Kemampuan Mengajar Guru

Top PDF Kemampuan Mengajar Guru:

HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN MENGAJAR DENGAN MOTIVASI BERPRESTASI GURU  Hubungan Antara Kemampuan Mengajar Guru dengan Motivasi Berprestasi.

HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN MENGAJAR DENGAN MOTIVASI BERPRESTASI GURU Hubungan Antara Kemampuan Mengajar Guru dengan Motivasi Berprestasi.

diartikan hasil dari kemampuan mengajar guru itu sendiri. Sedangkan Atkinson melihat motif berprestasi sebagai dorongan untuk sukses. Artinya jika dorongan itu tinggi maka sukses pun tinggi. Itu berarti motif berprestasi tinggi. Sebaliknya jika dorongan itu rendah maka sukses pun rendah. Itu berarti motif berprestasi rendah. Heckhausen menentukan motif berprestasi seseorang dari aktivitasnya dan ukuran keunggulannya. Aktivitas itu berhubungan dengan berhasil/sukses dan gagal. Bahwa dalam aktivitas, orang berhasil atau gagal dapat diketahui melalui aspirasinya, artinya orang berhasil/sukses biasanya aspirasinya sedang, sebaliknya orang gagal biasanya aspirasinya tinggi atau rendah. Sedangkan dalam kaitan dengan keunggulan, maka untuk: (1) keunggulan yang berhubungan dengan tugas, dapat dilihat dari hasil kerjanya. Jika hasil kerjanya baik maka motif berprestasinya tinggi. Tetapi jika hasil kerjanya kurang baik maka motif berprestasinya rendah; (2) keunggulan yang berhubungan dengan diri sendiri, dapat dibandingkan dengan hasil
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Deskripsi Kemampuan Mengajar Guru dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya - Ubaya Repository

Deskripsi Kemampuan Mengajar Guru dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya - Ubaya Repository

Fakta yang diungkapkan oleh Prof. DR. Fuad Hasan dalam satu dialog interaktif TVRI, bahwa hanya 30 % dari guru-guru yang ada di Indonesia, yang layak mengajar. Kondisi seperti itu tentunya sangat kontras dengan semakin tingginya kebutuhan masyarakat akan pendidikan yang berkualitas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kemampuan mengajar guru saat di kelas, dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kemampuan mengajar guru tersebut.

1 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN MENGAJAR DENGAN MOTIVASI BERPRESTASI GURU  Hubungan Antara Kemampuan Mengajar Guru dengan Motivasi Berprestasi.

HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN MENGAJAR DENGAN MOTIVASI BERPRESTASI GURU Hubungan Antara Kemampuan Mengajar Guru dengan Motivasi Berprestasi.

Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh hasil koefisien korelasi rxy= 0,317 dengan sig= 0,02 (p ≤ 0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara kemampuan mengajar dengan motivasi berprestasi. Sumbangan efektif (SE) kemampuan mengajar dengan motivasi berprestasi sebesar 10,1% ditunjukkan oleh koefisien determinasi (r²) sebesar 0,101. Tingkat kemampuan mengajar guru tergolong cukup sedangkan tingkat motivasi berprestasi tergolong rendah.

16 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Antara Kemampuan Mengajar Guru dengan Motivasi Berprestasi.

PENDAHULUAN Hubungan Antara Kemampuan Mengajar Guru dengan Motivasi Berprestasi.

Kemampuan mengajar guru sangat diperlukan dalam proses pembelajaran terkandung maksud bahwa kemampuan guru merupakan salah satu orang kunci yang mampu mempengaruhi proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan. Seluruh guru di Jawa Tengah yang telah memiliki kualifikasi S1 dan D4 sebanyak 165.355 orang atau 46,37 persen, sehingga yang belum berkualifikasi S1 dan D4 sebanyak 191.227 orang atau 53,63 persen (Hasanah, 2011). Di dalam harian Okezone menyatakan bahwa Pengamat Pendidikan Muhammad Zuhdan mengungkap, di antara 2,92 juta guru di Indonesia, ternyata masih ada 1,44 juta guru yang belum berpendidikan Strata 1 (S-1). Jumlah itu setara dengan 49,3 persen dari total guru di Indonesia. Saat ini juga masih kekurangan guru, perbandingan guru untuk sekolah di perkotaan, desa dan daerah terpencil masing-masing 21%, 37%, dan 66%. Guru yang memiliki kualitas bagus enggan ditempatkan di daerah jauh dan terpencil.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENINGKATAN MOTIVASI DALAM PEMBELAJARAN  TEMATIK SUBTEMA TUGASKU SEHARI- HARI   Peningkatan Motivasi Dalam Pembelajaran Tematik Subtema Tugasku Sehari- Hari Dengan Model Pembelajaran PBL Pada Siswa Kelas II SD Negeri 1.

PENINGKATAN MOTIVASI DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK SUBTEMA TUGASKU SEHARI- HARI Peningkatan Motivasi Dalam Pembelajaran Tematik Subtema Tugasku Sehari- Hari Dengan Model Pembelajaran PBL Pada Siswa Kelas II SD Negeri 1.

Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai pada siklus I adalah 80,47 menjadi 92,82 pada siklus II, dengan persentase ketuntasan belajar klasikal 82,5 % menjadi 90 %. Sedangkan kemampuan mengajar guru berdasarkan observasi pada siklus I 87,5 % meningkat menjadi 90%

11 Baca lebih lajut

PENINGKATAN MOTIVASI DALAM PEMBELAJARAN  TEMATIK SUBTEMA TUGASKU SEHARI- HARI  Peningkatan Motivasi Dalam Pembelajaran Tematik Subtema Tugasku Sehari- Hari Dengan Model Pembelajaran PBL Pada Siswa Kelas II SD Negeri 1.

PENINGKATAN MOTIVASI DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK SUBTEMA TUGASKU SEHARI- HARI Peningkatan Motivasi Dalam Pembelajaran Tematik Subtema Tugasku Sehari- Hari Dengan Model Pembelajaran PBL Pada Siswa Kelas II SD Negeri 1.

Berdasarkan analisis data pengamatan guru didapat temuan bahwa kemampuan mengajar guru pada siklus II mencapai 90,47%, ini berarti kemmpuan guru jauh lebih baik dan dapat diterima oleh siswa dibandingkan dengan kemampuan mengajar guru pada siklus I yang hanya mencapai 76,19%. Semula guru kurang memberikan bimbingan serta perhatian pada siswa yang mengalami kesulitan dan siswa kurang terlibat dalam kegiatan pembelajaran, sehingga siswa terlihat kurang dapat aktif dalam mengemukakan pendapatnya. Guru juga kurang mampu membimbing dan mengatur alokasi waktu dalam berdiskusi sehingga siswa terlihat ramai. Namun pada siklus II cara mengajar guru dapat jauh lebih baik, selain itu guru sudah mampu membimbing jalanya diskusi dengan baik. Guru dapat meMotivasi dalam pembelajaran tematik siswa untuk mengungkapkan pendapatnya berdasarkan pengalaman yang sudah mereka dapatkan sebelumnya dengan cara mendemonstrasikan jawabannya di depan kelas, selain itu guru juga lebih perhatian kepada siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung. Ini berarti pada siklus II materi dapat diterima dengan baik oleh siswa.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah - Supervisi akademik kepala madrasah:study pada Mts Darul Huffaz Lampung Kabupaten Pesawaran - Raden Intan Repository

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah - Supervisi akademik kepala madrasah:study pada Mts Darul Huffaz Lampung Kabupaten Pesawaran - Raden Intan Repository

Guru yang mampu melaksanakan berbagai peranannya tersebut adalah guru yang memiliki kinerja yang baik. Menurut Mukhtar, kinerja guru menyangkut seluruh aktivitas yang dilakukannya dalam mengemban amanat dan tanggung jawabnya dalam mendidik, mengajar dan memimbimbing, mengarahkan, dan memandu siswa dalam mencapai tingkat kedewasaan dan kematangannya. 10 Pendapat lain menyatakan bahwa kinerja guru merupakan suatu perilaku atau respon yang memberikan hasil yang mengacu kepada apa yang mereka kerjakan ketika menghadapi tugas. 11
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

ppl2_2401407023_R112_1349852711. 956.14KB 2013-07-11 22:14:41

ppl2_2401407023_R112_1349852711. 956.14KB 2013-07-11 22:14:41

Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan segala rahmat dan karunia-Nya sehingga praktikan dapat melaksanakan serangkaian kegiatan dalam PPL1 yang berupa observasi dan orientasi di SMP N 2 Kendal dengan lancar. Tidak lupa praktikan mengucapkan terima kasih kepada pihak sekolah, guru pamong, kordinator dosen pembimbing dan semua pihak yang telah membantu dalam rangka terlaksananya kegiatan PPL1.

