Jahe merah (Zingiber officinale Roxb)

Top PDF Jahe merah (Zingiber officinale Roxb):

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - Efek Analgesik Ekstrak Jahe Merah (Zingiber officinalle roscoe) Terhadap Inflamasi Pulpa pada Gigi Kelinci (Oryctolagus cuniculus) (Penelitian in vivo)

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - Efek Analgesik Ekstrak Jahe Merah (Zingiber officinalle roscoe) Terhadap Inflamasi Pulpa pada Gigi Kelinci (Oryctolagus cuniculus) (Penelitian in vivo)

Jahe merah memiliki efek antibakteri. Menurut penelitian Basma et al (2014), jahe merah mempunyai aktivitas sebagai antibakteri pada bakteri Enterococcus faecalis dengan konsentrasi 2 g dalam 10 ml etanol 95% menunjukkan bahwa ekstrak jahe merah menghasilkan koloni bakteri yang lebih sedikit yaitu 2,9 koloni dibanding ekstrak bawang putih 8,4 koloni dan kloroheksidin 2%, 28,9 koloni. 13 Menurut penelitian Supreetha et al (2011), jahe merah pada konsentrasi 1 g, 2 g, 4 g yang dilarutkan dalam etanol 99,9% menunjukkan bahwa konsentrasi 2 g lebih efektif dibanding 1 g dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans. 14
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Kata kunci: Jahe merah (Zingiber officinale), Jamur endofit, Isolasi

Kata kunci: Jahe merah (Zingiber officinale), Jamur endofit, Isolasi

Jahe memiliki efek farmakologis yang berkhasiat sebagai obat dan mampu memperkuat khasiat obat yang dicampurkannya. Dari ketiga jenis jahe yang ada, jahe merah yang lebih banyak digunakan sebagai obat, karena kandungan minyak atsiri dan oleoresinnya paling tinggi dibandingkan dengan jenis jahe yang lain (Lantera, 2005). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan aktif jahe (gingerol) mampu menghambat pertumbuhan bakteri (Katno, 2008).

Baca lebih lajut

Judul Efek Analgesik Ekstrak Jahe Merah (Zingiber officinale roscoe ) Terhadap Inflamasi Pulpa pada Gigi Kelinci (Oryctolagus cniculus) (Penelitian In Vivo)

Judul Efek Analgesik Ekstrak Jahe Merah (Zingiber officinale roscoe ) Terhadap Inflamasi Pulpa pada Gigi Kelinci (Oryctolagus cniculus) (Penelitian In Vivo)

2. Untuk melihat efek analgesik ekstrak jahe merah (Zingiber officinale roscoe) pada konsentrasi 1% dan 2% dibanding dengan eugenol yang sering dipakai sebagai pereda nyeri pada gigi-gigi yang mengalami inflamasi pulpa pada hari pertama dan ketiga?

Baca lebih lajut

AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK ETANOL JAHE MERAH (Zingiber officinale Roscoe var rubrum) TERHADAP Staphylococcus aureus, Escherichia coli, DAN Candida albicans  Aktivitas Antimikroba Ekstrak Etanol Jahe Merah (Zingiber officinale Roscoe var rubrum) Terhada

AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK ETANOL JAHE MERAH (Zingiber officinale Roscoe var rubrum) TERHADAP Staphylococcus aureus, Escherichia coli, DAN Candida albicans Aktivitas Antimikroba Ekstrak Etanol Jahe Merah (Zingiber officinale Roscoe var rubrum) Terhada

Ekstrak etanol rimpang jahe merah diuji aktivitas antimikroba menggunakan metode dilusi padat. Seri konsentrasi uji yang digunakan untuk Staphylococcus aureus dan Candida albicans adalah 2%; 3%; 4%; 5%; dan 6% sedangkan untuk Escherichia coli1%; 2%; 3%; 4%; dan 5%. Analisis kandungan senyawa ekstrak etanol jahe merah dilakukan dengan uji tabung dan Kromatografi Lapis Tipis dengan fase gerak heksan: dietil eter (4:6) v/v dan fase diam Silika gel GF.

Baca lebih lajut

Respon pemberian jahe merah (zingiber officinale var rubra) dengan berbagai pengolahan pada ayam broiler yang terinfeksi eimeria tenella

Respon pemberian jahe merah (zingiber officinale var rubra) dengan berbagai pengolahan pada ayam broiler yang terinfeksi eimeria tenella

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan yang diberikan jahe merah berpengaruh nyata (P<0,05) dalam menurunkan produksi ookista pada ayam pedaging yang terinfeksi Eimeria tenella. Jahe merah yang diekstraksi menggunakan ethanol lebih baik dibandingkan dengan jahe merah yang diekstraksi menggunakan air atau dalam bentuk serbuk. Penggunaan jahe merah menunjukkan persentase heterofil dan eosinofil mendekati normal jika dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Penilaian skor lesi sekum tidak berbeda nyata (P>0,05) diantara semua perlakuan. Perlakuan menunjukkan bahwa perlakuan jahe merah lebih baik dari pada koksidiostat dan kontrol positif.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Efek antifungi decocta rimpang jahe merah (zingiber officinale) terhadap pertumbuhan candida albicans secara in vitro

Efek antifungi decocta rimpang jahe merah (zingiber officinale) terhadap pertumbuhan candida albicans secara in vitro

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan subjek penelitian biakan Candida albicans pada Sabouroud Dextrose Agar. Sebanyak 10 cawan petri dalam 6 kelompok perlakuan. Setiap cawan petri dibuat 3 sumuran. Pada 5 cawan petri pertama diberi akuades sebagai kontrol negatif, flukonazol dan decocta rimpang jahe merah konsentrasi 25%. Pada 5 cawan petri sisanya diberi decocta rimpang jahe merah konsentrasi 12,5%; 50%; dan 100%. Seluruh cawan petri dimasukkan ke dalam inkubator selama 24 jam pada suhu 37 o C. Data berupa diameter zona hambat pertumbuhan yang diuji ANOVA satu arah kemudian dilanjutkan dengan uji Tukey HSD menggunakan program Statistical Product and Service Solution (SPSS) 16,0 for Windows.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

FORMULASI TABLET EFFERVESCENT EKSTRAK JAHE MERAH (Zingiber officinale Rosc) DENGAN KOMBINASI ASAM MALAT DAN ASAM TARTRAT SEBAGAI SUMBER ASAM DAN NATRIUM BIKARBONAT SEBAGAI SUMBER BASA.

FORMULASI TABLET EFFERVESCENT EKSTRAK JAHE MERAH (Zingiber officinale Rosc) DENGAN KOMBINASI ASAM MALAT DAN ASAM TARTRAT SEBAGAI SUMBER ASAM DAN NATRIUM BIKARBONAT SEBAGAI SUMBER BASA.

Obat tradisional sebagai sarana perawatan kesehatan, memperkuat daya tahan tubuh dan untuk menanggulangi berbagai macam penyakit sudah berakar kuat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Salah satu contoh tanaman obat yang bisa dimanfaatkan yaitu rimpang jahe merah (Zingiber officinale Rosc). Rimpang jahe merah ini memiliki aroma yang tajam serta rasanya yang sangat pedas karena kandungan oleoresin (gingerol, shogaol) yang sangat tinggi. Jahe merah berkhasiat sebagai obat antiemetik (Arifin, 2007). Jahe merah mempunyai aksi antimual dan antimuntah karena efek antihistamin dan antikolinergik.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pemanfaatan Pati Jahe Merah (Zingiber Officinale Var Rubrum) sebagai Modifikasi Tepung Terigu dalam Pembuatan Kue Bawang dan Analisis Gizinya serta Daya Terimanya oleh Masyarakat

Pemanfaatan Pati Jahe Merah (Zingiber Officinale Var Rubrum) sebagai Modifikasi Tepung Terigu dalam Pembuatan Kue Bawang dan Analisis Gizinya serta Daya Terimanya oleh Masyarakat

Kue bawang pati jahe merah ini disarankan dapat dijadikan makanan camilan atau variasi makanan jajanan pada keluarga, anak sekolah, dan remaja. Selain itu dapat juga dikonsumsi oleh ibu hamil dan orang yang sering mengalami mabuk perjalanan untuk mengurangi rasa mual.

Baca lebih lajut

PENDAHULUAN   Pemanfaatan Biji Kecipir (Psophocarpus Tetragonolobus ) Sebagai Bahan Dasar Pembuatan Susu Dengan Penambahan Ekstrak Jahe Merah ( Zingiber Officinale) Dan Kayu Manis (Cinnamomum Burmanni).

