Jumlah Produksi Perikanan Kelurahan Sibolga Ilir 2007-2011

Top PDF Jumlah Produksi Perikanan Kelurahan Sibolga Ilir 2007-2011:

FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENDAPATAN NELAYAN DI KELURAHAN SIBOLGA ILIR, KECAMATAN SIBOLGA UTARA, KOTA SIBOLGA.

FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENDAPATAN NELAYAN DI KELURAHAN SIBOLGA ILIR, KECAMATAN SIBOLGA UTARA, KOTA SIBOLGA.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam peningkatan kesejahteraan penduduk dapat dilakukan apabila pendapatan penduduk mengalami peningkatan yang cukup hingga mampu memenuhi kebutuhan dasar untuk kehidupannya. Sektor perikanan merupakan salah satu sasaran pemerintah dalam usaha meningkatkan ekspor non migas, penyediaan lapangan kerja, sumber devisa dan untuk gizi makanan. Sumber daya perikanan sebenarnya secara potensial dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahtraan nelayan, namun pada kenyataannya masih cukup banyak nelayan yang belum dapat meningkatkan hasil tangkapannya, sehingga tingkat pendapatan nelayan tidak meningkat.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

Strategi Pengelolaan Bagan Pancang Nelayan Secara Berkelanjutan Di Kelurahan Sibolga Ilir Kecamatan Sibolga Utara Kota Sibolga

Strategi Pengelolaan Bagan Pancang Nelayan Secara Berkelanjutan Di Kelurahan Sibolga Ilir Kecamatan Sibolga Utara Kota Sibolga

Melalui analisa data yang dilakukan, maka diperoleh hasil bahwa lembaga pengelola bagan pancang nelayan adalah Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Kota Sibolga, Administrator Pelabuhan Kota Sibolga dan Kelurahan Sibolga Ilir. Dimana konsep pengelolaan ketiga lembaga tersebut mempunyai bentuk pengelolaan bagan pancang tersendiri sesuai dengan kapasitas masing- masing. Konsep pengelolaan bagan pancang di Kelurahan Sibolga Ilir Kecamatan Sibolga Utara Kota Sibolga tidak berkelanjutan, yang disebabkan oleh belum ditetapkannya batas-batas dan zona yang aman terhadap pendirian bagan pancang nelayan, penggunaan bagan pancang nelayan secara berlebihan yang menimbulkan dampak tidak langsung terhadap struktur tropik dan dampak langsung terhadap habitat. Selain itu peningkatan jumlah bagan pancang setiap tahunnya secara langsung dapat mempengaruhi perubahan luas area dan kualitas penting perikanan. Bagan pancang yang sudah tidak digunakan kembali oleh nelayan dan dibiarkan begitu saja nantinya akan menjadi sebuah pencemaran terhadap wilayah perairan Kota Sibolga.
Baca lebih lanjut

201 Baca lebih lajut

KONSEP PENGELOLAAN BAGAN PANCANG NELAYAN SECARA BERKELANJUTAN DI KELURAHAN SIBOLGA ILIR KECAMATAN SIBOLGA UTARA KOTA SIBOLGA

KONSEP PENGELOLAAN BAGAN PANCANG NELAYAN SECARA BERKELANJUTAN DI KELURAHAN SIBOLGA ILIR KECAMATAN SIBOLGA UTARA KOTA SIBOLGA

Potensi laut di Sibolga belum dimanfaatkan secara optimal karena sarana dan prasarana yang mendukung kurang memadai, contohnya dalam pengiriman ikan ke luar negeri masih memanfaatkan jasa pelabuhan Dumai dan pelabuhan Belawan. Jika pelabuhan Sibolga sudah dikembangkan ke jalur Internasional maka pengiriman ikan keluar negeri tidak perlu memakai jalur pelabuhan Dumai dan Belawan. Dengan dibukanya pelabuhan Sibolga maka ada peluang lowongan kerja dan jasa tenaga kerja banyak dibutuhkan di kawasan pelabuhan serta menambah pendapatan daerah. Komoditi andalan yang menjadi primadona di Kota Sibolga adalah produksi perikanan laut yang cukup berlimpah. Tepatnya produksi ikan yang didaratkan di wilayah ini. Nelayan umumnya menangkap ikan di perairan Teluk Tapian Nauli, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Nias, Aceh Selatan, bahkan sampai perairan Sumatera Barat dan Bengkulu.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

