Jahe merah (Zingiber officinale Roxb)

Top PDF Jahe merah (Zingiber officinale Roxb):

Efek Analgesik Ekstrak Rimpang Jahe Merah (Zingiber officinale Roxb. Var. Rubrum) pada Mencit Putih jantan dengan metode Pododolorimetri - Ubaya Repository

Efek Analgesik Ekstrak Rimpang Jahe Merah (Zingiber officinale Roxb. Var. Rubrum) pada Mencit Putih jantan dengan metode Pododolorimetri - Ubaya Repository

Telah dilakukan penelitian uji efek analgesik ekstrak rimpang jahe merah (Zingiber Officinale Roxb. Var. Rubrum) dan sebagai hewan coba digunakan mencit putih jantan (Mus muculus) yang diinduksi dengan pemberian stimulus elektrik pada bagian telapak kaki mencit. Pada penelitian ini digunakan 45 ekor mencit putih jantan yang dibagi menjadi tiga kelompok masing-masing 15 ekor untuk kelompok uji, 15 ekor untuk kelompok pembanding dan 15 ekor untuk kelompok kontrol. Untuk kelompok uji diberi ekstrak rimpang jahe merah (yang diperoleh dari penyeduhan serbuk rimpang jahe merah dengan dosis 52 mg/kg), kelompok pembanding diberi larutan asetosal dengan dosis 80mg/kg dan kelompok kontrol diberi aquadem 20 ml/kg dimana setiap kelompok diberikan secara oral. Parameter yang diamati berupa lamanya waktu (detik) tangisan atau jeritan yang dikeluarkan oleh mencit putih jantan selama diberi tegangan listrik 15 volt setiap 10 menit sebagai respon nyeri dari akibat stimulus nyeri yang diberikan oleh alat pododolorimeter. Berdasarkan analisis data secara statistik disimpulkan pada kelompok uji memiliki hasil yang berbeda bermakna dengan kelompok kontrol dan kelompok uji juga memiliki hasil yang berbeda bermakna dengan kelompok pembanding. Jadi dapat disimpulkan bahwa ekstrak rimpang jahe merah (Zingiber officinale Roxb. Var. Rubrum) mempunyai efek analgesik namun tidak sebaik asetosal (sebagai pembanding).
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

PEMANFAATAN KULIT BUAH SEMANGKA SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBUATAN TEH DENGAN PENAMBAHAN JAHE MERAH DAN  Pemanfaatan Kulit Buah Semangka Sebagai Bahan Dasar Pembuatan Teh Dengan Penambahan Jahe Merah Dan Cengkeh Sebagai Aroma Alami.

PEMANFAATAN KULIT BUAH SEMANGKA SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBUATAN TEH DENGAN PENAMBAHAN JAHE MERAH DAN Pemanfaatan Kulit Buah Semangka Sebagai Bahan Dasar Pembuatan Teh Dengan Penambahan Jahe Merah Dan Cengkeh Sebagai Aroma Alami.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Kombinasi jahe merah dan cengkeh berpengaruh terhadap hasil uji organoleptik dan yang paling banyak disukai panelis adalah teh kulit buah semangka dengan kombinasi jahe merah 13% dan cengkeh 0,5%.

12 Baca lebih lajut

Penghambatan Enzim Siklooksigenase-2 oleh campuran nanopartikel ekstrak Suruhan (Peperomia pellucida) dan Jahe Merah (Zingiber officinale)

Penghambatan Enzim Siklooksigenase-2 oleh campuran nanopartikel ekstrak Suruhan (Peperomia pellucida) dan Jahe Merah (Zingiber officinale)

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah subhanahu wa ta’ala atas segala karunia-Nya sehingga karya ilmiah ini berhasil diselesaikan. Judul penelitian yang dilaksanakan sejak bulan Maret 2014 ini adalah Penghambatan Enzim Siklooksigenase-2 oleh Campuran Nanopartikel Ekstrak Suruhan (Peperomia pellucida) dan Jahe Merah (Zingiber officinale). Penelitian ini merupakan bagian dari Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian (PKMP) dengan judul Nation: Lotion Antiinflamasi Kombinasi Ekstrak Suruhan (Peperomia pellucida) dan Jahe Merah (Zingiber officinale) yang diselenggarakan oleh Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (DIKTI) tahun 2014. Hal ini diperlukan untuk menentukan konsentrasi nanopartikel campuran yang memiliki daya hambat terbaik terhadap COX-2 untuk dibuat sediaan losion dan diuji daya antiinflamasinya secara in vivo.
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

INKORPORASI MINYAK ATSIRI JAHE MERAH DAN LENGKUAS MERAH PADA EDIBLE FILM TAPIOKA.

INKORPORASI MINYAK ATSIRI JAHE MERAH DAN LENGKUAS MERAH PADA EDIBLE FILM TAPIOKA.

Penyediaan pangan yang alami, aman, dan berkualitas menjadi tantangan yang besar bagi paktisi di bidang pangan. Salah satu alternatif solusinya adalah dengan mengurangi penggunaan bahan kimia dalam formulasi pangan dan menggantikannya dengan bahan alami. Penggunaan bahan tambahan pangan alami yang bersumber dari produk tanaman yang mempunyai manfaat fungsional semakin dikembangkan antara lain rempah-rempah. Rempah-rempah yang lazim dan banyak terdapat di Indonesia adalah family Zingiberaceae atau suku temu-temuan seperti jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum), dan lengkuas merah (Alpinia purpurata).
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Efek Kombinasi Ekstrak Jahe Merah (Zingiber officinale Rosc. Var. Rubrum) dan Ekstrak Patikan Kebo (Euphorbia hirta L.) terhadap Aktivitas Motorik dan Volume Eksudat pada Tikus Putih Jantan Rematik - Ubaya Repository

Efek Kombinasi Ekstrak Jahe Merah (Zingiber officinale Rosc. Var. Rubrum) dan Ekstrak Patikan Kebo (Euphorbia hirta L.) terhadap Aktivitas Motorik dan Volume Eksudat pada Tikus Putih Jantan Rematik - Ubaya Repository

Berdasarkan data aktivitas motorik dan volume eksudat terdapat perbedaan bermakna antara kelompok uji II dan pembanding dengan kelompok uji I dan kontrol. Kelompok uji II memberikan efek yang lebih cepat dibandingkan dengan kelompok uji I, selanjutnya kelompok uji II memiliki hasil yang tidak berbeda bermakna dengan kelompok pembanding. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian kombinasi dengan dosis penuh memberikan efek pada tikus rematik dalam waktu singkat, efek kombinasi jahe merah dan patikan kebo dengan dosis penuh sebaik asetosal serta kombinasi jahe merah dan patikan kebo menghasilkan efek yang lebih cepat daripada pemberian secara tunggal.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Pengaruh Nisbah Rimpang dengan Pelarut dan Lama Ekstraksi terhadap Mutu Oleoresin Jahe Merah (Zingiber officinale var. rubrum)

Pengaruh Nisbah Rimpang dengan Pelarut dan Lama Ekstraksi terhadap Mutu Oleoresin Jahe Merah (Zingiber officinale var. rubrum)

Sebelum dilakukan ektraksi, rimpang kering jahe merah digiling dengan menggunakan hammer mill dengan ukuran yaitu 20 mesh. Pada penelitian pendahuluan ini, proses ekstraksi menggunakan tiga jenis pelarut yaitu etanol, heksana dan aseton. Pertimbangan-pertimbangan untuk menentukan jenis pelarut yang akan digunakan bukan hanya dari segi rendemen oleoresin yang dihasilkan, tetapi juga dilihat dari sifat pelarut tersebut. Pelarut yang baik adalah pelarut yang tidak bersifat racun, tidak mudah terbakar dan tidak bersifat korosif terhadap peralatan ekstraksi. Pelarut yang digunakan sebaiknya mempunyai titik didih yang rendah agar mudah dalam recovery pelarut setelah ekstraksi dan tidak meninggalkan residu yang tinggi. Secara ekonomis, pelarut yang baik adalah pelarut yang harganya murah dan mudah didapatkannya.
Baca lebih lanjut

100 Baca lebih lajut

DETEKSI CENDAWAN KONTAMINAN PADA SISA BENIH JAHE MERAH DAN JAHE PUTIH KECIL

DETEKSI CENDAWAN KONTAMINAN PADA SISA BENIH JAHE MERAH DAN JAHE PUTIH KECIL

tanam langsung. Sedangkan pada penelitian terdahulu, meng-gunakan metode pengenceran dan tanam langsung mendapatkan jenis cendawan yang sama (Freire, 1999). Hasil yang berbeda ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya : kondisi sampel yang terlalu lembab (seperti halnya pada jahe merah), ketidak- tepatan pemilihan media, dan lain-lain. Dengan demikian, metode yang di- gunakan untuk penelitian selanjutnya perlu disempurnakan, supaya menda- patkan data yang lebih akurat.

6 Baca lebih lajut

Budidaya Tanaman Jahe Merah. docx

Budidaya Tanaman Jahe Merah. docx

Jahe merah (Z. officanale var. rubrum) mempunyai rimpang kecil berlapis, aroma sangat tajam, berwarna jingga muda sampai merah dengan diameter 4,20 – 4,26 cm, tinggi dan panjang rimpang 5,26 – 10,40 dan 12,33 – 12,60 cm, warna daun hijau muda, batang hijau kemerahan dengan kadar minyak atsiri 2,58 – 3,90%.

4 Baca lebih lajut

PENGARUH KOMBINASI NISIN DENGAN MINYAK ATSIRI JAHE MERAH (Zingiber officinale var. rubrum), JAHE EMPRIT (Zingiber officinale var. roscoe) DAN JAHE GAJAH (Zingiber officinale var. officinale) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN MIKROBIA PEMBUSUK DAN PATOGEN - UNS

PENGARUH KOMBINASI NISIN DENGAN MINYAK ATSIRI JAHE MERAH (Zingiber officinale var. rubrum), JAHE EMPRIT (Zingiber officinale var. roscoe) DAN JAHE GAJAH (Zingiber officinale var. officinale) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN MIKROBIA PEMBUSUK DAN PATOGEN - UNS

Hasil penelitian menunjukkan kombinasi nisin dengan minyak atsiri jahe merah memiliki efek sinergisme dalam menghambat pertumbuhan bakteri Bacillus cereus. Sedangkan kombinasi nisin dengan minyak atsiri jahe gajah memiliki efek sinergisme dalam menghambat pertumbuhan bakteri Bacillus cereus, Salmonella typhimurium dan kapang Aspergillus niger. Selain itu, kombinasi nisin dengan minyak atsiri jahe merah dan kombinasi nisin dengan minyak atsiri jahe gajah memiliki efek fungisidal terhadap kapang Aspergillus niger pada konsentrasi nisin 62,5 IU/ml dan minyak atsiri 1%. Adapun kombinasi nisin dengan minyak atsiri jahe merah, jahe emprit dan jahe gajah tidak memiliki efek bakterisidal terhadap bakteri Bacillus cereus, Salmonella typhimurium, Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Pseudomonas fluorescens
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Analisis Komponen Kimia Minyak Atsiri  Rimpang Jahe Merah (Zingiber officinale var.  amarum)  dengan GC-MS  dan Uji Antioksidan Menggunakan  Metode DPPH

Analisis Komponen Kimia Minyak Atsiri Rimpang Jahe Merah (Zingiber officinale var. amarum) dengan GC-MS dan Uji Antioksidan Menggunakan Metode DPPH

DPPH berfungsi sebagai senyawa radikal bebas stabil yang ditetapkan secara spektrofotometri melalui persen peredaman absorbansi. Peredaman warna ungu merah pada panjang gelombang (λ) 517 nm sebagai antiradikal bebas. Kereaktifan dari golongan senyawa-senyawa yang berfungsi sebagai antiradikal bebas ditentukan sebagian besar adanya gugus fungsi –OH (hidroksil) bebas dan ikatan rangkap karbon-karbon lain dari senyawa fenol (Shivaprasad, et al., 2005). Aktivitas minyak atsiri rimpang jahe merah sebagai antioksidan fenolik sangat ditentukan oleh struktur kimia, jumlah dan posisi gugus hidroksil serta metil pada cincin. Molekul tersubstitusi gugus hidroksil semakin banyak semakin kuat menangkap radikal bebas DPPH karena kemampuan mendonorkan atom hidrogen semakin besar (Yu Lin dkk., 2009).
Baca lebih lanjut

106 Baca lebih lajut

Pengaruh Minyak Atsiri Jahe Merah dan Lengkuas Merah pada Edible Coating Terhadap Kualitas Fillet Ikan Patin | Utami | Agritech 9535 17620 1 PB

Pengaruh Minyak Atsiri Jahe Merah dan Lengkuas Merah pada Edible Coating Terhadap Kualitas Fillet Ikan Patin | Utami | Agritech 9535 17620 1 PB

Nilai pH dengan berbagai konsentrasi minyak atsiri jahe merah ditunjukkan pada Gambar 4.a. Pada awal penyimpanan nilai pH fillet ikan patin pada konsentrasi 0%; 0,1% dan 1% adalah 5,95; 6,04 dan 6,41. Selama penyimpanan, nilai pH fillet ikan patin mengalami peningkatan secara signifikan (p<0,05) dengan kecepatan yang bervariasi. Peningkatan pH pada sampel perlakuan 1% lebih rendah (6,41 menjadi 6,77) dibandingkan sampel 0% (5,95 menjadi 6,68) (Gambar 4.a). Pada awal penyimpanan, nilai pH fillet ikan patin perlakuan minyak atsiri lengkuas merah juga tidak berbeda nyata akibat perlakuan konsentrasi yang diberikan (Gambar 4.b). Tetapi pada penyimpanan hari ke-6 nilai pH pada konsentrasi 0% sebesar 6,6 dan 0,1% sebesar 6,8 menunjukan nilai pH yang lebih tinggi dibandingkan konsentrasi 1% sebesar 6,5 (p<0,05) (Gambar 4.b). Peningkatan pH disebabkan oleh peningkatan produksi komponen basa volatile seperti ammonia, dan trimetilamin akibat aktivitas enzim internal ikan dan mikrobia (Chamarana dkk., 2012). Ghaly dkk., (2010) menyatakan bahwa sejumlah enzim protease ditemukan dalam daging ikan. Enzim protease terkait dengan dekomposisi protein menjadi ammonia (Mohan dkk., 2008). Katabolisme asam amino daging ikan oleh mikrobia juga menghasilkan akumulasi ammonia, dan trimetilamin (Goulas dan Kontominas, 2007). Bakteri Pseudomonas yang dilaporkan Noseda dkk. (2012) sebagai mikrobia pembusuk yang ditemukan dalam fillet ikan patin termasuk bakteri proteolitik yang mampu mendegradasi protein menjadi peptida dan asam amino serta mendegradasinya lebih lanjut menjadi indol, amina, asam, komponen sulfida dan ammonia (Fraser dan Sumar, 1998).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENERAPAN METODE EKSTRAKSI PELARUT DALAM PEMISAHAN MINYAK ATSIRI JAHE MERAH (Zingiber officinale Var.Rubrum)

PENERAPAN METODE EKSTRAKSI PELARUT DALAM PEMISAHAN MINYAK ATSIRI JAHE MERAH (Zingiber officinale Var.Rubrum)

(Winarsi, 2014). Analisis profil aroma minyak atsiri dengan KG-SM lebih tepat karena untuk menganalisis minyak diperlukan dua tahapan pemisahan komponen campuran dalam sampel yaitu melalui kromatografi gas (KG) sedangkan tahap selanjutnya yaitu analisis dengan spektrofotometer massa (SM) yang berfungsi untuk mendeteksi masing- masing molekul komponen yang dipisahkan pada sistem krometografi gas (Wulandari, 2010). Adapun hasil analisis GC-MS yang diperoleh pada minyak atsiri jahe merah dalam penelitian ini dapat ditunjukkan pada Gambar 2.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGARUH KONSENTRASI SARI JAHE MERAH (Zingiber  Pengaruh Konsentrasi Sari Jahe Merah (Zingiber Officinale Var. Rubrum) Dan Lama Penyimpanan Terhadap Jumlah Mikrobia Pada Susu Kedelai.

PENGARUH KONSENTRASI SARI JAHE MERAH (Zingiber Pengaruh Konsentrasi Sari Jahe Merah (Zingiber Officinale Var. Rubrum) Dan Lama Penyimpanan Terhadap Jumlah Mikrobia Pada Susu Kedelai.

Jumlah mikrobia pada konsentrasi 1,5%, 2,5% dan 3,5% lebih sedikit dibandingkan dengan 0%, karena disebabkan oleh adanya kandungan senyawa antimikrobia yang terdapat dalam sari jahe merah. Menurut, Theresia (2006), antimikrobia merupakan senyawa yang mampu menghambat dan membunuh mikrobia dalam konsentrasi tertentu. Jahe terbukti mempunyai aktifitas sebagai antimikrobia (Ma’ruf, 2011). Kandungan gingerol pada jahe merah sebagai senyawa antimikrobia mampu menghambat pertumbuhan bakteri (Rehman, 2011). Senyawa fenol sebagai kelompok utama bahan antimikrobia berfungsi mengkoagulasi protein bakteri sehingga bakteri akan mengalami kematian (Pelczar dan Chan, 2005).
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENGARUH KONSENTRASI SARI JAHE MERAH (Zingiber  Pengaruh Konsentrasi Sari Jahe Merah (Zingiber Officinale Var. Rubrum) Dan Lama Penyimpanan Terhadap Jumlah Mikrobia Pada Susu Kedelai.

PENGARUH KONSENTRASI SARI JAHE MERAH (Zingiber Pengaruh Konsentrasi Sari Jahe Merah (Zingiber Officinale Var. Rubrum) Dan Lama Penyimpanan Terhadap Jumlah Mikrobia Pada Susu Kedelai.

Tabel Halaman 1. Perbandingan Komposisi Zat Gizi Susu Kedelai dan Susu Sapi ... 8 2. Syarat Mutu susu Kedelai Menurut SNI No.06.8-7388-2009 ......... 13 3. Pengaruh Konsentrasi Sari Jahe Merah Terhadap Jumlah

17 Baca lebih lajut

AKTIVITAS SITOTOKSIK EKSTRAK ETANOL RIMPANG JAHE (Zingiber officinale Roscoe) DAN JAHE MERAH (Zingiber  AKTIVITAS SITOTOKSIK EKSTRAK ETANOL RIMPANG JAHE (Zingiber officinale Roscoe) DAN JAHE MERAH (Zingiber officinale Roscoe var. rubrum) TERHADAP SEL KANK

AKTIVITAS SITOTOKSIK EKSTRAK ETANOL RIMPANG JAHE (Zingiber officinale Roscoe) DAN JAHE MERAH (Zingiber AKTIVITAS SITOTOKSIK EKSTRAK ETANOL RIMPANG JAHE (Zingiber officinale Roscoe) DAN JAHE MERAH (Zingiber officinale Roscoe var. rubrum) TERHADAP SEL KANK

Tahapan penelitian meliputi identifikasi kandungan kimia ekstrak etanol rimpang jahe dan jahe merah menggunakan metode KLT dengan fase gerak heksan:dietil eter (4:6) dan dideteksi dengan sinar tampak, UV 254 dan 366 nm serta pereaksi semprot vanillin-H 2 SO 4 . Uji sitotoksik dilakukan dengan metode

16 Baca lebih lajut

Uji Karakteristik Masker Emulgel Peel-off Ekstrak Jahe Merah

Uji Karakteristik Masker Emulgel Peel-off Ekstrak Jahe Merah

Ada berbagai macam bentuk sediaan topikal seperti lotion, cream, gel, emulgel dan masker. Kelebihan gel yaitu dapat memberikan rasa dingin di kulit dengan adanya kandungan air yang cukup tinggi sehingga nyaman digunakan. Adanya sistem emulsi dalam bentuk sediaan emulgel, maka akan memberikan penetrasi tinggi di kulit. Bentuk sediaan masker peel-off dapat memberikan kenyamanan penggunaan kepada konsumen serta memberikan rileksasi saat digunakan. Berdasarkan latar belakang di atas, tujuan penelitian ini untuk memformulasikan ekstrak rimpang jahe merah dalam bentuk sediaan masker emulgel peel-off dan menguji aktivitas antijerawat terhadap bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Nation (nanopartikel lotion): lotion antiinflamasi kombinasi ekstrak suruhan (Peperomia pellucida) dan jahe merah (Zingiber officinale)

Nation (nanopartikel lotion): lotion antiinflamasi kombinasi ekstrak suruhan (Peperomia pellucida) dan jahe merah (Zingiber officinale)

3.3 Pembuatan nanopartikel ekstrak suruhan dan jahe merah (Mujib 2011) Ekstrak yang digunakan untuk pembuatan nanopartikel adalah ekstrak suruhan dan jahe merah. Masing-masing nanopartikel dibuat dengan mencampurkan fase lemak dengan fase berair kemudian dihomogenasi pada kecepatan tinggi untuk menghasilkan emulsi nanopartikel. Fase lemak yang terdiri atas 1 g asam palmitat dan 1 g ekstrak. Kemudian fase berair terdiri atas 0.5 g poloxamer dan aquabides 100 mL. Campuran ini kemudian dihomogenasi pada kecepatan 13500 rpm selama 5 menit. Selanjutnya campuran tersebut diultrasonikasi selama 1 jam secara bertahap sebanyak 25 mL. Nanopartikel campuran ekstrak akan dikrakterisasi ukuran partikelnya menggunakan PSA. 3.4 Uji Daya Hambat Ekstrak terhadap Aktivitas Siklooksigenase-2 (COX-2) (Cayman Chemical Catalog No. 560131)
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Show all 8767 documents...