PENDAHULUAN Pemanfaatan Biji Kecipir (Psophocarpus Tetragonolobus ) Sebagai Bahan Dasar Pembuatan Susu Dengan Penambahan Ekstrak Jahe Merah ( Zingiber Officinale) Dan Kayu Manis (Cinnamomum Burmanni).

Dalam penelitian ini akan mencoba inovasi baru dengan melakukan penambahan ekstrak jahe merah (Zingiber officinale) untuk penambah rasa dan kayu manis (Cinnamomum burmanni) untuk aroma penghilang bau langu. Memilih menggunakan jahe merah karena jahe merah (Zingiber officinale) memiliki rasa yang khas. Rasa hangat dari jahe mengandung gingerol, zingeron, shogaol tannin (Fuhrman et.al., 2000).

Baca lebih lajut

PENGARUH KOMBINASI NISIN DENGAN MINYAK ATSIRI JAHE MERAH (Zingiber officinale var. rubrum), JAHE EMPRIT (Zingiber officinale var. roscoe) DAN JAHE GAJAH (Zingiber officinale var. officinale) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN MIKROBIA PEMBUSUK DAN PATOGEN - UNS

PENGARUH KOMBINASI NISIN DENGAN MINYAK ATSIRI JAHE MERAH (Zingiber officinale var. rubrum), JAHE EMPRIT (Zingiber officinale var. roscoe) DAN JAHE GAJAH (Zingiber officinale var. officinale) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN MIKROBIA PEMBUSUK DAN PATOGEN - UNS

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, atas kehendak dan karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “ Pengaruh Kombinasi Nisin dengan Minyak Atsiri Jahe Merah (Zingiber officinale var. rubrum), Jahe Emprit (Zingiber officinale var. roscoe) dan Jahe Gajah (Zingiber officinale var. officinale) Dalam Menghambat Pertumbuhan Mikrobia Pembusuk dan Patogen ” . Penulisan skripsi ini merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh mahasiswa untuk mencapai gelar Sarjana Strata Satu (S-1) pada Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

UJI ANTI BAKTERI EKSTRAK OLEORESIN JAHE MERAH (Zingiber officinale var.rubrub) TERHADAP BAKTERI Streptococcus pyogenes | Awanis | Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan 8027 26379 1 PB

UJI ANTI BAKTERI EKSTRAK OLEORESIN JAHE MERAH (Zingiber officinale var.rubrub) TERHADAP BAKTERI Streptococcus pyogenes | Awanis | Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan 8027 26379 1 PB

Latar Belakang : Pengobatan tradisional secara turun temurun telah banyak digunakan. Salah satu tanaman yang bisa berkhasiat sebagai obat adalah jahe merah (Zingiber Officinale var.rubrum). kandungan kimia dari jahe merah yaitu gingerol dan shogaol yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri seperti Streptococcus pyogenes yang merupakan flora normal pada saluran pernafasan. Infeksi dapat terjadi ketika pertahanan tuuh terganggu atau ketika organisme mampu menembus pertahanan konstitutif.

Baca lebih lajut

Efek Kombinasi Minyak Atsiri Bangle (Zingiber purpureum Roxb.) dan Jahe Merah (Zingiber officinale var rubrum) sebagai Antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli

Efek Kombinasi Minyak Atsiri Bangle (Zingiber purpureum Roxb.) dan Jahe Merah (Zingiber officinale var rubrum) sebagai Antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli

Serbuk rimpang bangle dan jahe merah masing-masing diperoleh dari simplisia kering bangle dan jahe merah yang dihaluskan dan ditempatkan pada plate tetes kemudian diamati perubahan warna setelah ditetesi reagen-reagen. Hasil identifikasi bangle dan jahe merah menunjukkan bahwa serbuk simplisia yang diberi reagen untuk bangle dan jahe merah menunjukkan warna yang sesuai dengan standar pada Materia Medika Indonesia (Depkes RI, 1987) dan Materia Medika Indonesia (Depkes RI, 1986). Reagen yang ditambahkan pada serbuk simplisia rimpang bangle dan jahe merah tidak digunakan untuk mengetahui kandungan senyawa yang terdapat pada simplisia, namun merupakan reagen umum yang digunakan untuk menunjukkan monografi dari masing-masing simplisia. Berdasarkan hasil identifikasi tersebut dapat disimpulkan bahwa simplisia yang digunakan dalam penelitian merupakan simplisia rimpang bangle dan jahe merah. Tahapan selanjutnya adalah dilakukan destilasi minyak atsiri dari simplisia rimpang bangle dan jahe merah.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

AKTIVITAS SITOTOKSIK EKSTRAK ETANOL RIMPANG JAHE (Zingiber officinale Roscoe) DAN JAHE MERAH (Zingiber  AKTIVITAS SITOTOKSIK EKSTRAK ETANOL RIMPANG JAHE (Zingiber officinale Roscoe) DAN JAHE MERAH (Zingiber officinale Roscoe var. rubrum) TERHADAP SEL KANK

AKTIVITAS SITOTOKSIK EKSTRAK ETANOL RIMPANG JAHE (Zingiber officinale Roscoe) DAN JAHE MERAH (Zingiber AKTIVITAS SITOTOKSIK EKSTRAK ETANOL RIMPANG JAHE (Zingiber officinale Roscoe) DAN JAHE MERAH (Zingiber officinale Roscoe var. rubrum) TERHADAP SEL KANK

Rimpang Jahe ( Zingiber officinale Rosc.) dan jahe merah ( Zigiber officinale Rosc. Var. Rubrum ) telah terbukti mempunyai aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antikarsinogenik, antimutagenik, dan antikanker. Rimpang jahe dan jahe merah memiliki kemiripan kandungan kimia antara lain zingiberen, kurkumen, shogaol, gingerol, gingerdion, dan betapellandren. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas sitotoksik ekstrak etanol rimpang jahe dan jahe merah terhadap sel kanker payudara T47D dan mengetahui kandungan kimia yang terkandung di dalamnya.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENGARUH INFUSA JAHE MERAH (Zingiber officinalevar.Amarum) TERHADAP KADAR LUTEINIZING HORMONE (LH) DAN HORMON TESTOSTERON TIKUS WISTAR JANTAN (Rattus norvegicus) - Unissula Repository

PENGARUH INFUSA JAHE MERAH (Zingiber officinalevar.Amarum) TERHADAP KADAR LUTEINIZING HORMONE (LH) DAN HORMON TESTOSTERON TIKUS WISTAR JANTAN (Rattus norvegicus) - Unissula Repository

8. Fitriana R, Sutyarso, Susantiningsih T. 2014. Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Jahe Merah (Zingiber Officinale Roxb var Rubrum) terhadap Motilitas dan Morfologi Spermatozoa Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Jantan Strain Sprague Dawley yang Dipapar Asap Rokok. Jurnal kedokteran universitas lampung. Juke.kedokteran.unila.ac.id Fitriana R, Sutyarso, Susantiningsih T. 2014. Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Jahe Merah (Zingiber Officinale Roxb var Rubrum) terhadap Motilitas dan Morfologi Spermatozoa Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Jantan Strain Sprague Dawley yang Dipapar Asap Rokok. Jurnal kedokteran universitas lampung. Juke.kedokteran.unila.ac.id
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PEMANFAATAN BIJI KECIPIR (Psophocarpus tetragonolobus ) SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBUATAN SUSU DENGAN PENAMBAHAN  Pemanfaatan Biji Kecipir (Psophocarpus Tetragonolobus ) Sebagai Bahan Dasar Pembuatan Susu Dengan Penambahan Ekstrak Jahe Merah ( Zingiber Offici

PEMANFAATAN BIJI KECIPIR (Psophocarpus tetragonolobus ) SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBUATAN SUSU DENGAN PENAMBAHAN Pemanfaatan Biji Kecipir (Psophocarpus Tetragonolobus ) Sebagai Bahan Dasar Pembuatan Susu Dengan Penambahan Ekstrak Jahe Merah ( Zingiber Offici

Puji Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik serta hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyesaikan penyusunan skripsi yang berjudul “ PEMANFAATAN BIJI KECIPIR (Psophocarpus tetragonolobus ) SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBUATAN SUSU DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK JAHE MERAH ( Zingiber officinale) DAN KAYU MANIS (Cinnamomum burmanni) ”.

Baca lebih lajut

Aromaterapi Kombinasi Minyak Kulit Batang Kayu Manis (Cinnamomum burmanni Nees ex BI) dan Minyak Rimpang Jahe Merah (Zingiber officinale Roxb. var. Rubrum) (1:1) terhadap Peningkatan Libido Mencit (Mus Musculus) - Ubaya Repository

Aromaterapi Kombinasi Minyak Kulit Batang Kayu Manis (Cinnamomum burmanni Nees ex BI) dan Minyak Rimpang Jahe Merah (Zingiber officinale Roxb. var. Rubrum) (1:1) terhadap Peningkatan Libido Mencit (Mus Musculus) - Ubaya Repository

Telah dilakukan penelitian terhadap kombinasi aromaterapi kayu manis (Cinnamomum burmanni Nees ex BI ) dan jahe merah (Zingiber officinale Roxb. Var.Rubrum) dengan perbandingan 1:1 sebagai peningkat libido. Parameter uji yang diamati adalah pendekatan (Introduction), menunggang (Climbing), kawin (Coitus). Pengamatan dilakukan setiap hari selama 12 hari, dalam waktu 15 menit secara inhalasi dengan menggunakan alat LIBIDOMETER AROMATERAPI. Análisis statistik yang digunakan adalah t-Test: Two-Sample Assuming Equal Variances, untuk mengetahui signifikasi perbedaan efek karena faktor perlakuan dengan membandingkan rata-rata daerah dibawah kurva (DDK). Dari hasil analisis terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol dan kelompok uji, dimana libido kelompok uji lebih besar dibandingkan dengan kelompok kontrol. Dengan demikian, maka dapat disimpulkan bahwa kombinasi aromaterapi kayu manis (Cinnamomum burmanni Nees ex BI ) dan jahe merah (Zingiber officinale Roxb. Var.Rubrum) dengan perbandingan 1:1 dapat meningkatkan libido mencit jantan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengaruh Ekstrak Etanol Rimpang Jahe Merah (Zingiberis Rhizoma) Terhadap Perilaku Seksual Mencit Jantan Galur Swiss-Webster.

Pengaruh Ekstrak Etanol Rimpang Jahe Merah (Zingiberis Rhizoma) Terhadap Perilaku Seksual Mencit Jantan Galur Swiss-Webster.

Tanaman obat yang berefek afrodisiak adalah tanaman yang dapat meningkatkan dan merangsang aktivitas seksual, salah satunya adalah jahe merah (Zingiber officinale). Tanaman ini berasal dari Asia Selatan (India) dan RRC, kini ditemukan di wilayah tropis dan subtropis, contohnya di Indonesia. Menurut daftar prioritas WHO, jahe merupakan tanaman obat-obatan yang paling banyak dipakai di dunia (Asiamaya, 2007).

Baca lebih lajut

Derajat Ploidi Jahe Merah (Zingiber officinale Roxb. var. rubrum Rosc.) Hasil Induksi Dengan Kolkisin

Derajat Ploidi Jahe Merah (Zingiber officinale Roxb. var. rubrum Rosc.) Hasil Induksi Dengan Kolkisin

