Kebiasaan merokok anggota keluarga

Top PDF Kebiasaan merokok anggota keluarga:

HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK ANGGOTA KELUARGA DAN KONDISI LINGKUNGAN RUMAH DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS II RAKIT KABUPATEN BANJARNEGARA

HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK ANGGOTA KELUARGA DAN KONDISI LINGKUNGAN RUMAH DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS II RAKIT KABUPATEN BANJARNEGARA

Latar Belakang: Prevalensi ISPA pada Balita di Puskesmas II Rakit pada tahun 2016 (22,6%). Terdapat 3 faktor risiko terjadinya ISPA yaitu faktor lingkungan, faktor individu anak dan faktor perilaku. Faktor lingkungan meliputi kondisi fisik rumah, udara dalam rumah dan pencahayaan alami. Faktor perilaku meliputi kebiasaan merokok anggota keluarga dan kebiasaan hidup sehat.

16 Baca lebih lajut

HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK ANGGOTA KELUARGA DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT PADA BALITA DI PUSKESMAS AJUNG KABUPATEN JEMBER

HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK ANGGOTA KELUARGA DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT PADA BALITA DI PUSKESMAS AJUNG KABUPATEN JEMBER

Skripsi yang berjudul “Hubungan Kebiasaan Merokok Anggota Keluarga Dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut Pada Balita di Puskesmas Ajung Kabupaten Jember” telah diuji dan disahkan oleh Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Jember pada:

17 Baca lebih lajut

Hubungan Kondisi Lingkungan Rumah dan Kebiasaan Merokok Anggota Keluarga dengan Kejadian ISPA pada Anak Usia (0-5) Tahun di Desa Suka Sipilihen Kecamatan Tiga Panah Tahun 2016

Hubungan Kondisi Lingkungan Rumah dan Kebiasaan Merokok Anggota Keluarga dengan Kejadian ISPA pada Anak Usia (0-5) Tahun di Desa Suka Sipilihen Kecamatan Tiga Panah Tahun 2016

Lampiran 2 Hubungan Kondisi Lingkungan Rumah Dan Kebiasaan Merokok Anggota Keluarga Dengan Kejadian ISPA Pada Balita Di Desa Suka Sipilihen Kecamatan Tiga Panah Tahun 2016 Master [r]

39 Baca lebih lajut

HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK ANGGOTA KELUARGA DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT PADA BALITA DI PUSKESMAS AJUNG KABUPATEN JEMBER

HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK ANGGOTA KELUARGA DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT PADA BALITA DI PUSKESMAS AJUNG KABUPATEN JEMBER

Puji syukur kehadirat Allah Swt, karena atas rahmat dan ridho-Nya maka penulis dapat menyelesaikan skripsi ini yang berjudul “Hubungan Kebiasaan Merokok Anggota Keluarga Dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut Pada Balita di Puskesmas Ajung Kabupaten Jember”. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak terdapat kekurangan dan kelemahan, baik dari teknik penulisan maupun materi. Untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik dari pembaca yang sifatnya membangun. Penyelesaian skripsi ini penulis banyak mendapatkan bantuan, bimbingan, saran, keterangan dan data-data baik secara tertulis maupun secara lisan, maka pada kesempatan ini juga penulis ingin menyampaikan ucapan terimah kasih kepada:
Baca lebih lanjut

119 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KONDISI LINGKUNGAN RUMAH DAN KEBIASAAN MEROKOK ANGGOTA KELUARGA DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI KELURAHAN BANDARHARJO KOTA SEMARANG

HUBUNGAN ANTARA KONDISI LINGKUNGAN RUMAH DAN KEBIASAAN MEROKOK ANGGOTA KELUARGA DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI KELURAHAN BANDARHARJO KOTA SEMARANG

Permasalahan dalam penelitian ini berdasarkan hasil survei bahwa Kelurahan Bandarharjo merupakan kelurahan yang paling banyak terdapat balita yang menderita ISPA menurut laporan Puskesmas Bandarharjo selama 3 tahun terakhir. Kelurahan Bandarharjo merupakan komplek pemukiman padat penduduk dengan jumlah penduduk sebesar 75.296 jiwa pada tahun 2011. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kondisi lingkungan rumah dan kebiasaan merokok anggota keluarga dengan kejadian ISPA pada balita di Kelurahan Bandarharjo Kota Semarang.

105 Baca lebih lajut

HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK ANGGOTA KELUARGA DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT PADA BALITA DI PUSKESMAS AJUNG KABUPATEN JEMBER

HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK ANGGOTA KELUARGA DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT PADA BALITA DI PUSKESMAS AJUNG KABUPATEN JEMBER

Puji syukur kehadirat Allah Swt, karena atas rahmat dan ridho-Nya maka penulis dapat menyelesaikan skripsi ini yang berjudul “Hubungan Kebiasaan Merokok Anggota Keluarga Dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut Pada Balita di Puskesmas Ajung Kabupaten Jember”. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak terdapat kekurangan dan kelemahan, baik dari teknik penulisan maupun materi. Untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik dari pembaca yang sifatnya membangun. Penyelesaian skripsi ini penulis banyak mendapatkan bantuan, bimbingan, saran, keterangan dan data-data baik secara tertulis maupun secara lisan, maka pada kesempatan ini juga penulis ingin menyampaikan ucapan terimah kasih kepada:
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Gambaran Kebiasaan Merokok Anggota Keluarga Pada Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Balita di Puskesmas Bungah Kabupaten Gresik

Gambaran Kebiasaan Merokok Anggota Keluarga Pada Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Balita di Puskesmas Bungah Kabupaten Gresik

Kebiasaan merokok anggota keluarga tanpa memperhatikan lingkungan sekitar selain dapat menimbulkan masalah bagi perokok itu sendiri juga dapat menimbulkan masalah bagi orang lain, termasuk balita yang tinggal bersama. Salah satu masalah yang seringkali timbul pada balita akibat paparan asap rokok adalah Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). ISPA pada balita menjadi penyebab utama kunjungan balita ke pelayanan kesehatan dan kematian balita di Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kebiasaan merokok anggota keluarga pada kejadian ISPA balita di Puskesmas Bungah Kabupaten Gresik. Sampel pada penelitian ini sebanyak 100 balita yang menderita ISPA dan teknik yang digunakan yaitu purposive sampling. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan dari 100 responden balita, laki- laki 56%, perempuan 44%; usia ≤ 12 bulan 28%, usia 13-59 bulan 72%; status gizi buruk 6%, kurang 15%, baik 78%, lebih 1%; pendidikan terakhir ibu SD 5%, SMP/sederajat 24%, SMA/sederajat 60%, perguruan tinggi 11%; kebiasaan merokok anggota keluarga 73%, tanpa kebiasaan merokok anggota keluarga 27%; kebiasaan merokok tanpa memperhatikan lingkungan 58,90%, memperhatikan lingkungan 41,10% (n=73); perokok satu orang 25,58%, lebih dari satu orang 74,42% (n=43); perokok ringan (30,24), perokok sedang 34,88%, perokok berat 34,88% (n=43). Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang bahaya asap rokok khususnya bagi balita, sehingga keluarga dapat merubah kebiasaan merokok yang dilakukan setiap hari.
Baca lebih lanjut

125 Baca lebih lajut

Hubungan Kondisi Lingkungan Rumah dan Kebiasaan Merokok Anggota Keluarga dengan Kejadian ISPA pada Anak Usia (0-5) Tahun di Desa Suka Sipilihen Kecamatan Tiga Panah Tahun 2016

Hubungan Kondisi Lingkungan Rumah dan Kebiasaan Merokok Anggota Keluarga dengan Kejadian ISPA pada Anak Usia (0-5) Tahun di Desa Suka Sipilihen Kecamatan Tiga Panah Tahun 2016

Dengan ini saya menyatakan bahwa skr ipsi yang berjudul “ HUBUNGAN KONDISI LINGKUNGAN RUMAH DAN KEBIASAAN MEROKOK ANGGOTA KELUARGA DENGAN KEJADIAN ISPA PADA ANAK USIA (0-5) TAHUN DI DESA SUKA SIPILIHEN KECAMATAN TIGA PANAH TAHUN 2016” ini beserta seluruh isinya adalah benar hasil karya saya sendiri, dan saya tidak melakukan penjiplakan atau pengutipan dengan cara yang tidak sesuai dengan etika keilmuan yang berlaku dalam masyarakat keilmuan. Atas pernyataan ini, saya siap menaggung risiko atau sanksi yang dijatuhkan kepada saya apabila kemudian ditemukan adanya pelanggaran terhadap etika keilmuan dalam karya saya ini, atau klaim dari pihak lain terhadap keaslian karya saya ini.
Baca lebih lanjut