KONSEP PENGELOLAAN BAGAN PANCANG NELAYAN SECARA BERKELANJUTAN DI KELURAHAN SIBOLGA ILIR KECAMATAN SIBOLGA UTARA KOTA SIBOLGA TESIS

KONSEP PENGELOLAAN BAGAN PANCANG NELAYAN SECARA BERKELANJUTAN DI KELURAHAN SIBOLGA ILIR KECAMATAN SIBOLGA UTARA KOTA SIBOLGA TESIS

Tesis ini berjudul “Konsep Pengelolaan Bagan Pancang Nelayan Di Kelurahan Sibolga Ilir Kecamatan Sibolga Utara Kota Sibolga”. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lembaga-lembaga apa saja yang terlibat dalam pengelolaan bagan pancang nelayan serta mengidentifikasi konsep pengelolaan bagan pancang nelayan agar berkelanjutan di Kelurahan Sibolga Ilir Kecamatan Sibolga Utara Kota Sibolga. Masalah yang dibahas dalam tesis ini adalah lembaga-lembaga apa saja yang terlibat dalam pengelolaan bagan pancang nelayan, serta bagaimana konsep pengelolaan bagan pancang nelayan secara berkelanjutan di Kelurahan Sibolga Ilir Kecamatan Sibolga Utara Kota Sibolga. Konsep pengelolaan bagan pancang nelayan agar berkelanjutan dapat dilihat melalui tiga perspektif yaitu berkelanjutan secara ekonomi, berkelanjutan secara sosial dan berkelanjutan secara ekologi. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bersifat kualitatif, dimana objek penelitian ini terdiri dari dua bagian yaitu informan kunci yang merupakan lembaga-lembaga pemerintah yang berwenang dalam pengelolaan bagan pancang nelayan, serta informan biasa yaitu nelayan bagan pancang yang memenuhi kriteria penelitian. Instrumen analisa data yang digunakan adalah menggunakan sistem editing dengan memperbaiki kualitas data mentah dan diolah dalam bentuk tabel frekuensi berdasarkan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, penyebaran angket, serta studi kepustakaan. Melalui analisa data yang dilakukan, maka diperoleh hasil bahwa lembaga pengelola bagan pancang nelayan adalah Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Kota Sibolga, Administrator Pelabuhan Kota Sibolga dan Kelurahan Sibolga Ilir. Dimana konsep pengelolaan ketiga lembaga tersebut mempunyai bentuk pengelolaan bagan pancang tersendiri sesuai dengan kapasitas masing- masing. Konsep pengelolaan bagan pancang di Kelurahan Sibolga Ilir Kecamatan Sibolga Utara Kota Sibolga tidak berkelanjutan, yang disebabkan oleh belum ditetapkannya batas-batas dan zona yang aman terhadap pendirian bagan pancang nelayan, penggunaan bagan pancang nelayan secara berlebihan yang menimbulkan dampak tidak langsung terhadap struktur tropik dan dampak langsung terhadap habitat. Selain itu peningkatan jumlah bagan pancang setiap tahunnya secara langsung dapat mempengaruhi perubahan luas area dan kualitas penting perikanan. Bagan pancang yang sudah tidak digunakan kembali oleh nelayan dan dibiarkan begitu saja nantinya akan menjadi sebuah pencemaran terhadap wilayah perairan Kota Sibolga.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

BAB II KAJIAN PUSTAKA - Strategi Pengelolaan Bagan Pancang Nelayan Secara Berkelanjutan Di Kelurahan Sibolga Ilir Kecamatan Sibolga Utara Kota Sibolga

BAB II KAJIAN PUSTAKA - Strategi Pengelolaan Bagan Pancang Nelayan Secara Berkelanjutan Di Kelurahan Sibolga Ilir Kecamatan Sibolga Utara Kota Sibolga

sebagai salah satu kelompok masyarakat yang identik dengan kemiskinan, mengingat kenyataan bahwa struktur usaha perikanan tangkap sejauh ini memang masih didominasi oleh usaha skala kecil. Sebagian besar nelayan yang tergolong miskin merupakan nelayan yang memiliki keterbatasan kapasitas penangkapan baik penguasaan teknologi, metode penangkapan, maupun permodalan. Masalah kemiskinan juga disebabkan adanya ketimpangan pemanfaatan sumber daya ikan. Di satu sisi, ada daerah yang padat tangkap dengan jumlah nelayan besar terutama di Pantura Jawa. Di sisi lain ada daerah yang masih potensial namun jumlah nelayannya sedikit seperti di Papua, Maluku, NTT dan Ternate. Masalah struktural yang dihadapi nelayan makin ditambah dengan persoalan kultural seperti gaya hidup yang tidak produktif dan tidak efisien.
Baca lebih lanjut

64 Baca lebih lajut

PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA SIBOLGA

PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA SIBOLGA

Laporan Tahunan Statistik Perikanan PPN Sibolga Tahun 2020 xvii 1. Produksi Laut Pada tahun 2020, produksi laut berjumlah 24.645 ton dengan 47,17% dinominasi oleh ikan cakalang. Persentase jumlah produksi Layang 18,87%. Sementara itu bila dilihat dari fluktuasi hasil tangkapan, jenis ikan yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga secara umum cenderung menurun hingga pertengahan tahun dan mengalami penurunan pada quartal pertama tahun 2020 menjelang pergantian musim barat.
Baca lebih lanjut

54 Baca lebih lajut

Analisis Dampak Implementasi Peraturan Perundang-Undangan Kementrian Perikanan RI Nomor 2 Tahun 2015 Terhadap Produksi dan Pendapatan Nelayan di Tangkahan Kecamatan Sibolga Sambas Kelurahan Pancuran Bambu Kota Sibolga

Analisis Dampak Implementasi Peraturan Perundang-Undangan Kementrian Perikanan RI Nomor 2 Tahun 2015 Terhadap Produksi dan Pendapatan Nelayan di Tangkahan Kecamatan Sibolga Sambas Kelurahan Pancuran Bambu Kota Sibolga

Meskipun sudah ada aturan mengenai pelarangan penggunaan pukat, alat tangkap ini masih banyak digunakan di beberapa wilayah perairan Indonesia. Bahkan, pada saat musim ikan tertentu, hanya pukat lah yang dapat digunakan. Namun, pelaksanaan penegakan hukum masih terbentur berbagai permasalahan, yaitu diantaranya lemahnya penegakan hukum yang disebabkan kurangnya sarana dan prasarana dalam penegakan hukum di daerah, khususnya pelanggaran di jalur penangkapan. Selain itu juga disebabkan rendahnya moral oknum aparat penegak hukum yang menjadi ”mitra” nelayan-nelayan pengguna Pukat. Lebih lanjut, adanya ketidakjelasan dalam penetapan batasan pengertian alat tangkap trawl. Untuk mengatasi masalah modifikasi terhadap alat tangkap trawl, pemerintah mengeluarkan SK Dirjen Perikanan No. IK.340/DJ.10106/97 tentang Petunjuk Pelaksanaan SK Menteri Pertanian No. 503/Kpts/UM/7/1980.
Baca lebih lanjut

85 Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR PRODUKSI HASIL TANGKAPAN IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA SIBOLGA

ANALISIS FAKTOR PRODUKSI HASIL TANGKAPAN IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA SIBOLGA

Faktor jumlah bahan bakar, pengalaman nelayan, ukuran kapal, daya mesin dan lama trip secara simultan (serempak) berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi tangk[r]

9 Baca lebih lajut

PROFIL SEKTOR PERIKANAN TANGKAP KOTA SIBOLGA

PROFIL SEKTOR PERIKANAN TANGKAP KOTA SIBOLGA

Abstrak. Sibolga merupakan salah satu wilayah pesisir yang terletak di wilayah pantai barat Sumatera dan menjadi salah satu sentral produksi ikan. Hal ini dapat kita lihat dengan didirikannya Pelabuhan Perikanan Nusantara oleh Departemen Kelautan dan Perikanan. Aktifitas perikanan khususnya perikanan tangkap di Kota Sibolga sangat tinggi sehingga Sibolga berpotensi mengembangkan sub sektor perikanan sebagai penggerak perekonomian daerah. Sub sektor perikanan tangkap di Kota Sibolga merupakan sektor berbasis perekonomian daerah berdasarkan indikator PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) dan tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi profil perikanan tangkap di Kota Sibolga, mendapatkan nilai determinasi hasil tangkapan perikanan tangkap di Kota Sibolga, dan menyusun rencana strategis pengembangan perikanan tangkap guna meningkatkan ekonomi masyarakat Sibolga. Penelitian dilakukan di Kota Sibolga Provinsi Sumatera Utara pada bulan September 2020. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu dilakukan dengan teknik pengumpulan data primer maupun data sekunder (Rizal 2013). Data primer adalah data yang menyangkut pengelolaan perikanan tangkap di Kota Sibolga yang diperoleh melalui permintaan keterangan-keterangan melalui pihak yang terdiri atas instansi pemerintah baik pusat maupun daerah, pengusaha perikanan lokal dan nelayan dengan menggunakan daftar pertanyaan atau kuesioner. Sedangkan data sekunder diperoleh dari beberapa institusi terkait seperti PPN Kota Sibolga, Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Sibolga, dan Badan Pusat Statistik. Peningkatan jumlah armada penangkapan ikan berbanding lurus dengan jumlah hasil tangkapan ikan. Tahun 2019 terdapat peningkatan jumlah armada penangkapan ikan yaitu 16.795 unit, yang menghasilkan tangkapan tertinggi sebesar 30.517 ton ikan. Jumlah armada penangkapan ikan berpengaruh terhadap hasil produksi perikanan tangkap sebesar 91,74%. Perikanan tangkap masih sangat berpotensi untuk dikembangkan dinilai dari nilai IFAS sebesar 3,01 dan EFAS sebesar 2,58.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Efisiensi Pemanfaatan Fasilitas di Tangkahan Perikanan Kota Sibolga

Efisiensi Pemanfaatan Fasilitas di Tangkahan Perikanan Kota Sibolga

Kota Sibolga merupakan salah satu kota yang memiliki usaha perikanan yang relatif besar dibanding kota-kota lainnya di pantai Barat Sumatera. Di kota ini pengusaha-pengusaha perikanan telah berperan aktif dalam memajukan produksi perikanan lokal, regional bahkan nasional. Peran aktif yang ditunjukkan terlihat dari jumlah dan ukuran armada serta alat tangkap yang dioperasikan relatif lebih besar sehingga menghasilkan produksi yang lebih besar pula.

11 Baca lebih lajut

Moral Ekonomi Pedagang Ikan Asin Di Kelurahan Pasar Belakang Kec. Sibolga Kota, Kota Sibolga

Moral Ekonomi Pedagang Ikan Asin Di Kelurahan Pasar Belakang Kec. Sibolga Kota, Kota Sibolga

Pada sektor perikanan merupakan sektor yang berpotensi sangat besar untuk dikembangkan di Kota Sibolga, disamping karena ketersediaan sumber dayanya yang cukup besar karena potensi pasarnya yang cukup tinggi, dan sektor ini menyangkut kebutuhan hidup orang banyak. Permintaan akan perikanan untuk pemenuhan kebutuhan gizi akan seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk. Oleh karena itu sekarang ini perlu mendapatkan dukungan perhatian yang serius dari pemerintah maupun masyarakat untuk mengembangkan potensi perikanan. Hal ini penting karena selain sebagai bahan makanan pokok oleh masyarakarat juga merupakan sumber pendapatan bagi nelayan dan termasuk juga para pedagang ikan.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENGARUH JUMLAH KAPAL PERIKANAN DAN JUMLAH NELAYAN TERHADAP HASIL PRODUKSI PERIKANAN DI INDONESIA

PENGARUH JUMLAH KAPAL PERIKANAN DAN JUMLAH NELAYAN TERHADAP HASIL PRODUKSI PERIKANAN DI INDONESIA

4. Penelitian Terdahulu Penelitian sebelumnya yang berhubungan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi produksi perikanan, dilakukan oleh Diah Asmanah1, Budiono2, Wawan Hermawan3.Potensi perikanan yang terdapat di Jawa Tengah menjadi catatan sendiri dalam upaya untuk meningkatkan peran yang lebih besar terhadap perekonomian Jawa Tengah. Selain hal tersebut, sumberdaya manusia yang bergerak disektor perikanan mempunyai prospek untuk dikembangkan. Propinsi Jawa tengah diibaratkan seperti “raksasa yang sedang tidur” karena dengan potensi perikanan yang sangat besar dan didukung dengan sumber daya alam yang besar tetapi produksi dari sektor perikanan masih sangat kecil sehingga perlu adanya kebijakan yang dapat mendorong untuk meningkatkan produksi perikanan khususnya subsektor perikanan budidaya di Jawa Tengah dan secara tidak langsung akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya petani ikan atau pembudidaya ikan dan juga akan meningkatkan tingkat konsumsi ikan yang masih dibawah standar nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa sajakah yang berpengaruh terhadap peningkatan produksi perikanan budidaya di Jawa Tengah. Metode yang digunakan adalah fungsi produksi Cobb Douglass. Dan data yang digunakan adalah data panel dari tahun 2005-2009.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Produksi Perikanan Tangkap 2011

Produksi Perikanan Tangkap 2011

Hasil Produksi Ikan Hasil Langsir. No.[r]

1 Baca lebih lajut

PRODUKSI PERIKANAN 1. Produksi Perikanan Tangkap No. Kecamatan Produksi (Ton) Ket. Jumlah 12,154.14

PRODUKSI PERIKANAN 1. Produksi Perikanan Tangkap No. Kecamatan Produksi (Ton) Ket. Jumlah 12,154.14

PRODUKSI PERIKANAN Produksi Perikanan Kabupaten Aceh Selatan berasal dari hasil penangkapan di laut dan perairan umum serta dari kegiatan budidaya. Pada tahun 2011 produksi perikanan secara keseluruhan berjumlah 12.606,38 Ton. Bila dibandingkan dengan produksi tahun 2010 yang mencapai 11.584,89 Ton, maka terjadi peningkatan sebesar 1.021,49 ton atau 8,10 %

13 Baca lebih lajut

Tahun 2007 jumlah produksi padi sebesar

Tahun 2007 jumlah produksi padi sebesar

Pemkab Tobasa dalam meningkatkan ketahanan pangan di bidang perberasan ditempuh melalui usaha pokok intensifikasi lahan sawah seluas 18.065 hektar melalui pengembangan peng[r]

1 Baca lebih lajut

PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA SIBOLGA

PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA SIBOLGA

Sistem Pengendalian Intern (SPI) merupakan proses tindakan dan kegiatan secara integral yang dilakukan secara terus menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk memberikan keyakinan yang memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efisien dan efektif, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan. Pelaksanaan SPI Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga dimaksudkan agar salah satu indikator kinerja KKP dapat terwujud, yakni pencapaian predikat wajar tanpa pengecualian yang mencakup pengelolaan keuangan, pengelolaan barang milik negara (BMN), serta pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Baca lebih lanjut

64 Baca lebih lajut

JUMLAH KELURAHAN YANG MEMILIKI FASILITAS PENDIDIKAN MENURUT TINGKAT PENDIDIKAN DAN KELURAHAN DI KECAMATAN ILIR TIMUR DUA

JUMLAH KELURAHAN YANG MEMILIKI FASILITAS PENDIDIKAN MENURUT TINGKAT PENDIDIKAN DAN KELURAHAN DI KECAMATAN ILIR TIMUR DUA

KELURAHAN SD MI SMP MTS LAWANGKIDUL SANGAT MUDAH SANGAT MUDAH SANGAT MUDAH SANGAT MUDAH TIGA ILIR SANGAT MUDAH SANGAT MUDAH SANGAT MUDAH SANGAT MUDAH SATU ILIR SANGAT MUDAH SANGAT MUDAH SANGAT MUDAH SANGAT MUDAH SUNGAIBUAH SANGAT MUDAH SANGAT MUDAH SANGAT MUDAH SANGAT MUDAH DUA ILIR SANGAT MUDAH SANGAT MUDAH SANGAT MUDAH SANGAT MUDAH LIMA ILIR SANGAT MUDAH SANGAT MUDAH SANGAT MUDAH SANGAT MUDAH ILIR TIMUR DUA SANGAT MUDAH SANGAT MUDAH SANGAT MUDAH SANGAT MUDAH

25 Baca lebih lajut

PENDAPATAN DAN JUMLAH PELANGGAN INDOSAT TAHUN 2007 – 2011

PENDAPATAN DAN JUMLAH PELANGGAN INDOSAT TAHUN 2007 – 2011

PT Indosat sendiri dalam kurun waktu lima tahun, mulai tahun 2007 sampai dengan tahun 2011 selalu mengalami peningkatan pendapatan maupun jumlah pelanggan. Namun pada tahun 2009 pelanggan Indosat sempat mengalami penurunan. Hal ini dapat dilihat pada Tabel 1.1 berikut :

8 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...