Isi/Kebijakan dan pedoman

Top PDF Isi/Kebijakan dan pedoman:

Pedoman Penulisan serta Bentuk dan Isi dalam Jurnal Ilmiah.

Pedoman Penulisan serta Bentuk dan Isi dalam Jurnal Ilmiah.

Selain itu, keberhasilan pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sangat berpengaruh pada akreditasi status perguruan tinggi dan program studi, serta kenaikan jabatan akademik dosen, maupun untuk peroleh dana hibah dari Ditjen Dikti. Dengan demikian, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Kristen Maranatha harus mampu mengelola kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat secara profesional, ilmiah dan terarah sesuai dengan kebijakan Dirjen Dikti yang sekarang berlaku, agar dapat menciptakan keberhasilan Universitas Kristen Maranatha melaksanakan misinya. Untuk itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan intensitas dan kualitas kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat Universitas Kristen Maranatha.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Isi Makalah Perdagangan antar daerah

Isi Makalah Perdagangan antar daerah

Kebijakan adalah keputusan yang menggambarkan tujuan, menetapkan sesuatu yang dapat dijadikan pedoman/acuan, atau sebagai dasar suatu tindakan, dan tindakan tersebut diambil untuk menerapkan keputusan itu, atau kebijakan dapat diartikan rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis besar dan dasar recana dalam pelaksanaan satu pekerjaan, hasil dari sebuah kepemimpinan dalam sebuah pemerintahan atau sebuah organisasi (Holsti, di dalam Rudi, 1993:

16 Baca lebih lajut

96377056 Pedoman Pembinaan Kesiswaan SMA Isi

96377056 Pedoman Pembinaan Kesiswaan SMA Isi

Pembinaan kesiswaan merupakan bagian integral dari penyelenggaraan pendidikan secara keseluruhan. Dengan demikian, pembinaan kesiswaan seyogyanya menjadi suatu kekuatan yang menjadi perhatian, baik dalam aspek kebijakan maupun teknis. Eksistensi dan keberlangsungan kegiatan-kegiatan kesiswaan di sekolah sudah selayaknya dipandang sama dan setara dengan eksistensi keberlangsungan kegiatan belajar- mengajar di kelas.

63 Baca lebih lajut

Isi Pedoman Penilaian

Isi Pedoman Penilaian

Dasar pelaksanaan dan mekanisme penilaian mengacu pada Standar PAUD yakni Permendikbud nomor 137/ 2014 pasal 18 dan Permendikbud nomor 146/2014. Dalam Standar PAUD dinyatakan bahwa Standar Penilaian merupakan kriteria tentang penilaian proses dan hasil pembelajaran anak dalam rangka pemenuhan standar tingkat pencapaian perkembangan sesuai tingkat usianya. Sejalan dengan itu Pedoman Penilaian lampiran Permendikbud nomor 146 tahun 2014 menetapkan bahwa Penilaian proses dan hasil kegiatan belajar PAUD adalah suatu proses mengumpulkan dan mengkaji berbagai informasi secara sistematis, terukur, berkelanjutan, serta menyeluruh tentang pertumbuhan dan perkembangan yang telah dicapai oleh anak selama kurun waktu tertentu.
Baca lebih lanjut

59 Baca lebih lajut

PEDOMAN 3 KEBIJAKAN PENGELOLAAN RISIKO

PEDOMAN 3 KEBIJAKAN PENGELOLAAN RISIKO

Kualitas hasil kerja yang tinggi akan sulit diharapkan dari situasi semacam itu. Metodologi dan prosedur yang baik di desain dan ditetapkan dalam bentuk berbagai Kebijakan, Peraturan dan Pedoman Operasional, untuk mengorganisir pekerjaan, menyederhanakan dan menstandardisir kegiatan-kegiatan guna meningkatkan dan memelihara produktifitas dan pada akhirnya menghasilkan produk-produk yang bermanfaat dan berkualitas.

51 Baca lebih lajut

COVER  ISI PEDOMAN PPL 2015 20150802151743

COVER ISI PEDOMAN PPL 2015 20150802151743

Berkat rahmat Allah swt, Tuhan Yang Maha Esa, kode Etik Mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) telah tersusun. Praktik Pengalaman Lapangan bertujuan membentuk mahasiswa praktikan agar menjadi calon tenaga kependidikan yang profesional, sesuai dengan prinsip-prinsip pendidikan berdasarkan kompetensi pedagogik, kepribadian, profesioanal dan sosial. Fungsi PPL memberikan bekal kepada mahasiswa praktikan agar mempunyai kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian dan sosial. Dalam menunjang tercapainya keempat kompetensi tersebut dan kelancaran pelaksanaan tugas profesi calon guru perlu ditetapkan Kode Etik Mahasiswa PPL sebagai pedoman bersikap dan berperilaku yang mengejawantahkan dalam bentuk nilai-nilai moral dan etika dalam jabatan guru sebagai pendidik.
Baca lebih lanjut

117 Baca lebih lajut

isi Buku PEDOMAN LDBI 2016 CETAK

isi Buku PEDOMAN LDBI 2016 CETAK

Menyadari pentingnya lomba debat bagi peningkatan kualitas pendidikan Indonesia, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas mengembangkan kegiatan ini melalui kegiatan Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI). Lomba ini bertujuan meningkatkan kemampuan komunikasi bahasa Indonesia siswa Indonesia dan mengembangkan jejaring dalam rangka meningkatkan daya saing bangsa. Pedoman ini disusun agar penyelenggaraan LDBI dapat terlaksana dengan baik.

26 Baca lebih lajut

PEDOMAN 4 KEBIJAKAN AKTUARIA PENDANAAN

PEDOMAN 4 KEBIJAKAN AKTUARIA PENDANAAN

Sehubungan dengan itu, kebenaran perhitungan Pendanaan Dana Pensiun sangat tergantung pada kebenaran dan akurasi dari data Kepesertaan, baik jumlah, besarnya PhDP, usia, susunan keluarga, masa kerja (masa Kepesertaan) dan data Peserta lainnya. Pengelolaan administrasi, pelaporan, dokumentasi dan terpeliharanya hubungan baik dengan Peserta menjadi salah satu Kenijakan penting Dana Pensiun, dan ditetapkan dalam bentuk Pedoman / Kebijakan Pelayanan Kepesertaan.

37 Baca lebih lajut

PEDOMAN STRATEGI KEBIJAKAN kode PENGARUSUTAMA

PEDOMAN STRATEGI KEBIJAKAN kode PENGARUSUTAMA

Kebijakan Pengarusutamaan Pemuda dimaksudkan sebagai strategi yang sistematis untuk melibatkan pemuda dalam setiap level struktur, pengambilan kebijakan dan proses pembangunan. Menjadi tanggung jawab pemerintah untuk menciptakan kondisi dimana keterlibatan dimungkinkan terjadi. Dalam hal ini pemerintah harus membuka semua pintu partisipasi dengan memberi kesempatan seluas-luasnya bagi pemuda dan memiliki paradigma positif tentang kepentingan pemuda, dimana pemuda harus dilihat sebagai aset dan stakeholder utama dalam pembangunan sehingga aspirasi, kepentingan dan cita-cita mereka menjadi paradigma utama pembangunan.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Analisis Isi Memorandum Kebijakan Ekonom

Analisis Isi Memorandum Kebijakan Ekonom

Dana BLBI sebesar Rp.144,5 triliun yang disalurkan hingga Januari 1999 itu ditemukan oleh BPK diselewengkan sebesar Rp.138,4 triliun atau sekitar 95% (Baswir, 2003: 88). Temuan ini mempertegas pernyataan Stiglitz (2003: 56) yaitu sebagian besar uang pinjaman dari IMF disebut Stiglitz (2003: 56) digunakan bukan untuk menolong Indonesia tetapi untuk menalangi para kreditor sektor swasta milik “kekuatan penjajah”, jelas membuat masyarakat geram. Kebijakan mengenai BLBI sangat melindungi para kreditor dan swasta selain karena hutangnya ditalangi pemerintah, hutang tersebut juga dijamin pengembaliannya oleh pemerintah. Selain itu perlindungan kepada kreditor swasta juga terlihat ketika kejaksaan menyatakan bahwa tidak ada indikasi korupsi yang ditemukan dalam penerimaan, penyerahan, dan pengembalian dana BLBI melainkan hanya kasus perbankan biasa saat publik menekan untuk membawa kasus ini ke jalur hukum (Rachmawidyadini, 2012). Hal ini senada dengan penjelasan Burke (2009) mengenai kejahatan melalui pendekatan kritis yaitu idenya tentang crimes of the powerful (kejahatan oleh yang berkuasa) yaitu saat kapitalis melakukan kejahatan tetapi dilindungi oleh negara dengan tidak didefinisikan sebagai tindak pidana oleh hukum namun hanya dianggap aktivitas ekonomi atau bisnis belaka. Menurut Burke fenomena ini terjadi karena karena negara-negara seperti ini bergantung pada penanaman modal dari para kapitalis sehingga rentan terhadap penyuapan dan korupsi. Penjelasan Burke sangat erat kaitannya saat kasus BLBI tidak dinyatakan sebagai tindak pidana oleh kejaksaan karena pelaku atau kreditor penerima BLBI memiliki kuasa untuk melindungi aktivitas kejahatan dirinya sendiri dari hukuman. Menurut pandangan ahli kriminologi Marxis, tujuan peradilan pidana kapitalis adalah untuk melindungi dan memperkuat sistem kapitalis (Quinney, 1979: 28).
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

Contoh kasus Manajemen dan Administrasi

Contoh kasus Manajemen dan Administrasi

Standar Operasional Prosedur (SOP) adalah dokumen yang berisi serangkaian instruksi tertulis yang dibakukan mengenai berbagai proses penyelenggaraan administrasi perkantoran yang berisi cara melakukan pekerjaan, waktu pelaksanaan, tempat penyelenggaraan dan aktor yang berperan dalam kegiatan. Sebagai suatu aturan, regulasi, dan kebijakan yang secara terus menerus menjamin perilaku yang benar bagi seluruh pegawai instansi pemerintah maka SOP sangat tepat diterapkan pada aktivitas administrasi perkantoran yang relatif bersifat rutin, berulang serta menghendaki adanya keputusan yang terprogram guna melayani pelanggannya. Dengan penerapan SOP secara konsisten maka administrasi perkantoran memiliki pedoman dalam menyelenggarakan Kebijakan Reformasi Birokrasi yang merupakan suatu kebijakan yang komprehensif dalam peningkatan pelayanan dan kinerja organisasi instansi pemerintah di Indonesia saat ini karena SOP selalu dijadikan sebagai acuan dalam melaksanakan tugas bagi pegawai sesuai dengan peraturan yang berlaku dan target kinerja yang telah ditentukan yang selalu dimonitor dan ditinjau ulang setiap periode tertentu untuk mengakomodasi dan mengantisipasi dinamika tugas. Di sisi lain SOP juga sekaligus menjadi feedback guna penyesuaian antara kondisi yang dipersyaratkan dalam SOP dengan kondisi riil yang ada guna mencapai kinerja individu dan kinerja organisasi yang optimal. Bahkan dalam jangka panjang ,SOP dapat dijadikan sebagai langkah perbaikan kinerja pelayanan dan kinerja organisasi berdasarkan konsep manajemen kinerja.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Pedoman PPM 2016 isi

Pedoman PPM 2016 isi

Kemajuan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni (Ipteks) sebagai bagian integral pembangunan nasional diharapkan mempunyai kontribusi yang sangat besar dalam mewujudkan ketahanan ekonomi nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Pembangunan Ipteks pun harus tetap tanggap dalam menghadapi perubahan global dan dalam menghadapi munculnya tatanan baru kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, untuk itu peran dosen sangat penting. Oleh karena itu, untuk meningkatkan peran dosen Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) dalam upaya berpartisipasi pada pembangunan nasional dan sesuai dengan Visi, Misi UPY, peran dosen UPY dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada masyarakat harus mampu menyesuaikan dengan tuntutan perubahan masyarakat. Untuk mendukung pelaksanaan tugas Tridharma Perguruan Tinggi khususnya dharma ke tiga yaitu Pengabdian kepada Masyarakat perlu disusun buku pedoman pengabdian kepada masyarakat.
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

KEBIJAKAN PUBLIK | Fiskom

KEBIJAKAN PUBLIK | Fiskom

Materi pertama ini disusun sebagai pemandu proses belajar mengajar dalam perkuliahan Analisa Kebijakan Publik bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Kristen Satya Wacana. Materi ini kemudian telah dikembangkan sejak 2002 untuk mencari bentuk dan cara penyajian yang lebih sesuai untuk berbagai kalangan yang tidak berkecimpung dalam analisa kebijakan. Dan kemudiaan disusun ulang pada tahun 2012 untuk disajikan dalam perkuliahan Analisa Kebijakan Publik bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Program Studi Sosiologi Universitas Kristen Satya Wacana.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Pedoman Penelitian Dosen isi

Pedoman Penelitian Dosen isi

Salah satu tugas Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas PGRI Yogyakarta (LPPM UPY) adalah mengelola kegiatan penelitian yang dilakukan oleh dosen-dosen UPY. Penelitian yang dimaksud meliputi penelitian yang dilakukan dengan dana dari UPY dan dana luar UPY. Pengelolaan kegiatan penelitian perlu dilakukan secara profesional agar penelitian dapat berkembang baik dan memberi manfaat yang optimal terhadap kegiatan pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu sarana yang diperlukan dalam pengelolaan kegiatan penelitian adalah buku pedoman penelitian. Buku pedoman penelitian dibutuhkan oleh berbagai pihak yang terkait dengan kegiatan penelitian, yaitu peneliti, pembimbing, LPPM UPY, penilai atau reviewer, dan lembaga penyandang dana.
Baca lebih lanjut

48 Baca lebih lajut

PTPN X

PTPN X

Kebijakan dan pedoman manajemen risiko secara berkesinambungan perlu dikembangkan serta disempurnakan seiring dengan perubahan lingkungan bisnis perusahaan yang menuntut terjadinya perubahan pengelolaan risiko. Sebagai bentuk komitmen terhadap penerapan prinsip manajemen risiko, manajemen terlibat aktif dalam upaya penyempurnaan berkesinambungan antara lain melalui kegiatan:

6 Baca lebih lajut

PEDOMAN ISI Surakarta 2018 Sarjana

PEDOMAN ISI Surakarta 2018 Sarjana

Direktorat Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan menyempurnakan pedoman atau aturan penyelenggaraan untuk meningkatkan kualitas Pilmapres. Tahun ini Pilmapres mengangkat tema “Sustainable Development Goals” yang diselenggarakan dalam dua kategori pemilihan, yaitu Pilmapres Program Sarjana dan Pilmapres Program Diploma. Perbedaan penyelenggaraan antara kedua kategori tersebut terutama terletak pada prosedur, kriteria, dan metode penilaian.

30 Baca lebih lajut

PEDOMAN 5 KEBIJAKAN INVESTASI

PEDOMAN 5 KEBIJAKAN INVESTASI

Pedoman/Kebijakan Investasi yang baik yang diterapkan secara konsisten juga akan memberikan batasan yang jelas tentang kemampuan serta kelebihan dan kekurangan masing-masing pihak, sehingga Dana Pensiun akan dapat dikelola secara profesional, tanpa adanya benturan dan pertentangan kepentingan serta pengaruh/tekanan dari pihak manapun juga, baik internal maupun eksternal. Pada sisi yang lain, pengelolaan kegiatan Investasi yang baik dan aman serta memberikan hasil yang baik hanya akan dapat dilaksanakan, apabila masing- masing pihak yang berkaitan dengan kegiatan tersebut dapat melaksanakan kegiatannya dengan kemandirian yang selalu terjaga.
Baca lebih lanjut

60 Baca lebih lajut

pedoman kebijakan pengendalian gratifikasi

pedoman kebijakan pengendalian gratifikasi

Dewan Komisaris dan Direksi PT Jasa Raharja (Persero), dengan ini menyatakan bahwa dalam menjalankan tugas, fungsi dan wewenang masing-masing senantiasa menerapkan Pedoman Good Corporate Governance (GCG Code), Pola Hubungan Kerja Dewan Komisaris dan Direksi (Board Manual), Pedoman Perilaku (Code of Conduct), Pedoman Pengendalian Gratifikasi, Pedoman Kepatuhan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dan Pedoman Sistem Pelaporan Pelanggaran (whistleblowing system) serta pedoman lainnya yang terkait dengan penerapan Good Corporate Governance.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

pedoman kebijakan pengendalian informasi

pedoman kebijakan pengendalian informasi

Dewan Komisaris dan Direksi PT Jasa Raharja (Persero), dengan ini menyatakan bahwa dalam menjalankan tugas, fungsi dan wewenang masing-masing senantiasa menerapkan Pedoman Good Corporate Governance (GCG Code), Pola Hubungan Kerja Dewan Komisaris dan Direksi (Board Manual), Pedoman Perilaku (Code of Conduct), Pedoman Pengendalian Gratifikasi, Pedoman Kepatuhan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dan Pedoman Sistem Pelaporan Pelanggaran (whistleblowing system) serta pedoman lainnya yang terkait dengan penerapan Good Corporate Governance.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...