134 Baca lebih lajut

Hubungan Kondisi Lingkungan Rumah dan Kebiasaan Merokok Anggota Keluarga dengan Kejadian ISPA pada Anak Usia (0-5) Tahun di Desa Suka Sipilihen Kecamatan Tiga Panah Tahun 2016

Hubungan Kondisi Lingkungan Rumah dan Kebiasaan Merokok Anggota Keluarga dengan Kejadian ISPA pada Anak Usia (0-5) Tahun di Desa Suka Sipilihen Kecamatan Tiga Panah Tahun 2016

1. Bagi Puskesmas Tiga Panah dan puskesmas pembantu di Desa Suka Sipilihen Sebagai tambahan informasi dan bahan masukan tentang hubungan antara kondisi fisik rumah dan kebiasaan merokok anggota keluarga dengan kejadian ISPA balita sehingga dapat meningkatkan penyuluhan dan pembinaan terhadap masyarakat luas.

9 Baca lebih lajut

HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK ANGGOTA KELUARGA DAN KONDISI LINGKUNGAN RUMAH DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS II RAKIT KABUPATEN BANJARNEGARA - repository perpustakaan

HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK ANGGOTA KELUARGA DAN KONDISI LINGKUNGAN RUMAH DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS II RAKIT KABUPATEN BANJARNEGARA - repository perpustakaan

bermasyarakat. Sementara untuk kebiasaan baik patut dilakukan bahkan dibudayakan, kebiasaan baik ini juga mampu menjadi obat terhadap kebiasaan buruk. Semisal kebiasaan merokok bisa jadi disebabkan kebosanan yang melanda saat waktu luang. Bisa dialihkan dengan melakukan hal-hal positif, seperti membaca atau kegiatan lain yang tidak akan mengingatkan pelaku untuk merokok. Kebiasaan yang buruk tidak akan bisa menjadi adat bagi masyarakat di suatu daerah, sebab merugikan banyak pihak. Kebiasaan yang baik akan mendorong seseorang memiliki prestasi di masa depan, sehingga berlatih melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat akan memberikan keuntungan jangka panjang (Syafrudin, 2011).
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

FAKTOR RISIKO KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKOHARJO   Faktor Risiko Kejadian Ispa Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Sukoharjo.

FAKTOR RISIKO KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKOHARJO Faktor Risiko Kejadian Ispa Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Sukoharjo.

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi penyebab pertama kematian balita di Negara berkembang. Prevalensi ISPA padabalita di Kabupaten Sukoharjo tahun 2011 sebanyak 142 kasus (2,2%), padatahun 2012 sebanyak 87 kasus (1,3%), padatahun 2013 sebanyak 171 kasus (12,4%) dengan penderita di wilayah kerja Puskesmas Sukoharjo sebanyak 40 anak (30,0%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko dominan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Sukoharjo. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan case control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu atau orang tua yang memiliki balita baik yang menderita ISPA dan tidak menderita ISPA. Pemilihan sampel menggunakan Exhaustive Sampling dengan jumlah subjek penelitian yaitu kasus sebanyak 40 sampel dan kontrol sebanyak 40 sampel. Analisis bivariat menggunakan Chi-Square dan analisis multivariat menggunakan Regresi Logistik. Hasil bivariat penelitian bahwa ada hubungan antara pengetahuan orang tua (p= 0,001), ada hubungan antara luas ventilasi (p= 0,001), ada hubungan antara kebiasaan merokok anggota keluarga (p= 0,006) dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Sukoharjo. Sedangkan hasil multivariat menunjukkan bahwa pengetahuan orang tua memiliki OR tertinggi sebesar 8,75 (95% CI= 2,764- 27,712), artinya orang tua yang memiliki pengetahuan yang buruk tentang ISPA berisiko sebesar 8,75 kali untuk mengalami kejadian ISPA pada balita.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Analisis Faktor Risiko Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru Pada Balita Di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Surakarta.

PENDAHULUAN Analisis Faktor Risiko Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru Pada Balita Di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Surakarta.

5 Sedangkan hasil penelitian Halim et.al (2015) menunjukkan bahwa faktor status ekonomi (p value 0,528) dan kebiasaan merokok anggota keluarga (p value 0,319) tidak berhubungan dengan kejadian tuberkulosis paru pada anak usia 1-5 tahun.

7 Baca lebih lajut

1 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MINANGA KOTA MANADO

1 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MINANGA KOTA MANADO

bulan yang berada di wilayah kerja Puskesmas Minanga yang didapat dari data Posyandu pada bulan Maret 2016 dengan jumlah balita 973 orang. Jumlah sampel yang akan diteliti yaitu 91 orang balita. Tehnik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Dalam penelitian ini, variabel terikat yaitu ISPA pada balita, dan variabel bebas yaitu pendidikan ibu, kebiasaan merokok anggota keluarga, dan status imunisasi. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner. Data primer diperoleh dengan menggunakan metode wawancara langsung dengan responden, sedangkan data sekunder diperoleh dari laporan bulanan data jumlah kasus penyakit ISPA di Puskesmas Minanga pada tahun 2015 dan 2016. Penelitian ini menggunakan uji chi square dan taraf signifikan (α) yaitu 0,05 dengan bantuan program computer SPSS.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINDAKAN MEROKOK SISWA LAKI-LAKI DI SMA NEGERI KOTA PADANG TAHUN 2011.

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINDAKAN MEROKOK SISWA LAKI-LAKI DI SMA NEGERI KOTA PADANG TAHUN 2011.

Menurut Lewin (dalam Komalasari dan Helmi, 2000) perilaku remaja merokok itu disebabkan oleh dua hal yaitu faktor-faktor dari dalam diri sendiri dan faktor lingkungan. 20 Faktor yang berasal dari dalam diri sendiri, seperti pengetahuan, sikap, dan lain-lain. Faktor yang berasal dari lingkungan yang mempengaruhi remaja berperilaku, seperti kebiasaan anggota keluarga yang merokok, pengaruh teman sebaya, pengaruh iklan, dan lain-lain. 21 Berdasarkan hal di atas, maka peneliti merasa tertarik untuk melakukan penelitian tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan tindakan merokok pada siswa laki-laki di SMA Negeri di Kota Padang tahun 2011.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

ANALISA DETERMINAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENYAKIT TUBERKULOSIS (TBC) DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO ipi297667

ANALISA DETERMINAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENYAKIT TUBERKULOSIS (TBC) DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO ipi297667

Perilaku merokok pada orang dewasa atau keluarga balita sangat berperan penting dalam menyumbangkan kejadian TBC pada balita. Karena berdasarkan hasil analisis bahwa balita yang tinggal serumah dengan anggota keluarga yang mempunyai kebiasaan merokok dalam rumah, resiko terkena TBC meningkat 2,463 kali lebih besar dibandingkan dengan balita yang tinggal dirumah dengan anggota keluarga yang tidak punya kebiasaan merokok dalam rumah (Azis, Emita, 2009).

8 Baca lebih lajut

DETERMINAN KEBIASAAN MEROKOK KEPALA KELUARGA PADA BALITA PENDERITA ISPA DI DESA KARANGHARJA

DETERMINAN KEBIASAAN MEROKOK KEPALA KELUARGA PADA BALITA PENDERITA ISPA DI DESA KARANGHARJA

Anak yang orang tuanya merokok akan mudah menderita penyakit gangguan pernapasan. Sebagian besar sering (45,7%) merokok di dalam rumah sehingga penghuni rumah terutama balita terpapar asap rokok. Keterpaparan asap rokok pada balita sangat tinggi pada saat berada dalam rumah. Hal ini disebabkan karena anggota keluarga biasanya merokok dalam rumah pada saat bersantai bersama anggota, misalnya sambil nonton TV atau setelah selesai makan dengan anggota keluarga lainnya. 6

8 Baca lebih lajut

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) BAGIAN ATAS PADA BALITA DI DESA NGRUNDUL KECAMATAN KEBONARUM KABUPATEN KLATEN

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) BAGIAN ATAS PADA BALITA DI DESA NGRUNDUL KECAMATAN KEBONARUM KABUPATEN KLATEN

Apabila salah satu anggota kelu- arga terserang ISPA maka anggota keluarga yang lain akan mudah tertular. Hal ini disebabkan karena penyebab ISPA adalah virus yang penularannya melalui air ludah, bersin, dan udara pernafasan. Penularan yang paling se- ring adalah melalui udara pernafasan, karena virus lebih mudah masuk ke tubuh orang yang sehat melalui per- nafasannya (Rasmaliah, 2004).

10 Baca lebih lajut

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 - Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Bahaya Rokok Terhadap Kehamilan dan Janin di Desa Siumbut Baru Kecamatan Kota Kisaran Timur Kabupaten Asahan Tahun 2012

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 - Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Bahaya Rokok Terhadap Kehamilan dan Janin di Desa Siumbut Baru Kecamatan Kota Kisaran Timur Kabupaten Asahan Tahun 2012

Pada ibu hamil yang merokok ataupun yang terpapar asap rokok sangat merugikan bagi kesehatan kehamilan dan janin, bila ibu hamil yang merokok akan berdampak buruk untuk janin salah satunya bila bayi lahir dapat menyebabkan gangguan pernfasan seperti bronkhitis dan pada ibu hamil akan berdampak buruk pada kehamilannya seperti ibu hamil akan merasakan kecemasan, gangguan nutrisi dan gizi akibat merokok, karena merokok dapat berpengaruh terhadap menurunnya nafsu makan. Adapun ibu hamil yang terpapar asap rokok akan menambah kemungkinan gangguan kesehatan pada ibu dan janin karena asap rokok yang terhirup pada ibu hamil mengandung zat yang membahayakan seperti karbonmonoksida, dimana karbonmonoksida dapat berdampak buruk pada pernafasan ibu hamil sehingga janin akan kekurangan oksigen. (Ross, 2006)
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PERILAKU MEROKOK PADA DOSEN PRIA FAKULTAS KEDOKTERAN (Studi kasus di Fakultas kedokteran Undip) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

PERILAKU MEROKOK PADA DOSEN PRIA FAKULTAS KEDOKTERAN (Studi kasus di Fakultas kedokteran Undip) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Kematian akibat rokok pada tahun 2030 didunia diperkirakan akan meningkat menjadi 10 juta orang di dunia. Di Amerika Serikat menurut American Cancer Society setiap tahun tercatat 400.000 orang meninggal akibat rokok, setengahnya berumur 35-69 tahun. Para perokok itu dapat kehilangan 20-25 tahun masa hidupnya, Indonesia situasinya lebih memprihatinkan karena konsumsi rokok dari tahun ke tahun terus meningkat pesat melebihi laju pertambahan penduduk. Kebiasaan merokok justru dimulai pada umur yang sangat muda yaitu pada tingkat sekolah dasar, bahkan ada yang mulai pada umur 5-6 tahun. Delapan puluh persen golongan pemula ini akan menjadi perokok tetap. Rokok yang banyak dikonsumsi di Indonesia adalah rokok kretek yaitu sekitar 80% dari semua rokok yang beredar di pasaran. Rokok kretek mempunyai kadar nikotin dan tar 2- 3 kali lebih besar dari rokok putih. (13)
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

RPP kelas 1 tema 1 subtema 4 pembelajara

RPP kelas 1 tema 1 subtema 4 pembelajara

3. Kegiatan dilanjutkan dengan mendengarkan guru bercerita tentang sebuah keluarga yang terdiri atas ayah, ibu, dan anak. Cerita tersebut menggambarkan kebiasaan dan kesukaan dari setiap anggota keluarga yang berbeda-beda. Meskipun memiliki kebiasaan dan kesukaan yang berbeda-beda, tetapi mereka tetap dapat melakukan kegiatan secara bersama. Beni senang bermain musik, Ayah suka membaca koran, kakak suka bernyanyi, dan ibu lebih suka membaca buku atau berkebun. Pada akhir pekan, mereka selalu berkumpul dan melakukan kegiatan bersama. Kakak bernyanyi diiringi oleh petikan gitar Beni. Sedangkan ibu membaca buku tentang tanaman berada dalam satu ruangan dengan ayah yang membaca koran. Mereka mendengar anak-anak yangsedang bernyanyi den bermain gitar. Walaupun setiap anggota keluarga memiliki kesukaan yang berbeda-beda, namun tetap dapat berkumpul dan bersenangsenang bersama.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...