35 Baca lebih lajut

UPAYA GURU MATA PELAJARAN AL-QUR’AN HADITS DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR DI MTs ASSYAFI’IYAH GONDANG TULUNGAGUNG TAHUN PELAJARAN 2014/2015 - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

UPAYA GURU MATA PELAJARAN AL-QUR’AN HADITS DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR DI MTs ASSYAFI’IYAH GONDANG TULUNGAGUNG TAHUN PELAJARAN 2014/2015 - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Setiap siswa pada hakikatnya berhak memperoleh peluang untuk kinerja akademik ( academic performance ) yang memuaskan. Adapun aktivitas belajar bagi setiap individu, tidak selamanya dapat berlangsung secara wajar. Kadang-kadang lancar, kadang-kadang tidak, kadang- kadang cepat menangkap apa yang dipelajari, kadang-kadang terasa amat sulit. Dalam hal ini, semangat terkadang tinggi, terkadang juga sulit untuk mengadakan konsentrasi. 22 Demikianlah realita yang kita jumpai pada anak didik dalam proses belajar mengajar sehari-hari. Suatu hal yang tidak dapat dipungkiri bahwa setiap pribadi tidaklah sama dan mempunyai karakteristik yang bermacam-macam. Karakteristik inilah yang menyebabkan peerbedaan dalam tingkah laku belajar siswa. Pada
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

PELATIHAN “INCREDIBLE TEACHER” UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DI SEKOLAH DASAR INKLUSI BANDA ACEH  PelatihanIncredible Teacher Untuk Meningkatkan Kompetensi Guru Di Sekolah Dasar Inklusi Banda Aceh.

PELATIHAN “INCREDIBLE TEACHER” UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DI SEKOLAH DASAR INKLUSI BANDA ACEH PelatihanIncredible Teacher Untuk Meningkatkan Kompetensi Guru Di Sekolah Dasar Inklusi Banda Aceh.

Kompetensi guru merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh guru dalam mengajar dan membentuk 3 unsur yaitu pengetahuan, sikap penerimaan dan keteramilan yang dapat dipelajari melalui metode pelatihan yang digunakan untuk menambah keterampilan dan keahlian berdasarkan prinsip experiental learning, yang didasarkan atas asumsi bahwa perilaku seseorang terbentuk berdasarkan hasil pengalaman yang telah terlebih dahulu dimodifikasi dengan tujuan menambah efektifitas dan semakin lama perilaku tersebut menjadi suatu kebiasaan dan akan berjalan dengan otomatis, individu juga akan semakin berusaha memodifikasi perilaku sehingga sesuai dengan berbagai situasi (Johnson & Johnson, 2012).
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Peningkatan Keterampilan Menulis Dialog Percakapan Melalui Media Pembelajaran Gambar Seri Siswa Kelas V Sekolah Dasar Negeri Ii Bowan Tahun Pelajaran 2011/2012.

PENDAHULUAN Peningkatan Keterampilan Menulis Dialog Percakapan Melalui Media Pembelajaran Gambar Seri Siswa Kelas V Sekolah Dasar Negeri Ii Bowan Tahun Pelajaran 2011/2012.

4. Guru belum menggunakan model pendekatan pembelajaran yang menarik. Pembelajaran menulis berlangsung apa adanya, tidak ada bimbingan intensif dan pelatihan yang cukup dari guru. Bahkan pembelajaran masih berorientasi pada aspek pengetahuan tentang kebahasaan. Kemampuan guru dalam mengajarkan menulis tidak dibarengi dengan pemilihan metode mengajar, media pembelajaran, dan strategi belajar mengajar yang tepat sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Akibatnya, siswa tidak terangsang dan bergairah dalam mengikuti proses pengajaran sehingga prestasi menulisnya pun tidak baik. Hal ini disadari karena guru kurang kreatif dan tidak mempunyai bekal yang cukup untuk melatih siswa menulis dengan efektif.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

