat seiring dengan meningkatnya kebutuhan kertas putih, terutama jenis kertas tulis, kertas cetak dan kertas poto kopi yang membutuhkan derajat keputihan yang cukup tinggi. Pemanfaatan pulp yang telah dibleaching serta pemanfaatan pewarna dan bahan mineral pengisi seperti kapur, dirasa kurang maksimal dalam memenuhi kebutuhan tersebut dikarenakan masih adanya warna kekuningan pada pulp dari sisa lignin yang tidak seluruhnya hilang pada proses pulping dan bleaching. Dengan kondisisi tersebut, OBA mengambil peranan yang sangat penting karena senyawa ini memiliki karakteristik dan cara kerja yang unik yang tidak dimiliki oleh senyawa-senyawa lain.
Show more

7 Read more

Kimia Industri Kertas

Kimia Industri Kertas

Komponen Kertas : Selulosa Susunan molekul glukosa rantai lurus dan panjang komponen penting Hemiselulosa Susunan glukosa rantai pendek dan bercabang dan sifatnya lebih mudah larut d[r]

9 Read more

Aplikasi Sludge Industri Kertas Untuk Meningkatkan Kualitas Tailing.

Aplikasi Sludge Industri Kertas Untuk Meningkatkan Kualitas Tailing.

Tailing memerlukan pengelolaan yang tepat untuk dapat dibuang dengan aman atau bahkan dapat dimanfaatkan karena tailing berasal dari gerusan batuan maka memiliki sifat-sifat yang buruk seperti kandungan har a yang rendah dan agregasi yang sangat buruk. Sampai saat ini tailing masih belum dimanfaatkan tetapi hanya ditumpuk sehingga memerlukan lahan yang luas. Hal ini lama kelamaan dapat menganggu lingkungan. Oleh karena itu akan lebih aman apabila lahan tempat penimbunan tailing dilakukan revegetasi. Namun karena sifat -sifat tailing tersebut dapat menghambat pertumbuhan tanaman revegetasi. Dengan demikian perlu dilakukan perbaikan kualitas tailing sebelum ditanami dengan tanaman revegetasi. Untuk memperbaiki si fat-sifat tailing tersebut dapat memanfaatkan bahan organik. Menurut Schnitzer (1991) bahan organik dapat meningkatkan kesuburan kimiawi tanah, Menurut Buckman & Brady (1982) bahan organik dapat meningkatkankseuburan fisik tanah. Salah satu sumber bahan organik adalah sludge insustri kertas.
Show more

225 Read more

Analisis Kelayakan Bisnis Kertas Berbahan Baku Rumput Laut Sebagai Alternatif Bahan Baku Pada Industri Kertas

Analisis Kelayakan Bisnis Kertas Berbahan Baku Rumput Laut Sebagai Alternatif Bahan Baku Pada Industri Kertas

(iii) Tahap Analisis Aspek Pasar: Aspek pasar bertujuan untuk mengetahui target produksi perusahaan, penentuan harga produk, dan strategi pemasaran untuk mendorong penjualan, sehingga dapat diketahui layak atau tidaknya rencana pendirian suatu usaha dilihat dari aspek pasar.Datayang digunakan berasal dari data Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai jumlah produksi kertas tulis dan cetak di Indonesia untuk memprediksi kenaikan produksi kertas di Indonesia. Pada penentuan harga atau tarif digunakan penentuan harga yang sama dengan harga pasar (Jakfar & Kasmir, 2010). Umur proyek ditetapkan selama 10 tahun kedepan.
Show more

13 Read more

NOVITA DWI IRFIANTI BAB II

NOVITA DWI IRFIANTI BAB II

5 Badan Usaha yang bergerak dalam bidang usaha industri semen, industri rokok, industri kertas, Industri baja, dan industri otomotif, yang ditunjuk oleh Kepala Kantor Pelayanan Pajak, at[r]

12 Read more

MOTOR INDUKSI 1. PENGGUNAAN MOTOR LISTRI

MOTOR INDUKSI 1. PENGGUNAAN MOTOR LISTRI

Salah satu kelemahan dari motor induksi adalah tidak mampu mempertahankan kecepatannya dengan konstan bila terjadi perubahan beban. Apabila terjadi perubahan beban maka kecepatan motor induksi akan menurun. Untuk mendapatkan kecepatan konstan serta memperbaiki kinerja motor induksi terhadap perubahan beban, maka dibutuhkan suatu pengontrol. Penggunaan motor induksi tiga fasa di beberapa industri membutuhkan performansi yang tinggi dari motor induksi untuk dapat mempertahankan kecepatannya walaupun terjadi perubahan beban. Salah satu contoh aplikasi motor induksi yaitu pada industri kertas. Pada industri kertas ini untuk menghasilkan produk dengan kualitas yang baik, dimana ketebalan kertas yang dihasilkan dapat merata membutuhkan ketelitian dan kecepatan yang konstan dari motor penggeraknya, sedangkan pada motor induksi yang digunakan dapat terjadi perubahan beban yang besar.
Show more

9 Read more

Kajian Sektor Unggulan Perekonomian Wilayah Provinsi Banten

Kajian Sektor Unggulan Perekonomian Wilayah Provinsi Banten

Pelaksanaan pembangunan wilayah di Provinsi Banten belum optimal karena tingginya angka pengangguran dan meningkatnya jumlah penduduk miskin.Pemerintah perlu melakukan perencanaan terintegrasi untuk mengembangkan sektor-sektor yang mampu menggerakan perekonomian daerah.Tujuan utama dari penelitian ini adalah menganalisis sektor unggulan Provinsi Banten. Metode dalam penelitian ini adalah analisis Input-Output dengan menggunakan data Tabel Input-Output Provinsi Banten transaksi domestik atas dasar harga domestik produsen tahun 2010, klasifikasi 58 sektor yang diagregasi mejadi 9 sektor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor unggulan diProvinsi Banten adalah sektor industri pengolahan, sektor perdagangan, hotel, dan restoran serta sektor transportasi dan komunikasi. Sub-sektor yang mampu untuk mendukung ketiga sektor unggulan ini adalah sektor industri makanan, minuman dan tembakau, sekor industri kertas dan barang dari kertas, sektor industri komputer, barang elektronik, optik dan peralatan listrik, sektor perdagangan besar dan eceran, dan reparasi mobil dan motor, sektor angkutan darat dan sektor angkatan udara.Sektor pertanian memiliki potensi sebagai sektor basis untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pendapatan wilayah di Banten Selatan.
Show more

93 Read more

Kementerian PPN Bappenas :: Ekonomi

Kementerian PPN Bappenas :: Ekonomi

Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan dan Sejenisnya 5,95 -3,03 6.. Industri Kertas dan Barang dari Kertas; Percetakan dan Reproduksi Media Rek[r]

4 Read more

Kementerian PPN Bappenas :: Ekonomi

Kementerian PPN Bappenas :: Ekonomi

Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan dan Sejenisnya 2,36 -1,58 6.. Industri Kertas dan Barang dari Kertas; Percetakan dan Reproduksi Media Re[r]

4 Read more

Kementerian PPN Bappenas :: Ekonomi

Kementerian PPN Bappenas :: Ekonomi

Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan dan Sejenisnya 2,21 2,35 6.. Industri Kertas dan Barang dari Kertas; Percetakan dan Reproduksi Media Reka[r]

4 Read more

Show all 10000 documents...