Jahe merah (Zingiber officinale Roxb. var. rubrum Rosc.) merupakan salah satu tanaman jenis temu-temuan yang banyak digunakan sebagai bumbu masakan, bahan obat tradisional, manisan, minuman penyegar, dan sebagai bahan komoditas ekspor non migas. Rimpang pada jahe memiliki manfaat untuk kesehatan kesegaran, dan campuran untuk membuat masakan. Rasa pedas yang ditimbulkan pada jahe disebabkan adanya senyawa keton ‘gingerol’. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan tanaman poliploid pada jahe merah dengan mengamati perubahan karakter fenotip pada daun, batang dan rimpang hasil induksi kolkisin. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan dua faktor yaitu konsentrasi kolkisin (0,05%, 0,1% and 0,2%) dan waktu perendaman (6, 12 dan 24 jam). Derajat ploidi diamati menggunakan teknik flow cytometry untuk mengamati perubahan kromosom dan derajat ploidi. Hasil pengamatan dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) dan pengolahan data secara statistik dilakukan dengan menggunakan uji F pada taraf α = 5%. Jika menunjukkan perbedaan nyata dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa derajat ploidi jahe merah hasil induksi kolkisin terlihat pada perlakuan K1W2 (konsentrasi 0,05% lama perendaman 12 jam) dengan peningkatan ploidi dari diploid (2n) menjadi mixoploid (2n=2x+4x).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Optimasi natrium sitrat dan asam fumarat sebagai sumber asam dalam pembuatan tablet effervesen ekstrak rimpang jahe merah (zingiber officinale roxb. var rubrum) secara granulasi basah - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Optimasi natrium sitrat dan asam fumarat sebagai sumber asam dalam pembuatan tablet effervesen ekstrak rimpang jahe merah (zingiber officinale roxb. var rubrum) secara granulasi basah - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Red ginger is often used by people as a medicine to cure various kinds of diseases. This study aims to determine the effect of sodium citrate and fumaric acid as a source of acid in the tablet formula effervescent red ginger rhizome extract (Zingiber officinale Roxb. var Rubrum) and obtain the optimum composition of the formula that has the physical properties of tablet effervescent red ginger rhizome extract (Zingiber officinale Roxb. var Rubrum) that meet the requirements. Optimization techniques used in research is a method of factorial design with two factors and two levels of sodium citrate and fumaric acid with low levels of 80 mg, and high levels of 120 mg. Responses were observed to obtain optimum formula is hardness, friability, and the soluble tablet (effervescent time). The result is the concentration of sodium citrate and fumaric acid did not significantly affect tablet hardness effervescent. Meanwhile, the concentration of sodium citrate and fumaric acid concentration significantly influences the friability and time effervescent soluble tablets. However, the interaction between sodium citrate and fumaric acid did not significantly affect the hardness, friability, and the soluble tablet effervescent red giinger extract. Optimum formula tablets obtained effervescent namely sodium citrate 80 mg and 80 mg of fumaric acid with 6,529 kgf response tablet hardness, tablet friability 0,1354%, and tablet disintegration time of 5,98 minutes.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Kandungan gingerol dan shogaol, intensitas kepedasan dan penerimaan panelis terhadap oleoresin jahe gajah (Zingiber officinale var. Roscoe), Jahe Emprit (Zingiber officinale var. Amarum), dan Jahe Merah (Zingiber officinale var. Rubrum)

Kandungan gingerol dan shogaol, intensitas kepedasan dan penerimaan panelis terhadap oleoresin jahe gajah (Zingiber officinale var. Roscoe), Jahe Emprit (Zingiber officinale var. Amarum), dan Jahe Merah (Zingiber officinale var. Rubrum)

Ginger is one of traditional herb which is used widely in Indonesia. There are three main species of gingers in Indonesia i.e. “gajah” ginger, “emprit” ginger, and “merah” ginger. It is known that ginger contains bioactive components which also contribute to its flavor. Some of these bioactive components such as gingerol, shogaol, zingerone, and their derivatives are phenolic components which known as pungent properties of ginger. Homologs of gingerol, (6)-, (8)-, (10)- gingerol; and (6)-shogaol o n “gajah”, “emprit”, and “merah” ginger was observed on this study along with sensory test (pungency intensity and hedonic test). The determination of (6)-, (8)-, (10)- gingerol and (6)-shogaol in dried ginger was measured by liquid chromatography with photodiode array detection (LC-PDA). The levels of (6)-, (8)-, (10)-gingerol and (6)-shogaol in the “gajah” ginger were 9.56 mg/g, 1.49 mg/g, 2.96 mg/g, and 0.92 mg/g, respectively; in the “emprit” ginger were 22.57 mg/g, 4.73 mg/g, 6.68 mg/g, and 2.24 mg/g, respectively; and in the “merah” ginger were 18.03 mg/g, 4.09 mg/g, 4.61 mg/g, and 1.36 mg/g, respectively. The levels of gingerols and shogaol found in “emprit” ginger were the highest compared to “gajah” and “merah” ginger. The pungency intensity of ginger oleoresin towards 30 panelists for “gajah”, “emprit”, and “merah” ginger, using 15 cm unstructured-line scale, was 2.25, 5.93, and 7.99, respectively. The result of hedonic test on the taste, aroma, and overall attributes of ginger oleoresin towards 78 panelists for “gajah” ginger using 7-category scales, were 4.14, 4.31, and 4.04, respectively; for “emprit” ginger were 4.26, 5.04, and 4.38, respectively; and for “merah” ginger were 4.42, 5.12, and 4.55, respectively . There was no significant difference of taste and overall acceptance among the three species. However, the aroma acceptance of “gajah” was significantly lower than “emprit” and “merah” ginger.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 8767 documents...