SMP NEGERI 1 KEDOKANBUNDER: Bedah SKL Matematika SMP Tahun 2017 Pemb.Karakter

SMP NEGERI 1 KEDOKANBUNDER: Bedah SKL Matematika SMP Tahun 2017 Pemb.Karakter

HAK MENGAJAR GURU HAK MENGAJAR GURU • Hak mengajar guru dalam pendidikan Hak mengajar guru dalam pendidikan adalah sesuatu yang harus kita raih dan adalah sesuatu yang harus kita rai[r]

28 Baca lebih lajut

A. Pengertian Keterampilan Mengajar Guru - Ketrampilan Mengajar Guru

A. Pengertian Keterampilan Mengajar Guru - Ketrampilan Mengajar Guru

2. Keterampilan yang berhubungan dengan pengembalian kondisi belajar yang optimal. Keterampilan ini berkaitan dengan respons guru terhadap gangguan siswa yang berkelanjutan dengan maksud agar guru dapat mengadakan tindakan remedial untuk mengembalikan kondisi belajar yang optimal. Apabila terdapat siswa yang menimbulkan gangguan yang berulang-ulang walaupun guru telah menggunakan tingkah laku dan respon yang sesuai, guru dapat meminta bantuan kepada kepala sekolah, konselor sekolah, atau orang tua siswa.

11 Baca lebih lajut

S ADP 1001797 Chapter1

S ADP 1001797 Chapter1

Dalam antarnews.com Jum’at, 27 September 2013, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan Kebudayaan (BPSDMPK) dan Peningkatan Mutu Pendidikan (PMP), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Syahwal Gultom, mengakui mutu dan kualitas guru di Tanah Air saat ini masih rendah. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil uji kompetensi yang dilakukan selama tiga tahun terakhir yang menunjukkan bahwa kualitas guru di Indonesia masih sangat rendah. Dan dari sisi kualifikasi pendidikan, hingga saat ini dari 2,92 juta guru, baru sekitar 51 persen yang berpendidikan S-1 atau lebih, sedangkan sisanya belum berpendidikan S-1. Selain jenjang pendidikan yang belum memadai, kompetensi guru juga masih bermasalah. Saat dilakukan tes terhadap guru semua bidang studi, rata-rata tak sampai 50 persen soal yang bisa dikerjakan.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

hakikat pembelajaran mikro latar belakan

hakikat pembelajaran mikro latar belakan

teaching is as performance training method to isolate the component parts of the teaching process, so that the trainee can master each component one by one in a simplified teaching situation. Sedangkan Sugeng Paranto, dkk. (Sukirman dan Mamad Kasmad, 2006: 10) berpendapat bahwa micro teaching merupakan salah satu cara latihan praktek mengajar yang dilakukan dalam proses belajar-mengajar yang di “mikro”kan untuk membentuk, mengembangkan keterampilan mengajar.

4 Baca lebih lajut

Pengaruh lama mengajar pada hubungan kecerdasan emosional dengan profesionalitas guru : survei pada guru-guru Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan negeri dan swasta di Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap.

Pengaruh lama mengajar pada hubungan kecerdasan emosional dengan profesionalitas guru : survei pada guru-guru Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan negeri dan swasta di Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap.

Sejak dipublikasikannya buku Emotional Intelligence yang ditulis oleh Goleman pada tahun 1995, banyak kalangan masyarakat menjadi sangat terpengaruh dengan berbagai pandangan dan anggapan teoritis yang ada dalam buku tersebut. Di dalam sejumlah ulasan dikemukakan bahwa kecerdasan emosional mempengaruhi sukses hidup seseorang. Misalnya, meskipun seseorang mamiliki tingkat pendidikan tinggi namun jika tidak mampu mengendalikan emosinya dengan baik, cenderung mudah mengalami hambatan dalam interaksi sosial. Akibatnya, ia akan mengalami banyak kesulitan dalam pekerjaannya. Profesionalitas guru dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu: cara pandang guru terhadap masyarakat dan orang lain terutama peserta didik, faktor personal atau pribadi, kualitas personal, lingkungan pembelajaran, dan keterlibatan personal atau pribadi. Bagi seorang guru, kecerdasan emosional akan membantu dalam menyikapi keadaan sekitar. 1. Definisi Kecerdasan Emosional
Baca lebih lanjut

121 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects