Kemampuan berpikir kritis Matematik Siswa

Top PDF Kemampuan berpikir kritis Matematik Siswa:

PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIK SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA.

PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIK SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA.

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan tentang (1) perbedaan kemampuan pemecahan masalah dan berpikir kritis matematik antara siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan CTL dibandingkan dengan siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran biasa, (2) interaksi antara pembelajaran dengan kemampuan awal matematika siswa, terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan berpikir kritis matematik siswa, dan (3) proses jawaban yang dibuat siswa dalam menyelesaikan masalah kontekstual pada masing-masing pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang difokuskan pada penguasaan konsep, aktivitas belajar siswa pada pembelajaran CTL dalam upaya peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan berpikir kritis matematik siswa. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Swasta dan SMP Negeri berakreditasi A dan B di kota Sibolga. Secara acak dipilih 2 buah sekolah sebagai objek penelitian yaitu SMP Swasta Fatima dan SMP Negeri 4 Sibolga. Selanjutnhya dipilih masing-masing dua kelas VII yang paralel dari tiap sekolah dan terpilih 2 kelas dari SMP Swasta Fatima yaitu kelas VII-3 dan VII-4 sedangkan dari SMP Negeri 4 kelas VII-B dan kelas VII-C sebagai sampel penelitian. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini terdiri dari tes kemampuan pemecahan masalah dan tes kemampuan berpikir kritis matematik siswa pada pokok bahasan persamaan, pertidaksamaan linear satu variabel. Tes kemampuan pemecahan masalah dan tes kemampuan berpikir kritis matematik siswa dinyatakan telah memenuhi syarat validitas isi, dengan koefisien reliabilitas berturut-turut sebesar 0,73 dan 0,88. Untuk analisa data digunakan uji gain ternormalisasi, uji anava dua jalur (pengolahan data dengan SPSS 16 dan Exel) dan uji statistik berupa uji-t
Baca lebih lanjut

53 Baca lebih lajut

PROFIL KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIK SISWA DITINJAU DARI KEMAMPUAN SPASIAL DENGAN MENGGUNAKAN GRADED RESPONSE MODELS (GRM).

PROFIL KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIK SISWA DITINJAU DARI KEMAMPUAN SPASIAL DENGAN MENGGUNAKAN GRADED RESPONSE MODELS (GRM).

Kemampuan berpikir matematis, khususnya berpikir matematis tingkat tinggi (high-order mathematical thinking) sangat diperlukan oleh siswa agar siswa sanggup menghadapi perubahan keadaan atau tantangan-tantangan yang ada dalam kehidupan yang selalu berkembang. Kemampuan spasial adalah kemampuan seseorang untuk menvisualisasikan gambar atau menciptakannya dalam bentuk dua atau tiga dimensi. Untuk itu kemampuan spasial sangat diperlukan siswa untuk memancing daya berpikir kritis matematik siswa. Graded Response Models (GRM) digunakan dengan tujuan untuk menampilkan estimasi parameter butir dan kemampuan siswa. (GRM) adalah sistem penskoran dimana tingkat kesukaran tiap kategori pada item tes disusun secara berurutan sehingga jawaban peserta tes haruslah terurut dari kategori yang rendah hingga kategori yang tinggi, sehingga penilaian dimana semua respon siswa dilihat dari urutan pengerjaannya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil kemampuan berpikir kritis matematik siswa yang ditinjau dari kemampuan spasial dengan menggunakan Graded Response Models (GRM).
Baca lebih lanjut

145 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIK SISWA SMA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MISSOURI MATHEMATICS PROJECT : Studi Kuasi Eksperimen terhadap Siswa Kelas X SMAN 11 Bandung.

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIK SISWA SMA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MISSOURI MATHEMATICS PROJECT : Studi Kuasi Eksperimen terhadap Siswa Kelas X SMAN 11 Bandung.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis matematik siswa di Bandung berdasarkan hasil dari Tim Survey IMSTEP-JICA (Fachrurazi, 2011 : 77) yang menemukan bahwa siswa di Bandung masih sulit dalam kegiatan pembuktian pemecahan masalah yang memerlukan penalaran matematis, menemukan, generalisasi atau konjektur, dan menemukan hubungan antara data-data atau fakta yang diberikan. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang memerlukan kemampuan berpikir kritis. Dengan demikian kemampuan berpikir kritis matematik ini perlu ditingkatkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) mengetahui apakah peningkatan kemampuan berpikir kritis matematik siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran MMP lebih baik daripada peningkatan kemampuan berpikir kritis matematik siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran konvensional 2) mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain kelas kontrol non- ekuivalen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMAN 11 Bandung dengan sampel dua kelas yang diambil dengan teknik purposif, satu kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran MMP dan satu kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Materi pokok bahasan dalam penelitian ini adalah Logaritma. Data diperoleh dari hasil instrumen soal pretes dan postes kemampuan berpikir kritis matematik, angket respon siswa, dan lembar observasi. Hasil yang diperoleh setelah melakukan penelitian adalah: 1) peningkatan kemampuan berpikir kritis matematik siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran MMP lebih baik daripada peningkatan kemampuan berpikir kritis matematik siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran konvensional 2) respon siswa terhadap model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) secara umum positif.
Baca lebih lanjut

41 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIK SISWA SMA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MISSOURI MATHEMATICS PROJECT (MMP) No Panggil S MAT KUR m-2013.

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIK SISWA SMA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MISSOURI MATHEMATICS PROJECT (MMP) No Panggil S MAT KUR m-2013.

Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMAN 11 Bandung tahun pelajaran 2012/2013. Sampel yang dijadikan subjek penelitian diambil dengan teknik Purposif Sampling dengan memilih 2 kelas yang sudah terbentuk dan kelas yang dipilih berdasarkan pertimbangan guru matematika yang bersangkutan. Sebagaimana pendapat Sudjana (2005 : 168) yang mengatakan “S ampling purposif terjadi apabila pengambilan sampel dilakukan berdasarkan pertimbangan perorangan atau pertimbangan peneliti ” . Kemudian dari dua kelas tersebut dipilih kembali kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kelompok eksperimen mendapatkan model pembelajaran MMP dan kelompok kontrol mendapatkan model pembelajaran konvensional.
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF BERBANTUAN PROGRAM GEOMETER’S SKETCHPAD TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIK SISWA SMP.

PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF BERBANTUAN PROGRAM GEOMETER’S SKETCHPAD TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIK SISWA SMP.

pembelajaran kooperatif lebih efektif dalam pembelajaran matematika di sekolah menengah atas. Selanjutnya menurut Tarim - Akdeniz (2007) bahwa Cooperative learning ditemukan lebih efektif dari metode lain untuk meningkatkan prestasi akademik, hubungan yang positif dengan teman segrup dan saling menguntungkan dan penghargaan terhadap diri sendiri. Cooperative learning memberikan kesempatan pada siswa untuk berbicara, menantang dan mendukung sebuah pendapat, fokus pada penyelesaian masalah. Dengan pendapat tersebut, strategi pembelajaran kooperatif memungkinkan seluruh siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran sehingga memberi dampak yang positif terhadap kualitas interaksi, komunikasi dan penyelesaian masalah.
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

t mtk 0808252 chapter5

t mtk 0808252 chapter5

2. Berdasarkan kemampuan awal tidak terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis matematik siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol. Baik pada kelas eksperimen maupun kelas kontrol, untuk pasangan kemampuan awal tinggi dan sedang, tinggi dan rendah, maupun sedang dan rendah, tidak terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritisnya. 3. Secara keseluruhan peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematik

6 Baca lebih lajut

T MTK 1302310 Bibliography

T MTK 1302310 Bibliography

Indrawan, F. 2014. P engaruh strategi pemecahan masalah “ideal” dengan model pembelajaran kooperatif tipe numbered heads together (NHT) terhadap kemampuan berpikir kritis matematik siswa. UIN Syarif Hidayatullah: Skripsi (Tidak Dipublikasikan)

7 Baca lebih lajut

t mtk 0808252 table of content

t mtk 0808252 table of content

Uji Perbedaan Dua Rerata Data Pretes Kemampuan Berpikir Kritis Matematik --------------------------------------- Uji Normalitas Data Gain Kemampuan Berpikir Kritis Matematik ---------------------------------------------------------- Uji Homogenitas Varians Data Gain Kemampuan Berpikir Kritis Matematik -------------------------------------------------- Uji Perbedaan Dua Rerata Data Gain Kemampuan Berpikir Kritis Matematik -------------------------------------------------- Rerata Pretes, Postes, dan Gain Kemampuan Berpikir Kritis Matematik Siswa Berdasarkan Kemampuan Awal Siswa --- Hasil Uji Homogenitas Gain Berpikir Kritis Matematik Kelas Eksperimen Berdasarkan Kemampuan Awal Siswa -- Hasil Uji ANOVA ------------------------------------------------ Hasil Uji Perbandingan Rerata Berpikir Kritis Matematik Kelas Eksperimen Berdasarkan Kemampuan Awal ---------- Hasil Uji Homogenitas Gain Berpikir Kritis Matematik Kelas Kontrol Berdasarkan Kemampuan Awal Siswa ------- Hasil Uji ANOVA ------------------------------------------------ Hasil Uji Perbandingan Rerata Berpikir Kritis Matematik Kelas Kontrol Berdasarkan Kemampuan Awal --------------- Rekapitulasi Hasil Pretes Kemampuan Berpikir Kreatif Matematik ---------------------------------------------------------- Uji Normalitas Data Pretes Kemampuan Berpikir Kreatif Matematik ---------------------------------------------------------- Hasil Uji Homogenitas Varians Data Tes Awal Kemampuan Berpikir Kreatif Matematik ---------------------- Hasil Uji Perbandingan Dua Rerata Data Pretes Kemampuan Berpikir Kreatif Matematik ---------------------- Uji Normalitas Data Postes Kemampuan Berpikir Kreatif Matematik ----------------------------------------------------------
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGARUH PENGGUNAAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DENGAN TEKNIK SQ3R TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN DAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIK SISWA SMA.

PENGARUH PENGGUNAAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DENGAN TEKNIK SQ3R TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN DAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIK SISWA SMA.

Kemampuan berpikir kritis dapat dikembangkan melalui kegiatan pembelajaran matematika karena tujuan pembelajaran matematika di sekolah menurut Depdiknas (2006) adalah: (1) memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antarkonsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat, dalam pemecahan masalah; (2) menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika; (3) memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh; (4) mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah, dan (5) memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah.
Baca lebih lanjut

58 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF MATEMATIK SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF THINK-TALK-WRITE (TTW).

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF MATEMATIK SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF THINK-TALK-WRITE (TTW).

Hal tersebut sejalan dengan kenyataan di lapangan yang menerangkan bahwa daya serap siswa terhadap mata pelajaran matematika masih rendah. Hal ini disebabkan proses pembelajaran hingga dewasa ini masih didominasi guru dan kurang memberikan akses bagi siswa untuk berkembang secara mandiri melalui kegiatan belajar yang mengutamakan penemuan konsep. Para siswa cenderung hanya menghapalkan sejumlah rumus, perhitungan dan langkah-langkah penyelesaian soal yang telah dikerjakan guru atau yang ada dalam buku teks. Hal ini menyebabkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa tidak berkembang secara optimal. Oleh karena itu, pada pembelajaran matematika di sekolah hendaknya siswa dilatih untuk memiliki keterampilan berpikir kritis dan kreatif dalam memperoleh, memilih, dan mengolah informasi agar dapat bertahan dalam keadaan yang selalu berubah dan kompetitif.
Baca lebih lanjut

47 Baca lebih lajut

DESKRIPSI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DITINJAU DARI DISPOSISI MATEMATIK SISWA SMP NEGERI 3 PURWOKERTO

DESKRIPSI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DITINJAU DARI DISPOSISI MATEMATIK SISWA SMP NEGERI 3 PURWOKERTO

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Purwokerto ditinjau dari Disposisi Matematik. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subyek yang digunakan adalah siswa kelas VIII E SMP Negeri 3 Purwokerto. Pengambilan sampel yang digunakan purposive sampling. Penelitian ini mengambil 3 subyek dari masing- masing kategori Disposisi Matematik tinggi, sedang dan rendah. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket, tes, wawancara dan dokumentasi. Uji validasi yang digunakan adalah uji triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Siswa dengan kategori disposisi matematik tinggi sudah memenuhi 2 dari 3 indikator berpikir kritis yaitu siswa mampu menyusun informasi secara sistematis dengan tepat dan mampu untuk membuktikan kebenaran dari sebuah permasalahan, adapun indiktor yang belum terpenuhi yaitu indikator siswa mampu memberikan argumen secara mendalam dengan tepat, hal tersebut dikarenakan pada proses akhir yang kurang teliti. 2) Siswa dengan kategori sedang sudah memenuhi indikator mampu untuk membuktikan kebenaran dari sebuah permasalahan. 3) Siswa dengan kategori rendah, belum memenuhi semua indikator berpikir kritis.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

A. KISI – KISI SOAL PENULISAN SOAL UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIK - Analisis KBKM

A. KISI – KISI SOAL PENULISAN SOAL UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIK - Analisis KBKM

Berdasarkan data di atas , kita dapat melihat bahwa kemampuan berpikir kritis siswa sebagian besar berada pada kategori sangat rendah dengan perolehan nilai yang jauh di bawah rata – rata nilai standar yang diberlakukan. Secara terpisah, dapat dilihat bahwa untuk indikator mengidentifikasi, kemampuan siswa mencapai 19,14 %, indikator mengevaluasi mencapai 18,52 %, indikator menghubungkan hanya mencapai 5,56%, indikator memecahkan masalah 20,25% dan indikator menganalisis mencapai 21,30%, dan. Semua indikator berada pada kategori sangat rendah.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIK DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH.

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIK DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH.

Pembelajaran matematika yang dilakukan di sekolah selama ini terutama di SMA kurang memberi motivasi kepada siswa dalam pembentukan pengetahuan matematika mereka. Siswa lebih banyak bergantung pada guru sehingga sikap ketergantungan inilah yang kemudian menjadi karakteristik siswa yang secara tidak sadar telah guru biarkan tumbuh dan berkembang melalui gaya pembelajaran tersebut. Padahal yang diinginkan adalah manusia Indonesia yang mandiri, mampu untuk memunculkan gagasan dan ide yang kreatif serta mampu menghadapi tantangan atau permasalahan yang sedang dihadapi.
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

T KIM 1201418 Bibilography

T KIM 1201418 Bibilography

Rohaeti, E. (2008). Pembelajaran Dengan Pendekatan Eksplorasi Untuk Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis Dan Kreatif Matematik Siswa Sekolah Menengah Pertama. Disertasi Sekolah Pasca Sarjana UPI. Bandung : Tidak Diterbitkan.

6 Baca lebih lajut

t mtk 0808252 bibliography

t mtk 0808252 bibliography

Rohaeti, E. E. (2008). Pembelajaran dengan Pendekatan Eksplorasi untuk Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif Matematik Siswa Sekolah Menengah Pertama. Disertasi Sekolah Pasca Sarjana UPI. Bandung: Tidak dipublikasikan.

4 Baca lebih lajut

Kemampuan Berpikir Kritis dalam Menyelesaikan Soal Matematika pada Materi Garis dan Sudut Kelas VII SMPN 1 Ngantru Kab. Tulungagung - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Kemampuan Berpikir Kritis dalam Menyelesaikan Soal Matematika pada Materi Garis dan Sudut Kelas VII SMPN 1 Ngantru Kab. Tulungagung - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Tujuan penelitian dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa berkemampuan matematik tinggi, sedang dan rendah dalam menyelesaikan soal matematika pada materi garis dan sudut kelas VII SMPN 1 Ngantru Kab. Tulungagung tahun 2016/2017.

4 Baca lebih lajut

t mtk 0808252 chapter3

t mtk 0808252 chapter3

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pada penelitian ini ada dua kelompok subjek penelitian yaitu kelompok eksperimen melakukan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan MEAs dan kelompok kontrol melakukan pembelajaran dengan cara biasa. Kedua kelompok ini diberikan pretesdan postesdengan menggunakan instrumen yang sama. Fraenkel et.al (1993) menyatakan bahwa penelitian eksperimen adalah penelitian yang melihat pengaruh-pengaruh dari variabel bebas terhadap satu atau lebih variabel yang lain dalam kondisi yang terkontrol. Dalam penelitian ini terdapat tiga variabel yaitu variabel bebas, variabel terikat dan variabel kontrol.Variabel bebas yaitu pembelajaran matematika dengan pendekatan MEAs, variabel terikatnya yaitu kemampuan berpikir kritis dan kreatif matematik siswa, dan variabel kontrolnya adalah kelompok siswa tinggi, sedang, dan rendah.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

Pengaruh penggunaan pendekatan konstruktivisme terhadap kemampuan berpikir kritis matematik mahasiswa

Pengaruh penggunaan pendekatan konstruktivisme terhadap kemampuan berpikir kritis matematik mahasiswa

efektif, karena tidak memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menumbuhkembangkan berpikir kritis, kreatif dan motivasi peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar. Pembelajaran yang biasa digunakan dosen sering menggunakan pembelajaran konvensional, Salsabilla, Farri (2010:2) menyatakan pembelajaran konvensional memiliki ciri-ciri sebagai berikut,Pembelajaran berpusat pada guru, terjadinya passive learning, interaksi diantara siswa kurang, tidak ada kelompok-kelompok kooperatif, penilaian bersifat sporadis, lebih mengutamakan hafalan, sumber belajar banyak informasi verbal yang diperoleh dari buku, mengutamakan hasil dari pada proses. Berdasarkan ciri-ciri yang telah dikemukakan sebelumnya, maka pendekatan konvensonal dapat diartikan sebagai pendekatan pembelajaran yang lebih banyak berpusat pada dosen, komunikasi lebih banyak satu arah dari dosen terhadap mahasiswa dan materi pembelajaran lebih pada penguasaan konsep- konsep bukan kompetensi.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif Matematik dengan Pendekatan Model Eliciting Activities (MEAs) pada Siswa SMA.

Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif Matematik dengan Pendekatan Model Eliciting Activities (MEAs) pada Siswa SMA.

Instrumen untuk tes kemampuan berpikir kritis dan berpikir kreatif matematik disusun dengan memperhatikan tiap indikator kemampuan berpikir kritis dan berpikir kreatif matematik yang diberikan dalam bentuk uraian. Penyusunan tes diawali dengan penyusunan kisi-kisi tes berpikir kritis dan berpikir kreatif matematik, kemudian dilanjutkan dengan menyusun soal beserta kunci jawaban (Lampiran B). Soal yang dibuat selanjutnya dimintai pertimbangan kepada rekan-rekan mahasiswa S2 pendidikan matematika yang berstatus guru dan dianggap kompeten di bidang matematika khususnya materi persamaan, fungsi, dan pertidaksamaan kuadrat. Setelah itu soal-soal dikonsultasikan kepada dosen pembimbing guna mengetahui bahwa tes yang digunakan sudah baik.
Baca lebih lanjut

55 Baca lebih lajut

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus  Repositori Universitas Muria Kudus

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus Repositori Universitas Muria Kudus

“Model Pembelajaran Berbasis Masalah Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Dan Kreatif Matematik Siswa SMA Di Kota Tasikmalaya”.[r]

2 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects